Buku Panduan Ppa 2009

download Buku Panduan Ppa 2009

of 100

  • date post

    28-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    16
  • download

    0

Embed Size (px)

description

Panduan PPA

Transcript of Buku Panduan Ppa 2009

  • 0

  • 0

    DAFTAR ISI

    PANDUAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI Landasan Hukum Penyelenggaraan Pendidikan Profesi Akuntansi 1Program Pendidikan Profesi Akuntansi 7Tata Cara Penyelenggaraan Pendidikan Profesi Akuntansi 12Kurikulum Pendidikan Profesi Akuntansi 13Silabus Mata Ajar Pendidikan Profesi Akuntansi:

    Etika Bisnis & Profesi 15Perpajakan 19Praktik Audit 27Lingkungan Bisnis & Hukum Komersial 35Pasar Modal & Manajemen Keuangan 40Pelaporan & Akuntansi Keuangan 46Akuntansi Manajemen & Biaya 53

    Persyaratan Peserta Pendidikan Profesi Akuntansi 57Persyaratan Pengajuan Rekomendasi Penyelenggaraan Pendidikan Profesi Akuntansi 57Ujian Akhir dan Sertifikat 60

    PANDUAN PERPANJANGAN IZIN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI Standar Penilaian Perpanjangan Izin Penyelenggaraan Pendidikan Profesi Akuntansi 62Parameter Skor Penilaian Perpanjangan Izin Penyelenggaraan Pendidikan Profesi Akuntansi 64

    PANDUAN PENYUSUNAN BORANG PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI Penyusunan Borang Pengajuan Rekomendasi dan Perpanjangan Izin Penyelenggaraan Pendidikan Profesi Akuntansi 71Penyusunan Borang Perpanjangan Izin Penyelenggaraan Pendidikan Profesi Akuntansi Borang Aplikasi Pendidikan Profesi Akuntansi Borang Perpanjangan Pendidikan Profesi Akuntansi

    727486

  • 1

    LANDASAN HUKUM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI

    1. UU Nomor 34 tahun 1954 tentang pemakaian gelar akuntan.

    Pasal 1

    Dengan tidak mengurangi ketentuan dalam peraturan gaji resmi

    mengenai berbagai jabatan pada Jawatan Akuntan Negeri dan Jawatan

    Akuntan Pajak, hak memakai gelar Akuntan (accountant) dengan

    penjelasan atau tambahan maupun tidak, hanya diberikan kepada

    mereka yang mempunyai ijazah akuntan sesuai dengan ketentuan dan

    berdasarkan undang-undang ini.

    Pasal 2

    Dengan ijazah tersebut dalam pasal 1 dimaksud:

    a. ijazah yang diberikan oleh sesuatu universitas negeri atau badan

    perguruan tinggi lain yang dibentuk menurut undang-undang atau

    diakui pemerintah, sebagai tanda bahwa pendidikan untuk akuntan

    pada badan perguruan tinggi tersebut telah selesai dengan hasil

    baik;

    b. ijazah yang diterima sesudah lulus dalam sesuatu ujian lain yang

    menurut pendapat Panitia Ahli termaksud dalam pasal 3 guna

    menjalankan pekerjaan akuntan dapat disamakan dengan ijazah

    tersebut pada huruf a pasal ini.

    Pasal 3

    (1) Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan mengangkat

    Panitia Ahli yang bertugas mempertimbangkan apakah sesuatu

    ijazah bagi menjalankan pekerjaan akuntan dapat disamakan

    dengan ijazah tersebut pada pasal 2 huruf a.

    (2) Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan bersama Menteri

    Keuangan mengatur susunan dan cara kerja panitia itu.

  • 2

    (3) Menteri Keuangan berhak memberi tugas lain kepada panitia

    tersebut dalam ayat 1 untuk menjamin kesempurnaan urusan

    akuntansi c.q. untuk mengatur lebih lanjut urusan akuntansi.

    (4) Tiap-tiap akuntan berijazah mendaftarkan nama untuk dimuat

    dalam suatu register negara yang diadakan oleh Kementerian

    Keuangan.

    2. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor

    179/U/2001 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Profesi Akuntansi.

    Pasal 1

    Pendidikan profesi akuntansi adalah pendidikan tambahan pada

    pendidikan tinggi setelah program sarjana Ilmu Ekonomi pada program

    studi akuntansi.

    Pasal 2

    (1) Pendidikan profesi akuntansi diselenggarakan di perguruan tinggi

    sesuai dengan persyaratan, tata cara dan kurikulum yang diatur oleh

    Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

    (2) Penyelenggaraan pendidikan profesi akuntansi di perguruan tinggi

    dilakukan setelah mendapatkan izin dari Direktur Jenderal Perguruan

    Tinggi.

    (3) Izin sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) diberikan oleh Direktur

    Jenderal Pendidikan Tinggi atas dasar rekomendasi dari Panitia Ahli

    Pertimbangan Persamaan Ijazah Akuntan.

    3. Perjanjian kerja sama antara Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi dan

    Ketua Umum Ikatan Akuntan Indonesia Nomor 565/D/T2002 dan

    2460/MOU/III/02 tentang pengelolaan sistem dan penyelenggaraan

    pendidikan profesi akuntansi.

    Pasal 1

    1. Maksud perjanjian kerja sama ini adalah untuk menjabarkan

    pengelolaan sistem dan penyelenggaraan pendidikan profesi

    akuntansi.

  • 3

    2. Tujuan perjanjian kerja sama ini adalah untuk mengatur

    wewenang dan tanggung jawab masing-masing pihak dalam

    upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan profesi

    akuntansi.

    Pasal 2

    Lingkup perjanjian kerja sama meliputi:

    1. Penyelenggaraan pendidikan profesi akuntansi.

    2. Pembukaan dan penutupan pendidikan profesi akuntansi.

    3. Penetapan kurikulum pendidikan profesi akuntansi.

    4. Evaluasi dan ujian.

    5. Sertifikasi.

    Pasal 3

    Departemen Pendidikan Nasional mempunyai wewenang dan

    tanggung jawab atas:

    1. Pembinaan akademik penyelenggaraan pendidikan profesi.

    2. Pembukaan dan penutupan pendidikan profesi akuntansi atas

    rekomendasi Panitia Ahli Pertimbangan Ijazah Akuntan atas usul

    Ikatan Akuntan Indonesia.

    3. Penyusunan dan penetapan serta pemutakhiran secara periodik

    kurikulum pendidikan profesi akuntansi bersama-sama Ikatan

    Akuntan Indonesia.

    Pasal 4

    Ikatan Akuntan Indonesia mempunyai wewenang dan tanggung

    jawab atas:

    1. Pengajuan usul pembukaan dan penutupan pendidikan profesi

    akuntansi.

    2. Pelaksanaan evaluasi dan usul penyelenggaraan pendidikan

    profesi akuntansi.

  • 4

    3. Penyusunan dan usul penetapan kurikulum pendidikan profesi

    akuntansi.

    4. Pemutakhiran kurikulum program pendidikan profesi akuntansi

    secara periodik selambat-lambatnya 5 tahun dengan memperhatikan

    masukan dari pihak yang berkepentingan.

    5. Pelaksanaan evaluasi kelayakan administratif dan akademik

    penyelenggara pendidikan profesi akuntansi secara periodik

    selambat-lambatnya 5 tahun dengan memperhatikan masukan dari

    pihak-pihak yang berkepentingan.

    6. Penetapan format sertifikat.

    7. Penyusunan petunjuk teknis penyelenggaraan pendidikan profesi

    akuntansi yang meliputi persyaratan, tata cara dan kurikulum

    pendidikan profesi akuntansi.

    Pasal 5

    Kewenangan dan tanggung jawab Ikatan Akuntan Indonesia

    dilaksanakan Pengurus Pusat Ikatan Akuntan Indonesia yang

    dijalankan oleh Komite Evaluasi dan Rekomendasi Pendidikan Profesi

    Akuntansi.

    4. International Education Standards yang ditetapkan oleh International

    Federation of Accountants (IFAC).

    Statement Membership Obligation 2 mengatur tentang kewajiban

    anggota IFAC terkait dengan Standar Pendidikan Internasional bagi

    profesi akuntan. Dalam hal tanggung jawab pengembangan pendidikan

    dan pelatihan berada pada pihak ketiga, anggota IFAC berkewajiban

    mendorong pihak tersebut untuk memasukkan/menyelaraskannya

    dengan elemen yang tercantum dalam pernyataan yang dikeluarkan

    oleh IFAC.

    Pernyataan dan standar pendidikan internasional yang dikeluarkan

    IFAC diterbitkan untuk membangun benchmark global pendidikan dan

    pengembangan akuntan profesional. Standar ini didesain untuk menjadi

  • 5

    panduan utama bagi anggota IFAC yang secara umum bertanggung

    jawab atas dibangunnya atau diimplementasikannya standar dan

    persyaratan pendidikan yang berlaku di negaranya. Standar ini

    memberikan kerangka dasar yang sangat penting bagi semua pihak

    yang berkepentingan atas tersedianya kinerja yang berkualitas tinggi

    dari seorang akuntan profesional.

    Kompetensi dan integritas, merupakan dua komponen utama bagi

    profesi akuntan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab

    profesionalnya. Pendidikan akuntansi memberikan pondasi bagi

    seorang akuntan profesional untuk mengembangkan kompetensi dan

    memperkuat integritasnya.

    Pernyataan yang dikeluarkan oleh komite pendidikan IFAC meliputi:

    International Education Standards (IESs); Discussion Papers and

    Studies; International Education Guidelines (IEGs); dan International

    Education Papers (IEPs).

    IESs ditujukan untuk memajukan profesi akuntansi dengan menetapkan

    tolok ukur (benchmark) sebagai persyaratan minimal untuk memperoleh

    kualifikasi sebagai akuntan profesional yang mencakup pendidikan,

    pengalaman praktik dan pengembangan profesional secara

    berkelanjutan.

    Perlu dipahami bahwa IESs membangun elemen utama (misalnya

    materi, metode dan teknik) dimana program pendidikan dan

    pengembangan diharapkan memiliki potensi untuk diakui, diterima dan

    diaplikasikan secara internasional. IEGs mengintepretasikan,

    mengilustrasikan dan memperluas materi yang terkait dengan IESs dan

    memberi masukan dan panduan bagaimana mencapai persyaratan

    yang diatur dalam IESs. IEPs mengembangkan diskusi atau debat

    mengenai isu-isu, temuan-temuan terkini, atau menjelaskan situasi

    yang berhubungan dengan isu pendidikan dan pengembangan yang

    mempengaruhi profesi akuntansi.

  • 6

    Tujuh IESs yang dikeluarkan oleh IFAC adalah:

    IES 1, Entry Requirement to a Program of Professional Accounting

    Education, menguraikan persyaratan untuk masuk pendidikan

    profesional akuntansi dan pengalaman praktik.

    IES 2, Content of Professional Accounting Education Programs,

    merumuskan materi pengetahuan dala