BAB I b.indonesia

download BAB I b.indonesia

of 28

  • date post

    06-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    213
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of BAB I b.indonesia

Resume Bahasa Indonesia Komposisi Oleh :Prof. Gorys Keraf Disusun oleh : Nama : Marcella Rumfabe Nim: 2009715001 BAB I. PUNGTUASI......................... 1. Pengtingnya Pungtuasi...................................................... 2. Dasar Pungtuasi....................... 3. Macam-Macam Pungtuasi.................... BAB II. KALIMAT YANG EFEKTIF................. 1. Pendahuluan.......................... 2. Kesatuan Gagasan........................ 3. Koherensi yang Baik dan Kompak.................................................. 4. Penekanan.......................... 5. Variasi........................... 6. Paralelisme.......................... 7. Penalaran atau Logika...................... BAB III. ALINEA : KESATUAN DAN KEPADUAN............ 1. Pengertian Alinea....................... 2. Macam-Macam Alinea..................... 3. Syarat-Syarat Pembentukan Alinea................. 4. Kesatuan Alinea......................... 5. Koherensi............................ 6. Masalah Kebahasan...................... 7. Perincian dan Urutan Pikiran.................... BAB IV. PERKEMBANGAN ALINEA................. 1. Klimaks dan Antiklimas...................... 2. Sudut Pandangan......................... 3. Perbandingan dan Pertentangan.................. 4. Analogi............................. 5. Contoh........................... 6. Proses............................ 7. Sebab - Akibat........................ 8. Umum - Khusus........................ 9. KlasiIikasi............................ 10.DeIinisi luas......................... 11.Perkembangan dan Kepaduan antaralinea................ BAB V. TEMA KARANGAN...................... 1. Pengertian Tema......................... 2. Pemilihan Topic.......................... 3. Pembatasan Topic......................... 4. Menentukan Maksud....................... 5. Tesis dan Pengungkapan Maksud.................. 6. Tema yang Baik........................ BAB VI. KERANGKA KARANGAN.................. 1. Pengertian Kerangka Karangan.................. 2. ManIaat Kerangka Karangan................... 3. Penyusunan Kerangka Karangan.................. 4. Pola Susunan Kerangka Karangan................. 4.1 Pola Alamiah.......................... 4.2Pola Logis........................... 5. MacamMacam Kerangka Karangan................ 6. Berdasarkan Perincian....................... 7. Berdasarkan Perumusan Teksnya.................. 8. Penerapan Penyusunan...................... 9. SyaratSyarat Kerangka yang Baik................... BAB VII. PENGUMPULAN DATA DAN KUTIPAN............. A. PENGUMPULAN DATA...................... 1. Teknik Pengumpulan Data.................... 2. Wawancara dan Angket..................... 3. Observasi dan Penelitian Lapangan............... 4. Penelitian Pendapat..................... 5. Penelitian Kepustakaan..................... 6. Mekanisme Perpustakaan.................... 7. Pencatatan Data........................ B. KUTIPAN.......................... 1. Tuiuan Pembuat Kutipan.................... 2. Jenis Kutipan........................ 3. PrinsipPrinsip Mengutip.................... 4. CaraCara Mengutip...................... 5. Tanggung Jawab Penulis..................... BAB VIII. CATATAN KAKI DAN BIBLIOGRAFI.............. A. CATATAN KAKI........................ 1. Pengertian.......................... 2. Tuiuan............................. 3. Perinsip Membuat Cacatan Kaki.................. 4. Jenis Cacatan Kaki........................ 5. UnsusrUnsur ReIerensi................... 6. Cara Membuat Catatan Kaki.................... 7. Sungkatan Singkatan....................... 8. Penerapan Catatan Kaki dan Singkatan............... B. BIBLIOGRAFI......................... 1. Pengertian BibliograIi..................... 2. Fungsi BibliograIi...................... 3. UnsurUnsur BibliograIi................... 4. Bentuk BibliograIi........................ 5. MacamMacam BibliograIi................... 6. Penyusunan BibliograIi.................... BAB IX. KONVENSI NASKAH.................... 1. Pendahuluan........................... 2. Bagian Pelengkap Pendahuluan.................. 3. Bagian Isi Karangan........................ 4. Bagian Pelengkap Penutup...................... 5. Konvensi Naskah Lainnya.................... 6. TandaTanda Konvensi...................... BAB X. REPRODUKSI......................... A. RINGKASAN DAN IKHTISAR................. 1. Pengertian Ringkasan dan Ikhtisar................. 2. Tuiuan Membuat Ringkasan.................... 3. Cara Membuat Ringkasan.................... 4. Penerapan Ringkasan...................... B. RESENSI........................... 1. Pengertian Resensi....................... 2. Dasar Resensi......................... 3. SasaranSasaran Resensi.................... 4. Nilai Buku.......................... 5. Penerapan........................... BAB XI. LAPORAN DAN USUL................... A. LAPORAN.......................... 1. Pengertian Laporan....................... 2. DasarDasar Laporan..................... 3. SiIat Laporan.......................... 4. MacamMacam Laporan..................... 5. Struktur Laporan Formal.................... 6. Bahasa Sebuah Laporan...................... 7. Laporan Buku......................... 8. Penutup ............................ B. USUL............................ 1. Pengertian Usul......................... 2. SiIat dan Jenis Usul...................... 3. Usul NonIormal........................ 4. Usul Formal......................... 5. Bagian Pelengkap Pendahuluan.................. 6. Isi Usul........................... 7. Bagian Pelengkap Penutup.................... BAB XII. PENYAJIAN LISAN....................... 1. Peranan Pidato........................ 2. Metode Penyaiian Oral..................... 3. Menentukan Maksud dan Topik.................. 4. Topic dan Judul.......................... 5. Maksud dan Tuiuan....................... 6. Menganalisa Situasi Dan Pendengar................. 7. Menganalisa Situasi...................... 8. Menganalisa Pendengar..................... 9. Penyesuaian Diri........................ 10.Penyusunan Bahan....................... 11.Teknik Penyusunan Bahan................... 12.Menyiapkan Catatan...................... 13.Penyaiian Lisan........................ 14.Penyaiian Pada Kelompok Kecil................. 15.Penyaiian Pada Kelompok Besar................. 16.Cara Menganalisa....................... BAB I PUNGTUASI 1.PentingnyaPungtuasi. Dalam percakapan-percakapan secara lisan ielas terdengar bahwa kata-kata se-olah dirangkaian satu sama lain.serta di sana-sini terdengar perhentian sebentar atau agak lama suara menaik atau menurun.disamping itu masih terdapat ekspresi-ekspresi air muka, berupa mengerak gerakkan alis mata, menggeleng-gelengkan kepala atau mengangguk-anggukan kepala, mengangkat bahu, mengacungkan tangan dan sebagainya. 2.Dasar Pungtuasi. Pungtuasi atautandabaca sebagai hasil usaha menggambarkan unsure-unsur suprasegmentalitu tidak lain dari gambar-gambar atau tanda-tanda yang secara konvensional disetuiui bersama untuk memberi kunci kepada pembaca terhadap terhadap apa yang ingin disampaikan kepada mereka.pungtuasi berdasarkan dua hal utama yaitu ; 1. Didasarkan pada unsur suprasegmental; 2. Didasarkan pada hubungan sintaksis,yakni ; a. Unsure-unsur sintaksis yang erat hubungannya tidak boleh dipisahkan dengan tanda-tanda baca; b. Unsure-unsur sintaksisyang tidak erat hubungannya harus dipisahkan dengan tanda-tanda. 3.Macam-macam Pungtuasi. 1. Titik. 2. Koma. 3. Titikkoma. 4. Titik dua. 5. Tanda kutip. 6. Tanda Tanya. 7. Tanda seru. 8. Tanda hubung. 9. Tanda pisah.tanda ellipsis ( titik-titik ) 10.Tanda kurung. 11.Tanda kurung siku. 12.Garis miring. 13.HuruI capital. BAB II KALIMAT YANG EFEKTIF 1.pendahuluan. Aspek-aspek penguasaan bahasa meliputi : 1. Penguasaan secara aktiI seiumlah besar perbendaharaan kata ( kosa kata ) bahasa tersebut. 2. Penguasaan kaidah-kaidahnsintaksis bahasa itu secaea aktiI. 3. Kemampuan menemukan gaya yang paling cocok untuk menyampaikan gagasan-gagasan. 4. Tingkat penalaran ( logika ) yang dimiliki seseorang. Kalimat yang eIektiI adalah kalimatyang memenuhi syarat-syarat yaitu : a. Secara tepat dapat mewakili gagasan atau perasaan pembicara atau penilis. b. Sanggup menimbulkan gagasan yang sama tepatnya dalam pikiranpendengar atau pembaca seperti yang dipikirkan oleh pembicara atau penulis. 2.Kesatuan Gagasan. Secara praktis sebuah kesatuan gagasan diwakili oleh subyek, predikat obyek. a. Yang ielas kesatuan gagasannya. b. Yang tidak ielas kesatuan gagasannya. 3.Koherensi yang Baik dan Kompak. Yang dimaksud dengan koherensi atau kepaduan yang baik dan kompak adalah hubungan timbalbalik yang baik danielas antara unsur-unsur( kata atau kelompok kata ) yang membentuk kalimat itu. 4.Penekanan. Inti kalimat yang terkandung dalam tiap kalimat ( gagasan utama ) haruslah dibedakan dari sebuah kata ytang dipentingkan.gagasan utama kalimat tetap didukung oleh subyek, danpredika, sedangkan unsur yang dipentingkan dapat bergeser dari satu kata ke kata yang lain. a. Mengubah-ubah Posisi dalam Kalimat. b. Mempergunakan Repetisi. c. Pertentangan. d. Partikel Penekanan. 5.Variasi. a. Variasi Sinonim Kata. b. Variasi Paniang-pendeknya kalimat. c. Variasi Penggunaan Bentuk Medandi -. d. Variasi dengan Mengubah Posisi dalam kalimat. 6.Paralelisme. Pararelisme ataukeseiaiaran bentuk membantu member keielasan dalm unsure gramatikal dengan mempertahankan bagian-bagian yang sederaiat dalmn konstuksi yang sama. 7.Penalaran atau Logika. a. DeIinisi ( Batasan ). O DeIinisi berupa Sinonim Kata. O Pembatasan pengertian sebuah kata dengan memberikan sinonim atau kata-kata yang bersamaan artinya dengan kata yang akan diielaskan. O DeIinisi Berdasarkan Etimologi. O Suatu variasi lain dari deIinisi di atas yang berusaha membatasi pengertian sebuah kata dengan mengikuti ieiak etimologi dan arti yang asli hingga arti yang sekarang. O DeIinisi Formal atau Rill, atau Disebut iuga DeIinisi Logis. O Suatu cara untuk membatasi pengertian suatu istilah dengan membedakan genusnya dan mengadakan diIerensiasinya. O DeIinisi Luas. Perluasan yang demikian dari suatu deIinisi Iormal sebagai dasar. b.Generalisasi. Suatu pernyataan yang mengatakanbahwa apa yang benar mengenai beberapa hal yang semacam, adalah benar atau berlaku pula untuk kebanyakan dari peristiwa atau hal yang sama. BAB III ALINEA : KESATUAN DAN KEPADUAN 1. Pengertian Alinea. Himpunan dari kalimat-kalimat yang bertalian dalam suatu rangkaian untuk membentuk sebuah gagasan. 2. MacamMacam Alinea. a. Alinea Pembuka. SiIatsiIat dan alinea semacam ini harus menarik minat dan perhatian pembaca, serta sanggup menyiapkan pikiran pembaca kepada apa yang akan segera diuraikan. b. Alinea Penghubung. Semua alinea yang terdapat antara alinea pembuka dan alinea penutup. c. Alinea Penutup. Alinea yang dimaksud untuk mengakhiri karangan atau bagian karangan. 3. Syaratsyarat Pembentukan Alinea. a. Kesatuan : semua kalimat yang membina alinea itu secara bersama-sama menyatakan suatu hal, suatu tema tertentu. b. Koherensi : kekompakan hubungan anatar sebuah kalimat dengan kalimat yang lain yang membentuk alinea itu. c. Perkembangan alinea : penyusunan atau perinci dari pada gagasangagasan yang membina alinea itu. 4. Kesatuan Alinea. Bahwa alinea tersebut harus memperhatikan dengan ielas suatu maksud atau sebuah tema tertentu. a. Pada Awal Alinea. Dengan menempatkan kalimat pokok pada awal alinea, gagasan sentral tadi akan mendapat penekanan yang waiar. b. Pada akhir Alinea. Gagasanutama terdapat kalimat yang terakhir, yang sekaligus meniadi kalimat topiknya. c. Pada Awal dan akhir kalimat. Topic yang terdapat pada awal alinea.mempunyai system makna yang khusus dan system ungkapan yang khusus pada akhir alinea tetapi dengan sedikit perubahan. d. Pada seluruh alinea. Seluruh alinea bersiIat deskriptiI atau nuratiI. 5. Koherensi. Apakah transisi dan sebuah kalimat ke kalimat yang lain itu berialan lancer atau tidak. . Masalah Kebahasan. a. Repetisi. Kata yang dianggap penting dalam sebuah alinea. b. Kata ganti. Suatu gaya universal, bahwa dalamberbahasa, sebuah kata yang mengacu kepada manusia, benda, atau hal tidak akan dipergunakan berulang-kali dalam sebuah konteks yang sama. c. Kata transisi. Yang mengatur hubungan waktu ( pun terbalik ) dan yang lain mengatur hubungan pertentangan. 7. Perincian dan Urutan Pikiran. Bagaimana pengembangan sebuah gagasan utama dan bagaimana gagasan utama tadi. BAB IV. PERKEMBANGAN ALINEA 1. Klimaks dan Anti Klimaks. Suatu gagasan utama mula-mula diperinci dengan sebuah gagasan bawahan yang dianggap paling rendah kedudukannya, berangsur-angsur dengan gagasan-gagasan lain hingga ke gagasan yang paling tinggi kedudukannya atau kepentingannya. 2. Sudut Pandangan. Tempat dari mana seorang pengarang melihat sesuatu. Sudut pandangan tidak diartikan sebagai penglihatan atas sesuatu barang dari atas atau dari bawah , tetapi bagaimana kita melihat barang itu dengan mengambil suatu posisi tertentu. 3. Perbandingan dan Pertentangan. Suatu cara dimana pengarang menuniukan kesamaan atau perbedaan antara dua orang, obyek atau gagasan dengan bertolak dari segi-segi tertentu. 4. Analogi. Perbandingan yang sistematis dari dua hal yang berbeda, tetapi dengan memperlihatkan kesamaan segi atau Iungsi. 5. Contoh. Sebuah contoh sama sekali tidak berIungsi untuk membuktikan pendapat seseorang, tetapi dipakai sekedar untuk menielaskan maksud tersebut. 6. Proses.Merupakan suatu urutan dari tindakan-tindakan atau perbuatan-perbuatan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu atau urutan dari sesuatu keiadian atau peristiwa. 7. SebabAkibat. $ebab bertindak sebagai gagasan utama sedangkan akibat sebagai perincian pengembangannya. 8. Umum dan Khusus. Pada awal alinea terdapat gagasan utamanya ( iadi bersiIat umum-khusus ) tetapi pada akhir alinea gagasan utama tadi diulang sekali lagi ( iadi, bersiIat khusus-umum ). 9. KlasiIikasi. Sebuah proses untuk mengelompokan barang-barang yang dianggap mempunyai kesamaan-kesamaan tertentu. 10.DeIinisi Luas. Usaha pengarang untuk memberikan keterangan atau arti terhadap sebuah istilah atau hal. 11.Perkembangan dan Kepaduan Antaralinea. Merupakan unit yang lebih kecil, maka harus diiaga agar hubungan antara alinea yang satu dengan alinea yang lain, yang bersama-sama membentuk unit yang besar itu terialin dengan baik. BAB V TEMA KARANGAN 1. Pengertian Tema Suatu amanat utama yang disampaikan oleh penulis melaluai karangannya. 2. Pemilihan Topik. Semua pokok persoalan dapat diiadikan topic karangan dengan mempergunakan salah satu bentuk tulisan yaitu narasi, deskripsi, eksposisi, atau argumentasi. 3. Pembatasan Topik. Pembatasan dan penyempitan topic akan memungkinkan penulis untuk mengadakan penelitian yang lebih intensiI mengenai masalahnya. 4. Menentukan Maksud. Perumusan selalu di tulis pada awal kerangka karangan yang merupakan perincian dari perumusan itu. 5. Tesis dan Pengungkapan Maksud. Perumusan singkat yang mengandung tema dsar dari sebuah karangan disebut tesis. Dan perumusan singkat yang tidak menekankan tema dasarnya disebut pengungkapan maksud. 6. Tema yang baik. Tema yang baik mencakup semua macam tema, dan mencakup semua segi dari tem itu, semua relung dan lekuk yang meniadi landasan sebuah karya Iinal.ada beberapa syarat yang baik untuk menyusun sebuah tema yang baik,yaitu ; 1. 1.keielasan. 2. 2.kesatuan. 3. 3.perkembangan.4. Keaslian. 5. Judul yang cocok. BAB VI KERANGKA KARANGAN 1. Pengertian Kerangka Karangan. Suatu rencana keria yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan digarap. 2. ManIaat Kerangka Karangan. a. Untuk menyusun karangan secara teratur. b. Memudahkan penulis menciptakan klimaks yang berbeda. c. Menghindari penggarapan sebuah topik sampai dua kali atau lebih. d. Memudahkan penulis untuk mencari materi pembantu. 3. Menyusun Kerangka Karangan. Langkah-langkah yang harus diikuti untuk menyusun karangan yang baik yaitu ; a. Rumusan tema yang ielas. b. Mengadakan inventarisasi ( perincian dari tesis atau pengungkapan maksud ) c. Mengadakan evaluasi. d. Untuk mendapat karangan yang terperinci maka langkah ke dua dan ke tiga dikeriakan berulang-ulang untuk mendapatkan topic yang lebih rendah tingkatannya. e. Menetukan sebuah pola susunan. 4. Pola Susunan kerangka karangan. Kerangka karangan biasanya didasarkan atas urutan-urutan keiadian, atau urutan-urutan tempat atau ruang. 4.1Pola alamiah. Suatu urutan unit-unit kerangka karangankarangan sesuai dengan yang nyata di alam. 4.2Pola Logis. Kemampuan budinya itu tercemin pula dalam usaha menyusun suatu uraian sesuai dengan tanggapannya. Tanggapan yang sesuai dengan ialan pikiran untuk menemukan landasan bagi setiap persoalan, mampu dituang dalam suatu susunan atau urutan logis. Macam macam urutan logis yang dikenal yaitu ; a. Urutan klimaks dan antiklimaks. b. Urutan kausal. c. Urutan pemecahan masalah. d. Urutan umum-khusus. e. Urutan Iamiliaritas. I. Urutanakseptabilitas. 5. Macam-Macam kerangaka karangan. 1. Berdasarkan siIat perinciannya. 2. Berdasarkan perumusan teksnya. 5.1Berdasarkan Perincian.Dapat dibedakanmeniadi dua ,yaitu ; 1. kerangka karangan sementara non-Iormal ) dan 2.kerangka karangan Iormal. 5.2Berdasarkan Perumusan Teksnya yaitu ; 1. Kerangka kalimat. 2. Kerangka topik. 6. Penerapan Penyusunan. a. Mengadakan inventarisasi. b. Mengadakan evaluasi. 7. Syarat- Syarat Kerangka yang Baik. a. Tesis atau Pengungkapan Maksud harus ielas. b. Tiap unit dalam kerangka karangan hanya mengandung satu gagasan. c. Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara Logis. d. Harus Mempergunakan Pasangan Simbol yang Konsisten. BAB VII PENGUMPULAN DATA DAN KUTIPAN A. PENGUMPULAN DATA. 1. Teknik Pengumpulan Data. a. Mengadakan wawancara. b. Mengadakan angket ( melalui daItar kuesioner ) c. Mengadakan observasi. d. Penelitian lapangan. e. Mengadakan penelitian kepustakaan. 2. Wawancara dan Angket. Carauntukmengumpulkandatadenganmengaiukanpertanyaanlangsungkepada seorang inIorman atau seorang autoritas ( seorang ahli atau yang berwenang dalam suatu masalah ). 3. Observasi dan Penelitian Lapangan. O Observasiadalahpengamatanlangsungkepadasuatuobyekyangakan diteliti,sedangkan O PenelitianlapanganadalahusahapengumpulandatadaninIormasisecaraintensiI disertai analisa dan penguiian kembali atas semua yang telah dikumpulkan. 4. Penelitian Pendapat. Pengumpulandatamelaluipenilaianpendapatyangsudahada,beradaditengah-tengah pengumpulan data melaui observasidan penelitian kepustakaan. 5. Penelitian Kepustakaan. Tulisanyangdisusunberdasarkansuaturiset.untukmengetahuikarya-karyaperlu diadakan penelitian kembal, baik dengan meneliti orang-orang yang terkenal dalam suatu bidang pengetahuan maupun untuk mengetahui mereka. 6. Mekanisme Perpustakaan. a. Kartu-kartu analog. b. Buku-buku reIerensi. 7. Pencatatan Data. O Sumber yang tepat dari mana catatan itu diambil. O Data atau pendapat yangdiperlukan. B. KUTIPAN. 1. Tuiuan Membuat Kutipan. Sebagaikutipanataspendapatseseorangdoperkenankan,tidaklahberartibahwasemua tulisan seluruhnya dapat terdiri dari kutipan-kutipan. 2. Jenis Kutipan. O Kutipan langsung. Piniamanpendapatdenganmengambilsecaralengkapkatademikata, kamlimat demi kalimat dari sebuah teks asli. O Kutipan tak langsung ( kutipan isi ). Piniaman pendapat seorang pengarang atau tokoh terkenal berupa inti sari atau ikhtisar dari pendapat tersebut. 3. Prinsip-Prinsip Mengutip. a. Jangan Mengadakan Perubahan. b. Bila ada Kesalahan. c. Menghilangkan Bagian Kutipan. 4. Cara-Cara Mengutip. a. Kutipan langsung yang tidak lebih dari empat baris. b. Kutipan langsung yang lebih dari empat baris. c. Kutipan tak langsung. d. Kutipan pada catatan kaki. e. Kutipanm atas ucapan lisan. I. Variasi Membuat Kutipan. 5. Tanggung iawab Penulis. Penulisharusdengansungguh-sungguhmempertimbangkankebenaranpendapat yang dikutipitu darisegalasudut.semuayang ditulis dalambuku,belum tentu dapat diterimaseluruhnya.sebabmengutipsebuahpendapatharusdisertaikebiiaksanaan danketaiaman,untukbisamempertanggungiawabkannyaseolah-olahpendapat sendiri, bukan lagi pendapat pengarang yang dikutip. BAB VIII CATATAN KAKI DAN BIBLIOGRAFI A. CATATAN KAKI 1. Pengertian. Keteranganketeranganatastekskaranganyangditempatkanpadakakihalaman karangan yang bersangkutan. 2. Tuiuana. Untuk Menyusun Pembuktian. b. Menyatakan Utang Budi. c. Menyampaikan Keterangan Tambahan. d. Meruniuk Bagian Lain dari Teks. 3. Prinsip Membuat catatan kaki. a. Hubungan Catatan Kaki dan Teks. b. Nomor Urut Penuniukan. c. Teknik Pembuatan Catatan Kaki. 4. Jenis Catatan Kaki. a. Penuniukan Sumber ( ReIerensi ). b. Catatan Penielas. c. Gabungan Sumber dan Penielas. 5. Unsur-unsur ReIerensi. a. Pengarangb. Judul c. Data publikasi. d. Jilid dan Nomor Halaman. 6. Cara Membuat Catatan Kaki. a. ReIerensi Kepada Buku dengan Seorang Pengarang. b. ReIerensi Kepada Buku dengan Dua atau Tiga Pengarang. c. ReIerensi kepada Buku dengan Banyak Pengarang. d. Kalau Edisi Berikutnya Mengalami Perubahan. e. Buku yang Terdiri dari Dua Jilid Atau Lebih. I. Sebuah Edisi dari Karya Seorang Pengarang Atau Lebih. g. Sebuah Teriemahan. h. Artikel dalam Sebuah Analogi. i. Artikel dalam Ensiklopedi. i. ReIerensi pada Artikel Maialah. k. ReIerensi pada Artikel Harian. l. Tesis dan Disertai yang Belum Diterbitkan. m. ReIerensi kepada Dua Sumber atau Lebih. n. ReIerensi dari Sumber Kedua. o. Catatan Penielasan. p. ReIerensi dan Catatan Penielasan. 7. Singakatn-singkatan. Singkatan yang paling penting yang harus diketahui adalah : O bid., Berasal dari bahasa latin ibidem Pada tempat yang sama,seperti ; Dicantumkan pula nomor halamannya O p.cit., BerasaldaribahasalatinpereCitatoyangberartipadakaryayangtelah dikutip.seperti ;Nomor dan iilid sertahalaman ditempatkan sesudah singkatan op.cit O oc.cit. BerasaldaribahasalatinLocoCitatoyangberartipadatempatvangtelah dikutip.seperti ; Biasadipakaidiartikelmaialah,harian,makatidakmerupakansebuahkaryaatau opus. 8. Penerapan Catatan Kaki dan Singkatan. untuk memberi batasan halaman yang lebih ielas dan lebih baik. B.BIBLIOGRAFI 1.Pengertian. SebuahdaItaryangbersisiiudulbuku-buku,artikel-artikel,danbahan-bahanpenerbitan lainnya, yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan atau sebagian dari karangan yang tengah digarap. 2.Fungsi BibliograIi. HendaknyasecarategasdibedakandariIungsisebuahcatatankaki.karenaIungsicatatankaki dan bibliograIi seluruhnya tumpang tindih satu sama lain. 3.Unsur-Unsur BibliograIi. a. Nama Pengarang, yang dikutip secara lengkap. b. iudul buku,termasuk iudul tambahannya. c. Data publikasi, penerbit,tempat terbit,tahun terbit,cetakan keberapa, nomor iilid dan tebal ( iumlah halaman atau buku tersebut ). d. untuk sebuah artikel diperlukan pula iudul artikel yang bersangkutan, nama maialah,iilid, nomor dan tahun. .Bentuk BibliograIi. a. Dengan seorang pengarang. b. Buku dengan Dua atau Tiga Pengarang. c. Buku dengan Bnayak Pengarang. d. Kalau Edisi Berikutnya Mengalami Perubahan. e. Buku yang terdiri dari Dua iilid atau Lebih. I. Sebuah Edisi dari karya seorang Pengarang atau lebih. g. Sebuah kumpulan Bunga Rampai atau Antologi. h. Sebuah Buku Teriemahan. i. Artikel dalam sebuah hinpunan. i. Artikel dalam ensiklopedi. k. Artikel maialah. l. Artikel atau bahan dari harian. m. Tesis dan Disertai yang belum Diterbitkan. 5.Macam-Macam BibliograIi. a. Buku-Buku Dasar. b. Buku-Buku Khusus. c. Buku-Buku Pelengkap. 6.Penyusutan BibliograIi. a. Nama pengarang. b. Bila tidask ada pengarang diurutkan , maka iudul buku atau artikel dimasukan dalam urutan alphabet. c. Jika pengarang lebih dari satu bahan reIerensi maka reIerensi yang kedua dan seterusnya tidak perlu diikutsertakan. d. Jarak antara baris dengan baris untuk satu reIerensi adalah satu spasi. e. Baris pertama dimulai dari margin kiri. BAB IX KONVENSI NASKAH 1. Pendahuluan. Pengembangan tema sebuah karangan tergantung dari kerangka karangan yang telah digarap sebelumnya, beserta perincian-perinciannya yang dilakukan kemudian. 2. Bagian Pelengkap Pendahuluan. Halamanhalaman pendahuluan sama sekali tidak menyangkut isi karangan.bagian pelengkap pendahuan biasanya terdiri dari : a. Judul pendahuluan. b. Halaman pengesahan. c. Halaman iudul. d. Halaman persembahan. e. Kata pengantar. I. DaItar isi. g. Gambar, table, keterangan. 3. Bagian Isi Karangan. a. Pendahuluan. b. Tubuh karangan. c. Kesimpulan. 4. Bagian Pelengkap Penutup. a. Apendiksb. Indeks. 5. Konvensi Naskah Lainnya. Pokok-pokok yang terpenting dari konvensi naskah yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut ; a. Ukuran kertas. b. Mesin tulis. c. Pita dan karbon. d. Margin. e. Pemisahan suku kata. I. Spasi g. Nomor halaman. h. Judul. i. HuruI miring. i. Penulisan angka. 6. Tanda Tanda Koreksi. Untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan itu, lazim dipergunakan tandatanda koreksi tertentu,sehingga antara penulis dan dosen, atau antara penulis dan penerbit terialin pengertian yang baik tentang apa yang dimaksud dengan tanda koreksi. BAB X A. RINGKASAN DAN IKHTISAR 1. Pengertian Ringkasan dan Ikhtisar. Suatu cara yang eIektiI untuk menyaiikan suatu karangan yang paniang dalm bentuk yang singkat.sedangkan ikhtisar yaitu suatu bentuk penyaiian yang singkat dan suatu karngan asli. Walaupun dalam kenyataannya kedua istilah itu seringdicampuradukkan, namun secara teknis lebih baik kalau kedua istilah itu dibedakan maknanya. 2. Tuiuan Membuat Ringkasan. Memahami dan mengetahui isi sebuah buku atau karangan, maka latihan-latihan untuk maksud tersebut akan membimbing dan menuntun seseorang agar dapat membaca karangan asli dengan cermat dan bagaimana harus menulinya dengan tepat. 3. Cara Membuat Ringkasan. a. Membaca naskah asli. b. Membaca gagasan utama. c. Membuat reproduksi. d. Ketentuan tambahan. 4. Penerapan Ringkasan. 5.B. RESENSI. 1. Pengertian Resensi. Suatu ienis tulisan lain yang mempunyai titik singgung dengan ringkasan dan ikhtisar. 2.Dasar Resensi. Resensi harus benar-benar memperhatikan kewaiibannya mana yang harus dipenuhi dalam membuat resensi. 3.SasaranSasaran Resensi. Umumnya tidak ada ketentuan yang memuaskan semua orang bagaimana seharusnya bentuk sebuah resensi yang baik. a. Latar belakang. b. Macam atau ienis buku. c. Keunggulan buku. 4.Nilai buku. Nilai sebuah buku baru akan lebih ielas bila dibandingkan dengan karya-karya lainnya oleh pengarang itu maupun pengarang-pengarang lainnya. 5.Penerapan Dengan tidak mengabaikan kemungkinan variasi membuat resensi atas sebuah buku atau hasil karya seni lainnya. BAB XI LAPORAN DAN USUL. 1.Pengertian Laporan. Merupakansuatuienisdokumenyangsangatbervariasibentuknya,dansebabitusukardiberi batasan pengertian yang ielas. 2.Dasar-Dasar Laporan a. Pemberi Laporan. b. Penerima Laporan. c. Tuiuan laporan. 3.SiIat Laporan. a. Laporan itu harus mengandungimaginasi. b. Laporan yang dibuat harus sempurna dan komplit c. Laporan iuga harus disaiikan secara komplit. 4.Macam-Macam Laporan. a. Laporan berbentuk Iormulir lisan.` b. Laporan berbentuk surat. c. Laporan berbentuk memorandum. d. Laporan perkembangan dan laporan keadaan. e. Laporan berkala. I. Laporan laboratories. g. Laporan Iormal dan semiIormal. 5.Struktur Laporan Formal. a. Halaman iudul. b. Surat penyerahan. c. DaItar isi. d. Ikhtisar dan abstrak. e. Pendahuluan. I. Isi laporan. g. Kesimpulan dan saran. h. Bagian pelengkap. 6. Bahasa Sebuah Laporan. BahasayangdipergunakandalamsebuahlaporanIormalharuslahyangbaik,ielasdan teratur.yangdimaksuddenganbahasayangbaiktidakperluberartibahwalaporanitu harus mempergunakan gaya bahasa yang penuh hiasan. 7. Laporan Buku. Bertuiuanuntukmendorongmahasiswamembacabukuyangdiwaiibkanatauyang dianiurkan. 8. Penutup. Baik laporan umum maupun laporan buku sebenarnya mempunyai titik singgung dengan ringkasan.keduanyamerupakanpenyaiiansuatupengetahuanyanglebihluasmengenai suatu hal, tetapi dibuat secara lebih singkat untuk maksdu tertentu. B.Usul. 1. Pengertian Usul. Suatu saran atau kepada seseorang atau suatu badan untuk mengeriakan atau melakukan suatu pekeriaan. 2.SiIat dan Usul. Bila semua tulisan lain dibuat berdasarkan bahan-bahan yang sudah tersedia atau sesuatu yang sudah teriadi, sebaliknya usul dibuat berdasarkan sesuatu yang belum ada. 3.Usul NonIormal. a. Masalah. b. Saran Pemecahan. c. Permohonan. 4.Usul Formal. Yangpalingpentingadalahtidakmemaksakansuatupolauntukbermacam-macamusul yang isi dan siIatnya berlainan. 5.isi usul. a. Pembatasan Masalah. b. Latar Belakang. c. Luas-Lingkup. d. Metodologi. e. Fasilitas. I. Personalia. g. Keuntungan dan kerugian. h. Lama waktu. i. Biaya i. Laporan 6.Bagian Pelengkap Penutup. BagianinisamadenganlaporandantulisanIormalyanglain,berisibahankepustakaan, lampiran-lampiran gambar,table,dan sebagainya yang dipergunakan dalam usul itu. BAB XII PENYA1IAN LISAN. 1.Peranan Pidato. Perananpidato,ceramah,penyaiianpenielasanlisankepadasuatukelompokmassamerupakan suatuhalyangsangatpentingbaikpadawaktusekarangmaupunpadawaktuwaktuakan dating. 2.Metode Penyaiian Oral. a. Metode impromptu ( serta-merta ). b. Metode MenghaIal. c. Metode naskah. 3.Persiapan Penyaiian Lisan. Dalamgarisbesar,persiapan-persiapanyangdilakukanuntuksebuahkomposisilisansamasaia dengan menyiapkan komposisi tertulis. 4.Menetukan Maksud dan Topik. Setiaptulisanselalumenentukantopictertentuyangingindisampaikankepadapara hadirin, dan mengharapkan suatu reaksi tertentu dari para pembaca atau pendengar. 6. Topic dan iudul. Topicmengandungmateripembicaraanataumasalahyangdiuraikansertaobiekatau aktivitasyangperludiketahuipendengar.sebaliknyaiuduldiberikankepadakomposisi lisan itu, untuk menimbulkan rasa ingin tahu terhadap masalah yang diuraikan. 7. Maksud dan tuiuan. Maksuddantuiuansebuahkomposisilisantergantungdarikeadaandanapayang dikehendaki oleh pembicara. 8. Menganalisa situasi dan pendengar. 9. Menganilsa situai Menganalisa situasiyang bagaimana keadaan di tempat tertentu dan sekitarnya. 10.Menganalisa pendengar. a. Data-data umum b. Data-data khusus. 11.Penyesuaian diri. a. Penyesuaian terhadap sikap bermusuhan. b. Penyesuaian terhadap sikap angkuh. c. Penyesuaian terhadap beberapa sikap angkuh. 12.Penyusuhan bahan. a. Teknik penyusunan bahan. b. Menyiapkan catatan. 13.Penyaiian lisan. a. Penyaiian pada kelompok kecil. - Gerak gerik. - Teknik bicara. - Transisi. - Alat peraga. b. Penyaiian pada kelompok besar. - Pembukaan. - Kecepatan bicara. - Artikulasi. 14.Cara menganalisa. Sebagaipenutupdariuraianmengenaipresentasilisandarisebuahkomposisi,akan diberikan sebuah contoh untuk mengkonkretkan teknik untuk menganalisa pendengar dan situasisehingga pembicara dapat menyusun bahan-bahannya lebih terarah.