TEORI HERMENEUTIKA

download TEORI HERMENEUTIKA

of 28

  • date post

    11-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    1.765
  • download

    2

Embed Size (px)

Transcript of TEORI HERMENEUTIKA

TEORI HERMENEUTIKA

Dosen pembimbing Prof. Dr. Setya Yuwana dan Dr. Suyatno

Oleh Agus Paramuriyanto Danar Takdir Suprayogi

PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA TAHUN AJARAN 2011/ 2012

TEORI HERMENEUTIKA A. Pengantar Secara kodrati, manusia dalam implementasinya pada kehidupan sehari-hari tidak dapat melepaskan diri dari tiga kedudukan fungsi utama, yaitu: pertama: sebagai makluk individu yang harus bertanggungjawab terhadap pengembangan jati diri, kedua: sebagai makluk sosial yang pada esensinya manusia harus dapat membawakan dirinya ke dalam komunitas tertentu bergabung dengan individu-individu lainnya, dan ketiga adalah sebagai makluk Tuhan yang pada gilirannya bahwa manusia bukanlah hanya sekedar sebagai makluk individu dan sosial melainkan manusia secara tersebut koheren manusia dalam juga kedua harus kedudukan fungsionalnya

menyadari bahwa dirinya hadir dalam dunia ini meyakini adanya Al Khalik yang menciptanya (tesis/pendapat ini disampaikan dalam konteks negara yang mewajibkan warganya untuk beragama, bukan pada negara sekuler, komunis, atau liberal). Ketiga kedudukan ini pada peristiwa kehidupan sehari-hari tidak dapat berdiri sendiri. Satu sama lain menyatu secara simultan dalam rangka untuk memperoleh jatidirinya, sehingga layak untuk disebut bahwa manusia adalah makluk multidimensional. Menyangkut peristiwa komunikasi tersebut, baik komunikasi internal maupun eksternal, komunikasi vertikal maupun horisontal, maka manusia tidak dapat dilepaskan dari beberapa faktor yang melibatkanya dalam sebuah peristiwa komunikasi. Faktor-faktor itu di antaranya adalah (1) sistem tanda atau bahkan simbol yang digunakannya dan (2) makna yang tersirat di dalamnya. Agar peristiwa komunikasi dapat berjalan secara efektif 1), maka kedua unsur pelibat komunikasi

1

dalam hal ini komunikator dan komunikanharus memiliki seperangkat konsep pemahaman yang kompleks sehingga tidak terjadi deviasi pamahaman terhadap pesan yang disampaikan oleh komunikator. Dalam hal inilah kemudian kita memerlukan seperangkat teori tentang interpretasi agar pesan itu tidak diterima secara bias. Mengapa hal ini dipandang perlu? Semua itu dikembalikan pada karakter simbol itu sendiri, di mana simbol itu dapat bersifat monointerpretabel dan dapat pula bersifat poliinterpretabel. Pesan yang bersifat distingtif-denotatif dan pesan yang bersifat konotatif, sehingga dapat ditafsirkan mono dan bermacam-macam. Menyangkut permasalahan

poliinterpretabel ini, maka tema ini menjadi penting untuk dipaparkan dan dibahas Terjadinya pro dan kontra mengenai keberadaan hermeneutika selama ini sebenarnya menurut hemat penulis adalah dalam wilayah produk atas pemaknaan, penafsiran terhadap hermeneutika itu sendiri. Padahal kalau kita cermat dari hermeneutika, ia hanyalah sebuah alat. Yang namanya sebuah alat sudah suatu keniscayaan memiliki keberagaman fungsi dan makna. Suatu contoh, uang atau duit. Dengan uang orang bisa membangun masjid, membantu sesama manusia, bersekolah/kuliah, bahkan dengan uang orang bisa membunuh, dengan uang Yusron bisa naik haji. Jadi alangkah kejamnya kalau hermeneutika, uang atau alat yang lainnya dijadikan sebagai objek kesalahan, tanpa pernah melihat kepada siapa yang menggunakannyaB.

Sejarah Hermeneutika

2

Istilah hermeneuine

Hermeneutika, berasal

dari

bahasa

Yunani

dan kata benda hermenia yang masing berarti

menafsirkan dan penafsiran (interpretasi). Dalam bahasa Yunani hermeios mengarah kepada seorang pendeta bijak Delphic. Kata kerja Hermeios dan kata kerja lebih umum hermeneuein dan kata benda hermeneia diasosiasikan pada Dewa Hermes, dari sanalah kata itu berasal. Pada intinya orang Yunani berhutang budi kepada Hermes bahasa dan tulisan-sebuah mediasi di dengan penemuan mana pemahaman

manusia dapat menangkap makna dan menyampaikan kepada orang lain. Hermes membawa pesan takdir; hermeneuein mengungkap sesuatu yang membawa pesan, sejauh ia diberitakan bisa menjadi pesan. Tindakan mengungkap ini menjadi penjelas yang tertata terhadap apa yang sudah dikatakan. Dengan menelusuri akar kata palingt awal dalam Yunani, orisionilitas kata modern dari hermenuetika dan hermenutis mengasumsikan proses membawa sesuatu untuk dipahami, terutama seperti proses ini melibatkan bahasa, karena bahasa merupakan mediasi paling sempurna dalam proses. Ada tiga bentuk makna dasar hermeneuein dan hermeneia yang diasosiasikan dengan Hermes dalam mediasi dan proses membawa pesan agar dipahami, yaitu; mengatakan, menjelaskan dan menerjemahkan. Ketiga-tiganya bisa diwakili dalm bentuk kata dalam bahasa Inggris to interpret Persoalannya, kata latin hermeneutica belum muncul sampai abad ke-17, namun baru muncul pertama kali saat diperkenalkan oleh seorang teolog Strasborg bernama johann Konrad Danhauer (1603-1666) dalam bukunya yang berjudul : Hermeneutica sacra, Sive methodus Eksponendarums

3

Sacrarum Litterarum, yamg menilai bahwa Hermeneutika adalah syarat terpenting bagi setiap ilmu pengetahuan yang mendasarkan keabsahannya pada interpretasi teks-teks. Ia secara terbuka mendeskripsikan inspirasinya dari Risalah Peri hermeneias (de interpretations) Aristoteles, yang mengklain bahwa ilmu interpretasi yang baru berlaku tidak lain menjadi pelengkap dari Organon Aristotelian.

C. Teori dan konsep Menurut Gadamer hermeneutik adalah pertemuan dengan Ada (being) yang dapat dipahami dengan bahasa. Karakter linguistik realitas manusia itu sendiri, dan hemeneutika larut ke dalam persoalan-persoalan yang sangat filosofis dari relasi bahasa dengan ada, pemahaman, sejarah, eksistensi, dan realitas. Paul Ricoeur dalam De Iintretation (1965), mendefinisikan hermeneutik yang mengacu balik pada fokus eksegesis tekstual sebagai elemen distigtif dan sentral dalam hermeneutika.yang kita maksudkan dalam hermeneutika adalah teori tentang kaidah-kaidah yang menata sebuah eksegesis, dengan kata lain, sebuah interpretasi teks partikular atau kumpulan potensi tandatanda keberadaan yang dipandang sebagai sebuah teks. Istilah Hermeneutika pada masa ini mengandung dua pengertian, yaitu Hermeneutika sebagai seperangkat prinsip metodologis penafsiran dan sebagai penggalian filosofis dari sifat dan kondisi yang tidak bisa dihindari dari kegiatan memahami. Namun berdasarkan bentuk dasar makna hermeneuein dibagi menjadi tiga. Ricard Palmer (2005; 16-33).

4

a.

Hermeneuein sebagai mengatakan to say

Ini berasal dari asal mula hermes dalam memberitahukan kepada manusia. Hermes merupakan utusan dari Tuhan dalam tugasnya untuk memberitahukan kepada manusia. Ini mengasumsikan bahwa utusan di dalam memberikan kata, adalah mengumumkan dan menyatakan sesuatu, funsinya tidak hanya untuk menjelaskan tetapi untuk menyatakan. b. Hal Hermeneuein yang paling sebagai esensial dari menjelaskan kata-kata jelas. to explain bukanlah Seseorang mengatakan saja sesuatu saja, menjelaskan sesuatu, merasionalkannya, membuat bisamengekspresikan situasi tanpa harus menjelaskan, ekspresi merupakan interpretasi, dan merupakan bentuk interpretasi. c. Hermeneuein sebagai menerjemahkan To Translate Pada dimensi ini menafsirkan bermakna to translate (menerjemahkan). Menerjemahkan adalah bentuk khusus dari proses interpretasi dasar membawa sesuatu untuk dipahami. Dalam konteks ini mediasi bahasa orang itu sendiri. Dan ada enam definisi modern hermeneutik menurut Richard E. Palmer (2005;43-49) 1) Hermeneutika Sebagai Teori Eksegesis Bibel Bentuk pemahaman yang paling awal dari hermeneutika adalah merujuk pada prisnsip-prinsip interpretasi pada Bibel. seseorang membawa apa yang asing, jauh dan tidak dapat dipahami ke dalam menjelaskan juga

5

Lingkungan Protestan merasa sangat butuh terhadap pedoman interpretasi untuk membantu para pendeta dalam menafsirkan kitab suci. Pada hakekatnya hermeneutika ditunjukkan lingkup hermeneutika. Dalam hal ini hermeneutika teks. Dalam teologi, hemermeneutika sebagai tafsir historis pesan Bibel. Sejarah hermeneutika Bibel dapat ditelusuri melalui gereja primitif; interpretasi ganda Bibel abad pertengahan; interpretasi mistik; dogma; humanistik, dan sistem lain dari interpretasi. 2) Hermeneutika sebagai Metodologi Filologis Filologi klasik lahir bersamaan dengan perkembangan rasionalisme, dan hal tersebut mempengaruhi hermeneutika Bibel. Di situlah muncul kritik historis Keduanya yang lain. Konsep hermeneutik yang bernuansa Bibel akan berubah ke dalam hermeunetika sebagai kaidah umum dari eksegesis filologi, dangan Bibel salah satunya.3)

oleh adalah

hermeutika Bibel, dan yang lainnya mengenai persoalan ruang sistem tafsir untuk mengungkapkan makna terembunyi di balik

dalam teologi dalam interpretasi yang

memaknai interpretasi Bibel yang beraliran gramatis dan historis. menjelaskan bahwa metode diaplikasikan terhadap Bibel, dapat juga diaplikasikan pada buku

Hermeneutika sebagai Pemahaman Ilmu linguistik: Terhadap hermeneutika Schleiermacher sebagai memiliki ilmu distingsi dan seni tersendiri

pemahaman,

tentang pemahamannya. Konsepsi hermeneutika diimplikasikan sebagai sebuah kritik radikal dari sudut pandang filologi, karena ia berusaha melebihi konsep hermeneutika sebagai sejumlah kaidah dan berupaya membuat hermeneutika menjadi

6

sistematis-koheren,

yakni

sebuah

ilmu

yang

berusaha

mendeskripsikan kondisi-kondisi pemahaman dalam berbagai aneka dialog. Hasilnya bukan hermeneutika filologi, tetapi hermeneutika umum (allgemeine hermeneutik) yang prinsipprinsipnya dapat digunakan sebagai fondasi bagi semua ragam interpretasi teks, yaitu sebuah hermeneutika yang menandai permulaan hermeneutika non-disipliner yang sangat signifikan. Untuk dapat disebut sebagai ilmu, maka suatu kajian itu hendaknya memiliki berbagai persyaratan da