Makalah Kelompok a4 TB

download Makalah Kelompok a4 TB

of 62

  • date post

    23-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    38
  • download

    8

Embed Size (px)

description

pbl

Transcript of Makalah Kelompok a4 TB

Tuberculosis dalam Keluarga

disusun oleh :A4Yudia Mahardika (102009028)Meidalena Anggresia Bahen (102010056)M. Aditya Mahatvavirya Daryana Burhan (102010070)Eka Putri Maulani (102010148)Ratna Tri Permata (102010265)Friedi Kristian Carlos (102010317)Norlida Binti Mohd Jamil (102010369)Mega Melita (102010398)

FAKULTAS KEDOKTERAN UMUMUNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANAJln. Arjuna Utara No. 6 Jakarta 11510. Telephone : (021) 5694-2061, fax : (021) 563-1731

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur hanya bagi Tuhan Yesus Kristus yang senantiasa memberi kekuatan dan penyertaan kepada kami untuk menyelesaikan makalah pada blok 26 ini. Skenario yang tertulis dalam makalah ini mengenai penanggulangan dan pemberantasan suatu penyakit menular. Melalui langkah-langkah Problem Based Learning (PBL) yang diterapkan dalam menganalisis skenario tersebut, diharapkan setiap mahasiswa mampu untuk mengerti tentang penanganan dan pemberantasan penyakit menular. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada setiap orang yang telah berjasa dalam membantu kami menyelesaikan makalah ini.Tidak ada hal yang sempurna kecuali Tuhan Yesus Kristus, begitu pula makalah kami yang masih banyak kekurangan. Kritik dan saran sangat kami harapkan sebagai pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pengerjaan tugas berikutnya. Demikian kata pengantar dari kami. Semoga makalah blok 26 ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Jakarta, 14 Juli 2013

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................................................................................................2DAFTAR ISI.......................................................................................................................3I. PENDAHULUAN..............4II. PEMBAHASANII.1.Dokter Keluarga.......6II.2.Epidemiologi........9II.3.Segitiga Epidemiologi ....11II.4.Gejala Klinis.....21II.5.Diagnosis..........22II.6.Pengobatan TB.........33II.7.Promosi Kesehatan.......52III. PENUTUPKESIMPULAN......................................................................................................57SARAN...57DAFTAR PUSTAKA.58

I. PENDAHULUANSesudah beberapa puluh tahun penurunan insidensi tuberculosis,angka kasus tuberculosis telah bertambah secara dramatis selama dekade terakhir ini. Hampir 1,3 juta kasus dan 450.000 kematian terjadi pada anak setiap tahun. Insidensi tuberculosis masa anak bertambah dengan 40% di Amerika Serikat dari tahun 1987 sampai tahun 1993 sebagai akibat kemiskinan,imigrasi dari negara yang berprevelansi tinggi,epidemi infeksi virus immunodefisiensi manusia (HIV) dan keterbatasn pada pelayanan perawatan kesehatan terhadap populasi berisiko tinggi1

SkenarioBapak M (40 tahun)memiliki seorang istri (35 tahun) dan 5 orang anak yang masing-masing A (perempuan) 15 tahun, S (perempuan) 13 tahun,AS (laki-laki) 10 tahun,Rs (L) 8 tahun,R (perempuan) 4 tahun. Istri bapak M mendapatkan pengobatan TBC paru dan sudah berjalan 3 bulan. Anak perempuannya saat ini sedang batuk-batuk sudah 3 minggu tidak kunjung reda. Riwayat penurunan berat badan dan keringat malam juga ada. Berat badan R 12 kg, scar BCG +, karena tidak tahu dan tidak punya cukup uang anak R hanya diberi jamu-jamuan dan obat warung.Keluarga bapak M tinggal di sebidang rumah 4x10 m dipemukiman padat penduduk. Sinar matahari sulit masuk dalam rumah.

Rumusan masalah Anak perempuannya saat ini sedang batuk-batuk sudah 3 minggu tidak kunjung reda Riwayat penurunan berat badan dan keringat malam juga ada Tinggal di sebidang rumah 4x10 m dipemukiman padat penduduk Sinar matahari sulit masuk dalam rumah.

Mind Map

HipotesisPendekatan Dokter keluarga dibutuhkan dalam penanggulangan, pemberantasan dan pengobatan TB.

II. PEMBAHASANII.1 Dokter KeluargaPelaksana praktek dokter keluarga adalah dokter keluarga (family physician). Pada saat ini rumusan tentang dokter keluarga banyak pula macamnya. Beberapa diantaranya adalah :1. Dokter keluarga adalah dokter yang dapat memberikan pelayanan kesehatan yang berorientasi komunitas dengan titik berat kepada keluarga, ia tidak hanya memandang penderita sebagai individu yang sakit tetapi sebagai bagian dari unit keluarga dan tidak hanya menanti secara pasif,tetapi bila perlu aktif mengunjungi penderita atau keluarganya (Ikatan Dokter Indonesia, 1982).2. Dokter keluarga adalah dokter yang memiliki tanggung jawab menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama serta pelayanan kesehatan yang menyeluruh yang dibutuhkan oleh semua anggota yang terdapat dalam satu keluarga, dan apabila kebetulan berhadapan dengan suatu masalah kesehatan khusus yang tidak mampu ditanggulangi, meminta bantuan konsultasi dari dokter ahli yang sesuai (The American Board of Family Practice, 1969).3. Dokter keluarga adalah dokter yang melayani masyarakat sebagai kontak pertama yang merupakan pintu masuk ke sistem pelayanan kesehatan,menilai kebutuhan kesehatan total pasien dan menyelenggarakan pelayanan kedokteran perseorangan dalam satu atau beberapa cabang ilmu kedokteran serta merujuk pasien ketempat pelayanan lain yang tersedia sementara tetap menjaga kesinambungan pelayanan, mengembangkan tanggung jawab untuk pelayanan kesehatan menyeluruh dan berkesinambungan serta bertindak sebagai koordinator pelayanan kesehatan, menerima tanggung jawab untuk perawatan total pasien termasuk konsultasi sesuai dengan keadaan lingkungan pasien yakni keluarga atau unit sosial yang sebanding serta masyarakat (The American Academic of General Practice, 1947). 2Tujuan pelayanan dokter Tujuan pelayanan dokter keluarga secara umum dapat dibedakan atas dua macam yakni :

1.Tujuan umumTujuan umum pelayanan dokter keluarga pada dasarnya adalah sama dengan tujuan pelayanan kesehatan secara keseluruhan, yakni terwujud-nya keadaan sehat bagi setiap anggota keluarga.2. Tujuan khususTujuan khusus pelayanan dokter keluarga erat hubungannya dengan sejarah perkembangan pelayanan dokter keluarga di satu pihak serta ciri-ciri pelayanan dokter keluarga dipihak lain.Tujuan khusus yang dimaksud adalah terpenuhinya kebutuhan keluarga akan pelayanan kedokteran yang lebih efektif dan efisien.2Ciri-Ciri Pelayanan Dokter KeluargaMenurut Ikatan Dokter Indonesia (1982) Ikatan Dokter Indonesia melalui Muktamar ke 19 yang dilaksanakan di Surakarta pada tahun 1982 telah pula merumuskan ciri-ciri pelayanan dokter keluarga tersebut. Ciri-ciri yang dimaksud adalah :2 Yang melayani penderita tidak hanya sebagai orang-perorang, melainkan sebagai anggota satu keluarga dan bahkan sebagai anggota masyarakat sekitarnya. Yang memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan memberikan perhatian kepada penderita secara lengkap dan sempurna, jauh melebihi jumlah keseluruhan keluhan yang disampaikan. Yang mengutamakan pelayanan kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan seoptimal mungkin,mencegah timbulnya penyakit dan mengenal serta mengobati penyakit sedini mungkin. Yang mengutamakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan dan berusaha memenuhi kebutuhan tersebut sebaik-baiknya. Yang menyediakan dirinya sebagai tempat pelayanan kesehatan tingkat pertama dan bertanggung jawab pada pelayanan kesehatan lanjutan.Bentuk Prakter Dokter KeluargaPada tahap awalnya, sebagaimana yang dikemukakan oleh Debra P. Hymovich bentuk dan wadah praktek dokter keluarga ditentukan oleh pengalaman masing-masing dokter. Tergantung dari pengalaman hubungan pasien dokter, bentuk dan wadah yang diselenggarakan dapat berbeda-beda. Ada yang hanya menekankan pentingnya pelayanan berobat jalan yang diselenggarakan di tempat praktek saja, ada pula yang juga sekaligus melakukan kunjungan rumah serta ada yang menggabungkannya dengan pelayanan rawat nginap yang biasanya dilakukan di rumah sakit.2Pada tahap selanjutnya, berkembangan bentuk dan wadah praktek dokter keluarga mulai terarah. Disepakati bentuk dan wadah praktek dokter keluarga yang baik, seharusnya mencakup ketiga macam pelayanan di atas.Dokter keluarga harus mempunyai tempat praktek yang memenuhi syarat, tempat dimana pelayanan yang menyeluruh dan berkesinambungan diselenggarakan. Dokter keluarga harus mempunyai semacam sistim komunikasi yang menghubungkan dokter dengan pasien, yang diwujudkan misalnya dengan mengikutsertakan tenaga paramedis, terutama untuk pelayanan kunjungan rumah yang bersifat tindak lanjut. Dokter keluarga harus mempunyai hubungan yang baik dengan rumah sakit, tempat dimana dokter keluarga merawat sendiri para pasiennya.2Pelayanan Dokter KeluargaDari kedua pengertian yang seperti ini, jelaslah bahwa pelayanan dokter keluarga mempunyai beberapa ciri tersendiri. Ciri-ciri yang dimaksud adalah (McWhinney, 1981; Carmichael, 1973; Hymovick and Barnards, 1973; IDI, 1982);21. mengikatkan diri pada kebutuhan pasien secara keseluruhan, bukan pada disiplin ilmu kedokteran, kelompok penyakit atau kiat kedokteran tertentu.2. mengungkapkan kaitan munculnya suatu penyakit dengan pelbagai faktor yang mempengaruhinya.3. berorientasi pada pencegahan penyakit serta pemeliharaan kesehatan.4. berhubungan dengan pasien sebagai anggota dari unit keluarga, dan memandang keluarga sebagai dasar dari suatu organisasi sosial dan atau suatu kelompok fungsional yang saling terkait.5. memanfaatkan pendekatan menyeluruh dan memperhatikan pasien secara lengkap dan sempurna, jauh melebihi jumlah keseluruhan keluhan yang disampaikan.6. mengutamakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan dan berusaha memenuhi kebutuhan tersebut sebaik-baiknya.7. melayani kepentingan pasien di tempat praktek, di rumah dan di rumah sakit.2

Apabila pelayanan dokter keluarga yang seperti ini dapat diselenggarakan, memang akan diperoleh banyak manfaat. Manfaat yang dimaksud antara lain (Cambridge Research Institute, 1976):1. Akan dapat diselenggarakan penanganan kasus penyakit sebagai manusia seutuhnya, bukan penanganan keluhan yang disampaikan saja,2. Akan dapat diselenggarakan pelayanan pencegahan penyakit dari"terjamin kesinamb