Contoh penerapan penilaianautentik dalampembelajaran ipa

download

of 16

  • date post

    21-Jul-2015
  • Category

    Services
  • view

    325
  • download

    8

Embed Size (px)

transcript

HO 2.4/3.2CONTOH PENERAPAN PENILAIANAUTENTIK DALAMPEMBELAJARAN IPADalam American Librabry Association asesmenautentikdidefinisikan sebagai proses evaluasi untuk mengukurkinerja, prestasi, motivasi, dan sikap-sikap peserta didik pada aktifitas yang relevandalam pembelajaran ( Sudarwan, 2013). Beberapa jenis asesmen autentik diantaranya adalah penilaian kinerja, proyek, portofolio dan tertulis. A. Penilaian KinerjaPenilaian kinerja digunakan untuk menilai kemampuan siswa melalui penugasan (task) siswa dinilai melalui pengamatan menggunakan lembar pengamatan. Beberapa cara untuk merekam hasil penilaian berbasis kinerja adalah melalui daftar cek (checklist), catatan anekdot/narasi (anecdotal/narative records), skala penilaian (rating scale) dan memori atau ingatan (memory approach) ( Sudarwan, 2013)Contoh beberapa model lembar pengamatan dan rubrik penilaian kinerja siswa pada pembelajaran IPA diantaranya:1. Lembar Pengamatan Kegiatan PraktikumNama:Kelas:..Judul Praktikum: ..NOASPEK KINERJA YANG DIHARAPKANPENILAIANKETERANGAN

APERSIAPANYATIDAK

1. Menggunakan jas laboratorium

2. Membawa alat dan bahan praktikum

3. Membersihkan alat-alat yang akan digunakan

4. Mengecek kesiapan alat dan bahan

5. Membaca prosedur kerja

B SELAMA KEGIATAN PRAKTIKUM

A. Menggunakan Alat dan Bahan

1. Mengambil bahan tidak berceceran

2. Mengambil bahan sesuai kebutuhan

3. Mengoperasikan alat dengan benar

4. Menggunakan alat dan bahan sesuai prosedur

B. Sikap

1. Fokus pada kegiatan praktikum

2. Aktif dalam melakukan praktikum

3. Bekerja sama dalam kelompok

IIIKEGIATAN AKHIR PRAKTIKUM

1. Membersihan alat dengan baik

2. Membersihkan meja praktikum

3. Mengembalikan alat ke tempat semula

2. Lembar pengamatan kegiatan penggunaan Mikroskop

Berilah tanda centang di bawah kolom skor:5, jika siswa melakukan aspek keterampilan sangat tepat4, jika siswa melakukan aspek keterampilan tepat3, jika siswa melakukan aspek keterampilan agak tepat2, jika siswa melakukan aspek keterampilan kurang tepat1, jika siswa melakukan aspek keterampilan tidak tepat

NoAspek keterampilanJawaban

54321

Persiapan

1Membawa mikroskop

2Meletakkan mikroskop di meja

Pelaksanaan

3Mengatur cahaya

4Mengatur posisi/kemiringan meja kerja

5Menggunakan lensa/memutar revolver

6Mengatur tubus/jarak kerja

7Mengamati preparat

8Menggambar

Penyelesaian

9Membersihkan mikroskop setelah digunakan

10Menyimpan mikroskop

B. Penilaian SikapPenilaian Sikap dulu dikenal sebagai penilaian afektif. Aspek afektif berkenaan dengan sikap dan nilai. Kemampuan afektif berhubungan dengan minat dan sikap yang dapat berbentuk tanggung jawab, kerjasama, disiplin, komitmen, percaya diri, jujur, menghargai pendapat orang lain, dan kemampuan mengendalikan diri. Untuk menilai sikap, ada berbagai instrumen, contoh yang sederhana untuk menilaia sikap siswa pada pembelajaran adalah sebagai berikut.

Contoh 1. Lembar pengamatan ranah afektif atau aspek merespon siswa pada kegiatan diskusi kelompok

No

Nama SiswaApek Yang Diniai

Mengajukan pertanyaanMenjawab pertanyaanMengemukakan gagasan sesuai topik yang dibahasMenanggapi gagasan dengan sikap yang santunMemberikan solusi

YATIDAKYATIDAKYATIDAKYATIDAKYATIDAK

1

2

3

.

Dari data penilaian hasil pengamatan, guru dapat membuat deskripsi sikap siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran 2. Contoh lembar Pengamatan Perilaku IlmiahNoAspek yang dinilai321Keterangan

1 Rasa ingin tahu (curiosity)

2Ketelitian dan kehati-hatiandalam melakukan percobaan

3Ketekunan dan tanggungjawab dalam belajar dan bekerja baik secara individu maupun berkelompok

4 Keterampilan berkomunikasi pada saat belajar

Rubrik Penilaian PerilakuNoAspek yang dinilaiRubrik

1.Menunjukkan rasa ingin tahu3:menunjukkan rasa ingin tahu yang besar, antusias, aktif dalam dalam kegiatan kelompok 2: menunjukkan rasa ingin tahu, namun tidak terlalu antusias, dan baru terlibat aktif dalam kegiatan kelompok ketika disuruh1: tidak menunjukkan antusias dalam pengamatan, sulit terlibat aktif dalam kegiatan kelompok walaupun telah didorong untuk terlibat

3. Ketelitian dan hati-hati

4. mengamati hasil percobaan sesuai prosedur, hati-hati dalam melakukan percobaan 2. mengamati hasil percobaan sesuai prosedur, kurang hati-hati dalam melakukan percobaan 1. mengamati hasil percobaan sesuai prosedur, kurang hati-hati dalam melakukan percobaan

3 Ketekunan dan tanggungjawab dalam belajar dan bekerja baik secara individu maupun berkelompok3:tekun dalam menyelesaikan tugas dengan hasil terbaik yang bisa dilakukan, berupaya tepat waktu.2: berupaya tepat waktu dalam menyelesaikan tugas, namun belum menunjukkan upaya terbaiknya1: tidak berupaya sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas, dan tugasnya tidak selesai

4Berkomunikasi3. aktif dalam tanya jawab, dapat mengemukaan gagasan atau ide, menghargai pendapat siswa lain 2. aktif dalam tanya jawab, tidak ikut mengemukaan gagasan atau ide, menghargai pendapat siswa lain1. aktif dalam tanya jawab, tidak ikut mengemukaan gagasan atau ide, kurang menghargai pendapat siswa lain

C. Penilaian Proyek Penilaian proyek (project assessment) merupakan kegiatan penilaian terhadap tugas yang harus diselesaikan oleh peserta didik menurut periode/waktu tertentu. Penyelesaian tugas dimaksud berupa investigasi yang dilakukan oleh peserta didik, mulai dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan, analisis, dan penyajian dataPada kurikulum 2013 ada bebrapa kompetensi dasar yang pencapaiannya menggunakan penilaian proyek, contoh KD Kelas VII 4.1 Membuat proyek miniatur jembatan atau bangunan dengan memanfaatkan konsep gaya4.7 Menyajikan karya hasil perkembangbiakan pada tumbuhanAda beberapa aspek yang dapat dinilai mulai dari rancangan sampai produk. Sebagai contoh misalnya guru akan menilai proyek siswa tentang pembuatan miniatur jembatan, maka aspek yg dinilai meliputi:Penilaian Rancangan : Bahan jembatan yang akan digunakan, Alat/perkakas yang akan digunakan dan Model atau gambar miniatur jembatan (dimensi-dimensi ukuran)Penilaian Produk: Kekuatan miniatur jembatan,Efisisensi bahan,Ketepatan ukuran, dan Estetika Contoh Rubrik Penilaian Proyek Pembuatan Model Jembatan

NoAspek yang dinilaiSkorBobot

1Tahap persiapan (tepat = 2; tidak tepat = 1). Menuliskan tujuan penggunaan model jembatan Menggambar model jembatan Menuliskan bagian-bagian jembatan Memilih bahan-bahan untuk bagian-bagian model jembatan Menetapkan lebar dan panjang bentang model jembatan Menetapkan kekuatan gaya beban jembatan Memilih bahan untuk tiang penyangga Menghitung gaya kekuatan tiang penyangga Memilih bahan untuk rangka jembatan Menghitung gaya kekuatan rangka jembatan Memilih bahan untuk lantai jembatan Menghitung gaya kekuatan lantai jembatan(8)1 21 21 21 21 21 21 21 21 21 21 21 2

20 %

2Tahap pelaksanaan( tepat dan benar = 3; tepat = 2; tidak tepat = 1). Menguji bahan untuk tiang penyangga Menguji bahan untuk rangka jembatan Menguji bahan untuk lantai jembatan Menyusun tiang jembatan Menyusun rangka jembatan Menyusun lantai jembatan Merakit seluruh bagian-bagian jembatan(12)

1-2- 31-2- 31-2- 31-2- 31-2- 31-2- 31-2- 3

55%

3.Tahap Penutup(tepat dan benar = 3; tepat = 2; tidak tepat = 1). Menguji coba kekuatan jembatan Mendemonstrasikan penggunaan jembatan Mencatat saran/hal-hal yang diperlukandalamperbaikan

(10)1 21 31 21 325%

Total skor30

Contoh gambar rancangan jembatan yang dapat digunakan guru sebagai acuan penilaian

D. Portofolio Stiggin (1994) mendefinisikan portofolio sebagai sekumpulan hasil kerja peserta didik yang menunjukkan peningkatan atau pencapaian peserta didik. Portofolio merupakan kumpulan hasil kerja yang sengaja dibuat dan mencerminkan runtutan upaya peserta didik. Rustaman, N (2003) mendefinisikan portofolio sebagai sekumpulan upaya, kemajuan atau prestasi peserta didik yang terencana (memiliki tujuan) pada bidang tertentu. Terdapat aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam mengembangkan instrumen penilaian portofolio, yaitu: a) usaha yang sengaja dilakukan, terencana dan memiliki tujuan; b) dokumen (produk) sebagai bukti; c) tingkat perkembangan; d) kemampuan menilai diri/refleksi; e) dilakukan pada rentang waktu tertentu. Kelima dimensi portofolio tersebut merupakan landasan dasar dalam mengembangkan item dan rubrik penilaian portofolio.Contoh:Guru ingin menilai kemampuan siswa menyanyikan data/informasi dari berbagai sumberContoh KD yang terkait: 4.8 Menyajikan data, informasi, dan mengusulkan ide pemecahan masalah untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan zat aditif dalam makanan dan minuman serta zat adiktif-psikotropikaKD 4.8 tersebut merupakan pengembangan dari KD:3.10 Mendeskripsikan zat aditif (alami dan buatan) dalam makanan dan minuman (segar dan dalam kemasan), dan zat adiktif-psikotropika serta pengaruhnya terhadap kesehatanKemampuan siswa yang akan dinilai meliputi: mencari informasi dari berbagai sumber, menyanyikan informasi/data, dan mengajukan gagasan-gagasan terkait masalah penyalahgunaan zat aditif makanan dan zat adiktif-psikotoprika.Protofolio untuk KD ini dapat dipisahkan yaitu tentang Zat Aditif pada makanan saja atau Zat Adiktif psikotropika saja.Contoh Isi Portofolio yang dibuat siswa pada materi Zat Aditif pada Makanan: Deskripsi singkat pengetahuan faktual (konsep) tentang zat aditif makanan Data penyalahgunaan zat aditif makanan Contoh kasus akibat penyalahgunaan zat aditif makanan Gagasan-gagasan siswa untuk menghindari penyalahgunaan zat ad