Bagaimana menyentuh hati (Abbas As-Sisi)

download

of 170

  • date post

    29-Nov-2014
  • Category

    Spiritual
  • view

    4.922
  • download

    1

Embed Size (px)

description

 

transcript

  • 1. Abbas As-Siisi At-Thariq ilal Quluub Bagaimana Menyentuh Hati Kiat-Kiat Memikat Objek Dakwah
  • 2. Kiat Memikat Objek Dakwah Kata Pengantar Dr. Al-Habr YusufNur Ad-Daim Buku yang berada di hadapan para pembaca ini Ath-Thariq ila Al-Quluub adalah karya Syaikh Abbas Hasan As-Siisi, seorang tokoh da'i yang mempunyai banyak pengetahuan dan pengalaman tentang rahsia hati. Jika Anda bertemu dengan beliau, Anda akan tertarik dengan akhlaknya yang sangat baik, raut wajahnya yang ceria dan bersahabat, serta sorot matanya yang menyejukkan. Itu jugalah yang saya alami tatkala pertama kali bertemu dengan beliau. Anda pun akan langsung menyukainya jika Anda bertemu dengannya. Semakin lama Anda bergaul dengannya, maka semakin dalam pula rasa suka Anda terhadapnya, kerana Anda akan mengetahui bahawa beliau adaiah orang yang penuh dengan pengalaman dan sibuk dalam dakwah, sehingga seakan-akan tidak mempunyai waktu lagi untuk mengurus permasalahannya sendiri dan permasalahan anakanaknya. Semua pemuda yang berjuang di jalan dakwah merasakan belaian kasih sayangnya. Beliau menganggap mereka semua sebagai anak-anaknya sendiri dan mereka pun menganggapnya sebagai orang tua sendiri, sehingga timbullah saling pengertian dan saling berbagi rasa. Jika beliau berada di antara mereka, beliau akan menjadi sebahagian dari mereka, hampir-hampir tidak bisa dibezakan. Sifat tawadhu'nya sangat tinggi. Ungkapan saya ini bukan kerana sikap ghuluw terhadap beliau dan bukan pula bermaksud menyucikan beliau dari kesalahan (wa laa uzakki 'alallahi ahada), Akan tetapi, saya ingin agar para pemuda melihat kehidupan generasi pertama hasil didikan Asy-Syahid Hasan Al-Banna semoga Allah memasukkan beliau ke dalam syurgaNya agar mereka mengetahui dampak positif dan tarbiyah qur'aniyah dalam membentuk pejuang-pejuang dakwah. Generasi pertama itu benar-benar telah mengetahui rahsia hati manusia. Oleh kerananya, langkah yang mereka tempuh memang diorientasikan untuk membersihkan hati mereka dengan hidayah llahiah terlebih dulu, baru setelah itu mereka memberikan www.dakwah.info 2
  • 3. Kiat Memikat Objek Dakwah pengetahuan dan pengalaman yang mereka dapatkan kepada orang lain. Buku ini ditulis dengan gaya bahasa yang mudah difahami dan dibuat semenarik mungkin. Anda tidak akan bosan tatkala membacanya, bahkan Anda akan merasakan belaian kasih sayang yang menyentuh jiwa, sehingga Anda akan terus-menerus merindukannya. Akhirnya, saya sungguh sangat berbahagia kerana telah diberi kepercayaan untuk memberikan kata pengantar bagi buku berharga ini. www.dakwah.info 3
  • 4. Kiat Memikat Objek Dakwah Pengantar Penulis Buku Bagaimana Menyentuh Hati ini, terbit pada saat Mesir tengah diguncang oleh aksi keganasan dan tindakan kekerasan dan beberapa kelompok ekstrem. Pada judul buku ini terdapat suatu kandungan maksud untuk membersihkan berbagai sikap keras dan tindakan kurang bijak dengan menunjukkan jalan-jalan menuju hati. Allah swt, berfirman, "Maka disebabkan rahmat dan Allah-lab kamu berlaku lemah lembut terbadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berbati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu." (Al-Imran: 159) "Pergilah kamu berdua kepada Fir'aun, sesunggubnya dia telab melampaui batas, maka berbicaralab kalian berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut" (Thaha: 43-44) "Maka tiba-tiba orang yang antaramu dan dia ada permusuhan seolah-olah telab menjadi teman yang sangat setia." (Fushilat: 34) Rasul bersabda, "Seorang wanita masuk neraka gara-gara seekor kucing yang dikurungnya tanpa diberi ma-kan dan minum, dan ia memnggalkannya dengan tidak memberi makan meski dan serangga tanah." "Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buab hati dalam rongganya." (Al-Ahzab: 4) Kerana itu, tidak mungkin pemilik hati yang sarat cinta dan keimanan, pada saat yang sama ia adalah se-orang yang berhati gersang, kasar, serta menyimpan rasa dengki dan kebencian kepada pihak lain. Bismillakirrahmanirrahim. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada seutama-utama Rasul: Muhammad saw. Amma ba'du. Ibadah, menurut sebahagian besar kalangan kaum muslimin, berlalu hanya sebatas bentuk penampilan lahiriah saja, tanpa ruh. Seorang muslim dengan asyiknya menunaikan ibadah tanpa peduli bahwa Islam adalah juga agama "misi www.dakwah.info 4
  • 5. Kiat Memikat Objek Dakwah dan dakwah". Kerana itu melemahlah peranan sosial dan dakwahnya. la tidak mampu menyentuh seluruh lapisan masyarakat untuk mengubah dan mencelupnya dengan warna Islam, secara teoritis maupun praktis, baik dalam tataran emosi, syiar, dan syariatnya sekaligus. Bila risalah Islam ditujukan bagi seluruh umat manu-sia di muka bumi, maka sangatlah mendesak bagi masyarakat untuk dapat melahirkan para da'i yang memiliki kapasitas memadai dalam bidang ilmu, kecakapan, dan keteladanan. Seorang da'i yang mampu memahami rahsia jiwa seseorang, mampu menghiasi diri dengan watak sabar dan lapang dada. "Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku." (Thaha:25) Mereka harus juga memiliki firasat yang tajam dan argumentasi yang kuat. Allah swt. berfirman, "Katakanlab, 'Inilab jalan (agamajku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kalian) kepada Allah ilengan hujah yang nyata. Mahasuci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orangyang musyrik.'" (Yusuf: 108) Rasulullah saw. bersabda, "Waspadalah kalian terhadap firasat seorang mukmin, kerana ia melihat dengan cahaya Allah." Para da'i itu juga harus memiliki kemampuan untuk membangkitkan "indra ketuhanan" demi menarik sim-pati hati, menyatukan jiwa, dan berinteraksi dengan gerakan dakwah beserta medannya yang membentang luas. Ini semua dapat terwujud dengan ajakan dan seruan yang baik, cara yang baik, metode dialogis, dan argumen-tasi yang lebih baik, serta keteladanan yang "tanpa cela". Demikian itu kerana dalam tradisi yang kita kenal "kesu-cian suatu tujuan menuntut kesucian cara dalam merealisasikannya". Sebelum tujuan tercapai, sarana harus sudah ditentukan, tidak ada tawarmenawar dalam hal ini. Semenjak diterbitkannya buku Ath-Thariq ilal Quluub edisi pertama (edisi terjemahan Era Intermedia "Dakwah dan Hati", edt.) pada tahun 1986, muncul fenomena yang menunjukkan maraknya kesadaran Islam, kasih sayang, dan ikatan hati di kalangan para pemuda Islam. Fenomena ini kemudian merebak dan meluas pada kehidupan kaum muslimin di seluruh penjuru dunia Islam, yang www.dakwah.info 5
  • 6. Kiat Memikat Objek Dakwah membangkitkan perasaan di dada mereka untuk bertemu, bersatu, dan berbuat sesuatu secara nyata dengan landasan Al-Qur'an dan Sunah Nabi, dipilari oleh kecerdikan, kesadaran penuh, kewaspadaan, kesabaran, kesetiaan, hasrat menggelora yang tidak tergoyahkan oleli berbagai ujian, dan tidak mudah terseret oleh ambisi nafsu dan dinamika zaman. Yang dapat membantu kita untuk ltu adalah "taqwa kepada Allah", baik ketika sendiri mahupun di tengah keramaian, juga "yakin akan janji Allah", yang tiada keraguan di dalamnya. "Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan mengerjakan amal-amal shalih bahwa Dia sungguh sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalayn ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah~Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku."(AnNur:; 55) Di samping itu, kita harus membekali diri dengan ikatan kasih sayang yang mendalam untuk meneguhkan hati dan mengokohkan pijakan bersama Kitabullah dan syariat Allah yang jelas. Untuk kefakiran kukenakan pakaian kebesaran Untuk kesabaran kupilin tali yang panjang Aku bersabar kerana tekad, bukan kerelaan Dan kubangun dakwahku, generasi demi generasi Allah swt. berfirman, "Wahai orang-orang beriman, bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negeri kalian) dan bertaqwalah kalian kepada Allah supaya kalian beruntung." (Ali Imran: 200) Abbas As-Siisi Rabi'ul Awal, 1416 H/Agustus 1995 M. www.dakwah.info 6
  • 7. Kiat Memikat Objek Dakwah Persembahan Kepada anakku, Al-Walid Di kegelapan yang hitam pekat ini aku menatapmu dengan mata hatiku aku datang dari jauh menuju fajar baru dengan cita-cita yang mengharu biru kalbu untuk mengangkat panji Islam kembali seperti dahulu. www.dakwah.info 7
  • 8. Kiat Memikat Objek Dakwah Pendahuluan Buku ini saya peruntukkan bagi para pemuda yang merasa terpanggil oleh seruan Allah swt., "Dan hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegab dari yang mungkar; merekalab orang-orangyang beruntung." (Ali Imran: 104) Dengan semangat tinggi mereka menyeru manusia kepada kebenaran dan kebaikan, tetapi banyak di antara mereka yang tidak mengetahui cara mengambil hati objek dakwah, sehingga banyak kesempatan berharga yang terbuang sia-sia. Saya yakin bahwa cara untuk memikat hati objek dakwah dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti umur, pendidikan, tradisi, dan pola pikir. Di dalam buku ini saya ingin mengemukakan bebe-rapa kiat praktis tentang cara memikat hati tersebut, yang mudah-mudahan dapat diambil manfaatnya oleh para da'i. Setiap jamaah, keiompok, atau partai mempunyai cara dan sarana tersendiri dalam merangkul massa sesuai dengan tujuan masing-masing. Sebagai da'i dan da'iyah kita pun harus menggunakan cara dan sarana yang diilhami oleh aqidah islamiah, sehingga langkah yang kita tempuh tidak terlepas dari rambu-rambu syariat. Rasulullah saw. telah mengajarkan kepada kita metode berdakwah yang mudah untuk diterapkan dan mencakup segala segi kehidupan, sehingga siapa saja yang ingin berdakwah tidak akan kesulitan mencari raetode yang tepat dalam bergaul dengan masyarakat, mengajak mereka kepada kebenaran, dan bersabar atas gangguan yang diterima. Allah swt. berfirman, "Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal shalih dan berkata, 'Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserab diri?' Tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang di antaramu dan dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang setia." (Fushilat: 33-34) www.dakwah.info 8
  • 9. Kiat Memikat Objek Dakwah Wasiat Hasan Al-Banna Saudaraku, Janganlah engkau putus asa, kerana putus asa bukanlah akhlak seorang muslim. Ketahuilah bahwa ke-nyataan hari ini adalah mimpi hari kemarin, dan impian hari inj adalah kenyataan di hari esok. Waktu masih panjang dan hasrat akan terwujudnya kedamaian masih tertanam dalam jiwa masyarakat kita, meski fenomena-fenomena kerusakan dan kemaksiatan menghantui mereka. Yang lemah tidak akan lemah sepanjang hidup-nya dan yang kuat tidak akan selamanya kuat. Allah swt. berfirman, "Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orangorang yang mewarisi (bumi), dan akan Kami ivguhkan kedudukan mereka di muka bumi dan akan Kami perlihatkan kepada Fir'aun dan Haman serta tentaranya apa yang selalu mereka khawatirkan dan mereka itu," (Al-Qashash: 5-6) Putaran waktu akan memperhhatkan kepada kita peristiwa-peristiwa yang mengejutkan dan memberikan peluang kepada kita untuk berbuat. Dunia akan melihat bahwa dakwah kita adalah hidayah, kemenangan, dan kedamaian, yang dapat menyembuhkan umat dari rasa sakit yang tengah dideritanya. Setelah itu tibalah giliran kita untuk memimpin dunia, kerana bumi tetap akan berputar dan kejayaan itu akan kembab kepada kita. Hanya Allah-lah harapan kita satu-satunya. Bersiap dan berbuatlah, jangan menunggu datangnya esok hari, kerana bisa jadi engkau tidak bisa berbuat apa-apa di esok hari. Kita memang harus menunggu putaran waktu itu, tetapi kita tidak boleh berhenti. Kita harus terus berbuat dan terus melangkah, kerana kita memang tidak mengenal kata "berhenti" dalam berjihad. Allah swt. berfirman, "Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, sungguh akan.Kami tunjukkan jalan-jalan Kami." (Al-Ankabut: 69) Hanya Allah-lah dzat yang Mahaagung, bagi-Nya segala puji. www.dakwah.info 9
  • 10. Kiat Memikat Objek Dakwah Untukmu Saudaraku Individu adalah komponen terkecil penyusun masyarakat, Dia memegang peranan penting dalam menentukan perjalanan dan bentuk masyarakat itu sendiri. Oleh kerana itu, yang menjadi tonggak dalam gerakan kita adalah individu, kemudian keluarga, dan akhirnya masyarakat. Maka perbaikilah dirimu terlebih dahulu, kemudian serulah orang lain ke jalan kebaikan. Kerana terwujudnya peribadi-peribadi yang benar-benar mukmin akan membuka banyak peluang untuk sukses. Inilah karakteristik Islam yang paling menonjol, iaitu pembentukan pribadi islami {takwin asy-syakhshiyab al-islamiyyah). Walau jumlah orang yang memusuhi Islam sangat banyak, namun jika kita dapat mengajak satu orang dari mereka dalam setiap hari agar mahu bergabung dalam dakwah islamiah, maka perlahan tapi pasti kita telah mengentaskan mereka dari kehinaan jahiliah menuju kemuliaan di bawah naungan cahaya Islam. Bukankah ini adalah tujuan dakwah? Bukankah mencari pengikut dengan cara seperti ini adalah tindakan yang bijaksana dan akan membuahkan hasil yang jelas? Tugas kita adalah meluruskan pendapat umum yang salah terhadap Islam. Jika individu bisa menjadi baik, maka nusyarakat pun akan menjadi baik, dan dengan sendiri-nya Islam akan berdiri tegak. Dalam jamaah dakwah islamiah sendiri, kita mengadakan suatu program yang...