Hubungan ketenagakerjaan

download Hubungan ketenagakerjaan

of 19

  • date post

    24-May-2015
  • Category

    Education

  • view

    3.157
  • download

    3

Embed Size (px)

Transcript of Hubungan ketenagakerjaan

  • 1. 1 MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA HUBUNGAN KETENAGAKERJAAN Diajukan Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia Disusun oleh: Kelompok 10: Nisa Aulia 11390035 Ageng Asmara Sani 11390045 Nimas Murnani 11390071 Nur Tanti Khanifah 11390075 Nur Fursana Halim 11390101 KUI-B Dosen: Fitri Maulida Rahmawati S.E.,MM KEUANGAN ISLAM FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2014

2. 2 MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Berkembangnya suatu Negara dapat dilihat dari pertumbuhan ekonominya yang pesat dari sektor mikro ataupun makro, dalam mejuwudkan kehidupan bangsa yang sejahtera. Negara Indonesia merupakan negara yang digolongkan dalam negara berkembang diamana pertumbuhan ekonominya dalam tahap lepas landas. Banyak sektor yang sedang mengalami pertumbuhan dari segi pertanian, pertambangan ataupun industri, dari berbagai macam kegiatan ekonomi ini Negara Indonesia memiliki cara tersendiri dalam mensejahterakan rakyatnya yang diatur dalam UUD 1945 dalam pasal 33 ayat 1-5, dimana disebutkan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Upaya negara dalam mensejahterkan rakyat dapat dilakukan dengan berbagai macam kegiatan perekonomian diberbagai bidang, salah satunya yaitu dibidang industri. Dimana bidang industri merupakan ciri dari perekonomian negara berkembang merupakan salah satu cabang yang banyak menyerap tenaga kerja. Dalam hal inilah pemerintah berusaha untuk mengembangkan usaha industri dalam meningkatkan perekonomian bangsa. Berbagai macam perusahan yang bergerak di bidang industri turut menyerap banyak tenaga kerja, dimana, didalamnya terdapat hubungan antara pekerja dan pengusaha. Dalam hal inilah berbagai macam aturan mengatur tentang hubungan pekerja dengan pengusaha, berbagai macam aturan diberlakukan di Indonesia dalam menagatur hubungan kerja ini diantanranya undang- undang no. 13 tahgun 2003 tentang ketenagakerjaan. Dari terlaksananya kegiatan ekonomi yang dilaksanakan dalam bidang industri ini mengakibatkan berbagai macam persoalan yang muncul, seperti yang telah disebutkan di atas bahwa dengan adanya kegiatan industri tersebut maka akan diikuti oleh adanya hubungan kerja antara pengusaha dan para pekerja/buruh. Dengan adanya hubungan kerja tentu akan dikuti oleh adanya perjanjian dimana perjanjian tersebut berakibat hukum yang mengikat secara formil maupun materil. Dari berbagai hungan inilah berbagai macam permasalahan akan muncul apabila dari salah satu pihak melakukan wanprestasi yang terkait tentang masalah 3. 3 MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA perdata, akan tetapi akan muncul juga masalah pidana juaga apabila terdapat pelanggaran didalam perjanjian tersebut. B. Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud dengan hubungan ketenagakerjaan? 2. Bagaimana peran serikat pekerja? 3. Bagaimana demosi dan promosi berlaku? 4. Bagaimana pemutusan hubungan ketenagakerjaan? C. Tujuan 1. Untuk mengetahui pengertian hubungan ketenagakerjaan 2. Untuk mengetahuiperan serikat pekerja 3. Untuk mengetahui bagaimana demosi dan promosi yang baik 4. Untuk mengetahui bagaimana pemutusan hubungan ketenagakerjaan 4. 4 MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA BAB II PEMBAHASAN A. Hubungan Ketenagakerjaan Hubungan Ketenagakerjaan (labor relations) adalah hubungan berkesinambungan antara sekelompok karyawan (yang diwakili oleh serikat pekerja) dengan manajemen perusahaan. Di Indonesia, istilah hubungan ketenagakerjaan sejak tahun 1974 diganti dengan istilah hubungan industrial pancasila., hubungan industrial merupakan keseluruhan hubungan kerjasama antara semua pihak (pengusaha, karyawan, pemerintah dan masyarakat) yang tersangkut dalam proses produksi di suatu perusahaan. Pengusaha memiliki kepentingan atas kelangsungan dan keberhasilan perusahaan karena ingin mencapai keuntungan yang sepadan dengan modal yang diinvestasikan. Karyawan dan serikat pekerja memiliki kepentingan terhadap perusahaan, yaitu sebagai sumber penghasilan dan penghidupan. Pemerintah dan masyarakat memiliki kepentingan terhadap perusahaan, karena sekecil apa pun perusahaan adalah merupakan bagian dari kekuatan ekonomi nasional yang menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan adanya berbagai kepentingan berbagai pihak di atas, dan juga adanya keterlibatan mereka dalam proses produksi maka muncullah apa yang disebut hubungan, yaitu hubungan antar pengusaha, karyawan atau serikat pekerja, pemerintah maupun masyarakat. 1. Hubungan Kerja Hubungan kerja adalah hubungan antara dua belah pihak, yaitu pihak pekerja dan pengusaha. Dilihat dari segi hukum, hubungan kerja adalah hubungan antara buruh dan majikan yang terjadi setelah diadakan perjanjian kerja, dimana buruh menyatakan kesanggupannya untuk bekerja pada majikan dengan menerima upah dan majikan menyatakan kesanggupannya untuk mempekerjakan buruh dengan membayar upah. Dari definisi di atas, ada 3 unsur yang harus dipenuhi dalam hubungan kerja, yaitu: 1) pekerja atau buruh; 2) pengusaha atau majikan; dan 3) perjanjian kerja antara pekerja dan pengusaha. Perjanjian kerja ini dapat mengambil bentuk perjanjian antara seorang pekerja dengan pengusaha dapat pula mengambil bentuk perjanjian 5. 5 MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA antara organisasi/serikat pekerja dengan pengusaha atau yang disebut sebagai perjanjian perburuhan/ketenagakerjaan. 2. Perjanjian Kerja dan Perjanjian Perburuhan Perjanjian kerja adalah suatu perjanjian dimana pihak kesatu (dalam hal ini pekerja), mengikatkan diri untuk bekerja dengan menerima upah dari pihak lainnya (yaitu pengusaha), dimana pihak lainnya tersebut mengikatkan diri untuk mempekerjakan pekerja dengan membayar upah. Perjanjian kerja ini dapat dibuat secara tertulis maupun secara lisan. Hal-hal yang tercakup dalam peranjian kerja meliputi: 1. macam pekerjaan yang dijanjikan; 2. waktu berlakunya perjanjian kerja; 3. upah pekerja yang berupa uang untuk setiap bulan; 4. waktu istirahat; 5. besarnya bagian keuntungan perusahaan yang menjadi bagian pekerja dan cara menghitungnya (jika ada); 6. peraturan tentang pensiun atau penyediaan hari tua (jika ada); 7. bagian upah lain yang menurut perjanjian menjadi hak pekerja. B. Serikat Pekerja Serikat pekerja (union) adalah sebuah organisasi yang berunding bagi para karyawan menyangkut upah, jam kerja, dan syarat serta kondisi kerja lainnya. Peran Serikat Pekerja : 1. Menciptakan tingkat solidaritas yang tinggi dalam satu kesatuan diantara pekerja dengan pekerja, pekerja dengan serikat pekerjanya, pekerja/ serikat pekerja dengan manajemen 2. Meyakinkan anggotanya untuk melaksanakan kewajibannya disamping haknya diorganisasi dan diperusahaan, serta pemupukan dana organisasi. 3. Dana organisasi dibelanjakan berdasarkan program dan anggaran belanja yang sudah ditetapkan guna kepentingan peningkatan kemampuan dan pengetahuan pengurus untuk bidang pengetahuan terkait dengan keadaan dan kebutuhan ditempat bekerja, termasuk pelaksanaan hubungan industrial. 4. Sumber daya manusia yang baik akan mampu berinteraksi dengan pihak manajemen secara rasional dan obyektif. 6. 6 MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA C. Dampak Serikat Pekerja Menurut Pasal 104 ayat 1 undang-undang ketenagakerjaan tahun 2003, setiap pekerja berhak membentuk dan menjadi anggota serikat karyawan. Ada dua perspektif perihal dampak serikat karyawan: perspektif monopoli (monopoly perspective) dan perspektif suara kolektif (collective voice perspective). Dampak- dampak yang ditimbulkan dengan adanya serikat pekerja antara lain: 1. Dampak Monopoli Perspektif monopoli atas serikat pekerja bermula dari premis bahwa serikat karyawan menaikan upah di atas tingkat upah kompetitif. Seberapa banyak serikat pekerja menaikkan upah adalah bervariasi di seluruh pasar tenaga kerja, industri, jabatan, kelompok demografis dan prosedur estimasi dan data.serikat kerja tampaknya berpengaruh positif pula terhadap tunjangan pelengkap (fringe benefit). Kemajemukan dampak gaji serikat pekerja di semua industry sebagian disebabkan oleh kemampuan serikat karyawan membawa upah keluar dari kompetisi. Apabila serikat pekerja menaikkan gaji terlalu tinggi di suatu pasar kompetitif, maka mereka mengancam kelangsungan hidup perusahaan dan dirinya sendiri. Upah dapat dibawa keluar dari kompetisi melalui beberapa cara. Pertama, tuntutan serikat pekerja mungkin relatif tidak sensitive terhadap perubahan upah. Yakni, para konsumen akan menyerap biaya tenaga kerja yang melambung tanpa mengimbangi dampak pekerjaan. Kedua, tingkat organisasi serikat pekerja di dalam suatu pasar tertentu dapat pula mempengaruhi kekuatan monopoli serikat pekerja. 2. Dampak Suara Kolektif Sebagian besar karyawan merasa bahwa lebih mudah bertarung demi perbaikan kerja melalui serikat karyawan. Para karyawan ini mempunyai beberapa pilihan manakala mereka tidak puas dengan pekerjaan: mereka tidak berbuat apa-apa, mereka dapat berhenti dari pekerjaan atau mereka mengeluh dan mencoba memperbaiki kondisi di seputar mereka. Di samping itu, banyak karyawan yang takut dipecat sehingga mereka menyembunyikan perasaanya. Sebagian karyawan merasa bahwa lebih mudah bertarung demi perbaikan kerja melalui serikat pekerja. Penggabungan diri dan penggalangan suara 7. 7 MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA kolektif (collective voice) menawarkan perlindungan dari ketakutan ancaman manajemen. 3. Dampak Terhadap Manajemen dan Produktivitas Serikat karyawan memiliki sumber kekuatan dan pengaruh yang luar biasa terhadap praktik-praktik manajerial, perilaku pekerja, dan kondisi dasar pekerjaan. Serikat pekerja mengakibatkan erosi signifikan atas otoritas pengambilan keputusan manajerial untuk mengendalikan kalangan karyawan. Banyak keputusan personalia penting yang harus sesuai dengan isi kontrak perjanjian perundingan kerja bersama antara manajemen karyawan. Kemampuan manajemen dalam mengambil keputusan yang tidak mendapat tantangan menyangkut gaji, promosi, transfer, pemecatan, dan urusan personalia