Ekologi Ji

Click here to load reader

  • date post

    05-Dec-2014
  • Category

    Documents

  • view

    205
  • download

    7

Embed Size (px)

Transcript of Ekologi Ji

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang B. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah pada makalah ini, yaitu : 1. Bagaimanakah tipe-tipe interaksi yang terjadi antar dua jenis organisme di lingkungan ? 2. Apakah yang dimaksud dengan kompetisi interspesifik dan koeksistensi ? 3. Apakah perbedaan dari herbivora, parasitisme, allelopati, dan predasi ? 4. Bagaimana interaksi-interaksi positif yang terdiri atas komensalisme, kooperasi mutualisme ? 5. Apakah yang dimaksud dengan konsep habitat, Niche dan guild ?

C. Metode Penulisan Dari banyak metode yang kamitim penyusunketahui, penulisan makalah ini menggunakan metode kepustakaan. Pada zaman modern ini metode kepustakaan tidak hanya berarti pergi ke perpustakaan guna mencari bahan dan materi makalah tapi dapat pula dilakukan dengan pergi ke warung internet (warnet). Kami menggunakan metode ini karena jauh lebih praktis, efektif, efisien, murah serta sangat mudah untuk mencari bahan dan datadata tentang topik ataupun materi yang kami gunakan untuk makalah ini.

D. Ruang Lingkup Mengingat keterbatasan waktu dan kemampuan yang kamitim penyusun miliki serta sesuai rujukan materi yang harus dibahasa dalam makalah ini yang diberikan oleh dosen pengasuh mata kuliah Ekologi yang juga sebagai pemberi tugas, maka ruang lingkup makalah ini terbatas pada pembahasan komunitas dan populasi serta interaksi yang terjadi di dalamnya.

BAB II PEMBAHASAN

A. Tipe-tipe Interaksi Antar Dua Jenis Organisme Secara teori, spesies-spesies anggota populasi saling berinterkasi satu dengan lainnya dan membentuk interaksi yang positif, negatif, netral, atau kombinasi yang bentuk interkasi itu dapat dibagi menjadi beberapa tipe, yaitu neutralisme, kompetisi, amensalisme, parasitime, predasi (pemangsaan), komensalisme, protokooperasi, dan mutualisme. 1. Simbiosis Mutualisme adalah hubungan timbal balik antara 2 spesies yang dimana kedua spesies tersebut saling menguntungkan antara keduanya. Contohnya: Ikan Hiu dan ikan Remora, bakteri Rhizobium yang hidup pada bintil kacangkacangan, bunga Sepatu dan Lebah, burung Jalak dengan Kerbau, Bunga dan Kupu Kupu.

2. Simbiosis Komensalisme adalah hubungan antara 2 organisme yang berbeda spesies dalam satu bentuk kehidupan bersama dalam berbagi sumber makanan. Contoh: Bunga Anggrek dan pohon yang ditumpanginya, ikan Badut dengan dengan Anemon laut, keladi tikus dengan semut angrang, pohon mangga dengan tumbuhan merambat, pohon Angsana dengan tumbuhan Paku.

3. Simbiosis Parasitisme adalah hubungan antarorganisme yang berbeda spesies, satu organisme hidup pada organisme lain dan mengambil makanan dari inangnya yang dimana sebagai bersifat merugikan. Contoh: Tanaman Benalu dan Inangnya, Tali Putri dengan Inangnya, Tanaman dengan Bekicot, Palem dan Gulma, ikan Mutiara dan Teripang.

4. Simbiosis protokooperasi: yakni cara hidup bersama atau timbal balik antara duamakhluk hidup yang berbeda spesies, di mana jika kedua makhluk hidup bersimbiosisatau bersatu akan menjadi lebih baik. Namun, tanpa melakukan simbiosis pun keduamakhluk hidup ini tetap dapat hidup normal. Simbiosis tipe ini umumnya akanmembentuk spesies yang baru dan lebih unggul dari pada individu pembentuknya. Contoh: Lumut kerak yang merupakan perpaduan antara simbiosis jamur danganggang.

5. Predasi adalah hubungan antara mangsa dan pemangsa. Hubungan ini sangaterat sebab tanpa mangsa, predator tak dapat hidup. Sebaliknya, predator juga berfungsisebagai pengontrol populasi mangsa. Contoh: Singa dengan mangsanya, yaitu kijang, rusa, dan burung hantu dengan tikus, Cicak dan Nyamuk, Ayam dan Ulat.

6. Kompetisi adalah hasil dari pembagian, sumber daya yang terbatas. Pembagian menunjukkan bahwa spesies berbagi sumber daya yang sangat penting untuk menunjang keberhasilan ekologis. Tidak semua individu spesies yang berkompetisi akan mendapatkan sumberdaya yang cukup untuk

memaksimalkan kelangsungan hidup (survival) dan reproduksinya (maka digunakan istilah limiting atau terbatas). Bahwa spesies yang berkompetisi

tidak akan mati secara langsung, hanya performance secara keseluruhan akan berkurang. Dalam ringkasannya bahwa, di mana kedua pihak saling merugikan. Contoh: Populasi Kambing dan populasi Sapi di padang rumput.

7. Amensalisme: interaksi yang terjadi antara dua spesies dimana satu spesies rugisedangkan spesies yang lain tidak mendapatkan keuntungan. Contoh: Saat babi liar mencari makan, akan merusak lapisan teratas tanah, dan beberapaorganisme akan keluar dari liangnya dan lebih mudah dimakan oleh predatornya,walaupun hewan penggali lubang rugi, babi tidak mendapatkan keuntungan dari situasitersebut.

8. Netralisasi adalah suatu bentuk hubungan antara makhluk hidup yang tidak salingmerugikan atau diuntungkan. Contoh: Burung bangau yang memakan siput, ikandengan burung pipit yang memakan padi di sawah.

9. Antibiosis adalah suatu bentuk hubungan antara makhluk hidup yang berbeda jenis atau berseda spesies di mana makhluk hidup yang satu menghambat dalam pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup yang lain. Contoh: Hubungan antara jamur yang mengeluarkan racun sehingga menghambat pertumbuhan organisme lain disekitarnya.

B. Kompetisi Interspesifik dan Koeksistensi 1. Kompetisi Interspesifik Kompetisi adalah interakksi antar individu yang muncul akibat kesamaan kebutuhan akan sumberdaya yang bersifat terbatas, sehingga membatasi kemampuan bertahan (survival), pertumbuhan dan reproduksi individu penyaing (Begon et al .1990), sedangkan Molles (2002) kompettisi didefinisikan sebagai interaksi antar individu yang berakibat pada pengurangan kemampuan hidup mereka. Kompetisi yang terjadi antara individu sejenis disebut sebagai kompetisi intraspesifik. Contoh kompetisi intraspesifik pada pot 1 ditanam biji2 kacang hijau saja pada pot 2 ditanam kacang hijau + jagung Terjadi kompetisi intraspesifik antar kacang hijau yang mengakibatkan berat kecambah kacang hijau lebih sedikit dibandingkan kacang hijau yang ditanam dengan jagung. Sedangakan interaksi antara individu yang tidak sejenis disebut interaksi interspesifik. Contoh, persaingan antara kambing dan kerbau di padang rumput dan persaingan rumput teki dan ilalang dalam memperebutkan sinar matahari atau lahan. Kompetisi dapat terjadi antar individu dalam satu populasi dan individu dari populasi lain yang berbeda. Sumber daya yang diperebutkan dalam kompetisi ini dapat berupa makanan, energi, tempat tinggal, bahkan pasangan kawin. Persingan dalam hal sumber daya runga atau tempat tinggal terjadi jika terjadi ledakan populasi sehingga hewan berdesak-desakan di suatu tempat tertentu. Dalam kondisi ini hewan hewan yang kuat mengusir hewan lemah untuk pindah dari kelompoknya atau meninggalkan tepatnya. Beberapa factor-faktor yang berpengaruh terhadap persaingan intraspesifik dan interspesifik pada tumbuhan, yaitu :

1) Jenis tanaman Factor ini meliputi sifat biologi tumbuhan, system perakaran, bentuk pertumbuhan secara fisiologis. Misalnya adalah pada tanaman ilalang yang memiliki system perakaran yang menyebar luas sehingga menyebabkan persaingan dalam memperebutkan unsure hara. Bentuk daun yang lebar pada daun talas menyebabkan laju transpirasi yang tinggi sehingga menimbulkan persaingan dalam memperebutkan air. 2) Kepadatan tumbuhan Jarak yang sempit antar tanaman pada suatu lahan dapat menyebabkan persaingan terhadap zat-zat makanan hal ini karena zat hara yang tersedia tidak mencukupi bagi pertumbuhan tanaman. 3) Penyebaran tanaman Untuk menyebarkan tanaman dapat dilakukan dengan penyebaran biji atau melalui rimpang (akar tunas). Tanaman yang penyebarannya dengan biji mempunyai kemampuan bersaing yang lebih tinggi daripada tanaman yang menyebar dengan rimpang. Namun persaingan yang terjadi karena factor penyebaran tanaman sangat dipengaruhi factor-faktor lingkungan lain seperti suhu, cahaya, oksigen, dan air. 4) Waktu Dalam hal ini waktu adalah lamanya tanaman sejenis hidup bersama. Periode 25-30% pertama dari daur tanaman merupakan periode yang paling peka terhadap kerugian yang disebabkan oleh persaingan.

Berikut adalah tabel pengaruh interaksi populasi A vs B terhadap kelangsungan kehidupan pertumbuhan populasi

Tidak berinteraksi No Tipe interaksi A B

Apabila berinteraksi Hasil interaksi A B

1

Netralisme

0

0

0

0

Tidak ada yang terpengaruh

2

Kompetisi

0

0

-

-

Yang paling terpengaruh punah

3

Mutualisme

-

-

+

+

Obligatori bagi kedua populasi

Menguntungkan 4 Protokooperasi 0 0 + + keduabelah pihak namun tidak obligatori

5

Komensalisme

-

0

+

0

Obligatori bagi A, B tidak terpengaruh

6

Amensalisme

0

0

-

0

A tuan rumah, B tak terpengaruh

7

Parasitisme

-

0

+

-

Obligatori bagi A, B tuan rumah

8

Predasi

-

0

+

-

Obligatori bagi A, B tuan rumah

Keterangan : + Populasi tumbuh 0 Populasi menurun Pertumbuhan populasi tidak terpengaruh

2. Koeksistensi Karena kelompok-kelompok spesies dalam komunitas itu tidak berdiri sendiri-sendiri maka mereka harus dapat hidup bersama dengan saling mengatur. Di dalam hidup bersama itu interaksi di dalam spesies bisa bersifat searah atau dua arah. Contoh: Tumbuhan yang hidup di lapisan atas tidak dapat hidup tanpa ada tumbuhan yang ada dibawahnya, atau sebaliknya sehingga terjadi saling mengatur. Di dalam hidup bersamaam terjadi bermacam-macam interaksi seperti: - Mutualisme - Eksploitasi - Parasit - Komensalisme - Kompetisi : Hidup bersama saling menguntungkan : Suatu spesies hidup atas jerih payah spesies lain : Menempel pada tanaman lain dan merugikan : Menempel pada tanaman lai