Gangguan Afektif Bipolar Episode Kini Mania (LAPSUS)

of 27/27
STATUS PASIEN No. Registrasi : 00 – 14 – 06 – 55 Masuk RS : 5 Mei 2015 Nama : Nn. DS Jenis Kelamin : Perempuan Tempat/Tgl Lahir : Lajonga, 31 Desember 1975 Status Perkawinan : Belum menikah Agama : Islam Warga Negara : Indonesia Suku Bangsa : Bugis Sidrap Sekolah / Pekerjaan : SD / Tidak Bekerja Alamat / No. Telpon : Jl. Rijang Benteng Kec. Panca Lautang (SIDRAP) Keluarga Terdekat : Irmayanti (Sidrap) : 081354533216 Diagnosis Sementara : Gangguan afektif bipolar episode kini manik dengan gangguan psikotik Masuk RS yang ke : 1 (Pertama) LAPORAN PSIKIATRI I. RIWAYAT PENYAKIT : A. Keluhan utama dan alasan MRSJ / terapi : 1
  • date post

    08-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    14
  • download

    3

Embed Size (px)

description

Laporan Kasus

Transcript of Gangguan Afektif Bipolar Episode Kini Mania (LAPSUS)

STATUS PASIEN

No. Registrasi: 00 14 06 55 Masuk RS: 5 Mei 2015Nama: Nn. DSJenis Kelamin: PerempuanTempat/Tgl Lahir: Lajonga, 31 Desember 1975Status Perkawinan: Belum menikahAgama: IslamWarga Negara: IndonesiaSuku Bangsa: Bugis SidrapSekolah / Pekerjaan: SD / Tidak BekerjaAlamat / No. Telpon: Jl. Rijang Benteng Kec. Panca Lautang (SIDRAP) Keluarga Terdekat: Irmayanti (Sidrap) : 081354533216Diagnosis Sementara: Gangguan afektif bipolar episode kini manik dengan gangguan psikotikMasuk RS yang ke: 1 (Pertama)

LAPORAN PSIKIATRII. RIWAYAT PENYAKIT :A. Keluhan utama dan alasan MRSJ / terapi :Gelisah

B. Riwayat gangguan sekarang : Keluhan dan gejalaPasien dibawa ke RS Dadi karena keluarga pasien mengeluh pasien gelisah dan kadang mengamuk sambil melempar barang dan sering mengancam ingin memukul Ibunya. Pasien juga sering membakar perabotan rumah tangga dengan alasan ingin mendaur ulang perabot rumah tangga menjadi perhiasan, keluarga pasien sering melihat pasien berbicara sendiri dan tidak jarang pasien berbicara kotor. Pasien mengaku dirinya adalah presiden dan merasa dirinya sangat cantik Hendaya / disfungsiHendaya dalam bidang sosial (+)Hendaya dalam bidang pekerjaan (+)Hendaya dalam penggunaan waktu senggang (+) Faktor stressor psikososial :Tidak diketahui Hubungan gangguan sekarang dengan riwayat penyakit fisik dan psikis sebelumnya : Tidak ditemukan penyakit fisik berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Dari Alloanamnesis diketahui bahwa pasien pertama kali mengamuk pada tahun 1998 tanpa alasan yang jelas. Tetapi gejala tersebut hanya berlangsung 3 bulan. Setelah itu pasien tidak mengamuk lagi. Pada tahun 2001, pasien yang awalnya tidak suka dandan mulai menggunakan make up, tetapi masih dalam batas wajar. Semakin hari make up pasien menjadi semakin tebal dan berlebihan. Pasien juga sering memuji muji dirinya sendiri. Pasien merasa sangat cantik. Kelainan ini terus bertahan sampai sekarang, tetapi keluarga tidak memeriksakan pasien ke dokter jiwa dengan alasan pasien tidak mengganggu orang disekitarnya. Tetapi karena 1 bulan yang lalu pasien menjadi semakin sering mengamuk dan membahayakan orang lain dengan membakar perabotan di rumah, maka dari itu keluarga pasien memutuskan untuk membawa pasien ke RS Jiwa untuk yang pertama kalinya.

C. Riwayat gangguan sebelumnya :Riwayat kejang (-)Riwayat pemakaian NAPZA: merokok (+), alkohol (-), obat-obatan (-)Riwayat trauma (-)Riwayat infeksi (-)

D. Riwayat kehidupan pribadi : Riwayat prenatal dan perinatal (0 1 tahun)Pasien lahir normal di rumah pada tahun 1975 , cukup bulan, ditolong oleh dukun. Riwayat masa kanak kanak awal (1 3 tahun)Pertumbuhan dan perkembangan pasien sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan anak anak pada umumnya. Riwayat masa kanak kanak pertengahan (4 11 tahun)Pasien mulai masuk SD saat usia 7 tahun, prestasi disekolah biasa saja. Riwayat masa remaja (12 17 tahun)Setelah tamat SD pasien tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP dan SMA. Pertumbuhan dan perkembangan pasien sama dengan remaja lain. Pasien dikenal sebagai orang yang ramah dan mudah bergaul. Riwayat masa dewasa (18 tahun sekarang)Pasien belum menikah dan tidak bekerja. Pasien lebih memilih tinggal bersama dan merawat ibunya. E. Riwayat kehidupan keluarga : Pasien adalah anak ke 4 dari 7 bersaudara (, , , , , , ) Hubungan dengan saudara kurang baik Tidak ada riwayat penyakit yang sama dalam keluarga

F. Situasi saat ini :Pasien saat ini tinggal berdua bersama ibunya. Ibu pasien memahami keadaan pasien dan selalu berusaha mendukung proses penyembuhan anaknya. Keadaan sosial ekonomi keluarga pasien tergolong cukup. Pasien tidak bekerja.

G. Persepsi pasien tentang diri dan kehidupannya :Pasien tidak merasa memiliki kelainan jiwa atau penyakit lainnya sehingga pasien tidak merasa membutuhkan pengobatan

II. STATUS MENTAL :A. Deskripsi Umum : Penampilan Penampilan umum:Tampak wanita dengan perawakan pendek, agak gemuk, kulit sawo matang, wajah sesuai usia dan perawatan diri kurang. Pasien menggunakan pakaian pesta berwarna keemasan, rok pesta berwarna hijau, dandanan untuk ke pesta yang berlebihan dengan lipstik ungu yang mencolok. Menggunakan banyak gelang yang berwarna emas, serta kalung buatan tangan yg tidak cocok dengan pakaian pasien.Pasien memakai tas plastik yang diisi anak kucing. Kesadaran : Berubah Aktivitas psikomotor : Meningkat Pembicaraan : Spontan, lancar, kesan membanjir Sikap terhadap pemeriksa : Kooperatif

B. Keadaan Afektif (mood), perasaan, dan empati, perhatian : Mood : Senang Afek : Sesuai Keserasian: Appropriate Empati : Tidak dapat dirabarasakan

C. Fungsi Intelektual (kognitif) :1. Intelegensia dan pengetahuan umum sesuai dengan tingkat pendidikan formal pasien.2. Daya konsentrasi : Cukup Baik 3. Orientasi Waktu : TergangguOrang : Tidak tergangguTempat : Tidak terganggu4. Daya ingat Segera: Terganggu Pendek: Terganggu Sedang: Terganggu Panjang: Tidak Terganggu5. Pikiran abstrak : Terganggu6. Bakat kreatif : Membuat perhiasan7. Kemampuan menolong diri sendiri : Kurang

D. Gangguan Persepsi :1. Halusinasi : Tidak ada 2. Ilusi : Tidak ada3. Depersonalisasi : Tidak ada4. Derealisasi : Tidak adaE. Proses Berpikir 1. Arus pikiran Produktivitas : Berlebih Kontinuitas : Asosiasi longgar Hendaya berbahasa : Tidak ada hendaya dalam berbahasa2. Isi pikiran Preokupasi : Tidak ada Gangguan isi pikiran : Waham kebesaran. Pasien merasa dirinya adalah artis dan presiden semua Negara.

F. Pengendalian impuls : Tidak terganggu

G. Daya nilai : Norma sosial : Terganggu Uji daya nilai : Terganggu Penilaian realitas : Terganggu

H. Tilikan (insight) : Tilikan derajat I. Yaitu penyangkalan total terhadap penyakitnya

I. Taraf dipercaya : Dapat dipercaya

III. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK LEBIH LANJUT :Pemeriksaan Fisik Status Internus : TD= 130/90 mmHgN= 92 kali/menitP= 23 kali/menit S= 370 C Tuliskan pula hal-hal bermakna lainnya yang anda temukan pada pemeriksaan fisik, Pemeriksaan Laboratorium dan penunjang lainnya : GCS = E4 M6 V5 Pemeriksaan Nervus I XII= Normal Rangsang Meningeal = Negatif Gejala peningkatan TIK= Tidak ada Refleks Patologis= Negatif

IV. IKHTISAR PENEMUAN BERMAKNA : Pasien adalah seorang wanita usia 40 tahun yang diantar masuk ke IGD Rumah Sakit Dadi oleh keluarganya karena gelisah dan sering mengamuk. Pasien mengamuk dengan melempar barang barang di rumah dan mengancam ingin memukuli ibunya. Dari Alloanamnesis diketahui bahwa pasien pertama kali mengamuk pada tahun 1998 tanpa alasan yang jelas. Tetapi gejala tersebut hanya berlangsung 3 bulan. Setelah itu pasien tidak mengamuk lagi. Pada tahun 2001, pasien yang awalnya tidak suka dandan mulai menggunakan make up, tetapi masih dalam batas wajar. Semakin hari make up pasien menjadi semakin tebal dan berlebihan. Pasien juga sering memuji muji dirinya sendiri. Pasien merasa sangat cantik. Kelainan ini terus bertahan sampai 1 bulan lalu, tetapi keluarga pasien tidak memeriksakan pasien ke dokter jiwa dengan alasan pasien tidak mengganggu orang disekitarnya. Tetapi karena 1 bulan yang lalu pasien menjadi semakin sering mengamuk dan membahayakan orang lain dengan membakar perabotan di rumah, keluarga pasien memutuskan untuk membawa pasien ke RS Jiwa untuk yang pertama kalinya. Pasien sering berbicara kotor, bicara sendiri dan susah tidur saat malam hari. Pasien mengaku dirinya adalah presiden dan tetap meyakini hal tersebut meski telah dipastikan bahwa hal itu tidak benar. Pasien juga mengaku dirinya adalah presiden sekaligus artis dan merasa sangat cantik. Dari pemeriksaan status mental didapatkan seorang wanita berkulit sawo matang dengan wajah sesuai usia menggunakan pakaian pesta berwarna emas, rok berwarna hijau, dan perawatan diri kurang. Mood senang, afek sesuai, empati tidak dapat dirabarasakan. Tidak ditemukan gangguan persepsi saat pemeriksaan, produktivitas berlebih, kontinuitas berupa asosiasi longgar, serta tidak ada hendaya berbahasa dan pengendalian impuls tidak terganggu. Pasien merasa tidak sakit dan merasa tidak perlu mendapat pengobatan.

V. EVALUASI MULTIAKSIAL : Aksis I :Berdasarkan alloanamnesis dan autoanamnesis didapatkan adanya gejala klinis yang bermakna berupa perasaan gelisah dan mengamuk, susah tidur, serta suka mengancam tanpa alasan yang jelas, sehingga mengakibatkan baik pasien maupun keluarga pasien merasa terganggu dan tidak nyaman (distress), dan sulit melakukan pekerjaan dengan benar, dan sulit mengisi waktu luangnya dengan hal yang bermanfaat (disability). Oleh karena itu, digolongkan sebagai gangguan jiwa (Menurut PPDGJ III). Dari pemeriksaan fisik tidak ditemukan tanda disfungsi otak sehingga dapat digolongkan gangguan jiwa non organik. Pasien mengalami hendaya berat dalam menilai realita sehingga digolongkan sebagai gangguan psikotik. Dari autoanamnesis ditemukan keyakinan pasien tentang dirinya mengenai hal yang tidak sesuai dengan kenyataannya (tidak cocok dengan intelegensi dan latar belakang kebudayaannya) tetapi pasien tetap meyakini hal tersebut meski dibuktikan bahwa hal itu mustahil (Waham). Dalam kasus ini pasien merasa dirinya adalah artis sekaligus presiden.Ditemukan pula riwayat gangguan jiwa sebelumnya (episode berulang) yaitu satu episode afektif lain (hipomanik), namun berdasarkan alloanamnesis terhadap ibu pasien, pasien pernah sembuh sempurna maka digolongkan sebagai gangguan afektif bipolar (F31). Episode yang sekarang memenuhi kriteria untuk diagnosis mania dengan gejala psikotik (F30.2) sehingga digolongkan sebagai Gangguan Afektif Bipolar episode kini manik dengan gejala psikotik (F31.1) Aksis II :Pasien merupakan anak ke 4 dari 7 bersaudara. Pasien tumbuh seperti anak seusianya. Pasien bersekolah sampai tamat SD dan dapat bergaul dengan teman sebayanya. Tapi informasi tersebut belum cukup untuk menggolongkan pasien ke dalam salah satu ciri kepribadian. Aksis III :Tidak ada diagnosis Aksis IV :Tidak diketahui Aksis V :GAF (Global Assesment of Functioning) scale :40 31 Gangguan dalam beberapa pengujian realitas atau komunikasi, disabilitas berat dalam beberapa fungsi.VI. DAFTAR PROBLEM : Organobiologik Tidak ditemukan kelainan fisik yang bermakna dari pemeriksaan status internus dan status neurologis tetapi kemungkinan terdapat ketidakseimbangan neurotransmitter yang mendasarki gangguan yang dialami oleh pasien, maka diperlukan psikofarmakoterapi. Psikologik Pasien mengalami hendaya berat dalam menilai realita maka dari itu pasien memerlukan psikoterapi. SosiologikPada pasien ini ditemukan adanya hendaya sosial, hendaya dalam melakukan pekerjan dan serta hendaya dalam pengunaan waktu senggang sehingga pasien memerlukan sosioterapi.

VII. PROGNOSIS :Dari hasil alloanamnesis didapatkan keadaan keadaan berikut ini :Faktor pendukung : 1. Dukungan keluarga baik2. Taraf ekonomi cukup baik 3. Riwayat premorbid dan sosial baikFaktor penghambat :1. Usia2. Stress psikososial tidak jelasDari faktor faktor tersebut dapat disimpulkan bahwa prognosis pasien adalah Dubia et Bonam

VIII. RENCANA TERAPI : Farmakoterapi : Haloperidol 5 mg 3 x 1 Clozapin 25 mg 2x1 Carbamazepin 200 mg 2 x 1 Psikoterapi : VentilasiMemberikan kesempatan seluas-luasnya kepada pasien untuk menceritakan keluhan dan isi hati serta perasaan sehingga pasien merasa lega. Hal ini dibantu oleh dokter dengan sikap yang penuh pengertian dan dengan anjuran. Jangan terlalu banyak memotong bicaranya (menginterupsi). PersuasiMenerangkan secara masuk akal tentang gejala gejala penyakitnya yang timbul akibat cara berpikir, perasaan, dan sikapnya terhadap masalah yang dihadapinya. SugestiSecara halus dan tidak langsung menanamkan pikiran pada pasien atau membangkitkan kepercayaan padanya bahwa gejala gejala yang dialaminya akan hilang. Dokter sendiri harus mempunyai sikap yang meyakinkan dan otoritas professional serta menunjukkan empati. Pasien akan percaya kepada dokter sehingga kritiknya berkurang dan emosinya terpengaruh serta perhatiannya menjadi sempit. Bila tidak terdapat gangguan kepribadian yang mendalam, maka sugesti akan efektif. BimbinganMemberi nasehat nasehat yang praktis dan khusus (spesifik) yang berhubungan dengan masalah kejiwaan pasien agar ia lebih sanggup mengatasinya, misalnya tentang cara mengadakan hubungan antar manusia, cara berkomunikasi, bekerja, belajar, dan sebagainya. KonselingMembantu pasien mengerti dirinya sendiri lebih baik, agar ia dapat mengatasi suatu masalah lingkungan atau dapat menyesuaikan diri. Terapi KerjaMemberi kesibukan kepada pasien, berupa hal hal atau kegiatan yang dia sukai ataupun dapat berupa latihan kerja tertentu agar ia terampil dalam hal itu yang kelak akan berguna baginya. Sosioterapi : Memberikan penjelasan kepada pasien, keluarga pasien dan orang disekitarnya tentang gangguan yang dialami pasien sehingga mereka dapat menerima dan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk membantu proses pemulihan pasien.

IX. PEMBAHASAN / TINJAUAN PUSTAKA :Gangguan afektif bipolar episode kini mania denga gejala psikotik:Untuk menegakkan diagnosis pasti : Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria untuk mania dengan gejala psikotik Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif lain (hipomanik, manik, depresi, atau campuran) dimasa lampau.Mania dengan gejala psikotik (F.30.2) Gambaran klinis merupakan mania yang lebih berat dari F.30.1 Harga diri yang membumbung dan gagasan yang dapat berkembang dapat menjadi waham kebesaran, iritabilitas dan kecurigaan menjadi waham kejar. Waham dan halusinasi sesuai dengan keadaaan afek tersebut.Pada pasien ini ditemukan adanya keyakinan pasien tentang dirinya yang tidak sesuai dengan kenyataan yaitu pasien merasa dirinya adalah presiden sekaligus artis, tetapi pasien tetap meyakini hal tersebut meski dibuktikan hal itu mustahil. Ditemukan pula riwayat gangguan jiwa sebelumnya dimana afek pasien dan tingkat aktivitasnya jelas terganggu namun pernah sembuh sempurna maka digolongkan sebagai gangguan afektif bipolar, episode yang sekarang memenuhi kriteria untuk diagnosis mania dengan gejala psikotik dan pernah mengalami episode afektif dimasa lampau sehingga digolongkan sebagai gangguan afektif bipolar, episode kini mania dengan gejala psikotik (F31.1).Psikofarmaka yang diberikan untuk pasien ini antara lain Haloperidol, Clozapin dan Carbamazepin. Haloperidol berguna untuk menenangkan keadaan mania pasien psikosis. Haloperidol menenangkan dan menyebabkan tidur pada orang yang mengalami eksitasi. Dan efek haloperidol terhadap saraf otonom lebih kecil daripada efek antipsikotik lainnya. Haloperidol cepat diserap di saluran cernah. Kadar puncaknya dalam plasma tercapat dalam waktu 2 6 jam sejak menelan obat, menetap dalam plasma sampai berminggu minggu. Clozapin, efektif untuk mengontrol gejala gejala positif (iritabilitas) maupun yang negatif (social disinterest, incompetence, dan personal neatness). Carbamazepin juga digunakan sebagai alternatif terapi gangguan bipolar maupun untuk terapi profilaksis.

X. FOLLOW UP :Memantau keadaan umum pasien dan perkembangan penyakitnya, efektifitas terapi serta kemungkinan terjadinya efek samping dari obat yang diberikan.

Lampiran

AUTOANAMNESIS (5 Mei 2015 Pukul 11.00 wita)DM: Assalamu alaikumP: Wa alaikum salam. Kita siapa?DM: Tabe, perkenalkan bu, nama saya Ayu. Saya dokter muda di sini. Nama ibu siapa?P: Nama saya DS, BuDM: Umurnya ibu berapa?P: Kurang tau juga, Bu. Mungkin 50 tahun atau 40 tahun. Kurang tau juga Bu. Coba lihat di KTPku disitu ada tempat tanggal lahirku. DM: Di manaki tinggal kah bu?P: Di Rijang Benteng, BuDM: Daerah mana itu Bu DS?P: Sidrap, Bu. Jauh dari sini makanya saya kesini naik mobil.DM: Apa pekerjaan sehari hari ta ibu?P: Saya Presiden, Bu. Tapi saya juga usaha bikin perhiasan di rumah. Liat perhiasan saya, ini semua saya semua yang bikin. Kalo mauki nanti ku bikinkan jugaDM: Pendidikan terakhir ta apa ibu?P: Kurang tau juga, bu. Kenapa ibu mau tau?DM: Tidak ji ibu, untuk kelengkapan datanya saja ibu. Ibu kesini sama siapa?P: Sama ipar sama mama ku, Bu. Sama itu juga supir satu tapi tidak saya tau namanya.DM: Ibu DS, ibu tau tempat apa ini?P: Aku dengar tadi katanya ini Rumah sakit jiwa. Tapi aku kan tidak gila.

DM: Ada masalah apa ibu sampai ibu di bawa ke sini? Jangan jangan ibu abis ganggui orang?P: Ah tiiidak. Siapa bilang. Aku ini orang baik. Tidak mungkin ganggu orang.DM: Terus kalo tidak ganggui orang kenapa ibu bisa dibawa kesini?P: Itu juga aku kurang tau. Mungkin salah paham bu. Karena saya mau daftar umrah makanya ke Makassar. DM: Oh ibu mau umrah? Pantas pakaiannya ibu bagus sekali.P: Bagus? Memang bu. Karena ini baju mau juga saya pakai ke pestanya sepupuku. Mamaku ajak aku ke Makassar buat ikut pesta.DM: Jadi umrah atau pesta ibu?P: Pesta bu. Kenapa mau umrah? Uangku belum cukup. Ini masih menabung. Kalau sudah cukup baru mau umrah sama keluarga.DM: Aamiin bu. Ngomong ngomong Ibu itu di tasnya ada apa? Kucing kah itu bu?P: Iyya bu. Kucing saya ini. Namanya kucing.DM: Bisa dikasi keluar saja ibu? Kasian kucingnya tidak bisa bernapas?P: Jangan ibu. Ini kucing sudah saya anggap keluarga. Dia anak saya. Biar di dalam tas bu. Dia suka di dalam tas saya. Dia tidak mau jauh jauh.DM: Kalo ibu kasi keluar kucingnya nanti saya belikan susu sama makanan kucing.P: Betulan bu? Ya sudah. Janji yah bu? Kalo kita bohongika nanti saya lapor sama iparku bu. Iparku tidak suka pembohong.DM : Iyye bu. Ibu katanya ibu ta suka ki mengamuk di rumah?P: Siapa bilang? Tidak pernah bu. Saya akting saja, saya kan artis. Sebenarnya saya yang main semua film tapi bukan saya yang ditampilkan. DM: Ibu ta bilang kita pernah ancam mau pukulki? Kenapa begituki bu?P: Aku begitu karena dia salah, bu. Orang salah memang harus dimarahi. Kalo ibu ku salah terus aku tidak pukul bagaimana? Artinya aku sudah tidak peduli sama ibuku. Aku marah marah karena cuma aku yang perhatikan sama ibuku. DM: Kenapa cuma kita yg peduli bu? Mana saudara ta yang lain?P: Mereka sudah tinggalkan ibuku. Saya kan bersaudara ada 10 orang bu. Tapi Cuma saya yang urus ibuku.DM: Berapa jumlah saudara ta ibu?P: Aku bersaudara ada 10 orang bu, yang hidup cuma 8 orang yang lain sudah meninggal bu. Ada juga saudara tiriku 2 bu. DM: Oh begitu. Ibu hari ini hari apa? Tanggal berapa?P: Kurang tau juga bu hari apa ini. Sebenarnya hari hari itu sama semua, Cuma perasaannya manusia kalau setiap hari itu berbeda. DM: Oh begitu. Bu, menurut keluargata ibu sering bicara sendiri. Kenapa bicara sendiri?P: Tidak pernah saya bicara sendiri bu. DM: Terus ibu bicara sama siapa?P: Tidak ada bu. Aku lagi mau saja bicara sendiri. Wajar kan bu, karena lagi bosan jadi bicara sendiri.DM: Ibu pernah dengar suara suara yang bicara sama ibu tapi orangnya tidak ada?P: Tidak pernah bu. Mana mungkin ada suara baru orangnya tidak ada. HahahaDM: Oh iya bu. Apa ibu pernah melihat hal hal aneh seperti bayangan bayangan? Atau ibu punya kemampuan melihat yg orang lain tidak bisa liat?P: Misalnya hantu begitu bu? Tidak pernah bu. Mungkin kalau saya melatih indra ke-enam saya nanti saya bisa.

DM: Ibu merasa ada yang aneh tidak sama dirinya ibu?P: Aneh bagaimana maksudnya ibu? Tidak ada yg aneh pada diri saya bu. Kalau cantik, memang saya cantik.DM: Ngomong ngomong ibu DS sudah menikah atau belum?P: Belum Bu.DM: Kenapa ibu belum menikah?P: Belum ada yang sesuai sama tipe saya bu. Mungkin bulan depan saya baru menikah. DM: Ibu bisa minta tolong bacakan ini? (tulisan yang ada di pulpen)P: Sno-u-man. Betul mi kah bu? Aku udah jarang membaca bu.DM: Betulmi bu. Ibu waktu kecil suka main apa?P: Aku suka sekali main lompat tali bu. Kalau ibu suka main apa?DM: Saya juga suka ibu. Ibu tidak capek ji saya tanya tanya?P: Tidak bu. Saya sudah biasa di wawancarai, saya sudah bilang kan saya Presiden.DM: Presiden apa ki bu?P: Presiden semuanya. India, Arab, Pakistan, Indonesia. Pokoknya semuanya.DM: Setahu saya kalau Presiden ada pengawalnya ibu? Mana pengawalta kita bu?P: (tertawa) lagi libur ibu. Saya kan mau umrah, masa pengawal saya juga ikut bu. Nanti kalau saya sudah pulang baru saya panggil mereka lagi.DM: Ibu misalnya ibu lagi jalan terus dapat dompet di jalan, yang banyak uang didalamnya. Ibu apakan itu dompet?P: Itu namanya rejeki ibu. Yah saya bawa pulang. Tidak bagus kalau menolak rejeki dari Allah. Ibu kan tau ada ada saja caranya Allah kasih rejeki ke umatnya.DM: Oh begitu bu. Ibu kalau panjang tangan apa artinya?P: Artinya tangannya panjang bu. Siapa ini kita maksud panjang tangannya?DM: Ah tidak ji ibu, saya cuma tanya. Ibu makasih ya untuk waktunya. Lain kali saya ke seni lagi buat cerita cerita sama ibu. Tidak apa apa kan bu? P: Tidak apa apa bu. Kalau kesiniki panggil juga iparku nah.DM: Iyye bu. Assalamu AlaikumP: Wa alaikum salam

17