Isi Lapkas Anestesi koas

download Isi Lapkas Anestesi koas

of 41

  • date post

    18-Feb-2016
  • Category

    Documents

  • view

    16
  • download

    0

Embed Size (px)

description

koas anessstesi dan bedah

Transcript of Isi Lapkas Anestesi koas

BAB I

PENDAHULUANLuka bakar berat adalah luka yang kompleks. Sejumlah fungsi organ tubuh mungkin ikut terpengaruh. Luka bakar bisa mempengaruhi otot, tulang, saraf, dan pembuluh darah. Sistem pernapasan dapat juga rusak, kemungkinan adanya penyumbatan udara, gagal nafas dan henti nafas. Karena luka bakar mengenai kulit, maka luka tersebut dapat merusak keseimbangan cairan atau elektrolit normal tubuh, temperatur tubuh, pengaturan suhu tubuh, fungsi sendi, dan penampilan fisik. Sebagai tambahan terhadap kerusakan fisik yang disebabkan oleh luka bakar, pasien juga bisa menderita permasalahan psikologis dan emosional yang dimulai sejak peristiwa terjadi dan bisa bertahan / berlangsung untuk jangka waktu yang lama.1Luka bakar hingga saat ini masih merupakan salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas pada anak. Di Amerika, lebih dari 2 juta orang mengalami luka bakar setiap tahun. Sekitar 700.000 dirawat di unit gawat darurat dan 50.000 membutuhkan perawatan di rumah sakit. Luka bakar menempati peringkat ketiga penyebab mortalitas di seluruh dunia.1,2Luka bakar diklasifikasikan berdasarkan etiologi, kedalaman serta luasnya luka bakar yang menentukan gejala klinis serta beratnya luka bakar.1,3 Luka bakar menyebabkan terjadinya hipermetabolisme akibat stimulasi sitokin-sitokin berlebihan yang menyebabkan meningkatnya respons stres akibat proses infeksi. Proses inflamasi umumnya meningkat segera setelah trauma terjadi dan bertahan sekitar 5 minggu paska trauma. Respons metabolisme yang terjadi diantaranya peningkatan suhu, kebutuhan O2, glukosa serta peningkatan produksi CO2. Komplikasi yang terjadi pada pasien luka bakar antara lain, gagal napas, syok dan infeksi sistemik ke berbagai organ yang dapat menyebabkan kematian. Seringkali pasien luka bakar mengalami syok akibat kehilangan banyak cairan atau sepsis, sehingga diperlukan pemantauan hemodinamik ketat. Tatalaksana penanganan luka bakar di ruang perawatan intensif harus bersifat holistik yang mencakup tatalaksana jalan napas dan oksigenasi, resusitasi cairan, pemberian antibiotika, tatalaksana nutrisi, penanganan nyeri hingga perawatan luka untuk menurunkan mortalitas.1,2Pasien luka bakar memiliki keunikan baik dalam resusitasi, stres metabolik, komplikasi dan luaran. Perawatan berkelanjutan sangat penting dalam menilai infeksi, penyembuhan dan kemampuan untuk memberikan penanganan luka bakar yang baik. Kebanyakan luka bakar hanya melibatkan kulit (jaringan epidermis dan dermis), tapi jaringan yang lebih dalam seperti otot, tulang dan pembuluh darah juga bisa terlibat. Luka bakar juga dapat mengalami komplikasi syok, infeksi, disfungsi multiorgan, gangguan elektrolit dan gangguan pernapasan. Pasien dengan kegagalan dua organ atau lebih memiliki nilai mortalitas sebesar 98%, sementara infeksi adalah penyebab 75% kematian dalam luka bakar.1,2BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1.Definisi

Luka bakar adalah luka yang disebabkan oleh kontak dengan suhu tinggi seperti api, air panas, listrik, bahan kimia, dan radiasi. Luka ini dapat menyebabkan kerusakkan jaringan. Cedera lain yang termasuk luka bakar adalah sambaran petir, sengatan listrik, sinar X dan bahan korosif. Kerusakan kulit yang terjadi tergantung pada tinggi suhu dan lama kontak. Suhu minimal untuk dapat menghasilkan luka bakar adalah sekitar 44C dengan kontak sekurang-kurangnya 5-6 jam. Suhu 65C dengan kontak selama 2 detik sudah cukup menghasilkan luka bakar. Kontak kulit dengan uap air panas selama 2 detik mengakibatkan suhu kulit pada kedalaman 1 mm dapat mencapai suhu 47C, air panas yang mempunyai suhu 60C yang kontak dengan kulit dalam waktu 10 detik akan menyebabkan kehilangan sebagian ketebalan kulit dan diatas 70C akan menyebabkan kehilangan seluruh kulit. Temperatur air yang digunakan untuk mandi adalah berkisar 36C-42C. Pelebaran kapiler dibawah kulit mulai terjadi pada saat suhu mencapai 35C selama 120 detik, vesikel terjadi pada suhu 53C-57C selama kontak 30-120 detik.1,2,32.2.Klasifikasi Luka Bakar

Luka bakar diklasifikasikan berdasarkan 2 cara: sumber penyebab dan derajat luka bakar.1,2,3,4,5Berdasarkan sumber penyebab dibedakan atas:

Panas. Termasuk api, radiasi, atau pajanan panas dari api, uap dan cairan panas serta benda benda yang panas

Bahan kimia. Termasuk berbagai macam asam dan basa

Listrik. Termasuk didalamnya arus listrik dan sambaran petir

Cahaya. Luka bakar yang disebabkan oleh sumber cahaya yang kuat atau cahaya ultra violet, juga termasuk sinar matahari

Radiasi. Seperti radiasi nuklir, cahaya ultra violet juga termasuk salah satu sumber penyebab luka bakar karena radiasi

Klasifikasi Berdasarkan Derajat Luka Bakar 1. Luka bakar derajat 1 (luka bakar superfisial). Luka bakar hanya terbatas pada lapisan epidermis. Luka bakar derajat ini ditandai dengan kemerahan yang biasanya akan sembuh tanpa jaringan parut dalam waktu 5 7 hari.

Gambar 1. Luka Bakar Derajat I

2. Luka bakar derajat 2 (luka bakar dermis)

Luka bakar derajat dua mencapai kedalaman dermis tetapi masih ada elemen epitel yang tersisa, seperti sel epitel basal, kelenjar sebasea, kelenjar keringat, dan folikel rambut. Dengan adanya sisa epitel yang sehat ini, luka dapat sembuh sendiri dalam 10 21 hari. Oleh karena kerusakan kapiler dan ujung saraf di dermis, luka derajat ini tampak lebih pucat dan lebih nyeri dibandingkan luka bakar superfisial, karena adanya iritasi ujung saraf sensorik. Juga timbul bula berisi cairan eksudat yang keluar dari pembuluh karena permeabilitas dindingnya meninggi.

Luka bakar derajat 2 dibedakan menjadi : a. Derajat dua dangkal dimana kerusakan mengenai bagian superfisial dari dermis dan penyembuhan terjadi secara spontan dalam 10- 14 hari. b. Derajat dua dalam dimana kerusakan mengenai hampir seluruh bagian dermis. Bila kerusakan lebih dalam mengenai dermis, subyektif dirasakan nyeri. Penyembuhan terjadi lebih lama tergantung bagian dari dermis yang memiliki kemampuan reproduksi sel-sel kulit (epitel, stratum germinativum, kelenjar keringat, kelenjar sebasea dan lain sebagainya) yang tersisa. Biasanya penyembuhan terjadi dalam waktu lebih dari satu bulan.

Gambar 2. Luka Bakar Derajat II

Gambar 3. Evaluasi luka bakar derajat 2 1 jam Gambar 5 Evaluasi luka bakar derajat 2 dua hari, lepuh tampak

Gambar 4 Evaluasi luka bakar derajat 2 1 hari

3. Luka bakar derajat 3.

Luka bakar derajat tiga meliputi seluruh kedalaman kulit, mungkin subkutis, atau organ yang lebih dalam. Oleh karena tidak ada lagi elemen epitel yang hidup maka untuk mendapatkan kesembuhan harus dilakukan cangkok kulit. Koagulasi protein yang terjadi memberikan gambaran luka bakar berwarna keputihan, tidak ada bula dan tidak nyeri.

Gambar 6. Luka Bakar Derajat III

2.3.Luas Luka Bakar3,4,5,6,7Penentuan luas luka bakar pada kulit adalah penting pada kasus-kasus dimana kematian terjadi lambat oleh karena luas dan derajat luka bakar sangat penting pengaruhnya terhadap prognosis dan manajemen pengobatannya. Untuk perhitungan luas luka bakar secara tradisional dihitung dengan menggunakan `Rule of Nines` dari Wallace. Dikatakan bahwa luka bakar yang terjadi dapat diindikasikan sebagai presentasi dari total permukaan yang terlibat oleh karena luka termal. Bila permukaan tubuh dihitung sebagai 100%, maka kepala adalah 9%, tiap tiap ekstremitas bagian atas adalah 9%, dada bagian depan adalah 18%, bagian belakang adalah 18%, tiap-tiap ekstremitas bagian bawah adalah 18% dan leher 1%. Lihat gambar

Rumus tersebut tidak dapat digunakan pada anak dan bayi karena relatif luas permukaan kepala anak jauh lebih besar dan luas relatif permukaan kaki lebih kecil. Oleh karena itu, digunakan `Rule of ten` untuk bayi dan `Rule of 10-15-20` dari Lund and Browder untuk anak. Dasar presentasi yang digunakan dalam rumus tersebut adalah luas telapak tangan dianggap seluas 1%.

Derajat dan luas luka bakar tergantung pada banyak faktor seperti jarak korban dengan api, lamanya pajanan, bahkan pakaian yang digunakan korban pada waktu terjadinya kebakaran. Komposisi pakaian dapat menentukan derajat keparahan dan luasnya luka bakar. Kain katun murni akan mentransmisi lebih banyak energi panas ke kulit dibandingkan dengan bahan katun polyester. Bahan katun terbakar lebih cepat dan dapat menghasilkan luka bakar yang besar dan dalam. Bila bahan yang dipakai kandungan poliesternya lebih banyak akan menyebabkan luka bakar yang relatif ringan atau kurang berat. Bahan rajutan akan menghasilkan daerah luka bakar yang relatif lebih kecil bila dibandingkan dengan bahan pintalan. Sehingga dapat dikatakan bahwa bila bahan yang dipakai bertambah berat maka daerah yang terbakar akan berkurang. Selain itu derajat luka bakar akan berkurang bila pakaian yang dipakai korban ketat dan mengelilingi tubuh.

Gambar 4. Perhitungan Luas Luka Bakar

0 1 th

5 th

15 th

Dewasa

Tabel 2. Rule of Nines untuk Penatalaksanaan Luka Bakar Pada Permukaan Tubuh

Struktur AnatomiArea Permukaan

Kepala9%

Badan Depan18%

Punggung18%

Tiap Kaki18%

Tiap Lengan9%

Genitalia/perineum1%

2.4.Patofisiologi Luka Bakar1,2,3,4,7,8Pembuluh kapiler yang terpajan suhu tinggi, akan rusak dan permeabilitasnya meningkat. Sel darah yang ada didalamnya ikut rusak sehingga dapat terjadi anemia. Meningkatnya permeabilitas menyebabkan edema dan menimbulkan bula yang mengandung banyak elektrolit. Hal itu menyebabkan berkurangnya volume cairan intra vaskuler. Kerusakan kulit akibat luka bakar menyebabkan kehilangan cairan akibat penguapan yang berlebihan, masuknya cairan ke bula yang terbentuk pada luka bakar derajat dua, dan pengeluaran cairan dari keropeng luka bakar derajat tiga.

Bila luas luka bakar