Ekstraksi Benda Asing Esofagus

3

Click here to load reader

description

bahan ajar

Transcript of Ekstraksi Benda Asing Esofagus

Page 1: Ekstraksi Benda Asing Esofagus

Ekstraksi benda asing esofagus

Benda asing padat organik dan anorganik

Ekstraksi benda padat organik seperti makanan atau biji-bijian dapat dilakukan dengan

esofagoskopi rigid atau fleksibel maupun dilakukan pendorongan benda asing untuk masuk

ke dalam lambung, tergantung dari lokasi benda asing tersangkut, jika benda asing organik

tersebut tersangkut pada penyempitan pertama dan kedua, tindakan yang harus kita lakukan

adalah mengeluarkan benda asing tersebut dengan esofagoskopi rigid atau fleksibel, namun

jika benda asing organik tersebut tersangkut pada penyempitan keempat yaitu pada sfingter

gastroesofagea, benda asing tersebut dapat langsung di dorong masuk ke dalam lambung

sehingga dapat dicerna oleh lambung, namun berbeda dengan benda asing anorganik seperti

paku, jarum pentul, gigi palsu, koin dan lain-lain, penatalaksanaannya harus dilakukan

ekstraksi benda asing dan tidak boleh dilakukan pendorongan benda asing untuk masuk ke

dalam lambung, karena selain tidak dapat dicerna oleh lambung, benda asing anorganik jika

tidak keluar dari tubuh dalam waktu 2X24 jam maka harus dikeluarkan dengan cara

pembedahan laparotomi. Pada benda asing baterei bundar (disk/button battery) di esogagus

merupakan benda yang harus segera dikeluarkan karena risiko perforasi esofagus yang terjadi

dengan cepat dalam waktu ± 4 jam setelah tertelan akibat nekrosis esofagus.

Benda asing cair

Benda asing cair yang berbahaya bagi esofagus adalah benda asing cair yang bersifat

iritatif seperti larutan asam kuat dan basa kuat. Basa kuat menyebabkan terjadinya nekrosis

mencair (liquifactum necrosis). secara hsitologis dinding esofagus sampai lapisan otot seolah-

olah mencair. Asam kuat yang tertelan akan menyebabkan nekrosis menggumpal

(coagulation necrosis). secara histologis dinding esofagus sampai lapisan otot seolah-olah

menggumpal, asam kuat ini menyebabkan kerusakan lambung lebih berat dibandingkan

dengan kerusakan di esofagus, sedangkan basa kuat menimbulkan kerusakan di esofagus

lebih berat dari pada lambung.

Tatalaksana pada kasus benda asing cair iritatif dengan tujuan pemberian terapi pada

esofagus utnuk mencegah pembentukan striktur dab perforasi. Tindakan awal dengan

penatalaksanaan umum dengan memperbaiki leadaan umum pasien, menjaga keseimbangan

elektrolit serta menjaga jalan napas. Jika terdapat gangguan keseimbangan elektrolit dapat

diberikan aminofusin 600 2 botol, glukosa 10% 2 botol, NaCl 0,9%+KCL meq/liter 1 botol.

Page 2: Ekstraksi Benda Asing Esofagus

Untuk melindungi selaput lendir esofagus dapat diberikan susu atau putih telur, jika zat

iritatif tersebut tertelan lebih dari 6 jam, dapat dilakukan netralisasi (bila basa kuat diberi susu

atau cair, bila asam kuat diberi antasida).

Pada terapi medik diberikan antibiotik selama 2-3 minggu atau 5 hari bebas demam.

Kortikosteroid diberikan untuk encegah terjadinya pembentukan fibrosis yang berlebihn,

kortikosteroid diberikan sejak hari pertama dengan dosis 200-300 mg sampai hari ketiga dan

di tapring off setiap dua hari hingga dosis mentenance 2X50 mg.