MACAM SISTEM PEMERINTAHAN BESERTA KELEMAHAN DAN KELEBIHAN

22
MACAM SISTEM PEMERINTAHAN BESERTA KELEMAHAN DAN KELEBIHAN Pada umumnya sistem pemerintahan yang diterapkan di Negara-negara ada dua yaitu sistem pemerintahan parlementer dan sistem pemerintahan presidensial. Kalaupun ada sistem pemerintahan lain ,itu merupakan variasi dari kedua sistem tersebut. nama “Parlementer” menunjukkan bahwa dalam sistem itu para Menteri harus mempertanggung jawabkan kinerja eksekutifnya pada pihak presiden. Negara Inggris adalah Negara pertama yang menjalankan sistem Parlementer, Inggris disebut sebagai “Mother of Parlementer” (induk parlementer). Sedangkan Amerika merupakan pelopor dari system presidensial. Kedua jenis system pemerintahan itu umum berlaku di Negara demokrasi. 1. Sistem Pemerintahan Parlementer Sistem pemerintahan parlementer adalah sistem atau keseluruhan prisip penataan hubungan kerja antar lembaga Negara yang secara formal memberikan peran utama kepada parlemen atau badan legislatif dalam menjalankan pemerintahan Negara. Presiden hanya menjadi symbol kepada Negara saja. Contoh, kedudukan satu di Inggris, raja di Muangthai, dan Presiden di India.

Transcript of MACAM SISTEM PEMERINTAHAN BESERTA KELEMAHAN DAN KELEBIHAN

Page 1: MACAM SISTEM PEMERINTAHAN BESERTA KELEMAHAN DAN KELEBIHAN

MACAM SISTEM PEMERINTAHAN BESERTA KELEMAHAN DAN KELEBIHAN

               Pada umumnya sistem pemerintahan yang diterapkan di Negara-negara

ada dua yaitu sistem pemerintahan parlementer dan sistem pemerintahan

presidensial. Kalaupun ada sistem pemerintahan lain ,itu merupakan variasi dari

kedua sistem tersebut. nama “Parlementer” menunjukkan bahwa dalam sistem itu

para Menteri harus mempertanggung jawabkan kinerja eksekutifnya pada pihak

presiden.

Negara Inggris adalah Negara pertama yang menjalankan sistem Parlementer,

Inggris disebut sebagai “Mother of Parlementer” (induk parlementer). Sedangkan

Amerika merupakan pelopor dari system presidensial. Kedua jenis system

pemerintahan itu umum berlaku di Negara demokrasi.

1.    Sistem Pemerintahan Parlementer               Sistem pemerintahan parlementer adalah sistem atau keseluruhan prisip

penataan hubungan kerja antar lembaga Negara yang secara formal memberikan

peran utama kepada parlemen atau badan legislatif dalam menjalankan

pemerintahan Negara. Presiden hanya menjadi symbol kepada Negara saja.

Contoh, kedudukan satu di Inggris, raja di Muangthai, dan Presiden di India.

Seperti halnya di Inggris, dimana seorang raja tak dapat diganggu gugat, maka

jika terjadi perselisihan antara raja dengan rakyat, Menterilah yang bertanggung

jawab terhadap segala tindakan raja. Sebagai catatan, dalam pemerintahan kabinet

parlementer, perlu dicapai adanya keseimbangan melalui mayoritas partai untuk

membentuk kabinrt atas kekuatan sendiri. Kalau tidak, dibentuk suatu kabinet

koalisi berdasarkan kerja sama antar beberapa partai.

1        Karakteristik Sistem Parlementer

a.       Parlemen, melalui pemimpin partai yang menguasai mayoritas kursi parlemen,

menyusun kabinat (dewan Menteri). pembentukan kabinet itu akan menyusun

sendiri susunan kabinet jika ia merasa tidak memerlukan koalisi, atau melakukan

Page 2: MACAM SISTEM PEMERINTAHAN BESERTA KELEMAHAN DAN KELEBIHAN

tawar-menawar dan menyusun bersama kabinet dangan pemimpin partai politik

lain yang akan dilibatkan dalam kabinet koalisi.

b.      Perdana Menteri dan para Menteri berasal dari kalangan anggota parlemen dan

akan tetap menjadi anggota parlemen, sehingga hakikat kabinet hanyalah sebuah

komisi dari parlemen.

c.       Kepala Negara/Raja berperan sebagai penegak bila terjadi pertentangan antara

parlementer dan kabinet.

2        Prisip-prinsip Sistem Parlamanter

1.      Rangkap Jabatan               Konstitusi nagara yang menganut sistem parlementer akan menentukan

bahwa mereka yang menduduki jabatan Menteri harus merupakan anggota

Parlemen. prinsip ini berada dengan ajaran trias politika. Karena dalam trias

politika melarang adanya rangkap jabatan atau tumpang tindih pejabat diantara

tiga cabang kekuasaan yang ada.

2.      Dominasi Resmi Parlemen                Parlemen tidak saja membuat undang-undang baru, melainkan juga

memiliki kekuasaan untuk merevisi atau mencabut undang-undang yang berlaku

dan menentukan apakah sebuah undang-undang bersifat konstitusional/tidak.

Kemacetan kerja atau deadlock antar legislatif dan eksekutif yang umum terjadi

dalam sistem presidensial tidak ditoleransi dalam sistem parlementer. Dalam

sistem ini kemacetan dipecahkan dengan mengubah keanggotaan dan perilaku

salah satu/kedua belah pihak (parlemen dan kabinet).

1        Sistem pemerintahan parlemen memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan

sistem ini adalah sebagai berikut :

1.      Garis tanggung jawab dalam pembuatan dan pelaksanaan kebijakan publik jelas.

2.      Pembuatan kebijakan dapat ditangani secara cepat karena mudah terjadi

penyesuaian pendapat antara eksekutif dan legislatif.

3.      Adanya pengawasan yang kuat dari parlemen terhadap kabinet sehingga kabinet

menjadi berhati-hati dalam menjalankan pemerintahan.

2        Adapun kelemahan sistem pemerintahan parlemen antar lain :

Page 3: MACAM SISTEM PEMERINTAHAN BESERTA KELEMAHAN DAN KELEBIHAN

1.      Parlemen menjadi tempat kaderisasi bagi jabatan-jabatan eksekutif.

2.      Kelangsungan kedudukan badan eksekutif tidak bisa ditentukan berakhir sesuai

masa jabatannya.

3        Induk sistem pemerintahan dan contoh pengaruhnya

1.      Induk sistem pemerintahan parlementera.       Kepala Negara (raja/ratu)

               Inggris adalah negara kerajaan. Karena itu, kepala negara Inggris selalu

adalah raja/ratu. Raja menganggap dirinya mempunyai hak suci dari Tuhan untuk

memerintah dunia. Raja-raja Inggris umumnya juga mempunyai lembaga

penasihat yang ditentukan sendiri oleh raja, yang anggotanya hanya dari kalangan

bangsawan dan pemimpin gereja. Mereka umumnya dipanggil bersidang oleh raja

apabila negara memerlukan pajak.

b.      Parlemen

               Cikal bakal parleman di Inggris adalah Witanagemot, yaitu dewan

penasehat raja yang terdiri atas para pangeran, bangsawan, dan pejabat gereja

yang dipilih dan dihentikan oleh raja. Lembaga ini kemudian dikenal dengan

parlemen. Semakin sering raja memerlukan tambahan dana semakin sering

parlemen bersidang, yang akan memperkuat kedudukan parlemen dan

mematangkan kelembagaan parlemen itu sendiri.

c.       Kabinet

               Cikal bakal kabinet di Inggris adalah sebuah kelompok orang yang

disebut CABAL yang dijadikan sebagai penasehat inti dan sekaligus penghubung

dirinya dengan parlemen. Pemerintahan dikendalikan oleh perdana menteri dan

kabinetnya. Sehingga merekalah yang bisa dipersalahkan atau diminta

pertanggungjawaban.

2.      Contoh pengaruh :               UUD 1945 dan konstitusi RIS 1949 di Indonesia UUD disusun oleh para

pemimpin bangsa Indonesia sendiri. Jadi ,awal dirancang menggunakan sistem

presidansial. Beberapa anggota BPUPKI menggunkan konstitusi Amerika Sserikat

sebagai rujukan dalam membahas rancangan Hukum Dasar. Konstitusi Ris1949

disusun melalui KMB yang berlangsung di Den Haag,Belanda dan melibatkan

Page 4: MACAM SISTEM PEMERINTAHAN BESERTA KELEMAHAN DAN KELEBIHAN

utusan Pemerintah Belanda. Karena itu,Indonesia pun menggunakan sistem

pemerintahan parlementer seperti yang digunakan oleh negara Belanda.

2.sistem Pemerintahan Presidensial               Sistem presidensial adalah sistem/keseluruhan prinsip penataan

hubungan kerja antar lembaga negara melalui pemisahan kekuasaan negara,

dimana presiden memainkan peran kunci dalam pengelolaan kekuasaan eksekutif.

Dalam sistem ini,kedudukan eksekutif,seorang presiden menunjuk pembantu-

pembantunya yang akan memimpin deprtemennya dan mereka itu bertanggung

jwab kepada presiden. Pelaksana kekuasaan kehakiman menjadi tanggung jawab

MA dan kekuasaan legislatif berada ditangan DPR. Contohnya adalah Amerika

Serikat dengan check and balance. Sedangkan Indonsia adalah pembagian

kekuasaan (distribution of power).

1        Karakteristik sistem presidensial

a.       Presiden adalah kepala negara sekaligus adalah kepala pemerintahan.

b.      Para menteri bertanggung jab kepada presiden, bukan kepala parlemen. Mereka

tetap menduduki jabatannya sebagai menteri selama masih dipercaya oleh

Presiden.

c.       Masa jabatan menteri sangat bergantung pada kepercayaan parlemen, melainkan

tergantung para Presiden.

1        Prinsip-prinsip sistem presidensial

pemisahan jabatan/larangan rangkap jabatan

               Berbeda dari sistem presidensial rangkap jabatan justru dilarang.

Seorang anggota parlemen tidak boleh merangkap menjadi menteri,demikian juga

sebaliknya. Misalnya,di Amerika Serikat. Disana tidak seorangpun diperbolehkan

menduduki lebih dari satu jabatan dalam ketiga cabang kekuasaan yang ada.

1.      kontrol dan keseimbangan

               Untuk mencegah kemungkinan cabang kekuasaan memperbesar

kekuasaannya sendiri,masing-masing cabang kekuasaan diberi kekuasaan untuk

mengontrol Presiden dengan menolak RUU yang diajukan,menolak memberi

persetujuan terhadap calon pejabat bawahan langsung Presiden dan mengadili

Page 5: MACAM SISTEM PEMERINTAHAN BESERTA KELEMAHAN DAN KELEBIHAN

serta memberhentikan Presiden. Presiden diberi kekuasaan untuk mengontrol

kongres dengan hak veto atas UU yang telah disetujui kongres,dan mengontrol

MA dengan mengajukan calon MA.

2        Kelebihan sistem presidensial adalah sebagai berikut :

a.       Badan eksekutif lebih stabil kedudukannya.

b.      Masa jabatan badan eksekutif lebih dengan jangka waktu tertentu.

c.       Penyusunan progam kerja kabinet mudah disesuaikan dengan jangka waktu masa

jabatannya.

1        Adapun kekurangannya antara lain:

a.       Sistem pertanggung jawabannya kurang jelas.

b.      Kekuasaan eksekutif di luar pengawasan langsung legislatif sehingga dapat

menciptakan kekuasaan mutlak.

1        Induk sistem pemerintahan dan contoh pengaruhnya

1.      Induk sistem pemerintahan presidensial

a.       Pemisahan kekuasaan negara

Untuk mencegah tiga bahaya yaitu (tirani, pemerintahan massa,dan

peluasan kekuasaan),mereka membentuk pemerintahan negara AS bedasarkan

prinsip pemisahan kekuasaan negara. Konstitusi sudah sepakat bahwa pemerintah

yang baru akan terdiri dari 3 cabang dan masing-masing memiliki kekuasaan yang

berbeda :

1        legislatif  = lembaga pembentukan UU

2        eksekutif = lembaga pelaksana UU

3        yudikatif = lembaga pengadil pelanggar UU

Presiden berwenang memilih anggota kabinet dan memecatnya jika ia

menginginkannya.

b.      Sistem checks dan balances

Page 6: MACAM SISTEM PEMERINTAHAN BESERTA KELEMAHAN DAN KELEBIHAN

               Amerika Serikat di bangun sistem checks and balances untuk mencegah

satu cabang kekuasaan menguasai cabang kekuasaan yang lain. Di Amerika

terjadi pemisahan kekuasaan negara ke dalam tiga cabang kekuasaan. Sedangkan

Presiden ialah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan.

c. Contoh pengaruh

               Filipina menggunakan sistem presidensial karena negara ini penuh

berada dalam kekuasaan Amerika Serikat. Pemerintah Amerika Serikat bahkan

juga memfasilitasi penyusunan konstitusi Filipina menjelang kemerdekaan negara

ini. Negara-negara lain seperti Kolombia,Kostarika,Meksiko,dan Venezuela juga

menggunakan sistem pemerintahan presidensial,dengan sistem pemerintahan

Amerika Serikat sebagai modelnya.

Sistem parlementer dan sistem presidensial umum diterapkan di negara-negara

sekarang ini. Kedua sistem pemerintahan tersebut mempunyai perbedaan sistem

parlementer. Presiden hanya sebagai simbol saja bertanggung jawab adalah

parlemen/kabinet. Didalam sistem pemerintahan presidensial,Ppresiden

memainkan peran kunci dalam pengelolaan kekuasaan eksekutif. Didalam sistem

presidensial tidak diperbolehkan rangkap jabatan karena sudah ada ketentuan

dalam pembagian kekuasaan.

Page 7: MACAM SISTEM PEMERINTAHAN BESERTA KELEMAHAN DAN KELEBIHAN

Hubungan Internasional

A. Pengertian Hubungan Internasional

Salah satu faktor penyebab terjadinya hubungan internasional adalah kekayaan alam dan perkembangan industri yang tidak merata. Hal tersebut mendorong kerjasamaantar negara dan antar individu yang tunduk pada hukum yang dianut negaranya masing-masing.

Hubungan internasional merupakan hubungan antar negara atau antarindividu dari negara yang berbeda-beda, baik berupa hubungan politis, budaya, ekonomi, ataupun hankam. Hubungan internasional menurut buku Rencana Strategi Pelaksanaan Politik Luar Negeri RI (RENSTRA) adalah hubungan antar bangsa dalam segala aspeknya yang dilakukan oleh suatu negara tersebut.

Hubungan internasional dapat dipandang sebagai fenomena sosial maupun sebagai disiplin ilmu atau bidang studi. Sebagai fenomena sosial, hubungan internasional mencakup aspek yang sangat luas, yaitu kehidupan sosial umat manusia yang bersifat internasional dan kompleks. Seperti yang dikatakan oleh John Houston (1972), bahwa fenomena hubungan internasional dapat menyangkut konferensi-konferensi internasional, kedatangan dan kepergian para diplomat, penandatanganan perjanjian-perjanjian, pengembangan kekuatan militer, dan arus perdagangan internasional.

Menurut Coulumbis dan Wolfe (1981), fenomena-fenomena yang merupakan ruang lingkup hubungan internasional diantaranya perang, konferensi internasional, diplomasi, spionase, olimpiade, perdagangan, bantuan luar negeri, imigrasi, pariwisata, pembajakan, penyakit menular, revolusi kekerasan. Sebagai fenomena sosial, ruang lingkup hubungan internasional sangat jamak, alias tidak berurusan dengan masalah-masalah politik saja. Namun seiring perkembangan zaman ruang lingkup hubungan internasional juga berkembang yaitu menyangkut masalah-masalah lingkungan hidup, hak asasi manusia, alih teknologi, kebudayaan, kerja sama keamanan dan kejahatan internasional.

Hubungan internasional sebagai disiplin ilmu atau bidang studi, diantaranya meliputi berbagai spesialisasi seperti politik internasional, politik luar negeri, ekonomi internasional, ekonomi politik internasional, organisasi internasional, hukum internasional, komunikasi internasional, administrasi internasional, kriminologi internasional, sejarah diplomasi, studi wilayah, military science, manajemen internasional, kebudayaan antar bangsa, dan lain sebagainya.

Beberapa pakar memberikan makna terhadap hubungan internasional sebagai berikut :

Page 8: MACAM SISTEM PEMERINTAHAN BESERTA KELEMAHAN DAN KELEBIHAN

1. Mohtar Mas’oed (1990), hubungan internasional sangat kompleks karena didalamnya terlibat bangsa-bangsa yang masing-masing berdaulat sehingga memerlukan mekanisme yang lebih rumit daripada hubungan antarkelompok manusia di dalam suatu negara. Ia juga sangat kompleks karena setiap hubungan itu melibatkan berbagai segi lain yang koordinasinya tidak sederhana.

2. J. C. Johari, hubungan internasional adalah suatu studi tentang interaksi yang berlangsung diantara negara-negara berdaulat, di samping itu juga studi tentang pelaku-pelaku nonnegara (non-state actors) yang perilakunya memiliki impak terhadap tugas-tugas negara bangsa.

3. Robert Strausz-Hupe dan Stefan T. Possony, studi hubungan internasional mempelajari hubungan timbal balik antarnegara, serta mengkaji tindakan anggota suatu masyarakat yang berhubungan dengan, atau ditujukan kepada masyarakat negara lain.

4. Charles McClelland, hubungan internasional didefinisikan sebagai sebuah studi mengenai semua bentuk pertukaran, transaksi, hubungan, arus informasi, serta berbagai respon perilaku yang muncul di antara dan antarmasyarakat yang terorganisir secara terpisah, termasuk komponen-komponennya.

5. Sprout & Sprout (1962), studi hubungan internasional membahas mengenai aktor-aktor (negara, pemerintah, pemimpin, diplomat, masyarakat) yang bertujuan mencapai maksud-maksud tertentu (sasaran, tujuan, harapan) dengan menggunakan sarana-sarana (seperti diplomasi, pemaksanaan, persuasi) yang dikaitkan dengan power atau kapabilitasnya.

6. Trygue Mathisen, dalam bukunya Methodology in the Study of International Relations, seperti yang dikutip oleh Suwardi Wiriaatmaja (1971) mencatat bahwa istilah hubungan internasional mempunyai beberapa arti, yaitu sebagi berikut:

a. Suatu bidang spesialisasi yang meliputi aspek-aspek internasional dari beberapa cabang ilmu pengetahuan.

b. Sejarah baru dari politik internasional.

c. Semua aspek internasional dari kehidupan sosial umat manusia, dalam arti semua tingkah laku manusia yang terjadi atau berasal dari suatu negara dapat mempengaruhi tingkah laku manusia negara lain.

d. Suatu cabang ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri (district disipline), atau dengan kata lain bukan merupakan cabang ilmu pengetahuan tertentu.

Page 9: MACAM SISTEM PEMERINTAHAN BESERTA KELEMAHAN DAN KELEBIHAN

1. John Houston (1972), hubungan internasional merupakan sebuah studi yang membahas tentang interaksi diantara anggota-anggota dalam komunitas internasional atau mengenai tingkah laku aktor-aktor yang beroperasi dalam sistem politik internasional.

B. Pentingnya Hubungan Internasional Bagi Suatu Negara

Secara kodrati, manusia adalah sebagai makhluk individu, sosial, dan ciptaan Tuhan. Manusia sebagai makhluk sosial selalu memerlukan dan membentuk berbagai persekutuan hidup untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Sifat alamiah manusia adalah hidup berkelompok, saling menghormati, bergantung, dan saling bekerja sama. Seperti halnya dalam hubungan antarbangsa, suatu bangsa satu dengan lainnya wajib saling menghormati, bekerja sama secara adil dan damai untuk mewujudkan kerukunan hidup antarbangsa. Hubungan antarbangsa di sini disebut sebagai hubungan internasional.

Bangsa Indonesia dalam membina hubungan internasional menerapkan prinsip-prinsip politik luar negeri yang bebas dan aktif yang diabdikan bagi kepentingan nasional, terutama untuk kepentingan pembangunan di segala bidang serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Prinsip bebas artinya Indonesia bebas menentukan sikap dan pandangannya terhadap masalah-masalah internasional dan terlepas dari ikatan kekuatan-kekuatan raksasa dunia yang secara ideologis bertentangan (Timur dengan komunisnya dan Barat dengan liberalnya). Adapun prinsip aktif berarti Indonesia aktif memperjuangkan kebebasan dan kemerdekaan, aktif memperjuangkan ketertiban dunia dan aktif ikut serta menciptakan keadilan sosial dunia.

Dalam membina hubungan internasional indonesia mempunyai tujuan untuk meningkatkan persahabatan, dan kerjasama bilateral, regional, dan multilateral melalui berbagai macam forum sesuai dengan kepentingan dan kemampuan nasional. Untuk menciptakan perdamaian dunia yang abadi, adil, dan sejahtera, negara kita harus tetap melaksanakan politik luar negeri yang bebas dan aktif.

Adapun landasan hukum hubungan internasional adalah sebagai berikut:

1. Landasan Idiil

Pancasila sila kedua, yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab, yang mengandung unsur bahwa bangsa Indonesia merupakan dirinya bagian dari umat manusia di dunia. Oleh karena itu, dikembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.

Page 10: MACAM SISTEM PEMERINTAHAN BESERTA KELEMAHAN DAN KELEBIHAN

2. Landasan Konstitusional / Struktural

UUD 1945, terutama dalam pembukaan (Alinea I dan IV) dan batang tubuh (pasal 11 dan 13).

3. Landasan Operasional

a. Ketetapan MPR, yaitu GBHN dalam bidang hubungan luar negeri

b. Kebijaksanaan presiden, yang dituangkan dalam Keppres.

c. Kebijaksanaan/peraturan yang dikeluarkan oleh Menteri luar negeri.

Hubungan internasional ditandai dengan dimulainya pembukaan utusan (konsuler atau diplomatik) yang bersifat bilateral. Hubungan internasional diselenggarakan oleh korps diplomatik sebagai unsur Departemen Luar Negeri yang harus mampu menjabarkan aspirasi nasional luar negeri. Sebagai negara yang menganut politik luar negeri bebas aktif, Indonesia memiliki kebijakan tersendiri yang mengatur hubungan internasional, yaitu hubungan Indonesia dengan bangsa-bangsa lain.

Pentingnya hubungan internasional bagi suatu bangsa berkaitan dengan manfaat yang diperoleh dalam menjalin hubungan internasional tersebut. Hubungan internasional dilaksanakan atas dasar untuk mencapai tujuan tertentu, karena adanya tujuan-tujuan yang hendak dicapai tersebut, maka seringkali yang menjadikan mengapa suatu hubungan internasional dianggap penting bagi kehidupan suatu bangsa. Negara yang tidak mau melakukan hubungan Internasional biasanya akan terkucil dari pergaulan internasional. Karena hubungan internasional ini sangat penting yaitu untuk saling memenuhi kebutuhan hidup bangsa-bangsa atau masyarakat di negara-negara yang bersangkutan. Pelaksanaan hubungan internasional oleh suatu bangsa, sangat penting dalam rangka untuk hal berikut:

1. Membina dan menegakkan perdamaian dan ketertiban dunia2. Menumbuhkan saling pengertian antarbangsa / negara.

3. Memenuhi kebutuhan setiap negara atau pihak yang berhubungan

4. Mempererat hubungan, rasa persahabatan dan persaudaraan

5. Memenuhi keadilan dan kesejahteraan rakyatnya.

Berkaitan dengan pentingnya hubungan internasional dalam hubungan antarbangsa / antarnegara maka dalam piagam PBB dinyatakan tentang makna hubungan internasional tersebut, yaitu bahwa piagam PBB merupakan kristalisasi semangat atau tekad bangsa-bangsa di dunia untuk menjunjung

Page 11: MACAM SISTEM PEMERINTAHAN BESERTA KELEMAHAN DAN KELEBIHAN

tinggi harkat dan martabat manusia sebagai sifat kodrati pemberian Tuhan untuk saling menghormati, bekerja sama secara adil dan damai untuk mewujudkan kerukunan hidup antarbangsa.

Dalam piagam PBB tersebut dapat diambil maknanya berkaitan dengan hubungan antarbangsa atau hubungan internasional sebagai berikut.

1. Bangsa-bangsa diharapkan saling menghormati dan bekerja sama atas dasar persamaan dan kekeluargaan.

2. Bangsa-bangsa wajib menghormati kedaulatan negara lainnya

3. Bangsa-bangsa tidak boleh mencampuri urusan dalam negeri negara lain

4. Bangsa-bangsa diharapkan hidup berdampingan secara damai

5. Bangsa yang satu tidak boleh memaksakan kehendaknya kepada orang lain.

C. Sarana-sarana Hubungan Internasional

Hubungan internasional disebut juga hubungan antarbangsa atau antarnegara. Namun hubungan internasional tidak hanya terbatas antara dua negara atau antarnegara-negara saja, melainkan dapat terjadi pula antara negara dengan pihak lain yang berada di luar wilayah teritorialnya dimana kedudukan pihak lain tersebut sederajat dengan negara pada umumnya. Dalam hubungan internasional terdapat aktor yang melakukan hubungan internasional, aktor pelaku hubungan internasional disebut sebagai subjek hukum internasional. Subjek hukum internasional adalah orang atau badan/lembaga yang dianggap mampu melakukan perbuatan atau tindakan hukum yang diatur dalam hukum internasional dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum internasional atas perbuatannya tersebut. Hukum internasional pada dasarnya dijalankan oleh subjek hukum internasional. Dalam hal ini bukan hanya aktor tetapi juga non negara.

Berikut ini dijelaskan tentang beberapa subjek hukum internasional.

1. Negara

Negara merupakan subjek utama dala hukum internasional, yaitu bahwa negara menjadi pelaku penting dalam hubungan internasional.

2. Organisasi Internasional

Organisasi internasional merupakan subjek hukum internasional karena dapat melakukan hubungan dengan organisasi atau negara lain. Organisasi internasional misalnya organisasi-organisasi antar

Page 12: MACAM SISTEM PEMERINTAHAN BESERTA KELEMAHAN DAN KELEBIHAN

pemerintah atau IGO (Inter-Governmental Organizations) diantaranya PBB, OPEC, ASEAN, GNB, OKI, dan sebagainya. Organisasi non pemerintah atau NGO (Non Governmental Organizations) seperti kelompok pecinta lingkungan Green Peace, Transparency International.

3. Pihak yang Bersengketa

Pihak yang bersengketa dalam suatu negara disebut sebagai subjek hukum internasional karena dianggap mewakili pihak dalam hubungan internasional. Misalnya adalah gerakan pembebasan seperti PLO.

4. Perusahaan Internasional

Perusahaan yang bersifat transnasional atau multinasional diperhitungkan sebagai aktor hubungan internasional yang cukup strategis karena aset atau kekayaannya yang sangat besar. Perusahaan-perusahaan besar yang memiliki jaringan usaha di seluruh dunia seperti ini, dapat melakukan hubungan internasional. Misalnya perushaaan tambang Freeport, Mac Donald, perusahaan minyak Exxon.

5. Tahta Suci

Pengakuan Tahta Suci di Roma, Italia sebagai subjek hukum internasional karena warisan sejarah. Hal ini disebabkan karena Paus dianggap sebagai kepala negara Vatikan dan kepala Gereja Roma Katolik. Vatikan juga memiliki perwakilan-perwakilan diplomatik di negara lain.

6. Individu

Individu yang dapat menjadi subjek hukum Internasional adalah individu yang bisa mengadakan hubungan dengan suatu negara. Meskipun eksistensi individu sebagai aktor masih belum tegas mewakili misi siapa, namun harus diakui bahwa dalam hubungan internasional kontemporer individu dapat menjadi aktor yang bisa menentukan perubahan-perubahan kebijakan internasional.

Misalnya saja, George Soros merupakan individu yang diperhitungkan dlaam hubungan internasional dewasa ini.

Dalam melaksanakan hubungan internasional presiden sebagai kepala pemerintahan maupun sebagai kepala negara membentuk Departemen Luar Negeri serta mengangkat duta dan konsul.

1. Departemen Luar Negeri

Page 13: MACAM SISTEM PEMERINTAHAN BESERTA KELEMAHAN DAN KELEBIHAN

Presiden selaku kepala pemerintahan maupun sebagai kepala negara membentuk Departemen Luar Negeri melalui Keppres No. 44 Tahun 1974 untuk melaksanakan hubungan internasional. Departemen Luar Negeri sebagai bagian dari pemerintahan negara idpimpin oleh seorang menteri dan bertanggung jawab kepada presiden. Tugas pokok Departemen Luar Negeri adalah menyelenggarakan sebagian tugas umum pemerintah dan pembangunan di bidang politik dan hubungan dengan luar negeri.

Susunan organisasi departemen luar negeri adalah sebagai berikut.

a. Pimpinan : Menteri Luar Negerib. Pembantu : Sekretaris Jenderal

c. Pengawasan : Inspektoral Jenderal

d. Pelaksana :

1. Direktorat Jenderal Politik

2. Direktorat Jenderal Hubungan Ekonomi Luar Negeri

3. Direktorat Jenderal Hubungan Sosial Budaya dan Penerangan Luar Negeri

4. Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler

5. Badan Penelitian dan Pengembangan Usaha Luar Negeri

6. Sekeretariat Nasional ASEAN

7. Pusat-pusat, seperti pusat pendidikan dan latihan pegawai.

Peranan Departemen Luar Negeri sebagai sarana dalam hubungan internasional, berkaitan dengan upaya dalam mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945, yaitu alinea IV yang berbunyi: “… ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial…”. Selanjutnya ditetapkan juga kebijakan-kebijakan yang harus diambil dengan berpedoman pada GBHN sebagai landasan operasionalnya. Indonesia menempatkan perwakilannya di luar negeri secara kelembagaan berada dibawah koordinasi Departemen Luar Negeri dalam usahanya membina hubungan kerjasama dengan negara lain.

2. Perwakilan Republik Indonesia di Luar Negeri

Page 14: MACAM SISTEM PEMERINTAHAN BESERTA KELEMAHAN DAN KELEBIHAN

Dalam menjalin hubungan internasional, baik dalam arti politis maupun non politis, perwakilan RI di luar negeri menjadi wakil pemerintan RI. Dalam arti politis semua tindakan atau kebijakan yang diambil oleh KBRI, harus berdasarkan pada politik luar negeri bebas aktif yang diarahkan pada kepentingan nasional terutama untuk kepentingan pembangunan di segala bidang, sedangkan arti non politis peranan perwakilan RI juga harus proaktif membuka jalur komunikasi dengan negara lain, mereka bertugas untuk memberikan informasi tentang negara Indonesia.

Perwakilan dalam arti politik adalah sebagai berikut:

a. Diadakan pembukaan perwakilan diplomatik antardua negara dengan ketentuan internasional.

b. Diadakan pengangkatan diplomatik dengan memberikan surat kepercayaan (letre de creance).

Adapun klasifikasi perwakilan diplomatik dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Menurut kongres Wina 1815 Kepala Perwakilan Diplomatik ada tiga tingkatan, yaitu Duta Besar (Ambassador), Duta (Gerzant), dan kuasa usaha (Charge d’affair)

Perwakilan nonpolitik terdiri dari perwakilan dan korps konsuler. Perwakilan ini dilaksanakan oleh perangkap korp konsuler yang bertugas di bidang ekonomi, budaya, ilmu pengetahuan, tukar-menukar pelajar/mahasiswa. Adapun korps konsuler ini terdiri dari Konsul Jenderal, Konsul, Wakil Konsul, dan Agen Konsul.

Kekebalan dan keistimewaan diplomatik sebagai berikut.

a. Kekebalan pribadi dan keluarganya, yaitu hak seseorang diplomatik untuk mendapatkan perlindungan terhaap pribadinya dan keluarganya

b. Kekebalan kantor dan halaman diplomatik, yaitu perlindungan dari kantor diplomatik dan halamannya, tidak semua orang boleh memasuki halaman dan kantor perwakilan diplomatik

c. Kekebalan surat menyurat diplomatik, yaitu seorang diplomatik bebas tidak diperiksa terhadap kantong-kantong atau tas milik diplomatik di tempat-tempat tertentu, misalnya di pelabuhan.

d. Kekebalan terhadap kantong diplomatik, yaitu seorang diplomatik bebas tidak diperiksa terhadap kantong-kantong atau tas milik diplomatik di tempat-tempat tertentu, misalnya di pelabuhan.

Page 15: MACAM SISTEM PEMERINTAHAN BESERTA KELEMAHAN DAN KELEBIHAN

e. Kekebalan terhadap diplomatik sebagai saksi, yaitu seorang perwakilan diplomatik tidak boleh dijadikan saksi dalam perkara pengadilan.