Jurnal Eksis Vol III Nomor 2 2008

download Jurnal Eksis Vol III Nomor 2 2008

of 79

  • date post

    24-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    465
  • download

    2

Embed Size (px)

Transcript of Jurnal Eksis Vol III Nomor 2 2008

Jurnal riset ekonomi dan bisnis

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) PGRI Dewantara Jombang

EKSIS

JURNAL EKSISSEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI PGRI DEWANTARA JOMBANGVOLUME III NOMOR 2, JUNI 2008

DAFTAR ISI

Rachyu Purbowati

Peranan Sosial dan Ekonomi Auditing Dalam Peningkatan Good Corporate Governance (GCG) Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Masyarakat Dalam Keputusannya Menjadi Nasabah Di Perum Pegadaian Syari'ah Sidoarjo. Evaluasi Atas Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban Sebagai Dasar Penilaian Prestasi Departemen Produksi Pada Perusahaan Rokok PT. Sejahtera Bintang Abadi Tobacco Pasuruan Hubungan Antara Motivasi Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Pada PT. Suzuki Finance Indonesia Cabang Surabaya

Dina Eka Shofiana

Nurdiana

Wiwin Indahyani Rita Mutiarni Dwi Ermayanti S

Pengaruh Pengumuman Deviden Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Manufaktur Di Bursa Efek Indonesia Analisis Perilaku Konsumen Dalam Melakukan Pembelian Produk Furnitur B-Stylish di Toko Prambanan Jombang

Siti Zuhroh Agung Budi Abd. Rohim

Studi Perilaku Konsumen Produk Furniture Di Jombang

Yuniep Mujati S

Analisis Ratio Keuangan Untuk Menilai Kinerja Pada Perusahaan Automotive And Allied Products Di Bursa Efek Indonesia

KATA PENGANTAR

Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis EKSIS Volume III Nomor 2, Juni 2008, yang diterbitkan oleh STIE PGRI Dewantara Jombang hadir dengan memuat sejumlah artikel pilihan, baik artikel konseptual maupun artikel laporan hasil penelitian. Jurnal EKSIS ini dapat terbit karena adanya komitmen pemimpin STIE PGRI Dewantara Jombang dan kerjasama berbagai pihak, untuk itu ucapan terima kasih kami sampaikan. Penulis artikel dalam terbitan kali ini tidak hanya dari kalangan internal maupun eksternal. Semoga misi utama jurnal ini sebagai media informasi dan komunikasi dapat tercapai. Semoga kehadiran jurnal ini bermanfaat bagi kita semua.

Jombang, 2008 Ketua Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis EKSIS

Peranan Sosial dan Ekonomi Auditing Dalam Peningkatan Good Corporate Governance (GCG) Rachyu PurbowatiAbstract Financial information presented as the company can not be trusted as such by the community because of the inherent privacy interest in the report. So that the community requires that independent third parties that act as "disease" that will review the fairness, truth, to accurate information to the public. This is important to protect the public from information that is not true or false about the company. Usually they are given, or believed by the public trust to do this function is a public accountant or independent accountants who manage and control is also done by the public either through the government, particular institutions, organizations, communities, professions. In fact in this context the independent accountants have the implicit "social contract" with society. Provide greater confidence in public accountants to represent to the review and provide a report to the public testimony on the information reported

Pendahuluan Peran akuntan independent dalam penegakan Corporate governance sangat besar. Namun, peran tersebut tidak akan berjalan bila tidak didukung governance dari profesi akuntan dan kemauan dari manajemen perusahaan atas terpenuhinya independensi dan transparasi. Sebaliknya peran akuntan hanya menjadi suatu kepatuhan yang dipenuhi karena undang-undang tapi tidak memberi nilai tambah bila opini yang diberikan tidak dapat diandalkan oleh publik. Dengan peran yang penuh, akuntan independent tidak lagi menjadi kambing hitam bagi keraguan publik bahwa kegagalan suatu perusahaan disebabkan oleh kekurangan yang tidak terdeteksi oleh akuntan tapi karena kesalahan dalam pengambilan keputusan bisnis. Erik (2005) Akuntan independent memegang peranan penting dengan alasan : Agency Theory, pihak yang berkepentingan dalam transaksi keuangan dan bisnis sangat komplek, interaksi antara agen dan prinsipan terkadang saling bertentangan. Moral hazard, manajemen sebagai pengelola perusahaan memiliki kepentingan yang tidak selalu selaras dengan pemilik perusahaan, penyalahgunaan wewenang, ataupun penggelapan dalam dalam perusahaan kerap dilakukan. Tidak dapat disangkal auditing tidak dapat terlepas dari lingkungan dan masyarakat dan tidak dapat disangkal pula bahwa secara tidak langsung dunia saat ini dikuasai oleh konglomerat atau perusahaan multinasional. Tidak terasa pemerintah, masyarakat bahkan pola fikir kita juga sudah dipengaruhi oleh cara berfikir kapitalis yang menguasai perusahaan multinasional itu. Perusahaan ini tentu harus juga memiliki tanggungjawab kepada masyarakat sehingga dia harus meminimalkan munculnya social cost dan memaksimalkan munculnya social benefit. Salah satu media pertanggungjawaban perusahaan kepada masyarakat adalah melalui laporan keuangan. Laporan keuangan ini disusun dengan menggunakan standar akuntansi yang ditetapkan oleh suatu lembaga resmi baik pemerintah maupun organisasi profesi. Standar ini disusun bukan hanya memperhatikan kepentingan perusahaan, pemilik, investor tetapi juga kepentingan pemerintah dan masyarakat. Maka itu auditing tidak terlepas pada lingkungan Laporan keuangan selaku informasi yang disajikan perusahaan tidak bisa dipercaya begitu saja oleh masyarakat karena kepentingan pribadinya yang melekat dalam laporan itu. Sehingga masyarakat membutuhkan pihak ketiga yang independent yang berfungsi selaku penyakit yang akan memeriksa kewajaran , kebenaran, ke akuratan informasi yang disampaikan kepada masyarakat. Hal ini penting untuk melindungi masyarakat dari informasi yang tidak benar atau palsu tentang perusahaan itu. Padahal informasi ini sangat mempengaruhi perilaku masyarakat yang membaca nya. Biasanya mereka yang diyakini atau diberi

Rachyu Purbowati, Dosen STIE PGRI Dewantara Jombang

3

4 JURNAL EKSIS, VOLUME III NOMOR 2, JUNI 2008 kepercayaan oleh masyarakat untuk melakukan fungsi ini adalah akuntan publik atau akuntan independent yang mengatur dan pengawasannya juga dilakukan oleh masyarakat baik melalui pemerintah, lembaga tertentu, organisasi, masyarakat, profesi maupun gabungannya. Pengawasan ini penting karena fungsi ini melayani masyarakat. Sebenarnya dalam konteks ini akuntan independent secara implisit memiliki social contract dengan masyarakat. Masyarakat memberikan kepercayaan besar terhadap akuntan untuk mewakili nya memeriksa dan memberikan laporan kepada masyarakat atas kesaksiannya pada informasi yang dilaporkan. Oleh karenanya profesi ini tidak akan eksis jika masyarakat tidak menaruh kepercayaan terhadapnya. Jika akuntan publik ini masih ingin dihargai oleh masyarakat maka ia harus dapat meyakinkan masyarakat bahwa ia dapat dipercaya. Tingkat kepercayaan ini merupakan modal utama profesi akuntansi. Peran sosial bagi corporate auditing juga harus diletakkan pada konteks yang lebih luas terhadap isuisu umum tata kelola corporate, berbagai mekanisme organisasional yang ada secara eksternal dan internal untuk mengawasi dan mengendalikan entitas corporate dan manajemennya. Para akuntan kritis membantah bahwa laporan sosial dan lingkungan akan meningkatkan transparansi dan tanggungjawab, yang pada gilirannya akan mendorong kearah meningkatnya kendali demokratis (Gray, 1998). Sudut pandang ini tidak menyatakan bahwa auditing mungkin benar-benar mengendalikan Berdasarkan latar belakang diatas maka yang menjadi pokok permasalahan adalah : 1. Bagaimana menilai laporan keuangan selaku informasi yang disajikan perusahaan bisa dipercaya oleh masyarakat. 2. Bagaimana menilai akuntan publik yang independen yang bisa dipercaya oleh masyarakat. 3. Bagaimana menilai opini auditor yang bisa dipercaya oleh masyarakat. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah : 1. Memberikan tambahan gambaran tentang dinamika yang terjadi didalam suatu perusahaan yang berkaitan dengan laporan keuangan 2. Memberikan kepercayaan kepada masyarakat tentang indepensi dari seorang aditor 3. Menberikan keyakinan terhadap masyarakat tentang opini yang dibuat oleh seorang auditor 4. Memberikan kontribusi untuk masyarakat dalam menilai auditor supaya lebih baik lebih independen.dan lebih dipercaya. Pembahasan Peran Ekonomi Auditing Hubungan manusia menghasilkan keputusankeputusan dan tindakan-tindakan ekonomi, bagaimanapun, mencakup beberapa urutan doubt, uncertainty, verification, assurance dan comfort yang ditunjukkan dalam konteks sosial. Banyak dari aktivitas manusia yang dikembangkan dalam masyarakat dapat diobsevasi konsekuensi ekonominya. Hubungan yang ditetapkan manusia pada tingkat individual atau organisasional secara bentuk menghasilkan pengaruh yang dapat diidentifikasi dan bentuk pengukuran manfaat ekonomi dan dikaitkan dengan biaya. Peran ekonomi auditor adalah bertindak sebagai agen lebih lanjut untuk pemilik (dan mungkin, kelompok lain) dalam situasi dimana ada insentif kontrak untuk melengkapi seperti suatu audit (Antle, 1982). Keberadaan Audit membantu dalam menghindari konflik kontraktual potensial antara manajemen entitas dan pemiliknya dan kepentingan eksternal lain yang akan dirugikan secara ekonomi. Peran ekonomi dari auditing merupakan salah satu satu penyampaian Wallace ( 1985) dalam konteks teori agen dalam lingkungan yang tak diatur dan yang diatur. Dia menguraikan audit berfungsi sebagai suatu layanan ekonomi, dan membantah arti penting historisnya atas dasar pengamatan akan keberadaannya dari waktu ke waktu dalam lingkungan ekonomi yang tidak diatur. Argumentasi Wallace mempunyai kaitan dengan peran ekonomi auditing dari perspektif kepentingan diri peserta dalam perilaku ekonomi yang terorganisir. Dia juga mengartikulasikan statemen berkenaan dengan masalah ekonomi yang lebih umum dan peran auditing. Pertama, dia melihat auditing tingkat keandalan informasi keuangan, dengan begitu membantu mengurangi resiko yang berhubungan dengan pengambilan keputusan ekonomi. Kedua, dia

5 mempertimbangkan