Fragmen Fragmen Hermeneutika - Fragmen  · komposit, yang merupakan campuran hal-hal

download Fragmen Fragmen Hermeneutika - Fragmen   · komposit, yang merupakan campuran hal-hal

of 94

  • date post

    05-Jul-2019
  • Category

    Documents

  • view

    225
  • download

    3

Embed Size (px)

Transcript of Fragmen Fragmen Hermeneutika - Fragmen  · komposit, yang merupakan campuran hal-hal

  • Fragmen fragmen hermeneutika| i

    Fragmen Fragmen Hermeneutika

    Stephen Curkpatrick

    diterjemahkan oleh

    Karen Yunia

    Kata Pengantar olehHery Susanto

  • ii|Fragmen fragmen hermeneutika

    Fragmen Fragmen Hermeneutika

    Penulis: Stephen Curkpatrickditerjemahkan oleh: Karen Yunia

    Tata letak: Harrie SiswantoPercetakan: Tisara Grafika Salatiga

    081228598985|harriesiswanto@gmail.com

    Diterbitkan olehGriya Media bekerjasama dengan

    Sekolah Tinggi Teologi Jemaat Kristus Indonesia

    Griya Media, 2019viii, 84 hlm, 20,5 cm

    Cetakan pertama, Pebruari 2019

    ISBN 978-602-6257-65-9

    Jl. Sonotirto No. 654 SalatigaTelp./Fax: 0298-328933

    email: griya_media@yahoo.co.id

  • Fragmen fragmen hermeneutika| iii

    DAFTAR ISI

    KataPengantar (Dr Hery Susanto) v

    Prakata vii

    Identitas Kristen dan Epistemologi (Korintus) 1

    Kesaksian Aforisme Injil (Roma) 23

    Imperatif-imperatif Pemuridan (Matius) 45

    Gaya dan efek dalam membaca (Wahyu) 64

    Kata Penutup 82

    Biografi Penulis 84

  • iv|Fragmen fragmen hermeneutika

    KATA PENGANTAR

    Buku ini merupakan kompilasi dari berbagaifragmen-fragmen atau petikan-petikan tafsiran kitabKorintus, Roma, Matius dan Wahyu. Bagian-bagian yangdiambil merupakan nafas yang memberikan kepada parapembaca berpikir lebih dalam dan memahami apa yangdisampaikan oleh para penulisnya dan menjadikannya sebuahgelitikan ide untuk menanyakan hal-hal mendasar lebihlanjut.

    Surat Paulus kepada jemaat Korintus menggunakanpengungkapan kata-kata paradox untuk mengungkapkankonsep-konsep mendalam tentang identitas Kristen yangmemiliki standar berbeda dengan hikmat dunia. Bagian-bagian tersebut sangat menarik untuk dipahami dengan hatiyang cerdas dan roh yang benar.

    Surat Roma memberikan apresiasi yang dalam danberkualitas mengenai kasih karunia yang diberikan Allahkepada semua manusia melampaui segala etnik dan budaya.Keterbatasan pola pikir manusia dan dosa menyebabkanmanusia gagal dalam memahami kasih karunia karenadiperbudak oleh kehendak bebas yang sudah tergeser kepadakehendak daging. Kupasan-kupasan indah mewarnaihermeneutika surat Roma ini.

    Injil Matius menggunakan irama dinamis melaluiberbagai perumpamaan yang indah untuk memahami ajaranYesus tentang sesuatu yang abstrak. Kerajaan Allah yangdiilustrasikan dalam bahasa dan gaya yang mengalir melaluiperumpamaan yang dekat dengan kehidupan sehari-harisesuai konteks waktu itu.

    Kitab Wahyu memberikan nuansa yang berbedadengan gaya tulisan apokaliptik yang bertujuan memberikan

  • Fragmen fragmen hermeneutika| v

    penjelasan secara eksplisit dan menuai banyak konseppenafsiran yang berbeda tetapi meneguhkan kita tentangantisipasi masa depan atau eskatologis hingga saat ini.

    Buku ini sangat layak untuk dibaca dan direnungkansebagai percikan-percikan ide kreatif dalam hermeneutikPerjanjian Baru. Selamat membaca dan menikmatinya.

    Dr Hery SusantoSTTJKI

  • vi|Fragmen fragmen hermeneutika

    PRAKATA

    Kata, aksen, dan bentuk bahasaSetelah menjadi manusia,Firman juga diberikan kepada umatmanusia untuk didengar dalam kata-kata. Lalu, bahasa apayang paling tepat untuk digunakan dalam menyampaikanrealitas ini di antara banyak kata yang diungkapkan orangdalam penggunaannya yang bermanfaat dan refleksisesungghnya tentang makna kehidupan?

    Firman Tuhan menawarkan sebuah bahasa kepada hatiyang cerdas dalam iman, melalui berbagai kekayaan tenunanrelasionalseperti panggilan dan respon, kepercayaan dankeintiman, keputusan dan tanggung jawab. Beragam ekspresidalam iman ini menawarkan bahasa yang beragam danbernuansa tentang kasih karunia dan kebenaran kepada orangKristen. Alkitab tidak membatasi orang Kristen denganjargon yang terisolasiketerbatasan penggunaan bahasaalkitabiah tertentu yang dipotong dari kekayaan kesaksiannyadalam kaitannya dengan kemurahan hati dan kebenaran ditengah-tengah kemanusiaan dan kehidupan.

    Firman setelah menjadi manusia, dengan narasi danaforisme juga senantiasa diterjemahkan di tengah keberagamanbudaya manusia dan interpretasi dalam tantangan kehidupanyang unik. Alkitab senantiasa diterjemahkan oleh orangKristen ke dalam intonasi unik dari dialek yang beragam,oleh karena itu terdapat kreatifitas interpretasi dalam waktudan konteks tertentu. Nada kesaksian yang meresap diseluruh Alkitab dapat didengar dan ditafsirkan sebagai kataanugerah dan rasa syukur dalam berbagai bahasa ibu. Bagiiman Kristen, suara Tuhan yang berbicara dengan beragamaksen dalam bahasa-bahasa itu diekspresikan di antara dialek-

  • Fragmen fragmen hermeneutika| vii

    dialek yang ada karena Firman itu telah menjadi manusia, jugadiberikan dengan interpretasi yang dapat berlaku dalamsetiap konteks atau tantangan kehidupan manusia.

    Fragmen-fragmen Hermeneutika merupakan kompilasiekspresi-ekspresi yang beragam dalam kaitannya dengansurat gereja Kristen mula-mula Korintus,Roma,Matius,danWahyu.

  • viii|Fragmen fragmen hermeneutika

  • Fragmen fragmen hermeneutika| 1

    Identitas Kristen dan Epistemologi(Korintus)

    (1.1) Epistemologi kebodohanEpistemologi berkaitan dengan cara yang membuat kitamengetahui suatu hal, bukan apa yang kita ketahui, tetapibagaimana kita mengetahui apa yang kita ketahui: Apakahpengetahuan diberikan oleh otoritas tradisi dan penafsirnya yangdiotorisasi? Apakah pengetahuan itu didapat dari pengalamanlangsung dan observasi? Apakah mengetahui merupakanpanggilan dari kepercayaan dalam hubungan yang dapatdipercaya? Kebanyakan orang hidup dengan epistemologikomposit, yang merupakan campuran hal-hal tersebut.Epistemologi ada di mana-mana dalam keterlibatan kita denganfenomena, orang-orang, nilai-nilai, cita-cita, dan maknakehidupan ketika kita menafsirkan situasi dan membuatkeputusan dengan cara-cara yang diketahui. Masalahepistemologi tersebar di seluruh Alkitab, terutama dalamkaitannya dengan orang pokok dimana segala sesuatu bergantungpadanya. Pertanyaan-pertanyaan Injil mengandaikan kepastiandengan inversi harapan yang mengejutkan, seperti yang terdahuluakan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yangterdahulu. Kebenaran inversi Injil hanya diuji oleh iman yangdiekspresikan melalui komitmen yang nyata tetapi aneh; ini jugamerupakan epistemologi untuk mengetahui dengan cara yangkelihatannya bodoh bagi beberapa orang (dan menyerang oranglain) menurut kebodohan Allah yang diungkapkan dalampenyaliban Kristus.

    Kebodohan Kristen adalah kebijaksanaan sejati (Erasmus).Jika apa yang dianggap bijaksana diperlihatkan sebagaikebodohan, maka menurut kesaksian Kristen tentangkebijaksanaan yang bukan dari diri kita sendiri, kebodohan

  • 2|Fragmen fragmen hermeneutika

    tertentu adalah satu-satunya bentuk bijaksana dari perspektifmanusia. Identitas, kesaksian, dan panggilan Kristen secara kuatdidasarkan pada kebodohan: jikaAllah telah mengubah hikmat duniamenjadi kebodohan, maka jangan sampai kita tertipu oleh apa yangdianggap bijaksana dalam penilaian kontemporer; sebaliknya, kitaharus menjadi bodoh untuk benar-benar menjadi bijak.(1 Korintus)

    (1.2) Imperatif hiperbolisImperatif hiperbolis untuk kebodohan dalam iman Kristenberpusar pada paradoks kematian dan kehidupan, kerugian dankeuntungan menurut Paulus maut giat di dalam diri kami, namunhidup giat di dalam kamu dalam berbagai bentuk undanganuntuk menemukan tanggapan integral kita terhadap kehidupanberhubungan dengan realitas eskatologis yang bahkan kini hadirdidalam Kristus sebagai ciptaan baru. Kenyataan ini bersifat kontra-intuitif, bertentangan dengan apa yang biasanya diasumsikan,bahkan jika kebodohan yang ditunjukkan dalam pengungkapannyaterjadi dalam konteks kehidupan yang sudah dikenal. Imperatifakan apa yang nampaknya bodoh adalah panggilan bagikerentanan kita karena dengan kepercayaan kita menerimamakna keberadaan kita melalui kesaksian Kristen. Imperatifuntuk percaya dengan keputusan yang didasarkan padakebenaran atau keterandalan dari kesaksian ini, bertentangandengan anggapan apa pun akan pengetahuan pasti danpengawasan atas kemungkinan-kemungkinan kita yangdiasumsikan.Kabar baik memperkenalkan kontradiksi, meskipunkabar baik juga mengungkapkan kehidupan dalam kelimpahan(Ebeling).

    (1.3) Megah, namun tidak berdayaKetika kita menginvestasikan realita yang tidak memiliki makna/arti, maka realita tersebut berbahaya bagi semua orang. Ketika

  • Fragmen fragmen hermeneutika| 3

    makna dari keindahan ciptaanNya dan martabat manusiaberkurang, Kristus dalam kasih karunianya memberi nilai istimewaterhadap nilai yang tidak berarti. Hal ini mendemonstrasikanbahwa siapapun yang memegahkan dirinya sendiri sebenarnya tidakberarti (1 Korintus 1); ini dibuktikan dalam pernyataankedaulatan Allah akan kebodohan melalui penyaliban Kristussebagai penyingkapan diri yang tak dapat ditangguhkan olehkegelapan dan kemegahannya sebagai sesuatu yang berarti.Kebangkitan Kristus menyatakan ketidakberdayaan akankesombongan manusia secara eksplisit yang bertentangandengan kehidupan sejati.

    (1.4) Superlatif, komparatif, dan memalukanPandangan superlatif identitas Kristen menegaskan kemegahanreligiusnya, sehingga secara tidak sengaja dapat disamakandengan agama-agama lainnya. Pandangan komparatif identitasKristen akan menempatkan kontribusi khusus terhadap identitasdan ekspresi religius di antara berbagai pilihan yang berhubungandengan keyakinan dan pengalaman religius.

    Paulus mengungkapkan dengan jelas tentang identitas Kristenyang memalukan yang juga bergantung pada aib penyalibanKristus, dimana Allah mendamaikan manusia melalui responkomunitas baru yang radikal dalam Kristus. Ini tidak adahubungannya dengan ekspresi superlatif atau komparatif identitasreligius. Ekspresi iman Kristen dalam pelayanan Paulus dimanakematian sedang bekerja dala