Makalah Psikologi komunikator dan psikologi pesan

download Makalah Psikologi komunikator dan psikologi pesan

of 21

  • date post

    18-Dec-2014
  • Category

    Education

  • view

    404
  • download

    24

Embed Size (px)

description

Bahan Makalah

Transcript of Makalah Psikologi komunikator dan psikologi pesan

  • 1. Kata Pengantar Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya maka kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang bertemakan Psikologi Komunikator dan Psikologi Pesan. Penulisan makalah merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Psikologi Komunikasi Universitas Riau. Dalam penulisan makalah ini kami menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan penelitian ini, khususnya kepada : 1. Ibu Nurjanah selaku dosen pembimbing mata kuliah Psikologi Komunikasi yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikiran dalam pelaksanaan bimbingan, pengarahan, dorongan dalam rangka penyelesaian penyusunan makalah ini 2. Rekan-rekan kelompok di kelas Psiklogi Komunikasi . Akhirnya kami berharap semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikan bantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah, Amiin Yaa Robbal Alamiin. Dalam Penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki kami. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini. Pekanbaru, 18 April 2014 Penulis Pendahuluan A. Latar Belakang
  • 2. Hubungan kita dengan orang lain akan menentukan kualitas hidup kita. Bila orang lain tidak memahami gagasan anda, bila pesan anda menjengkelkan mereka, bila anda tidak berhasil mengatasi masalah pelit karena orang lain menentang pendapat anda dan tidak mau membantu anda, bila semakin sering anda berkomunikasi semakin jauh jarak anda dengan mereka. Bila anda selalu gagal untuk mendorong orang lain bertindak. Anda telah gagal dalam komunikasi. Komunikasi anda tidak efektif. Ilustrasi, pada saat anda mengendarai sepeda motor / mobil tiba tiba anda menerobos lampu merah,dan ada seseorang yg menghampiri anda mengenakan baju setelan berwarna coklat,memakai topi, dan dikalungkannya pluit.Sesaat kemudian dia hormat kepada anda dan menanyakan boleh saya lihat SIM / STNK anda .Apa yang anda pikirkan tentang seseorang yang menghampiri anda itu? mungkin dengan cepat anda berkesimpulan bahwa dia adalah seorang POLISI. Itulah psikologi komunikator. Artinya, untuk bisa dipercayai orang lain diperlukan bukah saja bisa/dapat berbicara tetapi juga memerlukan penampilan yang meyakinkan. He doesnt communicate what he says, he communicates what he is. Artinya ia tidak dapat menyuruh pendengar hanya memperhatikan apa yang ia katakan. Pendengar juga akan memperhatikan siapa yang mengatakan atau menyampaikan semua pesan-pesan tersebut. Bahkan kadang-kadang unsur siapa ini lebih penting dari unsur apa. Memang pakaian bukanlah segala-galanya, tetapi banyak teori psikologi yang mengatakan bahwa penampilan akan membuat image lain bagi seseorang. B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana konsep Psikologi Komunikator? 2. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas Psikologi Komunikator? 3. Apa yang dimaksud psikologi pesan? 4. Apa saja karakteristik makna pesan dan karekter pesan dalam psikologi pesan? PSIKOLOGI KOMUNIKATOR DAN PSIKOLOGI PESAN
  • 3. Psikologi Komunikate (yang secara umum dicakup pada karakteristik manusia komunikan), psikologi penerimaan dan pengolahan pesan (dalam system komunikasi intrapersonal), dan psikologi media komunikasi (baik dalam konteks interpersonal maupun konteks komunikasi massa). Lawsell menyebutkan komunikasi who says what in what channel tho whom with what effect. Yang belum di uraikan ialah who says what. Whos says kita ulas pada psikologi komunikator, dan What kita uraikan pada psikologi pesan. I. Psikologi Komunikator Lebih dari 2000 tahun yang lalu, Aristoteles menulis : Persuasi tercapai karena karakteristik personal pembicaranya, yang ketika ia menyampaikan pembicaraannya kita menganggapnya dapat dipercaya. Kita lebih penuh dan lebih cepat percaya pada orang-orang baik daripada orang lain : Ini berlaku umummnya pada masalah apa saja dan secara mutlak berlaku ketika tidak mungkin ada kepastian dan pendapat terbagi. Tidak benar, anggapan sementara penulisa retorika bahwa kebaikan personal yang di ungkapkan pembicara tidak berpengaruh apa-apa pada kekuatan persuasinya; sebaliknya, karakternya hampir bisa disebut sebagai alat persuasi yang paling efektif yang dimilikinya. (Aristoteles, 195:45) Aristoteles menyebut karakter komunikator ini sebagai ethous. Ethous terdiri dari pikiran baik, akhlak yang baik, dan maksud yang baik (good sense, good moral, character, good will). Pendapat Aristoteles ini diuji secara ilmiah 2300 tahun kemudian oleh Carl Hovland dan Walter Weiss (1951). Mereka melakukan eksperimen pertama tentang psikologi komunikator. Kepada sejumlah besar subjek disampaikan pesan tentang kemungkinan membangun kapal selam yang digerakkan oleh tenaga atom (waktu itu, menggunakan energi atom masih merupakan impian). Hovland dan Weiss menyebut ethous ini credibility yang terdiri dari dua unsur : Expertise (keahlian) dan trustworthiness (dapat dipercaya).Kedua komponen ini telah disebut dengan istilah-istilah lain oleh ahli komunikasi yang berbeda. Untuk expertness, McCroskey (1968) menyebutnya authoritativeness : Markham (1968) menamainya factor reliablelogical: berlo, Lemert dan Mertz (1966) menggunakan Qualification. Untuk trusworthiness, peneliti
  • 4. lain menggunakan istilah safety, character, atau evaluative factor. Kita tidak akan mempersoalkan mana istilah yang benar. Semua kita sebut saja kredibilitas, tetapi kita tidak hanya melihat pada kredibilitas sebagai factor yangb mempengaruhi efektifitas sumber. Kita juga akan melihat dua unsure lainnya : atraksi komunikator (source attractiviness) dan kekuasaan(source power). Seluruhnya-kredibilitas, atraksi dan kekuasaan- kita sebut sebagai ethous (sebagai penghormatan pada aristoteles, psikologi komunikasi yang pertama). Seluruhnya -kredibilitas, atraksi dan kekuasaan-, kita sebut sebagai ethous (sebagai penghormatan kepada Aristoteles, psikolog komunikasi yang pertama). Dimensi-dimensi ethous akan kita bicarakan pada bagian berikutnya. I.a Dimensi-Dimensi Ethos Ethos diartikan sebagai sumber kepercayaan (source credibility) yang ditunjukkan oleh seorang orator (komunikator) bahwa ia memang pakar dalam bidangnya, sehingga oleh karena seorang ahli, maka ia dapat dipercaya. Diatas telah kita uraikan bahwa ethos atau faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas komunikator terdiri dari kredibilitas, atraksi, dan kekuasaan. Ketiga dimensi ini berhubungan dengan jenis pengaruh sosial yang ditimbulkannya. Menurut Herbert C. Kelman (1957) pengaruh komunikasi kita pada orang lain berupa tiga hal : internalisasi (internalization), identifikasi (identification), dan ketundukan (compliance). Dimensi ethos yang paling relevan di sini ialah kredibilitas, keahlian komunikator atau kepercayaan kita pada komunikator. Identifikasi terjadi bila individu mengambil perilaku yang berasal dari orang atau kelompok lain karena perilaku itu berkaitan dengan hubungan yang mendefinisikan diri secara memuaskan (satisfying self-defining relationship) dengan orang atau kelompok itu, hubungan yang mendefinisikan diri artinya konsep diri. Dalam identifikasi, individu mendefinisikan peranannya sesuai dengan peran orang lain. He attempts to be like or actually to be the other person, ujar Kelman. Ia berusaha seperti atau benar-benar menjadi orang lain. Dengan mengatakan pa yang iakatakan, melakukan apa yang ia lakukan, mempercayai apa yang ia percayai.individu mendefinisikan sesuai dengan yang mempengaruhinya. Dimensi ethos yang paling relevan dengan identifikasi adalah atraksi (attractiviness)daya tarik komunikator.
  • 5. Ketundukan (compliance) terjadi bila individu menerima pengaruh dari orang atau kelompok lain karena ia berharap memperoleh reaksi yang menyenangkan dari orang atau kelompok tersebut. Ia ingin mendapatkan ganjaran atau menghindari hukuman dari pihak yang mempengaruhinya. Dalam ketundukan, orang menerima perilaku yang di anjurkan bukan karena mempercayainya, tetapi Karena perilaku tersebut membantunya untuk menghasilkan efek social yang memuaskan. Kredibilitas, Atraksi, dan kekuasaankan kita perinci pada bagian berikutnya. Kredibilitas Kredibilitas adalah seperangkat persepsi komunikate tentang sifat-sifat komunikator. Dalam definisi ini terkandung dua hal : 1. Kredibilitas adalah persepsi komunikate, jadi tidak inheren dalam diri komunikator. 2. Kredibilitas berkenaan dengan sifat-sifat komunikator, yang selanjutnya akan kita sebut sebagai komponen-komponen kredibilitas. Karena kredibilitas itu masalah persepsi, kredibilitas berubah bergantung pada pelaku persepsi (komunikate), topic yang dibahas dan situasi. Sekali lagi, kredibilitas tidak ada pada diri komunikator, tetapi terletak pada persepsi komunikate. Oleh karena itu, ia dapat berubah atau di ubah, dapat terjadi atau dijadikan. Misalnya, seorang dosen begitu didengar oleh mahasiswanya, tetapi belum tentu di depan rektornya. Ini mengandung arti bahwa persepsi mahasiswa dan persepsi rektor sangat berbeda, tergantung siapa yang memberikan persepsi tersebut. Hal-hal yang mempengaruhi persepsi komunikate tentang komunikator sebelum ia berlakukan komunikasinya disebut prior ethos (Andersen,1972:82). Sumber komunikasi memperoleh prior ethos karena berbagai hal, kita membentuk gambaran t