Bahan Tayangan uud

download Bahan Tayangan uud

If you can't read please download the document

  • date post

    10-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    73
  • download

    31

Embed Size (px)

description

PPKN kelas X

Transcript of Bahan Tayangan uud

LATAR BELAKANG, PROSES, & PERUBAHAN UNDANG-UNDANG DASAR PATANIARI SIAHAAN

I. PENGANTAR MATERI I.1. MAKSUD DAN TUJUAN SOSIALISASI

1

Memberikan pemahaman yang utuh dan menyeluruh mengenai materi UUD NRI Tahun 1945 serta materi dan status hukum Ketetapan MPRS dan MPR.

Mempersiapkan peserta agar mampu menjadi narasumber dalam penyelenggaraan sosialisasi Putusan MPR RI di lingkungannya

pata.doc

I. PENGANTAR MATERI I.2. MATERI YANG DIGUNAKAN

2

BUKU UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945

BUKU PANDUAN PEMASYARAKATAN UNDANGUNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945

BAHAN TAYANGAN MATERI SOSIALISASI UNDANGUNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945pata.doc

I. PENGANTAR MATERI I.3. NAMA RESMI

3

pata.doc

I. PENGANTAR MATERI I.4. ISI UUD NRI TAHUN 1945Naskah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945 dan diberlakukan kembali dengan Dekrit Presiden pada tanggal 5 Juli 1959 serta dikukuhkan secara aklamasi pada tanggal 22 Juli 1959 oleh Dewan Perwakilan Rakyat (sebagaimana tercantum dalam Lembaran Negara Nomor 75 Tahun 1959) Naskah Perubahan Pertama Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (ditetapkan tanggal 19 Oktober 1999)

4

Naskah Perubahan Kedua Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (ditetapkan tanggal 18 Agustus 2000)Naskah Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (ditetapkan tanggal 9 November 2001) Naskah Perubahan Keempat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (ditetapkan tanggal 10 Agustus 2002) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Dalam Satu Naskah (Risalah Rapat Paripurna ke-5 Sidang Tahunan MPR Tahun 2002 Sebagai Naskah Perbantuan Dan Kompilasi Tanpa Ada Opini)pata.doc

I. PENGANTAR MATERI I.5. RIWAYAT SINGKAT KONSTITUSI NEGARA RI UUD 1945Disahkan tanggal 18 Agustus 1945 pada Sidang PPKI yang dipimpin Ir.Soekarno MPR memegang sepenuhnya kedaulatan rakyat, kekuasaan MPR tidak terbatas Tahun 1946 Prof. Dr. Supomo memuat Penjelasan UUD 45 dalam Berita Negara 1949 - 1950 Bentuk Negara Kesatuan Bentuk Pemerintahan Republik Sistem Pemerintahan Presidensiil

5

Bentuk Negara Kesatuan Bentuk Pemerintahan Republik Sistem Pemerintahan Parlementer Bentuk Negara Federal Bentuk Pemerintahan Republik Sistem Pemerintahan Parlementer

Konstitusi RIS

Kedaulatan dilakukan oleh Pemerintah bersama-sama DPR dan Senat Disahkan oleh Parlemen RIS dan KNIP RIS tanggal 17 Agustus 1950 Kekuasaan kedaulatan dilakukan oleh DPR dan Konstituante

UUD Sementara

Bentuk Negara Kesatuan Bentuk Pemerintahan Republik Sistem Pemerintahan Parlementer

UUD 1945

Diberlakukan kembali melalui Dekrit Presiden Soekarno tanggal 5 Juli 1959 (Pembukaan, Batang Tubuh, Penjelasan)

Bentuk Negara Kesatuan Bentuk Pemerintahan Republik Sistem Pemerintahan Presidensiil

II. LATAR BELAKANG PERUBAHAN II.1. TUNTUTAN REFORMASI

6

1. Amendemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 2. Penghapusan doktrin dwifungsi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). 3. Penegakan supremasi hukum, penghormatan hak asasi manusia (HAM), serta pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). 4. Desentralisasi dan hubungan yang adil antara pusat dan daerah (otonomi daerah). 5. Mewujudkan kebebasan pers. 6. Mewujudkan kehidupan demokrasi.

pata.doc

II. LATAR BELAKANG PERUBAHAN II.2. ANALISIS PERMASALAHAN UUD 45

7

1. UUD 1945 membentuk struktur ketatanegaraan yang bertumpu pada kekuasaan tertinggi di tangan MPR yang sepenuhnya melaksanakan kedaulatan rakyat.Pasal 1 ayat (2):Kedaulatan adalah di tangan rakyat, dan dilakukan sepenuhnya oleh MPR. Penjelasan UUD 1945, Sistem Pemerintahan Negara: III. Kekuasaan negara yang tertinggi ditangan MPR (Die gezamte staatgewalt liegi allein bei der Majelis). 3. Kedaulatan Rakyat dipegang oleh suatu badan, bernama Majelis Permusyawaratan Rakyat, sebagai penjelmaan seluruh rakyat Indnonesia (Vertretungsorgan des Willens des Staatsvolkes). Majelis ini menetapkan Undang-Undang Dasar dan menetapkan garis-garis besar haluan negara. Majelis ini mengangkat Kepala Negara (Presiden) dan Wakil Kepala Negara (Wakil Presiden). Majelis inilah yang memegang kekuasaan negara yang tertinggi, sedang Presiden harus menjalankan haluan negara menurut garis-garis besar yang telah ditetapkan oleh Majelis. Presiden yang diangkat oleh Majelis, bertunduk dan bertanggung jawab kepada Majelis. Ia adalah mandataris dari Majelis. Ia berwajib menjalankan putusan-putusan Majelis. Presiden tidak neben akan tetapi untergeordnet kepada Majelis.

pata.doc

2. UUD 1945 memberikan kekuasaan yang sangat besar kepada pemegang kekuasaan eksekutif (presiden). Sistem yang dianut adalah dominan eksekutif (executive heavy,) yakni kekuasaan dominan berada di tangan presiden. Presiden menjalankan pemerintahan (chief executive) yang dilengkapi dengan berbagai hak konstitusional yang lazim disebut hak prerogatif dan kekuasaan legislatif karena memiliki kekuasaan membentuk undang-undang.Hak Prerogratif: Pasal 13 UUD 1945: (1) Presiden mengangkat duta dan konsul. (2) Presiden menerima duta negara lain. Pasal 14 UUD 1945: Presiden memberi grasi, amnesti, abolisi dan rehabilitasi. Kekuasaan legislatif: Pasal 5 ayat 1 UUD 1945: Presiden memegang kekuasaan membentuk undang-undang dengan persetujuan DPR. Pasal 20 UUD 1945 : Tiap-tiap undang-undang menghendaki persetujuan DPR. Penjelasan UUD 1945 BAB VII DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, Pasal 19, 20, 21 dan 23: Dewan ini harus memberi persetujuannya kepada tiap-tiap rancangan undang-undang dari pemerintah

8

3. UUD 1945 mengandung pasal-pasal yang terlalu luwes sehingga dapat menimbulkan lebih dari satu tafsiran (multitafsir).Pasal 6 ayat (1) UUD 1945: Presiden ialah orang Indonesia asli. Pasal 7 UUD 1945: Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatannya selama masa 5 tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali.pata.doc

94. UUD 1945 terlalu banyak memberikan kewenangan kepada kekuasaan Presiden untuk mengatur hal-hal penting dengan undangundang. 5. Rumusan tentang semangat penyelenggara negara belum cukup didukung ketentuan konstitusi yang memuat aturan dasar tentang kehidupan yang demokratis, supremasi hukum, pemberdayaan rakyat, penghormatan hak asasi manusia (HAM), dan otonomi daerah.

pata.doc

II. LATAR BELAKANG PERUBAHAN II.3. PENGERTIAN KONSTITUSIDALAM ARTI SEMPIT DALAM ARTI LUAS DALAM ARTI STATIK

10

hanya menyangkut aspek hukum, bahwa kekuasaan merupakan sesuatu yang mutlak harus dibatasi sesuai dengan adigium bahwa power tends to corrupt; absolute power corrupt absolutely. Konstitusi hanya mengandung norma-norma hukum yang membatasi kekuasaan yang ada dalam Negara.

merupakan bentuk pengaturan tentang berbagai aspek yang mendasar dalam sebuah Negara, baik aspek hukum maupun aspek lainnya yang merupakan kesepakatan masyarakat untuk diatur (aspek sosial maupun aspek filosofis dalam arti asas-asas yang didasarkan pada alasan-alasan tertentu) .wujudnya sebagai ketentuan konstitusional yang bersifat normatif dan berkualifikasi sebagai konsep sebagaimana diinginkan oleh suatu bangsa untuk diwujudkan sebagai perwujudan perjanjian sosial.

DALAM ARTI DINAMIK

konstitusi hendaknya tidak sekedar berisi rumusan yuridik-normatif, melainkan harus bersifat praktikan serta menunjukan adanya interaksi antar-komponen (di dalam konstitusi). Konstitusi sebagai dokumen hukum dan dokumen sosial-politik resmi yang kedudukannya sangat istimewa dan luhur dalam sistem hukum suatu negara, terdiri dari peraturan-peraturan dasar diperoleh melalui kesepakatan-kesepakatan tentang prinsip-prinsip pokok kekuasaan negara, maksud dan tujuan negara, organisasi kekuasaan negara, hak dan kewajiban, wewenang dan tanggung jawab, pembatasan terhadap kekuasaan negara, mengatur hubungan antar lembaga negara, termasuk jaminan atas perlindungan hak-hak asasi manusia dan warga negara

Konstitusi diartikan sebagai dokumen hukum dan dokumen sosial politik (social and political document) resmi yang kedudukannya sangat istimewa (a special legal sanctity) dan luhur dalam sistem hukum suatu negara. Konstitusi terdiri dari peraturan-peraturan dasar (basic law) yang diperoleh melalui kesepakatan-kesepakatan tentang prinsip-prinsip pokok kekuasaan negara, hak dan kewajiban, wewenang dan tanggung jawab, pembatasan terhadap kekuasaan negara, mengatur hubungan antar lembaga negara, termasuk jaminan atas perlindungan HAM warga negara.

II. LATAR BELAKANG PERUBAHAN II.4. MUATAN KONSTITUSI

11

Menurut HEN VAN MAARSEVEEN konstitusi harus menjawab berbagai persoalan pokok, antara lain: konstitusi merupakan hukum dasar suatu negara; konstitusi harus merupakan sekumpulan aturan-aturan dasar yang menetapkan lembaga-lembaga yang penting dalam negara; konstitusi melakukan pengaturan kekuasaan dan huibungan keterkaitannya; konstitusi mengatur hak-hak dasar4 dan kewajiban warga negara dan pemerintah, baik sendiri-sendiri maupunj bersama-sama; konstitusi harus dapat mengatur dan membatasi kekuasaan negara dan lembagalembaganya; konstitusi merupakan ideologi elit penguasa; konstitusi menentukan hubungan materil antara negara dengan masyarakat.

pata.doc

III. TUJUAN PERUBAHAN

12

1. menyempurnakan aturan dasar mengenai tatanan negara dalam mencapai tujuan nasional yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 dan memperkokoh NKRI yang berdasarkan Pancasila; 2. menyempurnakan aturan dasar mengenai jaminan dan pelaksanaan kedaulatan rakyat serta memperluas partisipasi rakyat agar sesuai dengan perkembangan paham demokrasi; 3. menyempurnakan aturan dasar mengenai jaminan dan perlindungan HAM agar sesuai dengan p