cente Web viewDi Tanduk Mas, kapal-kapal perang Ottoman mulai karam menabrak rantai-rantai besi...

16
Profil Byzantium Lambang Dinasti Paleologus, Byzantum: Kekaisaran Byzantium merupakan pecahan dari kekaisaran Romawi pada masa Justianus (527-565), wilayahnya mencakup sebelah timur Romawi, Yunani, Semenanjung Balkan, Asia Barat, Mesir dan sebagian Italia.

Transcript of cente Web viewDi Tanduk Mas, kapal-kapal perang Ottoman mulai karam menabrak rantai-rantai besi...

Page 1: cente   Web viewDi Tanduk Mas, kapal-kapal perang Ottoman mulai karam menabrak rantai-rantai besi besi yang di pasang mengelilingi Constantinopel

Profil Byzantium

Lambang Dinasti Paleologus, Byzantum:

Kekaisaran Byzantium merupakan pecahan dari kekaisaran Romawi pada masa Justianus (527-

565), wilayahnya mencakup sebelah timur Romawi, Yunani, Semenanjung Balkan, Asia Barat,

Mesir dan sebagian Italia.

Nouve Rome, Constantinoupolis atau Constantinopel adalah ibukota Byzantium. Kota ini

dikelilingi oleh tembok-tembok besar yang kokoh, disebut juga sebagai tembok Konstantin.

Letak Geografis Constantinopel:

Page 2: cente   Web viewDi Tanduk Mas, kapal-kapal perang Ottoman mulai karam menabrak rantai-rantai besi besi yang di pasang mengelilingi Constantinopel

Konstantin Agung:

Berbeda dengan Romawi, agama resmi Byzantium adalah Nasrani. Setelah jatuhnya Romawi,

kekaisaran Byzantium menjadi pelindung bagi wilayah Eropa Barat dari orang-orang Barbar,

yaitu Bangsa Slavia Utara, Kaum Nomad di Rusia Selatan, para penunggang kuda Kirghizia, dan

Bangsa Hun. Namun ancaman utamanya adalah Kekaisaran Ottoman.

Page 3: cente   Web viewDi Tanduk Mas, kapal-kapal perang Ottoman mulai karam menabrak rantai-rantai besi besi yang di pasang mengelilingi Constantinopel

Sistem Pertahanan Darat dan Laut Byzantium:

Byzantium tercatat memiliki 120.000 pasukan terlatih regular disertai dengan sistem keamanan

berlapis. Yaitu melakukan peleburan provinsi-provinsi lama kedalam provinsi baru yang disebut

Themes. Setiap Themes dilengkapi dengan pusat komando dan di pimpin oleh seorang panglima

perang setingkat jenderal.

Angkatan Laut Byzantium senantiasa menjaga keamanan daerah pantai dan laut. Mereka

menyiagakan kapal tempur untuk berpatroli setiap saat. Angkatan laut Byzantium menggunakan

rantai-rantai besi sebagai pertahanan wilayah ibukota mereka, dari serangan kapal musuh.

Mehmet II

Lahir dengan nama Muhammad Al Fatih di Edirne, sebuah kota perbatasan antara Yunani dan

Bulgaria. Ia adalah keturunan dari Beyazid I. Ayahnya seorang Sultan Kekaisaran Ottoman

bernama Sultan Murad II, dan ibunya Huma Hatun.

Turki Ottoman:

Kekaisaran Turki Ottoman didirikan oleh bangsa keturunan mongol. Mereka berasal dari dinasti

Saljuk. Dengan kaisar pertamanya Beyazid I.

Selagi dalam kandungan, seorang guru spiritual pernah mengatakan kepada Murad II, bahwa

Tuhan telah mentakdirkan anaknya sebagai penakluk Constantinopel. Hal ini membuat Murad II

semakin giat mengajarkan anaknya lmu perang, matematika, agama, bahasa Arab, Persia dan

Turki.

Pada usia 11 tahun, Al Fatih hijrah dari Edirne menuju Amsya, bersamaan dengan meletusnya

Perang Salib antara pasukan Serbia-Hunggaria dengan Turki Ottoman. Dalam pertempuran ini,

Page 4: cente   Web viewDi Tanduk Mas, kapal-kapal perang Ottoman mulai karam menabrak rantai-rantai besi besi yang di pasang mengelilingi Constantinopel

Murad harus rela kehilangan Nis, Sofia, Wallachia dan Varna berikut tahta kesultanannya.

Secara otomatis, Al Fatih bergelar Mehmet II menjadi sultan boneka bagi Eropa.

Perang Varna

Beberapa tahun kemudian, Mehmed II membujuk ayahnya untuk kembali berperang. Berbekal

Pasukan Turki berjumlah 60.000 personil, lengkap dengan para pemanah, pasukan berkuda dan

kesatuan yanisari, mereka siap menyerang pasukan Salib yang berjumlah 20.000 orang. Pasukan

Salib merupakan pasukan koalisi dari Hunggaria, Jerman, Bosnia, Kroasia, Serbia, Bulgaria,

Wallachia dan Ukarina, dipimpin oleh John Hunyadi.

ilustrasi perang Varna:

Dalam perang ini, meskipun kehilangan 20.000 prajuritnya Turki Ottoman tampil sebagai

pemenang, Sedangkan Pasukan Salib kehilangan 13.000 prajurit, berikut salah seorang panglima

terbaiknya, Vladislav (ayah dari Vlad Staples). Mehmet II mempersilahkan ayahnya untuk

kembali menjadi sultan.

Page 5: cente   Web viewDi Tanduk Mas, kapal-kapal perang Ottoman mulai karam menabrak rantai-rantai besi besi yang di pasang mengelilingi Constantinopel

Kemenangan ini mengangkat rasa percaya diri prajurit Ottoman untuk menyerang

Constantinopel. Mereka merasa mendapat suntikan kekuatan baru, terkhusus bagi Mehmet II,

beliau semakin giat mempelajari ilmu pengetahuan dan strategi perang. Setelah ayahnya

mangkat. Ia naik tahta sebagai sultan untuk yang kedua kalinya.

Strategi sebelum menaklukan Constantinopel

1. Mehmet II tidak mau melakukan kesalahan seperti yang pernah dialami para

pendahulunya. Ia banyak mencari informasi mengenai kota tua Constantinopel di

berbagai literature. Sampai akhirnya ia menemukan satu mitos, rakyat Constantinopel

percaya, bahwa mereka dilindungi oleh kekuatan dari bulan purnama.

2. Mendatangkan para ahli senjata dan logam untuk membuat Orban.

Orban:

Orban adalah meriam berukuran

super besar. digunakan untuk menggempur benteng Konstantin yang terkenal kokoh.

Konon untuk mengangkut meriam ini membutuhkan ratusan orang dengan reload

hingga seminggu.

Page 6: cente   Web viewDi Tanduk Mas, kapal-kapal perang Ottoman mulai karam menabrak rantai-rantai besi besi yang di pasang mengelilingi Constantinopel

3. Menyiapkan 250.000 pasukan yang telah dilatih selama bertahun–tahun, dengan Pasukan

Yanisari di garda depan.

Yanisari: Pasukan terlatih Kesultanan Ottoman:

Keanggotaan yanisari berasal dari para tawanan perang, setelah memeluk agama

Islam, mereka di latih menjadi prajurit-prajurit elite. Sebagai pasukan khusus, mereka

dibekali dengan kemampuan tempur, medis, bahkan juga senjata api dan granat

tangan.

Perekrutan Yanisari sangat bersifat rahasia, bahkan pada keluarganya sekalipun,

kecuali anak laki-laki yang diwariskan.keanggotaan Yanisari dari sang ayah.

Kerahasiaan ini tetap di jaga sampai ajal menjemput. Yanisari di pimpin langsung

oleh sultan, dan hanya sultan saja yang mengetahui identitas asli mereka

Page 7: cente   Web viewDi Tanduk Mas, kapal-kapal perang Ottoman mulai karam menabrak rantai-rantai besi besi yang di pasang mengelilingi Constantinopel

4. Melakukan berbagai perjanjian dengan Negara-negara lawan, agar tidak saling

menyerang selama pertempuran Turki Ottoman-Byzantium.

5. Mehmet berpendapat, bahwa kota Rumeli yang terletak di selat Bosporus. Antara asia

dan Eropa merupakan tempat yang strategis untuk menyiapkan pasukan. Terutama untuk

pelayaran. Dengan menaklukan kota ini maka akan sangat membantu untuk menaklukan

Constantinopel.

Jalannya peperangan

6 April 1453: Mehmet II sampai di pintu gerbang Constantinopel. Dia berorasi untuk membakar

semangat prajuritnya, bahwa kemenangan Ottoman tinggal selangkah lagi, dan di sambut oleh

teriak gemuruh dari para prajurit Ottoman. Sebaliknya tentara Byzantium juga semakin

memperkuat barisan.

ilustrasi kaisar dan pengepungan benteng constantine:

Page 8: cente   Web viewDi Tanduk Mas, kapal-kapal perang Ottoman mulai karam menabrak rantai-rantai besi besi yang di pasang mengelilingi Constantinopel

7 April 1453: Mehmet II Membagi angkatan daratnya menjadi tiga lapis. Garda depan adalah

pasukan infanteri dan yanisari. Sedangkan lapisan dua dan tiga adalah pendukung. Sebagian

mereka adalah pasukan artileri. Sementara Angkatan Laut disiagakan sebanyak 400 kapal

perang,dengan dengan Meriam Orbannya.

Pertempuran akhirnya di mulai, tapi pertahanan Constantinopel terlalu kuat untuk di tembus. Di

Tanduk Mas, kapal-kapal perang Ottoman mulai karam menabrak rantai-rantai besi besi yang di

pasang mengelilingi Constantinopel. Angkatan laut Ottoman berusaha keras untuk mematahkan

rantai-rantai tersebut, namun tidak berhasil.

Situasi semakin buruk dengan datangnya bala bantuan Byzantium dari angkatan laut Negara-

negara Eropa Barat. Angkatan laut Turki semakin terdesak, Mehmet II mengganti Panglima

Lautnya, Palta Oglu diganti oleh Laksamana Hamzah Pasha

ilustrasi pertempuran darat:

Page 9: cente   Web viewDi Tanduk Mas, kapal-kapal perang Ottoman mulai karam menabrak rantai-rantai besi besi yang di pasang mengelilingi Constantinopel

ilustrasi pertempuran laut:

18 April 1453: Turki ottoman berhasil menghancurkan benteng pertahanan Constantinopel yang

berada di Lembah Lycos. Kaisar Constantin melakukan penawaran dengan memberikan daerah-

daerah jajahan lain kepada Turki sebagai ganti Constantinopel, tapi Mehmet menolak, sebaliknya

ia menawarkan perlindungan bagi seluruh warga Byzantium, termasuk kepada Constantin

sendiri.

Selama satu bulan penyerangan belum ada hasil yang dicapai. Namun menjelang berakhirnya

Bulan Purnama, Sultan mendapat ide untuk menarik kapal-kapal perangnya ke daratan.

Awalnya, ide ini dijalankan setengah hati oleh para prajurit, mereka menganggap sultan mereka

telah gila karena tidak berhasil melakukan serangan laut. Namun sultan menjelaskan, selama ini

kekuatan prajurit Constantinopel berasal dari keyakinan akan adanya “kekuatan bulan purnama”.

Page 10: cente   Web viewDi Tanduk Mas, kapal-kapal perang Ottoman mulai karam menabrak rantai-rantai besi besi yang di pasang mengelilingi Constantinopel

Dan sekarang, bulan purnama telah lewat. Kapal-kapal itu akan ditarik dengan menggunakan

kayu gelondongan dan minyak gorang sebagai rodanya.

Malam harinya, dengan diterangi bintang-bintang, kapal-kapal itu berlayar di daratan melintasi

lembah dan bukit. Pagi harinya, 70 kapal perang yang tersisa telah berpindah lokasi melintasi

tanjung emas, Besiktas dan Galata.

Rakyat Byzantium yang menyaksikan kapal-kapal yang berayar di daratan itu begitu terkejut,

mereka mengira itu karena bantuan jin atau setan, sebagian dari mereka menggosok-gosok mata,

mencubit pipi, untuk memastikan bahwa ini bukan mimpi.

Bahkan seorang sastrawan Yoilmaz Oztuna mengatakan “Tidaklah kami pernah melihat atau

mendengar hal ajaib seperti ini. Muhammad Al Fatih telah menukar darat menjadi lautan dan

melayarkan kapalnya dipuncak gunung. Bahkan usahanya ini mengungguli apa yang pernah

diilakukan oleh Alexander The Great”.

29 Mei 1453: Pasukan Turki Ottoman melakukan serangan besar-besaran. Dengan dibantu

pasukan dari Anatolia. Melihat Serangan ini, Gustiniani, salah seorang Jendral Byzantium

menyarankan Constantin untuk mundur. Namun ia menolaknya, malah melepas baju perang nya

dan pergi bertempur bersama para pasukannya, namun sampai akhir pertermpuran jasadnya tidak

pernah ditemukan.

Pasukan Ottoman berhasil masuk benteng melalui pintu Edirne, kemudian Mehmet II berorasi di

depan para rakyat Consantinopel, bahwa ia akan menjamin keamanan seluruh warga

Constantine, termasuk harta, jabatan dan tempat peribadatan mereka.

Page 11: cente   Web viewDi Tanduk Mas, kapal-kapal perang Ottoman mulai karam menabrak rantai-rantai besi besi yang di pasang mengelilingi Constantinopel

Catatan:

Dalam cerita ini, saya sangat bersimpatik kepada Kaisar Constantine, karena ketaatannya dalam

beragama dan berjiwa ksatria, disaat-saat terakhir kejayaannya ia memilih tidak menyerah dan

ikut bertempur bersama para prajuritnya hingga titik darah penghabisan.

Juga kepada Mehmet II: Meskipun telah menaklukan wilayah Byzantium namun tetap

melindungi warganya meskipun mereka berbeda keyakinan. Suatu al yang jarang dilakukan oleh

para penguasa-penguasa lain.

Muhammad Al Fatih:

Murad II:

Page 12: cente   Web viewDi Tanduk Mas, kapal-kapal perang Ottoman mulai karam menabrak rantai-rantai besi besi yang di pasang mengelilingi Constantinopel

Benteng Rantai Constantinopel:

Sumber: Sultan Mehmet II, Sang Pembantai Dracula. Penerbit Darul Ikhsan, Penulis: Orhan

Basarab