JURNAL - .Daerah Irigasi Tuk Kuning adalah daerah irigasi lintas propinsi, yaitu ... dan RAB O&P

download JURNAL - .Daerah Irigasi Tuk Kuning adalah daerah irigasi lintas propinsi, yaitu ... dan RAB O&P

of 13

  • date post

    21-Jul-2018
  • Category

    Documents

  • view

    228
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of JURNAL - .Daerah Irigasi Tuk Kuning adalah daerah irigasi lintas propinsi, yaitu ... dan RAB O&P

  • AUDIT TEKNIS SEBAGAI DASAR PENYUSUNAN AKNOP PADA

    DAERAH IRIGASI TUK KUNING

    JURNAL

    TEKNIK PENGAIRAN KONSENTRASI PENGETAHUAN DASAR

    TEKNIK SUMBER DAYA AIR

    Diajukan untuk memenuhi persyaratan

    memperoleh gelar Sarjana Teknik

    AZIZ RIZAL PRASETIYO

    NIM. 125060400111017

    UNIVERSITAS BRAWIJAYA

    FAKULTAS TEKNIK

    MALANG

    2017

  • AUDIT TEKNIS SEBAGAI DASAR PENYUSUNAN AKNOP PADA

    DAERAH IRIGASI TUK KUNING

    Aziz Rizal Prasetiyo1, Dwi Priyantoro2, Ussy Andawayanti2 1Mahasiswa Program Sarjana Teknik Pengairan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

    2Dosen Jurusan Teknik Pengairan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

    email: azizprasetiyo@gmail.com

    ABSTRAK Daerah Irigasi Tuk Kuning adalah daerah irigasi lintas propinsi, yaitu Kabupaten

    Sleman (DIY) dan Kabupaten Klaten (Jateng) yang berarti DI. Tuk Kuning merupakan

    wewenang dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Oleh karena itu, perlu adanya

    kegiatan audit teknis untuk menganalisa kinerja jaringan irigasi DI. Tuk Kuning, mengetahui

    rencana kegiatan terkait O&P, dan mengetahui pembiayaan dari rencana kegiatan secara

    nyata tersebut. Nilai indeks kinerja eksisting DI. Tuk Kuning yang merupakan hasil dari kegiatan audit

    teknis adalah 56,31% yang berarti kinerja kurang dan perlu perhatian. Oleh karena itu, perlu

    adanya kegiatan rehabilitasi sebelum dilakukan operasi dan pemeliharaan. Kegiatan

    rehabilitasi meliputi perbaikan pasangan, perbaikan bagian pintu yang rusak, pembuatan

    bangunan ukur, bangunan bagi, bangunan sadap, bangunan bagi sadap, dan bangunan terjun.

    Sedangkan, rencana kegiatan pemeliharaan yang diperlukan DI. Tuk Kuning yaitu galian

    sedimen, pembersihan vegetasi dan pengadaan nomenklatur. Jumlah biaya dari rencana

    kegiatan yang diperlukan DI. Tuk Kuning adalah Rp2.201.702.081,15 dengan biaya

    rehabilitasi sebesar Rp1.994.571.670,65 dan biaya O&P per tahun sebesar

    Rp207.130.410,58, sedangkan biaya O&P per tahun per hektar sebesar Rp633.426,33.

    Kata kunci : audit teknis, AKNOP, operasi dan pemeliharaan, rehabilitasi

    ABSTRACT

    The irrigation area of Tuk Kuning is a cross-provincial irrigation area, Sleman Regency

    (DIY) and Klaten Regency (Jateng) which means Tuk Kuning is the authority of Central

    Government and local governments. Therefore, it needs for the activities of technical audit

    to analyze performance in Tuk Kunings irrigation, knowing the plan of activities related

    O&P, and find out the financing of the plan of activities for real.

    Existing performance index value of Tuk Kunings irrigation area was a result of the

    technical audit is 56.31% which means less performance and need attention. Therefore, the

    need for rehabilitation activities more prior than operation and maintenance. rehabilitation

    activities include improvements to the couple, the repair of the damaged door parts,

    manufacture of building surveyor, building to building, a building for the sadap sadap falls,

    and buildings. Meanwhile, plan of maintenance activities include. dredging sediments,

    cleaning vegetation and the procurement of nomenclature. The total cost of the plan the

    necessary activities of Tuk Kunings irrigation area is Rp2.201.702.081,15 with the

    rehabilitation costs of Rp1.994.571.670,65 and O&P costs per year of Rp 207.130.410,58

    meanwhile the cost of O&P per year per hectare amounting to Rp633.426.33.

    Keywords: technical audit, AKNOP, operation and maintenance, rehabilitation

  • 1. PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara agraris

    karena sebagian besar penduduk di negara

    Indonesia bekerja di sektor pertanian dan

    perkebunan. Pertanian erat hubungannya

    dengan ketersediaan air. Berdasarkan

    Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan

    Perumahan Rakyat Nomor

    12/PRT/M/2015 tentang Eksploitasi dan

    Pemeliharaan Jaringan Irigasi, irigasi

    adalah usaha penyediaan, pengaturan, dan

    pembuangan air irigasi untuk menunjang

    pertanian yang jenisnya meliputi irigasi

    permukaan, irigasi rawa, irigasi air bawah

    tanah, irigasi pompa, dan irigasi tambak.

    Daerah Irigasi Tuk Kuning/Tempur

    adalah daerah irigasi lintas propinsi, yakni

    Kabupaten Sleman (DIY) dan Kabupaten

    Klaten (Jateng). Daerah irigasi Tuk

    Kuning/Tempur dibangun cukup lama dan

    mendapatkan dana operasi dan

    pemeliharaan dari Pemerintah Pusat dan

    Pemerintah Daerah. Kerusakan pada fisik

    bangunan dapat menyebabkan kapasitas air

    yang lewat berkurang, sehingga kebutuhan

    air pada petak sawah tidak terpenuhi secara

    optimum.

    Kinerja eksisting dinilai untuk

    mengetahui langkah selanjutnya dalam

    penyusunan AKNOP. Dari penilaian

    tersebut, didapatkan usulan kegiatan yang

    diperlukan sesuai dengan kebutuhan nyata

    yang diperlukan. Dan rencana anggaran

    biaya dapat disesuaikan dengan kebutuhan

    nyata.

    2. METODE PENELITIAN

    2.1 Pengumpulan Data Penelitian

    Dalam pengerjaan studi ini, dibutuhkan

    data data berikut:

    1. Data debit Data ini dibutuhkan dalam

    perhitungan debit andalan dengan

    jumlah data sebanyak 10 tahun yaitu

    dari 2006 2015.

    2. Data tanaman Data ini dibutuhkan dalam

    perhitungan intensitas tanaman, satuan

    kebutuhan air, rencana tata tanam

    dengan jumlah data sebanyak 10 tahun

    yaitu dari 2006 2015.

    3. Data hujan Data ini dibutuhkan dalam

    perhitungan hujan andalan dengan

    jumlah data sebanyak 10 tahun yaitu

    dari 2006 2015

    4. Data pengukuran Data ini berupa data pengukuran

    topografi dan dimensi sepanjang

    jaringan irigasi baik saluran dan

    bangunan irigasi. Data ini diperlukan

    untuk perhitungan evaluasi saluran dan

    bangunan irigasi.

    5. Data klimatologi Data ini dibutuhkan dalam

    perhitungan evapotranspirasi yang

    nantinya akan digunakan untuk

    perhitungan satuan kebutuhan air

    metode PU.

    6. Data debit banjir rancangan Data ini merupakan hasil olahan

    dari data hujan rancangan. Diperlukan

    untuk perhitungan evaluasi bangunan

    irigasi.

    7. Data survei petani Data ini berupa hasil wawancara

    dengan petani setempat terkait

    penggunaan air di sawah dan hasil

    tanaman yang didapat dalam sekali

    musim tanam.

    8. Data debit banjir rancangan Data ini berupa penilaian secara

    fisik bangunan dan saluran irigasi yang

    sesuai dengan lapangan digunakan

    dalam analisa indeks kinerja jaringan

    irigasi yang nantinya akan digunakan

    untuk rencana perbaikan saluran dan

    bangunan irigasi.

    9. Data debit banjir rancangan Data ini digunakan untuk

    menganalisa indeks kinerja jaringan

    irigasi dan rencana pemeliharaan.

    2.2 Lokasi Studi

    Lokasi studi ini berada di Kabupaten

    Sleman (DI. Yogyakarta) dan Kabupaten

    Klaten (Jawa Tengah).

  • Gambar 1. Lokasi DI. Tuk Kuning

    2.3 Rancangan Penelitian 1. Penilaian Kinerja dan Audit Teknis

    Melakukan audit teknis pada unsur-

    unsur yang terkait pada operasi dan

    pemeliharaan jaringan irigasi. Audit

    teknis terdiri dari analisa jaringan

    irigasi, analisa intensitas tanaman, dan

    analisa organisasi operasi dan

    pemeliharaan.

    2. Perencanaan Usulan Kegiatan Menganalisa kebutuhan jaringan

    irigasi terkait pada operasi dan

    pemeliharaan jaringan irigasi dan

    merencanakan secara teknis operasi dan

    pemeliharaan jaringan irigasi.

    3. Rencana Anggaran Biaya Menyusun AKNOP jaringan irigasi

    yang terdiri dari matriks kebutuhan,

    rencana kerja O&P, dan RAB O&P.

    3. HASIL DAN PEMBAHASAN

    A. Audit Teknis Secara Kuantitatif

    A.1 Evaluasi Bangunan Utama

    Kegiatan evaluasi bangunan utama

    adalah sebagai berikut.

    1. Bendung a) Evaluasi kapasitas rencana dan

    tinggi tekan air di atas mercu

    bendung

    b) Evaluasi tinggi muka air di atas mercu dibandingkan dengan

    tinggi jagaan yang ada

    2. Drop Structure atau Peredan Energi a) Evaluasi panjang peredam energi

    pertama dengan menggunakan

    teori USBR tipe I.

    b) Evaluasi panjang peredam energi kedua dan ketiga dengan

    menggunakan teori terjun (drop

    structure).

    3. Evaluasi gerusan di hilir peredam energi

    Tabel 1. Evaluasi Bangunan Utama DI.

    Tuk Kuning No Uraian Keterangan

    1 Tinggi muka air di

    atas mercu (h = 1,77

    m).

    Kontrol tinggi muka air

    pada saat Q50 memenuhi, karena

    tinggi jagaan yang

    tersedia sebesar 1,90 m.

    2 Panjang lantai kolam

    olak pertama (USBR

    tipe I),

    Lj = 11,00 m.

    Kontrol panjang kolam

    olak eksisting memuhi

    karena panjangnya,

    Lj = 11,80 m.

    3 Panjang lantai kolam

    olak kedua (drop

    structure),

    LT = 19,10 m.

    Kontrol panjang kolam

    olak eksisting tidak

    memenuhi karena

    panjangnya,

    LT = 11,50 m.

    4 Panjang lantai kolam

    olak ketiga (drop

    structure),

    LT = 18,10 m.

    Kontrol panjang kolam

    olak eksisting tidak

    memenuhi karena

    panjangnya,

    LT = 1,50 m. Akan

    tetapi, terdapat material

    batu alam yang

    berfungsi sebagai

    peredam energi

    sehingga tidak boleh

    diambil sampai jarak

    sekitar 2,00 m.

    Sumber: Hasil Perhitungan

    A.2 Evaluasi Saluran Irigasi

    Evaluas