KOPERASI YANG MENGELOLA USAHA SIMPAN PINJAM

of 33/33
KOPERASI YANG MENGELOLA USAHA SIMPAN PINJAM I. POLA PELAYANAN : A. Konvensional : 1. Koperasi Simpan Pinjam ( KSP ) adalah Koperasi yang melaksanakan kegiatan usahanya hanya usaha simpan pinjam. 2. Unit Simpan Pinjam ( USP-Kop ) adalah unit usaha Koperasi yang bergerak dibidang usaha simpan pinjam sebagai bagian dari kegiatan usaha Koperasi yang bersangkutan. B. Syariah : 1. Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) adalah Koperasi yang kegiatan usahanya meliputi simpanan, pinjaman dan pembiayaan sesuai prinsip Syariah, termasauk mengelola ziswaf. 2. Unit Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah ( USPPS ) adalah unit usaha Koperasi yang bergerak dibidang usaha meliputi simpanan, pinjaman dan pembiayaan sesuai prinsip Syariah, termasuk mengelola ziswaf.
  • date post

    12-Jan-2017
  • Category

    Documents

  • view

    238
  • download

    6

Embed Size (px)

Transcript of KOPERASI YANG MENGELOLA USAHA SIMPAN PINJAM

  • KOPERASI YANG MENGELOLA USAHA SIMPAN PINJAM

    I. POLA PELAYANAN :

    A. Konvensional :1. Koperasi Simpan Pinjam ( KSP ) adalah Koperasi yang

    melaksanakan kegiatan usahanya hanya usaha simpan pinjam.

    2. Unit Simpan Pinjam ( USP-Kop ) adalah unit usaha Koperasiyang bergerak dibidang usaha simpan pinjam sebagai bagiandari kegiatan usaha Koperasi yang bersangkutan.

    B. Syariah :1. Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS)

    adalah Koperasi yang kegiatan usahanya meliputi simpanan,pinjaman dan pembiayaan sesuai prinsip Syariah, termasaukmengelola ziswaf.

    2. Unit Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah ( USPPS )adalah unit usaha Koperasi yang bergerak dibidang usahameliputi simpanan, pinjaman dan pembiayaan sesuai prinsipSyariah, termasuk mengelola ziswaf.

  • II. KEGIATAN USAHA SIMPAN PINJAM

    A. Konvensional :

    1. Menghimpun simpanan dari anggota

  • IZIN USAHA SIMPAN PINJAM KOPERASI( BERDASARKAN : PERMEN KOPERASI & UKM RI NO. 15/Per/M.KUKM/IX/2015, psl. 7 )

    I. PENERBITAN :

    1. Bupati / Walikota menerbitkan ijin usaha simpanpinjam Koperasi yang wilayah keanggotaanya dalam 1( satu ) daerah Kab / Kota.

    2. Gubernur menerbitkan ijin usaha simpan pinjamKoperasi Koperasi yang wilayah keanggotaanya lintasdaerah Kab / Kota dalam 1 ( satu ) daerah Provinsi.

    3. Menteri menerbitkan ijin usaha simpan pinjamKoperasi yang wilayah keanggotaanya lintas daerahProvinsi.

  • II. PERSYARATAN :

    1. Surat permohonan pengajuan ijin usaha simpan pinjam.

    2. Fotocopy pengesahan Akta Pendirian / PerubahanAnggaran Dasar Koperasi beserta surat keputusannya.

    3. Fotocopy surat bukti setoran modal dalam bentukdeposito di Bank Pemerintah atas nama Koperasidan atau salah satu Pengurusnya.

    4. Daftar riwayat hidup Pengurus dan Pengawas sertafotocopy KTP Pengurus dan Pengawas.

    5. Fotocopy nomor rekening atas nama Koperasi.

    6. Rencana kerja selama 2 ( dua ) tahun.

  • III. PENJELASAN :

    1. Rencana kerja selama 2 ( dua ) tahun yang menjelaskan

    paling sedikit hal-hal sebagai berikut :

    Rencana permodalan yang meliputi:

    a. Rencana penghimpunan modal sendiri yang

    berasal dari simpanan pokok, simpanan wajib,

    hibah dan cadangan

    b. Rencana perolehan dan pengembalian modal

    pinjaman yang berasal dari anggota, calon

    anggota, koperasi lain atau anggotanya

    c. Rencana modal penyertaan

  • Rencana kegiatan usaha yang meliputi:

    a. Rencana penghimpunan dana simpanan yang berasal

    dari anggota, calon anggota dalam bentuk tabungan

    atau simpanan berangka.

    b. Ketentuan yang mengatur tentang penyetoran,

    penarikan, dan prosedur penghmpunan dana

    simpanan.

    c. Jumlah simpanan yang diproyeksi.

    Organisasi dan SDM meliputi :

    a. Struktur organisasi.b. Uraian tugas dan wewenang.c. Jumlah karyawan.

  • 2. Lampiran pengusulan :

    a. Surat pernyataan tidak mempunyai hubungankeluarga antara pengurus, pengawas dan pengelolaUSP.

    b. Daftar sarana kerja.c. Buku daftar anggota, pengurus dan pengawas

    Koperasi.d. Surat pernyataan dari pengurus Koperasi tentang

    kesediaan diri untuk dinilai kesehatan Koperasinyaoleh pejabat berwenang.

    e. Formulir pinjaman, tabungan, formulir menjadianggota Koperasi, berhenti menjadi anggota danformulir pinjaman.

    f. Neraca unit Usaha Simpan Pinjam Koperasi.g. Struktur organisasi Koperasi.h. Surat perjanjian status kantor Koperasi.i. Buku RAT ( untuk Koperasi yang sudah berbadan

    Hukum, tapi belum punya izin usaha simpan pinjam )

  • KANTOR CABANG KSP/USP

    1. Koperasi dapat membuka jaringan pelayanan ( kantor cabang,kantor cabang pembantu dan kantor kas ) untuk mendekatkanjarak pelayanan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepadaanggota.

    2. Pembukaan Kantor Cabang dan Kantor Cabang PembantuKoperasi dapat dilaksanakan setelah Koperasi yangbersangkutan melaksanakan kegiatan usaha simpan pinjamsekurang-kurangnya 2 ( dua ) tahun dan mempunyai anggotasekurang-kurangnya 20 ( dua puluh ) orang di daerah yangakan dibuka jaringan pelayanannya.

    3. Pembukaan Kantor kas setelah koperasi yang bersangkutanmelaksanakan kegiatan usaha simpan pinjam sekurang-kurangnya 6 ( enam ) bulan denagn jumlah anggota sekurang-kurangnya 20 ( dua puluh ) orang.

  • I. PERSYARATAN PEMBUKAAN KANTOR CABANG DAN

    KANTOR CABANG PEMBANTU :

    a. Alamat Kantor Cabang atau Kantor Cabang Pembantu yangakan dibuka.

    b. Foto copy Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.

    c. Modal kerja untuk Kantor Cabang dan Kantor CabangPembantu.

    d. Foto copy hasil penilaian kesehatan dengan prediketkesehatan sekurang-kurangnya cukup sehat.

    e. Daftar sarana kerja beserta kondisi fisiknya.

    f. Neraca dan perhitungan hasil usaha Koperasi yangbersangkutan dalam 1 ( satu ) tahun terakhir.

    g. Rencana kerja Kantor Cabang paling sedikit setahun.

    h. Daftar nama dan riwayat hidup calon pimpinan dan daftarnama calon karyawan kantor cabang.

    i. Calon kepala Kantor Cabang wajib memiliki sertifikasi standarkompetensi.

  • II. PERSYARATAN PEMBUKAAN KANTOR KAS :

    a. Memiliki Kantor Cabang dan Kantor Cabang Pembantu.

    b. Nama calon kepalan Kantor Kas.

  • III. PROSEDUR PEMBUKAAN JARINGAN PELAYANAN :

    a. Pengurus mengajukan permohonan pembukaan jaringan pelayanan kepada Bupati / Walikota denagn melampirkan persyaratan.

    b. Bupati / Walikota setempat menerbitkan persetujuan dan penolakan paling lama 7 ( tujuh ) hari kerja.

    c. Kantor Cabang dan Kantor Cabang Pembantu yang telah memperoleh peretujuan, wajib sudah melaksanakan kegiatan usaha simpan pinjam selambat - lambatnya 1 ( satu ) bulan sejak tanggal persetujuan dikeluarkan.

    d. Apabila dalam waktu yang telah ditetapkan, Koperasi belum melaksanakan kegiatan usaha simpan pinjam, maka persetujuan tersebut dinyatakan tidak berlaku dan bersifat final.

    e. Bupati / Walikota melakukan pembinaan dan pengawasan Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu dan Kantor Kas yang berkedudukan diwilayahnya.

  • f. Dalam hal pengawasan sebagaimana dimaksud diatas, terdapat bukti bahwa Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu dan Kantor Kas tidak memenuhi peraturan dalam usaha simpan pinjam oleh Koperasi, Bupati / Walikota diberi kewenangan untuk menutup.

  • Persyaratan Pembukaan Kantor Cabang :

    1. KSP dan USP-Koperasi yang membuka kantor cabang harusmenyediakan modal sendiri / modal tetap untuk investasidan modal kerja awal.

    2. Pernyataan dari pengurus Koperasi yang berisi bahwa danayang dihimpun dikantor cabang harus disalurkan di kantorcabang yang bersangkutan paling sedikit 80%.

    3. Layak berusaha secara ekonomi.

    4. Anggota yang dilayani sekurang-kurangnya berjumlah 20 (dua puluh ) orang dalam wilayah Kabupaten/Kota ybs.

    5. Memasang papan nama pada kantor dimana kantor cabangtersebut didirikan.

    Permohonan pembukaan kantor cabang diatas ditambahdengan rekomendasi / persetujuan / pernyataan tidakkeberatan dari pejabat berwenang di Kabupaten/Kotadimana kantor cabang tersebut kan didirikan.

  • BAGAN PROSES PEMBUKAAN KANTOR CABANG USAHA SIMPAN PINJAM KOPERASI

    Koperasi dengankeanggotaan diwilayah Kab A

    melaporkan PAD kepada pejabatberwenang dandiumumkan dalammedia massa

    Koperasimelakukan PAD wilayahkeanggotaanmelalui rapatAnggota

    Keterkaitanmasyarakat di luarwilayah kabupatenA untuk bergabung

    menjadi anggota

    Usaha simpan pinjam Koperasi berkembang Sesuai PP No. 4 Tahun 1994 dan

    Permen No. 01 Tahun 2006

    Usaha simpan pinjam telahberjalan min 2 th dan telahdinilai kesehatan

    Mengajukan permohonanrekomendasi /persetujuandari Dinas Koperasi dimanaKantor Cabang akan dibuka

    Anggota diluar Kabupaten A bertambah menjadi 20 orang/ lebih dan ada kebutuhan untuk mendekatkan pelayanan

    Mengajukan permohonanpembukaan kantor cabangkepada pejabat berwenang

    Membuka kantorcabang setelah izin

    keluar

    Sesuai Permen 15 Tahun 2009

  • PENILAIAN KESEHATAN KSP/USP(PERMEN NO : 20/Per/M.KUKM/XI/2008)

    TATA CARA PENYELENGGARAAN PENILAIAN KESEHATA

    Koperasi yang dinilai

    1. KSP telah beropersai paling tidak 1 th & telah melakukan RAT2. USP telah beroperasi paling tidak 1 th & dikelola secara terpisah dari

    jenis usaha lainnya

    Dilakukan pejabat penilaian KSP &USP Koperasi yang diangkat olehMenteri

    Pelaksanaan tiap akhir tahun (SK Menteri ttg pedoman Pelaksanaan penilaianKesehatan KSP dan USP Koperasi)

    Diberikan sertifikat predikat tingkat kesehatan

    Ruang Lingkup Penilaian Predikat Penilaian Hasil Penilaian Kesehatan

    PermodalanKualitas Aktiva ProduktifManajemenEfisiensiLikuiditasKemandirian dan PertumbuhanJatidiri Koperasi

    80-100= SEHAT60-80 = CUKUP SEHAT40-60 = KURANG SEHAT20-40 = SANGAT TIDAK SEHAT

    a. Kertas Kerja Penilaian KSP dan USP Koperasi yang Bersangkutan

    b. Laporan Keuangan KSP dan USP Koperasi yang Bersangkutan

    c. Salinan atau fotocopy sertifilkatpredikat kesehatan KSP dan USP Koperasi

  • PENGAWASAN KSP/USP (PERMEN No:21/Per/M.KUKM/XI/2008)

    1. Pembinaan pelaksanaan pengendalianinternal KSP dan USP Koperasi

    2 . Pemanfaatan laporan keuangan KSPdan USP Koperasi

    3. Pemeriksaan Organisasi & Usaha

    4. Penilaian Kesehatan KSP & USP Koperasi

    1. Meningkatkan efektifitas pelaksanaan tugas& fungsi rapat Anggota

    2. Meningkatkan efektifitas tugas da fungsipengurus

    3. Meningkatkan efektifitas tufgas dan fungsipengawas

    4. Meningkatkan efektifetas penge ndalianinternal

    5. Mendorong dilaksanakannya pendidikananggota

    6. Mendorong terjadinya efesiensi biayaorganisasi

    7. Mendorong dipatuhinya seluruh pedomandan aturan

    Dengan cara:1. Menyusun rencana dan target tahunan

    pemantauan laporan keuangan2. Menyusun petunjuk teknis

  • ADMINISTRASI IZIN USAHA SIMPAN PINJAM KOPERASI

  • PROSEDUR PENGURUSAN SURAT PERMOHONAN IZIN USAHA SIMPAN PINJAM

    1. Penerimaan surat

    Petugas menerima surat permohonan Izin Usaha SimpanPinjam Koperasi.

    Meneliti kelengkapan Surat Permohonan.

    Mencatat dalam buku Daftar Penerimaan dan membubuhitanggal dan waktu permohonan tersebut diterima.

    Memberi Bukti Tanda Permohonan yang dibubuhi tanggaldan tanda tangan.

  • 2. Pencatatan dan penyampaian Surat PermohonanPengesahan pada Pimpinan.

    Petugas menyampaikan kepada Pimpinan.

    Pimpinan ( staf khusus ) mencatat dalam BukuDaftar Permohonan.

    3. Pengesahan

    Pimpinan menetapkan Izin Usaha Simpan Pinjam.

    Surat Izin Usaha Simpan Pinjam dicatat dalambuku yang telah disediakan.

  • PENATAAN BERKAS PERMOHONAN

    1. Berkas disimpan di lemari/filling cabinet khusus.

    2. Berkas disusun demikian rupa sehingga memudahkan untukditemukan kembali apabila diperlukan.

    3. Berkas harus segera disimpan agar tidak menyulitkanpenataannya.

  • CONTOH

    PERMOHONAN IZIN USAHA SIMPAN PINJAM

    Nama : / / /

    Lampiran :

    Perihal : Permohonan Izin Usaha Simpan Pinjam

    Kepada Yth.

    Gubernur/Bupati/Walikota/

    Kepala Dinas/Instansi yang membidangi

    Koperasi di Propinsi/Kab/Kota

    Dengan hormat,

    Bersama ini kami mengajukan Permohonan Izin Usaha Simpan Pinjam sebaimana dimaksud dalamPeraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia nomor:19/Per/M.KUKM/XI/2008 tentang pedoman pelaksanaan Kegiatan Usaha Simpan Pinjam oleh Koperasi.

    Permohonan Izin Baru/ Pendaftaran Ulang.

    I. IDENTITAS KUASA PENDIRI / KETUA PENGURUS

    Nama:..............

    Alamat tempat tinggal :

    ................

    Nomor Telp :..

    Nomor KTP :..

    Kewarganegaraan :....

  • II. IDENTITAS KOPERASI

    Nama : .

    Alamat Koperasi : ...............................

    Nomor Telp. :

    Propinsi : ......................................

    Kab/Kota : ......................................

    Kecamatan :

    Kelurahan / Desa : .......................................

    Kode Pos : ...

    III. MODAL

    Modal Sendiri : Rp......... ,-

    (.....)

    Demikian Permohonan Izin Usaha Simpan Pinjam ini kami buat dan diisi dengan sebenarnya, danapabila dikemudian hari ternyata data atau informasi dan keterangan tersebut tidak benar ataupalsu, kami menyatakan bersedia untuk dicabut izin usaha simpan pinjam yang telah diterbitkandan dituntut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    ...................... , .............................. 20...

    Kuasa Pendiri/Pengurus

    Materai 6000

    ..........................................

  • SURAT IZIN USAHA SIMPAN PINJAM

    NOMOR : /SISP/ / /20..

    NAMA KOPERASI : ..

    NOMOR DAN TANGGAL AKTA PENDIRIAN /

    PERUBAHAN ANGGARAN DASAR : Nomor : ....Tanggal : ......

    NAMA KETUA PENGURUS/MANAGER :

    KELEMBAGAAN : Unit Simpan Pinjam Koperasi

    ALAMAT KOPERASI : ..

    NOMOR TELEPON : .

    MODAL TETAP : Rp. ..,- (....................rupiah )

    - Izin ini berlaku u ntuk melakukan usaha simpan pinjam dari dan untuk anggota Koperasi, calon anggota koperasi yang bersangkutan,

    Koperasi lain dan anggota koperasi lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan kebijakan Pemerintah di bidang usaha simpan

    pinjam koperasi.

    - Koperasi pemegang izin ini wajib menyampaikan laporan keuangan secara berkala setiap triwulan dan laporan tahunan kepada pejabat

    pemberi izin sesuai dengan peraturan yang berlaku.

    ...................... , ........................ 2009

    An. Menteri Koperasi dan UKM

    Gubernur/ Bupati/ Walikota/

    Kepala Dinas/ Instansi yang membidangi

    Koperasi di Propinsi/ Kab/Kota

    NIP.

    Tembusan Yth.

    - Deputi Bidang Pembiayaan Koperasi dan UKM.

    - Deputi Bidang Kelembagaan Koperasi dan UKM.

  • KOPERASI JASA KEUANGAN SYARIAH/UNIT JASA

    KEUANGAN SYARIAH (KJKS/UJKS)

    (KEPMENEGKOP DAN UKM NOMOR: 91/Kep/M.KUKM/IX/2004)

    KJKS adalah koperasi yang kegiatan usahanya bergerak di

    bidang pembiayaan, investasi dan simpanan sesuai pola bagi

    hasil syariah (tidak boleh mempunyai unit usaha lain).

    UJKS adalah unit koperasi yang bergerak di bidang usaha

    pembiayaan, investasi dan simpanan dengan pola bagi hasil.

    (syariah) sebagai bagian dari kegiatan koperasi yang

    bersangkutan.

    Kegiatan usaha KJKS/UJKS diperuntukkan bagi anggota, calon

    anggota, koperasi lain dan atau anggota koperasi lain.

  • PERSYARATAN DAN TATACARA PEMBENTUKAN KJKS/UJKS

    Pendirian KJKS Pembentukan UJKS

    Primer & Sekunder Primer & SekunderPeraturan Pemerintah Nomor 4 tahun 1994 tentang Persyaratan dan Tata Cara

    Pengesahan Akta Pendirian dan Perubahan Anggaran Dasar Koperasi

    serta Petunjuk Pelaksanaan Pembentukan,

    Pengesahan Akta Pendirian dan Perubahan Anggaran Dasar Koperasi

    Tata Cara Pendirian/

    Pembentukan

    Dokumen Persyaratan : Dokumen Persyaratan:

    1. Berita acara rapat pendirian 1. Hasil keputusan RA

    2. Surat Bukti penyetoran modal sendiri 2. Surat bukti penyetoran modal tetap

    3. Rencana kerja paling sedikit 1 tahun 3. rencana kerja paling sedikit 1 tahun

    4. Nama dan riwayat hidup calon pengeloa 4. DRH Pengurus, pengawas, Ahli/DewanSyariah & calon pengelola

    5. Ket pokok- 2 adm & pembukuan yg didisain sesuai syariah 5. Adm & pembukuan sesuai syariah

    6. Daftar sarana kerja 6. daftar sarana kerja Kop dan UJKS

    7. SPK Pngurus Kop. Dgn Pengelola UJKS Kop

    Jawaban Permohonan dikeluarkan

    paling lambat 3 bulan jawaban permohonan dikeluarkan Diberikan dalam 2 tahap:

    paling lambat 1 bulan 1. Pengesahan

    2. Pemberian ijin Usaha

    Mengajukan Permohonan

    Pengesahan Akta

    Pendirian KJKS pada

    pejabat yg berwenang

    Mengajukan

    permohonan

    pengesahan perubahan

    AD dg mencantumkan

    UJKS si dlm AD kpd

    pejabat yg berwenang

  • Persyaratan Permohonan izin Koperasi Jasa Keuangan

    Syariah/ Unit Jasa Keuangan Syariah

    1. Koperasi Jasa Keuangan Syariah Primer dibentuk minimal 20 orang .

    2. Koperasi Jasa Keuangan Syariah Sekunder dibentuk minimal 3 Koperasi yangberbadan hukum.

    3. Pengajuan permohonan pengesahan akta pendirian KJKS wajib melampirkan:

    a. Berita acara rapat, pendirian KJKS disertai daftar hadir, bukti fotokopi KTPseluruh anggota

    b. Suear bukti penyetoran modal awal pendirian KJKS Primer minimal Rp.15.000.000, dan KJKS Sekunder minimal Rp. 50.000.000,;

    c. Setoran dalam bentuk deposito pada bank syariah atas nama Menteri cq. KetuaKoperasi

    d. Rencana kerja minimal 1 tahun antara lain:

    1) Rencana penghimpunan dana dan pengalokasian pembiayaan besertajenis akad

    2) SOP yang memuat peraturan

    3) Rencana modal sendiri

    4) Rencana modal pembiayaan yang diterima

    5) Rencana modal pendapatan dan beban

    6) Rencana dibidang organisasi

  • e. Nama dan riwayat hidup calon pengelola

    f. Keterangan pokok-pokok administrasi dan pembukuan yang didesain sesuai

    karakteristik lembaga keuangan syariah

    g. Daftar sarana kerja.

    4. Pengurus Koperasi yang belum mencantumkan kegiatan jasa keuangan dalam

    anggaran dasar wajib mengajukan permohonan pengesahan perubahan anggaran

    dasarnya kepada pejabat dengan mencantumkan usaha jasa keuangan syariah

    5. Pembentukan Unit Jasa Keuangan Syariah dilaksanakan sesuai dengan PP Nomor 4

    Tahun 1994, dan Permenkop dan UKM nomor : 01/Per/M.KUKM/I/2006 tentang

    petunjuk pelaksanaan pembentukan, pengesahan Akta pendirian dan perubahan

    Anggaran Dasar Koperasi

  • Struktur Internal Organisasi Koperasi umumnya

    terdiri dari 3 unsur yaitu:

    1. Unsur Perangkat Organisasi Koperasi :

    - Rapat Anggota

    - Pengurus

    - Pengawas

    2. Unsur Dewan Penasehat

    3. Unsur pelaksana yaitu manajer dan karyawan.

    4. Pada koperasi jasa keuangan syariah/Unit Jasa Keuangan Syariah

    ditambah keberadaan Unsur Dewan Pengawas Syariah/Dewan

    Syariah.

  • KANTOR CABANG KJKS/UJKS

    (KEPMENEGKOP 91/KEP/M.KUKM/IX/2004)

    1. Koperasi dapat membuka jaringan pelayanan (kantor cabang, kantorcabang pembantu dan kaantor kas ) untuk mendekatkan jarakpelayanan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada anggota.

    2. Koperasi dapat membuka kantor jaringan pelayanan setelah Koperasiyang bersangkutan memiliki kinerja yang baik atas Organisasi,kelangsungan Usaha dan Aspek Finansial, Manajemen serta telahmemiliki anggota yang dilayani sekurang-kurangnya 20 orang padalokasi dimana Kantor cabang pembantu, atau kantor kas akan dibuka.

    3. Melaksanakan kegiatan usaha simpan pinjam sekurang-kurangnya 2(dua) tahun setelah berbadan hukum atau disahkan perubahananggaran dasarnya, setelah mendapatkan rekomendasi dari pejabatInstansi yang membawahi bidang Koperasi dimana kantor Cabangtersebut akan dibuka.

    4. Pembukaan kantor cabang pembantu dan kantor kas dilaporkan olehpengurus Koperasi kepada pejabat ditempat koperasinya berdomisilidengan tembusan kepada instansi yang membidangi koperasi padakantor cabang pembantu dan kantor kas Koperasi.

  • Permohonan pembukaan kantor cabang diajukan oleh pengurus

    koperasi yang bersangkutan dengan melampirkan:

    a. Alamat kantor cabang yang akan dibuka.

    b. Surat bukti setoran modal kerja yang disediakan untuk kantor cabang

    c. Daftar sarana kerja.

    d. Nama dan riwayat hidup calon pimpinan dan daftar nama calon

    karyawan kantor cabang.

    e. Data anggota yang dipersyaratkan disertai dengan bukti KTP yang

    telah dilegalisir oleh kantor lurah setempat.

    f. Neraca dan perhitungan Hasil Usaha Koperasi yang bersangkutan

    dalam 2 (dua) tahun terakhir.

    g. Rencana kerja Kantor Cabang sekurang-kurangnya setahun.

    h. Nama Dewan Kerja Syariah.

  • ASPEK PEMBINAAN/ MONITORING/PENGAWAS KJKS/UJKS

    Pasal 34 :

    Pejabat pemerintah yang bertanggungjawab dalam bidang perkoperasian

    melaksanakan pembinaan terhadap KJKS dan UJKS sebagai berikut:

    1. Memantau perkembangan KJKS dan UJKS secara berkala melalui laporan

    keuangan KJKS dan UJKS ybs.

    2. Melakukan pemeriksaan secara menyeluruh baik yang menyangkut organisasi

    maupun usahanya, termasuk pelaksanaan program pembinaan anggota

    sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) KJKS dan UJKS.

    3. Melakukan penilaian kesehatan KJKS dan UJKS sesuai kesehatan Pola Bagi

    Hasil ( Syariah ).

    Pasal 32:

    Dewan Pengawas Syariah bertugas melakukan pengawasan pelaksanaan

    kegiatan usaha KJKS/UJKS berdasarkan prinsip-prinsip Syariah dan

    melaporkan hasil pengawasannya kepada pejabat.

  • ASPEK MONITORING/PENGAWASAN KJKS/UJKS

    Kepmen 91 tahun 2004 :

    1. KJKS dan UJKS melalui Koperasi ybs wajib menyampaikan laporan

    keuangan secara berkala yaitu setiap triwulan dan laporan tahunan

    kepada Pejabat yang berwenang memberikan pengesahan dan PAD

    koperasi ybs.

    2. Laporan triwulan disampaikan selambat-lambatnya 30 hari sejak bulan

    terakhir pada periode ybs.

    3. Laporan tahunan disampaikan selambat-lambatnya 5 bulan sejak

    periode tahunan itu terakhir.

    4. Laporan keuangan KSP dan USP meliputi unsur-unsur neraca,

    perhitungan hasil usaha dan laporan arus kas.

    5. KJKS/UJKS yang menjalankan kegiatan maal, wajib membuat laporan

    penerimaan dan distribusi dana zakat,infaq, sadaqah serta wakaf

    (ZISWAF), melengkapi laporan keuangan sebagaimana maksud di atas.

    6. Perlakuan akuntasi seluruh perkiraan dilakukan berdasarkan prinsip

    akuntansi syariah yang berlaku umum.

  • PENGENDALIAN RESIKO

    Pengelolaan KJKS/UJKS wajib memperhatikan azas-azas dan

    pembiayaan yang sehat dan menerapkan prinsip-prinsip kehati-hatian

    serta pembiayaan yang benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    Penilaian atas kemampuan dan kesanggupan anggota/calon anggota

    yang dibiayai untuk melunasi kewajibannya sesuai dengan yang

    diperjanjikan wajib mempertimbangkan watak, kemampuan, modal

    agunan dan prospek usaha dari an.ggota / calon anggota