IDX Newsl Oktober 2010

download IDX Newsl Oktober 2010

of 8

  • date post

    31-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    31
  • download

    6

Embed Size (px)

Transcript of IDX Newsl Oktober 2010

  • ancangan Undang-Undang OJK telah berada di tangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Na-mun, tak banyak waktu tersisa

    bagi DPR untuk membahas RUU OJK tersebut. Sebab sesuai ketentuan, RUU harus sudah disahkan pada akhir tahun ini. Itu amanat UU BI No 23 Tahun 2004.

    Para wakil rakyat tampak optimis sisa proses yang harus dilewati bisa diselesaikan sesuai jadwal. Kami optimis meski tinggal dua kali masa sidang hingga akhir tahun, ujar Wakil Ketua Komisi XI DPR, Sohibul Iman.

    Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), Fuad Rahmany menandaskan, sisa waktu 2,5 bulan diharapkan bisa dituntaskan un-tuk pekerjaan yang tersisa. Alasannya RUU OJK hanya terdiri dari 53 pasal dan yang mungkin banyak diperdebatkan hanya seki-tar 10 pasal, terutama soal supervisi bank. Jadi kalau cuma terlambat sedikit nggak apa-apa, yang penting kan sudah dalam proses pembuatan UU, tandas Fuad.

    Sesuai dengan rancangan yang ada, OJK memisahkan fungsi regulasi dan pengawasan. Regulasi dibuat oleh De-wan Komisioner, sedangkan pengawasan dijalankan oleh anggota Dewan Komisi-oner. Dewan Komisioner mewakili unsur perbankan, pasar modal, dan lembaga keuangan nonbank.

    Ini untuk menghindari kelemahan yang ada pada Bapepam-LK dan BI yang fungsi pengaturan dan pengawasannya menjadi satu. Saya sering dikritik sebagai yang mem-buat aturan, tapi saya juga yang mengawasi pelaksanaannya. Ini tidak fair dan ada kon-flik kepentingan, tambah Fuad.

    Selain keanggotaan dalam OJK yang tak bisa dipecat, independensi OJK juga bakal dijaga dari sisi anggaran operasional lemba-ga tersebut, karena datang dari industri yang diawasi bukan dari pemerintah, lanjut Fuad.

    Pengalihan fungsi Pengawasan Bank dari BI kepada Lembaga Pengawasan Sek-

    33 Tahun Pasar Modal Indonesia

    R

    Dihitung sejak diaktifkannya kembali pada tahun 1977, Pasar Modal Indonesia memasuki usia

    ke-33 tahun. Tetapi bila dirunut ke belakang, kegiatan perdagangan

    Efek sudah berlangsung di Tanah Air sejak zaman penjajahan Belanda.

    tor Jasa Keuangan dilakukan bertahap setelah dipenuhi sejumlah syarat. Antara lain mencakup infrastruktur, anggaran, per-sonalia, struktur organisasi dan perangkat hukum lainnya.

    Kendati hanya bertanggung jawab ter-hadap stabilitas moneter, BI tetap diikut-kan dalam pembuatan regulasi baru. Da-lam OJK disebutkan, BI sebagai otoritas moneter tetap memiliki kewenangan untuk ikut membuat aturan perbankan yang ter-kait kebijakan moneter, sistem pembayaran, dan perannya sebagai lender of the last resort. Apalagi salah satu Dewan Komisioner OJK adalah pejabat BI ex officio.

    Dalam struktur OJK ada tiga otoritas, yakni Perbankan, Pasar Modal, dan Lem-baga Keuangan Nonbank. SDM untuk oto-ritas perbankan diambil dari BI. Akan ada bedol desa yang tentu saja harus melalui proses seleksi yang ketat. Dengan demiki-an kualitas pengaturan dan pengawasan perbankan akan lebih baik karena SDM-nya terdiri dari orang-orang yang berpenga-laman dan ahli di bidangnya.

    Kekhawatiran BI akan minimnya akses bank sentral untuk memantau per-bankan tidak perlu ada. Sebab selain ada wakil BI pada anggota Dewan Komi-sioner, OJK akan bekerja dalam koor-dinasi yang baik dengan BI, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Kemente-rian Keuangan. Peran BI sebagai lender of the last resort akan memberikan ak-ses yang cukup untuk memantau aliran

    INDEKS

    2Lot.

    EDISI 8, AguStuS 2007OKtObEr 2010

    IDX

    Calon Emiten Menjelang Tutup

    Tahun

    Sekitar 11 perusahaan tengah dipersiapkan untuk IPO sebelum akhir tahun ini. Sejumlah nama besar ikut masuk daftar dan total nilai IPO diperkirakan bisa mencapai Rp 15 triliun.

    3Lot.

    Kepatuhan Anggota Bursa Meningkat

    Uriep BUdhi prasetyo Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan

    PT Bursa Efek Indonesia

    6Lot.

    Optimisme Baru Merebak di Pasar Modal

    Tingkat Kepercayaan investor terhadap peluang investasi di pasar

    saham sedang tinggi. Kini setelah IHSG melampaui level 3.300,

    timbul optimisme baru bahwa peluang keuntungan akan tetap besar sampai akhir tahun nanti.

    6Lot.

    dana di perbankan. Meski di Inggris fungsi pengaturan

    dan pengawasan perbankan yang diem-ban AFS dikembalikan ke bank sentral, tidak berarti bahwa OJK sudah gagal menyehatkan dan menstabilkan sektor keuangan. Faktanya masih ada sekitar 39 OJK di dunia yang eksis. Jepang dan Korea Selatan termasuk contoh sukses pembentukan OJK.

    BelajaR DaRI PengalamanKata orang bijak, pengalaman adalah

    guru terbaik. Ide pembentukan OJK tercetus pada tahun 1999, setelah Indo-nesia diguncang krisis hebat pada tahun 1997-1998. Pembentukan OJK bertujuan mencegah penyimpangan aksi konglo-merasi. Krisis tahun 1997-1998 tak lepas dari fenomena konglomerasi di sektor keuangan tanpa pengawasan yang baik. Banyak financial group yang terdiri dari bank, asuransi, sekuritas dan multifinance. Ketika bank wajib menerapkan peraturan ketat tentang Batas Maksimum Pembe-rian Kredit (BMPK), konglomerat tetap bisa membobol dana masyarakat lewat perusahaan finansial se-group lainnya.

    OJK diharapkan bisa membuka era baru. BI akan berkonsentrasi pada ma-salah moneter dan bertanggung jawab atas makro-prudensial sambil memberikan ma-sukan kepada OJK yang berkosentrasi pada mikro-prudensial. Untuk menunjang tugas sebagai otoritas moneter, BI akan di-berikan akses ke perbankan guna meman-tau money supply dan lalu lintas devisa.

    Ketua Asosiasi Dana Pensiun In-donesia (ADPI), Jhony Rolindrawan mengatakan, pihaknya setuju soal ke-beradaan OJK. Alasannya karena pe-ngawasan satu atap yang merupakan ha-sil koordinasi tiga direktorat akan lebih efektif bagi perkembangan industri.

    Wakil rakyat dari PDIP Arif Budi-manta mengimbau agar pembentukan OJK didasari kebutuhan riil di Indonesia. Menurutnya, tak pantas mengambil con-toh kegagalan OJK di tempat lain untuk menentang. Toh, Federal Reserve Bank Sentral Amerika Serikat, juga gagal me-ngawasi perbankan dan membuat eko-nomi Negara itu ambruk. Amerika tak mengenal OJK.e (Tim BEI)

    Fondasi GCG Buat Emiten

    4Lot.

    Penerapan prinsip GCG menjadi syarat mutlak bagi perusahaan

    publik yang tercatat di BEI. Meski begitu, penerapan prinsip

    transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi,

    dan fairness yang menjadi tuntutan GCG membutuhkan

    upaya keras para pengelola perusahaan untuk menerapkan

    dengan baik.

    OJK diharapkan bisa membuka era baru. BI akan berkonsentrasi pada masalah

    moneter dan bertanggung jawab atas makro-prudensial

    sambil memberikan masukan kepada OJK

    yang berkonsentrasi pada mikro-prudensial.

    Sesuai amanat UU Bank Indonesia (BI) No 23 Tahun 2004, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus sudah resmi terbentuk sebelum 31 Desember 2010.

    OJK BERPACU DENGAN WAKTU

  • 33 Tahun Pasar Modal Indonesia

    OKtObEr 2010

    Tak lama lagi, industri keuangan di Tanah Air akan memiliki oto-ritas baru yang akan memayungi pengawasan sektor keuangan di Indonesia. Otoritas Jasa Keuan-gan (OJK) Indonesia, ditargetkan akan berdiri di akhir tahun 2010. Untuk itulah kami mengulas soal pendirian lembaga ini dalam tu-lisan sosialisasi di edisi kali ini.

    Kami mengulas pula soal emi-ten-emiten baru yang mewarnai pasar perdana di pasar modal Indonesia tahun 2010. Aktivitas pasar perdana yang semarak ikut mendongkrak aktivitas pasar se-kunder yang terus diwarnai senti-men positif. Simak pula, edukasi seputar perjalanan 33 tahun pasar modal Indonesia dan berbagai in-formasi menarik seperti penting-nya emiten menerapkan Good Corporate Governance (GCG), dan salah satu kisah sukses pe-menang ARA (Annual Report Award) 2009.

    Dalam Company visit kali ini kami mengajak anda mengunjungi PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dan kami menampilkan pula Uriep Budhi Prasetyo, Di-rektur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan PT Bursa Efek Indo-nesia dalam Expose.

    Selamat membacaRedaksi

    - POJOK REDAKsI:

    alam sejarah Pasar Modal Indo-nesia, kegiatan jual beli saham dan obligasi dimulai pada abad ke 19. Menurut buku Effec

    tengids yang dikeluarkan oleh Vereniging voor de Effectenhandel pada tahun 1939, jual beli efek telah berlangsung sejak 1880. Pada tanggal 14 Desember 1912 Amsterdamse Effectenbueurs mendirikan cabang bursa efek di Batavia. Di tingkat Asia, bursa Batavia tersebut merupakan yang tertua ke empat setelah Bombay, Hongkong, dan Tokyo.

    Sekitar awal abad ke-19 pemerintah kolonial Belanda mulai membangun perkebunan secara besar-besaran di Indo-nesia, yang salah satu sumber dananya berasal dari orang-orang Belanda dan Eropa yang memiliki penghasilan jauh lebih tinggi dari penghasilan penduduk pribumi.

    Atas dasar itulah maka pemerintah-an kolonial waktu itu mendirikan pasar modal yang terletak di Batavia (Jakarta) dan bernama Vereniging voor de Effectenhandel (Bursa Efek) dan langsung memulai perdagangan. Pada saat awal terdapat 13 Anggota Bursa yang aktif (makelar) yaitu : Fa. Dunlop & Kolf; Fa. Gijselman & Steup; Fa. Monod & Co.; Fa. Adree Witansi & Co.; Fa. A.W. Deele-man; Fa. H. Jul Joostensz; Fa. Jeannette Walen; Fa. Wiekert & V.D. Linden; Fa. Walbrink & Co; Wieckert & V.D. Linden; Fa. Vermeys & Co; Fa. Cruyff dan Fa. Ge-broeders.

    Perkembangan pasar modal di Bata-via tersebut begitu pesat sehingga me-narik masyarakat kota lainnya. Untuk menampung minat tersebut, pada tang-gal 11 Januari 1925 di kota Surabaya dan 1 Agustus 1925 di Semarang resmi didiri-kan bursa efek. Perkembangan pasar mo-dal waktu itu cukup menggembirakan

    terlihat dari nilai efek yang tercatat men-capai NIF 1,4 miliar (jika di indeks dengan harga beras yang disubsidi pada tahun 1982, nilainya adalah + Rp 7 triliun) yang berasal dari 250 macam efek.

    Pada permulaan tahun 1939 keadaan suhu politik di Erop