BAB I Emerging and Re- Emerging Disease

download BAB I Emerging and Re- Emerging Disease

of 30

  • date post

    02-Jun-2018
  • Category

    Documents

  • view

    216
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of BAB I Emerging and Re- Emerging Disease

  • 8/10/2019 BAB I Emerging and Re- Emerging Disease

    1/30

  • 8/10/2019 BAB I Emerging and Re- Emerging Disease

    2/30

    2

    1. 2 TUJUAN PEMBAHASAN

    Dalam penyusunan makalah ini tentunya memiliki tujuan yang diharapkan berguna

    bagi para pembaca dan khususnya kepada penyusun sendiri. Dimana tujuannya dibagi

    menjadi dua macam yang pertama secara umum makalah ini bertujuan menambah wawasan

    mahasiswa/i Fakultas Kedokteran, dimana pemikiran ilmiah sangat dibutuhkan bagi seorang

    dokter agar mampu menganalisis suatu masalah secara tepat dan cepat. Sedangkan secara

    khusus tujuan penyusunan makalah ini ialah sebagai berikut :

    1.

    Mampu mengetahui dan memahami definisi Emerging dan Re- Emerging Disease.

    2. Mampu mengetahui dan memahami jenis- jenis penyakit Emerging dan Re-

    Emerging.

    3. Mampu mengetahui dan memahami

    4. Mampu mengetahui dan memahami

    5. Mampu mengetahui dan memahami

    6. Mampu mengetahui dan memahami

  • 8/10/2019 BAB I Emerging and Re- Emerging Disease

    3/30

    3

    BAB II

    PEMBAHASAN

    2. 1 SKENARIO

    SKENARIO- 2

    EMERGING DISEASE

    Tim Universitas Negeri Manado (UNIMA) Choir akhirnya kembali ke Indonesia, setelah

    seluruh anggota tim dinyatakan bebas dari penyebaran virus H1N1 atau flu dikenal dengan

    flu babi, saat berlaga pada 2nd Asian Choir Games, Gyeongnam, Korea Selatan, 7-17 Juli

    2009.

    UNIMA Choir sendiri selama mengikuti lomba itu berada di INJE University Dormitory,

    Gimhae. Tak hanya UNIMA, beberapa tim lainnya, seperti tim Elfas Music School,

    Gorontalo Choir dan Riau Choir, sempat masuk karantina.

    2. 1. 1 KEYWORD

    1. Emerging disease : dari kata ini tim penyusun akan membahas permasalahan

    untuk menjadi suatu makalah.

  • 8/10/2019 BAB I Emerging and Re- Emerging Disease

    4/30

    4

    2. 2 LEARNING OBJECTIVE

    2. 2. 1 EMERGING & RE-EMERGING DISEASE

    A. Definisi

    Meskipun kemajuan luar biasa dalam penelitian medis dan perawatan selama abad 20,

    penyakit menular tetap menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia karena tiga alasan

    : (1) munculnya penyakit infeksi baru (emerging disease); (2) munculnya kembali penyakit

    menular lama (re-emerging disease), dan (3)intractable infectious disease.

    Emerging diseasetermasuk wabah penyakit menular yang tidak diketahui sebelumnya

    atau penyakit menular baru yang insidennya meningkat signifikan dalam dua dekade

    terakhir.

    Re-emerging diseaseatau yang biasa disebutresurging diseaseadalah wabah penyakit

    menular yang muncul kembali setelah penurunan yang signifikan dalam insiden dimasa

    lampau. Ada beberapa faktor yang menyebabkan dua permasalahan ini selalu muncul hampir

    disetiap tahunnya,yaitu :

    Evolusi dari microbial agent seperti variasi genetik, rekombinasi, mutasi dan adaptasi.

    Hubungan microbial agentdengan hewan perantara (zoonotic encounter).

    Perubahan iklim dan lingkungan.

    Perubahan prilaku manusia seperti penggunaan pestisida, penggunaan obat

    antimikrobial yang bisa menyebabkan resistensi dan penurunan penggunaan vaksin.

    Pekembangan industri dan ekonomi.

    Perpindahan secara massal yang membawa serta wabah penyakit tertentu (travel

    diseases).

    Perang seperti ancaman penggunaan bioterorisme atau senjata biologis.

  • 8/10/2019 BAB I Emerging and Re- Emerging Disease

    5/30

    5

    Emerging viruses merupakan virus yang dalam prosesnya beradaptasi untuk

    membentuk host baru dan vice versa. Contoh dari emerging virus adalah : Myxoma virus

    (Rabbitpox), virus influenza dan virus corona. Dapat dikatakan emerging virus karena :

    Merupakan penampakan virus baru dalam sebuah populasi.

    Berkembang secara cepat dalam membentuk host baru dengan meningkatkan

    korespondensi dalam deteksi penyakit.

    Evolusi Virus.

    Mutasi

    Rekombinasi

    Seleksi

    B. Etiologi

    Sudah banyak microbial agent (virus, bakteri, jamur) yang telah terindikasi

    menyebabkan wabah penyakit bagi manunsia dan juga memiliki karakteristik untuk

    mengubah pola penyakit tersebut sehingga menyebabkan wabah penyakit yang baru. Seperti

    yang dirilis dalamNational Institute of Allergy and Infectious Disease (NIAID)yang

    membagi menjadi 3 kelompok besar, yaitu :

    1. Grup I : Pathogen baru yang diakui dalam 2 dekade terakhir.

    2. Grup II :Re-emergingpathogen.

    3. Grup III : Pathogen yang berpontesial sebagai bioterorisme.

    Peningkatan dan penguatan di bidang pemantauan kesehatan masyarakat (public

    health surveillance) sangat penting dalam deteksi dini dan penatalaksaanemergingdan re-

    emergingdiseaseini. Pemantauan secara berkelanjutan dengan memanfaatkan fungsi

    laboratorium klinis dan pathologis, pendekatan secara epidemiologi dan kesehatan

    masyarakat juga diperlukan dalam deteksi cepat terhadapat emergingdan re-emerging

    disease.

    http://www.niaid.nih.gov/topics/emerging/Pages/list.aspxhttp://www.niaid.nih.gov/topics/emerging/Pages/list.aspx
  • 8/10/2019 BAB I Emerging and Re- Emerging Disease

    6/30

    6

    C. Surveilance

    WHO telah merekomendasikan kepada setiap negara dengan sebuah sistem

    peringatan dini (early warning system) untuk wabah penyakit menular dan

    sistemsurveillance untuk emergingdan re-emerging disease khususnya untuk wabah

    penyakitpandemik. Sistem surveillance merujuk kepada pengumpulan, analisis dan

    intrepretasi dari hasil data secara sistemik yang akan digunakan sebagai rencana

    penatalaksaan (pandemic preparedness) dan evaluasi dalam praktek kesehatan masyakarat

    dalam rangka menurunkan angka morbiditas dan meningkatkan kualitas kesehatan(Center for

    Disease Control and Prevention/CDC).

    Contoh sistem surveillance ini seperti dalam kasus severe acute respiratory

    syndrome (SARS), dimana salah satu aktivitas di bawah ini direkomendasikan untuk harus

    dilaksanakan yaitu :

    1. Komprehensif atausurveillanceberbasis hospital (sentinel) untuk setiap individual

    dengan gejala acute respiratory ilnessketika masuk dalam rumah sakit.

    2.

    Surveillance terhadap kematian yang tidak dapat dijelaskan karena acute respiratory

    ilness di dalam komunitas.

    3. Surveillance terhadap kematian yang tidak dapat dijelaskan karena acute respiratory

    ilness di lingkup rumah sakit.

    4. Memonitor distribusi penggunaan obat antiviral untuk influenza A, obat

    antrimicrobial dan obat lain yang biasa digunakan untuk menangani kasus acute

    respiratory ilness.

    Fungsi utama dari sistem surveillance ini adalah : (1)Menyediakan informasi seperti

    pemantauan secara efektif terhadap distribusi dan angka prevalensi, deteksi kejadian luar

    biasa, pemantauan terhadap intervensi, dan memprediksi bahaya baru; (2)Melakukan

    tindakan dan intervensi. Sehingga diharapkan munculnya kejadian luar biasa yang bersifat

    http://en.wikipedia.org/wiki/Endemic_(epidemiology)http://en.wikipedia.org/wiki/Endemic_(epidemiology)
  • 8/10/2019 BAB I Emerging and Re- Emerging Disease

    7/30

    7

    endemik,epidemik danpandemik dapat dihindari dan mengurangi dampak merugikan akibat

    wabah penyakit tersebut. Tindak lanjut dari hasil surveillance ini adalah pembuatan

    perencanaan atau yang lebih dikenal dengan pandemic preparedness. WHO

    merekomendasikan prinsip-prinsip penatalaksaanpandemic preparednessseperti yang tertera

    di bawah ini :

    1. Perencanaan dan koordinasi antara sektor kesehatan, sektor nonkesehatan, dan

    komunitas.

    2.

    Pemantauan dan penilaian terhadap situasi dan kondisi secara berkelanjutan.

    3.

    Mengurangi penyebaran wabah penyakit baik dalam lingkup individu, komunitas dan

    internasional.

    4. Kesinambungan penyediaan upaya kesehatan melalui sistem kesehatan yang

    dirancang khusus untuk kejadianpandemik.

    5. Komunikasi dengan adanya pertukaran informasi-informasi yang dinilai relevan.

    Tindak lanjut dari hasilsurveillanceini adalah pembuatan perencanaan atau yang

    lebih dikenal denganpandemic preparedness. WHO merekomendasikan prinsip-prinsip

    penatalaksaanpandemic preparednessseperti yang tertera di bawah ini :

    1. Perencanaan dan koordinasi antara sektor kesehatan, sektor nonkesehatan, dan

    komunitas.

    2. Pemantauan dan penilaian terhadap situasi dan kondisi secara berkelanjutan.

    3. Mengurangi penyebaran wabah penyakit baik dalam lingkup individu, komunitas dan

    internasional.

    4.

    Kesinambungan penyediaan upaya kesehatan melalui sistem kesehatan yang

    dirancang khusus untuk kejadianpandemik.

    5.

    Komunikasi dengan adanya pertukaran informasi-informasi yang dinilai relevan.

    http://en.wikipedia.org/wiki/Endemic_(epidemiology)http://en.wikipedia.org/wiki/Epidemichttp://en.wikipedia.org/wiki/Pandemichttp://en.wikipedia.org/wiki/Pandemichttp://en.wikipedia.org/wiki/Epidemichttp://en.wikipedia.org/wiki/Endemic_(epidemiology)
  • 8/10/2019 BAB I Emerging and Re- Emerging Disease

    8/30

    8

    D. Jenis- Jenis Penyakit

    Virus RNA

    1) Avian Influenza in Humans (Flu Burung)

    Virus influenza merupakan virus RNA yang termasuk dalam family

    Orthomyxoviridae. Asam nukleat virus ini beruntai tunggal, terdiri dari 8 segmen gen

    yang mengkode sekitar 11 jenis protein. Virus influenza mempunyai selubung yang

    terdiri dari kompleks protein dan karbohidrat. Viru ini mempunyai spikes (tonjolan) yang

    digunakan untuk menempel pada reseptor yang spesifik pada sel-sel hospesnya pada saat

    menginfeksi sel. Terdapat dua jenis spikes yaitu yang mengandung hemaglutinin dan