KIRIM

22
TAMBANG TERBUKA tambang terbuka adalah suatu kegiatan penambangan batubara dengan cara membuka dan menggali lahan yang sangat luas hingga membentuk suatu lubang terbuka yang sangat lebar Pemilihan jenis tambang ini ditentukan oleh beberapa hal yang antara lain berupa : · Stripping Ratio (SR) / Nisbah kupasan yang ekonomis pada saat itu. Pengertian dari stripping ratio adalah : Perbandingan jumlah tanah kupasan penutup batubara dalam satuan meter kubik padat (baca BCM) yang harus dibuang untuk menghasilkan 1 ton batubara. Dapat disebut juga dengan rasio kupasan (dengan batubara) pada tambang batubara terbuka. · Metoda penambangan, antara lain misalnya direct digging, direct dozing, ripping, drilling dan blasting, truck dan shovel, dragline system, conveying, dll. · Teknologi yang akan digunakan. Hal ini akan disesuaikan dengan metode penambangan yang dipilih. · Lingkungan dan AMDAL, mengingat kegiatan tambang ini pasti membawa dampak negatif terhadap lingkungan disekitar areal tambang. · Keahlian sumber daya manusia yang bekerja sebagai pekerja tambang, baik bidang teknis, K3 dan non teknis. · Ketersediaan modal, mengingat kegiatan pertambangan memerlukan biaya investasi dan operasional yang sangat besar. Untuk mencapai badan bijih yang umumnya terletak di kedalaman, diperlukan pengupasan tanah/batuan penutup (waste rock) dalam jumlah yang besar. Tujuan utama dari

description

metode penambangan

Transcript of KIRIM

Page 1: KIRIM

TAMBANG TERBUKAtambang terbuka adalah suatu kegiatan penambangan batubara dengan cara membuka dan menggali lahan yang sangat luas hingga membentuk suatu lubang terbuka yang sangat lebar

Pemilihan jenis tambang ini ditentukan oleh beberapa hal yang antara lain berupa :

·         Stripping Ratio (SR) / Nisbah kupasan yang ekonomis pada saat itu. Pengertian dari stripping ratio adalah : Perbandingan jumlah tanah kupasan penutup batubara dalam satuan meter kubik padat (baca BCM) yang harus dibuang untuk menghasilkan 1 ton batubara. Dapat disebut juga dengan rasio kupasan (dengan batubara) pada tambang batubara terbuka.

·         Metoda penambangan, antara lain misalnya direct digging, direct dozing, ripping, drilling dan blasting, truck dan shovel, dragline system, conveying, dll.

·         Teknologi yang akan digunakan. Hal ini akan disesuaikan dengan metode penambangan yang dipilih.

·         Lingkungan dan AMDAL, mengingat kegiatan tambang ini pasti membawa dampak negatif terhadap lingkungan disekitar areal tambang.

·         Keahlian sumber daya manusia yang bekerja sebagai pekerja tambang, baik bidang teknis, K3 dan non teknis.

·         Ketersediaan modal, mengingat kegiatan pertambangan memerlukan biaya investasi dan operasional yang sangat besar.

Untuk mencapai badan bijih yang umumnya terletak di kedalaman, diperlukan pengupasan tanah/batuan penutup (waste rock) dalam jumlah yang besar. Tujuan utama dari operasi penambangan adalah menambang dengan biaya serendah mungkin sehingga dicapai keuntungan yang maksimal.

KEUNTUNGAN TAMBANG TERBUKAAda kriteria yang dapat digunakan sebagai dasar untuk penentuan pemilihan

apakah suatu cadangan (lapisan batubara) akan ditambang dengan metoda tambang terbuka atau tambang dalam yaitu dengan membandingkan besarnya nilai tanah penutup (waste) yang harus digali dengan volume atau tonase batubara yang dapat ditambang.  Perbandingan ini dikenal dengan istilah “stripping ratio”.  Apabila nilai perbandingan ini (stripping ratio) masih dalam batas-batas keuntungan, maka metoda  tambang terbuka dianggap masih ekonomis.   Sebaliknya apabila nilainya di luar batas keuntungan, maka metoda penambangan tambang dalam yang dipilih. 

Page 2: KIRIM

Beberapa keuntungan yang diperoleh bila menggunakan tambang terbuka diantaranya yaitu:

1.      Produksi tinggi2.      Konsentrasi operasi (kegiatan) tinggi3.      Ongkos operasi per ton bijih yang ditambang rendah4.      Kegiatan eksplorasi dan keadaan geologi lebih mudah5.      Leluasa dalam pemilihan alat gali/muat6.       Recovery tinggi7.      Perencanaan lebih sederhana8.      Kondisi kerja lebih baik /karena berhubungan dengan udara luar9.       Relatip lebih aman10.  Pemakaian bahan peledak leluasa dan effisien

Untuk dapat menentukan metoda penambangan apa yang cocok untuk diterapkan maka perlu untuk membandingkan efisiensi ekonomi dari open mining dan underground mining , terkecuali keuntungan dari salah satu metode sudah terlihat jelas. Karakteristik dasar yang digunakan dalam evaluasi ekonomi dari tambang terbuka adalah “stripping ratio” , yaitu besarnya volume dari over burden yang digali per unit ore yang diperoleh.

Konsep Dan Teknik Metoda Tambang Terbuka

Agar diperoleh hasil yang diharapkan maka sebelum membuka suatu tambang perlu dipahami terlebih dahulu konsep penambangan beserta prosedur rencana penambangan yang benar.

Sejumlah kriteria untuk mendesain tambang harus ditentukan melalui data (informasi) yang diperoleh dari penyelidikan eksplorasi (drill core specimens).

Untuk dapat menganalisa apakah suatu endapan mineral akan ditambang dengan metoda tambang terbuka atau tambang bawah tanah, maka beberapa faktor berikut yang dapat mempengaruhinya seperti:

1. Ketebalan dan sifat fisik dari overburden dan country rock.

2. Ketebalan, bentuk, konfigurasi, serta struktur dari mineral deposit.

Page 3: KIRIM

3. Posisi terhadap ground surface, sudut kemiringan

4. Kondisi hidrologi

5 Kemudahan mendapatkan fasilitas teknik untuk pelbagai pekerjaan tambang (macam energi dan peralatan) misal drilling, alat muat dan alat transport.

6. Keadaan iklim yang lazim pada daerah penambangan

harus dikaji secara cermat.

Pada waktu ini isu tentang lingkungan perlu diterapkan dipelbagai bentuk usaha termasuk usaha pertambangan yang cukup dikenal sangat merusak lingkungan. Upaya untuk menerapkan teknologi penambangan yang berwawasan lingkungan harus diperhitungkan pada tahap kegiatan “feasibility study” (studi kelayakan) untuk pembukaan suatu tambang.

Reklamasi tambang (pendayagunaan kembali lahan yang rusak akibat penambangan) haruslah direncanakan pada awal sebelum kegiatan tambang dimulai.

Endapan mineral yang cocok untuk Tambang Terbuka

Beberapa endapan berikut cocok ditambang dengan menggunakan metoda tambang terbuka:

a) Endapan-endapan eluvial , yang diendapkan dekat tempat asalnya (< 10 km)

Umumnya diketemukan dekat permukaan bumi (cadangan sedikit)

Page 4: KIRIM

b) Alluvial deposit (lanjutan eluvial). Endapan eluvial yang mengalami pelapukan dan ditransport jauh dan diendapkan dekat permukaan bumi bersifat lepas (loose) contoh pasir (cadangan banyak).

c) Endapan yang letaknya horizontal (sedikit miring dengan kemiringan (1-5%) disebut horizontal deposit (bedded/ tabular) contoh endapan batubara, KCl, NaCl, KNO3. terbentuk secara sedimenter, luas letaknya kedalamannya tidak tentu.

d) Endapan yang berrbentuk “vein yang tebal” dan tersingkap dengan overburden yang tipis (1-2m).

Keadaan daerah penambangan, terutama kondisi endapan dan batuan sekitarnya sangat perlu diketahui secara rinci dan cermat (dengan melalui kajian geologi dan geoteknik) sebelum membuka suatu tambang.

Desain penambangan yang cermat dan brsifat menyeluruh (yang menyangkut segi teknik, ekonomi, dan lingkungan) merupakan syarat utama yang harus dipahami dengan baik dalam merencanakan pembukaan suatu tambang.

Ultimate pit slope design (desain bukaan tambang akhir) yang baik (ekonomis , memiliki recovery tinggi, aman) sangat dipengaruhi oleh kondisi geologi dan geoteknik daerah penambangan. Kemiringan bukaan tambang (pit slope) hendaklah berdasarkan analisis kemantapan lereng yang cermat (slope stability analysis).

Data yang perlu diketahui dalam prencanaan (desain) suatu tambang terbuka diantaranya:

Page 5: KIRIM

- Dalamnya dan ukuran tambang pada akhir operasi.

- Lamanya tambang akan berapa lama

- Laba yang diinginkan

- Kemiringan tambang (pit slope) yang dibolehkan

- Cut off grade berapa yang boleh diambil

- Harus diteentukan economic stripping ratio

- Mengetahui sifat-sifat batuan (ore, country rock)

- Peta topografi yang tepat (terakhir)

- Keadaan endapan bijih, bentuk, ukuran,kadar, cadangan

- Keadaan lapisan tanah penutup / over burden (sifat fisik, jumlah)

- Harga pasaran produk yang akan ditambang

- Macam-macam alat yang diperlukan.

Semua data tersebut di atas hendaknya dimiliki secara lengkap untuk dapat memulai pekerjaan pembukaan tambang agar diperoleh maximum recovery.

Juga beberapa hal berikut perlu dicermati dalam perencanaan pembukaan suatu tambang terbuka:

- Ultimate and operational pit slope (tata letak dan rencana bukaan tambang)

- Penentuan target produksi awal dan pekerjaan development

- Jadwal produksi batubara dan jadwal stripping over burden

- Rencana penggalian dan pembuangan waste

- Rincian peralatan dan kebutuhan tenaga kerja

Page 6: KIRIM

- Perhitungan ongkos

- Rencana dan jadwal penggantian alat-alat utama sepanjang umur tambang.

METODE TAMBANG TERBUKAMetode tambang terbuka merupakan kegiatan penambangan yang diterapkan

terhadap endapan bahan galian yang terletak di dekat permukaan bumi. Dengan demikian kegiatan penambangan langsung berhubungan dengan udara bebas, akibatnya :

a.       Kondisi kerja dan keselamatan kerja lebih baik.b.      Segala macam peralatan dari yang kecil sampai yang besar dapat dipakai,

sehingga produksinya bisa besar.c.       Segala jenis bahan peledak dapat dimanfaatkan dan dapat diperoleh nisbah

peledakan (blasting ratio) yang tinggi.Tetapi segi negatifnya adalah:

a.       Merusak lingkungan hidup.b.      Susah mencari tempat untuk menimbun material penutup (overburden) yang

tidak mengganggu kegiatan penambangan dan memperparah kerusakan lingkungan, karena volume material yang akan ditimbun sangat banyak.

1.      TAHAPAN KEGIATAN TAMBANG TERBUKASecara garis besar tahapan kegiatan penambangan pada tambang terbuka adalah sebagai berikut:

a.       Pembabatan dan pembersihan lahan (land clearing).Yang dimaksud dengan pembabatan adalah pembersihan daerah yang akan ditambang dari semak-semak, pepohonan dan tanah maupun bongkah-bongkah batu yang menghalangi pekerjaan-pekerjaan selanjutnya. Tanah pucuk yang subur (humus) harus ditimbun di tempat tertentu, lalu ditanami rerumputan dan semak-semak agar tidak mudah tererosi, sehingga kelak dapat dipakai untuk reklamasi bekas-bekas tambang.Pembabatan ini bisa dilakukan dengan:

1.      Tenaga manusia yang menggunakan alat-alat sederhana seperti kapak, gergaji, arit, cangkul dan lain-lain.

2.      Menggunakan alat-alat mekanis yaitu buldoser dengan rooter / ripper, rakeblade, rantai dan lain-lain.

b.      Pengupasan tanah penutup (stripping).Pengupasan tanah penutup dimaksudkan untuk membuang tanah penutup (overburden) agar endapan bahan galiannya terkupas dan mudah untuk ditambang.

Page 7: KIRIM

Ada beberapa macam cara pengupasan tanah penutup yang banyak diterapkan, yaitu:

1.      Back filling digging method.Pada cara ini tanah penutup dibuang ke tempat yang endapan bijih atau batubaranya sudah digali. Peralatan yang banyak digunakan adalah power shovel atau dragline. Bila digunakan hanya satu buah peralatan mekanis, power shovel atau dragline saja, disebut single stripping shovel/dragline dan bila menggunakan lebih dari satu buah power shovel/dragline disebut tandem stripping shovel/dragline.Cara back filling digging method cocok untuk tanah penutup yang:

-          Tidak diselingi oleh berlapis-lapis endapan batubara atau endapan bijih (satu lapis).

-          Material atau batuannya lunak.-          Letaknya mendatar (horizontal).2.      Benching system. Pada pengupasan tanah dengan sistem jenjang (benching

system) ini pada waktu mengupas tanah penutup sekaligus sambil membuat jenjang. Sistem ini cocok untuk :

-          Tanah penutup yang tebal.-          Bahan galian atau lapisan batubara yang juga tebal.

c.       Penambangan atau penggalian bahan galian (mining).Adalah kegiatan pengambilan endapan bahan galian termasuk batubara dari dalam kulit bumi dan dibawa ke permukaan bumi untuk dimanfaatkan atau untuk diproses selanjutnya.

2. METODE PENAMBANGANa. Tambang Terbuka Untuk Endapan Bijih & Mineral IndustriMetode penambangan yang termasuk tambang terbuka ada 4 (empat) macam, yaitu:

1.      Open Pit / Open Cut / Open Cast / Open Mine Adalah cara-cara penambangan terbuka yang dilakukan untuk menggali endapan-endapan bijih metal seperti endapan bijih nikel, endapan bijih besi, endapan bijih tembaga, dan sebagainya.Bentuk tambang berdasarkan letak endpan bijih itu sendiri ada 2 (dua) macam, yaitu:

-          Open pit, merupakan bentuk penambangan untuk endapan bijih yang terletak pada suatu daerah yang datar atau lembah. Dengan demikian medan kerja digali ke arah bawah sehingga akan membentuk semacam cekungan atau pit.

Page 8: KIRIM

-          Open cast / open mine / open cut, merupakan bentuk penambangan untuk endapan bijiih yang terletak pada lereng bukit. Dengan demikian medan kerja digali dari arah bawah ke atas atau sebaliknya (side hill type). Bentuk tambang dapat pula melingkari bukit atau undakan, hal tersebut tergantung dari letak endapan penambangan yang diinginkan.

Cara pengangkutan pada open pit / open cut/open cast / open mine tergantung dari kedalaman endapan dan topografinya. Pada dasarnya cara pengangkutannya ada 2 (dua) macam, yaitu :

-          Cara konvensional atau cara langsung, yaitu hasil galian atau peledakan diangkut oleh truck / belt conveyor / mine car / skip dump type rail cars, dan sebagainya, langsung dari tempat penggalian ke tempat dumping dengan menelusuri tebing-tebing sepanjang bukit.

-          Cara inkonvensional atau cara tak langsung adalah cara pengangkutan hasil galian / peledakan ke tempat dumping dengan menggunakan cara kombinasi alat-alat angkut. Misalnya dari permuka/medan kerja (front) ke tempat crusher digunakan truk, dan selanjutnya melalui ore pass ke loading point; dari sini diangkut ke ore bin dengan memakai belt conveyor, dan akhirnya diangkut ke luar tambang dengan cage

2.      QuarryAdalah cara-cara penambangan terbuka yang dilakukan untuk menggali endapan-endapan bahan galian industri atau mineral industri, seperti batu marmer, batu granit, batu andesit, batu gamping, dll. Bentuk tambang berdasarkan letak endapan bahan galian industri itu senderi ada 2 (dua) macam, yaitu:

(a)    Side hill type, merupakan bentuk penambangan untuk batuan atau bahan galian indutri yang terletak dilereng-lereng bukit. Medan kerja dibuat mengikuti arah lereng-lereng bukit itu dengan 2 (dua) kemungkinan, yaitu:

-          Bila seluruh lereng bukit itu akan digali dari atas ke bawah, maka medan kerja dapat dibuat melingkar bukit dengan jalan masuk (access road) berbentuk spiral.

-          Jika hanya sebagian lereng bukit saja yang akan di tambang atau bentuk bukit itu memanjang, maka medan kerja dibuat memanjang pula dengan jalan masuk dari salah satu sisisnya atau dari depan yang disebut straight ramp.

Keuntungan side hill type ini ialah:-          Dapat diusahakan adanya cara penirisan alamiah dengan membuat medan kerja

sedikit miring ke arah luar dan di tepi jalan masuk dibuatkan saluran air.

Page 9: KIRIM

-           Alat-angkut bermuatan bergerak ke arah bawah yang berarti mendapat bantuan gaya gravitasi. Dengan demikian waktu pengangkutannya (cycle time) menjadi lebih singkat.

Kerugiannya adalah:-          Meterial penutup harus dikupas dan dibuang sekaligus sebelum penambangan

dilakukan, berarti diperlukan modal yang besar untuk mengongkosi pengupasan material penutup.

-          Karena jalan masuknya miring, kalau pengemudi-pengemudi alat-alat angkut kurang hati-hati karena ingin dapat premi produksi, maka hal ini akan dapat menyebabkan kecelakaan, terutama pada jalan masuk yang berbentuk spiral.

(b)   Pit type / subsurface type, merupakan bentuk penambangan untuk batuan atau bahan galian industri yang terletak pada suatu daerah yang mendatar. Dengan demikian medan kerja harus digali ke arah bawah sehingga akan membentuk kerja atau cekungan (pit). Bentuk medan kerja atau cekungan tersebut ada 2 (dua) kemungkinan, yaitu:

-          Kalau bentuk endapan kurang lebih bulat atau lonjong (oval), maka medan kerja dan jalan masuk dibuat berbentuk spiral.

-          Bila bentuk endapan kurang lebih empat persegi panjang atau bujur sangkar, maka medan kerjapun di buat seperti bentuk-bentuk tersebut di atas dengan jalan masuk dari sisi yang disebut straight ramp atau berbentuk switch back.Bentuk-bentuk kuari (quarry) yang diuraikan diatas adalah bentuk-bentuk dasar dari kuari yang tentu saja masih banyak lagi variasi-variasinya yang pada umumnya diusahakan agar menyesuaikan bentuk-bentuk dasar tersebut dengan keadaan dan bentuk endapan serta topografi daerahnya.

3.      Strip MineStrip Mine adalah cara-cara penambangan terbuka yang dialakukan untuk endapan-endapan yang letaknya mendatar atau sedikit miring. Yang harus diperhitungkan dalam penambangan cara ini adalah nisbah penguapan (stripping ratio) dari endapan yang akan ditambang, yaitu perbandingan banyaknya volume tanah penutup (m3 atau BCM) yang harus dikupas untuk mendapatkan 1 ton endapan. Cara ini sering diterapkan pada penambangan batubara, atau endapan garam-garam.

4.      Alluvial Mine, Adalah tambang terbuka yang diterapkan untuk menambang endapan-endapan alluvial, misalnya tambang bijih timah, pasir besi, emas dll.

Page 10: KIRIM

Berdasarkan cara penggaliannya, maka alluvial mine dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) macam, yaitu:

a.       Tambang semprot (hydraulicking).Pada tambang semprot penggalian endapan alluvial dilakukan dengan menggunakan semprotan air yang bertekanan tinggi yang berasal dari penyemprotan yang disebut monitor atau water jet atau giant.Tekanan aliran air yang dihasilkan oleh monitor dapat diatur sesuai dengan keadaan material yang akan digali atau disemprot yang biasanya bisa mencapai tekanan sampai 10 atm.Untuk memperbesar produksi biasanya:

-          Digunakan lebih dari satu monitor, baik bekerja sendiri-sendiri atau bersama di satu permuka kerja;

-          Monitor dibantu dengan alat mekanis seperti back hoe atau buldoser.

b.      Penambangan dengan kapal keruk (dredging/MGM).Penambangan dengan kapal keruk (MGM = Mesin Gali Mangkok) ini digunakan bila endapan yang akan digali terletak di bawah permukaan air, misalnya di lepas pantai, sungai danau atau dia suatu lembah dimana tersedia banyak air.Berdasarkan macam alat-galinya, maka kapal keruk yang digunakan untuk penambangan dapat dibedakan menjadi 3 (tiga), yaitu:

-          Multi bucket dredge (lihat Gambar 13), yaitu kapal keruk yang alat-galinya berupa rangkaian mangkok (bucket).

-          Cutter suction dredge, yaitu kapal keruk dengan alat-gali berupa pisau pemotong yang menyerupai bentuk mahkota.

-          Bucket wheel dredge, yaitu kapal keruk yang dilengkapi dengan timba yang berputar (bucket wheel) sebagai alat-gali.

Sistem penggalian dengan kapal keruk dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) macam, yaitu:

-          Sistem tangga (benches), yaitu cara pengerukan dengan membuat atau membentuk tangga atau jenjang (benches).

-          Sistem tekan, yaitu cara pengerukan dengan menekan tangga (ladder) sampai pada kedalaman yang dikehendaki, kemudian maju secara bertahap tanpa membentuk tangga.

-          Sistem kombinasi, yaitu merupakan gabungan dari cara atau sistem tangga dengan sistem tekan. Biasanya sistem tangga dipakai untuk menggalikan tanah penutup, sedangkan sistem tekan untuk menggali endapan bijihnya (kaksa).

c.       Manual mining method.

Page 11: KIRIM

Manual method atau penambangan secara sederhana adalah penambangan yang menggunakan tanaga manusia atau hampir tidak menggunakan tenaga masin atau alat mekanis.Cara ini biasanya dilakukan oleh rakyat setempat atau kontraktor kecil untuk menambang endapan yang:

-          Ukuran atau jumlah cadangannya tidak besar.-          Letaknya tersebar dan terpencil.-          Tetapi endapannya cukup kaya.

Alat-alat konsetrasi yang biasanya digunakan pada manual method ialah:-          Pan / batea / dulang.-          Rocker (craddle).-          Sluice box.

PERALATAN TAMBANG TERBUKAJenis alat berat yang digunakan, Misalnya:

1.      Dump-truck: Pemuatan – Pengangkutan – Penumpahan – Kembali2.      Bull-dozer: Penancapan blade – penggusuran – Pengangkatan Blade – Memutar3.      Excavator: Penggalian – Ayun bermuatan – Penumpahan – Ayun kosong4.      Dragline: Pelemparan bucket – Pengerukan – Pengangkatan bucket – Ayun

bermuatan –Penumpahan – Ayun kosong

BULLDOZER1.      Alat yang diperlukan

- Pengukur jarak (Met-band)- Pengukur waktu (Stop-watch)- Kompas & GPS- Tabel observasi

2.      Data yang diamati- Jarak gusur dan kondisi lapangan- Jenis, sifat dan volume material yang digusur- Waktu edar (CT)- Dimensi blade- Perpindahan transmisi

3.      Prosedur Kerja-          Siapkan alat yang diperlukan dan pastikan alat- baik.-          Ukur dimensi blade dari bulldozer.

Page 12: KIRIM

-           Amati jenis material yang digusur.-          Pada saat bulldozer bekerja amati waktu edar dalam tabel observasi.-          Sewaktu bulldozer selesai menggusur, ukur jarak berada dengan ujung tempat

kerja bulldozer.-          Lakukan beberapa kali pengamatan, sehingga dinyatakan layak /

representative.-          Hitung produktifitas dan efisiensi alat.

4.      Perhitungan ProduksiProduksi per-siklus q = L x H 2 x a

Dimana :q : Produksi per siklus (m3)L : Lebar blade (m)H : Tinggi blade (m)a : Faktor blade

5.      Waktu EdarCT = FT + GCTR + RT + GCTF

Dimana :CT : Waktu edar (menit)FT : Waktu mendorong / maju (menit)GCTR : Waktu mengganti gigi mundur (menit)RT : Waktu mundur (menit)GCTF : Waktu mengganti gigi maju (menit)

6.      Produksi per-jam CTQ = q x 60 x E

Dimana :Q : Produksi per-jam (m3/jam)q : Produksi per siklus (m3)CT : Waktu edar (menit) 60 : Konversi jam -> menitE : Efisiensi kerja

SHOVEL-DOZER DAN WHEEL LOADE1.       Alat yang diperlukan

- Pengukur jarak (Met-band)- Pengukur waktu (Stop-watch)

Page 13: KIRIM

- GPS- Tabel Observasi

2.      Data yang diamati- Jenis, sifat dan kondisi material- Jarak perpindahan / pengangkutan material- Waktu edar (CT)- Dimensi bucket- Pergerakan alat

3.      Prosedur Kerja- Siapkan alat yang diperlukan dan pastikan alat-alat tersebut bekerja dengan baik- Ukur dimensi bucket atau lihat spesifikasi alat bila tidak ada modifikasi- Amati jenis material yang dikerjakan dan medan kerjanya- Pada saat wheel-loader bekerja amati waktu edar dan catat hasil pengamatan- Pencatatan dilakukan saat pemuatan, pengangkutan, penumpahan, kembali.- Saat pemuatan material, perhatikan faktor pengisian bucket- Lakukan beberapa kali pengamatan, sehingga dinyatakan hasil pengamatan layak.

4.      Perhitungan ProduksiProduksi per-siklus

q= q x K 1Dimana :q : Produksi per siklus (m3)q :1 Kapasitas munjung  (m3)K : Faktor pengisian bucket

EXCAVATOR1.      Alat yang diperlukan

- Pengukur jarak (Met-band)- Pengukur waktu (Stop-watch)- GPS- Tabel Observasi

2.      Data yang diamati- Jenis, sifat dan kondisi material- Jarak perpindahan / pengangkutan material- Waktu edar (CT)

Page 14: KIRIM

- Dimensi bucket- Pergerakan alat

3.      Prosedur Kerja- Siapkan alat yang diperlukan dan pastikan alat-alat tersebut bekerja dengan baik- Ukur dimensi bucket atau lihat spesifikasi alat (bila tidak ada modifikasi)- Amati jenis material yang dikerjakan- Pada saat excavator bekerja amati waktu edar dan catat hasil pengamatan- Pencatatan dilakukan saat penggalian, ayun bermuatan, penumpahan, ayun kosong, dst.- Pada saat observasi waktu edar, perhatikan pula isi bucket (peres atau munjung)- Buat perkiraan volumenya relatif terhadap volume bucket).- Lakukan beberapa kali pengamatan, sehingga dinyatakan hasil pengamatan layak- Hitung produktifitas dan efisiensi alat

DUMP-TRUCK1.      Alat yang diperlukan

- Pengukur jarak (Met-band / speedo-meter)- Pengukur waktu (stop-watch)- Kompas dan GPS- Alat komunikasi (HT)- Tabel Observasi

2.      Data yang diamati- Jenis, sifat dan kondisi material- Jarak perpindahan / pengangkutan material- Waktu edar (CT)- Dimensi bucket yang mengisi material dan jumlah pengisian per bak- Pergerakan alat

3.      Prosedur Kerja- Siapkan alat yang diperlukan dan pastikan alat-alat tersebut bekerja dengan baik- Pastikan anda telah mengetahui dimensi bucket yang bertugas mengisi material- Amati jenis material yang dikerjakan- Pada saat excavator mengisi material ke dalam bak dump-truck- Amati jumlah pengisian bucket dan kondisi bucket (peres atau munjung).- Amati pula lama waktu pengisian dan catat hasil pengamatan dalam tabel observasi.- Pencatatan waktu dilakukan saat pengisian (loading time), pengangkutan (hauling

Page 15: KIRIM

time), manuver untuk penumpahan (spotting dumping time), penumpahan (dumping time), perjalanan kembali (return time), manuver untuk pengisian (spotting loading time), dst.- Lakukan beberapa kali pengamatan, sehingga dinyatakan hasil pengamatan layak- Hitung produktifitas dan efisiensi alat- Agar data observasi ini dapat digunakan pula untuk mendapatkan sinkronisasi alat, usahakan awal pengamatan waktu edar dump-truck bersamaan dengan awal pengamatan waktu edar alat gali-muat.

2.  Jalan tambang

Salah satu pertimbangan geometri adalah pembuatan jalan tambang baik itu jalan masuk ke dalam tambang untuk pengangkutan batubara/endapan bahan galian yang ditambang ataupun juga jalan yang digunakan untuk penimbunan lapisan penutup. Geometri dari jalan akan mempengaruhi bentuk geometri daerah penambangan secara umum. Geometri dari jalan tersebut meliputi lebar dan kemiringan jalan (biasanya dipengaruhi oleh jenis alat yang digunakan dalam operrasi penambangan).

2) Jalan tambangSalah satu pertimbangan geometri adalah pembuatan jalan tambang baik itu jalan masuk ke dalam tambang untuk pengangkutan bijih/endapan bahan galian yang ditambang ataupun juga jalan yang digunakan untuk penimbunan lapisan penutup. Geometri dari jalan akan mempengaruhi bentuk geometri daerah penambangan secara umum. Geometri dari jalan tersebut meliputi lebar dan kemiringan jalan (biasanya dipengaruhi oleh jenis alat yang digunakan dalam operasi penambangan).Beberapa hal yang perlu diperhatikan :a) IklimDaerah lpenambangan dipengaruhi oleh keadaan iklim. Untuk iklim tropis, terdapat 2 musim yang berpengaruh yaitu musim hujan dan musim kemarau yang akan mempengaruhi produksi. Penurunan produksi dapat terjadi pada musim hujan dan kemarau. Pada musim hujan keadaan jalan angkut akan licin atau lengket dan berbahaya untuk dilalui. Sedangkan pada musim kemarau, jalan menjadi berdebu yang akan mempengaruhi pandangan pengemudi.b) Tanah dasarTanah dasar dari daerah tambang harus diteliti jenis dan kondisinya, meliputi batas Atterberg (batas cair, batas plastis) dan golongannya (misalnya menurut Unified Soil Classification System). Kegunaannya untuk menentukan kekuatan daya dukung tanah.c) Bahan pekerasan lokalDianjurkan untuk mempergunakan batu yang diperoleh dari sekitar lokasi penambangan. Batu untuk bahan perkerasan jalan boleh langsung dipergunakan tanpa melalui preparasi. Batu hendaknya dipecahkan sebagai fraksi berukuran 5-7,5 cm.d) Kemiringan (grade)Kemiringan jalan mempengaruhi produksi. Sebaiknya diambil kemiringan optimum. Faktor gravitasi hendaknya dimanfaatkan semaksimal mungkin.e) Lebar jalanLebar jalan hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan, dapat satu jalur, dua jalur atau lebih.f) Fungsi jalan

Page 16: KIRIM

Menurut fungsinya jalan dibedakan menjadi :- Jalan pengangkutan utama (main haulage road), yaitu jalan yang menghubungkan setiap stasiun penyaringan ke pabrik pengolahan atau tempat penimbunan.- Jalan tambang (mine road), yaitu jalan yang menghubungkan daerah penambangan dengan stasiun penyaringan.- Jalan pembuangan (disposal road), yaitu jalan yang menghubungkan daerah pengupasan dengan daerah pembuangan.- Jalan pengupasan (stripping road), yaitu jalan yang melayani aktivitas pengupasan tanah penutup dan sifatnya hanya sementara.g) Jenis dan kapasitas kendaraan yang melalui jalan.