Forecast & Perencanaan Agregat

download Forecast & Perencanaan Agregat

of 55

  • date post

    26-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    55
  • download

    12

Embed Size (px)

description

PPICproduction planning and inventory control

Transcript of Forecast & Perencanaan Agregat

TUGAS BESAR

Perencanaan & Pengendalian Produksi 2014

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dewasa ini, perkembangan dan kemajuan teknologi menghasilkan persaingan yang ketat di dunia usaha. Hal ini disebabkan oleh tuntutan konsumen terhadap suatu produk yang tidak hanya terbatas pada harga dan kualitas saja tetapi juga pada pelayanan yang diberikan. Pelayanan yang dimaksud dapat berupa ketersediaan produk yang diinginkan konsumen dengan kuantitas dan kualitas sesuai dengan kebutuhan. Perencanan dan pengendalian produksi merupakan aktivitas merencanakan kegiatan-kegiatan produksi, agar apa yang telah direncanakan dapat terlaksana dengan baik dan maksimal. Oleh karena itu sebelum memutuskan untuk memesan ataupun memproduksi suatu barang, lebih baik jika direncanakan terlebih dahulu sehingga dapat menghasilkan keuntungan yang optimal. Selain dari jumlah produksi, ketepatan waktu juga perlu direncanakan dengan tepat sehingga hasil yang didapat akan efektif dan efisien.

Studi kasus yang dibahas kali ini adalah tentang perusahaan CV Jati Makmur Furniture yang memproduksi produk-produk furniture yaitu meja bangku dan kursi bangku. Produksi perusahaan ini memiliki desain yang khas sehingga tidak dapat ditiru oleh siapapun. Pada saat melakukan pembelian, konsumen hanya tinggal memesan secara online dan membayar dengan cara transfer melalui ATM. Masalah yang dialami perusahaan saat ini adalah perusahaan sering mengalami pemesanan yang melebihi kemampuan untuk memproduksi barang tersebut sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditentukan. Simulasi studi kasus ini adalah untuk mengorganisasi perusahaan sehingga mampu mengatasi masalah-masalahnya dan memastikan agar perusahaan berada pada posisi yang terbaik untuk kelangsungan jangka panjang.

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah dari studi kasus ini adalah :

1. Bagaimana peramalan (forecasting) perMintaan produk pada CV Jati Makmur furniture ?

2. Bagaimana perencanaan agregat pada CV Jati Makmur furniture ?

3. Bagaimana disagregasi pada CV Jati Makmur furniture ?

4. Bagaimana jadwal produksi induk (master production scheduling) pada CV Jati Makmur furniture ?

5. Bagaimana perencanaan kebutuhan material (material requiremenTS planning), Economic Order Quantity (EOQ), dan Economic Production Quantity (EPQ) pada CV Jati Makmur furniture ?

6. Bagaimana manajemen penyimpanan yang harus dimiliki oleh CV Jati Makmur furniture ?

7. Berapa biaya yang harus dikeluarkan CV Jati Makmur furniture untuk menghasilkan produk furniture yang berkualitas dan dapat menghasilkan keuntungan maksimal ?

1.3 Tujuan

Tujuan dari studi kasus ini adalah:

1. Mengetahui dan memahami peramalan (forecasting) perMintaan produk pada CV Jati Makmur furniture.2. Mengetahui dan memahami perencanaan agregat pada CV Jati Makmur furniture.

3. Mengetahui dan memahami disagregasi pada CV Jati Makmur furniture.4. Mengetahui dan memahami jadwal produksi induk (master production scheduling) pada CV Jati Makmur furniture.

5. Mengetahui dan memahami perencanaan kebutuhan material (material requiremenTS planning), Economic Order Quantity (EOQ), dan Economic Production Quantity (EPQ) pada CV Jati Makmur furniture.

6. Mengetahui dan memahami manajemen penyimpanan yang harus dimiliki oleh CV Jati Makmur furniture.7. Mengetahui biaya yang harus dikeluarkan CV Jati Makmur furniture untuk menghasilkan produk furniture yang berkualitas dan dapat menghasilkan keuntungan maksimal.

1.4 Manfaat

Manfaat yang dapat diperoleh dari adanya studi kasus ini adalah:

1. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami langkah-langkah perhitungan peramalan terhadap perMintaan konsumen pada CV Jati Makmur furniture.2. Mahsiswa dapat mengetahui dan memahami langkah-langkah dalam menghitung perencanaan agregat dan mengaplikasikannya di CV Jati Makmur furniture.

3. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami langkah-langkah dalam menghitung Master Production Schedulling (MPS), Material Requirement Planning (MRP), Economic Order Quantity (EOQ), dan Economic Production Quantity(EPQ) dan bisa mengaplikasikannya di CV Jati Makmur furniture.

1.5 Batasan

Batasan dari studi kasus ini adalah perencanaan dan pengendalian produksi beserta analisis biaya hanya dilakukan selama horizon waktu 6 periode.1. Batasan forecast meja bangku

Pada forecast meja bangku menggunakan metode double exponential smoothing menggunakan alfa dan beta yang merupakan variasi dari range 0,1-0,5.2. Batasan forecast kursi bangku

Pada forecast kursi bangku menggunakan metode moving average dengan nilai n mulai dari 3 sampai 6.Pada forecast kursi bangku menggunakan metode exponential smoothing menggunakan nilai alfa dengan range 0,1-0,9.3. Batasan forecast Kayu Jati PX10Pada forecast Kayu Jati PX10 menggunakan metode moving average dengan nilai n mulai dari 3 sampai 6.Pada forecast Kayu Jati PX10 menggunakan m0etode exponential smoothing menggunakan nilai alfa dengan range 0,1-0,9.1.6 Asumsi

Asumsi dari studi kasus ini adalah :

1. Pekerja dan mesin bekerja dalam keadaan normal, sehingga tidak ada mesin yang rusak selama proses produksi.

2. Supplier selalu bisa memenuhi pesanan bahan baku dari pelanggan.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 PeramalanBerikut ini akan dijabarkan mengenai definisi dan langkah-langkah dalam melakukan peramalan.

2.1.1 Definisi Peramalan

Peramalan merupakan alat bantu yang penting dalam perencanaan yang efektif dan efisien. Menurut Makridakis (1999), teknik peramalan terbagi menjadi dua bagian, yang pertama metode peramalan subjektif dan metode peramalan objektif. Peramalan adalah proses untuk mengenali pola perMintaan (demand pattern) pada masa lalu untuk meramalkan perMintaan pada masa yang akan datang, dengan kata lain peramalan adalah kegiatan memprediksi keadaan yang akan datang berdasarkan data masa lampau.

Forecasting terdiri dari dua macam pendekatan yaitu analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Peramalan menggunakan analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan beberapa metode seperti metode moving average, weighted moving average, exponential smoothing, exponential smoothing with trend, dan exponential smoothing with seasonality (Vincent Gasperz, 1998). Peramalan dengan metode kuantitatif merupakan prosedur peramalan yang mengikuti aturan-aturan matematis dan statistik dalam menunjukkan hubungan antara perMintaan dengan satu atau lebih variabel yang mempengaruhinya.

Dalam laporan ini, metode forecasting yang digunakan adalah metode kuantitatif karena dibutuhkan suatu data konkret perMintaan yang dapat dijadikan acuan atau dasaran untuk melakukan penjadwalan dan menentukan kebutuhan material. Selain itu, peramalan perMintaan tersebut akan menjadi input dalam perencanaan agregat.

2.1.2 Macam-Macam Peramalan Analisis Kuantitatif

Peramalan melalui analisis kuantitatif merupakan metode peramalan merupakan suatu teknik untuk memprediksi atau memperkirakan suatu nilai pada masa yang akan datang dengan memperhatikan data atau informasi masa lalu maupun saat ini baik secara matematik maupun statistik. Peramalan kuantitatif adalah peramalan yang berdasarkan atas data kuantitatif pada masa lalu. Hasil peramalan yang dibuat sangat bergantung pada metode yang dipergunakan dalam peramalan tersebut. Dengan metode yang berbeda akan diperoleh hasil peramalan yang berbeda. Baik atau tidaknya metode yang digunakan sangat ditentukan oleh perbedaan dan penyimpangan antara hasil ramalan dengan kenyataan yang terjadi berarti metode yang dipergunakan semakin baik. Salah satu bentuk peramalan analisis kuantitatif adalah time series yang menggunakan urutan data kronologis yang bisa memuat salah satu atau gabungan beberapa komponen: level, trend, seasonal variation, cyclical variations, dan random variation Level, central tendency dari data time series pada waktu tertentu

Trends, menunjukkan laju pertumbuhan atau penurunan dari urutan data dalam suatu jangka waktu

Seasonal variation, pergerakan urutan data yang menaik kemudian menurun dari garis level maupun trend yang biasanya dipengaruhi oleh faktor musiman

Cyclical variation, menunjukkan urutan data yang naik turun disekitar garis trend dalam interval waktu yang panjang

Random variation, urutan data yang menunjukkan pola acak yang sering kali tidak diketahui penyebabnya

Berikut merupakan beberapa macam peramalan dengan metode kuantitatif yang kami gunakan dalam pengerjaan laporan ini2.1.2.1 Metode Moving Average

Moving Average diperoleh dengan merata-rata perMintaan berdasarkan beberapa data masa lalu yang terbaru

(2-1)

Sumber: Richard J. Tersine (1994: 47)

Keterangan:

= ramalan perMintaan untuk periode t

= nilai riil periode ke-t

n= jangka waktu rata-rata bergerak atau jumlah periode waktu yang dimasukkan pada moving average2.1.2.2 Metode Weighted Moving AverageWeighted Moving Average merupakan suatu model rata-rata bergerak n-periode terbobot, ini hampir sama dengan metode moving average hanya saja bobot dari masing-masing data tidaklah sama, semakin terbaru data tersebut maka semakin berat bobotnya.

(2-2)

Sumber: Vincent Gasperz (1998: 92)2.1.2.3 Exponential Smoothing

Metode peramalan yang hanya membutuhkan data perMintaan terakhir dan peramalan terakhir. Persamaan pemulusannya menggunakan unsure penyesuaian stasioner atau disebut alpha (Pola data yang tidak stabil atau perubahannya besar dan bergejolak umumnya menggunakan model pemulusan eksponensial (Exponential Smoothing Models).

Metode Exponential Smoothing lebih cocok digunakan untuk meramalkan hal-hal yang fluktuasinya secara acak (tidak teratur).

(2-3)

Sumber: Richard J. Tersine (1994: 55)

Keteran