Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang WASPADAI...

of 48/48
1 Intan Edisi 32/2017 INFORMASI KESEHATAN Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Edisi 32 / 2017 Tidak Untuk Diperjualbelikan WASPADAI WASPADAI WASPADAI WASPADAI WASPADAI LEPTOSPIROSIS LEPTOSPIROSIS LEPTOSPIROSIS LEPTOSPIROSIS LEPTOSPIROSIS WASPADAI WASPADAI WASPADAI WASPADAI WASPADAI LEPTOSPIROSIS LEPTOSPIROSIS LEPTOSPIROSIS LEPTOSPIROSIS LEPTOSPIROSIS
  • date post

    02-Mar-2019
  • Category

    Documents

  • view

    226
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang WASPADAI...

1Intan Edisi 32/2017

INFORMASI KESEHATAN

Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang

Edisi 32 / 2017

Tidak Untuk Diperjualbelikan

WASPADAIWASPADAIWASPADAIWASPADAIWASPADAILEPTOSPIROSISLEPTOSPIROSISLEPTOSPIROSISLEPTOSPIROSISLEPTOSPIROSISWASPADAIWASPADAIWASPADAIWASPADAIWASPADAILEPTOSPIROSISLEPTOSPIROSISLEPTOSPIROSISLEPTOSPIROSISLEPTOSPIROSIS

2 Intan Edisi 32/2017

3Intan Edisi 32/2017

REDAKTUR:

SEKRETARIAT:

DISTRIBUSI:

Pemimpin Umum:Hj. Dwi Harti Nugraheni,

SKM, MKM

Pemimpin Redaksi:H. Abdul Azis, SIP

dr. M Jusran Jufri,MM.Kes

dr. Sri Indriyani

Sri Indriastuti,SKM, M.Kes

Muji Harja,S.Farm, Apt

Sri Lestari, SKM, MKM

Mulyadi

TIM REDAKSI

Pepen Supendi, S.Sos

dr. Hendra Tarmizi,MARS

Toha SKM, M.Si

Nurdiana Yanuarti, SKM

Redaksi Ahli:dr. Hj. Desiriana Dinardianti, MARSdr. Hj. Dede Widyawati, M.Kesdr. Ni Wayan Manik, MKKdr. Hj. Midrawati,MMdr. Hj. Corah Usman

IKLAN & MARKETING:

Kusnadi, SKM, MKM Nur Qomariah, SKM, MMKes

Reza Barzera, SST

KONTRIBUTOR:

Nining Mularsih, SKM, M.Epid

REPORTER/FOTOGRAFER:

Udi SuhendiSaehul Anwar

LAYOUT & DESIGN:

Eva FahrudinKurniawan

4 Intan Edisi 32/2017

INDEKS

26

Penataan LingkunganKelapa Dua MasukPenilaian Nasional

28

Digagas Tahun 2018Kabupaten Tangerang

Punya Perda KTR

14Kabupaten TangerangCanangkan Program1 Rumah 1 Jumantik

11STBM Efektif CegahLeptospirosis6WaspadaiLeptospirosis

16Perlu DikampanyekanSukses Imunisasi MR20Fatwa MUI TentangImunisasi22Difteri:Gejala, Penyebab,

Pengobatan

5Intan Edisi 32/2017

INFORMASI KESEHATAN

Salam Redaksi

PEMBACA tercinta, Majalah Intan kali inimenyajikan tema Waspadai Leptospiro-sis. Leptospirosis merupakan penyakit yangdisebabkan oleh bakteri leptospira yangdisebarkan melalui urine atau darah hewanyang terinfeksi bakteri ini.

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)merupakan salah satu cara efektif mencegahberjangkitnya penyakit Leptospirosis.

Dihadirkan pula pembahasan mengenaiprogram Kementerian Kesehatan RI yaituImunisasi Measles-Rubella (MR) yang sudahdimulai di wilayah Kabupaten Tangerang sejakAgustus 2017.

Paparan mengenai manfaat Imunisasi MRserta adanya fatwa dari MUI yang mem-bolehkan imunisasi diberikan sebagai upayapencegahan penyakit berbahaya.

Adapula wawancara khusus Ketua KomisiII DPRD Kabupaten Tangerang terkaitrencana pembentukan Perda tentangKawasan Tanpa Rokok.

Fenomena bunuh diri yang menggejaladi Indonesia juga dibahas sebagai referensidalam manajemen stres dalam diri sendiri.

Kunjungan Ibu Negara Iriana JokoWidodo ke Desa Kohod pun disajikan kepadapembaca serta cara-cara sehat untukmenurunkan berat badan.

Harapan akhirnya adalah semua sajianinformasi dan pengetahuan dapat ber-manfaat bagi pembaca tercinta.

Redaksi

5Intan Edisi 32/2017

32ManajemenPencegahan &PenangananBunuh Diri

34Stres, SebaiknyaDihindari AgarTidak Dikeluhkan

36Dirintis RencanaPembentukanPosbindu PTM diDesa & Kelurahan

40Digelar 11 KegiatanKesehatan DukungOASE

42Cara SehatMenurunkanBerat Badan

6 Intan Edisi 32/2017

TOPIK UTAMA

WASPADAILEPTOSPIROSIS

LEPTOSPIROSIS adalah penyakit yang disebabkan olehbakteri Leptospira yang disebarkan melalui urine atau

darah hewan yang terinfeksi bakteri ini. Penyakit ini saatmenyerang manusia bisa mengakibatkan penderitaan

sampai kematian. Sebab itu, harus diwaspadai.

7Intan Edisi 32/2017

TOPIK UTAMA

Beberapa jenis hewan yang dapatmenjadi pembawa leptospirosis, yaituAnjing, hewan pengerat seperti Tikus, dankelompok hewan ternak seperti Sapi sertaBabi.

Leptospirosis menyerang manusiamelalui kontak langsung bakteri itu denganair yang tersentuh manusia (air banjir, airkolam, air sungai, air danau, atau airselokan) atau tanah yang telah ter-kontaminasi urine hewan pembawa bakterileptospira.

Leptospirosis rentan menyerang orang-orang yang biasa berurusan dengan hewan.Jarang sekali penyakit ini ditulari darimanusia.

PENYEBAB LEPTOSPIROSISLeptospirosis disebabkan oleh infeksi

bakteri Leptospira yang dibawa olehhewan-hewan tertentu. Leptospira adalahorganisme yang hidup di perairan air tawar,tanah basah, lumpur, dan tumbuh-tum-buhan.

Bakteri ini dapat dapat menyebar melaluibanjir. Hewan pembawa bakteri leptospiraumumnya tidak memiliki tanda-tandasedang mengidap leptospirosis karenabakteri ini dapat keluar melalui urinemereka.

Keluarnya bakteri melalui urine hewanliar maupun hewan piaraan yang terinfeksidapat berlangsung secara terus-menerusatau hanya sesekali selama beberapa bulanhingga beberapa tahun.

Bakteri yang kemudian masuk ke airatau tanah ini bisa bertahan hinggabeberapa pekan sampai berbulan-bulan.

Leptospirosis umumnya banyak ditemuidi area tropis dan subtropis, di manaudaranya panas dan lembap yang membuat

bakteri ini dapat bertahan hidup lebih lama,seperti Tiongkok, India, dan Asia Tenggara.

Para pekerja yang sering berurusandengan hewan memiliki resiko lebih tinggiterkena infeksi leptospirosis, misalnyaseorang peternak, nelayan, pekerja disaluran pembuangan limbah, dan dokterhewan.

Bakteri leptospira dapat masuk melaluimata, hidung, mulut, atau luka terbuka padakulit, terutama jika manusia seringmenghabiskan waktu berada di areaterinfeksi, baik air maupun tanah, yangterkontaminasi bakteri ini.

Waspadai juga infeksi bakteri leptospiraketika manusia melakukan kegiatan di luarruangan seperti berkemah dan memancingatau berkunjung ke daerah yang sedangmenghadapi epidemi leptospirosis.

Bakteri ini juga dapat menyebar melaluigigitan hewan atau cairan tubuh lain(kecuali ludah) dan ketika meminum airyang terkontaminasi, misalnya sehabisbanjir atau ketika melakukan olahraga yangberhubungan dengan air.

Hewan piaraan jarang menjadi penyebab

8 Intan Edisi 32/2017

TOPIK UTAMA

menyebarnya Leptospirosis, walau ter-dapat juga kasus Leptospirosis yangdisebarkan oleh tikus piaraan. Kasuspenyebaran Leptospirosis juga jarangdisebarkan oleh sesama manusia walaumasih mungkin terjadi melalui hubunganseksual atau melalui ASI dari ibu yangterinfeksi bakteri ini kepada bayi.

GEJALA LEPTOSPIROSISLeptospirosis memiliki gejala yang

umumnya menyerupai flu, yaitu demam,nyeri otot, dan pusing. Leptospirosis tidakmemiliki gejala-gejala yang signifikansehingga sulit untuk terdiagnosis.

Gejala leptospirosis umumnya ber-kembang dalam waktu 1-2 minggu atauhingga satu bulan setelah penderitanyaterpapar bakteri ini dan cenderungmembaik minimal dalam lima hari hingga

maksimal satu minggu setelah gejalamuncul.

Adapun gejala lain yang mungkinmuncul, di antaranya mual, muntah,meriang, sakit kepala, nyeri otot, sakitperut, diare, kulit atau area putih padamata yang menguning, demam tinggi,ruam, iritasi atau kemerahan di area mata,batuk, kehilangan nafsu makan.

Gejala leptospirosis yang lebih beratbisa berujung kepada komplikasi yang lebihserius, berupa pendarahan hingga gagalfungsi pada organ-organ tertentu.

Kondisi pasien secara umum akanmembaik dari gejala awal yang muncul,namun selanjutnya akan menjadi sakitkembali dan berkembang-biak menjadikondisi yang lebih serius.

Kasus Leptospirosis yang memburuk inidapat terjadi pada 1 dari 10 penderita pada

9Intan Edisi 32/2017

1-3 hari setelah gejala awal mereda. Jikatidak segera ditangani, penderita dapatmengalami kerusakan otak, gagal fungsiginjal, dan gangguan fungsi paru-paru.

Kasus ini cenderung dikenal dengannama penyakit Weil. Beberapa gejala yangmungkin dialami, di antaranya sakit di areadada, napas yang pendek/kehabisannapas, pembengkakan pada pergelangantangan atau kaki, warna kulit menguningatau bagian putih pada mata yangmenguning (penyakit kuning), gejala yangmenyerupai penyakit meningitis atauradang otak (ensefalitis), seperti kejang,sakit kepala dan muntah, serta batukdarah.

DIAGNOSIS LEPTOSPIROSISDiagnosis Leptospirosis dapat dipastikan

melalui gejala yang diderita, riwayat pasiendan pemeriksaan fisik pasien. Biasanya terapisudah mulai diberikan jika memang sudahdicurigai Leptospirosis pada tahap ini.

Pemeriksaan laboratorium biasanyadilakukan untuk mengonfirmasi diagnosadan menentukan derajat kerusakan organserta derajat keparahan komplikasi.Sementara pemeriksaan darah dan urineuntuk mengisolasi bakteri dari cairan tubuhpenderita sulit dilakukan.

Oleh karena itu, Tes Serologi mungkinakan dilakukan untuk membantu meng-konfirmasi diagnosa. *

PENCEGAHAN LEPTOSPIROSISTerkait itu, jika berniat bepergian kedaerah yang memiliki angka Lep-tospirosis yang tinggi atau sering terlibatkontak dengan hewan secara langsung,maka manusia memiliki risiko tertularyang lebih besar.

Lakukan beberapa langkah pen-cegahan berikut ini: Pertama, gunakanpakaian yang melindungi tubuh sertabersihkan dan tutup luka dengan sebaikmungkin agar tidak terkena kontaklangsung dengan hewan pembawabakteri leptospira.

Kedua, gunakan juga pakaian yanglayak saat akan berolahraga atauberaktivitas di luar ruangan yang berisikomenimbulkan cedera atau luka ketikaberada di area yang rawan terdapatbakteri leptospira.

Ketiga, mandilah setelah selesai me-lakukan aktivitas di lingkungan berair,

terutama di area yang berisiko. Keempat,jangan menyentuh bangkai hewan secaralangsung. Kelima, gunakan sarung tanganketika berniat membersihkan urine ataukotoran hewan yang diduga terinfeksibakteri leptospira.

Keenam, biasakan mencuci tangansetelah terlibat kontak dengan hewanyang terinfeksi leptospirosis. Ketujuh,bersihkan permukaan yang terkenaurine atau kotoran hewan yang terinfeksileptospirosis dengan larutan pembersihantibakteri atau campuran air danpemutih dengan perbandingan volumeair dan pembersih sebanyak 10:1.

Kedelapan, waspadai air yang akandiminum, pastikan kemasan air tertutupdan tersegel dengan baik atau air sudahdirebus sebelumnya. Kesembilan, vak-sinasi hewan piaraan atau ternak Andaagar terhindar dari leptospirosis. *

TOPIK UTAMA

10 Intan Edisi 32/2017

TOPIK UTAMA

PENGOBATAN LEPTOSPIROSISInfeksi leptospirosis diobati dengansuntikan antibiotik untuk membasmibakteri dan mengembalikan fungsi tubuhyang terganggu akibat kondisi ini.

Obat-obatan antibiotik yang umum-nya digunakan adalah penisilin dan tet-racycline. Antibiotik biasanya diberikanselama satu minggu dan proses pe-ngobatan ini harus diikuti hingga akhirdemi memastikan semua bakteri hilangsehingga mencegah kemungkinanterulangnya infeksi dari bakteri yangsama.

Walau demikian, masih dibutuhkanpenelitian lebih lanjut untuk membuktikanefektivitas terapi antibotik terhadap lep-tospirosis.

Selain obat-obatan antibiotik, obatpereda rasa sakit yang memiliki kan-dungan Parasetamol juga dapat diberikanuntuk mengatasi gejala awal Leptospiro-sis, antara lain: Sakit kepala, nyeri otot,demam.

Pada kasus Leptospirosis yang parah(penyakit Weil) dan/atau yang terjadipada masa kehamilan, pasien dapatdirujuk ke rumah sakit untuk men-dapatkan perawatan dan pengawasanyang lebih menyeluruh.

Hal ini dilakukan untuk mencegah Lep-tospirosis menyebar ke organ lain ataujanin. Penderita akan diberikan suntikanantibiotik secara langsung ke dalampembuluh darah.

Jika infeksi telah menyerang organtubuh, maka beberapa perawatan tam-bahan diperlukan untuk menjaga se-kaligus mengembalikan fungsi dankondisi tubuh, di antaranya: Pertama,Infus. Langkah ini untuk memasukkancairan dan nutrisi tambahan yangdibutuhkan tubuh.

Kedua, Ventilator. Alat ini sebagai alatbantu pernapasan. Ketiga, Dialisis. Yaituuntuk membantu fungsi ginjal yangterganggu dalam proses pembuanganzat yang tidak dibutuhkan tubuh.

Perawatan di rumah sakit biasanyamembutuhkan waktu beberapa minggubahkan berbulan-bulan tergantung daritingkat keparahan leptospirosis, kondisitubuh, dan respons pasien terhadappengobatan.

Komplikasi serius pada paru yangdisebut severe pulmonary hemorrhagicsyndrome merupakan penyebab ke-matian utama penderita leptospirosis dinegara-negara berkembang.

Selain itu, gagal ginjal akut dandisfungsi hati merupakan komplikasi lainyang dapat timbul pada kondisi ini. *

11Intan Edisi 32/2017

STBM EFEKTIF CEGAH LEPTOSPIROSIS

LEPTOSPIROSIS menjadi suatu masalahdi dunia karena angka kejadiannya yangtinggi. Di negara tropis diperkirakanterdapat kasus Leptospirosis antara 10-100kejadian di setiap 100.000 penduduk pertahun (WHO, 2003).

Kondisi lingkungan yang buruk dapatmerupakan faktor resiko timbulnya Lep-tospirosis. Misalnya di daerah banjir, daerahkumuh, persawahan/perkebunan, danau.

Beberapa reverensi penelitian diketahuibahwa faktor resiko terkena penyakit iniberada di lingkungan rumah yang tidaksehat misalnya becek, genangan air,selokan tidak mengalir dan sampah yangberserakan.

Leptospira dapat bertahan hidup dilingkungan dengan suhu mendekati netral(6,8-7,4), di lingkungan yang hangat (suhu22p C) dan air yang menggenang. Ka-rakteristik air sawah yang cocok bagibakteri leptospira adalah air dengan

genangan 5-10 cm.

PERAN AKTIF MASYARAKATUntuk mencegah terkena Leptospirosis

diperlukan peran aktif masyarakat dalamupaya pencegahannya, mulai dari pen-dekatan kepada masyarakat untuk me-ningkatkan perilaku higiene dan sanitasi.

Kegiatan pencegahan ini bisa dirumuskandalam program Sanitasi Total BerbasisMasyarakat (STBM) yang sejak lamasecara terus-menerus digulirkan DinasKesehatan Kabupaten Tangerang kepadamasyarakat di seluruuh wilayah. STBMdinilai sangat efektif dalam mencegahpenyakit Leptospirosis.

Tujuan akhir dari kebersamaan ma-syarakat berperilaku STBM adalah me-ngendalikan tikus serta berperilaku tidakberisiko tertular penyakit leptospirosis.

Adapun proses pemicuan higienesanitasi sebagai berikut:

TARLING (SEPUTAR LINGKUNGAN )

12 Intan Edisi 32/2017

TARLING (SEPUTAR LINGKUNGAN )

sehat diantaranya rajin melaksanakan cucitangan pakai sabun (CTPS), dan meng-gunakan alas-kaki (keluar rumah meng-gunakan sandal/sepatu, petani memakaisapatu boot).

Berikut ini sejumlah upaya untuk pe-ngendalian tikus di lingkungan, s.b.b:Pertama, bak sampah agar selalu tertutupdan terbuat dari bahan anti tikus, ditem-patkan 45 cm di atas permuakaan tanah.Kedua, simpan makanan tertutup meng-gunakan bahan anti tikus.

Ketiga, cegah tikus masuk ke dalamrumah dengan cara menjaga kebersihandan kerapihan rumah, menutup lubang yangbisa menjadi jalan tikus semisal talang,saluran air dsb, pengecatan dinding luarrumah dengan cat yang halus di bawahjendela minimal setinggi 10 cm.

Keempat, mengurangi cabang-cabang po-hon yang berhubungan dengan rumah. Kelima,bila diketahui ada tikus di sekitar rumah segerapasang perangkap tikus di dalam dan luarrumah (pekarangan, kebun, sekitar kandangternak, semak-semak dan di sawah). *

Transect Walk

Alur Kontaminasi

Simulasi oral kontaminasi

Focus Grup Discussion

Skorsing pemetaan dan

penilaian

Alur Penularan Penyakit

(Diagram F)

Pemetaan

Alur Pemicuan

Melihat faktor resiko timbulnya Lep-tospirosis, maka sangat dianjurkan me-lakukan upaya pencegahan utamanya yaitudengan membuat lingkungan selalu bersih(tidak ada genangan air, tidak ada sampahberserakan, selokan mengalir, berperilaku

13Intan Edisi 32/2017

TARLING (SEPUTAR LINGKUNGAN )

14 Intan Edisi 32/2017

TARLING (SEPUTAR LINGKUNGAN )

KABUPATEN TANGERANGCANANGKAN PROGRAM1 RUMAH 1 JUMANTIK

DINAS Kesehatan Kabupaten Tangerang menggelarpencanangan program 1 Rumah 1 Jumantik yangdilaksanakan di Perumahan Puri Bidara Permai di RW 06Desa Pematang, Kecamatan Tigaraksa, KabupatenTangerang, Selasa (26/9/2017).

Pencanangan program yang bertujuanmeningkatkan peran-serta masyarakatdalam pemberantasan penyakit DemamBerdarah Dengue (DBD) ini diresmikanAsda I Bidang Pemerintahan dan Ke-masyarakatan Pemkab Tangerang, HHeri Herianto Msi.

Dalam sambutannya, Asda I Ka-bupaten Tangerang bersyukur di wilayahKabupaten Tangerang pada tahun 2017ini telah terjadi penurunan angka kasusDBD. Namun kita jangan sampai terlenadengan itu, mari kita meningkatkanupaya sadar diri dalam melakukankebersihan lingkungan dan gerakanpemberantasan sarang nyamuk di setiapminggunya.

Diakui dengan dicanangkannya pro-gram 1 Rumah 1 Jumantik (Juru Pe-mantau Jentik) bisa dijadikan komitmenbersama masyarakat Kabupaten Ta-ngerang dalam memberantas DBD.

Jadikan program ini bukan hanya diwilayah Tigaraksa saja, namun di-laksanakan di wilayah-wilayah ke-camatan lainnya, harap Heri Herianto.

Sementara dr Hj Desiriana DinardiantiMARS, Kepala Dinas Kesehatan Ka-bupaten Tangerang, mengakui penyakitDemam Berdarah Dengue masih menjadisalah-satu prioritas nasional dalampenanggulangannya. Penyakit ini dapatdatang kapan saja, yang bisa sajamenjadi kejadian luar biasa (KLB).

Pengendaliannya sendiri telah ter-tuang dalam Keputusan Menteri Ke-sehatan RI tentang PemberantasanDemam Berdarah. Dengan prioritasutama pencegahannya melibatkanperan-serta masyarakat. Seperti pro-gram yang saat ini dicanangkan.

Diharapkan dengan terbentuknyakader jumantik di setiap wilayah yangmelakukan pemantauan jentik di setiap

15Intan Edisi 32/2017

TARLING (SEPUTAR LINGKUNGAN )

harinya atau seminggu sekali akan dapatmencegah wabah Demam Berdarah.

Diakui di tahun 2014 wilayah pen-canangan ini dapat dikatakan terjadi KLBDBD. Namun berkat kerja-keras para

kader, masyarakat, dan petugas Pus-kesmas Pasir Nangka dalam melakukanpencegahannya, kini wilayah ini dapatmenjadi wilayah bebas jentik nyamuk.*

Kegiatan pencanangan program 1 Rumah 1 Jumantik berlangung di Desa Pematang, Kecamatan Tigaraksa. *

16 Intan Edisi 32/2017

NEWSFLASH

PERLU DIKAMPANYEKANSUKSES IMUNISASI MR

MEMUTUS transmisi virus campak (Measles) dan Rubella(MR) sangat penting bagi masyarakat Indonesia, takterkecuali bagi masyarakat Kabupaten Tangerang diProvinsi Banten. Sebab itu, pelaksanaan Imunisasi MR skalanasional pun diterapkan di wilayah Kabupaten Tangerang,

17Intan Edisi 32/2017

NEWSFLASH

Tujuan dari Imunisasi MR ini, adalah:Pertama, meningkatkan kekebalan ma-syarakat terhadap Campak dan Rubellasecara cepat. Kedua, memutuskan trans-misi virus Campak dan Rubella. Ketiga,menurunkan angka kesakitan Campak danRubella. Keempat, menurunkan angkakejadian CRS.

Dasar hukum dari pelaksanaan ImunisasiMR adalah Pasal 28B ayat 2 UUD 1945, UUPerlindungan Anak No 35 tahun 2014, danUU Kesehatan No 36 Tahun 2009.

Adapun sasaran dari Imunisasi MRadalah anak usia 9 bulan sampai dengan15 tahun. Pelaksanaannya di seluruhwilayah Indonesia yang meliputi 34provinsi. Sementara lokasi pelayanannyadilaksanakan di sekolah-sekolah PAUD, TK,SD/MI/sederajat dan SMP/MTs/sederajat,Posyandu, Polindes, Poskesdes, Pus-kesmas, Puskesmas pembantu, RumahSakit dan fasilitas pelayanan kesehatanlainnya.

Waktu pelaksanaannya dibagi ke dalam2 fase, yaitu: Fase 1: dimulai Bulan Agustusdan September 2017 di seluruh provinsi diPulau Jawa.Fase 2: dimulai Bulan Agustusdan September 2018 di seluruh provinsi diPulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi,Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Adapun Strategi Pelaksanaan KampanyeImunisasi MR dibagi menjadi 2 tahap.Tahap 1: pada Bulan Agustus berupakegiatan pemberian Imunisasi MR diseluruh Sekolah yang terdiri dari PAUD, TK,SD/MI/sederajat, SDLB dan SMP/MTs/sederajat dan SMPLB.

Tahap 2: pada Bulan September berupakegiatan pemberian imunisasi MR di pos-pos pelayanan imunisasi lainnya semisalPosyandu, Polindes, Poskesdes, Pus-

kesmas, Puskesmas pembantu, RumahSakit dan fasilitas pelayanan kesehatanlainnya.

CAMPAK DAN GEJALANYA

Campak adalah penyakit infeksi virusakut, sangat menular yang ditandai dengan3 stadium, yaitu: Stadium Inkubasi,Prodormal dan Erupsi. Sementara pe-nyebab penyakit ini adalah Virus CampakMyxovirus Viridae Measles.

Manfaat Imunisasi MR

PEMBERIAN Imunisasi MR untukmencegah penyakit campak dan ru-bella. Dimana kedua penyakit itu dapatmenimbulkan komplikasi parah.

Seperti penyakit radang paru (pneu-monia), diare dengan dehidrasi (ke-kurangan cairan) berat, dan ensefalitis(peradangan di jaringan otak dengankonsekuensi kecacatan seumur hidup,jika penderitanya tidak meninggal).

Campak juga dapat menyebabkankebutaan dan infeksi telinga tengah yangberisiko gangguan pendengaran. *

18 Intan Edisi 32/2017

NEWSFLASH

Adapun cara penularan melalui percikanludah dan melalui jalan napas. Dampak daripenyakit ini terjadinya komplikasi beratberupa radang paru, radang otak, diare,radang telinga, dehidrasi, bahkan kematian.

Gejala yang ditimbulkan berupa bercakkemerahan, batuk, pilek, konjungtivitis(mata merah), selanjutnya timbul ruampada muka dan leher, kemudian menyebarke tubuh dan tangan serta kaki.

Bahaya Penyakit Campak adalah me-nyebabkan sakit berat kematian, tidakmau makan minum gizi buruk, diareberat, infeksi paru (pneumonia) ke-matian, memperberat penyakit Tb paru,radang otak, dan dapat menimbulkanwabah/KLB.

Virus Campak berada di sekret na-sofaring dan dalam darah, minimal selama

masa tunas dan dalam waktu yang singkatsesudah timbulnya ruam. Virus ini tetapaktif minimal 34 jam pada temperaturkamar, 15 minggu dalam pengawetan beku,tetapi virus tidak aktif pada pH rendah.

Penularan Campak terjadi secara drop-let melalui udara sejak 12 hari sebelumtimbul gejala klinis hingga sampai 4 harisetelah timbul ruam. Awal mula virusberdiam di jaringan limfatik lokal menyebar ke pembuluh darah me-nimbulkan manifestasi klinis.

RUBELLA DAN GEJALANYA

Rubella adalah penyakit infeksi virusakut, sangat menular yang biasanya berupapenyakit ringan pada anak. Penyebabpenyakit ini adalah disebabkan virus Ru-bella yang penularannya melalui salurannapas pada saat batuk atau bersin.

Dampak penyakit ini, di antaranyamenimbulkan komplikasi berat dan bilamenulari ibu hamil pada trimester pertamaatau awal kehamilan dapat menyebabkankeguguran atau kecacatan pada bayi yangdilahirkan yang dikenal sebagai SindromaRubella Kongenital atau Congenital RubellaSyndrome (CRS)

Gejala penyakit itu, di antaranya:Pertama, demam ringan. Kedua, timbulbercak kemerahan/rash makulopapulerdi kulit terutama di wajah, lengan dankult kepala mirip Campak biasa ka-renanya sering disebut campak Jerman.Ketiga, ruam hanya 2-3 hari dan hilangsendiri (disebut campak 3 hari). Ke-empat, terjadi pembesaran kelenjarlimfe di belakang terlinga, leher belakangdan sub oksipital.

Penyakit ini akan memiliki kekhasansendiri bila menjangkiti ragam pen-

ilustrasi Campak

19Intan Edisi 32/2017

NEWSFLASH

deritanya, yaitu: Pertama, bila menyangkitianak sering hanya menimbulkan gejalademam ringan atau bahkan tanpa gejalasehingga sering tidak terlaporkan. Kedua,bila menjangkiti wanita dewasa seringmenimbulkan arthritis atau artharalgia.Ketiga, bila menjangkiti wanita hamilterutama trimester 1 dapat mengakibatkanabortus atau bayi lahir dengan CRS.

Virus Rubella dapat berkembang-biak dinasofaring dan kelenjar getah bening re-gional, dan viremia terjadi pada 47 harisetelah virus masuk tubuh. Masa penularandiperkirakan terjadi pada 7 hari sebelumhingga 7 hari setelah rash.

Masa inkubasi rubella berkisar antara 14 21 hari. IgM Rubella biasanya mulaimuncul pada 4 hari setelah rash dansetelah 8 minggu akan menurun dan tidakterdeteksi lagi, dan IgG mulai muncul dalam14-18 hari setelah infeksi dan puncaknyapada 4 minggu kemudian dan umumnyamenetap seumur hidup.

CONGENITAL RUBELLA SYNDROME

Congenital Rubella Syndrome (CRS)

adalah sindrom kecacatan pada bayi barulahir yang meliputi kelainan pada jantung danmata, ketulian dan keterlambatan per-kembangan. Ini disebabkan ibu hamil,terutama trimestes 1, terinfeksi virus Rubella.

Adapun cara penularan ibu hamilmenulari janin melalui placenta yang bisaterjadi dalam dua usia kandungan.Pertama, ibu hamil terinfeksi di usiakehamilan

20 Intan Edisi 32/2017

PSIKOLOGI/PANDANGAN AGAMA

Fatwa MUI Tentang ImunisasiSETELAH mendengar danmempertimbangkanpendapat para ahli, Ko-misi Fatwa Majelis UlamaIndonesia mengeluarkanFatwa MUI Nomor 4Tahun 2016 tentang Imu-nisasi.

Dalam beberapa pertim-bangan pada fatwa tersebut,antara lain dinyatakan bahwa Imu-nisasi pada dasarnya dibolehkan(mubah) sebagai bentuk ikhtiar untukmewujudkan kekebalan tubuh (imu-nitas) dan mencegah terjadinya suatupenyakit tertentu. Namun, vaksin untukimunisasi wajib menggunakan vaksinyang halal dan suci.

Adapun penggunaan vaksin imu-nisasi yang berbahan haram dan/ataunajis hukumnya haram. Imunisasidengan vaksin yang haram dan/ataunajis tidak dibolehkan kecuali:

a. digunakan pada kondisial-dlarurat atau al-hajat;b. belum ditemukan ba-han vaksin yang halaldan suci; danc. adanya keterangantenaga medis yang kom-

peten dan dipercaya bah-wa tidak ada vaksin yang

halal.Dalam hal jika seseorang yang tidak

diimunisasi akan menyebabkan ke-matian, penyakit berat, atau kecacatanpermanen yang mengancam jiwa,berdasarkan pertimbangan ahli yangkompeten dan dipercaya, maka imu-nisasi hukumnya wajib.

Disebutkan juga dalam fatwa,imunisasi tidak boleh dilakukan jikaberdasarkan pertimbangan ahli yangkompeten dan dipercaya, menim-bulkan dampak yang membahayakan(dlarar). *

21Intan Edisi 32/2017

SESAT (SENYUM SEHAT)

Percakapan dokter THT & pasien :Pasien : Telingaku kemasukan kacang

hijau.Dokter : Mari periksa!

Diperiksa telinganya & kacang tersebutsusah diambil, mungkin harus dioperasi.Dokter : Ada 2 cara mengeluarkan biji

tersebut! Biaya operasinya 2 juta& ada yg gratis.

Pasien : Mahal amat! Kalo gratis?Dokter : Cuma bersabar!Pasien : Baiklah! Caranya?Dokter : Sirami telinga anda 2X sehari dan

kalau jadi TOGE tarik keluar.Pasien : @#*????

Bu Guru : Anak-anak. Siapa yang maumasuk surga?

Anak-anak : (Dengan serempak) Sayaa!Supeno : (Lagi duduk di belakang hanya

diam saja).Bu Guru : Siapa yang mau masuk neraka?Anak-anak : Tidak mauu!Supeno : (Tetap diam saja).Bu guru : (Mendekat) Supeno, kamu mau

masuk surga atau neraka?Supeno : Tidak kedua-duanya Bu Guru.Bu Guru : Kenapa?Supeno : Habis waktu ayah saya mau

meninggal, beliau berpesan.Supeno, apapun yang terjadikamu harus masuk TENTARA.

Cara MurahBerobat Telinga

Surga atau Neraka

Bu Guru : Baik, sebelum pulang ada yang mau bertanya?Hudi : Saya Bu!Bu Guru : Iya, apa pertanyaannya?Hudi : Maukah Ibu jadi pacarku?Bu Guru : Orang kayak kamu mau jadi pacar Ibu? Huek! Ga pentes!Hudi : Trus orang tampan kayak saya ini pantesnya jadi pacar siapa dong

Bu?Bu Guru : Kamu ini bandel sekali! Sekolah itu yang bener. Belajar dengan serius.

Punya cita-cita ga sih kamu?Hudi : Punya dong Bu..Bu Guru : Apa cita-citamu?Hudi : Dulu cita-cita saya ingin jadi pilot, tapi semenjak masuk sekolah dan

ketemu Ibu, cita-cita saya berubah ingin membahagiakan Ibu..Bu Guru : Hudiii..!! Kamu kalo masih suka godain Ibu, Ibu akan panggil kepala

sekolah!Hudi : Dih jangan dong Bu, panggil Mas aja biar lebih mesra..Bu Guru : Ampun Hudiiii... Hudi....! (pingsan manja)

Siswa Tampan

21Intan Edisi 32/2017

22 Intan Edisi 32/2017

NEWSFLASH

Selain penularan yang cepat, masainkubasi penyakit ini pun terbilang singkat,hanya 2 hingga 5 hari saja. Dan infeksinyabisa berkembang jadi lebih berat, karenaeksotoksin yang dihasilkan bakteri difteri

dapat menyebabkan gangguan padabeberapa organ dalam seperti jantung dansistem saraf yang dapat menyebabkankomplikasi. Beberapa pasien yang terinfeksibiasanya juga mengalami masalah pada kulit.

CIRI-CIRI & GEJALA DIFTERIAwalnya penyakit ini memiliki gejala yang

mirip dengan infeksi saluran napas akibatvirus, namun gejalanya memburuk dalamdua hingga 5 hari. Gejala difteri antara lainsebagai berikut:

Nyeri tenggorokan.Demam.Sulit mengunyah.Kelemahan.Suara parau.Sakit kepala.

DIFTERI:GEJALA, PENYEBAB,

PENGOBATANDIFTERI adalah penyakitinfeksi saluran napas yangdisebabkan oleh bakteriCorynebacterium difteri.Penderitanya akanmengeluh nyeritenggorokan, demam dantimbulnya selaput dipermukaan tonsil (amandel)dan atau nasofaring. Difterimerupakan penyakit yangsangat cepat menular,penularannya dapat melaluiudara dan kontak langsungdengan penderita. Untuk itu,penanganan segera sangatdibutuhkan dalammengatasi penyebaranpenyakit ini.

23Intan Edisi 32/2017

NEWSFLASH

Pembesaran kelenjar getah bening yangmenghasilkan leher menebal menyerupaikerbau (bull neck). Kondisi ini juga miripseperti orang yang mengalami gon-dongan.Batuk.Susah bernapas.

PENYEBAB & FAKTOR RESIKOPenyakit ini disebabkan oleh Corynebac-

terium difhtheria. Infeksi oleh kuman inisifatnya tidak invasive, tetapi kuman dapatmengeluarkan toxin, yaitu eksotoxin. Toksinini mempunyai efek patologis sehinggamenyebabkan orang jadi sakit.

Ada 3 tipe dari Corynebacterium difhtheriayaitu : tipe mitis, tipe intermedius, dan tipegravis. Kuman ini dapat hidup pada selaputmukosa tenggorokan manusia tanpamenimbulkan gejala penyakit, keadaan inidisebut carrier.

Pada masa non epidemic, ditemukan car-rier rate sebesar 0,5% - 1,2% dari jumlahpenduduk dan kumannya adalah tipe mitis,sedangkan pada masa epidemic, carrier ratedapat meningkat menjadi 25%-40% dankumannya adalah tipe gravis.

Hal ini berkaitan dengan strain yangmulanya nontoxigenic bisa menjadi toxigenic,jika strain tersebut terinfeksi virus yangspesifik atau bakteriofag, maka starin tadimengeluarkan toksin ampuh dalam jumlahbesar yang menyebabkan sakit dan ke-matian pada penduduk yang tidak mendapatimunisasi.

PENGOBATAN DIFTERIPemberian Anti Difteri Serum (ADS)

20.000 unit intra muskuler bila membrannyahanya terbatas pada tonsil, nasal ataupermukaan saja, bila sedang diberikan ADS60.000 unit dan jika membrannya sudahmeluas diberikan ADS 100.000-120.000 unit.Sebelum pemberian ADS, dilakukan sensi-tivity test.

Antibiotic pilihan adalah Penicillin Procain50.000 unit/kgBB/hari, diberikan sampai 3hari setelah panas turun. Antibiotic alterna-tive adalah erytrhomicyn 50mg/kgBB/hari.

Tracheotomi dapat dilakukan denganindikasi dysnea, stridor, epigastric dansuprastenal reaction pada pernapasan.

EPIDEMIOLOGIDi Amerika Serikat sejak tahun 1980 -

1998, kejadian difteri dilaporkan rata-rata4 kasus setiap tahunnya, 2/3 dari yangterinfeksi kebanyakan berusia 20 tahunatau lebih. Kejadian luar biasa yang sempatterjadi di Federasi Rusia pada tahun 1990,kemudian menyebar ke Negara-negara lainyang dahulu bergabung dalam Uni Sovietdan Mongolia. Pada tahun 1993/994 diEkuador telah terjadi kejadian luar biasapenyakit difteri sebanyak 200 kasus,separuh dari kasus tersebut berusia ? 15tahun.

Di Indonesia Kejadian luar biasa difteri

GEJALA DIFTERI

24 Intan Edisi 32/2017

NEWSFLASH

terjadi pada tahun 1997-2002 pada daerahJambi, Lampung, Bengkulu, Sumatera Selatan,Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah,Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, SulawesiUtara, Bali, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIJogyakarta, dan Jawa Timur.

Pada tahun 2011 dilaporkan sampai minggu39, telah ditemukan 321 kasus difteri confirmdengan 11 kematian di 34 Kabupaten/KotaProvinsi Jawa Timur.

Berdasarkan Surveilans Terpadu PenyakitKejadian Luar Biasa (STPKLB) Dinas KesehatanKabupaten Tangerang Tahun 2013-2014,dilaporkan adanya suspect difteri sebanyak 2kasus, 1 diantaranya meninggal, dan 7 kasusdifteri confirm di wilayah kabupaten Tangerang.

KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) &PENANGGULANGANNYA

Penanggulangan KLB difteri ditujukanpada upaya pengobatan penderita untukmencegah komplikasi yang berat, sekaligusmenghilangkan sumber penularan danmemberikan perlindungan dengan imunisasipada kelompok rentan.

1) Penyelidikan Epidemiologi atau investigasiPenyelidikan epidemiologi dilakukan

terhadap setiap adanya 1 kasus difteri, baikyang dilaporkan dari rumah sakit, puskesmasmaupun masyarakat dengan tujuan; me-negakkan diagnosis, memastikan adanyaKLB dan menemukan kasus tambahan sertakelompok rentan.

Menegakkan diagnosisKasus difteri dapat diklasifikasikan dalam

kasus probable dan kasus konfirmasi : Kasus probable, yaitu : kasus yang

menunjukkan gejala-gejala demam,sakit menelan, selaput putih padatenggorokan (pseudomembrane),

sering leher membengkak dan sesaknapas disertai bunyi (stridor).

Kasus konfirmasi, adalah : kasus prob-able yang disertai hasil konfirmasilaboratorium positif C.difteri atau adahubungan epidemiologi dengan kasuskonfirmasi yang lain.

Apabila terdapat satu (1) kasus difteriprobable atau kasus konfirmasi merupakansuatu kejadian luar biasa. Adanya satu kasusdifteri mengharuskan upaya pencarian kasuslain pada kelompok rentan yang dicurigai,terutama kontak serumah, tetangga, temanbermain, teman sekolah atau tempatbekerja, serta upaya pencarian sumberpenularan awal dan identifikasi kemungkinanadanya carrier.

Identifikasi kasus dan kontak Kontak kasus, adalah : orang serumah,

tetangga, teman bermain, teman se-kolah termasuk guru atau teman kerja.

Carrier, yaitu: orang yang tidak me-nunjukkan gejala klinis, tetapi hasilpemeriksaan laboratorium positifC.difteri.

Di samping identifikasi kasus baru lainnya,identifikasi cakupan imunisasi pada bayi dananak sekolah selama 5-10 tahun terakhirharus dilakukan dengan cermat.

Penyelidikan epidemiologi harus meng-gambarkan perkembangan dan penyebarankasus menurut waktu dan daerah ataukelompok rentan tertentu dalam grafik danpeta sebaran (area dan spot). Gambaranepidemiologi kasus sekunder dapat meng-gambarkan tingkat keganasan kuman difteri,terutama pada kelompok rentan.

Laporan penyelidikan epidemiologisebaiknya dapat menjelaskan antara lain ;

Diagnosis KLB

24 Intan Edisi 32/2017

25Intan Edisi 32/2017

NEWSFLASH

Penyebaran kasus menurut waktu(minggu), wilayah geografi (RT/RW),desa dan kecamatan), umur, dan factorlainnya yang diperlukan, misalnyasekolah, pondokan, asrama atau tempatkerja.Gambaran besar masalah berdasarkanimunitas bayi dan anak sekolah.Status KLB pada saat penyelidikanepidemiologi dilaksanakan serta per-kiraan peningkatan dan penyebaran KLB.Rencana upaya penanggulangan KLB.

2) Penanggulangan KLBPenanggulangan yang dilakukan, meliputi:

tata laksana kasus, tata laksana kontak, danpemberian imunisasi.

Tata laksana kasusSetiap kasus probable dirujuk ke rumah

sakit, penderita dirawat inap dalam ruangterpisah dengan penderita lain/isolasi,diberikan ADS, antibiotic dan apabiladiperlukan dilakukan tindakan tracheotomy.

Kasus probable dan konfirmasi mendapatpengobatan profilaksis dengan erythromy-cin 30-40 mg/kgBB selama 7-10 hari.

Tata laksana kontakSeluruh kontak erat dengan kasus dan

kontak yang dicurigai, selain dilakukanpengambilan sample untuk dikirim kelaboratorium, juga dilakukan indepht inter-view guna memperoleh informasi faktorrisiko yang penting dan kemungkinan adanyacarrier.

Pemberian imunisasiImunisasi dilakukan pada lokasi KLB dan

dusun-dusun sekitarnya yang memilikicakupan imunisasi DPT dan DT kurang dari80%.

Anak berusia kurang dari 7 tahunmendapatkan imunisasi DT sebanyak 2 dosis

dengan selang waktu 1 bulan, sedangkananak dengan usia 7-15 tahun mendapatkanimunisasi dT.

3) Surveilans Ketat pada KLB DifteriPerkembangan angka kesakitan dan

kematian pada lokasi KLB menurut umur danstatus imunisasi, dilaporkan setiap hari kedinas kesehatan kabupaten/kotamenggunakan format surveilans ketat padaKLB Difteri, antara lain; dengan melakukanscreening ketat terhadap semua kasuspharingitis.

SISTIM KEWASPADAAN DINIKEJADIAN LUAR BIASA(SKD-KLB) Melakukan pemantauan perkembangan

kasus yang ditemukan dan kematianakibat difteri pada daerah lintas batas,daerah-daerah yang memiliki hubungantransportasi, baik antar kabupaten/kota,antar provisi dan antar Negara.

Mengidentifikasi populasi rentan difterimenurut desa/kelurahan selama 3 tahunterakhir, baik berdasarkan imunisasi bayimaupun imunisasi anak sekolah.

Memantau perkembangan kasus dankematian difteri berdasarkan desa danPuskesmas. *

26 Intan Edisi 32/2017

BLITZ

Tim yang datang pada Rabu 20 Sep-tember 2017 diterima Camat Kelapa Duadidampingi Ketua FKS Kecamatan KelapaDua dan Kepala UPT Puskesmas Kelapa Duadi Aula Kantor Kecamatan Kelapa Dua.

Sebelum meninjau lokasi, tim mendapatpaparan terinci tentang pengembanganprogram di atas yang masuk dalamtatanan kawasan kehidupan masyarakatsehat yang mandiri dan kehidupan sosialyang sehat.

Setelah itu, tim meninjau lingkungan RT03/RW 07 Kepala Dua yang telah me-ngembangkan kawasan bebas asap rokok,lalu ke lokasi pasar sehat tradisional, keKampung Hijau PHBS RW 06 dan PantiWerda Islamic.

Dr Radianti Bulan Merliana, KepalaPuskesmas Kelapa Dua, mengutarakanuntuk menciptakan lingkungan yang sehatdiperlukan kerja-sama yang baik dariseluruh elemen masyarakat sehinggaterbentuknya kesadaran masyarakat dalammenjaga kebersihan serta kesehatanlingkungan.

Misalnya di lingkungan itu dikomitmentidak ada warga yang merokok di dalamrumah. Bila warga ingin merokok ada

tempat pojok rokok yang telah di sediakan.Sementara Kampung Hijau PHBS me-

miliki potensi luar biasa dengan hampirsetiap pekarangan atau halaman rumahwarga memiliki tanaman keluarga. Mi-salnya telah dikembangkan minuman JamuKunyit Asam, Jamu Beras Kencur, WedangSinom, Es Mentimun, Puding Naga,Wedang Sereh, Sirup Bunga BelimbingWuluh, Roti Pandan Seji Selai BuahMengkudu, Nasi Uduk Kembang Teleng danMinyak Sereh.

Ditambahkan Yulia Minarty SKM, Pe-megang Tugas Program Kesling PuskesmasKelapa Dua, terciptanya kemudahanpembinaan di wilayahnya karena ma-syarakat memiliki kesadaran menjagakebersihan dan kesehatan lingkungan.Petugas cukup hanya sebulan sekalimelakukan pembinaan sementara programberjalan lancar.

Terkait mengikuti kegiatan lomba,pihaknya memberi pembinaan dalampenyusunan administrasi masing-masingbidang dengan baik dan benar. Kini setiapkegiatan yang dilaksanakan dilaporkandalam bentuk laporan tertulis disertai fotokegiatan yang bertanggal, ucapnya. *

TIM Penilai Lomba Kota Sehat Tingkat Nasional yangdatang ke wilayah Kelapa Dua memperlihatkankekagumannya melihat lingkungan RT 03/RW 07 KelurahanKelapa Dua, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerangyang bebas asap rokok.

Penataan Lingkungan Kelapa DuaMasuk Penilaian Nasional

27Intan Edisi 32/2017

BLITZ

KAMPUNG TOGA

KAMPUNG PHBS

KAMPUNG HIJAU

28 Intan Edisi 32/2017

OPINI

Digagas Tahun 2018Kabupaten Tangerang

Punya Perda KTRBANYAK slogan himbauan larangan merokok dan banyak

pula ditampilkan gambar-gambar mengerikan pada setiapbungkus rokok. Ternyata, bukannya menjadi efek jera bagi

para pencandu rokok, malah di setiap tahunnya paraperokok semakin bertambah.

Teramat memprihatinkan,ternyata pula para perokok itubukan hanya dari kalanganorangtua saja, tetapi kini mulaimerambah kepada kalanganpelajar SMA, SMP, bahkan SD.

Kondisi ini sangat dipedulikanDinas Kesehatan (Dinkes) Ka-bupaten Tangerang bersamaPemkab Tangerang. Terkait itu,Pemkab Tangerang siap meng-usulkan diterbitkannya PeraturanDaerah tentang Kawasan TanpaRokok (KTR) di wilayah Ka-bupaten Tangerang.

Rancangan perda ini diha-rapkan dapat diproses sebagaiUsulan Raperda Inisiasi DPRDKabupaten Tangerang. Terkait itu,dinkes pun telah menyertaisejumlah dokumen pendam-pingnya. Ahmad Supardi SE,Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang.

29Intan Edisi 32/2017

Di antaranya: (1) Bentuk ProgramLegislasi Daerah (Prolegda) KabupatenTangerang; (2) Rancangan PeraturanDaerah Kawasan Tanpa Rokok 2018; (3)Peraturan Bupati Tangerang No 12 Tahun2012 tentang KTR; (4) Piagam PenghargaanParamesti dari Kementrian Kesehatan RItentang KTR; (5) Tindak Lanjut PertemuanAliansi Bupati Walikota Peduli KTR dan PTM.

Ahmad Supriadi SE, Ketua Komisi II DPRDKabupaten Tangerang, Jumat (6/10/2017),sangat merespon adanya usulan RaperdaKTR ini karena dinilai sudah sangat patut dandiperlukan mengingat semakin bertam-bahnya konsumen pengisap rokok danproduksi sejenisnya di kalangan masyarakatyang meluas ke kalangan pelajar.

Dengan adanya perda ini, nantinyadiharapkan akan lahir subtansi-subtansipencegah merokok, tempat-tempat laranganmerokok, dan penghambatan pengkon-sumsian produksi sejenis rokok yangmengandung zat berbahaya buat manusia.

Supriadi mengungkapkan saat ini semakinbanyak masyarakat Kabupaten Tangerangyang menderita penyakit disebabkan olehrokok. Di antaranya ISPA sebanyak 1.541kasus, penyakit pada sistem resporasisebanyak 992 kasus dan Cardiovaskuler Sys-tem Groups sebanyak 715.

Kesimpulannya kelompok-kelompokpenyakit tersebut masuk dalam sepuluhkasus terbanyak di wilayah KabupatenTangerang, katanya.

ZAT BERACUN ROKOKDiinformasikan pada dasarnya merokok

sangat merugikan kesehatan manusiakarena rokok mengandung kurang lebih4.000 elemen zat dan setidaknya 200 diantaranya berbahaya bagi kesehatan.

Racun utama pada rokok adalah Tar,Nikotin, dan Karbon Monoksida. Selain itu,dalam sebatang rokok juga mengandungbahan-bahan kimia lain yang tak kalahberacunnya.

Zat-zat beracun yang terdapat dalamrokok, s.b.b: Pertama, Karbon Monoksida(CO). Gas CO adalah sejenis gas yang tidakmemiliki bau. Unsur ini dihasilkan olehpembakaran yang tidak sempurna dari unsurzat arang atau karbon.

Gas CO yang dihasilkan sebatang rokokdapat mencapai 36%, gas ini dapat dihisapoleh siapa saja, oleh orang yang merokokatau orang yang terdekat dengan si perokok,atau orang yang berada dalam satu ruangan.

OPINI

30 Intan Edisi 32/2017

OPINI

Seorang yang merokok hanya akanmenghisap 1/3 bagian saja, yaitu arustengah atau mid-stream, sedangkan aruspinggir (sidestream) akan tetap berada diluar. Sesudah itu perokok tidak akan menelansemua asap tetapi ia semburkan lagi keluar.

Gas CO mempunyai kemampuan me-ngikat hemoglobin (Hb) yang terdapatdalam sel darah merah (eritrosit) lebih kuatdibanding oksigen, sehingga setiap ada asaprokok di samping kadar oksigen udara yangsudah berkurang, ditambah lagi sel darahmerah akan semakin kekurangan oksigen.

Oleh karena yang diangkut adalah CO danbukan O2 (oksigen). Sel tubuh yangmenderita kekurangan oksigen akanberusaha meningkatkan oksigen yaitumelalui kompensasi pembuluh darah denganjalan menciut atau spasme.

Bila proses spasme berlangsung lama danterus-menerus maka pembuluh darah akanmudah rusak dengan terjadinya prosesaterosklerosis (penyempitan). Penyempitanpembuluh darah akan terjadi di mana-mana,di antaranya di otak, di jantung, di paru, diginjal, di kaki, di saluran peranakan, di ari-ari pada wanita hamil.

Kedua, Nikotin. Nikotin yang terkandungdalam asap rokok antara 0,53 ng dansemuanya diserap sehingga di dalam cairandarah atau plasma antara 4050 ng/ml.

Nikotin bukan merupakan komponenkarsinogenik. Hasil pembusukan panas darinikotin seperti dibensakridin, dibenso-karbasol, dan nitrosamin-lah yang bersifatkarsinogenik.

Pada paru, nikotin dapat menghambataktivitas silia. Seperti halnya heroin dankokain, nikotin juga memiliki karakteristikefek adiktif dan psikoaktif. Perokok akanmerasakan kenikmatan, kecemasan ber-

kurang, toleransi dan keterikatan fisik. Halitulah yang menyebabkan mengapa sekalimerokok susah untuk berhenti.

Efek nikotin pun menyebabkan perang-sangan terhadap hormon kathekolamin(adrenalin) yang bersifat memacu jantungdan tekanan darah. Jantung tidak diberikankesempatan istirahat dan tekanan darahakan semakin meninggi, berakibat timbulnyahipertensi.

Efek lain merangsang berkelompoknyatrombosit (sel pembekuan darah), trombositakan menggumpal dan akhirnya akanmenyumbat pembuluh darah yang sudahsempit akibat asap yang mengandung COyang berasal dari rokok.

Ketiga, Tar. Tar adalah sejenis cairankental berwarna coklat tua atau hitam yangmerupakan substansi hidrokarbon yangbersifat lengket dan menempel pada paru-paru.

Kadar tar pada rokok antara 0,5-35 mgper batang. Tar merupakan suatu zatkarsinogen yang dapat menimbulkan kankerpada jalan nafas dan paru-paru.

Keempat, Kadmium. Kadmium adalah zatyang dapat meracuni jaringan tubuhterutama ginjal.

Kelima, Akrolein. Akrolein merupakan zatcair yang tidak berwarna seperti aldehid. Zatini sedikit banyak mengandung kadar alco-hol. Artinya, akrolein ini adalah alcohol yangcairannya telah diambil. Cairan ini sangatmengganggu kesehatan.

Keenam, Amoniak. Amoniak merupakangas yang tidak berwarna yang terdiri darinitrogen dan hydrogen. Zat ini tajam baunyadan sangat merangsang. Begitu kerasnyaracun yang ada pada ammonia sehingga jikamasuk sedikit pun ke dalam peredaran darahakan mengakibatkan seseorang pingsan atau

30 Intan Edisi 32/2017

31Intan Edisi 32/2017

koma.Ketujuh, Asam Format. Asam Format

merupakan sejenis cairan tidak berwarnayang bergerak bebas dan dapat membuatlepuh. Cairan ini sangat tajam dan menusukbaunya. Zat ini dapat menyebabkanseseorang seperti merasa digigit semut.

Kedelapan, Hidrogen Sianida/HCN.Hidrogen Sianida merupakan sejenis gasyang tidak berwarna, tidak berbau dan tidakmemiliki rasa. Zat ini merupakan zat yangpaling ringan, mudah terbakar dan sangatefisien untuk menghalangi pernapasan danmerusak saluran pernapasan.

Sianida adalah salah-satu zat yangmengandung racun yang sangat berbahaya.Sedikit saja sianida masuk ke dalam tubuhdapat mengakibatkan kematian.

Kesembilan, Nitrous Oxid. Nitrous oxidemerupakan sejenis gas yang tidak berwarnadan bila terhisap dapat menyebabkanhilangnya pertimbangan dan menyebabkanrasa sakit. Nitrous oxide ini adalah sejeniszat yang pada mulanya dapat digunakansebagai pembius waktu melakukan operasioleh dokter.

Kesepuluh, Formaldehid. Formaldehidadalah sejenis gas tidak berwarna denganbau tajam. Gas ini tergolong sebagaipengawet dan pembasmi hama. Gas ini jugasangat beracun keras terhadap semuaorganisme hidup.

Kesebelas, Fenol. Fenol adalah campurandari kristal yang dihasilkan dari distilasibeberapa zat organic seperti kayu dan arang,serta diperoleh dari tar arang. Zat iniberacun dan membahayakan karena fenolini terikat ke protein dan menghalangiaktivitas enzim.

Keduabelas, Asetol. Asetol adalah hasilpemanasan aldehid (sejenis zat yang tidak

berwarna yang bebas bergerak) dan mudahmenguap dengan alcohol.

Ketigabelas, Hidrogen Sulfida. HidrogenSulfida adalah sejenis gas yang beracunyang gampang terbakar dengan bau yangkeras. Zat ini menghalangi oksidasi enzim(zat besi yang berisi pigmen).

Keempatbelas, Piridin. Piridin adalahsejenis cairan tidak berwarna dengan bautajam. Zat ini dapat digunakan mengubahsifat alcohol sebagai pelarut dan pembunuhhama.

Kelimabelas, Metil Klorida. Metil Kloridaadalah campuran dari zat-zat bervalensi satuantara hydrogen dan karbon merupakanunsurnya yang utama. Zat ini adalah senyawaorganic yang beracun.

Keenambelas, Metanol. Metanol adalahsejenis cairan ringan yang mudah menguapdan mudah terbakar. Meminum ataumenghisap Methanol mengakibatkankebutaan dan bahkan kematian.

Hmmm bisa dibayangkan apa yangterjadi pada Anda bila Anda tidak berhentimengisap rokok? *

OPINI

32 Intan Edisi 32/2017

TREND

Manajemen Pencegahan &Penanganan Bunuh Diri

Bahkan selama 45 tahun terakhir, angkakematian bunuh diri meningkat sebanyak60%, sehingga menempatkan kematianakibat bunuh diri sebagai penyebab kematianketiga terbesar, yang pada umumnya terjadipada usia 15-44 tahun di beberapa negara.

Angka ini belum termasuk percobaan

bunuh diri yang mencapai 20 kali lebih seringdaripada kejadian bunuh diri.

Ini menunjukkan bahwa lebih banyak or-ang mati karena bunuh diri daripada konflikbersenjata yang terjadi di dunia. Di beberapanegara angka bunuh diri lebih banyakdaripada kematian karena kecelakaan

MENGEJUTKAN di setiap tahunnya hampir satu jutamanusia di dunia mati karena bunuh diri. Berdasar dataWorld Health Organization (WHO) menunjukkan angkakematian bunuh diri rata-rata terjadi di setiap 40 detik.

33Intan Edisi 32/2017

lalulintas.Kasus bunuh diri di Indonesia, saat ini

masih tergolong relatif rendah dibandingkandengan tingkat kasus bunuh diri di negaraAsia maju seperti Jepang. Namun begitu,fenomena kasus bunuh diri di Indonesiacenderung mengalami peningkatan daritahun ke tahun.

Meskipun sampai saat ini belum ada datayang akurat, namun fakta dapat ditelusurimelalui publikasi tentang kasus bunuh diridari berbagai sumber media. Peningkatankuantitas bunuh diri ini disertai dengan caradan faktor penyebab yang semakin beragam.

Dulu angka bunuh diri didominasi terjadipada orang dewasa, namun angka bunuhdiri pada remaja saat ini semakin meningkat.

Pria dilaporkan lebih sering melakukanbunuh diri dengan cara yang lebih fatal (com-pleted suicide), sedangkan perempuansering melakukan percobaan bunuh diri (at-tempted suicide).

Banyaknya kasus bunuh diri yang terjadidi tanah air dewasa ini menjadi gambarankondisi mental masyarakat Indonesia.Sehingga fenomena bunuh diri ini di-golongkan sebagai bencana (disaster)kemanusiaan.

FAKTOR BUNUH DIRIFaktor penyebab orang melakukan bunuh

diri berkaitan dengan psikologi, biologik,sosial-kultural, ekonomi, dan faktor ling-kungan, yang menurut para ahli psikologi diantaranya adalah penyimpangan mentalseperti gangguan mood (suasana hati),stres, konflik, frustrasi, dan depresi.

Sejatinya tidak ada orang yang meng-inginkan kematian, yang ada adalah orangyang terperangkap dalam situasi di manadia tidak dapat menemukan jalan keluarnya.

Dalam bidang ekonomi misalnya, akibatkemiskinan, rendahnya pendapatan, hargamelambung tinggi, sehingga penganggurantelah membuat masyarakat tiba padakulminasi kejenuhan.

Bila melihat pada situasi masyarakat saatini, bunuh diri sangat mungkin terjadi karenakorban tidak menemukan jalan keluar dalammengatasi rumitnya problem yang dihadapi.Kegagalan pemerintah memperbaiki ke-hidupan ekonomi rakyatnya sedikit-ba-nyaknya berdampak pada tingkat frustasimasyarakat yang akhirnya muncul berbagaifenomena bunuh diri.

Dalam beberapa kasus bunuh diri, bisajuga disebabkan oleh faktor atau dimotivasifaktor keyakinan agama dan politik tertentuyang tertanam kuat pada diri pelaku bunuhdiri. Seperti pada kasus terorisme, orangyang melakukan bom bunuh diri memilikikeyakinan bahwa tindakannya adalahtindakan mulia dan bisa masuk surga.

Faktor rendahnya religius juga merupakansalah-satu faktor penyebab orang melakukanbunuh diri.

PENANGANAN BUNUH DIRILangkah tindakan manajemen pe-

nanganan bencana bunuh diri dapatdiuraikan sebagai berikut:1. Sebelum Terjadinya Bunuh Diri (Upaya

Pencegahan)Meskipun bunuh diri menyangkut masalah

kejiwaan yang rumit, sesungguhnya perilakuini dapat dicegah.

Untuk itu dilakukan langkah nyata,mengidentifikasi masalah dan menghilangkansejak dini faktor-faktor yang menyebabkanbunuhdiri. Termasuk mengenali orang-orangyang berada dalam golongan berisiko, caramenghadapi orang orang yang mempunyai

TREND

33Intan Edisi 32/2017

34 Intan Edisi 32/2017

TREND

niat atau pikiran untuk mati, kepada siapamereka dapat meminta pertolongan per-tama, dan bagaimana memobilisasi peranserta keluarga.2. Kebijakan Pemerintah

Kebijakan pemerintah dinilai sudahmengadopsi standar keamanan di tempat-tempat umum seperti misalnya yangtercantum dalam Undang-Undang RepublikIndonesia Nomor 28 Tahun 2002 tentangBangunan Gedung.

Hal ini merupakan bentuk pencegahanatau pengurangan resiko (mitigasi) ke-celakaan maupun upaya bunuh diri yangdilakukan seseorang. Seperti adanya dindingpembatas di tempat-tempat parkir pusatperbelanjaan, termasuk dinding pembataspada lantai atas sebuah mal.3. Seminar/Simposium

Dilaksanakannya seminar/simposium yangbertujuan untuk menggugah seluruh lapisanmasyarakat dalam mengatasi masalahperilaku bunuh diri yang terjadi di ma-syarakat.4. Kampanye Pencegahan Bunuh Diri Diri

melibatkan Peran Media, Tokoh Pen-

didikan, Tokoh Agama, Politisi, danLingkungan/KeluargaTerkait pencegahan skala internasional,

maka Hari Pencegahan Bunuh Diri Duniaselalu diperingati di setiap tanggal 10 Sep-tember. Ini merupakan momentum untukmengkampanyekan komitmen dan aksikemanusiaan untuk mencegah bunuh diri.

Peran media dalam pemberitaan kejadianbunuh diri dapat menjadi dua sisi mata pisau.Di satu sisi bisa menjadi alat pencegahan,tetapi di sisi lain justru dapat mendorong korbanuntuk meniru. Sehingga perlu formula yangtepat untuk merumuskan peran media dalammeningkatkan kesadaran masyarakat tentangusaha pencegahan bunuh diri.

Dapat berupa iklan layanan masyarakatyang mengajak orang-orang untuk lebihperhatian terhadap keluarga, kerabat, danteman, terutama apabila sudah adakecenderungan perilaku negatif ketika orangtersebut menghadapi sebuah permasalahanyang sulit.

Hal ini juga melibatkan peran duniapendidikan, tokoh agama, politisi, danlingkungan/keluarga terdekat. *

DIA stres sehingga susah diajak bicara,apalagi diajak merundingkan masalahyang pelik. Kasihan dia, sebaiknyakeluarganya membawanya ke dokter untukdiobati agar bisa hidup dengan normalkembali.

Kira-kira begitulah dialog antar sesamateman atau sesama kerabat dalam meng-hadapi teman atau kerabatnya yang me-ngalami stres, yang belakangan ini memang

akrab diderita sejumlah masyarakat.Apa sih stres? Secara medis stres adalah

reaksi seseorang baik secara fisik maupunsecara psikis apabila ada perubahan darilingkungan yang mengharuskan seseorangmenyesuaikan diri. Contoh saat seorangremaja menghadapi ujian, saat seorang ibumenghadapi anaknya yang sakit, atau saatayah memiliki beban pekerjaan yang berat.

Reaksi positif dari stres bisa memotivasi

STRES, SEBAIKNYA DIHINDARI AGAR TIDAK DIKELUHKAN

34 Intan Edisi 32/2017

35Intan Edisi 32/2017

orang untuk berusaha. Namun stres yangterlalu berat atau berlangsung lama bisamenimbulkan reaksi negatif dan keluhanpada seseorang.

CIRI-CIRI ORANG STRESSeseorang mengalami stres bisa dilihat

dari dua reaksinya, yaitu Reaksi Psikis danReaksi Fisik.

Reaksi psikis di antaraya berupa:Pertama, cemas, khawatir berlebihan.Kedua, mudah tersinggung. Ketiga, sulitmemusatkan perhatian (sulit konsentrasi).Keempat, Jika stres dibiarkan, dapatmenjadi gangguan jiwa dan dapat. Kelima,menimbulkan keluhan fisik. Reaksi fisik diantaraya berupa: Pertama, jantungberdebar-debar. Kedua, keringat berle-bihan. Ketiga, otot-otot tegang. Keempat,sakit kepala. Kelima, sakit perut. Keenam,nafsu makan berkurang atau sebaliknyamakan berlebihan. Ketujuh, sulit tidur dantidur tidak nyenyak.

CARA MENGATASI STRESBerikut ini disampaikan cara yang bisa

dimanfaatkan untuk mengatasi stres, s.b.b:Pertama, jagalah kesehatan dengan cara

berolahraga/beraktivitas fisik teratur, tidurcukup, makan bergizi seimbang, terapkanperilaku hidup bersih dan sehat.

Kedua, melakukan kegiatan sesuaikandengan minat dan kemampuan. Ketiga,berupaya untuk berpikir positif. Keempat,tenangkan pikiran dan kembangkan hobi.Kelima, bicarakan keluhan dengan se-seorang yang dapat dipercaya. Keenam,meningkatkan ibadah sesuai dengan agamamasing-masing.

LATIHAN PERNAFASANSelain cara di atas, dianjurkan pula agar

seseorang tak mudah terserang stresdengan melakukan latihan pernafasan.

Ikuti instruksi berikut ini: Pertama, dudukdengan posisi santai dan nyaman, sertamembayangkan hal yang menyenangkandengan mata terpejam.

Kedua, tarik napas dari hidung dalam 3detik, lalu hembuskan napas dari mulutdalam 3 detik, sambil membayangkanseolah-olah beban pikiran dilepaskan.Tahan selama 3 detik sebelum ambil napaslagi. Ulangi selama 510 menit. Ketiga,mensyukuri nikmat Tuhan YME secaraikhlas dan sabar. *

CONTOH PENYEBAB STRES

TREND

36 Intan Edisi 32/2017

TREND

Dirintis RencanaPembentukan Posbindu

PTM di Desa & KelurahanMENYUKSESKAN program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat(Germas), Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mulaimerintis pembentukan Posbindu Penyakit Tidak Menular(PTM) di desa-desa dan kelurahan di seluruh wilayah.

H Moch Bachtiar, Kasi PTM dan Ke-sehatan Jiwa pada Dinas KesehatanKabupaten Tangerang, Rabu (20/9/2017),mengatakan data terkini Posbindu PTMyang ada di wilayah Kabupaten Tangerangsebanyak 41 unit atau rata-rata di satuwilayah puskesmas ada satu PosbinduPTM.

Sementara di Kabupaten Tangerangterdapat sedikitnya 279 desa/kelurahan.Untuk itu, dinkes berencana akan me-lakukan sosialisasi secara intens kepadainstansi-instansi yang ada agar dapatmembentuk Posbindu PTM di tingkat desa/kelurahan.

Tentunya juga, perlu disiapkan sejumlahkader-kader wilayah yang mau dan mampumemberi perbantuan kesehatan ma-syarakatnya, sehingga bisa terselenggaraPosbindu PTM di wilayahnya masing-masing. Dinkes Kabupaten Tangerangsendiri siap memberi pembinaan in-tensifnya.

Dijelaskan Bachtiar, Posbindu PTMadalah tempat yang menyediakan sejumlah

peralatan seperti timbangan, alat ukurtekanan darah, alat ukur asam urat, alatukur kolesterol, alat ukur gula darah, d.l.l.

Sejumlah peralatan tersebut dikemasdalam bentuk Posbindu Kit, seperti yangdiberikan oleh Kementerian Kesehatan RIkepada Posbindu PTM yang ada di Ke-lurahan Kuta Bumi saat Sosialisasi Germasdi RW 05 Kelurahan Kuta Bumi, akhirAgustus lalu.

Posbindu ini berfungsi melakukanpengecekan kesehatan awal untuk me-ngetahui kondisi kesehatan warga. Baik daritekanan darah, gula darah, kolesterol danlain-lain. Posbindu PTM merupakan salah-satu upaya terdepan dalam menanggulangipenyakit tidak menular seperti darah tinggi,diabetes, stroke yang akhir-akhir initrendnya terus mengalami peningkatan.

Dengan adanya Posbindu PTM di-harapkan dapat terdeteksi sejak dinikesehatan masyarakat sehingga pe-nanganannya akan lebih mudah. Adapunyang menjadi sasaran dalam programGermas ini adalah warga usia 15 tahun ke

37Intan Edisi 32/2017

TREND

atas.Di posbindu ini disediakan meja

konsultasi untuk pembinaan peningkatankesehatan atau jika perlu bisa dilakukanrujukan ke puskesmas terdekat apabilahasil pemeriksaan memerlukan pe-nanganan lebih lanjut, jelasnya.

Lebih lanjut diungkapkan ada duawilayah kecamatan yang di setiap ke-lurahannya sudah ada Posbindu PTM yaituKecamatan Kelapa Dua dan KecamatanPagedangan. Ke depan Dinkes terusberupaya agar di seluruh desa/kelurahanminimal ada satu Posbindu PTM. *

Anggota DPR Marinus Gea bersama Dinas Kesehatan Kabupaten TangerangSosialisasikan Germas di RW 05 Kuta Bumi. *

38 Intan Edisi 32/2017

DINKES

38 Intan Edisi 32/2017

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang fotobersama dengan Direktur P2PTM Kemenkes RI.

Pemkab Tangerang menerima piagam penghargaandari Kementerian Kesehatan RI atas telah

ditetapkannya Perbup tentang Kawasan Tanpa Rokok.

Foto bersama Direktur MKJN (tengah)dan Kepala Seksi PTM dan Keswa se-Provinsi Banten dalam rangkaPemantauan Terpadu PelaksanaanProgram Pencegahan danPengendalian Penyakit.

Pemberian piagam penghargaan diberikan oleh KepalaDinas Kesehatan Provinsi Banten kepada Dinas Kesehatan

Kabupaten Tangerang untuk Pencatatan dan PelaporanProgram Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak

Menular dan Kesehatan Jiwa Tahun 2017. (Kabid P2P dr.Hj. Midrawati MM (tengah) dan Kepala Seksi P2P (kiri)

dan Kepala Seksi PTM Keswa (kanan).

39Intan Edisi 32/2017

40 Intan Edisi 32/2017

RAGAM

Ibu Negara Iriana Joko Widodo danIbu Mufidah Yusuf Kalla meninjaupelaksaaanaan kegiatan ScreeningPenyakit Tidak Menular (PTM). *

DIGELAR 11 KEGIATANKESEHATAN DUKUNG OASE

MENDUKUNG kegiatan OASE (organisasi Aksi SolidaritasEra Kabinet Kerja), Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerangmenggelar 11 aktiftas kesehatan masyarakat di KecamatanPakuhaji dan di Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji.

Ke-11 kegiatan kesehatan masyarakatitu adalah: Pertama, Perbaikan Gizi: berupapemberian makanan tambahan kepada 28ibu hamil KEK dan pemberian makanpendamping ASI (MPASI) bagi 30 balitagizi kurang dan 560 balita.

Kedua, Sosialisasi GERMAS di Ke-camatan Pakuhaji. Ketiga, pemberian

makanan Tambahan pada anak sekolahSD/MI di SD Kohod 3 bagi 472 murid dandi SD Kohod 4 bagi 321 murid. Keempat,pemberian kapsul Vitamin A Bayi danBalita sebanyak 1364 kapsul, Kelima,pemberian Tablet Tambah Darah bagi IbuHamil sebanyak 2.000 tablet.

Keenam, pemeriksaan deteksi kanker

Direktur P2PTM Kemenkes RI dr Lilly (2 darikanan), Kasubdit Penyakit Kanker dan KelainanDarah Kemenkes RI (4 dari kanan), Kasi PTM danKeswa Dinkes Provinsi Banten (3 dari kanan) danKasi PTM dan Keswa Dinkes Kab Tangerang padapelaksanaan kegiatan PTM Kunjungan Ibu Negarake Desa Kohod. *

41Intan Edisi 32/2017

RAGAM

Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang dan timdalam Pelaksanaan Kegiatan Bidang Kesehatan Kunjungan OASE ke Desa Kohod. *

payudara klinis dan kanker leher rahimdengan IVA (Inspeksi Visualisasi denganAsam Asetat) kepada 424 orang. Ketujuh,pemeriksaan dini kanker mata (retinoblas-toma) kepada 20 orang. Kedelapan,pemeriksaan dini Faktor Resiko PenyakitTidak Menular kepada 159 orang.

Kesembilan, pemicuan Sanitasi TotalBerbasis Masyarakat (lanjutan) di 4 RT. Kese-puluh, pelatihan pemeriksaan IVA untuk Bi-dan sebanyak 20 orang. Kesebelas, PelatihanKader Posbindu PTM kepada 25 orang.

Memantau progress pelaksanaan pro-gram bidang kesehatan ini, Ibu NegaraIriana Joko Widodo selaku PenggagasOASE beserta Ibu Mufidah Yusuf Kalla danisteri-isteri Menteri Kabinet Kerja me-lakukan peninjauan langsung ke DesaKohod pada Rabu 2 Agustus 2017.

Diharapkan dengan peninjauan ini, tar-get terciptanya Kampung Sejahtera bisasegera dirasakan manfaatnya oleh wargaDesa Kohod dan sekitarnya.

Selain bidang kesehatan, ada banyakpula program yang dibawa OASE. Di

antaranya program pendidikan, pe-nyediaan infrastruktur, melestarikanlingkungan hidup dan kesejahteraan.Diharapkan dengan masuknya program ini,Desa Kohod akan segera terangkatmenjadi Desa Sejahtera.

Dalam kegiatan itu, Ibu Negara meninjaupelaksaanaan screening penyakit TidakMenular (Ukur TB, BB, LP, Tekanan Darah,Pemeriksaan Cholesterol, Gula DarahSewaktu dan Konsultasi Kesehatan). IbuNegara sempat berdialog dengan me-nanyakan kondisi kesehatan yang diperiksa,meninjau pelaksanaan posbindu lansia,dan Pemeriksaan IVA.

Hasil yang didapat dari pelaksanaanskrining PTM Faktor Resiko Hipertensisebanyak 34,59%, Kolesterol 57,2% danGula Darah Sewaktu 8,8%.

Kegiatan bidang kesehatan di DesaKohod akan dilaksakanan secara ber-kesinambungan, terkoordinir dan terusmenerus, sehingga warga Desa Kohod dansekitarnya mampu menciptakan KampungSejahtera. *

42 Intan Edisi 32/2017

FIT & FRESH

CARA SEHATMENURUNKANBERAT BADAN

POLA hidup serba modern seringkali membuat orang malasbergerak, sehingga beresiko terjadi ketidakseimbanganantara energi yang masuk dengan energi yang keluar, yangpada akhirnya bisa menyebabkan energi yang tersimpanmenjadi lemak di dalam tubuh. Akhirnya terjadilahkegemukan.

Jika sudah terjadi kegemukan, hal yangbisa dilakukan adalah diet untuk mencapaiberat badan ideal (normal).

Banyak cara diet yang saat ini populardi masyarakat. Namun harus diingatbanyak diet yang tidak sehat justrumerugikan.

Menurunkan berat badan dengan DietGizi Seimbang Rendah Kalori adlaah yangterbaik. Diet ini dapat menurunkan beratbadan secara bertahap denganmenurunkan jumlah kalori yang dikonsumsisetiap hari secara perlahan lahan sampaimendapatkan berat badan yang diinginkan.

Pengaturan pola makan yang sehatdengan konsumsi rendah energi danmeminimalkan penggunaan minyak dangula, serta meningkatkan konsumsi bahanmakanan sumber serat seperti sayur dan

serat.Dibawah ini adalah anjuran pembagian

makanan sehari orang dewasa dengan to-tal energi 1800 kkal.

43Intan Edisi 32/2017

FIT & FRESH

Nasi dapat diganti dengan sumberkarbohidrat lainnya seperti roti, kentang,sedangkan tempe dapat diganti dengan

tahu atau jenis kacang-kacangan lainnya.Pada tabel.2 akan dapat dilihat contohmenu sehari dengan kalori 1800 kkal.

Tabel.1. Anjuran Pembagian Makan Sehari Orang Dewasa 1800 Kalori

No Bahan

Makanan dan

Penukar

Jumlah

Porsi

/hari

(Penukar)

Pagi Selingan

Pagi

Siang

Selingan

Sore

Malam

Nasi 4 1/2 1 1/2 1/4 1 3/4 - 1

Sayur 4 1 1/4 - 1 1/2 - 1 1/4

Buah 4 1 - 1 1 1

Tempe 3 - 1/2 1 1/2 - 1

Daging 3 1 - 3/4 1/4 1

Minyak/Kelapa 4 1 1/2 1 1/2 - 1

Gula 2 1/5 - 1 - 1

Total Sehari (Kkal) 1800 462,5 156,25 587,5 118,75 475

44 Intan Edisi 32/2017

FIT & FRESH

Tabel 2. Contoh Hidangan 1800 kalori (1 hari)Waktu Hidangan Bahan Makanan Berat (gr) Penukar

URT

Energi

Pagi Nasi Goreng Nasi 150 2 ctg 462.5

Telur 55 1 butir

Minyak 5 1 sdt

Acar Sayuran Wortel 125 1 mangkok

kclKetimun

Selingan Bubur Kacang

Hijau

Kacang Hijau 10 1 gls 156.25

Santan 20

Roti Tawar 20 1 slice

Siang Nasi 125 1 ctg 587.5

Pepes ikan Ikan mas 35 1 ptg

Sayur Bening

Bayam

Bayam 150 1 mangkok

Jagung 65

Tempe bacem Tempe 75 2 ptg

sedangMinyak 5

Jeruk 110 2 buah

Selingan Buah Mangga 90 1 buah 118.75

Susu skim cair 200 1 gls

Malam Nasi 100 100 1 ctg 475

Pindang ikan

kembung

Ikan kembung 30 1 ptg

Tumis Brokoli Brokoli 100 1 mangkok

minyak 2.5

Pepes tahu Tahu 110 2 ptg besar

Pepaya 190 1 ptg

TOTAL 1800 Kkal

45Intan Edisi 32/2017

FIT & FRESH

Mempertahankan Berat Badan Normalmemungkinkan seseorang dapat men-capai usia harapan hidup yang lebihpanjang. Dengan mempertahankan BBIdeal, maka akan diperoleh hidup sehat,yang berarti dapat merasakan selalu fit(bugar) dan lentur (flexible), selalu sehatdan enerjik, selalu terhindar dari risiko

sakit. *Refferensi;Nakita & Institude Danone, 2010. Sehat

& Bugar Berkat Gizi Seimbang. KompasGramedia.

Instalasi Gizi Perjan RSCM dan AsosiasiDietisien Indonesia, 2008. Penuntun Diet.PT. Gramedia Pustaka Utama.

46 Intan Edisi 32/2017

FIT & FRESH

Waktu Tidur Ideal Sesuai UsiaKELEBIHAN atau kekuranganwaktu tidur dapat menyebabkanrisiko penyakit jantung koroner danstroke.

Melakukan aktifitas sehari-haritentu melelahkan dan tidur adalahhal terpenting bagi kita yangmembuat kesehatan tubuh sertaotak lebih baik lagi. Karena prosesmetabolisme tubuh bekerja padasaat kita tidur untuk memberikan energi baik bagi tubuh pada esok hari. Namunsetiap usia memiliki kebutuhan jam tidur yang berbeda.

National Sleep Foundation (NSF) merekomendasikan berapa lama waktutidur pada setiap usia berdasarkan para ahli terkait.

Berikut rekomendasi waktu ideal selama tidur berdasarkan usia:1. Usia 0 3 bulan, 14 - 17 jam per hari yang sebelumnya 12-18 jam per hari2. Usia 4-11 bulan, 12-15 jam per hari yang sebelumnya 14-15 jam per hari3. Usia 1-2 tahun, 11-14 jam per hari yang sebelumnya 12-14 jam per hari4. Usia 3-5 tahun, 10-13 jam per hari yang sebelumnya 11-13 jam per hari5. Usia 6-13 tahun, 9-11 jam yang sebelumnya 10-11 jam.6. Usia 14-17 tahun, 8-10 jam per hari yang sebelumnya 8,5 9,5 jam per

hari7. Usia 18-25 tahun, 7-9 jam per hari8. Usia 26-64 tahun 7-9 jam9. Usia 65 ke atas yakni 7-8 jam per hari

Berdasarkan penelitian pada tahun 2011 dari European HeartJournal menyebutkan, orang yang memiliki waktu tidur yang kurang memilikirisiko penyakit jantung koroner sampai 48% dalam waktu 7 hingga 25 tahun.Serta dalam jangka waktu yang sama, akan menyebabkan stroke sampaimeninggal sebesar 15%.

Tidak hanya itu, memiliki waktu tidur berlebih juga tidak baik, pasalnyaakan menimbulkan risiko penyakit jantung koroner 38% dan 65% terkena stroke.

Pastikan untuk istirahatkan tubuh anda sesuai dengan waktu tidur yangideal sesuai dengan usia. *

47Intan Edisi 32/2017

48 Intan Edisi 32/2017

/ColorImageDict > /JPEG2000ColorACSImageDict > /JPEG2000ColorImageDict > /AntiAliasGrayImages false /CropGrayImages true /GrayImageMinResolution 300 /GrayImageMinResolutionPolicy /OK /DownsampleGrayImages true /GrayImageDownsampleType /Bicubic /GrayImageResolution 300 /GrayImageDepth -1 /GrayImageMinDownsampleDepth 2 /GrayImageDownsampleThreshold 1.50000 /EncodeGrayImages true /GrayImageFilter /DCTEncode /AutoFilterGrayImages true /GrayImageAutoFilterStrategy /JPEG /GrayACSImageDict > /GrayImageDict > /JPEG2000GrayACSImageDict > /JPEG2000GrayImageDict > /AntiAliasMonoImages false /CropMonoImages true /MonoImageMinResolution 1200 /MonoImageMinResolutionPolicy /OK /DownsampleMonoImages true /MonoImageDownsampleType /Bicubic /MonoImageResolution 1200 /MonoImageDepth -1 /MonoImageDownsampleThreshold 1.50000 /EncodeMonoImages true /MonoImageFilter /CCITTFaxEncode /MonoImageDict > /AllowPSXObjects false /CheckCompliance [ /None ] /PDFX1aCheck false /PDFX3Check false /PDFXCompliantPDFOnly false /PDFXNoTrimBoxError true /PDFXTrimBoxToMediaBoxOffset [ 0.00000 0.00000 0.00000 0.00000 ] /PDFXSetBleedBoxToMediaBox true /PDFXBleedBoxToTrimBoxOffset [ 0.00000 0.00000 0.00000 0.00000 ] /PDFXOutputIntentProfile () /PDFXOutputConditionIdentifier () /PDFXOutputCondition () /PDFXRegistryName () /PDFXTrapped /False

/Description > /Namespace [ (Adobe) (Common) (1.0) ] /OtherNamespaces [ > /FormElements false /GenerateStructure true /IncludeBookmarks false /IncludeHyperlinks false /IncludeInteractive false /IncludeLayers false /IncludeProfiles true /MultimediaHandling /UseObjectSettings /Namespace [ (Adobe) (CreativeSuite) (2.0) ] /PDFXOutputIntentProfileSelector /NA /PreserveEditing true /UntaggedCMYKHandling /LeaveUntagged /UntaggedRGBHandling /LeaveUntagged /UseDocumentBleed false >> ]>> setdistillerparams> setpagedevice