Engine Propeller Matching Zabri

download Engine Propeller Matching Zabri

If you can't read please download the document

  • date post

    01-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    173
  • download

    17

Embed Size (px)

Transcript of Engine Propeller Matching Zabri

TUGAS MATA KULIAH DESAIN KAPAL VI

ENGINE PROPELLER MATCHING

TIPE KAPALTANKER

OLEH :

Nama:M. SABRI SAPANGALLOStambuk:D 331 08 256

PROGRAM STUDI TEKNIK SISTEM PERKAPALAN JURUSAN PERKAPALAN FAKULTAS TEKIK UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2013

LEMBAR PENGESAHANMata kuliah Desain Kapal VI

ENGINE PROPELLER MATCHING

Menyatakan bahwa tugas mata kuliah yang diberikan kepada : Nama :M. SABRI SAPANGALLO Stambuk :D 331 08 263Fakultas Teknik Jurusan Perkapalan Program Studi Teknik Sistem Perkapalan

Telah diperiksa dan disetujui, oleh dosen pembimbing mata kuliah, sebagai persyaratan untuk lulus dalam mata kuliah tersebut.

Makassar, 201

Mengetahui

Koordinator

Baharuddin, ST. MTNIP. 19750202 1998 02 1001

Dosen Pembimbing

Dr. A. Haris Muhammad, ST. MT NIP. 19690404 2000 03 1002

Bismillahirrahmanirrahim

LEMBAR PENILAIAN

Mata kuliah DESAIN KAPAL VI

ENGINE PROPELLER MATCHING

Menyatakan bahwa tugas mata kuliah yang diberikan kepada :Nama : M. SABRI SAPANGLLOStambuk:D 331 08 256Fakultas Teknik jurusan Perkapalan Program Studi Teknik Sistem PerkapalanBerdasarkan penilaian tugas oleh dosen pembimbing mata kuliah Perencanaan Permesinan Kapal adalah sebagai berikut

ABCDEDemikian peniliaian ini diberikan kepada yang bersangkutan untuk digunakan sebagai mana mestinya

Makassar, 2012Mengetahui Koordinator

Baharuddin, ST. MTNIP. 197502021998021001Dosen Pembimbing

Dr. A. Haris Muhammad, ST. MT NIP. 19690404 2000 03 1002

Daftar Isi HALAMAN SAMPUL LEMBAR PENILAIAN LEMBAR PENGASAHAN Daftar isi Bab IPendahuluan Latar belakang Tujuan dan manfaat Sistematika penulisan Bab IILandasan Teori Penukar kalor Klasifikasi penukar kalor Sistem pendinginan Mekanisme perpindahan kalor Bab IIIPenyajian Data Data kapal Data main engine Data cooler Pengolahan data Deskripsi rancangan Bab IVPengolahan Data Laju aliran pompa air tawar pendingin pada mesin induk Daya pompa air tawar Diameter pipa air tawar pendingin mesin induk Tangki ekspansi air tawar pendingin mesin Diameter pipa dari ekspansi tank ke cooler Pompa air laut pendingin mesin induk Daya pompa air laut Diameter pipa air laut pendingin mesin induk Parameter STHE yang akan dingunakan berdasarkan data mesin

Bab VKesimpulan Lampiran- lampiran

KATA PENGANTARSegala puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas kebesaran dan kekuasaanya sehingga tugas ENGINE PROPELLER MATCHING ini dapat diselesaikan dengan baik dan tepat pada waktunya. Referensi dan serta keterbatasan dalam penyelesaian tugas ini timbul berbagai hambatan, mulai dari penggarapan penunjang lain waktu materi dan biaya, tetapi semua itu dihadapi dengan sabar, tekun dan kemauan disertai semangat yang tinggi dan tawakkal kepada Allah SWT, sehingga tugas ini dapat diselesaikan.Dalam tugas ini merupakan persyaratan kelulusan, maka dengan hati yang tulus saya ingin menyampaikan penghargaan dan rasa terima kasih kepada : Bapak Baharuddin, ST, MT. selaku ketua program studi dan kordinator mata kuliah yang senantiasa memberikan masukan-masukan selama pengerjaan tugas ini. Bapak Dr. A. Haris Muhammad, ST. MT selaku dosen pembimbing tugas serta telah banyak memberikan pelajaran selama proses pengerjaan tugas ini. Teman teman system perkapalan angkatan 2008 yang tidak sempat disebut namanya satu - persatuTiada yang maha sempurna kecuali Allah SWT, maka sebagai manusia biasa saya menyadari bahwa dalam laporan ini banyak kekurangan dan mungkin masih jauh dari kesempurnaan disebabkan oleh ketebatasan dan kemampuan penulis.Akhirnya kami berharap semoga laporan yang sederhana ini dapat memberikan manfaat, baik bagi diri penulis sendiri maupun bagi semua pihak yang berkenan, Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan taufik-NYA kepada kita semua.Amin Ya Rabbal Alamin.Wassalam. Makassar, Mei 2012

penyusun

BAB IILANDASAN TEORI

2.1 Teori HambatanTahanan (resistance) pada suatu kecepatan adalah gaya fluida yang bekerja pada kapal sedemikian rupa sehingga melawan arah gerakan kapal tersebut.Tahanan tersebut sama dengan komponen gaya fluida yang bekerja sejajar dengan sumbu gerakan kapal. Tahanan total diberi notasi Rt, dapat diuraikan menjadi sejumlah komponen yang berbeda yang diakibatkan oleh bebagai macam penyebab dan saling berinteraksi dalam cara yang benar-benar rumit.Agar dapat menangani tahanan secara praktis, maka tahanan total harus ditinjau secara praktis pula; untuk, tahanan total dapat dipandang sebagai suatu yang terdiri dari komponen yang dapat saling dikombinasikan dengan memakai berbagai cara yang berbeda. Tahanan spesifik kapal (R/0,5 V2S) sebagai fungsi angka Froude atau Fn. Dengan memakai definisi yang dipakai ITTC, selama memungkinkan, Komponen tersebut secara singkat dapat dijelaskan sebagai berikut: Tahanan gesek Rf : Tahanan gesek adalah komponen tahanan yang diperoleh dengan jalan mengintegralkan tegangan tangensial ke seluruh permukaan basah kapal menurut arah gerakan kapal. Tahanan sisa Rr : Tahanan sisa adalah kuantitas yang merupakan hasil pengurangan dari tahanan total kapal, suatu tahanan gesek yang merupakan hasil perhitungan yang diperoleh dengan memakako rumus khusus. Secara umum, bagian yang terbesar dari tahanan sisa pada kapal niaga adalah tahanan gelombang (Wavemaking resistance). Tahanan Viskos, Rv : Tahanan Viskos adalah komponen tahanan yang terkait dengan energi yang dikeluarkan akibat pengaruh viskos. Tahanan tekanan, Rp : Tahanan tekanan adalah komponen tahanan yang diperoleh dengan jalan mengintegralkan tegangan normal keseluruh permukaan benda menurut arah gerakan benda. Tahanan tekanan viskos, Rpv : Tahanan tekanan viskos adalah komponen tahanan yang diperoleh dengan jalan mengintegralkan komponen tegangan normal akibat viskositas dan turbulensi. Kuantitas ini tidak dapat langsung diukur, kecuali untuk benda yang terbenam seluruhnya ; dalam hal ini, sama dengan tahanan tekanan. Tahanan gelombang (Wavemaking resistance), Rwp : Komponen tahanan yang disimpulkan dari hasil pengukuran elevasi gelombang yang jauh dari kapal atau model; dalam hal ini medan kecepatan bawah permukaan (subsurface velocity field), yang berarti momentum fluida, dianggap dapat dikaitkan dengan memakai yang disebut teori linear. Tahanan yang disimpulkan demikian itu tidak termasuk tahanan pemecah gelombang (Wavebreaking resistence). Tahanan Semprotan (Spray resistance), rs : Tahanan semprotan adalah komponen tahanan yang terkait dengan energi yang dikeluarkan untuk menimbulkan semprotan.Sebagai tambahan atas komponen tahanan tersebut beberapa tahanan tambahan, Ra, perlu pula disebutkan di sini : Tahanan Anggota Badan (Appendages Resistance) : Ini adalah tahanan dari bos poros, penyangga poros (Shaftbrackets), poros, lunas bilga, daun kemudi dan sebagainya. Dalam memakai model fisik, model tersebut umumnya dilengkapi dengan anggota badan tersebut disertakan dalam pengukuran tahanan. Umumnya lunas bila tidak dipasang. Jika tanpa anggota badan, maka tahanannya disebut tahanan polos (hare resistance). Tahanan kekasaran : Tahanan ini adalah tahanan akibat kekasaran, misalnya kekasaran akibat korosi dan fouling (pengotoran)pada badan kapal. Tahanan udara : Tahanan ini dialami oleh bagian dari badan utuma kapal yang berada diatas permukaan air dan bangunan kapal (superstructure) karena gerakan kapal yang juga menyusuri udara. Tahanan kemudi (steering resistance) : untuk mempertahankan kelurusan lintasan, koreksi kedudukan umumnya dilaksanakan dengan memakai daun kemudi. Pemakaian daun kemudi menyebabkan timbulnya komponen tahanan tambahan yang disebut tahanan kemudi.2.2 Perhitungan Hambatan Kapal Dengan Metode Yamagata Metode perhitungan hambatan kapal ini diperkenalkan oleh Dr. Yamagata. Pada metode ini banyak menggunakan diagram sama halnya dengan metode guldhammer.Metode tahanan Yamagata banyak di gunakan pada kapal-kapal yang berukuran kecil serta komponen-komponen tahanan yang diperhitungkan juga terbatas dimana hanya diperhitungkan tahanan gesek dan tahanan sisa, sedangkan tahanan tambahan lainya seperti tahanan angin, bulbous LCB dan lain-lain.Menurut Yamagata dalam menentukan tahanan kapal diberikan format sebagai berikut :1. Estimasi kecepatan dalam satuan knot.2. Menentukan kecepatan kapal dalam satuan m/s3. Menentukan angka Reynold (Rn) Rn= Vs. Lwl/ Dimana : 0,884 x10-6 m2/s, Pada suhu 28OC4. Menentukan koefisien hambatan gesek (Cf), Cf= 0, 0075/ (log10 (Rn-2)25. Menentukan nilai tahanan gesek (Rf)Rf= 0, 5.Cf. .V2.S6. Menentukan nilai tahanan gesek (Rf) dalam satuan kg.7. Menentukan nilai Froude (Fn)Fn= V/8. Menentukan nilai harga B/L -0,135 9. Menentukan nilai harga B/T -2,25 10. Menentukan harga dari (rR'.B/L)/(B/L-0,135) 11. Menentukan harga dari (rR'.B/T)/(B/T-2,25) 12. Menentukan harga dari (Rr .B/L)(Rr .B/L) = B/T -2, 25 x (DrR'.B/T)/ (B/T-2, 25) 13. Menentukan harga dari (Rr .B/T)(Rr .B/T) = (DrR'.B/L) / (B/L-0,135) fig.5.3.2 x (Rr .B/L)14. Menentukan koefisien tahanan sisa (rRo) 15. Menentukan koefisien tahanan sisa (rR)rR= (Rr .B/T) + (Rr .B/L) + (rRo)16. Menentukan hambatan sisa (RR), dengan persamaan 2.4RR= (0, 5 x x 2/3 x V2) 17. Menentukan hambatan total (Rx) Rx= RR + Rf18. Hambatan total kapal.RT= Rx + 20%.Rx19. EHP(Effective Horse Power)EHP = RT x Vs /75

2.3. Teori MomentumTeori ini menganggap bahwa propeller sebagai alat untuk mempercepat pindahnya air sampai ketempatnya didepan daun baling-baling (dibelakang kapal). Air akan mengalami percepatan aksial (a) dan menimbulkan slip dengan kecepatan kearah belakang kapal akibat gerak berpu