MAPEL : PRODUKTIF PERLAKUAN KHUSUS - .dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai

download MAPEL : PRODUKTIF PERLAKUAN KHUSUS - .dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai

of 25

  • date post

    06-Mar-2019
  • Category

    Documents

  • view

    216
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of MAPEL : PRODUKTIF PERLAKUAN KHUSUS - .dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai

Isi Materi Kata

PengantarKontak Kami

MAPEL : PRODUKTIF PERLAKUAN KHUSUS

KI

KD

MATERI

PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Dikbud NTB @dikbudNTB @dikbudNTB http://dikbud.ntbprov.go.id

INDIKATOR

VIDEO PROLOGDINAS PENDIDIKAN & KEBUDAYAAN

PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

1. Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang

pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai

dengan bidang dan lingkup Agribisnis Tanaman pada tingkat teknis, spesifik, detil,

dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya,

dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari

keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan

internasional.KI

KD

TUJUAN

MATERI

PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Dikbud NTB @dikbudNTB @dikbudNTB http://dikbud.ntbprov.go.id

INDIKATOR

KOMPETENSI INTI

2. Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan

prosedur kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana

sesuai dengan bidang dan lingkup Agribisnis Tanaman. Menampilkan kinerja di

bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan

standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan

menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan

solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang

dipelajarinya di sekolah, serta mampu elaksanakan tugas spesifik di bawah

pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan,

meniru, membiasakan gerak mahir, menjadikan gerak alami, dalam ranah konkret

terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu

melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

4

3.5 Menganalisis perlakuan khusus benih

4.5 Melaksanakan perlakuan khusus benih

KI

KD

TUJUAN

MATERI

PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Dikbud NTB @dikbudNTB @dikbudNTB http://dikbud.ntbprov.go.id

INDIKATOR

KOMPETENSI DASAR5

3.5 Menganalisis perlakuan khusus benih

3.5.1. Menjelaskan Tujuan perlakuan khusus

3.5.2. Menentukan jenis-jenis perlakuan khusus pada benih

3.5.3. Mengklasifikasi teknik-teknik perlakuan khusus pada benih

3.5.4. Mengklasifikasi jenis bahan perlakuan khusus pada benih

4.5 Melaksanakan perlakuan khusus benih

4.5.1. Melaksanakan prosedur perlakuan khusus pada benih

KI

INDIKATOR

TUJUAN

MATERI

PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Dikbud NTB @dikbudNTB @dikbudNTB http://dikbud.ntbprov.go.id

KD

IPK

6

Dapat melaksanakan perlakuan khusus benih dengan tingkat

keberhasilan 95%

Dapat membedakan jenis dari perlakuan khusus pada benih

dengan menunjukkan perilaku teliti, tekun, jujur terhadap data dan

fakta, disiplin, tanggung jawab, dalam setiap tindakan dan dalam

melakukan pengamatan dan percobaan di dalam kelas maupun di

luar kelas/lahan pada saat melaksanakan pekerjaan perlakuan

khusus.

Peduli terhadap keselamatan diri dan lingkungan dengan

menerapkan prinsip keselamatan kerja saat melakukan kegiatan

pengamatan dan percobaan di laboratorium dan di lingkungan

sekitar pada saat melaksanakan pekerjaan perlakuan khusus

KI

TUJUAN

INDIKATOR

MATERI

PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Dikbud NTB @dikbudNTB @dikbudNTB http://dikbud.ntbprov.go.id

KD

TUJUAN 7

1. Jenis perlakuan khusus

2. Teknik perlakuan khusus

3. Kelebihan dan kekurangan masing-masing perlakuan khusus

4. Jenis bahan perlakuan khusus

5. Prosedur perlakuan khusus

KI

MATERI

INDIKATOR

TUJUAN

PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Dikbud NTB @dikbudNTB @dikbudNTB http://dikbud.ntbprov.go.id

KD

MATERI PERLAKUAN KHUSUS

8

Tujuan perlakuan Khusus

Untuk mempercepat terjadinya

proses perkecambahan

Untuk mencegah adanya patogen

yang terbawa benih

Untuk mematahkan dormansi benih

KI

MATERI

INDIKATOR

TUJUAN

PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Dikbud NTB @dikbudNTB @dikbudNTB http://dikbud.ntbprov.go.id

KD

MATERI PERLAKUAN KHUSUS

9

Untuk memecahkan benih yang mempunyai kulit benih bersifatimpermiabel terhadap air dan oksigen serta kulit benih yang terlalukeras menyebabkan resistensi mekanis.

Adapun cara yang dapat dilakukan dengan perlakuan mekanisantara lain ; mengikir, menggosok kulit benih dengan ampelas,melubangi kulit benih dengan pisau dan menggoncang benih.

Contoh : perlakuan benih kemiri yang memiliki kulit tebal dan keras,yang bersifat impermeable terhadap air dan udara. Sebelumdikecambahkan perlu digosok dengan kertas amplas pada bagiankulitnya.

KI

MATERI

INDIKATOR

TUJUAN

PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Dikbud NTB @dikbudNTB @dikbudNTB http://dikbud.ntbprov.go.id

KD

PERLAKUAN KHUSUS

10

Untuk menjadikan agar kulit benih menjadi lebih lunak sehinggamudah dilalui air pada waktu penyerapan

Untuk mencegah atau memberantas patogen yang terbentukoleh benih.

Bahan kimia yang digunakan antara lain asam sulfat, asam nitrat, potassium hydroxide, asam hidrochlorit potassium nitrat, urea, hormon tumbuh dan pestisida.

KI

MATERI

INDIKATOR

TUJUAN

PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Dikbud NTB @dikbudNTB @dikbudNTB http://dikbud.ntbprov.go.id

KD

PERLAKUAN KIMIA

11

Contoh :

Benih kentang direndam dalam larutan asam sulfat

pekat selama 20 menit sebelum ditanam.

Benih Jagung sebelum disimpan diberi fungisida redomil

dengan konsentrasi 100 gram benih/1 gram fungisida.

Untuk mencegah serangan penyakit rendam benih

dalam larutan fungisida dan bakterisida sekitar 2-3

gr/liter.

KI

MATERI

INDIKATOR

TUJUAN

PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Dikbud NTB @dikbudNTB @dikbudNTB http://dikbud.ntbprov.go.id

KD

12

KI

MATERI

INDIKATOR

TUJUAN

PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Dikbud NTB @dikbudNTB @dikbudNTB http://dikbud.ntbprov.go.id

KD HCL adalah salah satu bahan kimiayang dapat mengatasi masalah

dormansi pada benih

Contoh Cara Perlakuan Kimia

13

KI

MATERI

INDIKATOR

TUJUAN

PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Dikbud NTB @dikbudNTB @dikbudNTB http://dikbud.ntbprov.go.id

KD

Perlakuan fisis adalah perlakuan yang dilakukan terhadap benih

dengan memberi tindakan yang bersifat fisis.

Perlakuan Fisis

Benih dimasukkan ke dalam air panas dan dibiarkan sampai menjadi

dingin selama beberapa waktu tertentu, agar kulit menjadi lunak

sehingga mudah dilalui air dan udara.

Contoh : benih sengon (albasia) direndam pada air mendidih

selama 10-15 menit, kemudian diangkat dan dikecambahkan.

1. Perendaman dengan Air Panas

Cara Perlakuan Fisis Benih

14

KI

MATERI

INDIKATOR

TUJUAN

PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Dikbud NTB @dikbudNTB @dikbudNTB http://dikbud.ntbprov.go.id

KD

Contoh Perlakuan Fisis

Perendaman dengan air

panas merupakan salah satu cara

memecahkan masa dormansi benih

15

KI

MATERI

INDIKATOR

TUJUAN

PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Dikbud NTB @dikbudNTB @dikbudNTB http://dikbud.ntbprov.go.id

KD

2. Perlakuan Temperatur Tertentu

Benih disimpan pada temperatur tertentu sebelum disemai padatemperatur yang cocok untuk perkecambahannya. Perlakuan inidimaksudkan untuk menghilangkan bahan-bahan penghambatpertumbuhan atau agar terjadi pembentukan bahan-bahan yang dapat merangsang pertumbuhannya.

Contoh : benih selada akan berkecambah apabila disimpan padasuhu rendah, dan akan dorman pada suhu 30-35 derajat celcius

16

KI

MATERI

INDIKATOR

TUJUAN

PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Dikbud NTB @dikbudNTB @dikbudNTB http://dikbud.ntbprov.go.id

KD

3. Menyiapkan biji

Setelah biji dikeluarkan dari buah atau polongnya, bersihkan daging buah dan lendir

yang menempel agar tidak menjadi tempat tumbuhnya jamur. Untuk biji yang

berukuran besar seperti biji Mangga atau Durian, pembersihan cukup dilakukan

dengan mencucinya menggunakan air bersih. Sementara itu, untuk biji berukuran

kecil seperti biji Jambu, atau biji yang terbungkus lapis