Smbungan tth AKPER PEMKAB MUNA

Click here to load reader

  • date post

    03-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    923
  • download

    9

Embed Size (px)

Transcript of Smbungan tth AKPER PEMKAB MUNA

  • 1. SKENARIO Seorang perempuan 28 tahun, sekretaris pada sebuah perusahaan swasta, datang ke puskesmas dengan keluhan sering nyeri kepala sejak 4 tahun yang lalu. Hilang timbul terutama pada siang hari. KATA KUNCI 1. Perempuan umur 28 tahun 2. Sekretaris perusahaan swasta 3. Nyeri kepala selama 4 tahun 4. Terutama pada siang hari PERTANYAAN 1. Apa yang dimaksud dengan nyeri kepala ? 2. Klasifikasi nyeri kepala dan gambaran klinik 3. Anatomi yang terlibat dalam nyeri kepala 4. Patofisiologi nyeri kepala 5. Adakah hubungan nyeri kepala dengan aktifitas ? 6. Faktor pencetus nyeri kepala 7. Mengapa nyeri hilang timbul dan muncul siang hari dan selama 4 tahun ? 8. Apa Diagnosis banding kasus ini ? 9. Bagaimana Pemeriksaan fisik dan penunjangnya ? 10. Bagaimana Penatalaksanaannya ? 11. Bagaimana Komplikasinya ? 12. Bagaimana Prognosisnya ?

2. JAWABAN PERTANYAAN 1. Definisi Nyeri Kepala Nyeri kepala adalah perasaan sakit atau nyeri, termasuk rasa tidak nyaman yang mnyerang daerah tengkorak (kepala) mulai dari kening kearah atas dan belakang kepala. dan daerah wajah. IHS tahun 1988 menyatakan bahwa nyeri pada wajah termasuk juga dalam sakit kepala. Dalam buku-buku teks dan jurnal banyak memakai klasifikasi 1962, dan klasifikasi terbaru adalah INS 1988 yang akan dipakai dalam ICD-WHO ke-X ada beberapa terminologi yang harus dibedakan seperti : Pusing = vertigo, ringan kepala= like headedness, pening = dizziness, rasa ingin pingsan = faintness, kepala berdenyut tujuh keliling dan sebagainya. Definisi menurut IASP (International assosiation for the study of pain), nyeri adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan yang sedang terjadi atau telah terjadi atau yang digambarkan dengan kerusakan jaringan. Klasifikasi menurut HIS 1988 : 1. Migrain 2. Nyeri kepala tension (Tension type headache) 3. Nyeri kepala cluster dan hemicrania kronik paroksismal 4. Nyeri kepala yang tidak berhubungan lesi structural 5. Nyeri kepala berhubungan dengan cedera kepala 6. Nyeri kepala berhubungan dengan gangguan vaskuler 7. Nyeri kepala berhubungan denagn gangguan intrakranial non vaskuler 8. Nyeri kepala berhubungan dengan zat-zat atau putus zat obat 9. Nyeri kepela berhubunggan dengan infeksi non cephalic 10. Nyeri kepala berhubungan dengan gangguan metabolic 11. Nyeri kepala atau nyeri wajah dengan gangguan tengkorak, leher, mata, hidung, gigi, 12. Mulut, atau struktur-struktur wajah kranium 13. Neuralgia cranialis, nyeri batang syaraf dan nyeri deafness 14. Nyeri kepala yang terklasifikasi 3. Nyeri terdiri dari: 1. Nyeri perifer 2. Nyeri sentral (nyeri di aferens, nyeri konduktif) 3. Nyeri perseptif 2. Patofisiologi Nyeri kepala Pada nyeri kepala, sensitisasi terdapat di nosiseptor meningeal dan neuron trigeminal sentral. Fenomena pengurangan nilai ambang dari kulit dan kutaneus allodynia didapat pada penderita yang mendapat serangan migren dan nyeri kepala kronik lain yang disangkakan sebagai refleksi pemberatan respons dari neuron trigeminalsentral. lnervasi sensoris pembuluh darah intrakranial sebagian besar berasal dari ganglion trigeminal dari didalam serabut sensoris tersebut mengandung neuropeptid dimana jumlah dan peranannya adalah yang paling besar adalah CGRP(Calcitonin Gene Related Peptide), kemudian diikuti oleh SP(substance P), NKA(Neurokinin A), pituitary adenylate cyclase activating peptide (PACAP), nitricoxide (NO), molekul prostaglandin E2 (PGEJ2), bradikinin, serotonin(5-HT) dan adenosin triphosphat (ATP), mengaktivasi atau mensensitisasi nosiseptor 2. Khusus untuk nyeri kepala klaster clan chronic paroxysmal headache ada lagi pelepasan VIP(vasoactive intestine peptide) yang berperan dalam timbulnya gejala nasal congestion dan rhinorrhea Marker pain sensing nerves lain yang berperan dalam proses nyeri adalah opioid dynorphin, sensory neuron-specific sodium channel(Nav 1.8), purinergic reseptors(P2X3), isolectin B4 (IB4), neuropeptide Y, galanin dan artemin reseptor ( GFR-3 = GDNF Glial Cell Derived Neourotrophic Factor family receptor-3). Sistem ascending dan descending pain pathway yang berperan dalam transmisi dan modulasi nyeri terletak dibatang otak. Batang otak memainkan peranan yang paling penting sebagai dalam pembawa impuls nosiseptif dan juga sebagai modulator impuls tersebut. Modulasi transmisi sensoris sebagian besar berpusat di batang otak (misalnya periaquaductal grey matter, locus coeruleus, nukleus raphe magnus dan reticular formation), ia mengatur integrasi nyeri, emosi dan respons otonomik yang melibatkan konvergensi kerja dari korteks somatosensorik, hipotalamus, anterior cyngulate cortex, dan struktur sistem limbik lainnya. Dengan demikian batang otak disebut juga sebagai generator dan modulator sefalgia. Stimuli elektrode, atau deposisi zat besi Fe yang berlebihan pada periaquaduct grey (PAG) matter pada midbrain dapat mencetuskan timbulnya nyeri kepala seperti migren (migraine like headache). Pada penelitian MRI(Magnetic Resonance Imaging) terhadap keterlibatan batang otak pada penderita migren, CDH(Chronic Daily Headache) dan sampel kontrol yang non sefalgi, 4. didapat bukti adanya peninggian deposisi Fe di PAG pada penderita migren dan CDH dibandingkan dengan kontrol. Patofisiologi CDH belumlah diketahui dengan jelas. Pada CDH justru yang paling berperan adalah proses sensitisasi sentral. Keterlibatan aktivasi reseptor NMDA (N-metil-D-Aspartat), produksi NO dan supersensitivitas akan menaikkan produksi neuropeptide sensoris yang bertahan lama. Kenaikan nitrit Likuor serebrospinal ternyata bersamaan dengan kenaikan kadar cGMP(cytoplasmic Guanosine Mono phosphat) di likuor. Kadar CGRP, SP maupun NKA juga tampak meninggi pada likuor pasien CDH. Reseptor opioid di down regulated oleh penggunaan konsumsi opioid analgetik yang cenderung menaik setiap harinya. Pada saat serangan akut migren, terjadi disregulasi dari sistem opoid endogen, akan tetapi dengan adanya analgesic overused maka terjadi desensitisasi yang berperan dalam perubahan dari migren menjadi CDH.15 Adanya inflamasi steril pada nyeri kepala ditandai dengan pelepasan kaskade zat substansi dari perbagai sel. Makrofag melepaskan sitokin IL1 (Interleukin 1), IL6 dan TNF (Tumor Necrotizing Factor ) dan NGF (Nerve Growth Factor). Mast cell melepas/mengasingkan metabolit histamin, serotonin, prostaglandin dan arachidonic acid dengan kemampuan melakukan sensitisasi terminal sel saraf. Pada saat proses inflamasi, terjadi proses upregulasi beberapa reseptor (VR1, sensory specific sodium/SNS, dan SNS-2)dan peptides(CGRP, SP). 3. Anatomi Walaupun merupakan keseluruhan fungsi, otak disusun menjadi beberapa daerah yang berbeda. Bagian-bagian otak dapat secara bebas dikelompokkan ke dalam berbagai cara berdasarkan perbedaan anatomis, spesialisasi fungsional, dan perkembangan evolusi. Otak terdiri dari (1) batang otak terdiri atas otak tengah, pons, dan medulla, (2) serebelum, (3) otak depan (forebrain) yang terdiri atas diensefalon dan serebrum. Diensefalon terdiri dari hipotalamus dan talamus. Serebrum terdiri dari nukleus basal dan korteks serebrum. Masing-masing bagian otak memiliki fungsi tersendiri. Batang otak berfungsi sebagai berikut: (1) asal dari sebagian besar saraf kranialis perifer, (2) pusat pengaturan kardiovaskuler, respirasi dan pencernaan, (3) pengaturan refleks otot yang terlibat dalam keseimbangan dan postur, (4) penerimaaan dan integrasi semua masukan sinaps dari korda spinalis, keadaan terjaga dan pengaktifan korteks serebrum, (5) pusat tidur. Serebellum berfungsi untuk memelihara keseimbangan, peningkatan tonus otot, koordinasi dan perencanaan aktivitas otot volunter yang terlatih. Hipotalamus berfungsi sebagai berikut: (1) mengatur banyak fungsi homeostatik, misalnya kontrol suhu, rasa haus, pengeluaran urin, dan asupan makanan, (2) penghubung penting antara sistem saraf dan endokrin, (3) sangat terlibat dalam emosi dan pola perilaku dasar. Talamus berfungsi sebagai stasiun pemancar untuk semua masukan sinaps, kesadaran kasar terhadap sensasi, beberapa tingkat kesadaran, berperan dalam kontrol motorik. 5. Nukleus basal berfungsi untuk inhibisi tonus otot, koordinasi gerakan yang lambat dan menetap, penekanan pola-pola gerakan yang tidak berguna. Korteks serebrum berfungsi untuk persepsi sensorik, kontrol gerakan volunter, bahasa, sifat pribadi, proses mental canggih misalnya berpikir, mengingat, membuat keputusan, kreativitas dan kesadaran diri. Korteks serebrum dapat dibagi menjadi 4 lobus yaitu lobus frontalis, lobus, parietalis, lobus temporalis, dan lobus oksipitalis. Masing-masing lobus ini memiliki fungsi yang berbeda-beda. Nyeri kepala dipengaruhi oleh nukleus trigeminoservikalis yang merupakan nosiseptif yang penting untuk kepala, tenggorokan dan leher bagian atas. Semua aferen nosiseptif dari saraf trigeminus, fasial, glosofaringeus, vagus, dan saraf dari C1 - 3 beramifikasi pada grey matter area ini. Nukleus trigeminoservikalis terdiri dari tiga bagian yaitu pars oralis yang berhubungan dengan transmisi sensasi taktil diskriminatif dari regio orofasial, pars interpolaris yang berhubungan dengan transmisi sensasi taktil diskriminatif seperti sakit gigi, pars kaudalis yang berhubungan dengan transmisi nosiseptif dan suhu. Terdapat overlapping dari proses ramifikasi pada nukleus ini seperti aferen dari C2 selain beramifikasi ke C2, juga beramifikasi ke C1 dan C3. Selain itu, aferen C3 juga akan beramifikasi ke C1 dan C2. Hal ini lah yang menyebabkan terjadinya nyeri alih dari pada kepala dan leher bagian atas. Nyeri alih biasanya terdapat pada oksipital dan regio fronto orbital dari kepala dan yang jarang adalah daerah yang dipersarafi oleh nervus maksiliaris dan mandibularis. Ini disebabkan oleh aferen saraf tersebut tidak atau hanya sedikit yang meluas ke arah kaudal. Lain halnya dengan saraf oftalmikus dari trigeminus. Aferen saraf ini meluas ke pars kaudal. Saraf trigeminus terdiri dari 3 yaitu V1, V2, dan V3. V1 , oftalmikus, menginervasi daerah orbita dan mata, sinus frontalis, duramater dari fossa kranial dan falx cerebri serta pembuluh darah yang berhubungan dengan bagian duramater ini. V2, maksilaris, menginervasi daerah hidung, sinus paranasal, gigi bagian atas, dan duramater bagian fossa kranial medial. V3, mandibularis, menginervasi daerah duramater bagian fossa cranial medial, rahang bawah dan gigi, telinga, sendi temporomandibular dan otot menguyah. Selain saraf trigeminus terdapat saraf kranial VII, IX, X yang innervasi meatus auditorius eksterna dan membran timfani. Saraf kranial IX menginnervasi rongga telinga tengah, selain itu saraf kranial IX dan X innervasi faring dan laring. Servikalis yang terlibat dalam sakit kepala adalah C1, C2, dan C3. Ramus dorsalis dari C1 menginnervasi otot suboccipital triangle - obliquus superior, obliquus inferior dan rectus capitis posterior major dan minor. Ramus dorsalis dari C2 memiliki cabang lateral yang masuk ke otot leher superfisial posterior, longissimus capitis dan splenius sedangkan cabang besarnya bagian medial menjadi greater occipital nerve. Saraf ini mengelilingi pinggiran bagian bawah dari obliquus inferior, dan balik ke bagian atas serta ke bagian belakang melalui semispinalis capitis, yang mana saraf ini di suplai dan masuk ke kulit kepala melalui lengkungan yang dikelilingi oleh superior nuchal line dan the aponeurosis of trapezius. Melalui oksiput, saraf ini akan bergabung dengan saraf lesser occipital yang mana merupakan cabang dari pleksus servikalis dan mencapai 6. kulit kepala melalui pinggiran posterior dari sternokleidomastoid. Ramus dorsalis dari C3 memberi cabang lateral ke longissimus capitis dan splenius. Ramus ini membentuk 2 cabang medial. Cabang superfisial medial adalah nervus oksipitalis ketiga yang mengelilingi sendi C2-3 zygapophysial bagian lateral dan posterior. Daerah sensitif terhadap nyeri kepala dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu intrakranial dan ekstrakranial. Intrakranial yaitu sinus venosus, vena korteks serebrum, arteri basal, duramater bagian anterior, dan fossa tengah serta fossa posterior. Ektrakranial yaitu pembuluh darah dan otot dari kulit kepala, bagian dari orbita, membran mukosa dari rongga nasal dan paranasal, telinga tengah dan luar, gigi, dan gusi. Sedangkan daerah yang tidak sensitif terhadap nyeri adalah parenkim otak, ventrikular ependima, dan pleksus koroideus. 4. Faktor Faktor Pencetus Nyeri Kepala - Kelelahan Olahraga yang terlalu berat, termasuk juga hubungan seks, juga bisa menyebabkan sakit kepala. Kegiatan fisik yang berlebihan bisa membuat pembuluh darah di kepala dan leher bengkak dan tertekan. Sakit kepala yang disebabkan olahraga atau seks lebih mudah menyerang orang yang sering terkena migren. - Bau yang merangsang Pernahkah Anda merasa pusing gara-gara mencium aroma parfum? Aroma bau yang kuat, bahkan yang wangi, umumnya menyebabkan kepala pusing. Belum diketahui mengapa hal ini terjadi, namun para ahli menduga bau yang memiliki aroma kuat merangsang sistem saraf. Selain parfum, bau cat, bunga, atau debu, sering menyebabkan kepala berdenyut. - Stress sakit kepala yang disebabkan oleh ketegangan emosional ini disebut sakit kepala fungsional atau tension headache.Penderita sakit kepala ini sering merasakan otot-otot di bagian leher belakang kaku dan menegang. Pijatan ringan di bagian tersebut bisa mengurangi sakit kepala, namun setelah beberapa saat keluhan akan kembali muncul. - Beberapa jenis makanan yang mengandung tiramin / MSG Tyramine juga bisa kita temukan dalam red wine dan minuman keras. Alkohol yang terkadung dalam minuman itu akan meningkatkan aliran darah ke otak, sehingga kepala pun terasa pusing. Hindari mengonsumsi makanan manis, seperti cokelat. Gula dari makanan manis akan membuat gula darah melambung untuk kemudian turun lebih rendah lagi. - Menstruasi 7. Disebut juga migraine haid antara 2 hari sebelum dan hari terakhir haid.kelainan respons neurotransmitter dalam sistem serotonin dan opioid normal terhadap perubahan siklik normal hormon-hormon ovarium. Perubahan kadar prostaglandin yang menyebabkan sensitisasi reseptor nyeri dan peradangan neurogenik. - Trauma, Gangguan tidur - Menopause, Pil kontrasepsi - Perubahan barometer 5. Hubungan Nyeri Kepala dengan Aktivitas Nyeri kepala saat beraktivtas disebabkan oleh malformasi vaskuler pada otak atau lesi pada foramen magnum, misalnya pada malformasi Arnold - Chiari. Nyeri kepala Postural, bisa merupakan tanda tekanan cairan serebrospinal (LCS) yang abnormal (tinggi/rendah) Nyeri kepala ini juga disebabkan karena kontraksi otot-oto leher yang berlebihan sehingga menyebabkan vasokontriksi pemubuluh darah dan kurangnya oksigen yang menuju otak. 6. Differential Diagnosa Migrain Migrain atau nyeri kepala sebelah adalah salah satu penyakit yang diperkirakan diderita oleh 25% wanita dan 10% pria di seluruh dunia. Secara statistik, wanita tiga kali lebih sering terkena migrain dibanding laki-laki dan lebih banyak diderita orang dewasa di usia 20 hingga 50 tahun. Seiring pertambahan usia, tingkat keparahan dan frekuensinya pun ikut menurun. Migrain juga banyak menimpa remaja dan anak-anak. Terutama mereka yang memiliki keluarga dengan riwayat penderita migrain. Migrain adalah nyeri kepala berdenyut yang disertai mual dan muntah yang biasanya menyerang di pagi hari, sehingga sangat mengganggu aktivitas. Penderita juga biasanya menjadi lebih sensitif terhadap cahaya, suara, dan bau-bauan. Sakit kepala akibat migrain, agak sulit dibedakan dengan sakit kepala akibat sinusitis atau otot leher tegang. Meski sering dirasakan di salah sisi kepala, namun nyerinya bisa berpindah atau mengenai kedua sisi sekaligus. 8. Migrain juga dapat timbul akibat adanya penyakit lain, seperti asma dan depresi atau penyakit berat, semisal tumor atau infeksi. Namun kejadian ini sangat jarang. Meski belum diketahui pasti penyebabnya, migrain diperkirakan terjadi akibat adanya hiperaktivitas impuls listrik otak yang meningkatkan aliran darah di otak dan mengakibatkan terjadinya pelebaran pembuluh darah otak serta proses inflamasi (peradangan). Pelebaran dan inflamasi ini menyebabkan timbulnya nyeri dan gejala lain, seperti mual. Semakin berat inflamasi yang terjadi, semakin berat pula migrain yang diderita. Faktor genetik umumnya sangat berperan pada timbulnya migrain. Migrain terbagi dalam empat golongan, yaitu: - Migrain Biasa Sebagian besar penderita migrain umumnya menderita migrain golongan ini, dengan gejala seperti nyeri berdenyut di salah satu sisi kepala dengan intensitas sedang hingga berat. Bila sudah parah, penderita tidak dapat beraktivitas karena selalu merasa mual, muntah, sensitif terhadap cahaya, suara dan bau. Sakitnya akan hilang sendiri dalam waktu 4 hingga 72 jam. - Migrain Klasik Migrain golongan ini umumnya didahului dengan gejala yang dinamakan aura, yaitu gangguan penglihatan seperti melihat garis bergelombang, cahaya terang, bintik gelap atau tidak dapat melihat benda dengan jelas. Gejala aura lainnya, adalah rasa geli atau kesemutan di tangan. Sebagian penderita tidak dapat mengucapkan kata-kata dengan baik, merasa kebas di tangan, pundak, atau wajah, atau merasa lemah pada satu sisi tubuhnya, atau merasa bingung. Penderita dapat mengalami satu atau beberapa macam gejala, meski tidak timbul secara bersamaan. Gejala yang umumnya timbul 30 menit sebelum rasa sakit ini, dapat hilang atau bertahan sampai rasa sakit di kepala menyerang. - Migrain Haid Migrain ini umumnya timbul beberapa hari sebelum, selama atau sesudah haid. Penderita akan tahu bahwa migrain yang ia rasakan, berhubungan dengan siklus haidnya. Rasa sakit yang dirasakan, bisa seperti migrain biasa atau klasik. - Migrain Komplikasi Migrain golongan ini kerap disertai gangguan sistim saraf, seperti mati rasa pada kulit dan geli, kesulitan berbicara atau mengerti pembicaraan, ketidakmampuan menggerakkan lengan atau kaki. Gejala syaraf ini dapat tetap bertahan meski migrainnya telah sembuh. 9. Faktor Pencetus Migrain - Konsumsi makanan tertentu - Tidur berlebihan atau kurang tidur - Tidak makan - Perubahan cuaca atau tekanan udara - Stres atau tekanan emosi - Bau yang sangat menyengat atau asap rokok - Sinar yang sangat terang atau pantulan sinar matahari. Penderita migrain harus berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan, karena ada beberapa jenis makanan yang dapat memicu terjadinya migrain (meski tergantung dari sensitivitas masing- masing individu), misalnya: 1. Alkohol Alkohol termasuk zat yang diuretik atau penyebab dehidrasi tubuh, sehingga dapat memicu timbulnya migrain. Meski anggur merah memiliki fungsi ganda yang berlawanan, karena kaya akan unsur fenolik yang sangat baik buat jantung, namun anggur merah juga bisa memicu terjadinya migrain. 2. Kafein Meski mengkonsumsinya membantu menghilangkan migrain, namun sebenarnya tidak dianjurkan dilakukan bagi penderitanya. Sebab bila sudah kecanduan, kurang konsumsi kafein malah akan memicu terjadinya migrain. Bila hanya ingin menghentikan migrain, satu gelas saja sudah cukup. 3. Keju Meski masih pro-kontra, namun beberapa ahli mengatakan keju adalah salah satu pemicu migrain. Unsur asam amino tiramin yang terkandung pada keju, diperkirakan mampu memicu timbulnya sakit kepala karena mengurangi kadar serotonin dalam otak yang mengganggu irama aliran darah. 4. Aditif Makanan Para penderita migrain umumnya mengatakan bahwa mereka sangat sensitif dengan makanan yang mengandung MSG, Nitrit, aspartame (pemanis buatan), tetrazin dan sulfite (ditemukan pada minuman alkohol dan wine). Makanan & Minuman Yang Dianjurkan Bagi Penderita Migrain : 1. Air putih 10. Dehidrasi dapat menyebabkan sakit kepala, karena volume darah berkurang dan mempengaruhi irama aliran darah. Pertahankan cairan tubuh dengan minum setidaknya dua setengah liter air sehari. 2. Bubur gandum Makanan ini melepaskan energi dengan lambat, sehingga membantu mempertahankan kadar gula darah lebih stabil. 3. Kacang-kacangan Seperti halnya bubur, kacang-kacangan juga melepas energi dengan lambat. 4. Jahe Jahe mampu mengurangi rasa tidak enak di perut (mual) yang biasanya datang bersama sakit kepala. Minuman atau biskuit jahe, dapat dikonsumsi sebagai makanan tambahan. 5. Makanan rendah lemak Kontrol lemak darah dengan makanan rendah lemak, karena sangat berkaitan dengan migrain. Kurangi gorengan, saus dan makanan berlemak jenuh. Penuhi kebutuhan protein dari ikan atau daging unggas. Tips Meredakan Nyeri Akibat Migrain : 1. Beristirahat. Karena peka terhadap cahaya, disarankan untuk beristirahat di tempat yang gelap dan tenang. Jauhi sumber-sumber keramaian dan tempat bercahaya terang. Tenangkan diri dan cobalah untuk tidur. 2. Kompres kepala dengan es/air dingin. Kompres bagian yang sakit dengan es atau air dingin, untuk membantu menyempitkan pembuluh darah. 3. Jauhi faktor-faktor pencetus migrain. 4. Hangatkan bagian leher. Istirahatkan tulang leher, karena leher adalah salah satu bagian tubuh yang bekerja keras menopang kepala. Kelelahan pada leher dapat memicu rasa sakit kepala. Saat istirahat, coba hangatkan leher atau beri sedikit pijatan lembut. 5. Minum obat pereda sakit. Ada banyak obat pereda sakit berupa analgesik, antipiretik dan aspirin. Tapi jangan sembarang minum obat, mintalah obat yang telah dianjurkan oleh dokter anda. 11. Cluster Headache Nyeri kepala tipe klaster adalah jenis nyeri kepala yang berat, terjadi pada satu sisi, timbul dalam serangan-serangan mendadak, sering disertai dengan rasa hidung tersumbat dan berair, keluar air mata, kepala seperti ditusuk-tusuk di sisi nyeri, terutama di sekitar mata sehingga mata juga tampak merah dan bengkak, muka berkeringat. Dalam klinik dikenal dua tipe yaitu tipe episodik dan tipe kronik. Orang yang menderita tipe episodik mengalami masa serangan nyeri selama waktu tertentu (periode klaster), kemudian diseling dengan masa bebas nyeri (remisi) yang lamanya bervariasi. Sedangkan tipe kronik ialah bila serangan-serangan nyeri tersebut masih tetap timbul selama sedikitnya 12 bulan. Penyebab pastinya belum diketahui, tetapi para ahli menduga ini ada hubungannya dengan saraf trigeminal, saraf yang membawa sensasi dari kepala ke otak dan berakhir pada pembuluh darah yang ada di sekitar otak. Beberapa ahli lain mengaitkannya dengan hipotalamus, salah satu bagian dari otak. Umumnya serangan dimulai saat bangun tidur siang atau di malam hari, biasanya dalam 90 menit setelah tertidur. Serangan nyeri dapat dicetuskn oleh nitrogliserin, histamin atau alkohol. Perokok berat sering pula mengalami sakit kepala tipe ini. Nyeri umumnya didahului oleh rasa penuh di telinga yg kadang-kadang meluas ke seluruh kepala, disusul beberapa menit kemudian dengan serangan-serangan mendadak berupa rasa seperti tertusuk, biasanya terjadi pdasatu sisi kepala di daerah dekat mata atau antara mata dan telinga. Serangan tersebut sangat hebat (excruciating) dan menetap, tidak berdenyut, hilang timbul secara tiba-tiba dapat berpindah-pindah tempat. Serangan-serangan nyeri tersebut membuat penderitanya gelisah, mondar-mandir dan kadang memukuli kepalanya sendiri, beberapa penderita bahkan merasa ingin bunuh diri untuk mengakhiri nyerinya. Nyeri disertai dengan hidung yang berair, keluar air mata dan pelebaran pembuluh darah di mata, kadang disertai rasa bengkak di wajah dan sekitar mata di sisi nyeri, dapat disertai sindrom Horner di sisi yang sama. Selama serangan wajah menjadi pucat, sebaliknya konjungtiva tampak kemerahan dan berair. Nyeri dapat dirasakan di 'belakang mata', seolah-olah mendorong mata keluar. Sifat periodisitas ini khas pada nyeri kepala klaster yaitu terdapat periode tertentu (periode klaster) saat penderitanya mengalami serangan-serangan nyeri dan rentan terhadap pencetus tertentu. Kemudian disusul dengan periode remisi saat penderitanya bebas nyeri sama sekali meskipun terpapar pada hal-hal yang biasanya mencetuskan nyeri di saat periode klaster. Periode klaster umumnya berkisar antara 24 bulan, kemudian disusul dengan masa remisi yang lamanya antara 12 tahun pada 70% pasien. Periode klaster cenderung berulang pada selang waktu yang teratur. Penanganan Pada kebanyakan pasien, ditemukan kecemasan akan timbulnya periode nyeri selanjutnya, rasa cemas juga sering ditemukan pada periode klaster yang berkepanjangan. Serangan nyeri dapat dihindari atau diperpendek/diperingan, meskipun lamanya periode nyeri sampai saat ini belum dapat dipersingkat atau dihilangkan. Pasien dianjurkan untuk menghindari tidur siang, minuman alkohol, zat mudah menguap, terutama pada periode klaster, sedangkan pengaruh diet sangat kecil. Gangguan emosional seperti rasa marah, frustrasi ataupun aktifitas fisik yang berat dapat 12. mencetuskan serangan atau memulai periode nyeri. Pengaruh ketinggian juga dapat mencetuskan serangan, sehingga harus diwaspadai bila berada di ketinggian/pegunungan atau naik pesawat terbang. Ada yang menganjurkan penggunaan asetazolamid 2 kali sehari sebanyak 250 mg, dimulai 2 hari sebelum bepergian untuk mencegah serangan tersebut. Perubahan siklus tidur juga dapat mencetuskan serangan. Serangan saat tidur dapat dicegah dengan 2 mg ergotamin tartrat 12 jam sebelum tidur. Penggunaan ergotamin ini harus hati-hatu pada pasien-pasien dengan gangguan vaskuler, jantung, serebral, kehamilan, adanya penyakit ginjal dan hati, infeksi dan masa pasca bedah. Serangan di saat lain dapat diatasi dengan metisergid 3-4 kali sehari sebanyak 40 mg., verapamil 4 kali sehari sebanyak 80 mg., lithium 2 kali sehari sebanyak 300 mg. atau prednison 40 mg/hari selama 3 minggu. Metisergid terutama efektif bila digunakan sejak awal, efektivitasnya kira-kira 65%. Obat ini mempunyai efek samping berupa gangguan pencernaan, parestesi (kehilangan rasa pada tubuh bagian bawah) dan nyeri kaki dan kemungkinan fibrosis retroperitoneal, endomiokardial atau pulmonal yang berbahaya. Obat ini tidak tersedia di Indonesia. Verapamil cukup efektif untuk kebanyakan pasien, digunakan selama periode nyeri. Penggunaan lithium harus disertai dengan pengamatan efek samping seperti tremor (gemetar). Kombinasi empat obat di atas dapat mengatasi kira-kira 90% kasus episodik. Jika terjadi resistensi, dapat dicoba penambahan prednison 40 mg/hari selama 5 hari, kemudian diturunkan dosisnya selama 3 minggu (tapering off). Penggunaan prednison harus hati-hati pada pasien dengan ulkus peptikum, hipertensi atau diabetes mellitus. Pasien-pasien kronik dapat resisten terhadap pengobatan, hal ini mungkin berkaitan dengan sifat kepribadian tertentu. Serangan-serangan nyeri dapat diperingan atau dihindari dengan memperhatikan faktor-faktor pencetus. Serangan klaster/cluster akut dapat diatasi dengan inhalasi oksigen untuk memperoleh manfaat maksimum, oksigen diberikan segera di awal serangan sebanyak 7 liter selama 1 menit menggunakan facial mask. Pasien dalam posisi duduk dan dianjurkan bemapas biasa selama 15 menit. Penatalaksanaan meliputi pencegahan faktor-faktor pencetus terutama pada periode nyeri, pengobatan pencegahan dan pengobatan saat serangan. Alternatif lain ialah menggunakan 1 tablet (1 mg) ergotamin yang diletakkan di bawah lidah dan dapat diulang sampai dua kali setelah 15 menit, dosis maksimum 2 mg./24 jam. Ergotamin juga dapat diberikan secara intramuskuler dalam bentuk dihidroergotamin 1 mg. atau ergotamin tartrat 0,5 mg atau secara inhalasi sebanyak 2 kali dgn interval 5 menit. Dosis maksimum 4 mg./24 jam. Obat simtomatik lain ialah kokain HCI 5% atau lidokain HCI 4% intranasal. Untuk tipe cluster, penderita sebaiknya rutin memeriksakan diri karena sakit kepala tipe cluster ini akan selalu menjadi masalah dengan sering kambuhnya keluhan. Oleh karena itu, sebaiknya pasien mempunyai kalender untuk nyeri kepala karena serangan ini dapat dicegah dengan mengkonsumsi obat penahan nyeri pada waktu-waktu yang diperkirakan akan muncul serangan. Selain itu, tipe cluster seringkali dikaitkan dengan kelainan di otak seperti adanya tumor ataupun adanya tumor di luar otak seperti di paru dan saluran napas. Penanganan yang baik akan mengurangi kekambuhan dan meningkatkan kualitas hidup penderita Tumor 13. Tumor disebabkan oleh mutasi DNA di dalam sel. Akumulasi dari mutasi-mutasi tersebut menyebabkan munculnya tumor. Sebenarnya sel kita memiliki mekanisme perbaikan DNA (DNA repair) dan mekanisme lainnya yang menyebabkan sel merusak dirinya dengan apoptosis jika kerusakan DNA sudah terlalu berat. Apoptosis adalah proses aktif kematian sel yang ditandai dengan pembelahan DNA kromosom, kondensasi kromatin, serta fragmentasi nukleus dan sel itu sendiri. Mutasi yang menekan gen untuk mekanisme tersebut biasanya dapat memicu terjadinya kanker. Tumor otak bisa mengenai segala.usia, tapi umumnya pada usia dewasa muda atau pertengahan, jarang di bawah usia 10 tahun atau di atas 70 tahun. Sebagian ahli menyatakan insidens pada laki-laki lebih banyak dibanding wanita, tapi sebagian lagi menyatakan tak ada perbedaan insidens antara pria dan wanita. Gejala umum yang terjadi disebabkan karena gangguan fungsi serebral akibat edema otak dan tekanan intrakranial yang meningkat. Gejala spesifik terjadi akibat destruksi dan kompresi jaringan saraf, bisa berupa nyeri kepala, muntah, kejang, penurunan kesadaran, gangguan mental, gangguan visual dan sebagainya. Edema papil dan defisit neurologis lain biasanya ditemukan pada stadium yang lebih lanjut. - Nyeri Kepala (Headache) Nyeri kepala biasanya terlokalisir, tapi bisa juga menyeluruh. Biasanya muncul pada pagi hari setelah bangun tidur dan berlangsung beberapa waktu, datang pergi (rekuren) dengan interval tak teratur beberapa menit sampai beberapa jam. Serangan semakin lama semakin sering dengan interval semakin pendek. Nyeri kepala ini bertambah hebat pada waktu penderita batuk, bersin atau mengejan (misalnya waktu buang air besar atau koitus). Nyeri kepaia juga bertambah berat waktu posisi berbaring, dan berkurang bila duduk. Penyebab nyeri kepala ini diduga akibat tarikan (traksi) pada pain sensitive structure seperti dura, pembuluh darah atau serabut saraf. Nyeri kepala merupakan gejala permulaan dari tumor otak yang berlokasi di daerah lobus oksipitalis. - Muntah Lebih jarang dibanding dengan nyeri kepala. Muntah biasanya proyektil (menyemprot) tanpa didahului rasa mual, dan jarang terjadi tanpa disertai nyeri kepala. - Edema Papil Keadaan ini bisa terlihat dengan pemeriksaan funduskopi menggunakan oftalmoskop. Gambarannya berupa kaburnya batas papil, warna papil berubah menjadi lebih kemerahan dan pucat, pembuluh darah melebar atau kadang-kadang tampak terputus-putus. Untuk mengetahui gambaran edema papil seharusnya kita sudah mengetahui gambaran papil normal terlcbih dahulu. Penyebab edema papil ini masih diperdebatkan, tapi diduga akibat penekanan terhadap vena sentralis retinae. Biasanya terjadi bila tumor yang lokasi atau pembesarannya menekan jalan aliran likuor sehingga mengakibatkan bendungan dan terjadi hidrocepallus. - Kejang Ini terjadi bila tumor berada di hemisfer serebri serta merangsang korteks motorik. Kejang yang sifatnya lokal sukar dibedakan dengan kejang akibat lesi otak lainnya, sedang kejang yang sifatnya umum atau general sukar dibedakan dengan kejang karena epilepsi. Tapi bila kejang terjadi pertama kali pada usia dekade III dari kehidupan harus diwaspadai kemungkinan adanya tumor otak. 14. Nyeri Kepala Psikogenik Ini merupakan sakit kepala yang paling sering dikeluhkan oleh mereka yang mengidap stress karena menghadapi beban pekerjaan ataupun pelajaran di sekolah. Sebagaimana namanya, sakit kepala ini dicetuskan oleh beban psikologis penderita. Gejalanya pada umumnya ringan, mulai dari kepala terasa pusing, nyeri ringan, dan kurang nafsu makan. Jarang ditemukan mual ataupun muntah, kecuali penderitanya juga mengidap gangguan psikologis lain seperti hypochondriasis, bulimia nervosa, dan sebagainya. Karena gejalanya yang tidak khas, sakit kepala psikogenik ini menjadi differential diagnosis yang paling akhir di medical record. Keluhan yang paling umum menyertai sakit kepala ini adalah gangguan visus, sehingga sebelum berfikir terlalu jauh mengenai sakit kepala ini, ada baiknya memeriksakan kondisi mata terlebih dahulu. Solusi selanjutnya juga tidak begitu sulit. Selain meminum obat pereda nyeri, maka tidur adalah solusi yang paling efektif. Tension Type Headache Kondisi naiknya tekanan darah bisa mencetuskan sakit kepala jenis ini. Keluhan yang sering dijumpai adalah leher terasa kaku, tegang, disertai nyeri kepala menyeluruh, tapi tidak terlokalisir. Penderita biasanya orang tua, berusia di atas 50 tahun namun usia dewasa muda juga dapat menderita, umumnya pria ketimbang wanita, dan memiliki riwayat hipertensi. Beban psikologis sangat berperan dalam mencetuskan keluhan ini. Karena sakit kepala ini dicetuskan oleh naiknya tekanan darah, maka diharapkan penderitanya mampu mengendalikan emosi, mengkonsumsi makanan yang sehat, dan berpantangan garam. Jika pantangan ini dilanggar, maka bukan tidak mungkin penderitanya akan mengalami kondisi yang lebih parah lagi, seperti stroke. Berdasarkan skenario, maka diagnosis kelompok kami adalah Tension Type Headache 6. Pemeriksaan a. Pemeriksaan Fisik - Pemeriksaan tekanan darah - Pemeriksaan neurologik - Pemeriksaan nyeri tekan kepala - Gerakan kepala ke segala arah - Palpasi arteri temporalis - Spasme otot pericranial b. Pemeriksaan Penunjang 15. - Foto rontgen kepala - EEG - CT Scan - MRI - Pemeriksaan Laboratorium - Pemeriksaan psikologi (jarang dilakukan) 7. Penatalaksanaan Non farmakologi - istirahat total - fisioterapi - psikoterapi Farmakologi - aspirin atau asetaminofen - paracetamol dan asam mefanamat 8. Komplikasi Rebound headache Nyeri kepala yang disebabkan oleh penggunaan obat analgesia (aspirin, asetaminofen, dll) secara berlebihan. 9. Prognosis - TTH menyebabkan nyeri yang menyakitkan tetapi tidak membahayakan. - Nyeri dapat sembuh dengan perawatan, istirahat, dan dengan menyelesaikan masalah pasien (apabila disebabkan faktor psiskis). - Dapat sembuh dengan terapi obat analgesia dan mudah diobati sendiri. - Prognosis penyakit baik, dengan penatalaksanaan yang baik, maka > 90% pasien dapat disembuhkan. 16. PUSING : Terkesan Biasa, Namun Bisa Membahayakan Siapa yang belum pernah merasakan sakit kepala atau kita sering menyebutnya pusing? Rasanya setiap orang sudah pernah sakit kepala, baik yang ringan maupun berat, dengan berbagai penyebabnya. Tapi tahukah Anda bahwa sakit kepala ada beberapa jenis? Dan masing-masing memerlukan pengobatan yang sesuai. Sebenarnya apa sakit kepala itu dan apa sebetulnya obatnya? Agar Anda bisa mengerti apa yang dimaksud dengan pusing lebih jauh, simak penelusuran WeddingAs.com sehubungan dengan pusing ini. Sakit kepala primer dan sekunder Sakit kepala dapat digolongkan menjadi sakit kepala primer dan sekunder. Sakit kepala primer artinya sakit kepala itu sendiri yang merupakan penyakit utama, sedangkan sakit kepala sekunder adalah sakit kepala yang disebabkan oleh adanya penyakit lain, misalnya hipertensi, cedera kepala, dan lain-lainll. Termasuk sakit kepala primer adalah : Sakit kepala tegang otot (tension-type headache) Migrain Sakit kepala klaster (cluster headache) Sakit kepala tegang otot (tension type headache) Sakit kepala tegang otot adalah jenis yang paling banyak dijumpai, dan mungkin sering kita alami. Sakit kepalanya ada di kedua belah sisi kepala, rasanya menekan, kadang terasa berat dengan nyeri tumpul yang konstan. Bisa berada di sebelah depan, samping, atau bagian belakang kepala, tapi umumnya bilateral (kedua belah sisi). Sakit kepala jenis ini disebabkan karena adanya otot-otot sekitar kepala yang berkontraksi atau menegang. Biasanya disebabkan karena posisi tubuh yang tidak banyak bergerak, atau berada dalam satu posisi tertentu terlalu lama, atau terlalu banyak membaca, bekerja di depan komputer, terlalu banyak berpikir, dll. Sakit kepala migrain Migrain sering dikenal sebagai sakit kepala sebelah. Ya, sakit kepalanya memang umumnya terjadi di sebelah sisi kepala saja. Jika tension-type headache melibatkan otot kepala, migrain melibatkan pembuluh darah sekitar kepala dalam patofisiologinya, makanya rasanya berdenyut-denyut. Pada awalnya pembuluh darah berkontraksi (vasokonstriksi), tapi kemudian diikuti dengan pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi). Ada tahapan-tahapan pada kejadian migrain. Secara umum terjadi seperti berikut ini: 17. - fase prodrome: suatu rangkaian peringatan sebelum terjadi serangan, yang meliputi perubahan mood, perubahan perasaan /sensasi (bau atau rasa), atau lelah dan ketegangan otot - Aura, yaitu gangguan visual yang mendahului serangan sakit kepala. Tidak semua migrain diawali dengan aura. Aura adalah gangguan penglihatan seperti melihat sinar yang berpendar, atau warna-warna yang berbaur, dsb. - Nyeri kepala: umumnya satu sisi, berdenyut-denyut, disertai mual, dan pada beberapa orang mungkin bisa sampai muntah, menjadi sensitif terhadap cahaya dan suara. Sakit kepala ini terjadi selama sekitar 4 72 jam. - Berhentinya nyeri kepala: sebenarnya meskipun tidak diobati, nyeri biasanya akan menghilang dengan sendirinya, misalnya jika dibawa tidur. - Postdrome: tanda-tanda setelah migrain berakhir, seperti tidak bisa makan, tidak konsentrasi, kelelahan. Serangan migrain dapat dipicu oleh berbagai hal, antara lain adalah: panas dan cahaya berlebihan, bau-bauan menyengat, makanan tertentu, terlalu lelah, stress pikiran, faktor hormonal, dan lain-lain. Pemicunya bervariasi antar indivisu. Beberapa orang akan mengalami migrain menjelang haid, misalnya, orang lain akan kena migrain jika kelelahan, dll. Migrain sebenarnya akan reda dalam sendirinya, tetapi kadang penderita tidak cukup kuat mentoleransi sakit kepalanya, apalagi jika harus tetap beraktivitas, maka diperlukan pengobatan. Sakit kepala klaster Sakit kepala jenis ini memang jarang terjadi, sehingga tidak begitu dikenal. Sama seperti migrain, sakit kepala jenis ini tergolong sakit kepala vaskuler, yaitu melibatkan pembuluh darah sekitar kepala. Uniknya, sakit kepala ini lebih terpusat pada sekitar salah satu mata, sampai berair. Bagaimana mengatasi pusing? Untuk semua jenis sakit kepala, jika memang tidak tertahankan, bisa diredakan dengan pereda nyeri (analgesik). Setidaknya bisa mengurangi rasa sakitnya. Macam-macam analgesik bisa digunakan, tapi analgesik yang relatif aman dan banyak dipakai adalah parasetamol, yang tersedia dalam berbagai nama paten (tentang pemilihan analgesik, bisa dilihat di sini). Namun sebelum memutuskan menggunakan obat pereda nyeri, ada baiknya melakukan tindakan- tindakan non-obat untuk meredakan sakit kepala. Untuk tension type headache, dapat dilakukan relaksasi otot, pemijatan, perubahan posisi tidur atau duduk lebih sering sehingga tidak terpaku pada satu posisi saja, dan cara-cara 18. lain yang sesuai. Untuk migrain, adalah penting untuk mengenali pemicunya, karena setiap penderita mungkin memiliki faktor pemicu yang berbeda-beda. Jika sudah dikenali, maka hindari agar tidak mencetuskan migrain. Jika sudah terjadi serangan migrain, hindari suara bising, cahaya dan panas yang berlebihan, dan sebaiknya dibawa tidur saja. Khusus untuk migrain dan sakit kepala klaster, jika pereda nyeri saja tidak cukup dan nyerinya sangat mengganggu, memang diperlukan obat lain yang bisa mengkontraksi pembuluh darah sekitar kepala. Jenis obatnya adalah ergotamin dan golongan triptan (sumatriptan), yang bisa dijumpai dalam beberapa nama paten. Tetapi obat-obat ini harus diperoleh dengan resep dokter. Jika kejadiannya cukup sering, misalnya sampai 2-3 kali sebulan, mungkin perlu menggunakan obat untuk pencegahan migrain yang akan membantu mengontrol aliran darah dan aktivitas sistem saraf. Obat untuk pencegahan migrain antara lain adalah golongan beta bloker (propanolol, atenolol), antidepresan trisiklik (spt: amitriptilin, imipramin, dan lain-lain). Namun obat-obat ini harus diperoleh dengan resep dokter. Rebound headache Ada yang perlu diperhatikan dalam hal penggunaan obat analgesik. Penggunaan yang berlebihan justru dapat memicu sakit kepala yang disebut rebound headache, yang menyebabkan kita ingin menggunakan obat lebih banyak lagi. Jadi semacam gejala putus obat, ketika efek obat habis, mendorong orang untuk minum obat dan minum obat lagi. Siklus ini bisa berkelanjutan sampai akhirnya menjadi sakit kepala kronis yang lebih berat dan lebih sering. Penggunaan analgesik yang berlebihan akan mempengaruhi pusat otak yang mengatur penghantaran rasa nyeri, sehingga menyebabkan nyeri kepala makin memburuk. Jadi sebelum terlanjur, sebaiknya jangan membiasakan mudah minum obat, walaupun sekedar pereda nyeri. Lakukan tindakan-tindakan non-obat lebih dulu. Pengatasan rebound headache adalah dengan mengurangi frekuensi minum analgesik, dan biarkan tubuh Anda beradaptasi dengan rasa nyeri sakit kepala. Demikian sekilas tentang sakit kepala. Jika sakit kepala disebabkan karena adanya penyakit lain seperti hipertensi, gangguan metabolik, sinusitis, dan lain-lain, tentu penyakit utamanya itu harus disembuhkan dahulu. Dan kalau sakit kepalanya karena pusing kebanyakan hutang, ya hutangnya dibayar dulu hehe Kalau pusing karena mikirin yang enggak-enggak, ya sekarang mikir yang iya-iya saja. Semoga bermanfaat. (USR/dari berbagai sumber) 19. Bagaimana insidens pada tipe-tipe sakit kepala ? 45 % sering terjadi pada orang dewasa , kadang-kadang mereka mengalami sakit kepala yang berat . Apakah sakit kepala sering terjadi pada laki-laki atau wanita ? 70 % migraine sering terjadi pada wanita , 30 % pada laki-laki . Sakit kepala tipe cluster sering terjadi pada laki-laki ( 90%) . sedangkan sakit kepala yang disebabkan karena kontraksi otot insidensnya meningkat pada wanita , tapi dapat juga kedua-duanya . Apakah dengan mengetahui lokasi sakit kepala , dapat menentukan tipe sakit kepalanya ? Migrain dapat terjadi pada setengah wajah,termasuk daerah dahi , sering juga sampai daerah mata dan pipi . Sakit kepala tipe cluster, lokasinya didaerah sekitar mata dan pasien biasanya mengeluh nyeri di atas dan dibelakang mata . Sakit kepala yang disertai kontraksi otot , ditandai oleh nyeri seperti terikat didaerah sekitar pelipis , kadang-kadang menjalar ke kepala bagian belakang dan ke daerah dahi. Struktur kepala yang mana yang sensitive terhadap nyeri ? Struktur kepala tertentu sensitif terhadap nyeri , sedangkan otak sendiri tidak sensitif terhadap nyeri . Strutur kepala tersebut adalah : Kulit kepala Aliran darah ke kulit kepala Otot kepala dan leher Pembuluh darah di rongga sinus Pembuluh darah di daerah selaput otak Serabut saraf otak ( saraf cranial V,IX,X ) Pembuluh darah besar di otak besar Bagian dari selaput otak yang merupakan dasar dari otak Kapan sakit kepala merupakan tanda gangguan saraf serius ? Beberapa sakit kepala bisa disebabkan oleh suatu penyakit serius : 1. Sakit kepala berat yang datangnya tiba-tiba 2. Sakit kepala yang disertai oleh gangguan mental , demam , kejang atau tanda gangguan saraf . 3. Sakit kepala yang baru diderita di usia lebih dari 50 tahun . Penyakit-penyakit serius apa yang dapat menyebabkan sakit kepala ? 20. Tumor otak Metastase Tumor otak Abses Hematoma subdural Perdarahan Otak Perdarahan subarachnoid Meningitis Arteritis temporalis Hipertensi Hidrochepalus Glaucoma Apa yang harus dilakukan apabila sakit kepala menyerang ? Minum obat penghilang rasa sakit Istirahat Apabila ssetelah minum obat penghilang rasa sakit dan istirahat , rasa sakit tidak berkurang bahkan makin hebat , segeralah datang ke Dokter . - Sakit Kepala Tipe Custer Mulai usia berapa orang dapat menderita sakit kepala tipe cluster ? Dimulai pada usia 25 tahun dan paling telat usia 45 tahun . Gejala apa yang dapat terjadi pada sakit kepala tipe cluster ? Sakit kepala yang tanpa disertai aura , lokasi disekitar dan dibelakang salah satu mata . Sakitnya sangat berat , lamanya sekitar 20-60 menit . Sakit kepala ini kadang dapat disertai hidung mampet , hidung seperti flu dan salah satu mata merah, sakit sampai kepala . 21. Mengenali Tension Headache Sabtu, 01 Oktober 2011 19:27 0 inShare Menurut International Headache Society (Badan Sakit Kepala Internasional) tension headache atau sakit kepala karena tegang adalah jenis sakit kepala yang paling banyak dialami orang. Tension headache adalah sakit kepala ringan yang dapat menjadi tak tertahankan hanya dalam beberapa jam saja. Sakit kepala ini akan membuat Anda bekerja secara tidak produktif. Tension headache dapat menyerang semua orang, akan tetapi lebih sering terjadi pada orang- orang yang berusia antara 20 hingga 50 tahun. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi kita untuk mengenal apa yang dimaksud dengan tension headache sehingga kita bisa mengatasinya ketika kambuh. Pada dasarnya, terdapat dua jenis tension headache yaitu kronisKronis: Durasi panjang dan perkembangan lambat. Penyakit yang kronis berkembang secara perlahan seiring waktu, dan tidak berakhir. Gejala dapat terus-menerus atau hilang timbul, namun pasien biasanya memiliki kondisi untuk hidup. dan episodis. Perbedaan dari kedua jenis tension headache ini adalah durasi sakit kepala ketika kambuh. Apabila tension headache episodis 22. kambuh, rasa sakit tidak akan berlangsung lebih dari 2 minggu dalam sebulan. Berbeda dengan tension headache episodis, sakit kepala tension kronis berlangsung lebih dari 15 hari dan bahkan bisa berlanjut hingga setengah tahun. Sakit kepala tension jenis inilah yang sungguh tak tertahankan. Pasien akan merasa sangat menderita oleh rasa sakit yang bertahan hingga 4 jam. Kami sarankan Anda mencari tahu lebih dalam mengenai tension headache dengan membaca artikel ini dan menghubungi dokter untuk mendapatkan diagnosa akurat dan perawatan yang sesuai. Terdapat banyak penyebab yang dapat mengakibatkan sakit kepala tension. Berikut ini adalah penyebab-penyebab umum dari sakit kepala tension. Stres Kurang tidur Berada dalam posisi yang tidak nyaman untuk waktu yang lama Rasa lapar (kadar gula darahGula darah: Gula darah adalah istilah yang mengacu kepada tingkat glukosa di dalam darah. Konsentrasi gula darah, atau tingkat glukosa serum, diatur dengan ketat di dalam tubuh. Glukosa yang dialirkan melalui darah adalah sumber utama energi untuk sel-sel tubuh. yang rendah) DehidrasiDehidrasi: Dehidrasi adalah gangguan dalam keseimbangan cairan atau air pada tubuh. Hal ini terjadi karena pengeluaran air lebih banyak daripada pemasukan (misalnya minum). Gangguan kehilangan cairan tubuh ini disertai dengan gangguan keseimbangan zat elektrolit tubuh. Konsumsi kafeinKafein: Kafeina, atau lebih populernya kafein, ialah senyawa alkaloid xantina berbentuk kristal dan berasa pahit yang bekerja sebagai obat perangsang psikoaktif dan diuretik ringan. Kafeina ditemukan oleh seorang kimiawan Jerman, Friedrich Ferdinand Runge, pada tahun 1819. Ia menciptakan istilah "kaffein" untuk merujuk pada senyawa kimia pada kopi. Kafeina juga disebut guaranina ketika ditemukan pada guarana, mateina ketika ditemukan pada mate, dan teina ketika ditemukan pada teh. Semua istilah tersebut sama-sama merujuk pada senyawa kimia yang sama. Kafeina dijumpai secara alami pada bahan pangan seperti biji kopi, daun teh, buah kola, guarana, dan mat. Pada tumbuhan, ia berperan sebagai pestisida alami yang melumpuhkan dan mematikan serangga-serangga tertentu yang memakan tanaman tersebut. Ia umumnya dikonsumsi oleh manusia dengan mengekstraksinya dari biji kopi dan daun teh. Kafeina merupakan obat perangsang sistem pusat saraf pada manusia dan dapat mengusir rasa kantuk secara sementara. Minuman yang mengandung kafeina, seperti kopi, teh, dan minuman ringan, sangat digemari. Kafeina merupakan zat psikoaktif yang paling banyak dikonsumsi di dunia. yang terhenti (bagi orang yang terbiasa mengonsumsi kafein) Mata yang lelah Dokter juga memperkirakan bahwa kontraksi otot wajah, leher dan kepala sebagai penyebab tension headache. Situasi yang mengundang stres dapat menyebabkan kontraksi berlebih pada otot. Terdapat juga teori yang menyatakan bahwa orang yang terlalu sensitif terhadap rasa sakit lebih rentan terkena sakit kepala tension. Dokter-dokter selalu mencari tahu sumber dari sakit kepala tension Anda. Apabila penyebabnya adalah rasa lapar atau kurang tidur, dokter akan menyuruh Anda beristirahat dan makan makanan bergizi. Apabila sakit kepala tension Anda disebabkan oleh stres, dokter akan menganjurkan terapiTerapi: Terapi (dalam Yunani: 23. ), atau pengobatan, adalah remediasi masalah kesehatan, biasanya mengikuti diagnosis. Orang yang melakukan terapi disebut sebagai terapis. Dalam bidang medis, kata terapi sinonim dengan kata pengobatan. Di antara psikolog, kata ini mengacu kepada psikoterapi. Terapi pencegahan atau terapi Profilaksis adalah pengobatan yang dimaksudkan untuk mencegah munculnya kondisi medis.Sebagai contoh adalah banyaknya vaksin untuk mencegah infeksi penyakit. Terapi abortive adalah pengobatan yang dimaksudkan untuk menghentikan kondisi medis dari perkembangan lebih lanjut. Pengobatan yang dilakukan pada tanda-tanda paling awal dari munculnya penyakit, seperti gejala sakit kepala migrain, adalah sebuah terapi abortive. Terapi supportive adalah suatu terapi yang tidak merawat atau memperbaiki kondisi yang mendasarinya, melainkan meningkatkan kenyamanan pasien. atau meditasi untuk membantu menangani stres. Ini berarti apabila Anda mengenal dan mengerti sakit kepala tension dengan baik, Anda pun akan bisa menanganinya dengan lebih baik. 24. CHRONIC TENSION-TYPE HEADACHE Filed under: med papers,Neuro ningrum @ 5:37 am Tags: neurologi PENDAHULUAN Sakit kepala terdiri dari berbagai macam dan jenis. Selama beberapa dekade terakhir ini berbagai jenis sakit kepala mampu menempatkan banyak orang Amerika jatuh, baik secara aspek mental maupun fisik. Mereka menemukan pekerjaan mereka menjadi ekstra keras dan ekstra perhatian. Sakit kepala migrain, sakit kepala kelelahan kronis, sakit kepala stres, dan sakit kepala ketegangan adalah beberapa jenis sakit kepala. (1) Jenis sakit kepala terutama dapat dikategorikan dalam dua jenis. Kedua jenis itu adalah sakit kepala yang disebabkan oleh beberapa faktor lain dan sakit kepala yang bukan disebabkan oleh faktor lain, tetapi oleh sakit kepala itu sendiri. Jenis pertama dari sakit kepala berarti bahwa ada beberapa alasan lain yang menyebabkan terjadinya sakit kepala. Jika sakit kepala sering terjadi ada kemungkinan dikarenakan beberapa penyakit. Sakit kepala sinus jatuh dalam jenis ini. Beberapa faktor lain akan menjadi sakit kepala yang disebabkan oleh beberapa pukulan di kepala atau goresan di kepala yang akan menyebabkan beberapa kuman masuk. (1) Jenis kedua sakit kepala diperhitungkan sebagai sakit kepala yang disebabkan oleh sakit kepala itu sendiri. Migrain jatuh kedalam sakit kepala jenis ini. (1) Beberapa pembagian jenis sakit kepala dapat digarisbawahi, yang semuanya akan jatuh kedalam dua kategori utama. Diantara sakit kepala ini sakit kepala kronis dianggap sebagai yang paling bermasalah. Sakit kepala kronis ini akan membawa rasa sakit kepala setiap hari dan terkadang beberapa kali per hari. Banyak orang setelah melalui diagnosa sakit kepala yang memiliki efek penyebab akan menemukan kemudahan dengan pelepasan secara bertahap rasa sakit itu. Tapi untuk beberapa jenis sakit kepala seperti migrain, diagnosis masih tidak ada secara tepat. Hal ini disebabkan tidak tersedianya dokter dan ilmuwan untuk memberikan hasil pengujian yang valid untuk menentukan setiap situasi medis dari hal tersebut. (1) TENSION TYPE HEADACHE Sakit kepala tipe-ketegangan adalah sakit kepala spesifik, yang bukan vaskular atau migrain, dan tidak berkaitan dengan penyakit organik. Bentuk yang paling umum pada sakit kepala, yang mungkin terkait dengan pengetatan otot di bagian belakang leher dan/atau kulit kepala. Ada dua klasifikasi umum, sakit kepala tipe-ketegangan: episodik dan kronis, dibedakan oleh frekuensi dan keparahan gejala. Keduanya dicirikan sebagai sakit dan nyeri tak berdenyut tumpul, dan mempengaruhi kedua sisi kepala. (2) Gejala untuk kedua jenis adalah serupa dan mungkin mencakup: (2) v Otot antara kepala dan leher berkontraksi 25. v Sebuah sensasi seperti ikatan-pita di sekitar leher dan/atau kepala yang merupakan nyeri viselike v Nyeri terutama terjadi di dahi, pelipis atau bagian belakang kepala dan/atau leher DEFINISI Sakit kepala tension-type biasanya digambarkan sebagai sebuah sakit kepala tekanan seperti terikat tanpa gejala yang terkait. Internasional Headache Society (IHS) mendefinisikan sebagai sesuatu yang bilateral dan memiliki kualitas tekanan atau pengetatan dengan keparahan ringan sampai sedang. Bagaimanapun, lebih penting daripada kualitas spesifik sakit kepala, adalah bahwa hal tersebut tidak disertai dengan gejala- gejala yang terkait. Tidak seperti migrain, sakit kepala tension-type tidak diperparah oleh aktivitas fisik, dan tidak pula terkait dengan muntah. Sensitivitas baik terhadap cahaya atau suara mungkin ada, tapi tidak kedua-duanya. Sakit kepala tension-type dapat episodik atau kronis. (4,5,6) Episodik Sakit kepala tension-type episodik terjadi secara acak dan biasanya dipicu oleh stres sementara, kegelisahan, kelelahan atau kemarahan. Jenis ini adalah apa yang paling kita anggap sebagai sakit kepala stres. Sakitnya dapat hilang dengan penggunaan analgesik bebas, menjauhi sumber stres atau waktu yang relatif singkat untuk relaksasi. (2) Untuk jenis sakit kepala ini, obat bebas pilihannya adalah aspirin, acetaminophen, ibuprofen atau natrium naproxen. Kombinasi produk dengan kafein dapat meningkatkan aksi analgesik. (2) Kronis Sakit kepala tension-type kronik menurut definisi terjadi setidaknya 15 hari setiap bulan selama setidaknya 6 bulan, meskipun dalam praktek klinis biasanya terjadi setiap hari atau hampir setiap hari. Meskipun sakit kepala ini tidak disertai dengan gejala-gejala, pasien dengan sakit kepala tension-type kronis sering memiliki keluhan somatik lainnya. Misalnya, pada sakit kepala tension-type kronis, namun bukan sakit kepala tension-type episodik, pasien mungkin mengalami mual. Mereka juga sering konstan melaporan sakit kepala, mialgia generalisata dan artralgia, kesulitan tidur dan tetap terjaga, kelelahan kronis, sangat membutuhkan karbohidrat, penurunan libido, lekas marah, dan gangguan memori dan konsentrasi. Oleh karena itu, gangguan ini mirip dengan depresi; namun, pada sakit kepala tension-type kronik, anhedonia tidak muncul, gangguan mood kurang diperhatikan atau bahkan mungkin absen, dan gejala utama adalah sakit kepala nyeri. Hal ini juga mirip fibromialgia, nyeri miofasial generalisata dan gangguan tidur. (4) GEJALA Tanda dan gejala sakit kepala tension meliputi: (3,5,6) v Nyeri kepala tumpul 26. v Sensasi rasa sesak atau tekanan di dahi atau di samping dan belakang kepala v Perih pada kulit kepala, leher dan otot bahu v Sesekali, kehilangan nafsu makan Sakit kepala ketegangan bisa dialami dari 30 menit hingga satu minggu. Sakit kepala mungkin hanya dialami kadang-kadang, atau hampir setiap saat. Jika sakit kepala terjadi 15 hari atau lebih dalam sebulan untuk paling tidak tiga bulan, maka dianggap kronis. Jika sakit kepala yang terjadi kurang dari 15 kali dalam sebulan, sakit kepala dianggap episodik. Namun, orang dengan sakit kepala episodik sering berada pada risiko yang lebih tinggi menjadi sakit kepala kronis. (3) Sakit kepala biasanya digambarkan sebagai intensitas ringan sampai sedang. Tingkat keparahan nyeri bervariasi dari satu orang ke orang lain, dan dari satu sakit kepala ke sakit kepala lainnya pada orang yang sama. (3) Sakit kepala ketegangan kadang-kadang sulit dibedakan dari migrain, tetapi tidak seperti beberapa bentuk migrain, sakit kepala ketegangan biasanya tidak terkait dengan gangguan visual (bintik buta atau cahaya lampu), mual, muntah, sakit perut, lemah atau mati rasa pada satu sisi tubuh, atau berbicara melantur. Dan, sementara aktivitas fisik biasanya memperparah nyeri migrain, hal itu tidak membuat sakit kepala ketegangan bertambah parah. Peningkatan sensitivitas terhadap cahaya atau suara dapat terjadi dengan sakit kepala ketegangan, namun ini bukan gejala umum. (3) PENYEBAB Patofisiologi sakit kepala tension-type kurang dipahami, sakit kepala tension-type episodik mungkin terutama akibat gangguan mekanisme perifer, sementara sakit kepala tension-type kronis mencerminkan gangguan sakit di pusat. (4) 27. Nama sebelumnya untuk sakit kepala tension-type mencerminkan penyebab dugaannya, termasuk sakit kepala kontraksi otot, sakit kepala psikogenik, sakit kepala stres, dan sakit kepala harian kronis. Istilah sakit kepala kontraksi otot telah ditinggalkan karena bukti elektromiografi gagal menunjukkan perubahan yang konsisten pada tonus otot pasien yang terkena. Selanjutnya, diusulkan mekanisme patofisiologis sakit kepala yang belum pernah terbukti. (4) Konsep bahwa sakit kepala tension-type adalah psikogenik juga telah dipertanyakan. Pasien dengan sakit kepala tension-type kronis, seperti halnya pasien dengan gangguan sakit kronis lainnya, memiliki sekitar 25% kemungkinan berkembangnya depresi sekunder. Setengah dari pasien mengalami depresi bersamaan dengan rasa sakit, sedangkan pada semester lain, depresi berkembang lebih tersembunyi. Sakit kepala tension-type mungkin muncul pada hampir semua gangguan kejiwaan. Namun tidak seharusnya diduga, bahwa sebagian besar sakit kepala tension-type berhubungan dengan gangguan psikologis atau kejiwaan. (4) Sakit kepala tension-type kronis, seperti gangguan nyeri kronis lainnya, dikaitkan dengan hipofungsi sistem opioid pusat. Penelitian sedang berlangsung untuk menentukan kontribusi relatif sensitisasi nociceptor perifer, sensitisasi neuronal sentral (nukleus kaudal trigeminal), dan cacat sistem pusat antinosiseptif pada patogenesisnya. (4) Perubahan kimiawi otak Para peneliti kini menduga bahwa sakit kepala tension dapat diakibatkan perubahan antara bahan kimia otak tertentu serotonin, endorfin dan banyak bahan kimia lainnya yang membantu saraf berkomunikasi. Meskipun tidak jelas mengapa tingkat kimia berfluktuasi, prosesnya diduga mengaktifkan jalur nyeri ke otak dan mengganggu kemampuan otak untuk menekan nyeri. (3) Pemicu 28. Tampaknya faktor lain mungkin juga memberikan kontribusi bagi berkembangnya sakit kepala tension. Potensi yang mungkin memicu termasuk: (3,5) Stres Depresi dan kecemasan Postur rendah Bekerja dalam posisi canggung atau bertahan pada satu posisi untuk waktu yang panjang Cengkeraman rahang FAKTOR RESIKO Faktor risiko untuk sakit kepala tension meliputi: (3) Menjadi seorang wanita. Satu studi menemukan bahwa hampir 90 % wanita dan sekitar 70 % pria mengalami sakit kepala tension sepanjang hidup mereka. Menjadi setengah baya. Kejadian sakit kepala tension memuncak pada usia 40-an, meskipun orang-orang dari segala usia dapat terkena jenis sakit kepala ini. TES DAN DIAGNOSIS Dokter dapat mencoba menentukan jenis dan penyebab sakit kepala menggunakan pendekatan ini: (3) Deskripsi sakit. Dokter dapat belajar banyak tentang sakit kepala dari deskripsi pasien akan jenis rasa sakit, termasuk beratnya, lokasi, frekuensi dan durasi, dan tanda-tanda dan gejala lain yang mungkin ada. Tes pencitraan. Jika sakit kepala tidak biasa atau rumit, dokter mungkin melakukan tes untuk menyingkirkan penyebab sakit kepala serius, seperti tumor atau aneurisma. Dua tes yang umum digunakan untuk menggambarkan otak adalah computerized tomography (CT) dan Magnetic Resonance Imaging (MRI) scan. Sebuah kalender sakit kepala. Salah satu hal yang paling bermanfaat yang dapat dilakukan adalah memperhatikan kalender sakit kepala. Setiap kali mendapatkan sakit kepala, tuliskan keterangan tentang rasa sakit, antara lain seberapa parah, di mana letaknya dan berapa lama berlangsung. Juga perhatikan semua obat yang diminum. Sebuah kalender sakit kepala dapat memberikan petunjuk yang berharga yang dapat membantu dokter mendiagnosis jenis khusus sakit kepala dan menemukan mungkin pemicu sakit kepala. PENGOBATAN PROFILAKSIS Meskipun sakit kepala tension-type umum dan berdampak besar pada masyarakat, sangat sedikit studi yang terkontrol-baik dari pengobatannya yang telah dilakukan. Banyak percobaan sebelumnya termasuk pasien dengan gabungan-tipe tension dan migrain tanpa aura dan pasien dengan sakit kepala akibat penggunaan berlebihan-pengobatan. (4) Tidak ada obat baru yang disetujui oleh FDA khususnya untuk pengobatan sakit kepala tension. Namun, mengingat sifat kronis gangguan ini dan risiko penggunaan berlebihan-obat-obatan sakit kepala pada pasien dengan sakit kepala sering, terapi profilaksis tampaknya terjamin untuk 29. kebanyakan pasien. Sejak sakit kepala tension-type kronis adalah sebuah gangguan pengolahan nyeri sentral, obat dengan sentral efek modulasi nyeri cenderung paling efektif. (4) Obat antidepresan Antidepresan trisiklik obat pilihan untuk mencegah sakit kepala tension-type kronis, dan beberapa daripadanya juga efektif sebagai profilaksis migrain. Antidepresan diuji pada studi double-blind, dikontrol plasebo yang mencakup amitriptyline, doxepin, dan maprotiline. (4) Amitriptyline mengurangi jumlah sakit kepala harian atau durasi sakit kepala sekitar 50% pada sekitar sepertiga pasien dalam beberapa studi, meskipun studi lain menemukan ini tidak lebih baik daripada placebo. (4) Pada anak dan pasien tua, dosis awal biasa amitriptyline (atau obat serupa) adalah 10 mg pada waktu tidur. Pada dewasa, dosis awal biasa adalah 25 mg pada waktu tidur. Dosis dapat ditingkatkan sampai hasil terapeutik diperoleh atau efek samping tidak dapat ditoleransi. Antidepresan biasanya diberikan dari 4 sampai 6 minggu untuk bisa menunjukkan efek menguntungkan. (4) Antidepresan trisiklik lainnya mungkin juga efektif, sebagaimana disarankan oleh pengalaman klinis, meskipun belum diteliti pada sakit kepala tension-type kronis. (4) SSRI: fluoxetine, paroxetine, dan citalopram belum menunjukkan efikasi studi-terkontrol. Obat ini sering digunakan, namun, karena mereka memiliki insiden efek samping lebih rendah. (4) Relaksan otot Cyclobenzaprine adalah relaksan otot struktural terkait dengan amitriptyline. Pada 1972 studi double-blind, 10 dari 20 pasien menerima cyclobenzaprine mengalami 50 % atau lebih perbaikan pada sakit kepala tension-type, dibandingkan dengan 5 dari 20 pasien yang menerima plasebo. Dosis biasa cyclobenzaprine adalah 10 mg pada waktu tidur. (4) Tizanidine, sebuah penghambat alfa-adrenergik, dilaporkan efektif untuk sakit kepala tension- type kronis pada percobaan plasebo-terkontrol tunggal. Dosis biasanya dititrasi dari 2 mg pada waktu tidur hingga 20 mg per hari, dibagi menjadi tiga dosis. Sedasi adalah efek samping paling umum dari agen ini. (4) Valproate Valproate, antikonvulsi agonis asam gamma-aminobutyric (GABA), telah dievaluasi untuk keberhasilannya pada migraine, dan sakit kepala harian kronis. Mathew dan Ali mengevaluasi kemanjuran valproate 1.000 hingga 2.000 mg per hari pada 30 pasien dengan sakit kepala harian kronis membandel (migrain tanpa aura dan sakit kepala tension-type kronis) dalam percobaan open-label. Level darah dipertahankan antara 75 dan 100 mg/mL. Pada bulan 30. ketiga terapi, dua pertiga pasien telah membaik secara signifikan. Efek samping yang paling sering dilaporkan adalah berat bertambah, gemetaran, rambut rontok, dan mual. (4) Obat anti-inflamasi non steroid Obat anti-inflamasi non steroid (NSAID) secara luas diresepkan baik sebagai terapi tambahan sakit kepala tension-type dan untuk profilaksis dari migraine. Tidak ada acak percobaan terkontrol acak akan efikasi mereka pada profilaksis sakit kepala tension-type kronis, meskipun mereka sering digunakan untuk tujuan ini. (4) Toksin botulinum Suntikan toksin botulinum pada otot kepala dan leher ditemukan efektif untuk meredakan sakit kepala tension-type kronis pada seri kecil pasien. Hasil dari uji klinis kecil telah dicampur, dan dua uji terkontrol-plasebo besar saat ini sedang dilakukan. (4) TERAPI AKUT Pengobatan akut sakit kepala tension-type harian sulit. NSAID mungkin berguna sebagai analgesik untuk sakit kepala harian dan mengurangi potensi penyebab sakit kepala dipicu-obat. (4) Relaksan otot seperti chlorzoxazone, orphenadrine sitrat, carisoprodol, dan metaxalone umumnya digunakan oleh pasien dengan sakit kepala tension-type kronis, tetapi belum terbukti efektif untuk melegakan nyeri akut. (4,6) Sumatriptan telah dievaluasi pada beberapa studi sakit kepala tension-type. Obat ini tidak lebih efektif daripada plasebo untuk serangan akut pada pasien dengan sakit kepala tension-type kronis; namun, sakit kepala tension- type episodik berat pada pasien bersama dengan migrain tampaknya merespon terhadap agen ini. (4) Agen untuk mencegah. Benzodiazepine, kombinasi butalbital, kombinasi kafein, dan narkotika harus dihindari, atau gunakanlah obat-obatan tersebut dengan kontrol yang cermat, karena risiko habituasi dan sakit kepala diinduksi-pengobatan. (4) PENGGUNAAN OBAT BERLEBIHAN Sebuah kondisi yang sangat penting berkontribusi bagi berkembangnya sakit kepala dalam pola harian kronis adalah penggunaan obat berlebihan. Ini paling mungkin terjadi pada pasien dengan sakit kepala sering, terutama sakit kepala tension-type kronis. (4) 31. Obat-obatan yang paling umum dihubungkan dengan sakit kepala rebound-analgesik adalah preparat ergotamin, kombinasi analgesik butalbital, opiat, dan kafein-mengandung kombinasi analgesik. Analgesik sederhana seperti aspirin, asetaminofen, dan NSAID mungkin tidak menginduksi sakit kepala rebound-analgesik. (4) Diagnosis penggunaan berlebihan obat-obatan tergantung pada riwayat cermat konsumsi obat, termasuk obat over-the-counter. Pengobatan efektif membutuhkan penghentian menyinggung- agen. (4) TERAPI NON FARMAKOLOGI Banyak studi klinis telah mendukung kegunaan relaksasi dan terapi biofeedback elektromielografik pada sakit kepala tension-type kronis. (4) Studi tidak menemukan satu pun teknik (relaksasi, biofeedback, atau kombinasi tersebut) yang akan lebih baik daripada yang lain. Rata-rata hasil dari 37 percobaan yang menggunakan sakit kepala harian, direkam untuk mengevaluasi relaksasi atau terapi biofeedback elektromielografik, Holroyd menemukan bahwa setiap terapi atau kombinasinya mengurangi aktivitas sakit kepala tension-type sekitar 50%.(4) Manajemen stres dengan menggunakan terapi perilaku-kognitif sama efektif dengan menggunakan relaksasi atau biofeedback dalam mengurangi sakit kepala tension-type. Terapi kognitif bisa jadi paling mungkin untuk meningkatkan efektivitas relaksasi atau biofeedback ketika stres kronis, depresi, atau masalah penyesuaian memperburuk sakit kepala pasien. (4) Kombinasi terapi non-farmakologi dengan terapi farmakologi menyediakan manfaat lebih besar dari terapi jika terapi digunakan sendiri-sendiri. Selain itu pencitraan guided untuk terapi farmakologis menghasilkan perbaikan yang signifikan baik dalam kualitas kesehatan yang berhubungan dengan kehidupan dan sakit kepala yang berhubungan cacat. Dalam percobaan placebo-terkontrol pengobatan antidepresan trisiklik dengan terapi manajemen stres, Holroyd dkk menemukan bahwa keduanya secara sederhana efektif dalam mengobati sakit kepala tension-type kronis, namun terapi kombinas lebih baik dari monoterapi. (4) Terapi non-farmakologi terutama berguna untuk pasien yang enggan untuk minum obat karena efek samping sebelumnya dari obat-obatan, seiring masalah medis, atau ada keinginan untuk hamil. Sementara biofeedback dan terapi manajemen stres biasanya memerlukan rujukan ke psikolog, pencitraan guided dan terapi relaksasi dapat dipelajari dari kaset audio yang tersedia di toko buku kebanyakan. (4) 32. SAKIT KEPALA TENSION (Tension Headache) Pengobatan sakit Kepala Cupping Apa itu Sakit Kepala Tension (Tension Headache), penyebab, gejala dan pengobatan sakit kepala ini ?? Sakit kepala Tension (Tension Headache) atau sakit kepala tegang, karena itu medis dikenal - adalah jenis yang paling umum sakit kepala, namun penyebabnya tidak dipahami dengan baik. Sakit kepala umumnya merupakan ketegangan menyebar, nyeri ringan sampai sedang bahwa banyak orang menggambarkan sebagai perasaan seolah-olah ada tarikan ketat di kepala mereka. Ini mungkin merasa seolah-olah kontraksi otot bertanggung jawab untuk nyeri kepala Anda, namun para ahli tidak berpikir itu penyebabnya, yang mengapa jenis sakit kepala umumnya disebut sebagai ketegangan-jenis sakit kepala. Untungnya, pengobatan yang efektif untuk sakit kepala ketegangan yang tersedia. Mengelola sakit kepala karena ketegangan ini biasanya keseimbangan antara mendorong kebiasaan sehat, menemukan perawatan tanpa obat efektif dan menggunakan obat dengan tepat. Tanda dan gejala sakit kepala tension ( Tension Headache) meliputi: * rasa bosan, nyeri kepala * Rasa sesak atau tekanan di dahi atau di samping dan belakang kepala * Tekanan pada, kulit kepala leher dan otot bahu * Kadang-kadang, kehilangan nafsu makan Sakit kepala tegang ini dapat berlangsung dari 30 menit untuk satu minggu penuh. Anda mungkin mengalami sakit kepala ini hanya kadang-kadang, atau hampir sepanjang waktu. Jika sakit kepala Anda terjadi 15 hari atau lebih sebulan untuk paling sedikit tiga bulan, mereka dianggap kronis. Jika Anda memiliki sakit kepala yang terjadi kurang dari 15 kali dalam sebulan, sakit kepala Anda dianggap episodik. Namun, orang dengan sakit kepala episodik sering berada pada risiko yang lebih tinggi terkena sakit kepala kronis. sakit kepala biasanya digambarkan sebagai ringan sampai sedang intens. Tingkat keparahan nyeri bervariasi dari satu orang ke orang lain, dan dari satu sakit kepala ke yang lain dalam orang yang sama. 33. Ketegangan sakit kepala terkadang sulit untuk membedakan dari migrain, tapi tidak seperti beberapa bentuk migrain, ketegangan sakit kepala biasanya tidak terkait dengan gangguan penglihatan (bintik buta atau lampu berkedip), mual, muntah, sakit perut, kelemahan atau mati rasa pada satu sisi tubuh, atau ucapan cadel. Dan, sementara aktivitas fisik biasanya memperparah nyeri migrain, hal itu tidak membuat ketegangan sakit kepala parah. Meningkatnya kepekaan terhadap cahaya atau suara yang dapat terjadi dengan ketegangan sakit kepala, tapi ini bukan gejala yang umum. Pengobatan Sakit Kepala Tension (Tension Headache) : Pengobatan paling cepat adalah dengan terapi Hijamah. Terapi yang ada sejak 2000 SM. Nabi jika sakit kepala akan minta hijamah. Dan memang luar biasa, sejak 2003 an saya meneliti dan merasakan bahwa obat sakit kepala paling cepat adalah Hijama/Bekam/Blood Cupping. 34. multipel, dan beberapa tanpa patologi yang jelas.F. PATOFISIOLOGINeuralgi a Trigeminal dapat terjadi akibat berbagai kondisi yang melibatkan sistem persarafan trigeminus ipsilateral.Pada kebanyakan kasus, tampaknya yang menjadi etiologi adalah adanya kompresi oleh salah satu arteri di dekatnyayang 35. mengalami pemanjangan seiring dengan perjalanan usia, tepat pada pangkal tempat keluarnya saraf ini daribatang otak. Lima sampai delapan persen kasus disebabkan oleh adanya tumor benigna pada sudut serebelo- pontinseperti meningioma, tumor epidermoid, atau neurinoma akustik. Kira- kira 2-3% kasus karena 36. sklerosis multipel. Adasebagian kasus yang tidak diketahui sebabnya. Menurut Fromm, neuralgia Trigeminal bisa mempunyai penyebabperifer maupun sentral.Sebagai contoh dikemukakan bahwa adanya iritasi kronis pada saraf ini, apapun penyebabnya, bisa menimbulkankegagalan 37. pada inhibisi segmental pada nukleus/ inti saraf ini yang menimbulkan produksi ectopic action potentialpada saraf Trigeminal. Keadaan ini, yaitu discharge neuronal yang berlebihan dan pengurangan inhibisi,mengakibatkan jalur sensorik yang hiperaktif. Bila tidak terbendung akhirnya akan 38. menimbulkan serangan nyeri.Aksi potensial antidromik ini dirasakan oleh pasien sebagai serangan nyeri trigerminal yang paroksismal. Stimulusyang sederhana pada daerah pencetus mengakibatkan terjadinya serangan nyeri.Efek terapeutik yang efektif dari obat yang diketahui bekerja secara sentral 39. membuktikan adanya mekanisme sentraldari neuralgi. Tentang bagaimana multipel sklerosis bisa disertai nyeri Trigeminal diingatkan akan adanyademyelinating plaques pada tempat masuknya saraf, atau pada nukleus sensorik utama nervus trigeminus.Pada nyeri Trigeminal pasca infeksi virus, misalnya 40. pasca herpes, dianggap bahwa lesi pada saraf akan mengaktifkannociceptors yang berakibat terjadinya nyeri. Tentang mengapa nyeri pasca herpes masih bertahan sampai waktucukup lama dikatakan karena setelah sembuh dan selama masa regenerasi masih tetap terbentuk zat pembawa nyerihingga kurun waktu 41. yang berbeda. Pada orang usia muda, waktu ini relatif singkat. Akan tetapi, pada usia lanjutnyeri bisa berlangsung sangat lama. Pemberian antiviral yang cepat dan dalam dosis yang adekuat akan sangatmempersingkat lamanya nyeri ini.Peter Janetta menggolongkan neuralgia glossopharyngeal 42. dan hemifacial spasm dalam kelompok " Syndromes of Cranial Nerve Hyperactivity ". Menurut dia, semua saraf yang digolongkan pada sindroma ini mempunyai satukesamaan: mereka semuanya terletak pada pons atau medulla oblongata serta dikelilingi oleh banyak arteri dan vena.Pada genesis dari 43. sindroma hiperaktif ini, terdapat dua proses yang sebenarnya merupakan proses penuaan yangwajar:1. Memanjang serta melingkarnya arteri pada dasar otak.2. Dengan peningkatan usia, karena terjadinya atrofi, maka otak akan bergeser atau jatuh ke arah caudal di dalamfossa posterior dengan akibat makin besarnya kontak 44. neurovaskuler yang tentunya akan memperbesar kemungkinanterjadinya penekanan pada saraf yang terkait.Ada kemungkinan terjadi kompresi vaskuler sebagai dasar penyebab umum dari sindroma saraf kranial ini. Kompresipembuluh darah yang berdenyut, baik dari arteri maupun vena, adalah 45. penyebab utamanya. Letak kompresiberhubungan dengan gejala klinis yang timbul. Misalnya, kompresi pada bagian rostral dari nervus trigeminus akanmengakibatkan neuralgia pada cabang oftalmicus dari nervus trigeminus, dan seterusnya. Menurut Calvin, sekitar90% dari neuralgia Trigeminal penyebabnya 46. adalah adanya arteri "salah tempat" yang melingkari serabut saraf inipada usia lanjut. Mengapa terjadi perpanjangan dan pembelokan pembuluh darah, dikatakan bahwa mungkinsebabnya terletak pada predisposisi genetik yang ditambah dengan beberapa faktor pola hidup, yaitu merokok, poladiet, dan sebagainya. Pembuluh 47. darah yang menekan tidak harus berdiameter besar. Walaupun hanya kecil, misalnyadengan diameter 50-100 um saja, sudah bisa menimbulkan neuralgia, hemifacial spasm, tinnitus, ataupun vertigo.Bila dilakukan microvascular decompression secara benar, keluhan akan hilang.G. DIAGNOSISKunci 48. diagnosis adalah riwayat. Umumnya, pemeriksaan dan test neurologis (misalnya CT scan) tak begitu jelas.Faktor riwayat paling penting adalah distribusi nyeri dan terjadinya 'serangan' nyeri dengan interval bebas nyeri relatif lama. Nyeri mulai pada distribusi divisi 2 atau 3 saraf kelima, akhirnya sering menyerang 49. keduanya. Beberapa kasusmulai pada divisi 1.Biasanya, serangan nyeri timbul mendadak, sangat hebat, durasinya pendek (kurang dari satu menit), dan dirasakan pada satu bagian dari saraf Trigeminal, misalnya bagian rahang atau sekitar pipi. Nyeri seringkali terpancing bilasuatu daerah tertentu dirangsang ( 50. trigger area atau trigger zone ). Trigger zones sering dijumpai di sekitar cuping hidung atau sudut mulut. Yang unik dari trigger zone ini adalahrangsangannya harus berupa sentuhan atau tekanan pada kulit atau rambut di daerah tersebut. 51. Rangsang dengancara lain, misalnya dengan menggunakan panas, walaupun menyebabkan nyeri pada tempat itu, tidak dapatmemancing terjadinya serangan neuralgi. Pemeriksaan neurologik pada neuralgi Trigeminal hampir selalu normal.Tidak terdapat gangguan sensorik pada neuralgi Trigeminal murni.Dilaporkan adanya 52. gangguan sensorik pada neuralgia Trigeminal yang menyertai multiple sclerosis. Sebaliknya,sekitar 1-2% pasien dengan MS juga menderita neuralgia Trigeminal yang dalam hal ini bisa bilateral.Suatu varian neuralgia Trigeminal yang dinamakan tic convulsive 53. ditandai dengan kontraksi sesisih dari otot mukayang disertai nyeri yang hebat. Keadaan ini perlu dibedakan dengan gerak otot muka yang bisa menyertai neuralgibiasa, yang dinamakan tic douloureux . Tic convulsive yang disertai nyeri hebat lebih sering dijumpai di 54. daerah sekitarmata dan lebih sering dijumpai pada wanita.Secara sistematis, anamnesis dan pemeriksaan fisik dilakukan sebagai berikut:Anamnesis Lokalisasi nyeri, untuk menentukan cabang nervus trigeminusyang terkena. Menentukan waktu dimulainya neuralgia Trigeminal danmekanisme 55. pemicunya. Menentukan interval bebas nyeri. Menentukan lama, efek samping, dosis, dan respons terhadappengobatan. Menanyakan riwayat penyakit herpes.Pemeriksaan Fisik Menilai sensasi pada ketiga cabang nervus trigeminus bilateral(termasuk refleks kornea). Menilai fungsi 56. mengunyah (masseter) dan fungsi pterygoideus(membuka mulut, deviasi dagu). Menilai EOM.Pemeriksaan penunjang diagnostik seperti CT-scan kepala atau MRI dilakukan untuk mencari etiologi primer di daerah posterior atau sudut serebelo-pontin. 57. of 10 Leave a Comment Klasifikasi nyeri kepala Klasifikasi nyeri kepala telah diterbitkan oleh International Headache Society dengan revisi pada tahun 2005.9 Dalam klasifikasi tersebut, jumlah diagnosis nyeri kepala mencapai puluhan macam. Klasifikasi rinci dapat dilihat pada http://216.25.88.43/upload/CT_Clas/ICHD-IIR1final.pdf Nyeri kepala dibedakan menjadi nyeri kepala primer yang terdiri dari migren, tension-type headache (TTH), cluster headache dan nyeri kepala sekunder yang disebabkan penyakit lain. Di antara sekian banyak jenis nyeri kepala, yang terpenting bagi dokter anak adalah migren, tension-type headache, dan nyeri kepala sekunder disebabkan infeksi intrakranial, massa intrakranial dan trauma kepala. Beberapa jenis nyeri kepala yang penting Migren 58. Pada anak, migren dapat menujukkan manifestasinya dalam beberapa bentuk, yaitu migren tanpa aura (common migraine), migren dengan aura (classic migraine), dan sindrom periodik yang merupakan prekursor migren.8 Migren pada remaja akan menetap pada 41,8% kasus, mengalami remisi pada 38,2% kasus dan berubah menjadi TTH pada 20% kasus.10 Migren tanpa aura Merupakan jenis migren yang paling sering ditemukan. Ciri khasnya adalah nyeri kepala dengan adanya interval bebas gejala. Nyeri kepala terasa berdenyut, yang kadang sulit dijelaskan oleh anak. Migren disertai gejala otonom berupa mual dan muntah, dan diperberat oleh aktivitas fisik. Gejala mual dan muntah tersebut juga menyebabkan gangguan aktivitas yang bermakna. Untuk anak telah dibuat modifikasi kriteria diagnosis yaitu: lama serangan antara 1-72 jam, lokasi bilateral atau bifrontal pada umur kurang dari 15 tahun dengan catatan apabila lokasi oksipital harus dicari kemungkinan penyebab lain, dan adanya fotofobia serta fonofobia yang terlihat dengan perubahan perilaku, misalnya masuk ke dalam kamar yang gelap dan sepi.9 Adanya ketentuan tidak disebabkan hal lain menunjukkan bahwa diagnosis banding lain harus disingkirkan. Migren dengan aura Gejala aura disebabkan depolarisasi neuron di satu tempat dan oligemia sesuai dengan teori cortical spreading depression. 6,8,11,12 Aura visual yang sering ditemukan adalah gangguan visus bilateral dengan skotoma (77%), distorsi atau halusinasi (16%) dan gangguan visus monokuler atau skotoma (7%). Sindrom periodik Benign paroxysmal vertigo Benign paroxysmal vertigo muncul berupa ataksia dan gangguan keseimbangan. Anak takut bergerak karena kehilangan keseimbangan. Dapat disertai nistagmus atau anak menjadi pucat. Gejala membaik dengan tidur. Beberapa diagnosis banding yang harus difikirkan misalnya gangguan telinga,13 tumor fosa posterior.8,14 atau sindrom Panayitopoulos.15 Cyclic vomiting Cyclic vomiting dapat menyerupai penyakit gastrointestinal, neurologis atau metabolik. Ciri khas dari cyclic vomiting adalah keadaan anak yang normal pada periode bebas serangan. Muntah terjadi setiap 2-4 minggu, biasanya saat bangun tidur pagi dan berlangsung selama 1-2 hari. Umur awitan sekitar 5 tahun. Sebagian anak sembuh sendiri pada umur 10 tahun.8 Keadaan ini sering ditafsirkan sebagai penolakan untuk masuk sekolah. Migren abdominal Keadaan ini mungkin sering ditemukan, namun jarang didiagnosis. Dapat dianggap sebagai penolakan untuk masuk sekolah. Kunci untuk mengenalnya adalah adanya pola berulang, dan menyingkirkan penyakit gastrointestinal dan ginjal. Nyeri Kepala pada Anak dan Remaja Tension-type headache (TTH) Dahulu diduga bahwa TTH disebabkan faktor psikologis, namun ternyata dasarnya adalah neurobiologis. TTH dibagi dalam TTH episodik jarang, TTH episodik sering dan TTH kronik. Masing2 keadaan tersebut dapat disertai atau tanpa disertai nyeri perikranial.9,16-18 Pada anak seringkali sulit membedakan TTH dengan migren. Dalam menegakkan diagnosis TTH, beberapa kriteria migren merupakan faktor eksklusi. TTH tidak menunjukkan nyeri yang berdenyut, tidak unilateral, tidak menjadi makin berat bila beraktivitas, dan tidak menunjukkan gejala otonom berupa mual dan muntah.17,18 Patofisiologi TTH belum diketahui. Tipe kronik mungkin merupakan akibat mekanisme sentral sedangkan tipe episodik merupakan akibat mekanisme perifer. Tipe episodik jarang biasanya tidak menimbulkan masalah serius, namun tipe episodik sering dan kronik sering menyebabkan gangguan bermakna bagi anak.16 Adanya nyeri pada penekanan otot perikranial sangat membantu diagnosis. Nyeri meningkat dengan intensitas dan frekuensi nyeri kepala. Penekanan dilakukan dengan jari telunjuk dan jari tengah, dengan gerakan memutar pada otot frontal, temporal, masetter, pterygoideus, splenius dan trapezius.9 59. TTH episodik sering dan TTH kronik dapat terjadi bersamaan dengan migren tanpa aura. Kedua keadaan ini harus dibedakan karena pengobatannya berbeda.9 Dalam perjalanan penyakit alamiah, migren dapat berubah menjadi TTH.10 Cluster headache Muncul sebagai nyeri unilateral di daerah orbita, supraorbita, temporal atau kombinasi. Serangan berlangsung 15-180 menit dan muncul sekali dua hari sampai 8 kali per hari. Serangan disertai gejala unilateral berupa injeksi konjungtiva, lakrimasi, kongesti hidung, rinorea, berkeringat pada dahi dan wajah, miosis, ptosis, dan edema kelopak mata.9,19 Sebagian besar penderita menunjukkan agitasi selama serangan. Cluster headache jarang ditemukan pada anak, awitan paling sering adalah pada umur lebih dari 20 tahun.19 Nyeri kepala sekunder Di antara berbagai penyebab nyeri kepala sekunder, yang paling penting adalah nyeri kepala disebabkan tumor otak dan nyeri kepala disebabkan meningitis. Nyeri kepala karena peninggian tekanan intrakranial dan/ atau hidrosefalus yang disebabkan oleh tumor otak Berdasarkan lokasinya, tumor otak dapat terjadi supratentorial atau infratentorial. Tumor supratentorial menunjukkan gejala nyeri kepala, kelumpuhan dan kejang, sedangkan tumor infratentorial sering disertai gejala saraf otak dan gejala serebelum. Analisis terhadap 200 anak dengan tumor otak menunjukkan gejala sakit kepala (41%), muntah (12%), ketidak-seimbangan (11%), gangguan visual (10%), gangguan perilaku (10%) dan kejang (9%). Pada pemeriksaan fisis ditemukan edema papil (38%), gangguan saraf kranial (49%), gangguan serebelum (48%), kelumpuhan (27%) dan penurunan kesadaran (12%).20 Nyeri kepala karena tumor otak biasanya tidak berdenyut, bersifat progresif yaitu makin lama makin sering dan makin berat. Seringkali disertai muntah. Lokasinya sering menetap di satu daerah. Nyeri sering terjadi pada saat bangun tidur pagi hari, dan diperburuk oleh manuver Valsava berupa batuk, bersin, atau mengejan. Nyeri juga diperburuk dengan aktivitas fisik.21 Nyeri kepala karena infeksi susunan saraf pusat terutama meningitis Pada meningitis bakterialis, nyeri kepala ditandai gejala infeksi, gejala rangsang meningeal dan gejala serebral berupa kejang atau kelumpuhan.22 Nyeri Kepala pada Anak dan Remaja Anak besar dengan meningitis tuberkulosa dapat menunjukkan gejala nyeri kepala berat sebelum munculnya gejala serebral lain dan gejala rangsang meningeal.23 Berbeda dengan peninggian tekanan intrakranial lain, pada meningitis tuberkulosa sering ditemukan atrofi papil N. II karena saraf otak ke II terkena langsung.24 Gejala abses otak mirip dengan tumor otak ditambah gejala infeksi. Nyeri kepala pasca trauma Nyeri kepala pasca trauma dapat merupakan nyeri akut atau nyeri kronik. Nyeri akut dapat terjadi setelah trauma yang menyebabkan ringan atau trauma berat.25 Trauma berat dapat menyebabkan perdarahan otak, perdarahan subdural atau epidural. Nyeri kepala setelah trauma bisanya merupakan bagian dari sindrom pasca trauma yang meliputi dizziness, kesulitan konsentrasi, gelisah, perubahan kepribadian dan insomnia.26 Pemeriksaan pada nyeri kepala Anamnesis dan pemeriksaan fisis Anamnesis merupakan hal mutlak dan paling penting dalam menegakkan diagnosis, karena sebagian besar nyeri kepala tidak menunjukkan kelainan dalam pemeriksaan fisis dan pencitraan.27 Semua hal yang tercantum dalam kriteria diagnosis harus ditanyakan. Anak-anak seringkali belum dapat mendeskripsikan rasa nyeri dengan baik, sehingga harus ditanyakan kepada orang tua mengenai perubahan perilaku yang terlihat saat serangan nyeri kepala. ID-migraine merupakan instrumen skrining migren pada orang dewasa yang mudah diaplikasi pada anak. Validitas id- migraine telah dilakukan pada orang dewasa dengan sensitivitas sebesar 70,9% dan spesifisitas sebesar 79,1%.28 Pemeriksaan fisis khusus untuk nyeri kepala misalnya penekanan pada otot-otot perikranium untuk mendeteksi TTH.16,18,29 Selain itu, pemeriksaan fisis ditujukan untuk menyingkirkan penyebab nyeri kepala sekunder, misalnya tekanan darah, pemeriksaan gerak bola mata dan saraf kranialis, funduskopi, fungsi serebelum berupa keseimbangan dan lainnya, serta kelumpuhan, refleks fisiologis dan refleks patologis. Pencitraan Kemungkinan ditemukannya kelainan susunan saraf pusat pada nyeri kepala kronk dengan pemeriksaan neurologis normal hanya 1 di antara 815 anak (0,37%)30 Pencitraan tidak perlu dilakukan pada anak dengan nyeri kepala berulang tanpa kelainan neurologis.7,30,31 Kemungkinan SOL harus dicurigai pada sakit kepala yang baru berlangsung kurang dari 1 bulan, tidak adanya riwayat keluarga migren, pemeriksaan neurologis abnormal, gangguan gait, dan adanya kejang.7 60. Pencitraan dilakukan pada keadaan berikut:31 Nyeri kepala akut: Nyeri kepala sangat berat yang belum pernah dialami sebelumnya Demam dan gejala rangsang meningeal Riwayat trauma kepala Nyeri kepala kronik Nyeri kepala menetap selama kurang dari 6 bulan yang tidak memberi respons terhadap pengobatan Nyeri kepala kronis progresif, makin sering dan makin berat Nyeri kepala disertai gejala neurologis abnormal, terutama bila disertai edema papil, nistagmus, gangguan gerak bola mata, gangguan gait, dan gangguan motorik berupa kelumpuhan atau adanya refleks patologis Nyeri kepala menetap tanpa adanya riwayat keluarga migren Nyeri kepala menetap disertai episode bingung, disorientasi, atau muntah Nyeri kepala menyebabkan anak terbangun dari tidur atau terjadi pada saat bangun tidur (dapat juga terjadi pada migren) Riwayat keluarga atau riwayat medis, pemeriksaan klinis atau laboratorium yang merupakan predisposisi lesi susunan saraf pusat Elektroensefalografi EEG tidak direkomendasikan pada anak dengan nyeri kepala berulang, karena hasilnya tidak dapat digunakan untuk menentukan etiologi, membantu diagnosis, atau membedakan migren dengan nyeri kepala lain. 5,31 Terapi pada nyeri kepala Migren Tujuan penatalaksanaan adalah penatalaksanaan menyeluruh jangka panjang untuk mengurangi frekuensi, berat dan lama serangan; memberi terapi yang terbaik; mencegah pengobatan berlebihan; dan memperbaiki kualitas hidup dari pasien.8,32 Untuk menilai beratnya migren dapat digunakan PedMIDAS yang dapat diunduh dari http://www.cincinnatichildrens.org/svc/alpha/h/headache/pedmidas.htm33 dan untuk menilai dampak migren terhadap kualitas hidup dapat digunakan Pediatric Quality of Life Inventory, yang dapat diunduh dari http://www.pedsql.org/ 32 Terapi obat pada migren dapat dibagi menjadi terapi untuk mengatasi serangan akut dan terapi profilaksis untuk mencegah munculnya serangan. Banyak obat yang dapat digunakan pada orang dewasa belum mendapat ijin untuk digunakan pada anak sehingga penggunaannya masih bersifat off-label. Selain itu, pada migren banyak dikenal terapi komplementer dan alternatif, misalnya intervensi psikologis, perubahan gaya hidup, relaksasi, bio-feedback, diet dan lain- lain.32 Terapi serangan migren akut Tujuan terapi akut adalah menghilangkan nyeri dan gejala lain dengan cepat dan efektif sehingga pasien dapat beraktivitas kembali. Obat harus diberikan pada saat pasien mulai merasa ada gejala. Bila gejala migren sudah mencapai puncaknya, pengobatan menjadi sangat sulit. Serangan ringan hanya memerlukan satu macam analgetik sedangkan serangan berat memerlukan terapi kombinasi.34,35 Obat yang sering digunakan bagi pengobatan migren pada remaja adalah NSAID terutama ibuprofen, asetaminofen, triptan dan dihydroergotamine. Beberapa obat lain misalnya Ca-channel blocker, isometheprene, metoclopramide dan prochlorphenazine.32 American Academy of Neurology 36 telah mengeluarkan rekomendasi untuk pengobatan serangan akut migren pada anak sebagai berikut : Ibuprofen efektif untuk mengatasi migren. Parasetamol mungkin efektif. Sumatriptan spray nasal efektif bagi remaja. Triptan oral dan triptan subkutan: tidak ada data untuk menerima atau menolak penggunaannya pada anak atau remaja. 61. Banyak peneliti menggunakan terapi kombinasi sejak awal. Obat yang bermanfaat bagi terapi kombinasi adalah gabungan NSAID dan triptan.34 Suatu hal yang dikuatirkan pada terapi migren adalah penggunaan obat terapi serangan akut yang berlebihan. Terapi profilaksis migren In