MAKALAH UK 4 ASESSMENT.docx

download

of 20

  • date post

    14-Oct-2015
  • Category

    Documents
  • view

    13
  • download

    0

Embed Size (px)

transcript

MAKALAH ASSESMEN PEMBELAJARAN FISIKA PENEREPAN PENILAIAN DIRI (SELF ASSESMENT) DALAM PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS EKSPERIMEN PADA MATERI HUKUM HOOKE UNTUK SISWA SMA KELAS X

Makalah ini disusun untuk memenuhi UK 4 mata kuliah Assesmen Pembelajaran Fisika dosen pengampu Dra. Rini Budiharti, M.Pd

Disusun Oleh :MAIDA KHOIRINAK2311045PENDIDIKAN FISIKA B

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANUNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA2013

PENEREPAN PENILAIAN DIRI (SELF ASSESMENT) DALAM PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS EKSPERIMEN PADA MATERI HUKUM HOOKE UNTUK SISWA SMA KELAS X

A. LATAR BELAKANGFisika merupakan salah satu cabang IPA yang mendasari perkembangan teknologi maju dan konsep hidup harmonis dengan alam. Salah satu tujuan dari mata pelajaran fisika adalah mengembangkan pengalaman untuk dapat merumuskan masalah, mengajukan dan menguji hipotesis melalui percobaan, merancang percobaan, mengumpulkan, mengolah dan menafsirkan data, serta mengkomunikasikan hasil percobaan secara lisan dan tertulis. Jadi dalam belajar Fisika tidak cukup sekedar mengingat dan memahami konsep yang ditemukan oleh ilmuwan. Akan tetapi, yang sangat penting adalah pembiasaan perilaku ilmuwan dalam menemukan konsep yang dilakukan melalui percobaan dan penelitian ilmiah. Proses penemuan konsep yang melibatkan keterampilan-keterampilan yang mendasar melalui percobaan ilmiah dapat dilaksanakan dan ditingkatkan melalui kegiatan eksperimen.

Pembelajaran fisika dan penilaian hasil belajar fisika harus memperhatikan karakteristik ilmu fisika sebagai produk dan proses. Misalnya, dengan melakukan eksperimen untuk membuktikan kebenaran suatu teori atau bisa juga untuk menemukan suatu konsep. Penilaian yang sebenarnya adalah penilaian tentang kemajuan belajar siswa yang diperoleh sepanjang proses pembelajaran. Oleh karena itu penilaian tidak hanya dilakukan di akhir proses pembelajaran tetapi penilaian dilakukan selama proses belajar mengajar. Penilaian terhadap siswa harus memperhatikan tiga ranah yang perlu dinilai yaitu pengetahuan (kognitif), sikap (afektif), dan keterampilan (psikomotorik) (Sudjana, 1998).

Untuk memudahkan melakukan penilaian yang mencakup ketiga ranah tersebut pada kegiatan eksperimen dibutuhkan suatu metode penilaian. Salah satu teknik penilaian yang bisa digunakan adalah penilaian dengan teknik self assesment atau penilaian diri. Penilaian diri (Self assessment) merupakan penilaian yang dilakukan oleh siswa dalam menilai kegiatan atau pekerjaan yang dilakukan oleh dirinya sendiri. Penilaian dengan teknik self assesment melibatkan siswa baik dalam memberikan penilaian maupun menerima penilaian. Keuntungan yang dapat diperoleh dari penggunaan penilaian diri antara lain : menumbuhkan rasa percaya diri siswa, karena mereka diberi kepercayaan untuk menilai dirinya sendiri. Kedua, meningkatkan pemahaman siswa terhadap kekuatan dan kelemahan dirinya. Ketiga, melatih dan membiasakan siswa berbuat jujur (Sumarno, 2011).

Berkaitan dengan uraian di atas, maka saya memilih judul: PENEREPAN PENILAIAN DIRI (SELF ASSESMENT) DALAM PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS EKSPERIMEN PADA MATERI HUKUM HOOKE UNTUK SISWA SMA KELAS X.

B. RUMUSAN MASALAH1. Apa pengertian penilaian diri?2. Mengapa perlu dilakukan penilaian diri dalam pembelajaran fisika berbasis eksperimen?3. Apa saja manfaat penggunaan teknik penilaian diri?4. Bagaimana langkah langkah melakukan penilaian diri?5. Bagaimana bentuk instrumen penilaian diri dalam pembelajaran fisika berbasis eksperimen pada materi hukum hooke?

C. TUJUANAdapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah:1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Assesment Pembelajaran Fisika.2. Dapat memberikan pengetahuan yang lebih tentang penilaian diri.

D. PEMBAHASAN1. Pengertian Penilaian Diri (Self Assesment)Penilaian diri merupakan suatu metode penilaian yang memberi kesempatan kepada siswa untuk mengambil tanggung jawab terhadap belajar mereka sendiri. Mereka diberi kesempatan untuk menilai pekerjaan dan kemampuan mereka sesuai dengan pengalaman yang mereka rasakan. Menurut BPPN Pusat Kurikulum penilaian diri adalah suatu teknik penilaian di mana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status, proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya dalam mata pelajaran tertentu didasarkan atas kreteria atau acuan yang telah disiapkan.

Reys, Suydam, linguist, & Smith (1998) mengatakan bahwa siswa merupakan penilai yang baik (the best assessor) terhadap perasaan dan pekerjaan mereka sendiri. Oleh karena itu, guru dapat memulai proses penilaian diri dengan kesempatan siswa untuk melakukan validasi pemikiran mereka sendiri atau jawaban-jawaban hasil pekerjaan mereka. Siswa perlu memeriksa pekerjaan mereka dan memikirkan tentang apa yang terbaik untuk dilakukan danareamana mereka perlu dibantu. Untuk menuntun siswa dalam memahami proses penilaian diri, guru perlu melengkapi mereka dengan lembaranpenilaian diri (self assessment).

2. Pentingnya Dilakukan Penilaian Diri dalam Pembelajaran Fisika Berbasis EksperimenDalam pembelajaran Fisika berbasis eksperimen ini kita perlu melakukan penilaian diri karena penilaian diri mempunyai banyak keuntungan untuk dipraktikan sebagai teknik penilaian. Teknik penilaian diri dapat digunakan untuk mengukur kompetensi kognitif, afektif dan psikomotorik.

1. Penilaian kompetensi kognitif di kelas, misalnya: peserta didik diminta untuk menilai penguasaan pengetahuan dan keterampilan berpikirnya sebagai hasil belajar dari suatu mata pelajaran tertentu. Penilaian dirinya didasarkan atas kriteria atau acuan yang telah disiapkan. Pada pembelajaran fisika berbasis eksperimen ini penilaian kompetensi kognitif siswa dapat dilakukan 10 menit terakhir saat pembelajaran, dalam instrumen penilaian diri kompetensi kognitif ini berisi pernyataan menyangkut apa saja materi yang sudah atau belum dipahami siswa setelah dilakukan pembelajaran dengan metode eksperimen, dari penilaian tersebut guru akan mengetahui kelebihan dan kelemahan siswanya terkait pemahaman materi, dari situ guru dapat mempersiapkan tindak lanjut dari penilaian diri tersebut, bisa dengan memberi pendalaman materi yang belum dipahami siswa.

2. Penilaian kompetensi afektif, misalnya, peserta didik dapat diminta untuk membuat tulisan yang memuat curahan perasaannya terhadap suatu objek tertentu. Selanjutnya, peserta didik diminta untuk melakukan penilaian berdasarkan kriteria atau acuan yang telah disiapkan, atau bisa juga penilaian diri untuk menilai kompetensi afektif siswa ini dapat dilakukan dengan memberikan pernyataan untuk dijawab iya / tidak oleh siswa. Dari situ guru dapat menilai bagaimana sikap siswa saat melakukan eksperimen. Jika ada sikap yang dirasa kurang baik, guru bisa memberikan nasihat untuk memperbaiki sikapnya.

3. Penilaian kompetensi psikomotorik, peserta didik dapat diminta untuk menilai kecakapan atau keterampilan yang telah dikuasainya berdasarkan kriteria atau acuan yang telah disiapkan, penilaian ini dapat dilakukan dengan memberikan pernyataan untuk dijawab iya / tidak oleh siswa. Dari situ guru dapat menilai bagaimana ketrampilan siswa saat melakukan eksperimen. Jika siswa kurang terampil dalam melakukan kegiatan eksperimen, guru dapat memberikan bimbingan untuk memperbaiki ketrampilan siswa agar lebih terampil.

Selain itu, penggunaan teknik penilaian diri dalam pembelajaran dapat memberi dampak positif terhadap perkembangan kepribadian seseorang. Menurut BPPPN Pusat Kurikulum, keuntungan penggunaan teknik penilaian diri antara lain:1) Dapat menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik, karena mereka diberi kepercayaan untuk menilai dirinya sendiri;2) Peserta didik menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya, karena ketika mereka melakukan penilaian, harus melakukan introspeksi terhadap kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya;3) Dapat mendorong, membiasakan, dan melatih peserta didik untuk berbuat jujur, karena mereka dituntut untuk jujur dan objektif dalam melakukan penilaian.

Daniel Goleman, seorang psikolog ternama, dalam bukunya pernah mengatakan bahwa untuk mencapai kesuksesan bukan hanya aspek kognitif saja yang dibutuhkan tetapi juga emotional intelligence, dan kejujuran, ketekunan, optimisme yang tinggi serta self confidence adalah bagian dari kecerdesan emosional. Dengan adanya teknik evaluasi atau penilaian diri dalam sistem pendidikan kita sangat berharap, tingkat kejujuran, optimisme serta self confidence generasi muda kita akan lebih baik.

Penilaian diri sebagai teknik penilaian pada hemat penulis akan sangat efektif untuk menggali nilai-nilai spiritual, moral, motif, sikap, bahkan aspek motorik dan kognitif siswa. Dengan teknik ini peserta didik diajak secara objektif untuk melihat ke dalam dan keadaan dirinya sendiri, sekali lagi dengan jujur dan jernih. Dampak positif lain dari efektivitas teknik penilaian diri adalah peserta didik akan dikondisikan dan dibiasakan untuk selalu jujur. Dan jika anak selalu menjaga kondisi sikap dirinya, ini sangat positif bagi upaya pembangunan karakter anak. Masalah yang sekiranya muncul di lapangan adalah kepiawaian para guru untuk menggunakan teknik ini sehingga dapat berlangsung dengan efektif bukannya menjadikan anak takut untuk mengungkapkan kelemahan, kelebihan, dan potensi dirinya, sehingga kurang tergali.

3. Manfaat Penggunaan Teknik Penilaian DiriPenilaian diri dapat memberikan beberapa manfaat baik bagi siswa maupun bagi guru itu sendiri.

Manfaat bagi siswa yaitu:1. Siswa menjadi bertanggung jawab terhadap belajarnya sendiri2. Siswa dapat menetapkan langkah langkah berikutnya dalam belajar.3. Siswa merasa aman tentang sesuatu yang tidak benar.4. Meningkatkan harga diri siswa dan menjadi sesuatu yang positif5. Siswa terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran6. Siswa menjadi lebih bebas dan termotivasi.

Manfaat bagi guru yaitu:1. Ada suatu pergesaran tanggung ja