Coal Minning

download Coal Minning

If you can't read please download the document

  • date post

    09-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    228
  • download

    2

Embed Size (px)

description

COAL MINNING

Transcript of Coal Minning

COAL MINNING(PERTAMBANGAN BATU BARA)

A. Pertambangan Batu Bara IndonesiaPertambangan batu bara adalah salah satu industry yang banyak diminati. Di Indonesia, pertambangan batubara pun mulai bangkit. Pada Dasarnya, batu bara adalah batuan yang berasal dari tumbuhan mati dan tertimbun endapan lumpur pasir dan lempung selama berjta-juta tahun lamanya. Adanya tekanan lapisan tanah bersuhu tinggi serta terjadi gerak tektonik mengakibatkan terjadinya pembakaran atau oksidasi yang mengubah zat kayu pada bangkai tumbuh-tumbuhan menjadi batuan yang mudah terbakar yang bernama batu bara. Di Indonesia, terdapat tambang besar batu bara seperti tambang umbilin di Sawahlunto Sumatra Barat dan tambang Bukit Asam di Sumatra Selatan. Beberapa macam/jenis metode penambangan batu bara: Penambangan Terbuka; Penambangan dalam; Penambangan Jauh; dan Penambangan di atas permukaan.Indonesia adalah ekportir batu bara terbesar kedua di dunia (setelah Australia, 2006). Batu Bara yang banyak di ekspor adalah batu bara jenis sub-bituminus yang dapat mempresentasikan produksi batu bara Indonesia. Sekitar 74% dari batu bara Indonesia merupakan hasil penambangan perusahaan swasta. Satu-satunya Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Tambang Bukit Asam, menghasilkan sekitar 10 Mt (hanya 9% dari total produksi batu bara Indonesia pada tahun 2003) dari penambang terbuka.Operasi penambangan batu bara seringkali dituduh menyebabkan kerusakan lingkungan. Penambangan batu bara diperkirakan menyebabkan kerusakan pada kurang lebih 70 ribu hektar tanah. Pada beberapa area, limbah cair dibuang pada sungai terdekat yang mencemari sumber air.Masalah sumber energy pun sedang menjadi focus utama pemerintah berkaitan dengan naiknya harga minyak bumi. Pada dasarnya, cadangan batu bara Indoneia memang jauh lebih besar dibandingkan candangan minyak bumi maupun gas alam sehingga pemerintah kini mulai melihat batu bara sebagai sumber energi alternatif yang murah.

B. Potensi Pertambangan Batu Bara di IndonesiaHarga minyak dunia dari hari ke hari semakin meningkat tajam. Sejak April 2008 lalu, batu bara atau si emas hitam telah ditransaksikan di atas level 110 per barel. Bagi sebagian Negara di dunia , kenaikan harga minyak ini dianggapa sebagai sebuah musibah karena biaya energy yang harus dikeluarkan secara otomatis menjadi berlipat ganda. Seiring dengan pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang dikerjakan pemerintah, kebutuhan akan batu bara di Indonesia pasti akan meningkat tajam. Berdasarkan perhitungan APBI, saat semua proyek PLTU telah mulai beroperasi, konsumsi batu bara domestic diperkirakan mencapai 90 juta ton.Hal tersebut mengindikasikan terjadinya kenaikan sebesar 40 juta ton disbanding dengan kebutuhan pada 2008 lalu. Semakin tingginya harga BBM pun akan ikut mendorong industry melakukan konversi sumber energy.Perlu diketahui pula bahwa sekitar 70 persen dari hasil batu bara di Indonesia dilepas ke pasaran dunia. Cina, Korea Selatan, dan Jepang adalah sebagian kecil Negara yang menjadi tujuan ekspor batu bara Indonesia. Berdasarkan data yang diperoleh dari World Coal Institute, disebutkan bahwa sejak 2004, Indonesia sudah menjadi eksportir batu bara terbear kedua di dunia setelah Australia.

C. Manfaat Batu Bara Bagi Kehidupan ManusiaSejak dahulu, batu bara telah ditambang dari perut bumi dan dirasakan manfaatnya oleh manusia. Inilah penggunaan batu bara yang umum :a. Sebagai bahan produksi baja dan besib. Sebagai bahan bakar pembangkit listrikc. Sebagai bahan bakar caird. Sebagai bahan bakar produksi semene. Sumber bahan bakar untuk tungku hemat energy yang bisa digunakan untuk kebutuhan rumah tangga atau industry kecil.f. Untuk pembuatan karbon aktifg. Sebagai penyerap dalam daur ulang minyak pelumas bekasSelain itu, manfaat batu bara dirasakan di pabrik-pabrik pembuatan kertas, pengolahan alumina, indutri kimia, dan industri farmasi. Hasil sampingan batu bara juga bisa diproduksi menjadi beberapa macam produk kimia. Misalnya, ter batu bara setelah diolah dan dimurnikan bisa menjadi bahan pembuat minyak fenol, benzene, kreosot, dan naftalen. Dari tungku kokas bisa diambil gas ammonia dan asam nitrat. Selain itu, komponen-komponen batu bara jika diolah bermanfaat untuk pembuatan zat pelarut, zat pewarna, sabun, plastic, rayon, aspirin dan nilon. Batu bara juga menjadi bahan penting dalam produksi produk berikut :a. Serat karbon, berfungsi sebagai bahan pengeras yang ringan dan kuat. Biasanya digunakan pada sepeda gunung, raket tenis, dan bahan konstruksi.b. Metal silicon, berfungsi untuk membuat silan dan silicon. Jika diolah lebih jauh lagi, ini digunakan untuk membuat bahan kedap air, pelumas, kosmetik, pasta gigi, resin dan shampooc. Karbon teraktivikasi, sering kali dimanfaatkan dalam pembersih udara, mesin pencuci darah dan saringan air.D. Manfaat Batu Bara Briket Batu BaraAda satu produk dari batu bara yang besar manfaatnya bagi keberlangsungan ketersediaan energy Indonesia, yaitu briket batu bara. Briket batu bara merupakan bahan bakar yang telah mengalami proses pemampatan dan memiliki daya tekan tertentu, berbentuk dan memiliki ukuran sesuai dengan kebutuhan, sehingga mudah digunakan untuk memenuhi kebutuhan energy masyarakat. Manfaat batu bara dalam bentuk briket adalah sebagai berikut :a. Cadangan minyak bumi sebagai bahan bakar yang semakin menipis membuat kita harus sedia payung sebelum hujan dengan cara mencari sumber energy lain untuk dimanfaatkan, yakni salah satunya batu bara.b. Kemudahan teknologi sederhana yang memungkinkan batu bara dibentuk menjadi briket untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar alternativec. Di dalam bumi Indonesia banyak tersedia batu bara yang dijadikan briketd. Selain bisa menggantikan bahan bakar minyak, juga bisa menggantikan peranan kayu bakar untuk memasak.

E. Potensi Bahaya Tambang Batubara Bawah Tanaha. PembatubaraanBatubara terbentuk dari tumbuhan purba yang berubah bentuk akibat proses fisika dan kimia yang berlangsung selama jutaan tahun. Karena berasal dari material organik yaitu selulosa, sudah tentu batubara tergolong mineral organik pula. Reaksi pembentukan batubara adalah sebagai berikut:5(C6H10O5) > C20H22O4 + 3CH4 + 8H2O + 6CO2 + COC20H22O4 adalah batubara, dapat berjenis lignit, sub-bituminus, bituminus, atau antrasit, tergantung dari tingkat pembatubaraan yang dialami. Konsentrasi unsur C akan semakin tinggi seiring dengan tingkat pembatubaraan yang semakin berlanjut. Sedangkan gas-gas yang terbentuk yaitu metan, karbon dioksida serta karbon monoksida, dan gas-gas lain yang menyertainya akan masuk dan terperangkap di celah-celah batuan yang ada di sekitar lapisan batubara.Secara teoretis, jumlah gas metan yang terkumpul pada proses terbentuknya batubara bervolume satu ton adalah 300m3. Kondisi terperangkapnya gas ini akan terus berlangsung ketika lapisan batubara atau batuan di sekitarnya tersebut terbuka akibat pengaruh alam seperti longsoran atau karena penggalian (penambangan).b. Gas di tambang dalamGas-gas yang muncul di tambang dalam (underground) terbagi menjadi gas berbahaya (hazardous gas) dan gas mudah nyala (combustible gas). Gas berbahaya adalah gas yang dapat mempengaruhi kesehatan yang dapat menyebabkan kondisi fatal pada seseorang, sedangkan gas mudah nyala adalah gas yang berpotensi menyebabkan kebakaran dan ledakan di dalam tambang.Pada tambang dalam, gas berbahaya yang sering ditemukan adalah karbon monoksida (CO), sedangkan yang dapat muncul tapi jarang ditemui adalah hidrogen sulfida (H2S), sulfur dioksida (SO2), dan nitrogen dioksida (NO2). CO adalah gas tak berwarna, tak berasa, tak berbau, dan memiliki berat jenis sebesar 0,967. Pada udara biasa, konsentrasinya adalah 0 sampai dengan beberapa ppm, dan menyebar secara merata di udara. CO timbul akibat pembakaran tak sempurna, ledakan gas dan debu, swabakar, kebakaran dalam tambang, peledakan (blasting), pembakaran internal pada mesin, dll. Gas ini sangat beracun karena kekuatan ikatan CO terhadap hemoglobin adalah 240-300 kali dibandingkan ikatan oksigen dengan hemoglobin. Selain beracun, gas ini sebenarnya juga memiliki sifat meledak, dengan kadar ambang ledakan adalah 13-72 persen.Untuk gas mudah nyala pada tambang batubara, sebagian besar adalah gas metan (CH4). Metan adalah gas ringan dengan berat jenis 0,558, tidak berwarna, dan tidak berbau. Gas ini muncul secara alami di tambang batubara bawah tanah sebagai akibat terbukanya lapisan batubara dan batuan di sekitarnya oleh kegiatan penambangan. Dari segi keselamatan tambang, keberadaan metan harus selalu dikontrol terkait dengan sifatnya yang dapat meledak. Gas metan dapat terbakar dan meledak ketika kadarnya di udara sekitar 5-15 persen dengan ledakan paling hebat pada saat konsentrasinya 9,5 persen pada saat terdapat sumber api yang memicunya.c. Ventilasi tambang dalamUntuk menangani permasalahan gas yang muncul di tambang dalam, perencanaan sistem ventilasi yang baik merupakan hal mutlak yang harus dilakukan. Selain untuk mengencerkan dan menghilangkan gas-gas yang muncul dari dalam tambang, tujuan lain dari ventilasi adalah untuk menyediakan udara segar yang cukup bagi para karyawan tambang, dan untuk memperbaiki kondisi lingkungan kerja yang panas di dalam tambang akibat panas bumi, panas oksidasi, dll.Dengan memperhatikan ketiga tujuan di atas, maka volume ventilasi (jumlah angin) yang cukup harus diperhitungkan dalam perencanaan ventilasi. Secara ideal, jumlah angin yang cukup tersebut hendaknya terbagi secara merata untuk lapangan penggalian (working face), lokasi penggalian maju (excavation), serta ruangan mesin dan listrik (Gambar 1 dan 2).

Gambar 1. Analisis ventilasi di tambang Taiheiyou-Hokkaido(sumber:Masahiro Inoue, Kyushu University)

Gambar 2. Tampilan 3D lorong ventilasi di tambang Taiheiyou-Hokkaido(sumber:Masahiro Inoue, Kyushu University)Jumlah angin yang terlalu kecil akan menyebabkan gas-gas mudah terkumpul sehingga konsentrasinya meningkat, jumlah pasokan oksigen berkurang, d