IDX Newsletter Agustus 2014

download IDX Newsletter Agustus 2014

of 8

  • date post

    16-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    15
  • download

    1

Embed Size (px)

description

vvKategori:Scribd Store:If you w

Transcript of IDX Newsletter Agustus 2014

  • Go Public Untuk Kembangkan Layanan

    [Lot. 6]

    Link Net

    Kerja sama Penggunaan Lisensi Indeks SRI-KEHATI sebagai

    Indeks Acuan ETF[Lot. 7]

    Meningkatnya Kepercayaan Pasca Pilpres

    [Lot. 6]

    INDEKS

    AguStuS 2014

    Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan target 509 emiten sampai dengan akhir 2014. Target ini tampaknya tidak sulit dicapai. Untuk meyakinkan para calon emiten, BEI menggunakan sejumlah strategi pendekatan berbeda, tidak sekedar menawarkan kesempatan mengakses dana publik.

    inat investor global berinvestasi di emerging market, terutama Indonesia dalam beberapa tahun terakhir meningkat signifi

    kan. Sejalan dengan itu, partisipasi pemodal lokal pun mengalami peningkatan positif. Otoritas bursa, baik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun BEI, berupaya merespons tren positif ini dengan mendorong kehadiran lebih banyak emiten baru.

    Komitmen mendorong kehadiran emiten baru ini juga sebagai respons untuk meningkatkan daya saing pasar modal Indonesia menyongsong era persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) mulai tahun 2015. Jumlah emiten di BEI yang sampai minggu ke2 Juli 2014 adalah 501 emiten memang masih lebih kecil dibanding jumlah emiten di bursa saham Malaysia maupun Singapura.

    Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad meminta SelfRegulatory Organization (SRO) untuk lebih giat mendorong kehadiran emiten baru. Kita punya perusahaan sangat banyak, dorong mereka untuk masuk ke pasar modal, imbau Muliaman.

    Direktur Utama BEI Ito Warsito me ngatakan, BEI berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan jumlah emiten ter catat dengan kehadiran makin banyak emiten baru. Dengan demikian, bisa menampung aliran modal investor asing. Itu cara kami menyerap capital inflow investor asing, terang Ito Warsito. Sambil mendorong peningkatan jumlah emiten baru, menurut Ito, pihaknya juga memperhitungkan sisi kualitas.

    M

    IDXNewsletterIndeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) saat

    ini menghitung pergerakan 307 saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham-saham mana saja yang memenuhi

    prinsip syariah? [Lot.2]

    urgensi bagi perusahaan untuk meng akses dana murah melalui pasar modal. Karena itu pendekatan bukan de ngan alasan perlu uang untuk IPO, karena mereka juga bingung uang hasil IPO mau diapakan, ujar Ito Warsito. BEI kini lebih menekankan kesadaran tentang pentingnya pengelolaan perusahaan dengan prinsip good corporate governance (GCG). Sebab, pemilik perusahaan umumnya ingin mewariskan perusahaan yang sehat kepada anak cucu.

    Salah satu cara yang ideal adalah de ngan go public. Ketika menjadi perusahaan publik, ada tuntutan pengelolaan secara profesional dan transparan sesuai standar GCG. Perusahaan berpeluang bertahan dalam jangka panjang karena diawasi otoritas, para investor, dan juga publik, tutur Ito Warsito.

    Peluang untuk mewariskan perusahaan dalam jangka panjang mendapat penekanan, karena hal itu juga menjadi citacita para pendiri perusahaan. Dengan menjadi perusahaan yang bertahan dalam rentang usia akan bisa terealisasi jika menjadi perusahaan tercatat dan dikelola dengan standar GCG.

    OJK pun mendukung penuh upaya BEI dengan ikut terlibat dalam berbagai kesempatan dialog dengan berbagai asosiasi perusahaan seperti Kadin, Hipmi, Perbanas, Asbanda, dan sejumlah asosiasi lainnya. Anggota Dewan Komisioner OJK Merangkap Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Nurhaida mengatakan, salah satu keuntungan menjadi perusahaan publik adalah peluang melakukan ekspansi usaha dengan menambah modal. Setelah menjadi perusahaan terbuka, kredibilitas perusahaan akan semakin meningkat, sehingga peluang meningkatkan skala usaha makin terbuka. Tata kelola perusahaan akan semakin baik, sehingga bisa setara dengan perusahaan publik dari negaranegara tetangga, ujar Nurhaida.e

    (Tim BEI)

    ISSI, Cerminkan Pergerakan Saham Syariah STRATEGI BEI MEnInGKATKAn

    JUMLAH EMITEn

    hEADlINE

    Pada 2013, BEI berhasil mencatatkan 31 emiten baru dari target 30 emiten. Tahun ini, dipatok target 30 emiten baru. Sampai dengan pertengahan Juli 2014, telah list-ing 18 emiten baru. Secara bertahap, sampai dengan tahun 2017, BEI menargetkan setidaknya bisa menghadirkan 35 emiten baru setiap tahunnya. Sedangkan tahun 2015 nanti, BEI menargetkan emiten yang resmi tercatat di BEI akan mencapai 544 emiten.

    Untuk mengoptimalkan pencapai an target menambah emiten baru, model pendekatan yang digunakan mulai diubah. Ito Warsito mengatakan, individual approach pada para founders atau pemilik perusahaan kini jadi prioritas karena dianggap lebih efektif. Mobilisasi calon emiten dengan pendekatan untuk mengakses dana murah kerap kurang efektif. Banyak perusahaan potensial yang sesungguhnya punya banyak uang. Karena sudah punya banyak uang, akses permodalan ke bank pun bukan masalah bagi kelompokkelompok usaha seperti ini, ujar Ito Warsito.

    Alasan yang sama sekaligus mematah kan

    BEI BERKOMITMEN UNTUK TERUS MENDORONG

    PENINGKATAN JUMlAH EMITEN TERCATAT DENGAN

    KEHADIRAN MAKIN BANyAK EMITEN BARU.

    DENGAN DEMIKIAN, BISA MENAMPUNG AlIRAN

    MODAl INvESTOR ASING.

    Lima figur berpengalaman terpilih menjadi Komisaris BEI periode 2014 - 2017. Sesuai latar belakang masing-masing, anggota Dewan Komisaris terpilih sesungguhnya sudah memberi banyak sumbangan bagi

    pasar modal Indonesia.[Lot.3]

    Wajah Para Komisaris Baru BEI

    Mengenal Instrumen Investasi Baru: Saving Bonds Ritel

    [Lot.5]

    Mekanisme Baru Perpindahan Papan Pencatatan Emiten

    Merujuk Ketentuan VI Peraturan Nomor I-A, Bursa Efek Indonesia (BEI) kini berwenang

    melakukan perpindahan papan emiten setiap bulan Mei. [Lot.4]

  • 00000000010000010001111000

    0001011

    101010001000100010010

    100001010101010

    - PoJoK REdAKSI:

    AguStuS 2014

    2IDXNewsletter

    IDX Newsletter PeneRbit:

    PT Bursa Efek Indonesia (BEI)

    Penanggung jawab: Ito Warsito

    KooRdinatoR: Irmawati Amran

    tim editoR: Hani Ahadiyani,

    Ibnu Anshary, Awan Wahyu K.

    alamat RedaKsi & siRKulasi:Gedung Bursa Efek Indonesia Tower I Lt.6, Jl Jend. Sudirman

    Kav. 52-53, Jakarta 12190. Telp. 5150515, Fax. 5150330.

    e-mail: callcenter@idx.co.idwww.idx.co.id

    Tahun ini pasar modal Indonesia mencatat sejumlah kemajuan penting. Walau saat ini tengah berlangsung fluktuatif, setidaknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia menunjukkan tren positif. Bertepatan dengan momen Pemilihan Pre siden diharapkan membawa angin baru di dunia pa sar modal Indonesia. Selain itu Dewan Komisaris BEI yang baru telah terpilih pada RUPS tanggal 25 Juni 2014 di Hotel Dharmawangsa, Jakarta.

    Sudah tentu pencapaian itu tidak datang tibatiba. Ada sejumlah langkah perbaikan dan pembenahan yang terencana sehingga bursa Indonesia bisa terus melangkah maju. Sejumlah langkah pembenahan strategis seperti strategi BEI dalam menambah emiten baru, mekanisme baru perpindahan papan pencatatan emiten, sampai upaya mendorong likuiditas transaksi dengan kehadiran lebih banyak produk di pasar.

    Strategi BEI dalam menambah emiten baru menjadi tema utama dalam laporan IDX Newsletter edisi ini. Anda juga berkesempatan mendapatkan sejumlah informasi penting pada rubrik IDX Update, maupun rubrik Edukasi tentang kerja sama penggunaan lisensi Indeks SRIKEHATI sebagai Indeks Acuan ETF.

    Selamat membacaRedaksi

    INvEStor corNEr

    ntuk mendukung perkembangan pasar modal syariah, sejak tiga tahun lalu, persisnya 12 Mei 2011, BEI menerbitkan Indeks

    Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang menghitung pergerakan sahamsaham yang masuk kategori saham syariah. Konsti tuen ISSI adalah keseluruhan saham syariah tercatat di BEI dan terdaftar dalam Daftar Efek Syariah (DES). Konstituen ISSI direview setiap 6 bulan sekali (Mei dan November), dan dipu blika sikan pada awal bulan berikutnya. Per 3 Juni 2014 ada 307 saham yang masuk dalam perhitungan ISSI dengan kapitali sasi pasar senilai Rp2,91 triliun. Sahamsaham dalam ISSI menguasai 58,26% dari seluruh nilai kapitalisasi pasar saham yang tercatat di BEI.

    Apabila ada saham syariah yang baru tercatat atau dihapuskan dari DES, maka ISSI akan menyesuaikan konstituen indeks ini. Metode perhitungan indeks ISSI menggunakan ratarata tertimbang dari kapitalisasi pasar. Tahun dasar yang digunakan dalam perhitungan ISSI adalah awal penerbitan DES yaitu Desember 2007.

    DES yang menjadi underlying perhitungan ISSI dievaluasi secara berkala oleh Otoritas Jasa Keungan (OJK) de ngan pertimbangan dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSNMUI). DES terbaru diumumkan pada 23 Mei 2014 lalu oleh OJK. Ada 322 saham syariah dari 501 saham yang tecatat di BEI per 11 Juli 2014. Menurut Sarjito, Deputi Komisioner Pengawas Pasar Mo dal I OJK, saham yang masuk dalam DES terbaru ini beragam dari sektor perda gang an dan jasa, properti, serta industri dasar dan kimia. Sektor perdagangan dan jasa sebesar 25,73%, sedangkan sektor pro perti, real estate, dan konstruksi bangunan sebesar 15,22%, kemudian diikuti dengan industri dasar dan kimia sebesar 14,29%.

    Dibandingkan periode enam bulan sebelumnya, ada 28 saham baru yang masuk DES, di antaranya Wika Beton, Cipaganti, Eka Sari lorena Transport, Indika Energi, MNC land, dan Nippon Indosari Corpindo. Sementara saham yang keluar dari DES ada 34 saham, di antaranya PT Bakrieland Development Tbk, PT Metro Realty Tbk, PT Tri Banyan Tirta Tbk, dan PT Zebra Nusantara Tbk.

    Penentuan saham yang keluar dari kriteria DES berdasarkan beberapa ca tatan, seperti adanya aktivitas yang mengandung unsur perjudian, perdagangan yang dilarang, jasa keuangan ribawi, jual beli risiko yang mengandung judi, transaksi suap, dan produksi barang haram yang mengandung babi. Selain itu ada ber bagai pertimbangan seperti utang berbasis bu nga berdasarkan total aset mencapai