Hubungan-hubungan Bisnis.doc

26
HUBUNGAN - HUBUNGAN BISNIS 1. Keagenan . 2. Franchising (Waralaba). 3. Joint Venture. 4. Bangun Guna Serah (BUILT OPERATE AND TRANSFER). 1. Keagenan . AGEN adalah : Perusahaan perdagangan nasional yang bertindak sebagai perantara untuk dan atas nama prinsipal , berdasarkan perjanjian untuk melakukan pemasaran tanpa melakukan pemindahan hak atas fisik barang dan/atau jasa yang dimiliki/dikuasai oleh prinsipal yang menunjuknya. Hubungan bisnis dengan nama keagenan dan dengan nama distributor adalah berbeda. Namun dalam praktek bisnis sehari - hari keduanya biasanya digabungkan. Bila seorang / badan bertindak sebagai AGEN berarti ia bertindak untuk dan atas nama PRINSIPAL PRINSIPAL adalah : Perorangan atau Badan usaha yang berbentuk badan hukum atau bukan badan hukum di luar negeri atau di dalam negeri yang menunjuk agen atau distributor untuk melakukan penjualan barang dan/atau jasa yang dimiliki/dikuasai. Untuk itu pihak asing yang biasa disebut dengan PRINSIPAL harus menunjuk agen-agenya atau perwakilannya di Indonesia untuk memasarkan produknya. Aspek Hukum Dalam Ekonomi Udjiani Hartiningrum, SH. MH. Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana ‘11 1

Transcript of Hubungan-hubungan Bisnis.doc

Page 1: Hubungan-hubungan Bisnis.doc

HUBUNGAN - HUBUNGAN BISNIS

1. Keagenan .

2. Franchising (Waralaba).

3. Joint Venture.

4. Bangun Guna Serah (BUILT OPERATE AND TRANSFER).

1. Keagenan .

 

AGEN adalah :

Perusahaan perdagangan nasional yang bertindak sebagai perantara untuk dan atas nama

prinsipal , berdasarkan perjanjian untuk melakukan pemasaran tanpa melakukan

pemindahan hak atas fisik barang dan/atau jasa yang dimiliki/dikuasai oleh prinsipal yang

menunjuknya.

Hubungan bisnis dengan nama keagenan dan dengan nama distributor adalah berbeda.

Namun dalam praktek bisnis sehari - hari keduanya biasanya digabungkan. Bila seorang /

badan bertindak sebagai AGEN berarti ia bertindak untuk dan atas nama PRINSIPAL

PRINSIPAL adalah :

Perorangan atau Badan usaha yang berbentuk badan hukum atau bukan badan hukum di

luar negeri atau di dalam negeri yang menunjuk agen atau distributor untuk melakukan

penjualan barang dan/atau jasa yang dimiliki/dikuasai.

Untuk itu pihak asing yang biasa disebut dengan PRINSIPAL harus menunjuk agen-agenya

atau perwakilannya di Indonesia untuk memasarkan produknya.

Prinsipal akan bertanggung jawab terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan oleh seorang

Agen, sepanjang hal tersebut dilakukan dalam batas-batas wewenang yang diberikan

kepadanya.

Bila seorang Agen ternyata bertindak melampaui batas wewenangnya, maka agen itu sendiri

yang bertanggung jawab atas tindakan-tindakannya tadi.

Aspek Hukum Dalam EkonomiUdjiani Hartiningrum, SH. MH.

Pusat Pengembangan Bahan AjarUniversitas Mercu Buana

‘11 1

Page 2: Hubungan-hubungan Bisnis.doc

Contoh Agen :

Agen rokok Djarum Super

agen ini terikat suatu kontrak dengan PT. Djarum,

ia menjual rokok bermerek Djarum Super semata-mata untuk kepentingan PT

Djarum,

agen ini harus mengikuti aturan ataupun kebijakan dari PT. Djarum dan tidak menjual

lain selain produk dari PT. Djarum.

Agen Tunggal adalah :

perusahaan perdagangan nasional yangmendapatkan hak eksklusif dari prinsipal

berdasarkan perjanjian sebagai satu-satunya agen di Indonesia atau wilayah pemasaran

tertentu.

Contoh Agen Tunggal :

Agen Tunggal Pemegang Merek (disingkat ATPM) suatu merek dagang adalah

perusahaan yang ditunjuk untuk memasarkan suatu produk atau merek tertentu di

Indonesia oleh produsen (principle) yang umumnya berada di luar negeri., seperti

ATPM TOYOTA, ATPM DAIHATSU dan ATPM ISUZU.

Sub Agen adalah:

perusahaan perdagangan nasional yang bertindak sebagai perantara untuk dan

atas nama prinsipal berdasarkan penunjukan atau perjanjian agen tunggal untuk

melakukan pemasaran.

Distributor adalah :

Perusahaan pedagangan nasional yang bertindak untuk dan atas namanya sendiri

berdasarkan perjanjian yang melakukan pembelian, penyimpanan, penjualan serta

pemasaran barang dan/atau jasa yang dimiliki/dikuasai.

Jadi, bila seorang /badan bertindak sebagai DISTRIBUTOR berarti ia bertindak untuk dan

atas nama dirinya sendiri.

Contoh Distributor Distributor perlengkapan bayi :

distributor dapat menjual barang-barang dari berbagai merek produk perlengkapan

bayi, dan menjual produk tersebut semata-mata untuk kepentingan atau

Aspek Hukum Dalam EkonomiUdjiani Hartiningrum, SH. MH.

Pusat Pengembangan Bahan AjarUniversitas Mercu Buana

‘11 2

Page 3: Hubungan-hubungan Bisnis.doc

keuntungannya sendiri, dan memiliki kebijakan ataupun aturan sendiri dalam

menjual produknya kepada pedagang eceran atau customer.

Distributor Tunggal adalah :

perusahaan perdagangan nasional yang mendapatkan hak eksklusif dari prinsipal

berdasarkan perjanjian sebagai satu - satunya distributor di Indonesia atau wilayah

pemasaran tertentu.

Contoh : Semen Holcim

KONTRAK TERTULIS yang isinya ditentukan oleh para pihak sesuai dengan kepentingan

para pihak tersebut, asal saja tidak bertentangan dengan hukum dan kesusilaan sesuai

Pasal 1388 KUHPerdata.

SYARAT MENJADI DISTRIBUTOR, AGEN DAN SUB AGEN :

1. Warga Negara Indonesia yang berusia sekurang-kurangnya 18 tahun.

2. Mengisi formulir permohonan menjadi agen atau distributor.

3. Mematuhi peraturan-peraturan tentang agen dan distributor yang telah ditentukan oleh

perusahaan.

4. Melampirkan fotocopy KTP atau identitas lain yang masih berlaku.

5. Memiliki alamat dan nomor telepon yang jelas dan dapat dihubungi.

6. Membayar uang lisensi (Hak Penjualan) kepada perusahaan yang besarnya akan

ditentukan oleh perusahaan.

7. Membayar pembelian produk yang besarnya akan ditentukan oleh perusahaan.

8. Menandatangani Surat Perjanjian Kerjasama

Tata Cara Pendaftaran :

1. Permohonan pendaftaran agen, agen tunggal, distributor, distributor tunggal atau sub

distributor barang dan/atau jasa produksi di luar negeri atau dalam negeri ,

disampaikan secara tertulis kepada Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran

Perusahaan Departemen Perdagangan;

2. Surat permohonan pendaftaran ditandatangani oleh Direktur atau penanggung jawab

perusahaan;

Aspek Hukum Dalam EkonomiUdjiani Hartiningrum, SH. MH.

Pusat Pengembangan Bahan AjarUniversitas Mercu Buana

‘11 3

Page 4: Hubungan-hubungan Bisnis.doc

3. Paling lambat 5 (lima) hari kerja terhitung sejak diterimanya permohonan pendaftaran

secara lengkap dan benar, Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan

menerbitkan STP.

Apabila surat permohonan dinilai belum lengkap dan benar, paling lambat 3 (tiga hari kerja

terhitung sejak diterimanya surat permohonan, Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran

Perusahaan wajib menyampaikan PENOLAKAN secara tertulis kepada perusahaan yang

bersangkutan disertai alasan-alasannya.

Masa berlaku STP sebagai agen, agen tunggal , distributor, atau distributor tunggal

barang dan/atau jasa produksi luar negeri atau dalam negeri yang ditunjuk oleh

prinsipal produsen : diberikan selama 2 (dua) tahun terhitung sejak tanggal diterbitkan

STP, kecuali di dalam perjanjian atau konfirmasi ditentukan kurang dari 2 (dua) tahun.

Masa berlaku STP sebagai agen, agen tunggal,distributor, atau distributor tunggal

barang dan/atau jasa produksi luar negeri atau dalam negeri yang ditunjuk oleh

prinsipal supplier : diberikan selama 2 (dua) tahun terhitung sejak tanggal diterbitkan

STP, kecuali dalam perjanjian atau konfirmasi ditentukan kurang dari 2 (dua) tahun atau

ditentukan kurang dari itu oleh prinsipal produsen;

Masa berlaku STP sebagai sub agen atau sub distributor diberikan sesuai jangka waktu

yang diperjanjikan dan paling lambat sama dengan masa berlaku STP dari agen, agen

tunggal, distributor, atau distributor tunggal yang menunjuk.

Setiap agen, agen tunggal sub agen, distributor, distributor tunggal atau sub distributor

barang dan / atau jasa yang STP-nya HILANG WAJIB mengajukan permohonan

penggantian secara tertulis kepada Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan

dengan melampirkan Surat Keterangan Kehilangan dari Kepolisian.

Setiap agen, agen tunggal sub agen, distributor, distributor tunggal atau sub distributor

barang dan/ atau jasa yang STP-nya RUSAK WAJIB mengajukan PERMOHONAN

PENGGANTIAN SECARA TERTULIS kepada Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran

Perusahaan dengan melampirkan STP asli yang rusak.

Aspek Hukum Dalam EkonomiUdjiani Hartiningrum, SH. MH.

Pusat Pengembangan Bahan AjarUniversitas Mercu Buana

‘11 4

Page 5: Hubungan-hubungan Bisnis.doc

Persyaratan Pendaftaran Agen/Distributor Barang dan/atau Jasa Produksi di Luar Negeri :

1. perjanjian yang telah dilegalisir oleh Notary Public dan surat Keterangan dari

Atase Perdagangan RI atau Pejabat Kantor Perwakilan RI di negara Prinsipal,

dengan memperlihatkan aslinya ;

2. apabila perjanjian dilakukan oleh prinsipal supplier, prinsipal supplier berkewajiban

menunjukan kewenangan dari prinsipal produsen ;

3. copy SIUP;

4. copy Tanda Daftar Perusahaan (TDP) yang masih berlaku ;

5. copy Angka Pengenal Impor Umum (API-U) yang masih berlaku, khusus untuk

distributor atau distributor tunggal;

6. copy Akta Pendirian Perusahaan dan / atau Akta Perubahan yang telah mendapat

pengesahan dari instansi berwenang;

7. copy pengesahan Badan Hukum dariDepartemen Hukum dan HAM bagi PT;

8. khusus bagi agen atau agen tunggal, membuat surat pernyataan yang

menyatakan bahwa tidak melakukan penguasaan dan penyimpanan barang yang

di ageni;

9. asli leaflet/brosur/katalog dari prinsipal untuk jenis barang dan/atau jasa yang

diageni;

10. copy surat izin atau surat pendaftaran lainnya dariinstansi teknis yang masih berlaku;

11. copy Surat Izin Usaha Tetap/Surat Persetujuan BKPM apabila perjanjian dilakukan

dengan Perusahaan PMA yang bergerak di bidang distributor wholesaler ;

12. copy Surat Izin Usaha Perusahaan Perwakilan Perdagangan Asing (SIUP3A).

Persyaratan Pendaftaran Agen/Distributor Barang dan/atau Jasa Produksi Dalam Negeri :

1. Perjanjian yang telah dilegalisir oleh Notaris dengan memperlihatkan aslinya;

2. Copy SIUP;

3. Copy TDP yang masih berlaku;

4. Copy Akta pendirian perusahaan dan/atau Akta perubahan yang telah mendapat

pengesahan dari instansi berwenang;

5. Copy pengesahan badan hukum dari Departemen Hukum dan HAM bagi PT;

6. Copy Surat Izin Usaha Industri dari prinsipal produsen;

7. Khusus bagi agen atau agen tunggal, membuat surat pernyataan yang menyatakan

bahwa tidak melakukan penguasaan dan penyimpanan barang yang diageni;

8. Asli leaflet/brosur/katalog dari prinsipal untuk jenis barang/jasa yang diageni.

Aspek Hukum Dalam EkonomiUdjiani Hartiningrum, SH. MH.

Pusat Pengembangan Bahan AjarUniversitas Mercu Buana

‘11 5

Page 6: Hubungan-hubungan Bisnis.doc

Perusahaan hanya memberikan reward khusus untuk DISTRIBUTOR, AGEN dan SUB

AGEN yang berprestasi dalam bentuk barang atau uang yang besarnya atau bentuknya

menjadi rahasia perusahaan

Cakupan wilayah DISTRIBUTOR adalah kota/kabupaten di Indonesia yang tertulis di surat

permohonan DISTRIBUTOR, AGEN dan SUB AGEN.

Cakupan wilayah AGEN adalah kecamatan dalam sebuah kota/kabupaten di Indonesia

yang tertulis di surat permohonan DISTRIBUTOR.

Cakupan wilayah SUB AGEN adalah kelurahan/desa dalam sebuah kecamatan dalam

kota/kabupaten di Indonesia yang tertulis di surat permohonan DISTRIBUTOR, AGEN dan

SUB AGEN.

Seorang Distributor di ijinkan untuk merekomendasikan Agen maupun Sub Agen untuk

ditunjuk oleh Perusahaan. Agen dan Sub Agen yang direkomendasikan oleh Distributor

ditempatkan di wilayah yang belum ada Agen dan Sub Agen. Seorang Agen di ijinkan untuk

merekomendasikan Sub Agen untuk ditunjuk oleh perusahaan.

Sub Agen yang direkomendasikan oleh Agen ditempatkan di wilayah yang belum ada Sub

Agen.

MUTASI WILAYAH :

Mutasi/perpindahan wilayah oleh DISTRIBUTOR, AGEN dan SUB AGEN hanya bisa

dilakukan di wilayah yang belum ada DISTRIBUTOR, AGEN dan SUB AGEN.

Seorang DISTRIBUTOR, AGEN dan SUB AGEN wajib mengajukan permohonan tertulis

kepada Perusahaan disertai fotocopy identitas dan sertifikat hak KEDISTRIBUTORAN,

KEAGENAN atau SUB KEAGENAN.

Agen, agen tunggal, sub agen , distributor, distributor tunggal, atau sub distributor

barang dan / atau jasa WAJIB menyampaikan LAPORAN KEGIATAN PERUSAHAAN

setiap 6 (enam) bulan sekali kepada Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan .

Agen, agen tunggal , sub agen , distributor, distributor tunggal, atau sub distributor

barang dan/atau jasa yang TIDAK MELAKUKAN LAGI KEGIATAN USAHANYA / MENUTUP

Aspek Hukum Dalam EkonomiUdjiani Hartiningrum, SH. MH.

Pusat Pengembangan Bahan AjarUniversitas Mercu Buana

‘11 6

Page 7: Hubungan-hubungan Bisnis.doc

PERUSAHAANNYA HARUS MELAPORKAN penutupan kegiatan usahanya dan

mengembalikan STP asli kepada Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan .

Agen, agen tunggal , sub agen , distributor, distributor tunggal, atau sub distributor barang

dan/atau jasa yang melakukan PERUBAHAN NAMA PRINSIPAL , STATUS PENUNJUKAN

KEAGENAN/ DISTRIBUTOR , MEREK, WILAYAH PEMASARAN , JENIS BARANG ,

ALAMAT PERUSAHAAN, PENANGGUNGJAWAB PERUSAHAAN harus melaporkan

kepada Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan.

Hak Keagenan & Distributor :

1) berhak mendapatkan pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan ketrampilan dan

pelayanan purna jual dari prinsipal serta secara teratur mendapatkan informasi

tentang perkembangan produk;

2) apabila diperlukan , agen , agen tunggal, distributor atau distributor tunggal dapat

memperkerjakan tenaga ahli WNA dalam bidang teknis sesuai dengan ketentuan

yang berlaku.

Kewajibannya antara lain :

1) agen, agen tunggal , distributor atau distributor tunggal wajib melindungi

kepentingan dan kerahasiaan prinsipal terhadap barang dan/atau jasa yang

diageni sesuai yang disepakati dalam perjanjian;

2) prinsipal produsen yang memasok barang yang pemanfaatannya berkelanjutan

dalam batas waktu paling sedikit 1 (satu) tahun wajib menyediakan suku cadang

atau pelayanan purna jual dan memenuhi jaminan atau garansi sesuai dengan

perjanjian yang telah disepakati.

Pemutusan dan Penyelesaian Sengk eta :

1) Perjanjian keagenan / kedistributoran yang masih berlaku, hanya dapat diputuskan :

atas persetujuan dari kedua belah pihak sesuai kesepakatan dan ketentuan

hukum yang berlaku.

2) Perjanjian keagenan atau kedistributoran yang masih berlaku hanya dapat

diputuskan oleh salah satu pihak yang mengadakan perjanjian apabila :

a. Perusahaan dibubarkan atau;

b. Perusahaan menghentikan usaha yang diperjanjikan atau;

Aspek Hukum Dalam EkonomiUdjiani Hartiningrum, SH. MH.

Pusat Pengembangan Bahan AjarUniversitas Mercu Buana

‘11 7

Page 8: Hubungan-hubungan Bisnis.doc

c. Dialihkan haknya atau pengalihan hakkeagenan/kedistributoran atau

Bangkrut/pailit atau;

d. Perjanjian tidak diperpanjang.

3) Apabila pemutusan perjanjian sebagai agen tunggal atau distributor tunggal yang

diikuti dengan penunjukan agen , agen tunggal ,distributor atau distributor tunggal

yang baru oleh prinsipal sebelum berakhirnya masa berlaku STP :

maka kepada agen, agen tunggal, distributor atau distributor tunggal baru dapat

diberikan STP setelah tercapainya clean break (pemutusan hubungan sama sekali).

4) Apabila pemutusan perjanjian sebagai agen atau distributor yang diikuti dengan

penunjukan agen tunggal atau distributor tunggal yang baru oleh prinsipal

sebelum berakhirnya masa berlaku STP :

maka kepada agen tunggal atau distributor tunggal baru dapat diberikan STP

setelah tercapainya clean break (pemutusan hubungan sama sekali).

5) Jika pemutusan perjanjian secara sepihak oleh prinsipal tidak diikuti dengan

penunjukan agen, agen tunggal,distributor atau distributor tunggal yang

baru :

maka prinsipal wajib terus memasok suku cadang kepada agen, agen tunggal,

distributor atau distributor tunggal yang lama sekurang- kurangnya 2 (dua) tahun

untuk menjaga kontinuitas pelayanan purna jual kepada pemakai peralatan tersebut.

6) Apabila dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan sejak dilakukan pemutusan perjanjian

sebagaimana point 3 dan 4 belum tercapai clean break (pemutusan hubungan sama

sekali) :

maka sambil menyelesaikan clean break dimaksud , prinsipal dapat menunjuk

agen , agen tunggal, distributor atau distributor tunggal yang baru.

Apabila agen / distributor ingin mengalihkan haknya kepada pihak lain baik sebagian maupun

seluruhnya, tentu dibolehkan sesuai dengan isi pasal 1338 KUHPerdata mengenai hal

kebebasan berkontrak.

Bila para pihak ingin memutuskan perjanjian tetap harus diperhatikan ketentuan pasal 1266

KUHPerdata yang pada dasarnya menetapkan bahwa pembatasan suatu perjanjian hanya

dapat dilakukan setelah adanya keputusan pengadilan.

Aspek Hukum Dalam EkonomiUdjiani Hartiningrum, SH. MH.

Pusat Pengembangan Bahan AjarUniversitas Mercu Buana

‘11 8

Page 9: Hubungan-hubungan Bisnis.doc

SANKSI-SANKSI :

Perusahaan yang melanggar ketentuan Pasal 2 ayat (1) mengenai PENDAFTARAN

dikenakan sanksi administratif berupa :

1) peringatan tertulis paling banyak 3 (tiga) kali berturut-turut dengan

tenggang waktu 2 (dua) minggu terhitung sejak tanggal pengiriman oleh Direktur

Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan;

2) pencabutan SIUP bagi perusahaan yang tidak mengindahkan peringatan tersebut

di atas.

Pelanggaran terhadap pasal 19 mengenai PELAPORAN, dikenakan sanksi administratif

berupa :

1) peringatan tertulis paling banyak 3 (tiga) kali dengan tenggang waktu 2 (dua)

minggu terhitung sejak tanggal pengiriman oleh Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran

Perusahaan ;

2) pemberhentian sementara STP selama 6 (enam) bulan

bagi perusahaan yang tidak mengindahkan peringatan sebagaimana dimaksud pada

huruf a terhitung sejak penetapan pemberhentian sementara STP;

3) STP yang telah diberhentikan sementara (huruf b) dapat diberlakukan kembali

apabila perusahaan bersangkutan memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud

Pasal 19 ;

4) pencabutan STP apabila setelah pemberhentian sementara berakhir , perusahaan

tetap tidak memenuhi ketentuan dalam Pasal 19.

Keuntungan Bisnis Keagenan :

- Bisa menekan biaya promosi karena promosi sudah dilakukan oleh produsen.

- Meningkatkan imej usaha kita seakan sejajar dengan brand produsen.

- Tidak dipusingkan dengan produksi barang

- Bisa menekan modal,dibanding harus produksi sendiri.

- Membantu dalam mendapatkan konsumen baru sehingga usaha semakin ramai.

2. Franchise (Waralaba).

Aspek Hukum Dalam EkonomiUdjiani Hartiningrum, SH. MH.

Pusat Pengembangan Bahan AjarUniversitas Mercu Buana

‘11 9

Page 10: Hubungan-hubungan Bisnis.doc

Dalam PP No.42 Tahun 2007 yang dimaksud dengan Waralaba :

hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha dalam terhadap

sistem bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa

yang telah terbukti berhasil dan dapat dimanfaatkan dan/atau digunakan oleh pihak lain

berdasarkan perjanjian waralaba.

Waralaba pada dasarnya adalah :

izin khusus (licence) atas peminjaman hak kekayaan intelektual (HAKI) berupa merek

dagang dan sistem bisnis yang dimiliki oleh suatu perusahaan/individu (pewaralaba atau

franchisor) kepada terwaralaba (franchisee).

Peminjaman ini diikat dan diatur oleh suatu perjanjian perjanjian waralaba atau lisensi.

Waralaba harus memenuhi kriteria sebagai berikut :

1) memliki ciri khas usaha;

2) terbukti sudah memberikan keuntungan;

3) memiliki standar atas pelayanan dan barang dan /atau jasa yang ditawarkan yang

dibuat secara tertulis;

4) mudah diajarkan dan diaplikasikan;

5) adanya dukungan yang berkesinambungan;

6) Hak Kekayaan Intelektual yang telah terdaftar.

Yang dimaksud dengan ciri Khas usaha adalah:

suatu usaha yang memiliki keunggulan atau perbedaan yang tidak mudah ditiru

dibandingkan dengan usaha lain sejenis, dan membuat konsumen selalu mencari ciri khas

dimaksud.

Misalnya sistem cara distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari Pemberi Waralaba,

yaitu seperti :

- di bidang makanan : Wong Solo, Bakmi Japos, Es Teller 77, dll.

- di bidang pendidikan : primagama, I TutorNet, dll.

- berbentuk retail mini outlet : Indomaret, Alfamart, dll.

- di bidang telematika/informasi & Communication Technology : Inke, X4 Print, Veneta, dll.

Aspek Hukum Dalam EkonomiUdjiani Hartiningrum, SH. MH.

Pusat Pengembangan Bahan AjarUniversitas Mercu Buana

‘11 10

Page 11: Hubungan-hubungan Bisnis.doc

Pemberi Waralaba wajib memberikan :

- pembinaan dalam bentuk pelatihan,

- bimbingan operasional manajemen,

- pemasaran,

- penelitian, dan

- pengembangan kepada Penerima Waralaba secara berkesinambungan.

Pemberi Waralaba dan Penerima Waralaba mengutamakan :

penggunaan barang dan/atau jasa hasil produksi dalam negeri sepanjang memenuhi

standar mutu barang dan/atau jasa yang ditetapkan secara tertulis oleh

Pemberi Waralaba.

PEMBERI WARALABA WAJIB mendaftarkan prospektus penawaran Waralaba sebelum

membuat perjanjian Waralaba dengan Penerima Waralaba.

Penerima Waralaba wajib mendaftarkan perjanjian Waralaba.

Permohonan pendaftaran Waralaba diajukan kepada Menteri.

Menteri menerbitkan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba apabila permohonan pendaftaran

Waralaba telah memenuhi persyaratan .

Adapun persyaratan permohonan pendaftaran Waralaba adalah sebagai berikut:

a). foto kopi legalitas usaha;

b). foto kopi perjanjian Waralaba;

c). foto kopi prospektus penawaran Waralaba; dan

d). foto kopi KTP pemilik/pengurus perusahaan.

MEMPERSIAPKAN PROSPEKTUS :

a) Prospektus diartikan sebagai dokumen penjelasan dari si Pemberi Waralaba yang

berisi fakta-fakta terkait dengan waralaba yang ditawarkan.

b) Di dunia internasional Prospektus dapat dipersamakan dengan Franchise Offering

Circular.

c) Prospektus sekurang-kurangnya berisi :

- data identitas Pemberi Waralaba

- legalitas usaha Pemberi Waralaba

Aspek Hukum Dalam EkonomiUdjiani Hartiningrum, SH. MH.

Pusat Pengembangan Bahan AjarUniversitas Mercu Buana

‘11 11

Page 12: Hubungan-hubungan Bisnis.doc

- sejarah kegiatan usahanya

- struktur organisasi Pemberi Waralaba

- data laporan keuangan 2 tahun terakhir

- jumlah tempat usaha

- daftar Penerima Waralaba

- ringkasan hak dan kewajiban Pemberi Waralaba dan Penerima Waralaba

d) Mendaftarkan salinan Prospektus, dengan dilengkapi salinan legalitas Pemberi

Waralaba, ke Kementerian Perdagangan.

MEMBUAT KONTRAK WARALABA :

a) Merujuk pada ketentuan perundang-undangan di Indonesia, yang menyatakan bahwa

waralaba adalah harus dilaksanakan berdasarkan suatu perjanjian tertulis, maka

kedudukan Kontrak Waralaba dalam suatu transaksi waralaba adalah krusial dan

fundamental.

b) Kurang tersedianya peraturan hukum yang secara spesifik dan detil mengatur

Waralaba membuat para pihak harus mengandalkan Kontrak sebagai sumber/dasar

hukum yang akan mengatur hubungannya.

c) Kontrak waralaba secara perundang-undangan minimum mencakup :

- nama dan alamat para pihak

- jenis hak kekayaan intelektual

- kegiatan usaha

- hak dan kewajiban para pihak

- bantuan, fasilitas, bimbingan operasional, pelatihan dan pemasaran yang

diberikan Pemberi Waralaba

- wilayah usaha

- jangka waktu perjanjian

- tata cara pembayaran imbalan

- pemilikan, perubahan pemilikan, dan hak ahli waris

- penyelesaian sengketa

- tata cara perpanjangan, pengakhiran dan pemutusan perjanjian.

Surat Tanda Pendaftaran Waralaba berlaku untuk jangka waktu 5 (lima) tahun.

Dalam hal perjanjian Waralaba belum berakhir Surat Tanda Pendaftaran Waralaba dapat

diperpanjang untuk jangka waktu 5 (lima) tahun.

Aspek Hukum Dalam EkonomiUdjiani Hartiningrum, SH. MH.

Pusat Pengembangan Bahan AjarUniversitas Mercu Buana

‘11 12

Page 13: Hubungan-hubungan Bisnis.doc

Proses permohonan dan penerbitan Surat Tanda pendaftaran Waralaba tidak

dikenakan biaya.

Pemerintah dan Pemerintah Daerah melakukan pembinaan Waralaba, yakni antara lain

berupa pemberian :

1) pendidikan dan pelatihan Waralaba;

2) rekomendasi untuk memanfaatkan sarana perpasaran;

3) rekomendasi untuk mengikuti pameran Waralaba baik di dalam dan di luar negeri;

4) bantuan konsultasi melalui klinik bisnis;

5) penghargaan kepada Pemberi Waralaba lokal terbaik; dan/atau

6) bantuan perkuatan permodalan.

Menteri melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Waralaba.

SANKSI-SANKSI :

Menteri, Gubernur, Bupati/Walikota sesuai kewenangan masing-masing dapat

mengenakan sanksi administratif bagi Pemberi Waralaba dan Penerima yang

melanggar ketentuan, yaitu berupa :

1) peringatan tertulis;

2) denda; dan/ atau

3) pencabutan Surat Tanda Pendaftran Waralaba.

Sanksi administratif berupa peringatan tertulis dikenakan kepada :

Pemberi Waralaba dan Penerima Waralaba yang melanggar ketentuan ini dapat diberikan

paling banyak 3 (tiga) kali dalam tenggang waktu 2 (dua) minggu terhitung sejak tanggal

surat peringatan sebelumnya diterbitkan.

Sedangkan sanksi administrasi berupa denda,dikenakan Kepada :

Aspek Hukum Dalam EkonomiUdjiani Hartiningrum, SH. MH.

Pusat Pengembangan Bahan AjarUniversitas Mercu Buana

‘11 13

Page 14: Hubungan-hubungan Bisnis.doc

Pemberi Waralaba yang tidak melakukan pendaftaran prospektus penawaran Waralaba atau

Penerima Waralaba yang tidak melakukan pendaftaran perjanjian Waralaba setelah

diterbitkannya surat peringatan.

Denda dikenakan paling banyak Rp.100.000.000 (seratus juta rupiah).

Sanksi administratif berupa pencabutan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba, dikenakan

kepada :

Pemberi Waralaba yang tidak melakukan pembinaan kepada Penerima Waralaba setelah

diterbitkannya surat peringatan tertulis ketiga.

Dalam setiap perjanjian Waralaba, Pewaralaba (Franchisor) selaku pemilik dari Sistem

Waralabanya memberikan lisensi kepada Terwaralaba (Franchisee) untuk dapat

menggunakan Merek Dagang/Jasa dan logo yang dimiliki oleh Pewaralaba.

Keberhasilan dari suatu organisasi Waralaba tergantung dari penerapan

Sistem/Metode Bisnis yang sama antara Pewaralaba dan Terwaralaba.

Sistem Bisnis dalam Waralaba berupa :

pedoman yang mencakup standarisasi produk,

metode untuk mempersiapkan atau mengolah produk atau makanan, atau

metode jasa,

standar rupa dari fasilitas bisnis,

standar periklanan,

sistem akuntansi, kontrol persediaan, dan kebijakan dagang, dll.

Dalam setiap format bisnis Waralaba, Pewaralaba baik secara langsung atau tidak

langsung menarik pembayaran dari Terwaralaba atas penggunaan merek dan atas

partisipasi dalam sistem Waralaba yang dijalankan.

Biaya biasanya terdiri atas :

Biaya Awal,

Biaya Royalti,

Biaya Jasa,

Biaya Lisensi dan atau Biaya Pemasaran bersama.

Aspek Hukum Dalam EkonomiUdjiani Hartiningrum, SH. MH.

Pusat Pengembangan Bahan AjarUniversitas Mercu Buana

‘11 14

Page 15: Hubungan-hubungan Bisnis.doc

Biaya lainnya juga dapat berupa biaya atas jasa yang diberikan kepada Terwaralaba

(mis: biaya manajemen).

Ada 2 sistem Pembagian Keuntungan dalam waralaba, yaitu :

1) royalti

2) bagi hasil.

Pada Sistem Royalti :

pewaralaba mendapatkan bagian keuntungan sesuai dengan kesepakatan kontrak meskipun

terwaralaba merugi .

Keuntungan Bagi Hasil :

keuntungan pewaralaba ditentukan oleh pendapatan terwaralaba sehingga semakin besar

pendapatan terwaralaba, semakin besar keuntungan yang akan dibagikan kepada

pewaralaba.

Rata-rata, dalam bisnis waralaba pengembalian modal Di dapat setelah 3-5 tahun sejak

pertama kali usaha dibuka.

Seperti :

waralaba ritel, umumnya pewaralaba akan mendapat keuntungan sekitar 1 (satu) persen

apabila pendapatan perbulan sudah di atas Rp.100 juta.

Keuntungan bisnis waralaba adalah:

1) Proses belajar singkat ;

2) Menggunakan nama usaha yang terkenal ;

3) Mendapat bantuan memulai usaha ;

4) Jaminan suplai dan dukungan usaha lain;

5) Serta kekuatan dalam kegiatan promosi yang efisien;

6) Resiko gagal kecil;

7) Program manajemen yang telah teruji.

Aspek Hukum Dalam EkonomiUdjiani Hartiningrum, SH. MH.

Pusat Pengembangan Bahan AjarUniversitas Mercu Buana

‘11 15

Page 16: Hubungan-hubungan Bisnis.doc

Dari sisi kerugian, sejumlah hal bisa disebutkan di sini :

1) bila memilih bisnis waralaba, meski usaha milik sendiri, kebijakan umumnya masih

ditentukan oleh franchisor (penjual waralaba), dan untuk membentuk sistem yang

baku, perlu proses yang birokratis.

2) Biaya awal cukup tinggi.

3) Terwaralaba diwajibkan untuk menyumbang presentase penjualan kepada

perusahaan induk,.

3. Joint Venture.

Menurut Amirizal, SH., M.Hum menyatakan bahwa joint venture adalah :

kerja sama antara pemilik modal asing dengan pemilik modal nasional semata-mata

berdasarkan perjanjian belaka.

Kata joint Venture kalau diterjemahkan dapat berarti berusaha secara bersama-sama. Usaha

bersama tersebut dapat mencakup semua jenis kerja sama.

Langkah awal dalam mendirikan perusahaan joint venture tersebut ialah :

dengan mengadakan perjanjian joint venture antara pemilik modal asing dan pemilik modal

nasional.

Bentuk joint venture dapat dibagi menjadi 2 (dua) kerja sama, yaitu :

1. Antara orang dan/atau badan hukum RI dengan orang dan/atau badan hukum RI ;

2. Antara orang dan/atau badan hukum RI dengan orang dan/atau badan hukum asing/

lembaga internasional.

Kerja sama Joint venture merupakan :

kerja sama pemerintah dan swasta dimana tanggungjawab dan kepemilikan ditanggung

bersama dalam hal penyediaan pelayanan infrastruktur.

Dalam kerja sama ini masing-masing pihak mempunyai posisi yang seimbang dalam

perusahaan. Kerja sama ini bertujuan untuk memadukan keunggulan sektor swasta seperti

modal, teknologi, kemampuan manejemen, dengan keunggulan pemerintah yakni

kewenangan dan Kepercayaan masyarakat.

Aspek Hukum Dalam EkonomiUdjiani Hartiningrum, SH. MH.

Pusat Pengembangan Bahan AjarUniversitas Mercu Buana

‘11 16

Page 17: Hubungan-hubungan Bisnis.doc

Keuntungan Joint Venture :

Apabila dilihat dari kepentingan modal domestik, maka joint venture akan memberikan

suatu keuntungan, karena :

1) mitra lokal mendapat bantuan pendanaan dengan memanfaatkan modal asing;

2) mitra lokal dapat memanfaatkan kemampuan manajemen asing yang kaya

pengalaman;

3) mitra lokal dapat memanfaatkan dan menembus pasar di luar negeri yang dikuasai

partner asing;

4) mitra lokal dapat menerima transfer teknologi asing;

5) mitra lokal dapat meningkatkan kemampuan karyawan domestik dengan training

(ketrampilan) yang diberikan pihak asing.

Keuntungan-keuntungan bagi Investor asing antara lain :

a. Mendapat akses ke sumber-sumber lokal;

b. Memperoleh pengalaman dan kiat-kiat mitra lokal dalam

operasinya di dalam negeri;

c. Dapat memperoleh akses ke pasar domestik yang dimiliki mitra lokal;

d. Dapat memperoleh pengurangan risiko usaha dengan pembagian beban risiko.

Kerugian – Kerugian dari Joint Venture :

Bagi Pihak Domestik (dalam negeri) :

1) Manajemen tidak dapat dikuasai sepenuhnya oleh pihak

domestik, melainkan harus dibagi dengan pihak asing yang lebih mempunyai

kemampuan;

2) Training dan manajemen belum tentu diberikan dalam batas-batas kemampuan

yang memadai untuk standar asing;

3) Kemungkinan transfer nilai harga dengan perusahan induk dalam dimensilebih besar

dapat dilaksanakan,dan yang bisa menimbulkan kerugian bagi mitra lokal.

Aspek Hukum Dalam EkonomiUdjiani Hartiningrum, SH. MH.

Pusat Pengembangan Bahan AjarUniversitas Mercu Buana

‘11 17

Page 18: Hubungan-hubungan Bisnis.doc

Kerugian bagi Pihak Investor Asing :

1) Manajemen tidak seluruhnya berada ditangannya, melainkan harus dibagi

wewenangnya dengan pihak domestik, walaupun melalui suatu perjanjian

tersendiri;

2) Teknologi harus terbuka bagi mitra lokal, walaupun masih ada yang dapat

disembunyikan dan yang tertutup;

3) Strategi pemasaran dari barang-barang produksi mungkin tidak sepenuhnya dapat

dikuasai, karena tidak seluruhnya dapat disebarkan atau dipasarkan.

4. Bangun Guna Serah (Build, Operate and Transfer =BOT).

Bangun Guna Serah (Built Operate and Transfer) adalah :

suatu bentuk perjanjian kerjasama yang dilakukan antara Pemegang hak atas tanah dengan

investor, yang menyatakan bahwa pemegang hak atas tanah memberikan hak kepada

investor untuk mendirikan bangunan selama masa perjanjian bangun guna serah (BOT), dan

mengalihkan kepemilikan Bangunan tersebut kepada pemegang hak atas tanah setelah

masa bangun guna serah berakhir.

Bangunan yang didirikan oleh investor dapat berupa :

gedung perkantoran,

apartemen,

pusat perbelanjaan,

rumah toko (ruko),

hotel, dan/atau bangunan lainnya

Penghasilan investor sehubungan dengan perjanjian bangun guna serah adalah :

penghasilan yang diterima atau diperoleh investor dari pengusahaan bangunan yang

didirikan.

Penghasilan yang diterima atau diperoleh investor dari pengusahaan bangunan yang

didirikan, antara lain :

penggantian atau imbalan yang diterima atau diperoleh pemegang hak atas tanah apabila

masa perjanjian bangun guna serah diperpendek dari masa yang telah ditentukan.

Aspek Hukum Dalam EkonomiUdjiani Hartiningrum, SH. MH.

Pusat Pengembangan Bahan AjarUniversitas Mercu Buana

‘11 18

Page 19: Hubungan-hubungan Bisnis.doc

Bangunan yang diserahkan oleh investor kepada pemegang hak atas tanah setelah

masa Perjanjian BOT berakhir merupakan penghasilan baik pemegang hak atas tanah,

dan terutang PPh sebesar 5% (lima persen) dari jumlah bruto nilai tertinggi antara nilai

pasar dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) bangunan yang telah diserahkan.

Jangka waktu Bangun Guna Serah :

paling lama 20 tahun (dua puluh tahun) sejak perjanjian ditanda tangani.

Hubungan bisnis bangun guna serah ini akan membawa keuntungan bagi kedua belah

pihak, yaitu :

Di satu pihak si pemilik tanah tidak mempunyai modal untuk membangun di atas

tanah tersebut.

Sedangkan si pemilik modal investor (investor) mempunyai dana, namun tidak

memiliki tanah untuk membangun.

Dengan demikian lembaga ini membawa kepentingan yang sama-sama baik bagi kedua

belah pihak.

 

Aspek Hukum Dalam EkonomiUdjiani Hartiningrum, SH. MH.

Pusat Pengembangan Bahan AjarUniversitas Mercu Buana

‘11 19