Bab ii AKPER PEMKAB MUNA

Click here to load reader

  • date post

    08-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    781
  • download

    2

Embed Size (px)

Transcript of Bab ii AKPER PEMKAB MUNA

BAB IITINJAUAN TEORITIS ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN SISTEM INTEGUMEN: POST OP CRANIOTOMY A/I BASAL CELL CARSINOMA

A. Konsep Dasar1. PengertianBasalioma adalah merupakan kanker kulit yang timbul dari lapisan sel basal epidermis atau folikel rambut; yang paling umum dan jarang bermetastasis; kekambuhan umum terjadi (Brunner and Suddarth, 2001).Basalioma adalah suatu tumor ganas kulit (kanker) yang berasal dari pertumbuhan neoplastik sel basal epidermis dan apendiks kulit (Graham, R, 2005).Karsinoma sel basal (BCC) atau basalioma adalah neoplasma maligna yang berasal dari sel basal epidermis ataupun sel folikel rambut sehingga dapat timbul pada kulit yang berambut (Manuaba, 2010).Dari ketiga pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa basalioma adalah suatu tumor ganas kulit (kanker) yang berasal dari pertumbuhan neoplastik sel basal epidermis dan apendiks kulit, jarang bermetastasis, dan timbul pada kulit yang berambut.

2. Anatomi dan Fisiologi Sistem IntegumenSistem integumen merupakan bagian tubuh manusia, khususnya organ yamg menutupi permukaan atau bagian luar tubuh manusia yang sering kita sebut dengan kulit. Kulit merupakan organ paling besar pada tubuh manusia dan terletak paling luar sehingga mudah mengalami trauma atau terkontaminasi oleh mikroorganisme serta mudah dilihat individu maupun yang lain (Rahariyani, 2007).a. Anatomi Sistem IntegumenKulit merupakan pembuluh darah, saraf, dan kelenjar yang tidak berujung. Luas kulit orang dewasa 1,5 m2 dengan berat kira-kira 15% dari berat badan. Secara mikroskopis, struktur kulit terdiri dari tiga lapisan yaitu epidermis, dermis, dan subkutis (Rahariyani, 2007).

Gambar 1. Anatomi Sistem Integumen (Rahariyani, 2007).1) Lapisan Epidermis Menurut Rahariyani (2007) bagian-bagian epidermis adalah :a) Stratum korneumTerletak paling luar dan terdiri dari beberapa lapis sel-sel gepeng yang mati, tidak berinti dan proto plasmanya telah berubah menjadi keratin. b) Stratum lusidumTerdapat dibawah lapisan korneum. Selnya pipih, hanya terdapat pada telapak tangan dan telapak kaki.c) Stratum granulosumTerdiri dari sel-sel pipih seperti kumparan. Sel-sel tersebut terdapat hanya 2-3 lapis yang sejajar dengan permukaan kulit.d) Stratum spinosumLapisan ini merupakan lapisan yang paling tebal dan dapat mencapai 0,2 mm. Terdiri dari 5-8 lapisan. Sel-selnya disebut spinosum karena jika dilihat dari bawah mikroskop, sel-selnya terdiri yang bentuknya banyak sudut dan mempunyai spinal.e) Stratum basaleDisebut stratum basale karena sel-selnya terletak di bagian basal. Startum germinatium menggantikan sel-sel yang di atasnya dan merupakan sel induk. Bentuknya silindris (tabung) dengan bentuk yang lonjong. Di dalamnya terdapat butir-butir yang halus yang di sebut butir melanin warna. Sel tersebut di susun seperti pagar (palisade) di bagian bawah sel tersebut terdapat suatu membran yang di sebut membran basalis. Sel-sel basalis dengan membrane basalis merupakan batas terbawah dari epidermis dengan dermis. Ternyata batas ini tidak datar tetapi bergelombang. Pada waktu kerium menonjol pada epidermis tonjolan ini di sebut papilla kori (papilla kulit), dan epidermis menonjol ke arah korium.2) Lapisan DermisDermis merupakan lapisan ke dua dari kulit. Batas dengan epidermis di lapisi oleh membran basis dan disebelah bawah berbatasan dengan subkutis tetapi batasnya tidak jelas hanya di ambil patokan mulai terdapat sel lemak. Dermis terdiri dari dua lapisan :a) Bagian atas, pars papilaris yaitu bagian yang menonjol ke epidermis, berisi ujung serabut saraf dan pembulih darah.b) Bagian bawah, retikularis yaitu bagian dibawahnya yang menonjol kearah subkutan.Batas antara pars papilaris dan retikularis adalah bagian bawahnya sampai ke subkutis. Baik papilaris maupun retikularis terdiri dari jaringan ikat longgar yang tersusun dari serabut kolagen, serabut elastis dan serabut retikulus. Serabut kolagen untuk membarikan kekuatan pada kulit, serabut elastic memberkan kelenturan pada kulit dan serabut retikulus memberikan kekuatan pada rambut. 3) Lapisan Subkutis Adalah kelanjutan dermis. Subkutis terdiri dari kumpulan-kumpulan sel lemak dan diantara gerombolan ini berjalan-jalan serabut jaringan ikat dermis. Sel-sel lemak ini bentuknya bulat dengan intinya terdesak ke pinggir sehingga membentuk seperti cincin. Lapisan lemak ini disebut penikulus adiposus yang tebalnya tidak sama pada tiap-tiap tempat dan juga pembagian antara laki-laki dan perempuan tidak sama. Guna penikulus adiposus adalah sebagai shock breker = pegas bila tekanan trauma mekanis yang menimpa pada kulit. Isolator panas atau mempertahankan suhu, penimbunan kalori, dan tambahan untuk kecantikan tubuh.

b. Fisiologis Sistem IntegumenKulit sebagai organ paling luar dari tubuh manusia selain mempunyai fungsi utama untuk menjamin kelangsungan hidup juga mempunyai arti lain yaitu estetika, ras, indikator sistemik, dan sarana komunikasi non verbal antara satu dengan yang lain. Dibawah ini akan penulis uraikan satu persatu fungsi kulit bagi kehidupan manusia (Rahariyani, 2007) yaitu :1) Fungsi proteksiDalam fungsi ini kulit melindungi tubuh dari gangguan luar baik berupa fisik maupun mekanik seperti gesekan, tarikan, dan tekanan. Proteksi terhadap gangguan kimia seperti zat-zat kimia iritan: lisol, karbol, dan gangguan dari panas seperti radiasi dan sinar ultraviolet. Selain itu juga proteksi terhadap gangguan dari mikroorganisme seperti jamur, bakteri, dan virus.2) Fungsi absorbsiKulit yang sehat tidak mudah menyerap air, laruran dan benda padat, tetapi larutan yang mudah menguap lebih cepat diserap, begitu juga zat yang larut di dalam lemak. Permeabilitas kulit terhadap CO2, O2 dan H2O memungkinkan kulit ikut mengambil bagian dalam fungsi respirasi. Kemampuan absorbsinya dipengaruhi tebal tipisnya kulit, jenis hidrasi, dan kelembaban.3) Fungsi ekskresiKulit mengeluarkan zat-zat sisa metabolisme yang tidak berguna seperti Nacl, ured, asam urat, dan amoniak. Sebum yang diproduksi meminyaki kulit dan menahan evaporasi (penguapan air) sehingga kulit tidak menjadi kering. Dengan diproduksinya lemak dan keringat menyebabkan keasaman pada pH kulit 5-6,8.4) Fungsi persepsiAdapun ujung-ujung saraf pada dermis dan subkutis memungkinkan kulit menjadi indera persepsi panas, dingin, rabaan, dan tekanan.5) Fungsi pengatur suhu tubuh (termoregulasi)Kulit melakukan peran ini dengan cara mengeluarkan keringat dan mengerutkan (otot berkontraksi) pembuluh darah dikulit.

6) Fungsi pembentukanpigmenSel pembentuk pigmen disebut melanosit yang terdapat distratum basale. Jumlah melanosit dan jumlah serta besarnya butiran pigmen (melanosom) menentukan warna kulit ras dan individu.7) Fungsi keratinisasiKeratinisasi merupakan perubahan keratonis menjadi sel tanduk. Proses kreatinisasi ini berlangsung terus menrus sepanjang kehidupan. Lamanya proses ini berlangsung 14-21 hari yang memberikan perlindungan terhadap infeksi secara mekanik fisiologis.8) Fungsi pengubahan pro vitamin DDengan bantuan sinar matahari (ultra violet) kulit dapat mengubah dan dihidruksi kolesterol (pro vitamin D) menjadi vitamin D.3. EtiologiDari beberapa penelitian mengatakan bahwa faktor predisposisi yang memegang peranan penting perkembangan karsinoma sel basal. Faktor predisposisi yang diduga sebagai penyebab yaitu :a. Faktor internal : umur, ras, genetik dan jenis kelamin.b. Faktor eksternal : radiasi sinar ultraviolet (UVB 290-320 nm), radiasi ionisasi, bahan-bahan karsinogenik misalnya arsen, hidrokarbon polisiklik, dan trauma mekanis kulit seperti bekas luka bakar, iritasi kronis (Imam Budi Putra. 2008. Karsinoma Sel Basal. diakses tanggal 25 Juni 2013 available from : http://www.repository.usu.ac.id.2008).4. PatofisiologiKarsinoma sel basal merupakan kanker kulit yang paling sering ditemukan. Berasal dari sel-sel epidermis sepanjang lapisan basal. Insiden karsinoma sel basal berbanding lurus dengan usia penderita dan berbanding terbalik dengan dengan jumlah pigmen melanin pada epidermis. Ada juga korelasi langsung antara keadaan ini dengan lama total paparan terhadap sinar matahari dalam masa hidup penderita. Sekitar 80% dari kanker sel basal terjadi pada daerah terbuka yang biasanya terpapar sinar matahari seperti wajah, kepala, dan leher. Untungnya tumor ini jarang sekali bermetastasis. Akan tetapi, penderita dengan kanker sel basal lebih mudah mendapat kanker kulit dimasa depan dan harus diperiksa untuk tiap tahun. Spektrum sinar matahari yang bersifat karsinogenik adalah sinar yang panjang gelombangnya berkisar antara 290 sampai 320 nm. Spektrun ini terutama bertanggung jawab dalam membakar dan membuat kulit menjadi coklat. Pemakaian bahan-bahan yang melindungi kulit dari sinar matahari sangat dianjurkan pada setiap orang yang dalam keluarganya ada yang menderita kanker kulit dan pada orang-orang yang berkulit peka sehingga mudah sekali menderita luka bakar karena sinar matahari. Selain itu, penderita yang memiliki riwayat kanker sel basal harus memakai pakaian yang melindungi kulit untuk menghindari karsinogenik yang terdapat didalam sinar matahari. Kebanyakan bahan pelindung kulit mengandung asam para aminoton zoat yang dapat mengabsorbsi sinar-sinar karsinogenik (Price, 2000).

Pasien dengan BCC dibagi menjadi stadium sebagai berikut :a. Stadium I : Tumor kurang dari 2 cm, tidak ada metastasis.b. Stadium II : Tumor adalah dari 2 cm, tidak ada metastasis.c. Stadium III : Setiap ukuran tumor, salah satu kelenjar getah bening yang terlibat berukuran 3 cm atau kurang dalam ukuran atau perluasan tumor ke rahang atas, rahang bawah, orbit, atau tulangd. Stadium IV : Pasien dengan tumor dengan invasi langsung atau perineural dari dasar tengkorak atau mereka dengan dua atau lebih kelenjar getah bening yang terlibat atau beberapa dan jauh metastasis.

5. Manifestasi KlinikKarsinoma sel basal umunya mudah didiagnosis secara klinis. Ruam dari karsinoma sel basal terdiri dari satu atau beberapa nodul kecil s