ekologi pangan

download ekologi pangan

of 38

  • date post

    14-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    28
  • download

    0

Embed Size (px)

description

ekologi pangan

Transcript of ekologi pangan

NAMA: dr. HAFSHA RIZKI Y

NIM: 13131011031RESUME MINGGU : 4 ( KE EMPAT )EKONOMI DAN KEMAKMURAN

Pangan merupakan kebutuhan dasar bagi kehidupan manusia. Dunia internasional dalam World Food Summittahun 1996 menegaskan kembali hak setiap orang untuk memperoleh pangan yang aman dan bergizi, sama prinsipnya dengan hak untuk memperoleh pangan yang cukup dan hak azasi setiap manusia untuk bebas dari kelaparan.

Pengertian Ketahanan Pangan :

Menurut Undang-Undang No.7 tahun 1996 tentang Pangan, yang dimaksud dengan ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup baik jumlah maupun mutunya, aman, merata, dan terjangkau. Menurut FAO (1996) ketahanan pangan diartikan bahwa semua rumah tangga mempunyai akses terhadap pangan baik secara fisik maupun ekonomi sehingga setiap keluarga tidak beresiko kekurangan gizi.

Salah satu tanda atau indikator kesejahteraan rakyat adalah apabila setiap orang baik laki-laki maupun perempuan, anak, dewasa dan lanjut usia, kaya dan miskin, semuanya berstatus gizi baik. Artinya mereka semuanya tercukupi kebutuhan pangannya, serta dalam keadaan sehat jasmani dan rohani. Mereka yang keadaan gizinya baik, adalah mereka yang terbebas dari masalah gizi yaitu masalah yang timbul akibat kekurangan dan kelebihan gizi.

Status gizi masyarakat dapat digambarkan terutama pada status gizi anak balita dan wanita hamil. Secara umum dapat dikatakan bahwa suatu bangsa yang kelompok penduduk balita dan wanita hamilnya banyak menderita gizi-kurang, maka bangsa itu akan menghadapi berbagai masalah sumber daya manusia. Masalah tersebut antara lain:

1. Tingginya angka bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR) akibat ibunya menderita kurang energi dan protein waktu hamil.

a. BBLR berkaitan dengan tingginya angka kematian bayi dan balita.

b. BBLR juga dapat berpengaruh pada gangguan pertumbuah fisik dan mental anak.

c. Gizi-buruk pada anak balita juga dapat berdampak pada penurunan tingkat kecerdasan atau IQ.

d. Setiap anak bergizi buruk mempunyai resiko kehilangan IQ 10-13 poin.

e. Potensi kehilangan IQ sebesar 50 poin IQ per orang juga terdapat pada penduduk yang tinggal di daerah rawan gangguan akibat kurang yodium (GAKY).

2. Kurang vitamin A banyak diderita anak balita selain berdampak pada resiko kebutaan juga resiko kematian balita karena infeksi. Kurang vitamin A ikut berperan pada tingginya angka kematian balita di Indonesia.

3. Secara umum gizi-kurang pada anak balita dan wanita hamil dapat menciptakan generasi yang secara fisik dan mental lemah. Generasi yang secara fisik dan mental lemah akan menjadi beban masyarakat dan pemerintah. Biaya kesehatan meningkat karena banyak warga yang mudah jatuh sakit karena kurang gizi.Faktor faktor menyebabkan timbulnya kurang gizi :

Bagan berikut akan menyajikan berbagai faktor penyebab kurang gizi yang diperkenalkan UNICEF dan telah digunakan secara internasional. Dari bagan ini terlihat tahapan penyebab timbulnya kurang gizi pada anak balita, yaitu penyebab langsung, tidak langsung, akar masalah dan pokok masalah. Penyebab Kurang Gizi (sumber : Soekirman (2000))

Investasi Gizi dan Pembangunan Ekonomi

Perbaikan gizi masyarakat merupakan salah satu investasi pembangunan ekonomi. Investasi pembangunan ekonomi artinya penanaman modal untuk membangun industri barang dan jasa untuk menciptakan lapangan kerja. Titik berat investasi adalah untuk membangun prasarana ekonomi seperti jalan, jembatan dan transportasi. Para perencana regional dan daerah harus memasukkan perbaikan gizi, kesehatan dan pendidikan sebagai bagian suatu investasi ekonomi. Bank Dunia misalnya, dalam tahun 1992 menyatakan bahwa perbaikan gizi merupakan salah satu prioritas dalam memberikan pinjaman kepada negara berkembang sebagai suatu investasi pembangunanAdanya keterkaitan upaya perbaikan gizi dengan pembangunan ekonomi juga dikemukakan oleh Sekretaris Jendral PBB Kofi Annan. Dalam salah satu pidatonya dikatakan bahwa "Gizi yang baik dapat merubah kehidupan anak, meningkatkan pertumbuhan fisik dan perkembangan mental, melindungi kesehatannya, dan meletakkan fondasi untuk masa depan produktivitas anak". Kebijakan baru Bank Dunia dan pernyataan Sekjen PBB pada hakekatnya memperkuat hasil riset para pakar gizi dan kesehatan mengenai adanya hubungan antara pangan, gizi, kesehatan dan pembangunan ekonomi. Mekanisme hubungan tersebut digambarkan secara sederhana oleh Martorell (1996), seorang pakar gizi dari Amerika Serikat, dalam bagan sebagai berikut:

Pengaruh Pertambahan Penduduk

Penduduk serta berbagai akibatnya terhadap kemakmuran umat manusia, tidak terlepas dari peristilahan demografi dan kependudukan.

Demografi digunakan dalan pembicaraan aspek penduduk yang dikaitkan dengan variabel jumlah, sebaran umur, sex, status perkawinan, distribusi danvariabel karakteristik penduduk lainnya; Kependudukan digunakan dalam kajian hubungan penduduk dengan kebutuhan hidupnya. Misalnya hubungan penduduk dengan kebutuhan pangan, penduduk dengan pendidikan atau pekerjaan, penduduk dengan kesehatan dan sebagainya.

Hubungannya penduduk dan kemakmuran, merupakan hubungan timbal balik saling mempengaruhi (interdependency relationship).

1.1. Demografi dan Kependudukan

Demografi dalam pengertian yang paling sempit dinyatakan sebagai "demografi formal" yang memperhatikan ukuran atau jumlah/besar penduduk, distribusi geografis atau persebaran penduduk, struktur penduduk atau komposisi, dan dinamika atau perubahan penduduk. Ukuran penduduk menyatakan jumlah orang dalam suatu wilayah pada waktu tertentu. Distribusi penduduk menyatakan persebaran penduduk di dalam suatu wilayah pada suatu waktu tertentu, baik berdasarkan wilayah geografi maupun konsentrasi daerah pemukiman. Stuktur penduduk menyatakan komposisi penduduk menurut jenis kelamin dan/atau golongan umur. Perubahan penduduk secara implisit menyatakan pertambahan atau penurunan jumlah penduduk secara parsial ataupun keseluruhan sebagai akibat berubahnya 3 komponen utama perubahan jumlah penduduk yaitu kelahiran, kematian dan migrasi/mobilitas, yang secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut : D = f (fertilitas, mortalitas, mobilitas)

Dalam pengertian yang lebih luas, demografi juga memperhatikan berbagai karakteristik individu maupun kelompok yang meliputi tingkat sosial, budaya dan ekonomi.

Karakteristik sosial dapat mencakup status keluarga, tempat lahir, pendidikan dan lain sebagainya. Karakteristik ekonom imeliputi antara lain aktivitas ekonomi, status pekerjaan dan pendapatan. Aspek budaya berkaitan dengan persepsi, aspirasi dan harapan-harapan.

Dalam pengertian yang lebih luas lagi demografi mempelajari pemakaian data dan penerapan hasil analisisnya dalam berbagai lapangan termasuk berbagai permasalahan yang berkaitan dengan proses demografi. Diantaranya, dampak pertambahan penduduk terhadap, pangan, lingkungan hidup dan pemanfaatan sumberdaya alam.Hauser dan Duncan menyatakan bahwa demografi terdiri dari :

1. Analisis demografi mempelajari komponen-komponen perubahan penduduk dan variasinya, atau variabel kependudukan. Analisis perubahan demografi umumnya akan memperhatikan bentuk suatu persamaan keseimbangan/persamaan penduduk berimbang (Balancing Equation) sebagai berikut : Pt = Po + B - D + I EDimana : Pt menyatakan jumlah penduduk pada waktu t

Po menyatakan penduduk pada pemulaan periode waktu yang diperhatikan, B menyatakan jumlah kelahiran, D menyatakan jumlah kematian, I menyatakan imigrasi (masuk) dan E menyatakan emigrasi (keluar).

Jika faktor migrasi (imigrasi dan emigrasi) tidak diperhatikan, maka pertumbuhan penduduk itu disebut pertumbuhan penduduk alami (Natural Population Growth).2. Studi kependudukan, di samping variabel kependudukan, juga memperhatikan hubungan atau asosiasi antara perubahan penduduk dengan berbagai variabel sosial, ekonomi, politik, biologis, genetik, geografis dan sebagainya. Bidang studi kependudukan sakurang-kurangnya memperhatikan determinan dan akibat pertumbuhan penduduk.1.2. Pertambahan PendudukBahwa dunia ini sudah terlalu penuh dihuni oleh manusia sebenarnya masih merupakan bahan perbincangan yang sengit. Secara garis basar terdapat dua pandapat yang berbeda yaitu : 1. Pihak optimis berpendapat bahwa di muka bumi sama sekali tidak terdapat krisis atau pernasalahan kepadatan penduduk. Keadaan yang mendukung pendapat pihak ini adalah: Banyak bagian di muka bumi ini yang masih belum dihuni oleh manusia secara padat. Manusia hidup berdesak-desakan hanya terbatas di kota-kota besar sedangkan di luar wilayah itu keadaan penduduknya masih jarang. Banyak bagian di dunia ini yang pada masa lalu memiliki jumiah penduduk yang lebih padat dibandingkan dengan masa kini. Bagian bumi serupa itu dan bagian bumi lainnya yang masih kosong tentu dapat menampung lebih banyak penduduk di masa yang akan datang.Mungkin kita berpendapat, bahwa perhitungan cacah jiwa di masa lalu banyak kesalahannya dan sukar untuk dipercaya. Meskipun demikian bukti bekas kebudayaan dan reruntuhan bangunan kuno yang tersebar di mana-mana memberi gambaran, bahwa tidak mungkin daerah tersebut tidak dihuni oleh penduduk yang besar jumlahnya. Reruntuhan bangunan-bangunan kuno ini sekarang hampir tidak berpenduduk. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya dunia ini memang masih cukup mampu menampung lebih banyak penduduk daripada sekarang.Clark (1967) mengemukakan 4 macam alasan yang mendukung pendapat adanya hubungan yang erat antara peningkatan populasi dan perkembangan serta kemajuan bangsa.

Pertama, alasan yang menyangkut ekonomi skala.

Dalam sektor non pertanian dari suatu sistem ekonomi, peningkatan input buruh ke dalam suatu usaha akan neningkatkan pula hasil per unit buruh itu. Ekono