ANALISIS TINGKAT KESEHATAN KOPERASI SIMPAN PINJAM … · ANALISIS TINGKAT KESEHATAN KOPERASI SIMPAN...

Click here to load reader

  • date post

    06-Jul-2019
  • Category

    Documents

  • view

    238
  • download

    8

Embed Size (px)

Transcript of ANALISIS TINGKAT KESEHATAN KOPERASI SIMPAN PINJAM … · ANALISIS TINGKAT KESEHATAN KOPERASI SIMPAN...

  • ANALISIS TINGKAT KESEHATAN KOPERASI SIMPAN PINJAM

    (Studi Kasus pada Koperasi Simpan Pinjam Wisuda Guna Raharja, Lombok)

    S K R I P S I

    Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

    Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

    Program Studi Manajemen

    Oleh:

    Kristina Damayanthi Putri

    NIM: 132214088

    PROGRAM STUDI MANAJEMEN JURUSAN MANAJEMEN

    FAKULTAS EKONOMI

    UNIVERSITAS SANATA DHARMA

    YOGYAKARTA

    2017

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • i

    ANALISIS TINGKAT KESEHATAN KOPERASI SIMPAN PINJAM

    (Studi Kasus pada Koperasi Simpan Pinjam Wisuda Guna Raharja, Lombok)

    S K R I P S I

    Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

    Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

    Program Studi Manajemen

    Oleh:

    Kristina Damayanthi Putri

    NIM: 132214088

    PROGRAM STUDI MANAJEMEN JURUSAN MANAJEMEN

    FAKULTAS EKONOMI

    UNIVERSITAS SANATA DHARMA

    YOGYAKARTA

    2017

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • ii

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • iii

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • iv

    PERSEMBAHAN

    Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian

    Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian

    (Peribahasa)

    Student today, Leader tomorrow

    (Penulis)

    Karya ini saya persembahkan untuk:

    Bapak, Ibu dan kakakku tercinta,

    atas segala kasih sayang dan perhatiannya.

    Guru SD, SMP, SMA dan dosen di Universitas Sanata Dharma,

    Atas pendidikan dan kasih sayangnya.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • v

    UNIVERSITAS SANATA DHARMA

    FAKULTAS EKONOMI

    JURUSAN MANAJEMEN-PROGRAM STUDI MANAJEMEN

    PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS

    Yang bertanda tangan di bawah ini, saya menyatakan bahwa skripsi dengan judul:

    ANALISIS TINGKAT KESEHATAN KOPERASI SIMPAN PINJAM

    (Studi kasus pada Koperasi Simpan Pinjam Wisuda Guna Raharja, Lombok)

    Dan diajukan untuk diuji pada tanggal 9 November 2017 adalah hasil karya saya.

    Saya juga menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat keseluruhan atau

    sebagian tulisan orang lain yang saya ambil dengan cara menyalin, atau meniru dalam

    bentuk rangkaian kalimat atau simbol yang menunjukkan gagasan atau pendapat atau

    pemikiran dari penulis lain yang saya akui seolah-olah sebagai tulisan saya sendiri,

    dan atau tidak terdapat bagian atau keseluruhan tulisan yang saya salin, saya tiru, atau

    saya ambil dari tulisan orang lain tanpa memberikan pengakuan (disebutkan dalam

    referensi) pada penulis aslinya.

    Bila di kemudian hari terbukti bahwa saya ternyata melakukan tindakan tersebut,

    maka saya bersedia menerima sanksi, yaitu skripsi ini digugurkan dan gelar akademik

    yang saya peroleh (S.E.) dibatalkan serta diproses sesuai dengan aturan perundang-

    undangan yang berlaku (UU No 20 Tahun 2003, pasal 25 dan pasal 70).

    Yogyakarta, 30 November 2017

    Yang membuat pernyataan,

    Kristina Damayanthi Putri

    NIM: 132214088

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • vi

    LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH

    UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

    Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma:

    Nama : Kristina Damayanthi Putri

    Nomor Mahasiswa : 132214088

    Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan

    Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul:

    ANALISIS TINGKAT KESEHATAN KOPERASI SIMPAN PINJAM

    (Studi kasus pada Koperasi Simpan Pinjam Wisuda Guna Raharja, Lombok)

    Beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan

    kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan

    dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data,

    mendistribusikn secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain

    untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta izin dari saya maupun memberikan

    royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.

    Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

    Dibuat di Yogyakarta

    Pada tanggal 30 November 2017

    Kristina Damayanthi Putri

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • vii

    KATA PENGANTAR

    Puji syukur dan terima kasih kepada Allah atas karunia dan rahmat-Nya,

    sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Analisis Tingkat

    kesehatan Koperasi Simpan Pinjam: Studi Kasus pada Koperasi Simpan Pinjam

    Wisuda Guna Raharja, Lombok. Skripsi ini ditulis sebagai salah satu syarat untuk

    memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Program Studi Manajemen, Jurusan

    Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

    Penulisan skripsi ini dapat selesai dengan baik berkat bantuan berbagai pihak.

    Untuk itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:

    1. Bapak Albertus Yudi Yuniarto S.E., M.B.A., selaku Dekan Fakultas Ekonomi

    Universitas Sanata Dharma.

    2. Bapak Dr. Lukas Purwoto, selaku Ketua Program Studi Manajemen Universitas

    Sanata Dharma.

    3. Bapak Drs. Aloysius Triwanggono, M.S., selaku dosen pembimbing I, yang

    dengan sabar telah mengarahkan dan membimbing penulis untuk bisa

    menyelesaikan skripsi ini.

    4. Bapak Drs. Gregorius Hendra Poerwanto, M.Si., selaku dosen pembimbing II,

    yang juga telah mengarahkan, membimbing dan memberikan motivasi kepada

    penulis untuk menyelesaikan skripsi ini dengan penuh semangat.

    5. Bapak Drs. H.Suseno Triyanto W., M.Si., selaku dosen penguji ujian pendadaran

    yang juga telah mengarahkan dan memberikan pertanyaan yang membangun

    kepada penulis untuk menyempurnakan skripsi ini.

    6. Bapak F.X Joniono Raharjo, selaku ketua pengurus Koperasi Simpan Pinjam

    Wisuda Guna Raharja yang telah memberikan izin sehingga penulis dapat

    melakukan penelitian di Koperasi Simpan Pinjam Wisuda Guna Raharja cabang

    Lombok.

    7. Segenap dosen dan karyawan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • viii

    8. Bapak Bagus, Ibu Wirati, kak wahyu, kak Aris dan kak Nita yang selalu

    memberikan kasih sayang, doa, dukungan, nasehat, kebahagiaan, dan

    memberikan penghidupan yang layak bagiku.

    9. Seluruh Keluarga JPBL yang selalu memberikan masukan, dukungan dan doa

    serta motivasi kepada saya dalam menyelesaikan skripsi ini

    10. Panut, Oliv, Neneng, Maxi, Adi, Putri, Tere, Egi, Budi, Dias, Tya, Tiwi, Kris,

    Pur, Rian dan Vincen yang telah memberikan masukan dan saran kepada saya

    untuk menyelesaikan skripsi ini.

    11. Mbak Osi, Mbak Ulan, Mbak Winda, Mbak Elsa, Mbak Sinta, Mbak Lia, Asri,

    Pinta, Nina, Rista, Siu, Sasa dan Sela yang selalu memberikan semangat dan

    dorongan untuk segera menyelesaikan skripsi ini.

    12. Teman-teman kuliah di prodi Manajemen dan di lembaga kursus EEC Sanata

    Dharma yang telah memotivasi dan menyemangati saya untuk segera

    menyelesaikan tugas akhir.

    13. Semua Pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini yang tidak

    dapat disebutkan satu-persatu.

    Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak kekurangan karena

    keterbatasan dan pengalaman yang dimiliki penulis. Oleh karena itu, penulis

    mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembca guna

    menyempurnakan skripsi ini. Semoga skripsi ini bermanfaat dan dapat menjadi bahan

    masukan bagi rekan-rekan dalam menyusun skripsi.

    Yogyakarta, 30 November 2017

    Penulis

    Kristina Damayanthi Putri

    NIM : 132214088

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • ix

    DAFTAR ISI

    Halaman

    HALAMAN JUDUL ........................................................................................ i

    HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .............................................. ii

    HALAMAN PENGESAHAN .......................................................................... iii

    HALAMAN PERSEMBAHAN ...................................................................... iv

    HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS ......................... v

    HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ....................... vi

    HALAMAN KATA PENGANTAR ................................................................ vii

    HALAMAN DAFTAR ISI .............................................................................. ix

    HALAMAN DAFTAR TABEL ...................................................................... xii

    HALAMAN DAFTAR GAMBAR .................................................................. xviii

    HALAMAN DAFTAR LAMPIRAN .............................................................. xix

    ABSTRAK ....................................................................................................... xx

    ABSTRACT ....................................................................................................... xxi

    BAB I PENDAHULUAN ........................................................................... 1

    A. Latar Belakang Masalah ............................................................. 1

    B. Rumusan Masalah ....................................................................... 3

    C. Pembatasan Masalah ................................................................... 4

    D. Tujuan Penelitian ........................................................................ 4

    E. Manfaat Penelitian ...................................................................... 5

    BAB II KAJIAN PUSTAKA ....................................................................... 6

    A. Landasan Teori ........................................................................... 6

    B. Penelitian Sebelumnya ................................................................ 38

    C. Kerangka Konseptual .................................................................. 41

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    BAB III METODE PENELITIAN ............................................................... 42

    A. Jenis Penelitian .......................................................................... 42

    B. Subjek dan Objek Penelitian ...................................................... 42

    C. Waktu dan Lokasi Penelitian ..................................................... 43

    D. Variabel Penelitian ..................................................................... 43

    E. Definisi Operasional .................................................................. 48

    F. Sumber Data .............................................................................. 48

    G. Teknik Pengumpulan Data ......................................................... 48

    H. Teknik Analisis Data ................................................................. 50

    BAB IV GAMBARAN UMUM KOPERASI .............................................. 70

    A. Sejarah KSP Wisuda Guna Raharja ........................................... 70

    B. Lokasi KSP Wisuda Guna Raharja ............................................ 73

    C. Visi dan Misi KSP Wisuda Guna Raharja ................................. 73

    D. Nilai-nilai KSP Wisuda Guna Raharja ...................................... 75

    E. Struktur Organisasi KSP Wisuda Guna Raharja ........................ 75

    F. Pembagian tugas dan tanggung jawab antar bagian .................. 76

    G. Kegiatan usaha KSP Wisuda Guna Raharja .............................. 78

    H. Operasional KSP Wisuda Guna Raharja .................................... 80

    I. Sumber Daya Manusia (Karyawan) ........................................... 81

    J. Keanggotaan .............................................................................. 86

    BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN ..................................... 92

    A. Deskripsi Data ............................................................................. 92

    B. Analisis Data dan Pembahasan ................................................... 92

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • xi

    BAB VI PENUTUP ....................................................................................... 176

    A. Kesimpulan ................................................................................. 176

    B. Keterbatasan ................................................................................ 177

    C. Saran ........................................................................................... 178

    DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 184

    LAMPIRAN .................................................................................................... 186

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • xii

    DAFTAR TABEL

    Halaman

    Tabel II.1. Bobot Penilaian terhadap aspek dan komponen ...................... 34

    Tabel II.2. Penelitian sebelumnya ............................................................. 38

    Tabel III.1. Standar Perhitungan Rasio Modal Sendiri terhadap Total

    Aset ......................................................................................... 51

    Tabel III.2. Standar Perhitungan Skor Rasio Modal Sendiri terhadap

    Pinjaman Diberikan ................................................................. 52

    Tabel III.3. Standar Perhitungan Rasio kecukupan modal sendiri ............. 53

    Tabel III.4. Standar Perhitungan Skor Rasio Volume Pinjaman

    pada Anggota terhadap Total Pinjaman diberikan ................... 53

    Tabel III.5. Standar Perhitungan RPM ....................................................... 55

    Tabel III.6. Standar Perhitungan Rasio Cadangan Risiko terhadap Risiko

    Pinjaman Bermasalah .............................................................. 56

    Tabel III.7. Standar Perhitungan Rasio Pinjaman Berisiko ........................ 56

    Tabel III.8. Standar Perhitungan Manajemen Umum ................................. 57

    Tabel III.9. Standar Perhitungan Manajemen Kelembagaan ...................... 58

    Tabel III.10. Standar Perhitungan Manajemen Permodalan ........................ 58

    Tabel III.11. Standar Perhitungan Manajemen Aktiva ................................. 59

    Tabel III.12. Standar Perhitungan Manajemen Likuiditas ........................... 59

    Tabel III.13. Standar Perhitungan Rasio Beban Operasi Anggota terhadap

    Partisipasi Bruto ...................................................................... 60

    Tabel III.14. Standar Perhitungan Rasio Beban Usaha Terhadap SHU

    kotor ......................................................................................... 61

    Tabel III.15. Standar Perhitungan Rasio Efisiensi Pelayanan ...................... 62

    Tabel III.16. Standar Perhitungan Rasio Kas terhadap Kewajiban Lancar ... 62

    Tabel III.17. Standar Perhitungan Rasio Pinjaman yang diberikan terhadap

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • xiii

    Dana yang Diterima ................................................................. 63

    Tabel III.18. Standar Perhitungan Skor untuk Rasio Rentabilitas Aset ....... 64

    Tabel III.19. Standar Perhitungan untuk Rasio Rentabilitas Modal

    Sendiri ...................................................................................... 65

    Tabel III.20. Standar Perhitungan Rasio Kemandirian Operasional ............ 65

    Tabel III.21. Standar perhitungan Rasio Partisipasi Bruto............................ 66

    Tabel III.22. Standar Perhitungan Rasio Promosi Ekonomi Anggota .......... 67

    Tabel III.23. Penetapan predikat tingkat kesehatan KSP dan USP ............... 67

    Tabel V.1. Hasil Penghitungan modal sendiri terhadap total asset ............ 94

    Tabel V.2. Standar perhitungan rasio modal sendiri terhadap asset .......... 95

    Tabel V.3. Skor Rasio modal sendiri terhadap total asset.......................... 95

    Tabel V.4. Hasil Perhitungan Rasio modal sendiri terhadap pinjaman

    diberikan yang berisiko ............................................................ 96

    Tabel V.5. Standar perhitungan rasio modal sendiri terhadap pinjaman

    diberikan yang berisiko ............................................................ 97

    Tabel V.6. Skor rasio modal sendiri terhadap pinjaman diberikan yang

    berisiko ..................................................................................... 98

    Tabel V.7. Perhitungan Modal Tertimbang Pada Tahun 2014 .................. 100

    Tabel V.8. Perhitungan ATMR tahun 2014 ............................................... 100

    Tabel V.9. Perhitungan Modal Tertimbang Pada Tahun 2015 .................. 101

    Tabel V.10. Perhitungan ATMR tahun 2015 ............................................... 101

    Tabel V.11. Perhitungan Modal Tertimbang Pada Tahun 2016 .................. 102

    Tabel V.12. Perhitungan ATMR tahun 2016 ............................................... 103

    Tabel V.13. Standar perhitungan rasio kecukupan modal sendiri ............... 103

    Tabel V.14. Skor Rasio Kecukupan Modal Sendiri ..................................... 104

    Tabel V.15. Skor total aspek permodalan .................................................... 105

    Tabel V.16. Hasil perhitungan Rasio volume pinjaman pada anggota

    terhadap volume pinjaman diberikan ....................................... 106

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • xiv

    Tabel V.17. Standar perhitungan skor rasio volume pinjaman pada anggota

    terhadap volume pinjaman diberikan ....................................... 106

    Tabel V.18. Skor rasio volume pinjaman pada anggota terhadap volume

    pinjaman diberikan ................................................................... 107

    Tabel V.19. Hasil Perhitungan Rasio risiko pinjaman bermasalah terhadap

    pinjaman yang diberikan .......................................................... 108

    Tabel V.20. Standar perhitungan skor rasio risiko pinjaman bermasalah

    terhadap pinjaman yang diberikan ........................................... 109

    Tabel V.21. Skor rasio risiko pinjaman bermasalah terhadap pinjaman

    yang diberikan .......................................................................... 109

    Tabel V.22. Hasil Perhitungan Rasio cadangan risiko terhadap pinjaman

    bermasalah................................................................................ 111

    Tabel V.23. Standar perhitungan skor rasio cadangan risiko terhadap

    pinjaman bermasalah ................................................................ 111

    Tabel V.24. Skor rasio cadangan risiko terhadap pinjaman bermasalah ............. 112

    Tabel V.25. Hasil Perhitungan rasio pinjaman yang berisiko terhadap

    pinjaman yang diberikan .......................................................... 113

    Tabel V.26. Standar perhitungan skor rasio pinjaman yang berisiko

    terhadap pinjaman yang diberikan ........................................... 114

    Tabel V.27. Skor rasio Pinjaman yang berisiko terhadap pinjaman yang

    diberikan ................................................................................... 114

    Tabel V.28. Skor total aspek kualitas aktiva produktif ................................ 116

    Tabel V.29. Hasil jawaban pertanyaan kuesioner untuk manajemen umum

    kelompok 1 ............................................................................... 117

    Tabel V.30. Hasil jawaban pertanyaan kuesioner untuk manajemen umum

    kelompok 2 ............................................................................... 118

    Tabel V.31. Standar perhitungan manajemen umum ................................... 119

    Tabel V.32. Skor rasio manajemen umum kelompok 1 ............................... 120

    Tabel V.33. Skor rasio manajemen umum kelompok 2 ............................... 120

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • xv

    Tabel V.34. Hasil jawaban pertanyaan kuesioner untuk manajemen

    kelembagaan kelompok 1 ......................................................... 122

    Tabel V.35. Hasil jawaban pertanyaan kuesioner untuk manajemen

    Kelembagaan kelompok 2 ........................................................ 122

    Tabel V.36. Standar perhitungan manajemen kelembagaan ........................ 124

    Tabel V.37. Skor rasio manajemen kelembagaan kelompok 1 .................... 124

    Tabel V.38. Skor rasio manajemen kelembagaan kelompok 2 .................... 124

    Tabel V.39. Hasil jawaban pertanyaan kuesioner untuk manajemen

    permodalan kelompok 1 ........................................................... 126

    Tabel V.40. Hasil jawaban pertanyaan kuesioner untuk manajemen

    permodalan kelompok 2 ........................................................... 126

    Tabel V.41. Standar perhitungan manajemen permodalan .......................... 128

    Tabel V.42. Skor rasio manajemen permodalan kelompok 1 ...................... 128

    Tabel V.43. Skor rasio manajemen permodalan kelompok 2 ...................... 128

    Tabel V.44. Hasil jawaban pertanyaan kuesioner untuk manajemen aktiva

    kelompok 1 ............................................................................... 130

    Tabel V.45. Hasil jawaban pertanyaan kuesioner untuk manajemen aktiva

    kelompok 2 ............................................................................... 130

    Tabel V.46. Standar perhitungan manajemen aktiva ................................... 132

    Tabel V.47. Skor rasio manajemen aktiva kelompok 1 ............................... 132

    Tabel V.48. Skor rasio manajemen aktiva kelompok 2 ............................... 132

    Tabel V.49. Hasil jawaban pertanyaan kuesioner untuk manajemen

    likuiditas kelompok 1 ............................................................... 134

    Tabel V.50. Hasil jawaban pertanyaan kuesioner untuk manajemen

    likuiditas kelompok 2 ............................................................... 134

    Tabel V.51. Standar perhitungan manajemen likuiditas .............................. 136

    Tabel V.52. Skor rasio manajemen likuiditas kelompok 1 .............................136

    Tabel V.53. Skor rasio manajemen likuiditas kelompok 2 .......................... 136

    Tabel V.54. Skor total aspek manajemen..................................................... 137

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • xvi

    Tabel V.55. Hasil Perhitungan Rasio beban operasi anggota terhadap

    partisipasi bruto ........................................................................ 138

    Tabel V.56. Standar perhitungan rasio beban operasi anggota terhadap

    partisipasi bruto ........................................................................ 139

    Tabel V.57. Skor rasio beban operasi anggota terhadap partisipasi bruto..... 139

    Tabel V.58. Hasil Perhitungan Rasio beban operasi anggota terhadap

    SHU Kotor ............................................................................... 141

    Tabel V.59. Standar perhitungan rasio beban operasi anggota terhadap

    SHU Kotor ............................................................................... 141

    Tabel V.60. Skor rasio beban usaha terhadap SHU kotor............................ 142

    Tabel V.61. Hasil Perhitungan Rasio efisiensi pelayanan ........................... 143

    Tabel V.62. Standar perhitungan rasio efisiensi pelayanan ......................... 143

    Tabel V.63. Skor rasio efisiensi pelayanan .................................................. 144

    Tabel V.64. Skor total aspek efisiensi .......................................................... 145

    Tabel V.65. Hasil Perhitungan Rasio kas bank terhadap kewajiban

    lancar ........................................................................................ 146

    Tabel V.66. Standar perhitungan rasio kas bank terhadap kewajiban

    lancar ........................................................................................ 146

    Tabel V.67. Skor rasio Kas Bank terhadap Kewajiban Lancar.................... 147

    Tabel V.68. Hasil Perhitungan Rasio pinjaman yang diberikan terhadap

    dana yang diterima ................................................................... 148

    Tabel V.69. Standar perhitungan rasio pinjaman yang diberikan terhadap

    dana yang diterima ................................................................... 148

    Tabel V.70. Skor rasio pinjaman yang diberikan terhadap dana yang

    diterima .................................................................................... 149

    Tabel V.71. Skor total aspek likuiditas ........................................................ 150

    Tabel V.72. Hasil Perhitungan rasio rentabilitas aset .................................. 151

    Tabel V.73. Standar perhitungan rasio rentabilitas aset ............................... 151

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • xvii

    Tabel V.74. Skor rasio rentabilitas aset ....................................................... 151

    Tabel V.75. Hasil perhitungan rentabilitas modal sendiri............................ 153

    Tabel V.76. Standar perhitungan rasio rentabilitas modal sendiri ............... 153

    Tabel V.77. Skor rasio rentabilitas modal sendiri ........................................ 154

    Tabel V.78. Hasil Perhitungan Rasio kemandirian operasional pelayanan . 155

    Tabel V.79. Standar perhitungan rasio kemandirian operasional

    pelayanan.................................................................................. 155

    Tabel V.80. Skor rasio Kemandirian Operasional Pelayanan ...................... 156

    Tabel V.81. Skor total aspek kemandirian dan pertumbuhan ...................... 157

    Tabel V.82. Hasil Perhitungan Rasio partisipasi bruto ................................ 158

    Tabel V.83. Standar perhitungan rasio partisipasi bruto .............................. 158

    Tabel V.84. Skor rasio Partisipasi bruto ...................................................... 159

    Tabel V.85. Hasil Perhitungan Rasio Promosi Ekonomi Anggota .............. 160

    Tabel V.86. Standar perhitungan rasio Promosi Ekonomi Anggota ............ 160

    Tabel V.87. Skor rasio Promosi Ekonomi Anggota ..................................... 161

    Tabel V.88. Skor aspek jati diri koperasi ..................................................... 162

    Tabel V.89. Tingkat Kesehatan KSP Wisuda Guna Raharja dari tahun

    2014 sampai tahun 2016........................................................... 163

    Tabel V.90. Analisis trend untuk aspek permodalan ................................... 164

    Tabel V.91. Analisis trend untuk aspek kualitas aktiva produktif ............... 165

    Tabel V.92. Analisis trend untuk aspek manajemen .................................... 167

    Tabel V.93. Analisis trend untuk aspek efisiensi ......................................... 168

    Tabel V.94. Analisis trend untuk aspek likuiditas ....................................... 169

    Tabel V.95. Analisis trend untuk aspek kemandirian dan pertumbuhan ..... 170

    Tabel V.96. Analisis trend untuk aspek jati diri koperasi ............................ 172

    Tabel V.97. Analisis trend untuk Keseluruhan aspek penilaian kesehatan.. 173

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • xviii

    DAFTAR GAMBAR

    Halaman

    Gambar 1. Kerangka Konseptual Penelitian ................................................... 38

    Gambar 2. Struktur Organisasi KSP Wisuda Guna Raharja .......................... 56

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • xix

    DAFTAR LAMPIRAN

    Halaman

    Surat Pengantar Kuesioner ............................................................................... 187

    Neraca tahun 2014 dan 2015 ............................................................................ 197

    Neraca tahun 2016............................................................................................ 199

    Data Pinjaman KSP Wisuda Guna Raharja ..................................................... 201

    Surat Ijin Penelitian ......................................................................................... 202

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • xx

    ABSTRAK

    ANALISIS TINGKAT KESEHATAN KOPERASI SIMPAN PINJAM

    (Studi Kasus pada Koperasi Simpan Pinjam Wisuda Guna Raharja, Lombok)

    Kristina Damayanthi Putri

    NIM : 132214088

    Universitas Sanata Dharma

    Yogyakarta

    2017

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Koperasi Simpan Pinjam

    Wisuda Guna Raharja dari tahun 2014-2016 sehat. Selain itu, penelitian ini bertujuan

    untuk mengetahui apakah kesehatan Koperasi Simpan Pinjam Wisuda Guna Raharja

    dari tahun 2014-2016 mengalami peningkatan. Jenis Penelitian ini adalah studi kasus

    yang dilakukan di Koperasi Simpan Pinjam Wisuda Guna Raharja, Lombok. Teknik

    pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan kuesioner.

    Analisis data menggunakan metode analisis data yang berdasarkan pada Peraturan

    Deputi bidang Pengawasan Kementrian Koperasi dan UKM RI Nomor

    06/Per/Dep.6/IV/2016 dan analisis trend. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada

    tahun 2014 Koperasi Simpan Pinjam Wisuda Guna Raharja dalam kondisi cukup

    sehat, namun tahun 2015 dan 2016, Koperasi Simpan Pinjam Wisuda Guna Raharja

    dalam kondisi kurang sehat (dalam pengawasan).

    Kata Kunci: Koperasi, Penilaian, Kesehatan, Peningkatan

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • xxi

    ABSTRACT

    THE ANALYSIS OF HEALTH LEVEL OF SAVING LOAN COOPERATIVE

    (A Case study at Saving Loan Cooperative Wisuda Guna Raharja, Lombok)

    Kristina Damayanthi Putri

    NIM : 132214088

    Sanata Dharma University

    Yogyakarta

    2017

    The aim of this research is to discover the health level of Saving Loan

    Cooperative Wisuda Guna Raharja from 2014 until 2016. Besides, this resarch is

    conducted to know whether the health level of Saving Loan Cooperation from 2014

    until 2016 is increasing. The data collection techniques used are interview,

    observation, and questionnaire. The data analysis technique used are method based on

    the Standard of the Minister of Cooperative and Small, Medium Enterprises Republic

    of Indonesia No. 06/Per/Dep.6/IV/2016 and Trend Analysis. The results of this

    research show that on 2014, the condition of Saving Loan Wisuda Guna Raharja is

    quite health, but on 2015 and 2016, the condition get worse (under supervision).

    Keywords: Cooperation, Assessment, Health, Improvement

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang

    Kebutuhan manusia itu tidak terbatas. Akan tetapi, alat pemenuhan

    kebutuhan manusialah terbatas. Untuk menghadapi keterbatasan itu, sudah ada

    banyak jalan keluar. Salah satu terobosannya adalah pendirian koperasi.

    Koperasi menurut Undang Undang No. 25 tahun 1992 ialah suatu badan

    usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum, dengan

    melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi yang sekaligus sebagai

    sebuah gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan pada asas kekeluargaan.Tujuan

    koperasi sendiri yang utama ialah meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan

    para anggotanya. Secara umum, koperasi di Indonesia ada banyak yang mana

    dibedakan ke dalam beberapa kategori yaitu berdasarkan jumlah lapangan

    usahanya, berdasarkan fungsinya, dan berdasarkan dalam tingkatan dan luas

    daerah kegiatannya. Namun, yang ingin dibahas dalam skripsi ini adalah koperasi

    yang berdasarkan fungsinya yaitu koperasi jasa khususnya koperasi simpan

    pinjam.

    Koperasi Simpan Pinjam secara umum diartikan sebagai suatu kegiatan

    penyediaan dana dari anggota koperasi dan kemudian melakukan penyimpanan

    serta mengeluarkan dana tersebut untuk keperluan dan kepentingan setiap

    anggota koperasi itu sendiri berdasarkan kesepakatan setiap anggota koperasi

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 2

    dalam rangka mencapai tujuan bersama. Tujuan berdirinya Koperasi Simpan

    Pinjam sendiri ialah untuk memperbaiki kehidupan khususnya para anggotanya.

    Didalam memberikan tujuan tersebut, pengurus Koperasi Simpan Pinjam selalu

    berusaha untuk memberikan bunga yang ditetapkan serendah mungkin agar

    anggota yang melakukan peminjaman merasa diringankan dalam hal membayar

    utangnya ke Koperasi. Selain itu, didalam pemberian kredit, pengurus Koperasi

    Simpan Pinjam diharuskan melakukan pengawasan terhadap penggunaan kredit

    agar penggunaan kredit yang diberikan koperasi tersebut tidak disalahgunakan

    atau diselewengkan. Hal ini dikarenakan, setiap kredit yang diberikan oleh

    Koperasi Simpan Pinjam sangat berpengaruh pada tingkat kesehatan koperasi itu

    sendiri. Maka dari itu, diperlukan adanya penilaian terhadap kinerja koperasi

    Simpan Pinjam. Dalam hal ini, penulis melakukan penilaian terhadap kinerja

    koperasi Simpan Pinjam Wisuda Guna Raharja, Lombok.

    Koperasi Wisuda Guna Raharja dulunya berawal dari komunitas kecil yang

    disebut TAGURA atau Tabungan Guna Raharja. Ide pembentukan TAGURA

    tercetus pada bulan April 1969. Pencetusnya adalah Wayan Gabra dari Tangeb,

    Nyoman Nyuru dari Tangeb, Wayan Sudri dari Tuka, Nengah Yokanan dari

    Padang Tawang, Nyoman Kasun dari Sading, F.X. Wayan Geria dari Denpasar,

    Wayan Wardiana dari Denpasar dan Ign. Sugeng Raharjo dari Denpasar. Mereka

    sepakat untuk menabung sebesar Rp 50,00 (lima puluh rupiah) per anggota setiap

    kali pertemuan. Dana yang terkumpul bisa dimanfaatkan oleh anggota yang

    memerlukan. Dalam perjalanannya untuk mendapat badan hukum, Koperasi ini

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 3

    bergabung dengan Koperasi Simpan Pinjam WISUDA yang merupakan binaan

    Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pada saat itu berlaku peraturan bahwa

    dalam sebuah wilayah tidak boleh ada lebih dari satu koperasi dengan usaha yang

    sama. Jika banyak pihak bertanya soal nama Wisuda pada Koperasi Simpan

    Pinjam WISUDA GUNA RAHARJA, jawabannya adalah nama itu merupakan

    hasil gabungan antara koperasi binaan Fakultas Ekonomi Unud yang bernama

    WISUDA (Wirasuasta Teladan) dan GUNA RAHARJA yang dibentuk

    kelompok TAGURA. Koperasi Simpan Pinjam Wisuda Guna Raharja pada

    periode sebelumnya atau yang telah berjalan belum terlihat jelas bahwa koperasi

    simpan pinjam ini telah melakukan penilaian kesehatan koperasi.

    Berdasarkan latar belakang di atas, maka skripsi ini diberi judul Analisis

    Tingkat Kesehatan Koperasi Simpan Pinjam dengan studi kasus pada Koperasi

    Simpan Pinjam Wisuda Guna Raharja.

    B. Rumusan Masalah

    1. Apakah Koperasi Simpan Pinjam Wisuda Guna Raharja dari tahun 2014-2016

    sehat?

    2. Apakah kesehatan Koperasi Simpan Pinjam Wisuda Guna Raharja dari tahun

    2014-2016 mengalami peningkatan?

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 4

    C. Pembatasan Masalah

    Dari rumusan masalah diatas, peneliti membatasi masalah penelitian ini ke

    dalam beberapa bagian sebagai berikut:

    1. Penelitian ini terbatas pada analisis kesehatan Koperasi Simpan Pinjam

    Wisuda Guna Raharja yang didasarkan pada 7 aspek penilaian yaitu

    Permodalan, Kualitas aktiva produktif, Manajemen, Efisiensi, Likuiditas,

    Kemandirian dan Jati diri koperasi.

    2. Penelitian ini terbatas pada hasil akhir analisis kesehatan Koperasi Simpan

    Pinjam Wisuda Guna Raharja dari tahun 2014-2016, dikarenakan pada tahun

    2013, Koperasi Simpan Pinjam Wisuda Guna Raharja baru beroperasi di

    Lombok dan belum mempunyai laporan keuangan tahun 2013.

    D. Tujuan Penelitian

    Tujuan dari Penelitian ini adalah sebagai berikut:

    1. Untuk mengetahui apakah Koperasi Simpan Pinjam Wisuda Guna Raharja

    dari tahun 2014-2016 sehat.

    2. Untuk mengetahui apakah kesehatan Koperasi Simpan Pinjam Wisuda Guna

    Raharja dari tahun 2014-2016 mengalami peningkatan.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 5

    E. Manfaat Penelitian

    1. Bagi Koperasi Simpan Pinjam Wisuda Guna Raharja

    Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pendapat bagi

    Koperasi Simpan Pinjam Wisuda Guna Raharja dalam rangka melakukan

    perbaikan kinerja dalam Koperasi Simpan Pinjam Wisuda Guna Raharja yang

    dapat digunakan untuk meningkatkan kesehatan Koperasi Simpan Pinjam

    Wisuda Guna Raharja di masa yang akan datang.

    2. Bagi Universitas Sanata Dharma

    Hasil Penelitian ini diharapkan dapat membantu menambah studi

    kepustakaan sebagai bahan pembelajaran dan informasi yang dapat dijadikan

    sebagai referensi bagi pihak-pihak yang membutuhkan, khususnya bagi

    mahasiswa/i yang ingin melakukan penelitian lebih lanjut tentang topik atau

    judul yang serupa dengan penulis.

    3. Bagi Penulis

    Penelitian ini bermanfaat bagi penulis sebagai sarana berlatih dalam

    menerapkan pengetahuan teoritis yang telah diperoleh selama mengikuti

    perkuliahan ke dalam praktek yang sesungguhnya.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 6

    BAB II

    KAJIAN PUSTAKA

    A. Landasan Teori

    1. Pengertian Manajemen Keuangan

    Manajemen keuangan adalah proses pengaturan aktivitas atau kegiatan

    keuangan dalam suatu organisasi, yang didalamnya termasuk kegiatan

    planning, analisis, dan pengendalian terhadap kegiatan keuangan, biasanya

    dilakukan oleh manajer keuangan. Selain itu, manajemen keuangan juga

    diartikan sebagai seluruh aktivitas kegiatan perusahaan yang berhubungan

    dengan upaya untuk mendapatkan dana perusahaan dengan meminimalkan

    biaya serta upaya penggunaan dan pengalokasian dana secara efisien dalam

    memaksimalkan nilai perusahaan, yaitu harga, dengan harapan supaya calon

    pembeli bersedia membayar jika suatu perusahaan menjualnya.

    Namun dalam kontek keilmuan, manajemen keuangan merupakan salah

    satu bidang manajemen fungsional dalam suatu perusahaan yang mempelajari

    penggunaan dan pencarian dana serta pembagian hasil operasi perusahaan.

    Dengan demikian, tugas pokok manajemen keuangan, meliputi keputusan

    tentang investasi, pembiayaan kegiatan usaha, dan pembagian dividen suatu

    perusahaan.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 7

    2. Badan Usaha

    Badan Usaha adalah sebuah lembaga yang tujuan utamanya adalah

    mencari laba atau keuntungan. Adapun jenis-jenis Badan Usaha yang ada di

    Indonesia, antara lain:

    a. Koperasi

    Koperasi adalah sebuah badan usaha yang dimiliki dan dioperasikan

    orang-perseorangan demi kepentingan bersama, dengan melandaskan

    seluruh kegiatannya dengan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang

    berdasarkan asas kekeluargaan.

    b. BUMN

    BUMN adalah sebuah badan usaha yang seluruh atau sebagian

    permodalannya dimiliki oleh Pemerintah. Status kepegawaian dari BUMN

    adalah karyawan bukan pegawai negeri. Adapun jenis-jenis BUMN adalah

    sebagai berikut:

    1. Perjan

    Perjan adalah bentuk Badan Usaha Milik Negara yang mana seluruh

    modalnya dimiliki oleh pemerintah. Kegiatan dari Perjan seluruhnya

    berorientasi pada masyarakat. Hal ini menyebabkan, Perjan selalu

    merugi. Contoh dari Perjan adalah PJKA (Perusahaan Jawatan Kereta

    Api) yang kini mengganti nama menjadi PT KAI.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 8

    2. Perum

    Perum ialah sebuah badan usaha yang mana tujuan utamanya lebih

    kepada profit oriented daripada pelayanan kepada masyarakat,

    walaupun sebenarnya Perum adalah perubahan nama dari Perjan. Modal

    yang ada di dalam Perum, seluruhnya dimiliki oleh pemerintah.

    Sedangkan, status kepegawaian didalam Perum adalah sebagai Pegawai

    Negeri. Meskipun Perjan telah diganti nama menjadi Perum, Perum

    tetap atau masih mengalami kerugian. Hal ini dikarenakan, pemerintah

    harus menjual saham Perum kepada publik dan mengubah status badan

    usaha menjadi Persero.

    3. Persero

    Persero adalah salah satu badan usaha yang dikelola oleh Negara

    atau daerah. Persero memiliki tujuan utama yang tidak hanya mencari

    keuntungan semata, tetapi juga memberikan pelayanan kepada

    masyarakat. Modal awal Persero seluruh atau sebagiannya berasal dari

    kekayaan Negara yang dipisahkan berupa saham-saham. Persero sendiri

    dipimpin oleh direksi dan status kepegawaiannya adalah pegawai

    swasta. Badan usaha yang satu ini tidak memperoleh fasilitas dari

    Negara. Contoh badan usaha Persero salah satunya adalah PT Angkasa

    Pura (Persero).

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 9

    c. BUMS

    BUMS adalah sebuah badan usaha yang mana dimodali dan

    didirikan oleh seseorang atau sekelompok orang. Bidang-bidang usaha

    yang diberikan kepada pihak Swasta adalah mengelola sumber daya

    ekonomi yang bersifat tidak vital atau tidak menguasai hajat hidup

    orang banyak. Adapun jenis-jenis BUMS yang ada di Indonesia antara

    lain sebagai berikut:

    1. Perusahaan Persekutuan

    Perusahaan Persekutuan adalah sebuah perusahaan yang dimiliki

    dan dikelola oleh 2 pemodal atau lebih.

    2. Firma

    Firma adalah sebuah badan usaha yang didirikan oleh 2 orang

    atau lebih yang mana tiap anggotanya bertanggung jawab penuh pada

    perusahaan. Modal Firma sendiri berasal dari anggota pendiri dan

    laba yang dibagikan kepada anggota dengan perbandingan sesuai

    akta pendirian Firma.

    3. Persekutuan Komanditer

    Persekutuan Komanditer adalah suatu persekutuan yang

    didirikan 2 orang atau lebih dengan membagikan keuntungan yang

    diperoleh CV atau persekutuan komanditer sesuai dengan

    kesepakatan. Adapun 2 istilah yang ada dalam Persekutuan

    Komanditer yaitu:

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 10

    a. Sekutu aktif adalah anggota yang memimpin atau menjalankan

    perusahaan dan bertanggung jawab penuh atas utang perusahaan.

    b. Sekutu pasif adalah anggota yang hanya menyerahkan modalnya

    kepada sekutu aktif namun tidak ikut campur dalam urusan

    operasional perusahaan.

    4. Perseroan Terbatas

    Perseroan terbatas adalah sebuah badan usaha yang modalnya

    diperoleh dari hasil penjualan saham. Setiap pemegang saham

    mempunyai hak atas perusahaan dan berhak atas keuntungan yang

    diperoleh perusahaan dan dibagikan dalam bentuk dividen.

    5. Yayasan

    Yayasan adalah sebuah badan usaha yang tujuan utamanya

    adalah untuk kegiatan sosial dan tidak mencari keuntungan.

    Walaupun bukan merupakan perusahaan, badan usaha satu ini adalah

    badan usaha yang berbadan hukum.

    3. Evaluasi Kinerja

    Evaluation is a process used to assess the quality of what is going on.

    Evaluation may determine what is working, what is not working, what to

    change, and what to keep. Artinya bahwa evaluasi adalah proses yang

    digunakan untuk menilai kualitas tentang apa yang sedang terjadi atau

    dilakukan. Oleh karena itu, Evaluasi sangat penting dilakukan terhadap usaha

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 11

    baik lembaga keuangan bisnis maupun lembaga keuangan non bisnis, karena

    evaluasi yang dilakukan dapat menentukan hal-hal apa saja yang perlu

    dikerjakan, atau apa saja yang tidak perlu dikerjakan, atau apa saja yang perlu

    diubah dari kinerja usaha, atau apa saja yang perlu dipertahankan dari kinerja

    usaha khususnya koperasi.

    4. Koperasi

    Koperasi berasal dari 2 kata yakni co dan operation, yang mana kedua

    kata tersebut mengandung arti kerjasama untuk mencapai tujuan bersama.

    Maka dari itu, koperasi secara umum diartikan sebagai suatu perkumpulan

    yang beranggotakan orang-orang atau badan-badan, yang memberikan

    kebebasan untuk masuk dan keluar menjadi anggota koperasi, dengan cara

    bekerja sama secara kekeluargaan didalam menjalankan usaha untuk

    meningkatkan kesejahteraan jasmaniah anggotanya. Didalam menjalankan

    suatu badan usaha yang berbentuk koperasi, harus memiliki:

    a. Landasan Koperasi

    Landasan Koperasi Indonesia merupakan pedoman dalam menentukan

    arah, tujuan, peran, serta kedudukan koperasi terhadap pelaku ekonomi

    lainnya. Adapun landasan Koperasi di Indonesia adalah sebagai berikut:

    1. Landasan Idiil

    Landasan Idiil Koperasi Indonesia adalah Pancasila. Hal ini

    dikarenakan, Pancasila merupakan pandangan hidup dan Ideologi

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 12

    bangsa Indonesia yang mana merupakan jiwa dan semangat bangsa

    Indonesia didalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta merupakan

    nilai luhur yang ingin diwujudkan oleh bangsa Indonesia didalam

    kehidupan sehari-hari.

    Namun, Pancasila yang dimaksud disini adalah rumusan yang ada

    didalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea ke empat yaitu

    Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab,

    Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat

    kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta keadilan sosial

    bagi seluruh rakyat Indonesia.

    2. Landasan Strukturil

    Landasan strukturil Koperasi adalah UUD 1945. Hal ini

    dikarenakan, sehubungan dengan masalah perekonomian ayat 1 pasal 33

    UUD 1945 telah dengan tegas menggariskan bahwa perekonomian di

    Indonesia hendaknya adalah perekonomian yang dimana usahanya

    adalah milik bersama dan didasarkan pada asas kekeluargaan yang

    kegiatannya dikerjakan oleh semua demi kepentingan semua anggota.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 13

    b. Asas Koperasi

    Didalam UUD no. 25 tahun 1992 pasal 2 dijelaskan bahwa di dalam

    Koperasi harus memiliki 2 asas, yakni:

    1. Asas kekeluargaan

    Asas kekeluargaan ialah asas yang dimana setiap anggota koperasi

    mempunyai sebuah kesadaran untuk melakukan yang terbaik di setiap

    kegiatan koperasi, dan hal-hal yang dianggap berguna untuk semua

    anggota didalam koperasi tersebut.

    2. Asas Gotong royong

    Asas gotong royong merupakan sebuah asas yang mana setiap

    anggota koperasi merasa sebagai satu keluarga besar yang senasib dan

    sepenanggungan dalam memenuhi hajat hidupnya. Selain itu, keinginan

    untuk bersatu, bekerja sama dan saling tolong menolong memang hanya

    dapat tumbuh dalam koperasi yang bertolak dari rasa setia kawan, yang

    mana sudah telah lama ada didalam masyarakat Indonesia.

    c. Tujuan Koperasi

    Secara Umum, tujuan utama dari pendirian koperasi adalah untuk

    meningkatkan kesejahteraan ekonomi para anggotanya. Namun,

    berdasarkan UUD 1945 No.25 pasal 3 menjelaskan bahwa tujuan koperasi

    Indonesia meliputi tiga hal sebagai berikut:

    1. Untuk memajukan kesejahteraan anggotanya

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 14

    2. Untuk memajukan kesejahteraan masyarakat

    3. Ikut serta membangun tatanan perekonomian nasional.

    Dengan ketiga tujuan tersebut, koperasi mendapat kedudukan yang

    tidak hanya satu-satunya bentuk usaha yang secara konstitusional

    dinyatakan sesuai dengan susunan perekonomian, tetapi juga dinyatakan

    sebagai sokoguru perekonomian nasional.

    d. Prinsip Koperasi

    Sebagaimana dinyatakan dalam pasal 5 ayat 1 UUD no.25 tahun 1992,

    Koperasi Indonesia harus melaksanakan prinsip-prinsip koperasi antara lain

    sebagai berikut:

    1. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka

    2. Pengelolaan dilakukan secara demokratis

    3. Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil dan sebanding dengan

    besarnya jasa usaha masing-masing anggota.

    4. Pemberian balas jasa yang terbatas pada modal

    5. Kemandirian

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 15

    e. Fungsi dan Peran Koperasi

    Fungsi dan Peran Koperasi di Indonesia dalam garis besarnya telah

    dikemukakan di dalam pasal 4 UU No. 25 tahun 1992 adalah sebagai

    berikut:

    1. Membangun dan mengembangkan potensi serta kemampuan ekonomi

    khususnya anggota koperasi dan masyarakat pada umumnya untuk

    meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.

    2. Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas

    kehidupan manusia dan masyarakat.

    3. Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan

    ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko

    gurunya.

    4. Berusaha mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional

    yang mana adalah usaha bersama yang berdasarkan atas asas

    kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

    f. Penggolongan atau jenis koperasi

    Penggolongan koperasi adalah suatu kegiatan untuk mengelompokkan

    koperasi ke dalam kelompok tertentu menurut kriteria dan karakteristik

    tertentu. Awalnya koperasi tumbuh dikalangan kaum pekerja yang

    berusaha mencukupi kebutuhan konsumsinya, dikalangan produsen kecil

    yang ingin memperoleh bahan baku dengan harga murah dan memasarkan

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 16

    produksinya secara bersama-sama, atau di kalangan pengusaha kecil

    lainnya yang ingin melepaskan dirinya dari jeratan para pelepas uang.

    Dalam perkembangannya, jenis koperasi cenderung bervariasi yang

    mana dipengaruhi oleh latar belakang pembentukan dan tujuan yang ingin

    dicapai oleh masing-masing koperasi. Berdasarkan latar belakang dan

    tujuan yang ingin dicapai, maka koperasi dapat digolongkan ke dalam

    beberapa kelompok antara lain:

    1. Berdasarkan bidang usahanya

    Pada dasarnya bidang usaha yang dilakukan oleh koperasi

    mencerminkan jasa yang ditawarkan oleh koperasi kepada para

    anggotanya. Adapun jenis-jenis koperasi berdasarkan bidang usahanya :

    a. Koperasi Konsumsi

    Koperasi Konsumsi adalah koperasi yang berusaha menyediakan

    barang-barang konsumsi yang dibutuhkan oleh para anggotanya.

    Contoh koperasi Konsumsi salah satunya adalah koperasi pada

    kalangan mahasiswa yang biasanya mengkonsentrasikan usahanya

    pada penjualan alat-alat keperluan mahasiswa yakni buku-buku dan

    peralatan tulis.

    b. Koperasi Produksi

    Koperasi Produksi ialah koperasi yang kegiatan utamanya

    melakukan kegiatan pemrosesan barang atau produk dari bahan

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 17

    mentah menjadi barang setengah jadi kemudian menjadi barang jadi

    yang siap untuk dijual ke pasar konsumen. Tidak hanya

    memproduksi barang, koperasi produksi juga terkait secara langsung

    dengan kegiatan memasarkan barang. Hal ini dikarenakan, tujuan

    utama koperasi produksi adalah untuk menyatukan kemampuan dan

    modal para anggotanya, guna menghasilkan barang-barang tertentu

    melalui suatu usaha yang mereka kelola dan miliki sendiri.

    c. Koperasi Pemasaran

    Koperasi pemasaran adalah koperasi yang dibentuk terutama

    untuk membantu para anggotanya dalam memasarkan barang-barang

    yang dihasilkannya. Tujuan utama dari koperasi pemasaran adalah

    untuk menyederhanakan rantai tata niaga dan mengurangi sekecil

    mungkin keterlibatan pedagang perantara didalam memasarkan

    produk yang koperasi hasilkan. Dengan membentuk koperasi

    pemasaran, maka koperasi khususnya anggota koperasi akan

    memiliki peluang untuk menikmati margin atau laba usaha yang

    lebih besar serta dapat menjual barangnya dengan harga yang lebih

    murah.

    d. Koperasi Kredit

    Koperasi kredit atau koperasi simpan pinjam adalah koperasi

    yang bergerak dalam bidang penyimpanan simpanan dari para

    anggotanya, untuk kemudian dipinjamkan kembali kepada anggota

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 18

    koperasi yang membutuhkan bantuan modal. Tujuan adanya koperasi

    simpan pinjam adalah untuk mendidik para anggota koperasi agar

    bersikap hemat dan gemar menabung, serta membebaskan para

    anggota koperasi dari jeratan para rentenir. Hal ini dikarenakan, jika

    masyarakat dan para anggota koperasi lebih memilih meminjam di

    koperasi kredit, maka ruang operasi yang tersedia bagi para rentenir

    semakin terbatas.

    2. Berdasarkan jenis komoditinya

    Berdasarkan jenis komoditinya, koperasi dibagi menjadi 4 kelompok

    yakni:

    a. Koperasi Ekstraktif

    Koperasi Ekstraktif ialah koperasi yang melakukan usaha dengan

    menggali atau memanfaatkan sumber-sumber alam secara langsung

    tanpa atau dengan sedikit mengubah bentuk dan sifat sumber alam

    tersebut. Contoh koperasi Ekstraktif adalah koperasi yang melakukan

    usaha pendulangan emas dan koperasi yang melakukan usaha

    pengumpul batu kali.

    b. Koperasi Pertanian dan peternakan

    Koperasi pertanian adalah koperasi yang melakukan usaha

    sehubungan dengan komoditi pertanian tertentu. Koperasi pertanian

    biasanya beranggotakan para petani, buruh tani. Yang termasuk ke

    dalam koperasi pertanian adalah koperasi karet, koperasi tembakau,

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 19

    dan koperasi cengkeh. Sedangkan, Koperasi peternakan adalah

    koperasi yang usahanya berhubungan dengan komoditi peternakan

    tertentu. Koperasi peternakan biasanya beranggotakan para pemiliki

    ternak dan para pekerja yang mata pencahariannya berkaitan secara

    langsung dengan usaha peternakan. Yang termasuk ke dalam

    koperasi peternakan adalah koperasi susu, koperasi unggas.

    c. Koperasi Industri dan kerajinan

    Koperasi industri atau kerajinan ialah koperasi yang melakukan

    usaha yang berkaitan dengan usaha pengadaan bahan baku, usaha

    pengolahan bahan baku menjadi barang jadi atau barang setengah

    jadi, usaha pemasaran hasil-hasil produksi atau kerajinan. Contoh

    koperasi kerajinan atau koperasi industri adalah koperasi batik,

    koperasi tenun dan koperasi kulit.

    d. Koperasi jasa-jasa

    Koperasi Jasa merupakan koperasi yang mengkhususkan

    kegiatannya dalam memproduksi dan memasarkan kegiatan jasa

    tertentu. Tujuan utama dari pendirian koperasi jasa adalah untuk

    menyatukan potensi ekonomi yang dimiliki oleh masing-masing

    anggota koperasi agar lebih optimal. Contoh koperasi jasa adalah

    Koperasi jasa Audit, Koperasi jasa angkutan dan koperasi jasa

    pemasaran.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 20

    3. Berdasarkan profesi anggotanya

    Berdasarkan profesi anggotanya, koperasi dapat dibedakan menjadi:

    a. Koperasi karyawan

    b. Koperasi pegawai

    c. Koperasi angkatan darat

    d. Koperasi mahasiswa

    e. Koperasi pedagang besar

    f. Koperasi nelayan

    Dengan adanya penggolongan koperasi berdasarkan profesi

    anggotanya menyebabkan terjadinya pembatasan dalam penerimaan

    anggota koperasi. Hal ini dikarenakan, orang-orang yang bertugas

    menyelenggarakan kegiatan operasi koperasi biasanya tidak memiliki

    latar belakang profesi yang sama dengan para anggota koperasi lainnya.

    4. Berdasarkan daerah kerjanya.

    Daerah kerja koperasi yang dimaksud dalam hal ini adalah luas

    sempitnya wilayah yang dijangkau oleh suatu badan usaha koperasi

    dalam melayani kepentingan anggotanya atau dalam melayani

    masyarakat. Berdasarkan daerah kerjanya, maka koperasi dapat

    digolongkan atas beberapa kelompok antara lain sebagai berikut:

    a. Koperasi Primer

    Koperasi Primer adalah koperasi yang beranggotakan orang-

    orang dan biasanya didirikan pada lingkup kesatuan wilayah terkecil

    tertentu. Salah satu contoh koperasi primer adalah koperasi

    mahasiswa yang mana beranggotakan para mahasiswa yang berasal

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 21

    dari suatu universitas tertentu. Daerah kerjanya terbatas dalam

    lingkungan kampus asal para mahasiswa yang bersangkutan.

    b. Koperasi Pusat

    Koperasi Pusat adalah koperasi yang beranggotakan koperasi

    primer, yang biasanya didirikan sebagai pemusatan dari beberapa

    koperasi primer dalam lingkup suatu wilayah tertentu. Koperasi pusat

    memiliki tujuan yaitu untuk memperkuat kedudukan ekonomi

    koperasi yang bergabung didalamnya. Contoh Koperasi pusat adalah

    Pusat koperasi Karyawan, Pusat Koperasi Pegawai dan Pusat

    Koperasi Unit Desa.

    c. Koperasi gabungan

    Koperasi Gabungan memiliki pengertian dan tujuan yang hampir

    sama dengan koperasi pusat. Bedanya hanya terletak pada kedudukan

    atau letak dari koperasinya. Koperasi gabungan ini biasanya

    berkedudukan di ibu kota propinsi. Contoh koperasi gabungan adalah

    gabungan koperasi batik Indonesia.

    d. Koperasi Induk

    Koperasi Induk adalah koperasi yang beranggotakan koperasi

    pusat atau gabungan, yang berkedudukan di ibu kota negara. Fungsi

    koperasi induk biasanya adalah sebagai penyambung lidah koperasi

    yang menjadi anggotanya, dalam berhubungan dengan lembaga-

    lembaga nasional yang terkait dengan pembinaan Koperasi, koperasi

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 22

    sejenis di negara lain, ataupun dengan asosiasi pengusaha pada

    tingkat nasional dan internasional. Contoh Koperasi Induk adalah

    Induk koperasi Pegawai, Induk Koperasi Karyawan dan koperasi

    Pemuda Indonesia.

    g. Koperasi Simpan Pinjam

    Koperasi Simpan Pinjam secara umum diartikan sebagai suatu

    kegiatan penyediaan dana dari anggota koperasi, dan kemudian melakukan

    penyimpanan serta mengeluarkan dana tersebut untuk keperluan dan

    kepentingan setiap anggota koperasi itu sendiri yang berdasarkan

    kesepakatan setiap anggota koperasi dalam rangka mencapai kebaikan

    bersama.

    h. Prinsip Koperasi Simpan Pinjam

    Kegiatan dari usaha koperasi yang dikelola oleh para anggota dengan

    membentuk pengurus koperasi melalui rapat anggota, dilaksanakan

    berdasarkan prinsip koperasi simpan pinjam diantaranya:

    1. Keanggotaan koperasi harus bersifat sukarela dan terbuka.

    2. Pengelolaan koperasi dilakukan secara demokratis.

    3. Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil dan sesuai dengan

    besar jasa yang dilakukan oleh anggota koperasi.

    4. Kemandirian.

    5. Pendidikan perkoperasian.

    6. Kerjasama antar koperasi.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 23

    i. Peranan Koperasi Simpan Pinjam

    Peranan Koperasi Simpan Pinjam pada umumnya adalah ikut

    mengembangkan perekonomian masyarakat terutama bagi para anggotanya

    diantaranya:

    1. Membantu keperluan kredit para anggota dengan syarat-syarat yang

    ringan.

    2. Mendidik para anggotanya supaya giat menabung secara teratur

    sehingga membentuk modal sendiri.

    3. Menambah pengetahuan tentang perkoperasian khususnya koperasi

    simpan pinjam.

    4. Menjauhkan anggota koperasi dari cengkeraman rentenir atau lintah

    darat.

    j. Manfaat Koperasi Simpan Pinjam

    Koperasi Simpan Pinjam didirikan dengan tujuan agar para anggota

    koperasi dapat menikmati manfaat yang diberikan dengan adanya Koperasi

    Simpan pinjam di tengah kehidupan masyarakat dan khususnya anggota

    koperasi. Adapun manfaat adanya Koperasi Simpan Pinjam bagi anggota

    koperasi:

    1. Anggota Koperasi dapat memperoleh pinjaman dana atau modal dengan

    mudah dan prosesnya tidak berbelit-belit.

    2. Proses bunganya adil karena telah disepakati dalam rapat anggota

    koperasi.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 24

    3. Tidak ada syarat meminjam dana atau modal yang menggunakan barang

    atau harta yang dimiliki anggota sebagai jaminan jika seandainya

    anggota koperasi tidak bisa mengembalikan pinjaman dana tersebut

    dengan tepat waktu.

    k. Manajemen Koperasi Simpan Pinjam

    Secara umum, ruang lingkup kegiatan usaha koperasi simpan pinjam

    adalah penghimpunan dan penyaluran dana yang berbentuk penyaluran

    pinjaman terutama dari dan untuk anggota koperasi. Pada

    perkembangannya, Koperasi Simpan Pinjam tidak saja melayani anggota

    tetapi juga masyarakat luas.

    Koperasi Simpan Pinjam jika dilihat dari aspek passiva, kegiatan

    koperasi adalah menghimpun dana baik dari anggota ataupun masyarakat

    luas bisa dalam bentuk tabungan atau simpanan sampai dengan dalam

    bentuk pinjaman modal. Namun, jika dilihat dari aspek aktiva, kegiatan

    koperasi adalah memperoleh laba dengan cara mengalokasikan dari hasil

    penghimpunan yang disalurkan kepada anggota koperasi dalam bentuk

    pinjaman. Oleh karena itu, kedua kegiatan koperasi tersebut harus dikelola

    sedemikian rupa sehingga penghimpunan dan penyaluran dana dari anggota

    koperasi dan masyarakat luas ke koperasi serta dari koperasi simpan pinjam

    ke anggota koperasi dan masyarakat luas dapat berjalan seimbang.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 25

    l. Penghimpunan dana Koperasi Simpan Pinjam

    Di dalam menjalankan usahanya, Koperasi Simpan Pinjam harus

    melakukan kegiatan yakni penghimpunan dana. Dana yang biasa dihimpun

    oleh Koperasi Simpan Pinjam bisa berupa uang yang masuk kategori utang

    atau ekuitas atau kekayaan bersih. Namun dari keseluruhan sumber dana

    tersebut, sumber dana utama koperasi khususnya Koperasi Simpan Pinjam

    adalah simpanan. Menurut PP no.9 tahun 1995, simpanan diartikan sebagai

    dana yang dipercayakan oleh anggota ataupun calom anggota serta

    koperasi lainnya dalam bentuk tabungan dan simpanan berjangka.

    m. Jenis Simpanan Koperasi Simpan Pinjam

    Koperasi khususnya Koperasi Simpan Pinjam dalam menjalankan

    kegiatan operasional koperasi membutuhkan dana atau modal. Hal ini

    dikarenakan jika koperasi tidak memiliki modal yang cukup, maka tidak

    menjamin bahwa koperasi tersebut dapat berkembang dan tumbuh dalam

    persaingan ekonomi. Maka dari itu koperasi membutuhkan dana atau

    modal yang diklasifikasikan ke dalam 2 jenis modal yakni:

    1. Modal Sendiri

    Modal Sendiri yang dimaksud disini adalah modal yang diperoleh

    Koperasi dari para anggotanya Adapun 3 jenis sumber modal sendiri

    antara lain:

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 26

    a. Simpanan Pokok

    Simpanan pokok adalah sejumlah uang yang sama banyaknya

    dan atau sama nilainya yang wajib dibayarkan oleh anggota kepada

    koperasi pada saat masuk menjadi anggota dan tidak boleh diambil

    selama yang bersangkutan menjadi anggota koperasi.

    b. Simpanan Wajib

    Simpanan wajib adalah sejumlah simpanan tertentu yang tidak

    harus sama, wajib dibayar oleh anggota, kepada koperasi dalam

    waktu dan kesempatan tertentu, serta tidak dapat diambil selama

    yang bersangkutan menjadi anggota.

    c. Simpanan sukarela berjangka

    Simpanan sukarela berjangka adalah simpanan yang dilakukan

    secara sukarela baik jumlahnya maupun jangka waktunya. Hal ini

    dikarenakan, jangka waktu pengambilannya telah diketahui oleh

    anggota koperasi dan simpanan tersebut dapat digunakan untuk

    modal koperasi juga.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 27

    2. Modal Pinjaman

    Modal Pinjaman adalah sebuah modal yang diperoleh dari pinjaman

    pihak ketiga yang mana bukan dari pihak internal koperasi

    bersangkutan. Adapun sumber Modal Pinjaman koperasi yang berasal

    dari:

    a. Pinjaman Bank

    Dana yang diperoleh dari mencari pinjaman pihak bank maupun

    non bank yang digunakan untuk menunjang kelancaran operasional

    dari koperasi. Disini koperasi bisa mengajukan permohonan

    pinjaman ke permodalan nasional maupun ke bank pemerintah

    seperti bank BRI, bank Mandiri atau bank BNI.

    b. Pinjaman dari Koperasi lain

    Pinjaman dari Koperasi lain maksudnya adalah bahwa koperasi

    yang ingin melakukan pinjaman dapat bersinergi dengan koperasi-

    koperasi lain yang ada didaerah dimana koperasi yang ingin

    meminjam berada, yang mana sudah memiliki atau mempunyai

    modal yang kuat. Dalam hal ini, koperasi yang ingin melakukan

    pinjaman dapat mengajukan penawaran usaha dengan cara sistem

    bagi hasil. Hal ini akan memberikan dampak yang positif berupa

    keuntungan bagi kedua belah pihak.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 28

    c. Pinjaman dari lembaga keuangan

    Pinjaman komersial dari lembaga keuangan untuk badan usaha

    koperasi mendapat prioritas dalam persyaratan. Prioritas tersebut

    diberikan kepada koperasi yang mana merupakan komitmen

    pemerintah dari negarayang bersangkutan untuk mengangkat

    kemampuan ekonomi rakyat khususnya usaha koperasi.

    d. Obligasi dari surat utang.

    Untuk menambah modal koperasi, dapat juga menjual obligasi

    atau surat utang kepada masyarakat investor untuk mencari dana

    segar dari masyarakat umum diluar anggota koperasi.

    n. Penilaian Kesehatan Koperasi Simpan Pinjam

    Di dalam PERATURAN DEPUTI BIDANG PENGAWASAN

    KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH

    REPUBLIK INDONESIA NOMOR 06 /PER/DEP.6/IV/2016 TENTANG

    PEDOMAN PENILAIAN KESEHATAN KOPERASI SIMPAN PINJAM

    DAN UNIT SIMPAN PINJAM KOPERASI, Setiap koperasi yang ada dan

    beroperasi wajib memiliki laporan mengenai tingkat kesehatan koperasi

    khususnya koperasi simpan pinjam. Hal ini ditujukan agar masyarakat dan

    anggota koperasi dapat mengetahui apakah koperasi tersebut sehat atau

    cukup sehat atau dalam pengawasan ataukah dalam pengawasan khusus.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 29

    Maka dari itu, diperlukan suatu kegiatan penilaian yang dapat mengukur

    tingkat kesehatan dari usaha koperasi tersebut.

    o. Macam-macam cara penilaian kinerja koperasi

    Didalam melakukan penilaian kinerja khususnya koperasi, terdapat

    banyak cara yang dapat atau bisa digunakan. Berikut ini adalah cara-cara

    yang bisa digunakan untuk menilai kinerja koperasi.

    1. PEARLS

    PEARLS adalah salah satu cara yang biasanya digunakan oleh

    Credit Union yang mana memiliki 4 kegunaan, yakni:

    a. Sebagai alat untuk memantau kinerja credit union.

    b. Menstandarkan rasio dan rumus.

    c. Dapat digunakan untuk meranking Credit Union.

    d. Sebagai alat pengawasan Sistem.

    Karena ini adalah ukuran standar bagi Credit Union yang layak

    hidup terus dan dapat mempertahankan keberadaannya di pasar

    keuangan. Celah yang teridentifikasi adalah kelemahan yang perlu

    diperbaiki dan menjadi fokus pengelolaan masa depan Credit Union.

    Dalam PEARLS ada 6 komponen penilaian yakni P (Protection atau

    perlindungan), E (Effective Financial Structureatau struktur keuangan

    efektif), A (Asset Quality atau kualitas aset), R (Rates of Return &

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 30

    Costsatau tingkat pendapatan atau biaya), L (Liquidity atau likuiditas)

    dan S (Signs of Growthatau tingkat pertumbuhan).

    2. Metode CAMEL

    CAMEL merupakan sebuah alat yang umum digunakan untuk

    menilai apakah suatu lembaga atau badan usaha itu sehat atau tidak.

    Adapun komponen-komponen penilaian yang dijadikan pedoman dalam

    melakukan penilaian yakni permodalan, kualitas aset, manajemen,

    rentabilitas dan likuiditas. Setelah nilai kredit dari masing-masing

    komponen CAMEL diperoleh, kemudian dijumlahkan yang mana

    digunakan untuk mengetahui nilai kredit gabungan yang memiliki nilai

    maksimal 100.

    3. Peraturan Deputi Bidang Pengawasan Kementrian Koperasi dan Usaha

    Kecil dan Menengah Republik Indonesia.

    Peraturan Deputi Bidang Pengawasan Kementrian Koperasi dan

    Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia adalah sebuah Peraturan

    yang dibuat oleh Deputi Bidang Pengawasan Kementrian Koperasi dan

    Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia. Peraturan yang berlaku

    saat ini dan digunakan dalam melakukan penilaian adalah

    PERATURAN DEPUTI BIDANG PENGAWASAN KEMENTERIAN

    KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK

    INDONESIA NOMOR 06 /PER/DEP.6/IV/2016 TENTANG

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 31

    PEDOMAN PENILAIAN KESEHATAN KOPERASI SIMPAN

    PINJAM DAN UNIT SIMPAN PINJAM KOPERASI. Dalam Peraturan

    ini, telah termuat tentang tatacara pelaporan dan pelaksanaan penilaian

    kesehatan koperasi hingga pada penetapan predikat tingkat kesehatan

    koperasi Simpan Pinjam.

    p. Sasaran penilaian kesehatan usaha Koperasi Simpan Pinjam

    Didalam penilaian kesehatan usaha koperasi simpan pinjam, terdapat

    beberapa sasaran yang diinginkan dari penilaian tersebut, antara lain:

    1. Terwujudnya pengelolaan KSP dan USP koperasi yang sehat dan sesuai

    dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

    2. Terwujudnya pelayanan prima kepada pengguna jasa koperasi

    3. Meningkatnya citra dan kredibilitas kegiatan usaha simpan pinjam oleh

    koperasi sebagai lembaga keuangan yang mampu mengelola kegiatan

    usaha simpan pinjam sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

    4. Terjaminnya aset kegiatan usaha koperasi simpan pinjam yang sesuai

    dengan peraturan perundang-undangan.

    5. Meningkatnya transparansi dan akuntabilitas pengelolaan kegiatan

    usaha koperasi simpan pinjam.

    6. Meningkatnya manfaat ekonomi anggota dalam kegiatan usaha koperasi

    simpan pinjam.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 32

    q. Ruang Lingkup Penilaian Koperasi Simpan Pinjam

    Di dalam PERATURAN DEPUTI BIDANG PENGAWASAN

    KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH

    REPUBLIK INDONESIA NOMOR 06 /PER/DEP.6/IV/2016 TENTANG

    PEDOMAN PENILAIAN KESEHATAN KOPERASI SIMPAN PINJAM

    DAN UNIT SIMPAN PINJAM KOPERASI, terdapat 7 aspek penilaian

    antara lain : Permodalan, Kualitas Aktiva Produktif, Manajemen, Efisiensi,

    Likuditas, Kemandirian dan pertumbuhan, serta Jati diri koperasi.

    r. Mekanisme Pelaporan

    Mekanisme pelaporan hasil penilaian kesehatan koperasi simpan

    pinjam adalah sebagai berikut:

    1. Penilai kesehatan wajib menyampaikan laporan penilaian kesehatan

    setiap 6 (enam) bulan, tahunan, dan laporan insidental.

    2. Laporan setiap 6 (enam) bulan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)

    paling lambat disampaikan 30 (tiga puluh) hari sejak periode 6 (enam)

    bulan berakhir.

    3. Laporan tahunan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan

    paling lambat 30 (tiga puluh) hari sejak periode tahunan berakhir.

    4. Laporan insidental sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan

    paling lambat 30 (tiga puluh) hari setelah pelaksanaan penilaian

    kesehatan.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 33

    5. Laporan tahunan Penilaian Kesehatan disajikan dengan membandingkan

    keadaan kinerja kesehatan antara tahun berjalan dan tahun sebelumnya.

    s. Bobot Penilaian terhadap aspek dan komponen

    Dalam melakukan penilaian kesehatan Koperasi Simpan Pinjam, maka

    terhadap aspek yang dinilai diberikan bobot penilaian sesuai dengan

    besarnya pengaruh terhadap kesehatan koperasi tersebut. Penilaian aspek

    dilakukan dengan menggunakan nilai yang dinyatakan dalam angka 0

    sampai dengan 100. Bobot penilaian terhadap aspek dan komponen

    tersebut ditetapkan sebagai berikut:

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 34

    No Aspek yang Dinilai Komponen

    Bobot Penilaian diberikan

    sesuai dengan besarnya

    pengaruh terhadap kesehatan

    koperasi

    1 Permodalan 15

    - Rasio Modal Sendiri terhadap Total Aset :

    - Rasio Modal Sendiri terhadap Pinjaman diberikan yang beresiko :

    - Rasio Kecukupan Modal Sendiri:

    6

    6

    3

    2 Kualitas Aktiva

    Produktif 25

    - Rasio Volume Pinjaman pada anggota terhadap volume pinjaman diberikan:

    - Rasio Risiko Pinjaman Bermasalah Terhadap Pinjaman yang diberikan:

    10

    5

    5

    Tabel 2.1. Bobot Penilaian terhadap aspek dan komponen

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 35

    - Rasio Cadangan Risiko Terhadap Pinjaman Bermasalah:

    Catatan: Cadangan risiko adalah cadangan tujuan

    risiko + penyisihan penghapusan pinjaman.

    - Rasio Pinjaman yang berisiko terhadap pinjaman yang diberikan:

    5

    3 Manajemen 15

    - Manajemen Umum

    - Kelembagaan

    - Manajemen Permodalan

    - Manajemen Aktiva

    - Manajemen Likuiditas

    3

    3

    3

    3

    3

    4 Efisiensi 10

    - Rasio beban operasi anggota terhadap partisipasi bruto:

    catatan : Beban operasi anggota adalah beban pokok

    ditambah dengan beban usaha bagi anggota + beban

    4

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 36

    perkoperasian. Untuk USP Koperasi, beban

    perkoperasian dihitung secara proporsional.

    - Rasio beban usaha terhadap SHU Kotor

    - Rasio efisiensi pelayanan:

    4

    2

    5 Likuiditas 15

    - Rasio Kas:

    - Rasio Pinjaman yang diberikan terhadap dana yang

    diterima:

    Catatan: Dana yang diterima adalah total pasiva selain

    hutang biaya dan SHU belum dibagi

    10

    5

    6 Kemandirian dan

    pertumbuhan 10

    - Rentabilitas asset:

    - Rentabilitas Modal Sendiri

    3

    3

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 37

    - Kemandirian Operasional Pelayanan

    Catatan: Beban usaha adalah beban usaha bagi anggota

    4

    7 Jati diri koperasi 10

    - Rasio partisipasi bruto

    - Rasio promosi ekonomi anggota (PEA)

    PEA = MEPPP + SHU Bagian Anggota

    7

    3

    Jumlah 100

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 38

    B. Penelitian Sebelumnya

    Tabel 2.2. Penelitian Sebelumnya

    Nama Judul Penelitian Tujuan Penelitian Teknik

    Pengumpulan data Alat analisis Kesimpulan

    Berliana Putri Sani

    (Universitas Sanata

    Dharma

    Yogyakarta)

    Analisis tingkat

    kesehatan Koperasi

    Simpan Pinjam

    (studi kasus pada

    koperasi karyawan

    Muria Gemilang)

    untuk mengetahui

    tingkat kesehatan

    Koperasi Karyawan

    Muria Gemilang dari

    tahun 2012-2014

    yang didasarkan

    pada Peraturan

    Menteri Negara

    Koperasi dan UKM

    Republik Indonesia

    No.14/PER/M.UKM

    /XII/2009.

    metode wawancara,

    dokumentasi dan

    observasi

    Peraturan Menteri

    Negara Koperasi

    dan Usaha Kecil

    Menengah

    Republik

    Indonesia

    No.14/PER/M.UK

    M/XII/2009

    Koperasi Karyawan

    Muria Gemilang

    dinyatakan kurang

    sehat. Hal ini

    ditunjukkan dengan

    angka hasil analisis

    yang tidak mencapai

    skor maksimal dari

    setiap aspek

    penilaian.

    Heliana

    (Universitas Sanata

    Dharma

    Yogyakarta)

    Analisis Tingkat

    Kesehatan

    Koperasidari tahun

    2001-2003(studi

    kasus pada

    Koperasi Simpan

    Pinjam Pancur

    Kasih)

    untuk mengetahui

    tingkat kesehatan

    Koperasi Simpan

    Pinjam Pancur Kasih

    dari tahun 2001-

    2003 yang

    didasarkan pada SK

    Menkop, PKM RI

    No.194/KEP/M/IX/1

    metode wawancara

    dan observasi

    SK Menkop, PKM

    RI No.

    194/KEP/M/IX/19

    98.

    Koperasi Simpan

    Pinjam Pancur

    Kasih dinyatakan

    Sehat.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 39

    998.

    Karmani Kamar

    (Universitas

    Hasanuddin

    Makassar)

    Analisis Kinerja

    Keuangan dan

    Tingkat Kesehatan

    Koperasi Simpan

    Pinjam

    (Studi Kasus pada

    KSP Al-Ikhlas di

    Kota Makassar)

    Untuk mengetahui

    tingkat kesehatan

    dan kinerja keuangan

    Koperasi Simpan

    Pinjam Al-Ikhlas

    kota Makassar

    Observasi dan

    interview

    (wawancara)

    Permen Nomor

    14/Per/M.KUKM/

    XII/2009

    Koperasi Simpan

    Pinjam Al-Ikhlas

    kota Makassar dari

    segi kinerja

    keuangannya

    mengalami

    peningkatan.

    Namun, jika dilihat

    dari tingkat

    kesehatannya,

    Koperasi ini dinilai

    kurang sehat.

    Alfi Rohmaning

    Tyas

    Analisis Tingkat

    Kesehatan

    Koperasi Simpan

    Pinjam

    Mukti Bina Usaha

    Kelurahan

    Muktisari

    Kota Banjar Jawa

    Barat

    Tahun 2011-2013

    Untuk mengetahui

    tingkat kesehatan

    dari koperasi simpan

    pinjam Mukti Bina

    Usaha Kota Banjar

    Jawa Barat

    Wawancara dan

    dokumentasi

    Peraturan Menteri

    Koperasi dan

    UKM

    No.14/Per/M.KU

    KM/XII/2009

    Tingkat kesehatan

    koperasi simpan

    pinjam Mukti Bina

    Usaha Kota Banjar

    Jawa Barat dari

    tahun 2011-2013

    dikategorikan cukup

    sehat.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 40

    Dalam peneltian yang akan dilakukan oleh penulis memiliki persamaan dan

    perbedaan. Persamaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah sama-

    sama ingin melakukan analisis kesehatan koperasi Simpan Pinjam dengan

    menggunakan metode observasi dan wawancara untuk memperoleh data dari

    koperasi Simpan Pinjam yang menjadi subjek Penelitian. Selain itu, teknik

    analisis data yang digunakan adalah menggunakan PERATURAN DEPUTI

    BIDANG PENGAWASAN KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA

    KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA. Namun, dalam penelitian

    ini juga memiliki perbedaan dengan penelitian sebelumnya diantaranya adalah

    dalam penelitian ini, selain untuk mengetahui tingkat kesehatan Koperasi Simpan

    Pinjam, penulis juga ingin mengetahui apakah kesehatan dari tahun 2014-2016

    mengalami peningkatan. Selain itu, penulis juga menambahkan kuesioner dalam

    teknik pengumpulan data dari Koperasi Simpan Pinjam.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 41

    C. Kerangka Konseptual Penelitian

    Gambar 1. Kerangka Konseptual Penelitian

    Koperasi Simpan Pinjam Wisuda Guna Raharja

    Analisis tingkat kesehatan berdasarkan

    Permen Koperasi dan UKM no. 06/Per/Dep.6/IV/2016

    Mod KAP Man Efi Lik KDP JDK

    Hasil Analisis

    Sehat Cukup Sehat Dalam Dalam

    Pengawasan Pengawasan

    Khusus

    Keterangan :

    Mod : Modal

    KAP : Kualitas Aktiva Produktif

    Man : Manajemen KDP : Kemandiriandan Pertumbuhan

    Efi : Efisiensi JDK : Jati Diri Koperasi

    Lik : Likuiditas

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 42

    BAB III

    METODE PENELITIAN

    A. Jenis Penelitian

    Penelitian ini adalah penelitian studi kasus yang mana dilakukan penilaian

    terhadap laporan keuangan koperasi yang terdiri dari laporan neraca, laporan sisa

    hasil usaha dan laporan data pinjaman bermasalah dengan menggunakan

    pedoman dari PERATURAN DEPUTI BIDANG PENGAWASAN

    KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH

    REPUBLIK INDONESIA NOMOR 06/PER/DEP.6/IV/2016 TENTANG

    PEDOMAN PENILAIAN KESEHATAN KOPERASI SIMPAN PINJAM DAN

    UNIT SIMPAN PINJAM KOPERASI terdiri dari 7 aspek penilaian yaitu aspek

    Permodalan, Kualitas Aktiva Produktif, Manajemen, Efisiensi, Likuiditas,

    Kemandirian dan Pertumbuhan, dan Jati Diri Koperasi.

    B. Subjek dan objek Penelitian

    1. Subjek Penelitian

    Subjek Penelitian ini adalah pengurus dan karyawan Koperasi Simpan Pinjam

    Wisuda Guna Raharja cabang Lombok

    2. Objek Penelitian

    Objek Penelitian proposal ini adalah laporan keuangan Koperasi Simpan

    Pinjam Wisuda Guna Raharja cabang Lombok yang meliputi laporan neraca,

    laporan sisa hasil usaha, dan laporan data pinjaman bermasalah.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 43

    C. Waktu dan lokasi Penelitian

    1. Waktu Penelitian

    Penelitian ini sudah dilakukan pada bulan Maret 2017 sampai dengan bulan

    April 2017.

    2. Lokasi Penelitian

    Penelitian ini dilakukan pada Koperasi Simpan Pinjam Wisuda Guna Raharja

    yang berlokasi didalam area Gereja St. Antonius Padua Ampenan (Jalan

    Majapahit No.10, Taman Sari, Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara

    Barat)

    D. Variabel Penelitian

    1. Kesehatan Koperasi Simpan Pinjam

    Kesehatan Koperasi Simpan Pinjam adalah kondisi atau keadaan

    keuangan koperasi yang dapat dinyatakan dalam kategori sehat, cukup sehat,

    dalam pengawasan dan dalam pengawasan khusus. Penilaian dilakukan

    dengan cara menjumlahkan skor terhadap penilaian aspek Permodalan,

    Kualitas Aktiva Produktif, Manajemen, Efisiensi, Likuditas, Kemandirian dan

    Pertumbuhan, serta Jati Diri Koperasi.

    2. Permodalan

    Modal Koperasi terdiri atas modal sendiri yang terdiri atas modal sendiri

    yang diperoleh dari Simpanan Pokok, Simpanan Wajib, Tabungan Koperasi,

    Simpanan Berjangka Koperasi, Simpanan Sukarela Anggota, Dana Cadangan,

    dan Dana Hibah yang diperoleh dari anggota koperasi; Modal pinjaman yang

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 44

    diperoleh koperasi dari bank, koperasi lain dan lembaga keuangan; serta

    modal tak langsung yang diperoleh koperasi dengan cara menghemat didalam

    kegiatan operasional.

    3. Kualitas aktiva Produktif

    Kualitas Aktiva Produktif adalah penanaman dana bank baik dalam

    rupiah maupun valuta asing dalam bentuk pembiayaan, piutang, surat

    berharga, penempatan, penyertaan modal, penyertaan modal sementara,

    komitmen dan kontijensi pada transaksi rekening administratif. Penilaian

    terhadap kualitas aktiva produktif didasarkan pada 4 (empat) rasio, yaitu:

    a. Rasio volume pinjaman pada anggota terhadap volume pinjaman yang

    diberikan;

    b. Rasio pinjaman bermasalah terhadap pinjaman yang diberikan;

    c. Rasio cadangan risiko terhadap pinjaman bermasalah; dan

    d. Rasio pinjaman yang berisiko terhadap pinjaman yang diberikan.

    4. Manajemen

    Pengertian manajemen menurut para ahli adalah definisi yang

    dikemukakan oleh orang-orang ahli dalam ilmu manajemen sebagai landasan

    bagi kita untuk memahami seperti apa kandungan dari ilmu tersebut.

    a. Mary Parker Follet, mendefinisikan manajemen sebagai seni

    menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 45

    seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk

    mencapai tujuan organisasi.

    b. Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses

    perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan

    sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien.

    Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan,

    sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar,

    terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.

    c. Lawrence A. Appley berpendapat bahwa pengertian manajemen

    merupakan keahlian untuk menggerakan orang agar melakukan sesuatu.

    d. George R. Terry, mengatakan bahwa manajemen merupakan proses yang

    khas yang terdiri dari tindakan-tindakan: perencanaan, pengorganisasian,

    menggerakkan dan pengawasan yang dilakukan untuk menentukan serta

    mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan

    sumber daya manusia serta sumber-sumber lain.

    Dari beberapa pengertian di atas, dapat kita simpulkan bahwa manajemen

    adalah seni dalam mengatur sistem baik orang dan perangkat lain agar dapat

    berjalan dan bekerja sesuai dengan ketentuan dan tujuan entitas yang terdiri

    dari berbagai aktivitas sebagaimana disebutkan oleh George Terry.Selain itu,

    pemaparan di atas menunjukkan bahwa manajemen dalam ekonomi adalah

    Suatu keadaan terdiri dari proses yang ditunjukkan oleh garis (line) mengarah

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    http://farizgobel.com/
  • 46

    kepada proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan

    pengendalian, yang mana keempat proses tersebut saling mempunyai fungsi

    masing-masing untuk mencapai suatu tujuan organisasi, yaitu pengambilan

    keputusan. Penilaian aspek manajemen meliputi lima komponen sebagai

    berikut:

    a) Manajemen umum;

    b) Kelembagaan;

    c) Manajemen permodalan;

    d) Manajemen aktiva; dan

    e) Manajemen likuiditas.

    5. Efisiensi

    Definisi Efisiensi secara umum diartikan sebagai kemampuan untuk

    bekerja dengan baik dan menghasilkan hasil yang baik dengan menggunakan

    waktu, uang dan hal yang lainnya yang berhubungan dengan kinerja

    oper