BAB II TINJAUAN TEORI -...

of 41 /41
10 BAB II TINJAUAN TEORI A. Tinjauan Pustaka 1. Perkembangan a. Pengertian Perkembangan Perkembangan adalah bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian (IDAI, 2010). Sedangkan Andriani (2011), menyebutkan bahwa perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses kematangan. Hal ini berarti menyangkut proses diferensiasi dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. Perkembangan juga merupakan perubahan secara kualitatif, yaitu bertambahnya fungsi tubuh sebagai hasil dari proses kematangan dan pengalaman. b. Parameter Perkembangan Anak Balita Dalam masa perkembangan anak, terdapat masa kritis dimana diperlukan rangsangan atau stimulasi yang berguna bagi potensi perkembangan anak. Oleh karena itu perlu adanya perhatian yang lebih

Embed Size (px)

Transcript of BAB II TINJAUAN TEORI -...

  • 10

    BAB II

    TINJAUAN TEORI

    A. Tinjauan Pustaka

    1. Perkembangan

    a. Pengertian Perkembangan

    Perkembangan adalah bertambahnya struktur dan fungsi tubuh

    yang lebih kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus,

    bicara dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian (IDAI, 2010).

    Sedangkan Andriani (2011), menyebutkan bahwa perkembangan adalah

    bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih

    kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil

    dari proses kematangan.

    Hal ini berarti menyangkut proses diferensiasi dari sel-sel

    tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem organ yang berkembang

    sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya.

    Perkembangan juga merupakan perubahan secara kualitatif, yaitu

    bertambahnya fungsi tubuh sebagai hasil dari proses kematangan dan

    pengalaman.

    b. Parameter Perkembangan Anak Balita

    Dalam masa perkembangan anak, terdapat masa kritis dimana

    diperlukan rangsangan atau stimulasi yang berguna bagi potensi

    perkembangan anak. Oleh karena itu perlu adanya perhatian yang lebih

  • 11

    serius, agar anak dapat berkembang lebih optimal sesuai dengan

    usianya.

    Perkembangan anak akan maksimal bila interaksi sosial

    dilakukan sesuai dengan kebutuhan anak pada berbagai tahap

    perkembangan (Adriana, 2011).

    Frankenburg, dkk (1981) dalam Andriana (2011)

    mengemukakan ada 4 parameter perkembangan yang digunakan dalam

    menilai perkembangan anak balita melalui DDST

    (DenverDevelopmental Screening Test), yaitu:

    1) Kepribadian/tingkah laku sosial (Personal social)

    Aspek yang berhubungan dengan kemampuan

    mandiri,bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya.

    Contoh : membuka pakaian, mengikat tali sepatu.

    2) Gerakan motorik halus (Fine motor adaptive)

    Aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak untuk

    mengamati sesuatu, melakukan gerakan yang melibatkan bagian-

    bagian tubuh tertentu saja dan dilakukan otot-otot kecil, tetapi

    memerlukan koordinasi yang cermat.

    Contoh: menggenggam, melipat dan menggunting, meniru,

    membuat garis.

    3) Bahasa (Language)

    Mengikuti perintah dan berbicara spontan. Perkembangan

    bahasa sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan interaksi antara

  • 12

    anak dengan orang tua atau orang dewasa lainnya. Perkembangan

    bahasa akan optimal bila kemampuan berbahasa anak disesuaikan

    dengan usianya yaitu dengan dilatih melafalkan atau mendengarkan

    suara. Sedangkan lingkungan yang tidak mendukung akan

    menghambat perkembangan anak.

    Contoh: mengucap nama, bersuara.

    4) Perkembangan motorik kasar (Gross motor)

    Aspek yang berhubungan dengan pergerakan dan sikap

    tubuh.

    Contoh: merangkak, berjalan, berlari, melompat, naik turun tangga.

    c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tumbuh Kembang Anak

    Pada umumnya anak memiliki pola pertumbuhan dan

    perkembangan normal dan merupakan hasil interaksi banyak faktor

    yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Faktor-

    faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak menurut berbagai

    sumber, antara lain sebagai berikut:

    1) Menurut Andriana (2011), secara umum terdapat dua faktor utama

    yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak yaitu :

    a) Faktor Internal

    (1) Ras/etnik atau Bangsa

    Anak yang dilahirkan dari ras/bangsa Amerika,

    tidak memiliki faktor herediter ras/bangsa Indonesia, begitu

    pula sebaliknya.

  • 13

    (2) Keluarga

    Ada kecenderungan keluarga yang memiliki postur

    tubuh yang tinggi, pendek, gemuk atau kurus.

    (3) Umur

    Kecepatan pertumbuhan yang pesat adalah pada

    masa prenatal, tahun pertama kehidupan dan masa remaja.

    (4) Jenis kelamin

    Fungsi reproduksi pada anak perempuan

    berkembang lebih cepat daripada anak laki-laki. Akan

    tetapi setalah melewati masa pubertas, pertumbuhan anak

    laki-laki akan lebih cepat bila dibandingkan dengan anak

    perempuan.

    (5) Genetik

    Genetik adalah bawaan anak yaitu potensi anak

    yang akan menjadi ciri khasnya. Ada beberapa kelainan

    genetik yang berpengaruh pada tumbuh kembang anak,

    misalnya yaitu kekerdilan.

    b) Faktor Eksternal

    Faktor eksternal yang dapat mempengaruhi tumbuh

    kembang anak menurut Andriana (2011), yaitu:

  • 14

    (1) Faktor Prenatal

    (a) Gizi

    Nutrisi ibu hamil terutama dalam trimester akhir

    kehamilan akan mempengaruhi perkembangan janin.

    (b) Kelainan Imunologi

    Eritroblastosis Fetalis timbul atas dasar

    perbedaan golongan darah antara janin dan darah ibu,

    sehingga ibu membentuk antibodi terhadap sel darah

    merah janin,kemudian melalui plasenta masukkedalam

    perdaran darah janin dan menyebabkan hemolisis yang

    selanjutnya mengakibatkan hiperbilirubinemia dan

    kernikterus yang akan menyebabkan kerusakan

    jaringan otak.

    (c) Psikologi ibu

    Kehamilan yang tidak diinginkan serta

    perlakuan salah atau kekerasan mental pada ibu hamil

    dapat menyebabkan terganggunya pertumbuhan dan

    perkembangan janin selama dalam kandungan.

    (2) Faktor persalinan

    Komplikasi persalinan pada bayi seperti trauma

    kepala dan asfiksia dapat menyebabkan kerusakan otak,

    karena kurangnya asupan oksigen dalam otak. Sehingga

    tumbuh kembang anak dapat terhambat.

  • 15

    (3) Faktor Pasca Persalinan

    Pasca persalinan juga dapat mempengaruhi tumbuh

    kembang anak. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi

    tumbuh kembang anak menurut Andriana (2011), yaitu:

    (a) Gizi

    Untuk tumbuh kembang bayi, diperlukan zat

    makanan yang adekuat, agar anak menjadi lebih sehat

    dan dapat berkembang sesuai dengan usianya.

    (b) Psikologis

    Hubungan anak dengan orang sekitarnya.

    Seorang anak yang tidak diinginkan oleh orangtuanya

    atau anak yang selalu merasa tertekan akan mengalami

    hambatan dalam pertumbuhan dan pekembangannya.

    (c) Sosio Ekonomi

    Kemiskinan selalu berkaitan dengan

    kekurangan makanan serta kesehatan lingkungan yang

    jelek dan ketidaktahuan, hal tersebut dapat

    menghambat pertumbuhan anak.

    (d) Lingkungan Pengasuhan

    Pada lingkungan pengasuhan, interaksi antar ibu

    dan anak sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak.

    Karena orangtua adalah orang terdekat anak, sehingga

  • 16

    sangat diperlukan adannya hubungan yang baik antara

    orangtua dengan anak.

    (e) Stimulasi

    Perkembangan memerlukan rangsangan atau

    stimulasi, khususnya dalam keluarga misalnya yaitu

    penyediaan mainan, sosialisasi anak, serta keterlibatan

    ibu dan anggota keluarga lain terhadap kegiatan anak.

    2) Sedangkan menurut Soetjiningsih (2002), dalam bukunya yang

    berjudul Tumbuh Kembang Anak, menyebutkan bahwa ada dua

    faktor utama yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak,

    yaitu:

    a) Faktor Genetik

    Faktor genetik merupakan modal utama dalam

    mencapai hasil akhir proses tumbuh kembang. Melalui instruksi

    genetik yang terkandung dalam sel telur yang telah dibuahi,

    dapat ditentukan kualitas dan kuantitas tumbuh kembang yang

    ditandai dengan intensitas dan kecepatan pembelahan, derajat

    sensitivitas jaringan terhadap rangsangan, umur pubertas dan

    berhentinya pertumbuhan tulang.

    b) Faktor Lingkungan

    Lingkungan merupakan faktor yang sangat menentukan

    tercapai atau tidaknya potensi bawaan. Lingkungan yang cukup

    baik akan memungkinkan tercapainya potensi bawaan,

  • 17

    sedangkan lingkungan yang kurang baik, akan menghambat

    perkembangan anak/potensi bawaan.

    Faktor lingkungan ini dibagi menjadi dua, yaitu:

    (1) Faktor Pra-natal

    Soetjiningsih (2002), menyebutkan bahwa faktor

    lingkungan pra-natal yang dapat berpengaruh pada janin,

    yaitu:

    (a) Gizi Ibu Waktu Hamil

    Kenaikan berat badan wanita selama hamil

    adalah 10-12,5 kg. Apabila kurang dari itu, dapat

    meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas baik bagi

    ibu maupun janin. Karena gizi yang kurang pada waktu

    ibu hamil sering menyebabkan terjadinya BBLR (Berat

    Bayi Lahir Rendah), abortus, partus prematurus, anemia

    kehamilan dan partus lama.

    Namun apabila kelebihan hormon tyroid, dapat

    mngalami gangguan kardiovaskuler, metabolisme,

    seksual dan mata.

    (b) Radiasi

    Janin yang terpapar radiasi sebelum usia

    kehamilan 18 minggu, dapat menyebabkan kematian

    janin, kerusakan otak, mikrosefali atau cacat bawaan

    lainnya. Sehingga pertumbuhan dan perkembangan anak

  • 18

    setelah lahir juga dapat terhambat karena adanya paparan

    radiasi.

    (c) Infeksi

    Ibu yang menderita penyakit TORCH

    (Toxoplasma Rubella Citomegalovirus dan Herpes

    Simplex). Sedangkan infeksi lain yang dapat

    menyebabkan penyakit pada janin adalah varisela, lues,

    HIV, polio, campak.

    (d) Stress

    Stress yang dialami ibu saat hamil dapat

    menyebabkan adanya gangguan tumbuh kembang janin.

    2) Faktor Postnatal

    Soetjiningsih (2002), menjelaskan bahwa lingkungan

    postnatal yang mempengaruhi tumbuh kembang anak secara

    umum dibagi menjadi:

    (a) Lingkungan Biologis, antara lain:

    (1) Ras/Suku Bangsa

    Pertumbuhan somatik juga dipengaruhi oleh

    ras/suku bangsa. Bangsa kulit putih/ras Eropa

    mempunyai pertumbuhan somatik lebih tinggi

    daripada Bangsa Asia.

  • 19

    (2) Umur

    Umur yang paling rawan adalah masa balita,

    karena pada masa itu anak mudah sakit dan mudah

    terjadi gizi kurang. Selain itu masa balita merupakan

    dasar pembentukan kepribadian anak, sehingga

    diperlukan kebutuhan khusus.

    (3) Gizi

    Makanan memegang peranan penting dalam

    tumbuh kembang anak. Karena makanan dibutuhkan

    untuk proses pertumbuhan dan perkembangan, yang

    dipengaruhi oleh ketahanan makanan keluarga.

    Ketahanan makanan keluarga mencakup pada

    ketersediaan makanan dan pembagian makanan yang

    adil dalam keluarga.

    (4) Perawatan Kesehatan

    Perawatan kesehatan yang teratur tidak pada

    saat anak sakit saja, namun pemeriksaan kesehatan

    secara rutin tiap bulan akan menunjang tumbuh

    kembang anak. Oleh karena itu, pemanfaatan fasilitas

    kesehatan dianjurkan secara komprehensif, yang

    mencakup aspek promotif, preventif, kuratif dan

    rehabilitatif.

  • 20

    (5) Hormon

    Hormon-hormon yang berpengaruh terhadap

    tumbuh kembang adalah hormon somtotropin,

    hormon tiroid, hormon seks, insulin, dan hormon

    kelenjar adrenal. Apabila terjadi gangguan pada salah

    astu hormon, dapat menyebabkan terganggunya

    sistem pada tubuh dan terhambatnya tumbuh

    kembang anak.

    (b) Faktor Fisik

    Faktor fisik yang berpengaruh terhadap tumbuh

    kembang anak menurut Soetjiningsih (2002), antara lain

    yaitu:

    (1) Sanitasi

    Sanitasi lingkungan memiliki peran yang cukup

    dominan dalam penyediaan lingkungan yang

    mendukung kesehatan anak dan tumbuh kembangnya.

    Kebersihan, baik kebersihan perorangan ataupun

    lingkungan memegang peranan penting dalam

    timbulnya penyakit. Akibat dari kebersihan yang

    kurang, maka anak akan sering sakit, misalnya diare,

    kecacingan, tifus abdominalis, hepatitis, malaria,

    demam berdarah, dan sebagainya.

  • 21

    (2) Keadaan Rumah

    Keadaan perumahan yang layak dengan

    kontruksi bangunan yang tidak membahayakan

    penghuninya,serta tidak penuh sesak akan menjamin

    kesehatan penghuninya.

    (c) Faktor Psikososial

    Selain faktor lingkungan biologis dan fisik, faktor

    psikososial juga mempengaruhi tumbuh kembang anak,

    yaitu (Soetjiningsih, 2002):

    (1) Stimulasi

    Stimulasi merupakan hal yang penting dalam

    tumbuh kembang anak. Anak yang mendapat

    stimulasi yang terarah dan teratur akan lebih cepat

    berkembang dibandingkan dengan anak yang

    kurang/tidak mendapat stimulasi.

    (2) Motivasi Belajar

    Motivasi belajar dapat ditimbulkan sejak dini,

    dengan memberikan lingkungan yang kondusif untuk

    belajar, misalnya adanya sekolah yang tidak terlalu

    jauh buku-buku, suasana yang tenang serta sarana

    lainnya.

  • 22

    (3) Hukuman yang Wajar

    Kalau anak berbuat benar maka wajib kita

    memberi imbalan dengan ciuman, kasih sayang atau

    belaian. Ganjaran tersebut akan menimbulkan

    motivasi yang kuat bagi anak untuk mengulangi

    tingkah lakunya. Sedangkan menghukum dengan

    cara-cara yang wajar kalau anak berbuat salah masih

    dibenarkan. Sehingga akan menimbulkan rasa percaya

    diri pada anak yang penting untuk perkembangan

    kepribadian anak kelak kemudian hari.

    (4) Stress

    Stress pada anak juga berpengaruh terhadap

    tumbuh kembangnya. Misalnya anak akan menarik

    diri, rendah diri, terlambat bicara, nafsu makan

    menurun dan sebagainya.

    (5) Cinta dan kasih sayang

    Kasih sayang yang diberikan pada anak

    membuat psikis anak lebih tenang dan merasa

    nyaman, mampu mengikuti tahap perkembangan dan

    pertumbuhan.

    (6) Kualitas Interaksi Anak-Orangtua

    Keikutsertaan orang tua dalam mendidik anak

    memberi motivasi khusus pada anak untuk melakukan

  • 23

    atau mengembangkan setiap tindakan yang ada

    didalam pikiran sang anak.

    (d) Faktor Keluarga dan Adat Istiadat

    Keluarga dan adat istiadat yang berlaku di

    masyarakat juga dapat mempengaruhi tumbuh kembang

    anak. Faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang

    anak selain faktor biologis, fisik dan psikososial adalah

    faktor keluarga dan adat istiadat. Menurut Soetjiningsih

    (2002) , faktor keluarga dan adat istiadat, antara lain:

    (1) Pekerjaan/Pendapatan Keluarga

    Pendapatan keluarga yang memadai akan

    menunjang tumbuh kembang anak, karena orangtua

    dapat menyediakan semua kebutuhan anak, baik

    kebutuhan primer maupun sekunder.

    (2) Pendidikan Ayah/Ibu

    Pendidikan orangtua merupakan salah satu faktor

    penting dalam tumbuh kembang anak. Karena semakin

    tinggi tingkat pendidikan orangtua, semakin baik pula

    orangtua dapat menerima segala informasi dari luar,

    terutama tentang tumbuh kembang anak.

    (3) Jumlah Saudara

    Jumlah anak yang banyak dalam suatu keluarga

    yang keadaan sosial ekonominya cukup, akan

  • 24

    mengakibatkan berkurangnya perhatian dan kasih

    sayang yang diterima anak. Sedangkan pada keluarga

    dengan jumlah anak yang banyak dan keadaan sosial

    ekonomi kurang, akan menyebabkan kurangnya kasih

    sayang dan perhatian pada anak, serta berkurangnya

    kebutuhan lain yang diperlukan untuk tumbuh

    kembang anak.

    (4) Jenis Kelamin dalam Keluarga

    Pada masyarakat tradisonal, wanita mempunyai

    status yang lebih rendah dibandingkan dengan laki-laki.

    (5) Stabilitas dalam Keluarga

    Stabilitas dan keharmonisan dalam rumah

    tangga mempengaruhi tumbuh kembang anak. Anak

    yang tumbuh pada keluarga yang harmonis, tumbuh

    kembangnya akan jauh lebih baik dibandingkan dengan

    anak yang tumbuh dalam keluarga yang kurang

    harmonis.

    (6) Kepribadian Ayah/Ibu

    Kepribadian ayah dan ibu yang terbuka tentu

    pengaruhnya akan berbeda terhadap tumbuh kembang

    anak, apabila dibandingkan dengan kepribadian

    orangtua yang tertutup.

  • 25

    2. Stimulasi

    a. Pengertian Stimulasi

    Menurut IDAI (2010) stimulasi adalah kegiatan merangsang

    kemampuan dasar anak usia 0-6 tahun agar anak dapat tumbuh dan

    berkembang secara optimal. Setiap anak perlu mendapatkan stimulasi

    teratur sedini mungkin secara terus menerus pada setiap kesempatan.

    Stimulasi merupakan hal yang sangat penting dalam perkembangan

    anak.

    Hal tersebut dapat dilakukan oleh orangtua yang merupakan

    orang terdekat anak, ibu asuh, anggota keluarga lain dan kelompok

    masyarakat yang tinggal di lingkungan rumah tangga. Karena anak

    yang banyak mendapat stimulasi terarah akan cepat berkembang

    dibandingkan dengan anak yang kurang bahkan tidak mendapatkan

    stimulasi.

    b. Prinsip Dasar Pelaksanaan Stimulasi Tumbuh Kembang

    Menurut IDAI (2010), dalam melakukan stimulasi tumbuh

    kembang anak, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:

    1) Stimulasi dilakukan dengan rasa cinta dan kasih sayang.

    2) Selalu tunjukkan sikap dan perilaku yang baik, karena anak akan

    meniru tingkah laku orang terdekatnya.

    3) Berikan stimulasi sesuai dengan kelompok umur anak.

    4) Lakukan stimulasi dengan cara mengajak anak bermain, bernyanyi,

    bervariasi, menyenangkan, tanpa paksaan dan tidak ada hukuman

  • 26

    atau bentakan baik anak mau melakukan atau tidak mau melakukan

    kegiatan yang dilatihnya.

    5) Lakukan stimulasi secara bertahap dan berkelanjutan seseuai umur

    anak, terhadap empat aspek kemampuan dasar anak, yaitu motorik

    kasar dan halus, sosialisasi dan kemandirian serta kemampuan

    bicara dan bahasa.

    6) Selalu beri anak pujian atas keberhasilannya, bila perlu hadiah.

    7) Gunakan alat bantu stimulasi, bila diperlukan dicari yang

    sederhana dan mudah didapat, misalnya: mainan yang dibuat

    sendiri dari bahan bekas, alat-alat disekitar rumah atau benda-

    benda yang terdapat dialam bebas.

    8) Beri kesempatan yang sama bagi anak laki-laki dan perempuan.

    c. Tujuan Stimulasi

    Stimulasi perkembangan anak bertujuan untuk membantu anak

    agar dapat mencapai tingkat perkembangan yang optimal sesuai

    dengan usia anak. Kegiatan ini meliputi berbagai kegiatan untuk

    merangsang perkembangan anak, antara lain: latihan gerak, bicara

    berfikir, mandiri serta bergaul (Suherman, 2000).

    d. Kelompok Umur Stimulasi Anak

    Stimulasi yang dilakukan oleh orangtua ataupun orang terdekat

    anak lainnya, harus sesuai dengan pembagian kelompok umur anak

    yang sesuai dengan tabel berikut:

  • 27

    Tabel 2.1 Kelompok Umur Stimulasi Anak

    No. Periode Tumbuh Kembang Kelompok Umur

    1. Masa pre-natal Masa pre-natal 2. Masa bayi (0-12 bulan) Umur 0-3 bulan

    Umur 3-6 bulan

    Umur 6-9 bulan

    Umur 9-12 bulan

    3. Masa anak balita (12-60 bulan) Umur 12-15 bulan

    Umur 15-18 bulan

    Umur 18-14 bulan

    Umur 24-36 bulan

    Umur 36-48 bulan

    Umur 48-60 bulan

    4. Masa pra-sekolah (60-72 bulan) Umur 60-72 bulan

    Sumber: Depkes, RI. 2010

    e. Stimulasi Pada Anak Umur 1-3 Tahun

    Stimulasi yang dilakukan oleh orangtua ataupun orang terdekat

    anak, harus sesuai dengan umur anak, agar anak dapat tumbuh dan

    berkembang sesuai dengan umurnya.

    Berikut ini stimulasi yang dapat dilakukan orangtua atau orang

    terdekat anak pada anak usia 1-3 tahun menurut IDAI (2010), yaitu:

    1) Stimulasi Anak Usia 1 Tahun:

    a) Kemampuan Gerak Kasar

    (1) Stimulasi yang perlu dilanjutkan: bermain bola dan berjalan

    sendiri.

    (2) Menarik mainan: bila anak sudah dapat berjalan tanpa

    berpegangan, berikan mainan pada anak untuk bisa ditarik.

    (3) Berjalan mundur: bila anak sudah dapat berjalan tanpa

    berpegangan, ajari anak cara melangkah mundur.

    (4) Berjalan naik dan turun tangga: bila anak sudah mampu

    merangkak, ajari anak cara naik dan turun tangga

  • 28

    (5) Berjalan sambil berjinjit: tunjukkan pada anak cara berjalan

    sambil berjinjit.

    (6) Menangkap dan melempar bola: tunjukkan pada anak cara

    menangkap dan melempar bola.

    b) Kemampuan Gerak Halus

    (1) Stimulasi yang perlu dilanjutkan: memsukkan benda

    kedalam wadah, bermain dengan mainan yang mengapung

    didalam air, menggambar dan menyusun kubus.

    (2) Permainan balok: beli balok kecil dan ajari anak cara

    menyusun balok tanpa menjatuhkannya.

    (3) Memasukkan dan mengeluarkan benda: ajari anak cara

    memasukkan dan mengeluarkan benda kedalam wadah,

    seperti botol, kotak, dsb.

    (4) Memasukkan benda yang satu ke benda yang lainnya:

    tunjukkan pada anak cara memasukkan mangkok kedalam

    mangkok yang lebih kecil kedalam mangkok yang lebih

    besar.

    c) Kemampuan Bicara dan Bahasa

    (1) Stimulasi yang perlu dilanjutkan: berbicara, menjawab

    pertanyaan, menunujuk dan menyebutkan nama-nama

    gambar.

  • 29

    (2) Membuat suara: ajak anak membuat suara dari barang-

    barang yang dipilihnya, seperti memukul-mukul sendok di

    kaleng.

    (3) Menyebut nama bagian tubuh: dorong anak agar mau

    menyebutkan nama bagian tubuh ketika anak memakai

    pakaian.

    (4) Pembicaraan: ajari anak untuk merangkai kata-kata yang

    baik.

    d) Kemampuan Sosialisasi dan Kemandirian

    (1) Stimulasi yang perlu dilanjutkan:

    (a) Memberi rasa aman dan kasih sayang.

    (b) Mengayun.

    (c) Menina-bobokkan.

    (d) Permainan ciluk-ba

    (e) Permainan bersosialisasi.

    (2) Menirukan pekerjaan rumah tangga: ajak anak untuk

    menirukan anda menyapu ketika melakukan pekerjaan

    rumah.

    (3) Melepas pakaian: tunjukkan pada anak cara melepas

    pakaiannya.

    (4) Makan sendiri: tunjukkan pada anak cara memegang

    sendok dan biarkan anak makan sendiri.

  • 30

    (5) Merawat boneka: beri anak boneka untuk dirawat, ajari cara

    menyayangi, menini-bobokkan.

    (6) Pergi ke tempat-tempat umum: seringlah bawa anak pergi

    ke tempat umum dan bicarakan apa yang anak lihat.

    2) Stimulasi Anak Usia 2 Tahun:

    a) Kemampuan Gerak Kasar

    (1) Stimulasi yang perlu dilanjutkan: dorong anak agar mampu

    memanjat, berlari, melompat, melatih keseimbangan badan

    dan bermain bola.

    (2) Latihan menghadapi rintangan: ajak anak bermain ular

    naga, merangkak di kolong meja, berjinjit, mengelilingi

    kursi.

    (3) Melompat jauh: usahakan agar anak melompat jauh dengan

    kedua kakinya.

    (4) Melempar dan menangkap: tunjukkan pada anak cara

    melempar bola besar ke arah anda, lalu minta anak

    melempar kembanli bola tersebut.

    b) Kemampuan Gerak Halus

    (1) Stimulasi yang perlu dilanjutkan: dorong agar anak mau

    bermain puzzle, balok-balok dan memasukkan benda satu

    kedalam benda lainnya.

    (2) Membuat gambar tempelan: bantu anak memotong gambar-

    gambar dari majalah tua dengan gunting untu anak.

  • 31

    (3) Memilih dan mengelompokkan benda menurut jenisnya:

    berikan pada anak bermacam-macam benda, lalu minta

    anak untuk mengelompokkan masing-masing benda itu

    menurut jenisnya.

    (4) Mencocokkan gambar dan benda: tunjukkan pada anak cara

    mencocokkan gambar bola dengan sebuah benda yang

    sesungguhnya.

    (5) Menyusun balok-balok: ajak anak bermain dengan balok-

    balok.

    c) Kemampuan Bicara dan Bahasa

    (1) Stimulasi yang perlu dilanjutkan: bacakan buku cerita pada

    anak, dorong agar anak mau bercerita apa yang dilihatnya

    baik dari buku maupun ketika jalan-jalan. Bantu dan

    dampingi anak ketika menonton televisi, maksimal 1 jam

    sehari.

    (2) Menyebut nama lengkap anak: ajari anak menyebut nama

    lengkapnya secara lengkap.

    (3) Bercerita tentang diri anak: ceritakan kembali kejadian lucu

    yang dialami anak.

    (4) Menyebut nama berbagai jenis pakaian: ketika anak memaka

    pakaian, minta anak untuk menyebut jenis nama pakaiannya.

  • 32

    (5) Menyatakan keadaan suatu jenis benda: gunakan ungkapan

    yang mudah dipahami anak, misal pakai kemeja yang

    merah.

    d) Kemampuan Sosialisasi dan Kemandirian

    (1) Stimulasi yang perlu dilanjutkan:

    (a) Bujuk dan tenangkan anak ketika anak kecewa, dengan

    cara memeluk dan bebicara padanya.

    (b) Sering ajak anak pergi ke tempat bermain.

    (c) Ajak anak membersihkan tubuhnya ketika kotor.

    (2) Melatih anak buang air kecil dan buang air besar di kamar

    mandi: ajari anak agar memberitahu orangtua ketika ingin

    buang air. Dampingi anak danberitahu cara menyiram

    kotoran.

    (3) Berdandan: biarkan anak berdandan memakai pakaian

    dewasa danbiarkan anak memilih pakaian yang

    diinginkannya.

    (4) Berpakaian: ajari anak berpaka sendiri tanpa bantuan.

    3) Stimulasi Anak Usia 3 Tahun:

    a) Kemampuan gerak kasar/motorik kasar:

    (1) Stimulasi yang perlu dilanjutkan: mendorong anak berlari,

    melompat, berdiri di atas satu kaki, memanjat, bermain

    bola, mengendarai sepeda roda tiga.

  • 33

    (2) Menangkap bola: ajari anak menangkap bola, gunakan

    bola sebesar bola tenis.

    (3) Berjalan mengikuti garis lurus: tunjukkan pada anak cara

    berjalan di atas papan/garis lurus dengan merentangkan

    kedua lengan untuk menjaga keseimbangan.

    (4) Melompat: tunjukkan pada anak cara melompat dengan

    satu kaki. Bila anak sudah bisa melompat dengan satu

    kaki, tunjukkan cara melompat melintasi ruangan, mula-

    mula dengan sau kaki, kemudian bergantian dengan kaki

    lainnya.

    (5) Melempar benda-benda kecil ke atas: ajari anak

    melempar benda-benda kecil ke atas atau menjatuhkan

    kerikil ke dalam kaleng. Gunakan benda-benda yang tidak

    berbahaya.

    (6) Menirukan binatang berjalan: tunjukkan pada anak cara

    berjalan, misalkan anjing berjalan dengan kedua kaki dan

    tangan.

    (7) Lampu hijau-merah: minta anak berdiri di hadapan anda.

    Ketika anda mengatakan lampu hijau minta anak

    berjalan jinjit ke arah anda dan berhenti ketika anda

    mengatakan lampu merah, secara bergantian sampai

    anak tiba di tempat anda.

  • 34

    b) Kemampuan gerak halus/motorik halus

    (1) Stimulasi yang perlu dilanjutkan: bermain puzzle yang

    lebih sulit, menyusun balok-balok, menggambar gambar

    yang lebih sulit, bermain mencocokkan gambar dengan

    benda yang sesungguhnya dan mengelompokkan benda

    menurut jenisnya.

    (2) Memotong: beri anak gunting, tunjukkan cara

    menggunting. Beri gambar besar untuk latihan

    menggunting.

    (3) Membuat buku cerita gambar tempel: ajari anak

    membuat buku cerita gambar tempel. Gunting gambar dari

    majalah tua/brosur, tunjukkan pada anak cara menyusun

    guntingan gambar tersebut sehingga menjadi suatu cerita

    menarik.

    (4) Menempel gambar: bantu anak menemukan gambar/ foto

    menarik dari majalah, potongan kertas dan sebagainya.

    Minta anak menempel gambar tersebut pada karton/kertas

    tebal.

    (5) Menjahit: gunting sebuah gambar dari majalah, tempel

    pada sebuah gambar di karton. Buat lubang-lubang di

    sekeliling gambar tersebut. Ambil tali rafia dan simpulkan

    salah satu ujungnya. Kemudian ajari anak cara menjahit

    sekeliling gambar.

  • 35

    (6) Menggambar/menulis: ajari anak menggambar garis

    lurus, bulatan, segi empat serta menulis huruf dan angka.

    Kemudian buat pagar, rumah, matahari, bulan, huruf,

    angka dan sebagainya. Ajari juga anak menulis namanya.

    (7) Menghitung : ajari anak menghitung kacang dan letakkan

    kacang tersebut di tempat lainnya. Mula-mula anak belum

    bisa menghitung lebih dari dua atau tiga. Bantu anak

    menghitung jika anak mengalami kesulitan.

    (8) Menggambar dengan jari: ajari anak menggambar dengan

    cat memakai jari-jarinya di selembar kertas besar.

    (9) Cat air: beri anak cat air, kuas dan selembar kertas.

    Ceritakan bagaiman warna-warna bercampur ketika anak

    mulai menggunakan cat air itu.

    Mencampur warna: campur air ke warna merah, biru dan

    kuning dari cat air. Beri anak potongan sedotan, ajari anak

    untuk meneteskan warna itu pada selembar kertas.

    Ceritakan bagaimana warna-warna bercampur membentuk

    warna lain.

    (10) Membuat gambar tempel: gunting kertas menjadi

    segitiga, segi empat, lingkaran. Jelaskan mengenai

    perbedaan-perbedaan tersebut. Minta anak membuat

    gambar dengan cara menempelkan potongan berbagai

    bentuk di selembar kertas.

  • 36

    c) Kemampuan Bicara dan Bahasa

    (1) Stimulasi yang perlu dilanjutkan:

    (a) Bacakan buku cerita pada anak:buat anak agar

    melihat anda membaca.

    (b) Nyanyikan lagu dan bacakan sajak-sajak untuk

    anak.

    (c) Buat anak agar mau menyebut nama lengkap,

    menyatakan perasaannya, menjelaskan sesuatu dan

    mengerti waktu.

    (d) Bantu anak dalam memilih acara TV, maksimal 2

    jam sehari. Dampingi anak menonton TV dan

    jelaskan kejadian yang baik dan buruk. Ingat,

    bahwa acara dan berita di TV dapat berpengaruh

    buruk pada anak.

    (2) Berbicara dengan anak: buat anak agar mau mengajukan

    berbagai pertanyaan. Jawab pertanyaan tersebut dengan

    kata-kata sederhana, gunakan lebih dari satu kata.

    (3) Bercerita mengenai dirinya: buat agar anak mau bercerita

    mengenai dirinya, hobinya atau mengenai anda.

    (4) Album fotoku: tempelkan foto anak di buku anak. Minta

    anak menceritakan apa yang terjadi di dalam fotonya.

  • 37

    (5) Mengenal huruf: gunting huruf besar menurut alfabet dari

    majalah/koran, tempel pada karton. Anda dapat pula

    menulis huruf besar tersebut dengan spidol.

    d) Sosialisasi dan Kemandirian

    (1) Stimulasi yang perlu dilanjutkan:

    (a) Bujuk dan tenangkan ketika anak kecewa, dengan cara

    memeluk dan berbicara kepadanya.

    (b) Dorong agar anak mau mengutarakan perasaannya.

    (c) Ajak anak anda makan malam bersama keluarga.

    (d) Sering-sering ajak anak pergi ke taman, kebun

    binatang, perpustakaan dan lain-lain.

    (e) Bermain dengan anak, ajak anak agar mau membantu

    melakukan pekerjaan rumah tangga yang ringan.

    (2) Mengancingkan kancing tarik:bila anak sudah bisa

    mengancingkan kancing besar, coba dengan kancing yang

    lebih kecil. Ajari anak menutup dan membuka kancing

    tarik di bajunya

    (3) Makan pakai sendiok garpu:bantu anak makan dengan

    sendok dan garpu dengan baik.

    (4) Memasak:biarkan anak membantu memasak seperti

    mengukur dan menimbang menggunakan timbangan

    masak, membubuhkan sesuatu, mengaduk, memotong kue

  • 38

    dan sebgainya. Bicara pada anak apa yang diperbuat

    kalian berdua.

    (5) Mencuci tangan dan kaki: tunjukkan pada anak cara

    memakai sabun dan membasuh dengan air ketika mencuci

    kaki dan tangannya. Setelah itu dapat dilakukannya, ajari

    anak untuk mandi sendiri.

    (6) Menentukan batasan: Bantu anak anda dalam menentukan

    keputusan dengan cara anda menentukan batasannya dan

    menawarkan pilihan. Misalnya Kau bisa memilih antara

    dua hal: dibacakan cerita atau bermain sebelum tidur, kau

    tidak boleh memilih keduanya.

    3. Pengetahuan

    a. Pengertian Pengetahuan

    Pengetahuan adalah hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang

    melakukan penginderaan terhadap suatu obyek tertentu melalui panca

    indera manusia (Notoatmodjo,2003).

    b. Manfaat Pengetahuan

    Menurut Notoatmodjo (2003), pengetahuan atau kognitif

    merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan

    seseorang (overt behavior). Dari pengalaman dan penelitian, ternyata

    perilaku didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng dari pada

    perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan.

  • 39

    c. Proses Adopsi Perilaku

    Notoatmodjo (2003) menyebutkan bahwa sebelum seseorang

    mengadopsi perilaku baru di dalam dirinya, terjadi proses yang

    berurutan yaitu:

    1)Awareness (kesadaran), dimana orang tersebut menyadari dalam arti

    mengetahui terlebih dahulu terhadap stimulus (obyek).

    2) Interest (merasa tertarik) terhadap stimulus atau obyek tersebut.

    Disini sikap subyek sudah mulai timbul.

    3) Evaluation (menimbang-nimbang) terhadap baik dan tidaknya

    stimulus tersebut bagi dirinya. Hal ini berarti sikap responden sudah

    lebih baik lagi.

    4) Trial, sikap dimana subjek mulai mencoba melakukan sesuatu yang

    sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh stimulus.

    5) Adoption, dimana subjek telah berperilaku baru sesuai dengan

    pengetahuan, kesadaran dan sikapnya terhadap stimulus.

    Apabila penerimaan perilaku baru atau mengadopsi perilaku melalui

    proses seperti ini yang didasari oleh pengetahuan, kesadaran dan

    sikap yang positif maka perilaku tersebut bersifat langgeng. Dan

    begitu juga sebaliknya, jika perilaku itu tidak didasari oleh

    pengetahuan dan kesadaran, maka perilaku tesebut tidak akan

    bertahan lama.

  • 40

    c. Tingkat Pengetahuan

    Notoatmodjo (2003), menjelaskan lebih lanjut tentang tingkat

    pengetahuan yang dibagi menjadi 6 tingkatan, yaitu :

    1) Tahu (Know)

    Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah

    dipelajari sebelumnya.yang termasuk dalam tingkat pengetahuan ini

    adalah mengingat kembali (recall), yaitu sesuatu yang spesifik dari

    seluruh materi yang dipelajarinya.Contoh: dapat menyebutkan tanda-

    tanda bahaya pada masa nifas.

    2) Memahami (Comprehension)

    Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan menjelaskan

    secara benar dengan cara menyimpulkan, meramalkan dan

    sebagainya.

    3) Aplikasi (Application)

    Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan

    materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi yang riil.

    4) Analisis (Analysis)

    Analisa adalah kemampuan untuk menjabarkan materi atau

    suatu objek kedalam komponen-komponen tetapi masih didalam

    suatu struktur organisasi tersebut dan masih ada kaitannya satu sama

    lain.

  • 41

    5) Sintesis (Synthesis)

    Sintesis menunjukkan kepada suatu kemampuan untuk

    meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian didalam suatu

    bentuk keseluruhan yang baru. Dengan kata lain, sintesis adalah

    kemampuan untuk menyususn informasi baru dari formulasi-

    formulasi yang ada.

    6) Evaluasi (Evaluation)

    Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk justifikasi

    atau penilaian terhadap suatu materi atau objek. Penilaian-penilaian

    ini berdasarkan pada suatu kriteria-kriteria yang telah ada.

    d. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan

    Ada banyak faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan

    sesorang. Menurut Wawan dan Dewi (2011), ada beberapa faktor yang

    mempengaruhi pengetahuan, antara lain yaitu:

    1) Faktor Internal

    a) Pendidikan

    Pendidikan yaitu bimbingan yang diberikan seseorang

    terhadap perkembangan orang lain menuju kearah tertentu untuk

    mencapai keselamatan dan kebahagiaan. Pendidikan diperlukan

    untuk menyerap informasi, sehingga dapat meningkatkan

    kualitas kehidupan. Tingkat pendidikan seseorang akan

    berpengaruh dalam memberi respon terhadap sesuatu yang

    datang dari luar. Orang berpendidikan tinggi akan memberi

  • 42

    respon yang lebih rasional terhadap informasi yang datang dan

    akan berfikir sejauh mana keuntungan yang mungkin akan

    mereka peroleh dari gagasan tersebut. Makin tinggi tingkat

    pendidikan seseorang, makin mudah menerima informasi

    sehingga makin banyak pula pengetahuan yang dimiliki

    termasuk pengetahuan tentang stimulasi.

    b) Pekerjaan

    Menurut Thomas yang dikutip oleh Nursalam (2003),

    pekerjaan adalah keburukan yang harus dilakukan untuk

    menunjang kehidupannya. Pekerjaan bukanlah kesenangan,

    tetapi merupakan cara mencari nafkah yang membosankan,

    berulang danbanyak tantangan. Sedangkan bekerja merupakan

    kegiatan yang menyita waktu.

    c) Umur

    Menurut Elizabeth BH yang dikutip Nursalam (2003),

    usia adalah umur individu yang terhitung saat dilahirkan sampai

    berulang tahun. Sedangkan menurut Hurlock (1998) semakin

    cukup umur, semakin matanag tingkat kematangan dan

    kekuatan dalam berfikir.

    2). Faktor Eksternal

    a) Faktor Lingkungan

    Menurut Ann.Mariner yang dikutip dari Nursalam

    (2003), lingkungan merupakan suatu kondisi yang ada di sekitar

  • 43

    manusia dan dapat mempengaruhi perkembangan perilaku

    seseorang atau kelompok.

    (d) Sosial Budaya

    Sistem sosial budaya yang berlaku pada masyarakat

    dapat mempengaruhi sikap dan pengetahuan seseorang dalam

    menerima informasi.

    e. Cara Mengukur Tingkat Pengetahuan

    Pengetahuan dapat diukur dengan wawancara atau angket yang

    menanyakan tentang isi materi yang ingin diukur dari subjek penelitian

    atau responden. Kedalaman pengetahuan yang ingin kita ketahui atau

    kita ukur dapat kita sesuaikan dengan tingkat-tingkat tersebut diatas

    (Notoatmodjo, 2005).

    Cara mengukur tingkat pengetahuan adalah dengan

    memberikan pertanyaan, kemudian dilakukan penilaian. Nilai 1 untuk

    jawaban benar dan nilai 0 untuk jawaban salah. Setelah itudigolongkan

    menjadi 3 kategori yaitu baik, cukup dan kurang. Dikatakan baik

    apabila skor pengetahuan (76-100%), cukup (56-75%) kurang ( 56%)

    (Nursalam, 2008).

    4. Balita

    a. Pengertian Balita

    Balita (Bawah Lima Tahun) atau under five years yaitu anak

    yangberusia 059 bulan. Balita merupakan masapertumbuhan tubuh

  • 44

    dan otak yang sangat pesat dalam pencapaiankeoptimalan fungsinya

    (Supartini, 2004).

    b. Periode Tumbuh Kembang Balita

    Tumbuh kembang anak berlangsung secara teratur, saling

    berkaitan dan berhubungan. Yang dimulai sejak masa konsepsi

    sampai dewasa (IDAI, 2010). Secara lebih lanjut, IDAI (2011)

    membagi periode tumbuh kembang anak menjadi beberapa tahapan,

    antara lain yaitu:

    1) Masa Prenatal atau Masa Intra Uterin

    Masa prenatal atau masa dalam kandungan dibagi menjadi

    3 periode, yaitu:

    a) Masa zigot/mudghah

    Masa zigot/mudghah yaitu masa sejak konsepsi sampai

    umur kehamilan 2 minggu.

    b) Masa embrio

    Masa embrio yaitu masa sejak umur 2 minggu hingga

    usia 8 minggu. Ovum yang telah dibuahi, dengan cepat akan

    menjadi suatu organisme dan terjadi diferensiasi sel hingga

    terbentuknya sistem organ dalam tubuh.

    c) Masa janin

    Masa janin adalah masa sejak umur kehamilan 9-12

    minggu, sampai akhir kehamilan. Masa ini terbagi menjadi 2

    periode, yaitu:

  • 45

    (1) Masa Fetus Dini

    Masa fetus dini sejak umur kehamilan 9 minggu

    sampai trimester II kehidupan intra uterin. Pada masa ini

    terjadi percepatan pertumbuhan, pembentukan tubuh

    manusia sempurna..

    (2) Masa Fetus Lanjut

    Masa fetus lanjut yaitu masa pada trimester akhir

    kehamilan. Pada masa ini, pertumbuhan berlangsung

    dengan pesat yang disertai dengan perkembangan fungsi-

    fungsi alat tubuh. Terjadi transfer Imunoglobulin (Ig G) dari

    darah ibu ke janin melalui plasenta.

    Periode paling penting dalam masa prenatal adalah

    trimester pertama kehamilan. Pada periode ini pertumbuhan otak

    janin sangat peka terhadap pengaruh lingkungan janin. Gizi yang

    kurang pada waktu ibu hamil, ibu yang merokok, infeksi, minum

    minuman beralkohol, obat-obatan, pola asuh, depresi berat, faktor

    psikologis seperti kekerasan terhadap ibu hamil, akan

    menimbulkan pengaruh buruk bagi tumbuh kembang janin.

    2) Masa Bayi (0-11 bulan)

    Pada masa bayi, dibagi menjadi 2 periode, yaitu:

  • 46

    a) Masa Neonatal (umur 0-28 hari)

    Pada masa ini terjadi adaptasi terhadap lingkungan,

    perubahan sirkulasi darah, dan mulai berfungsinya organ-organ.

    Masa neonatal dibagi menjadi 2, yaitu:

    (1) masa neonatal dini (umur 0-7 hari)

    (2) masa neonatal lanjut (umur 8-28 hari)

    b) Masa Post Neonatal (umur 29 hari-11 bulan)

    Pada masa ini terjadi pertumbuhan yang sangat pesat

    dan proses pematangan berlangsung secara terus-menerus.

    Kebutuhan akan pemeliharaan kesehatan bayi, mendapatkan

    ASI Eksklusif selama 6 bulan penuh, perkenalan kepada

    makanan pendamping ASI setelah usia 6 bulan, pemberian

    imunisasi, dan pola asuh yang sesuai merupakan hal yang

    sangat penting pada masa ini. Agar terciptanya kontak batin

    yang erat antara ibu dan bayi, karena ibu mempunyai pengaruh

    sangat besar dalam mendidik anak.

    3) Masa anak usia toddler (1-3 tahun)

    Usia toddler (1-3 tahun) mrupakan golden periode atau

    periode keemasan dalam tumbuh kembang anak. Karakteristik

    periode kritis ini adalah pertumbuhan sel otak yang cepat dalam

    waktu yang singkat, serta peka terhadap stimulasi atau rangsangan

    di sekitarnya. Oleh karena itu, anak usia toddler harus

  • 47

    mendapatkan perhatian yang serius dan stimulasi dini untuk

    membantu anak meningkatkan potensinya (Hartanto, 2006).

    Sedangkan ciri-ciri anak usia toddler, yaitu:

    a) Jasmani

    Anak usia toddler berada dalam tumbuh kembang

    jasmani/fisik yang pesat, oleh karena itu mereka membutuhkan

    ruangan yang lebih luas dan banyak kegiatan untuk

    menyalurkan energi.

    b) Mental

    Anak usia 1-3 tahun lebih memiliki perhatian yang singkat,

    suka meniru orang lain dan rasa ingin tahu yang tinggi. Oleh

    karena itu, berikanlah mereka perhatian dengan sebaik-

    baiknya.

    c) Emosional

    Usia toddler menjadikan anak mudah merasa gembira dan

    tersinggung. Kadang mereka sulit diatur dan cenderung

    melawan. Oleh karena itu, perlihatkanlah kasih sayang serta

    disiplin pada anak, agar anak merasa bahwa dirinya penting

    bagi orang tua. Sedangkan menurut Hurlock (1991) dalam

    buku Psikologi Umum oleh Irwanto, dkk (2002) mengatakan

    bahwa perkembangan emosi sangat dipengaruhi oleh faktor

    kematangan dan belajar. Dan pengalaman emosional anak

  • 48

    sangat tergantung dari seberapa jauh anak dapat mengerti

    rangsangan yang diterimanya.

    d) Sosial

    Anak toddler agak anti sosial. Mereka lebih senang

    bermain sendiri daripada bermain secara berkelompok. Oleh

    karena itu, beri kesempatan anak untuk bermain sendiri tapi

    tetap mendorong anak untuk berpartisipasi dengan anak

    lainnya.

    4) Masa Anak Pra-sekolah (Anak Umur 60-72 bulan)

    Pada masa ini, pertumbuhan berlangsung dengan stabil.

    Anak mulai menunjukkan keinginannya. Anak juga harus mulai

    dipersiapkan untuk sekolah. Oleh karena itu, panca indra dan

    sistem penerima rangsang serta memori harus sudah siap agar anak

    dapat belajar dengan baik.

  • 49

    B. Kerangka Teori

    Faktor Internal:

    1. Pendidikan 2. Pekerjaan 3. Umur

    Faktor Eksternal:

    1. Lingkungan

    2. Sosial Budaya

    Pengetahuan Ibu

    tentang Stimulasi

    perkembangan anak

    Bagan 2.1 Kerangka Teori

    Sumber: Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan dalam buku

    Teori dan Pengukuran Pengetahuan, Sikap dan Perilaku

    Manusia (Wawan dan Dewi, 2011)