Agenda UI Terkini UIUpdate · seminar “Perempuan dan Rokok: ... M.S.P.H., serta dipandu oleh dr....

of 24 /24
Agenda Maret - April 2010 Highlights Update UI Agenda UI Terkini diterbitkan oleh Kantor Komunikasi UI Edisi 04/Thn. II/2010 Perempuan dan Rokok: Sebuah Emansipasi atau Ketidakberdayaan? Women Power Days Peluncuran buku Saparinah Sadli “ Berbeda tetapi Setara” UI Green Metric World University Ranking Pertemuan Pengelola Perpustakaan Universitas se-ASEAN Rektor Tinjau Pelaksanaan SIMAK UI di Jakarta dan Bogor Seminar “Pemberlakuan Mekanisme Pembuktian Terbalik Perlindungan Whistle Blower26 April 2010 UI Tuan Rumah Pelatnas Olimpiade Informatika dan Matematika 30 April 2010 Grand Launching Shell Eco-Marathon 11 April 2010 21 April 2010 8 April 2010 26 April 2010

Embed Size (px)

Transcript of Agenda UI Terkini UIUpdate · seminar “Perempuan dan Rokok: ... M.S.P.H., serta dipandu oleh dr....

  • UpdateUIAgenda UI Terkini

    1UIUpdate | Edisi 04/Thn. II/2010

    Agenda Maret - April 2010Highlights

    UpdateUIAgenda UI Terkini

    diterbitkan oleh Kantor Komunikasi UI

    Edisi 04/Thn. II/2010

    Perempuan dan Rokok: Sebuah Emansipasi atau Ketidakberdayaan?

    Women Power Days

    Peluncuran buku Saparinah Sadli Berbeda tetapi Setara

    UI Green Metric World University Ranking

    Pertemuan Pengelola Perpustakaan Universitas se-ASEAN

    Rektor Tinjau Pelaksanaan SIMAK UI di Jakarta dan Bogor

    Seminar Pemberlakuan Mekanisme Pembuktian Terbalik Perlindungan Whistle Blower

    26 April 2010

    UI Tuan Rumah Pelatnas Olimpiade Informatika dan Matematika

    30 April 2010

    Grand Launching Shell Eco-Marathon

    11 April 2010

    21 April 2010

    8 April 2010

    26 April 2010

  • UpdateUIAgenda UI Terkini

    2 UIUpdate | Edisi 04/Thn. II/2010

    UI Update Edisi 04/Thn. II/2010

    Kantor Komunikasi UI

    email:[email protected]

    Kami menerima artikel atau tulisan tentang UI dan kegiatan

    di lingkungan UI. Penulis yang tulisannya dimuat di UI Update

    akan mendapatkan cenderamata menarik dari UI.

    kritik, saran, dan tulisan dapat dikirimkan melalui

    alamat email di atas

    RedaksiKantor Komunikasi UI

    Gd. Pusat Administrasi UI Lantai 6 Kampus UI, Depok

    Telp. 021 7867222 ext. 100604Faks. 021 78849060

    Pemimpin RedaksiVishnu Juwono

    Redaksi Farida Haryoko

    M. Rachmat RawyaniArdiansyah

    PenyuntingGina Ganarti Hakim

    FotograferUbaydillah

    Whisnu PrabowoReporter

    Made Santi Prita Nur Aini Sandjojo

    Sumber Berita : Tim Reportase Humas UI

    Kontributor UI-Update Press Release

    23 Maret-30 April 2010Laman Kantor Humas 12 fakultas

    Daftar IsiAgenda Kegiatanbulan Maret-April 2010

    UI Green Metric World University Ranking 27-29 April 2010Women Power Days

    23 Maret 2010Lunch Talk on Smart Grid

    21 April 2010Peluncuran buku Saparinah Sadli

    8 April 2010Pertemuan Pengelola Perpustakaan Universitas se-ASEAN

    10 April 2010Pengangkatan Sumpah Dokter Gigi Baru

    24 April 2010Pengukuhan Guru Besar UI Prof. Rainy Umbas dan Prof. Benny S. Latief

    21 April 2010Seminar Pemberlakuan Mekanisme Pembuktian Terbalik Perlindungan Whistle Blower

    22 April 2010UI Terima Kunjungan Universitas Deakin

    11 April 2010Rektor Tinjau Pelaksanaan SIMAK UI di Jakarta dan Bogor

    24 April 2010Pertunjukan Musik Psychology for Society

    26 April 2010UI Tuan Rumah Pelatnas Olimpiade Informatika dan Matematika

    27 April 2010Nota Kesepahaman UI dengan JCEB

    28 April 2010Kuliah Umum: Hubungan Gelap antara Indonesia dan Australia

    30 April 2010Grand Launching Shell Eco-Marathon

    Sosialisasi Program Hibah Kompetisi Institusi (PHK-I) di FT UI

    21 April 2010Perempuan dan Rokok: Sebuah Emansipasi atau Ketidakberdayaan ?

    28 April 2010Kuliah Umum Diplomasi Kesehatan

    26 April 2010UI meluncurkan Green Metric

    4

    5

    13

    9

    6

    14

    17

    18

    20

    23

    7

    6

    8

    11

    13

    15

    16

    19

    22

    Agenda Maret - April 2010Highlights

    UpdateUIAgenda UI Terkini

    diterbitkan oleh Kantor Komunikasi UI

    Edisi 04/Thn. II/2010

    Perempuan dan Rokok: Sebuah Emansipasi atau Ketidakberdayaan?

    Women Power Days

    Peluncuran buku Saparinah Sadli Berbeda tetapi Setara

    UI Green Metric World University Ranking

    Pertemuan Pengelola Perpustakaan Universitas se-ASEAN

    Rektor Tinjau Pelaksanaan SIMAK UI di Jakarta dan Bogor

    Seminar Pemberlakuan Mekanisme Pembuktian Terbalik Perlindungan Whistle Blower

    26 April 2010

    UI Tuan Rumah Pelatnas Olimpiade Informatika dan Matematika

    30 April 2010

    Grand Launching Shell Eco-Marathon

    11 April 2010

    21 April 2010

    8 April 2010

    26 April 2010

  • UpdateUIAgenda UI Terkini

    3UIUpdate | Edisi 04/Thn. II/2010

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Peran wanita tidak kalah penting dengan pria. Pada zaman

    modern ini, wanita bisa menunjukkan kekuatan dan potensinya.

    Kesetaraan gender menjadi isu yang penting pada bulan

    April ini mengingat adanya Hari Kartini. Oleh karena itu, berita

    terkait isu perempuan menjadi laporan utama UI Update edisi

    04. Dalam rangka memperingati Hari Kartini, UI mengadakan

    seminar Perempuan dan Rokok: Sebuah Emansipasi atau

    Ketidakberdayaan?

    UI Update edisi 04 terbit dengan sejumlah informasi tentang

    kegiatan-kegiatan di UI. Pada bulan April ini ada banyak

    kegiatan ilmiah yang diselenggarakan UI, seperti peluncuran

    UI Green Metric World University Ranking, Pertemuan Pengelola

    Perpustakaan se-ASEAN, kuliah umum Diplomasi Kesehatan,

    dan sebagainya. Sementara itu, SIMAK-UI akhirnya terlaksana

    juga pada 11 April 2010 silam. UI Update edisi 04 memberikan

    informasi seputar kunjungan Rektor UI ke beberapa lokasi ujian.

    Selain kegiatan ilmiah, UI juga mendapat kunjungan dari

    Universitas Deakin dalam rangka penjajakan kerja sama.

    Tak kalah menarik, prestasi internasional telah diukir oleh

    mahasiswa-mahasiswa FT UI yang menciptakan kendaran Shell

    Eco-Marathon. Ketiga kendaraan tersebut akan bertanding di

    kompetisi Shell-Eco Marathon 2010 yang berlangsung di sirkuit

    Sepang, Malaysia pada 08-10 Juli 2010.

    Beragam pencapaian dan kegiatan yang telah berhasil diraih

    dan dilaksanakan sebelumnya semoga mendorong kita untuk

    berkembang ke arah yang lebih baik lagi. Selamat Hari Kartini

    dan semoga UI Green Metric World University Ranking dapat

    berjalan dengan lancar!

    Vishnu Juwono

    Pemimpin Redaksi

    KEGIATAN REKTORPengantar Redaksi

    Rektor UI dan Tim Green Metric saat telekonferensi berlangsung (26/04)

    Rektor UI, Prof. Dr. der. Soz Gumilar R. Somantri, hadir dalam Grand Launch-

    ing kendaraan Shell Eco-Marathon pada Jumat, (30/04) di Balai Sidang UI,

    Kampus Depok.

    Rektor UI melakukan kunjungan saat ujian SIMAK-UI berlangsung (11/04)

  • UpdateUIAgenda UI Terkini

    4 UIUpdate | Edisi 04/Thn. II/2010

    Perempuan dan Rokok: Sebuah Emansipasi atau Ketidakberdayaan?

    Dalam rangka memperingati hari Kartini dan mengampanyekan gerakan pengendalian asap rokok di dalam lingkungan kampus, Universitas Indonesia (UI) menyelenggarakan seminar bertajuk Perempuan dan Rokok: Sebuah Emansipasi Atau Ketidakberdayaan? yang berlangsung Rabu (21/04) di Balai Sidang UI. Acara yang dimulai pukul 08.30 WIB ini menghadirkan beberapa narasumber ahli sebagai pembicara, di antaranya Prof. Sri Moertiningsih Adioetomo S.E., M.A., Ph.D., Dra. Okky Asokawati, dr. Ahmad Hudoyo Sp. P., dan Dr. Rita Damayanti, M.S.P.H., serta dipandu oleh dr. Rohani Budi Prihatin sebagai moderator. Seminar ini mendapat respon yang sangat positif, terbukti dengan banyaknya peserta dari kalangan mahasiswa, dosen, peneliti, dan aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

    Dalam sambutannya, Pelaksana Tugas Harian Rektor, Dr. Ir. Muhammad Anis. M. Met., mengatakan, merokok sudah menjadi suatu kebiasaan tanpa melihat gender dan usia. Sebagai gambaran menurut data statistik, saat ini jumlah perempuan perokok telah mencapai 5% dari total perokok di Indonesia yang berjumlah 62 juta orang. Merokok bukan hanya didominasi pria semata, tetapi wanita pun juga banyak yang merokok walaupun jumlahnya belum sebanyak pria, ungkapnya. Lebih lanjut Anis mengatakan larangan merokok menjadi satu hal yang dilematis karena menyangkut berbagai hal, di antaranya petani tembakau, cukai

    rokok yang menjadi salah satu andalan pemasukan bagi negara, sponsor bagi beberapa pertandingan olahraga, serta beasiswa sekolah bagi siswa yang kurang mampu dan berprestasi. Dalam kesempatan ini Anis menegaskan, UI tidak pernah mengijinkan seluruh kegiatan yang mengatasnamakan almamaternya untuk menerima sponsor dari produsen rokok. Hal tersebut merupakan bentuk partisipasi nyata UI untuk mengampanyekan pengendalian merokok di kalangan mahasiswa. Anis pun mempertanyakan keefektifan kampanye larangan merokok dan fatwa haram merokok karena menurutnya hal tersebut bukanlah solusi dari permasalahan yang dihadapi.Seharusnya yang dikampanyekan adalah gerakan antirokok dan bahaya merokok. Bukan malah menyosialisasikan larangan merokok, tegas Anis. Di akhir sambutannya, Anis mengajak seluruh hadirin untuk berhenti merokok sekarang juga demi kesehatan bangsa Indonesia.

    Dalam sesi pertama seminar, Dra. Okky Asokawati berbagi pengalaman ketika ia masih aktif menjadi model. Saya mulai merokok ketika berusia 17 hingga 34 tahun karena ingin diakui dan diterima di lingkungan pergaulan modelling, ungkap wanita yang juga menjabat anggota DPR Komisi IX ini. Okky menceritakan alasannya terjun sebagai model karena ia ingin tampil, mendapat pengakuan ,dan ingin terlihat oleh orang lain sebagai orang yang memiliki kemampuan di atas rata-rata walaupun ia tergolong pribadi

    yang tidak percaya diri dan introvert. Setelah saya menjadi model, konsep diri saya jadi lebih baik, katanya. Okky pun hanya merokok ketika bersama teman-temannya di dunia model. Ketika ia berada di kampus, Okky mengaku tidak merokok. Keinginan untuk berhenti merokok muncul ketika Okky ingin memiliki anak. Jadi saat saya ingin hamil, konsep diri mengenai kesehatan itu berubah. Pola pikir pun juga ikut berubah.Ya sudah, sejak saat itu saya punya keinginan untuk berhenti merokok, akunya. Okky pun juga tidak mengalami kesulitan yang berarti ketika berhenti merokok. Saya tidak perlu mengurangi konsumsi rokok secara perlahan. Tetapi benar-benar berhenti total merokok, tegasnya.

    Sementara dr. Ahmad Hudoyo Sp. P., memaparkan presentasi berjudul Dampak Rokok Bagi Kesehatan Perempuan. Dr. Ahmad memulai presentasinya dengan memaparkan lima alasan perempuan merokok, yaitu untuk mengurangi stres, pengaruh iklan dan pergaulan, sebagai tindakan feminisme, serta ingin tetap langsing. Lebih lanjut ia menjelaskan di dalam rokok terdapat lebih dari 6.000 zat beracun yang dapat mengakibatkan berbagai macam penyakit, mulai dari bronkitis kronis, jantung, stroke, kanker mulut dan tenggorokan, serta osteoporosis dini. Namun, menurut dr. Ahmad, semua penyakit ini tidak akan dirasakan langsung oleh perempuan perokok.Butuh waktu sekitar 40 sampai 50 tahun ke depan baru mereka akan

    Dr. Ir. Muhammad Anis, M.Met., Wakil Rektor I, saat memberikan sambutan.

    Para pembicara seminar saat menyampaikan materi.

    21April 2010

  • UpdateUIAgenda UI Terkini

    5UIUpdate | Edisi 04/Thn. II/2010

    Women Power Days27-29April 2010

    Dalam rangka menyambut Hari Kartini, Usaha Kecil dan Mikro (UKM) Center Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE UI) mempersembahkan Women Power Days pada tanggal 27-29 April 2010 di Kampus Depok. Acara 3 hari ini terdiri dari talkshow, workshop, dan bazar. Pada hari pertama, acara dibuka oleh Prof. Multamia Lauder (Direktur Pendidikan UI) dan Dr. Ir. Nining I. Soesilo (Ketua UKM Center FE UI). Linda Gumilar, Menteri Pemberdayaan Wanita dan Perlindungan Anak, hadir sebagai keynote speaker (pembicara inti). Sementara, pembicara dalam talkshow Ir. Ani Rahmawati (Dirjen Anggaran Negara Kemenkeu), Yani Panigoro (Direktur Medco Holding), dan Okte Hatta Rajasa (Perkumpulan Para Istri Kabinet Indonesia Bersatu/SIKIB). Bertindak sebagai moderator Maria Kalaij (Presenter MetroTV).

    Nining menjelaskan latar belakang penyelenggaraan acara ini, selain merayakan hari Kartini, juga menunjukkan bagaimana perempuan dapat mengembangkan usahanya

    dengan UKM (Usaha Kecil & Mikro).Wanita harus diberdayakan karena kalau tidak negara akan sulit berkembang, ujar Multamia di awal sambutannya. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukannya, sebagian besar perempuan memiliki kemampuan untuk mengerjakan banyak hal sekaligus (multitasking) dibandingkan dengan laki-laki yang hanya mampu secara spesifik mengerjakan satu hal (one-task). Dengan demikian, perempuan sanggup mengurus banyak hal secara baik dalam pekerjaan kantor, ibu rumah tangga, serta mengurus anak dan suami.

    Pada sesi talkshow, Ani selaku pembuat Anggaran Belanja Negara, menjelaskan bahwa membahas APBN lebih sulit daripada ujian doktor. Di pemerintahan yang didominasi oleh laki-laki, dia harus dapat membahas anggaran dengan kemampuan komunikasi yang baik.UKM lebih banyak menyerap tenaga kerja dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan besar sehingga perempuan yang mengelola berperan penting dalam ekonomi, Sementara

    itu, Direktur Medco mengatakan, Saat ini, ada keseimbangan 50 % antara perempuan dan laki-laki yang kuliah di ITB, tidak seperti zaman saya, hanya ada 2 perempuan dalam satu kelas. Begitu pula dalam dunia kerja, sebagian besar pekerja di Medco Holding perempuan,Yani menambahkan.

    Okte Hatta Rajasa (SIKIB) memaparkan program masyarakat sejahtera yang dicanangkan Ibu Negara, antara lain Indonesia Peduli, Indonesia Pintar, Indonesia Hijau, Indonesia Kreatif, dan Indonesia Sehat. Dalam program Indonesia Kreatif dan Indonesia Pintar, ada Sentra Kriya untuk memberikan keterampilan hidup dan vokasional kepada masyarakat, khususnya anak-anak dan ibu-ibu sehingga diharapkan tercipta peluang usaha dan lowongan kerja bagi masyarakat setempat.

    Linda Gumelar menekankan perlu adanya kesetaraan gender antara perempuan dan laki-laki.Berdasarkan data dari Menteri Koperasi, perempuan memegang andil besar dalam sektor ekonomi mikro. Di bidang UKM, 60 % dikelola oleh perempuan, kata Linda, Banyak Kartini masa kini memegang peranan penting dalam sektor ekonomi, pendidikan, dan politik. Ia menambahkan, laki-laki juga harus ikut aktif berpartisipasi dalam pembangunan perempuan, perempuan harus membangun kemandirian bangsa, nasionalisme, patriotisme dan nilai-nilai budaya pun harus tetap dilestarikan. Harapan saya ke depan, yaitu pemerintah, swasta, dan masyarakat bersama-sama membangun bangsa, ujarnya. (PRA)

    mengalami gejala-gejala penyakit tersebut, ungkapnya. Tidak heran jika banyak yang telah merokok sekian lama, tetapi perokok merasa fisiknya selalu dalam keadaan sehat.

    Dr. Rita Damayanti dan Prof. Sri Moertiningsih Adioetomo S.E., M.A., Ph.D., memiliki opini serupa. Menurut kedua pembicara ini keluarga miskin merupakan jumlah perokok terbesar di Indonesia. Dr. Rita mengungkapkan, menurut penelitian yang ia lakukan di Sukabumi tahun 2008, belanja rokok mengalahkan pengeluaran sehari-

    hari. Sebagai gambaran, rata-rata per bulan keluarga miskin di Indonesia menghabiskan Rp113.899,00 atau sekitar 12,4% dari total pengeluaran mereka selama satu bulan. Padahal dana tersebut bisa dialihkan untuk meningkatkan pemasukan rumah tangga atau untuk menciptakan lapangan pekerjaan.Jadi sudah miskin, tetapi merokok pula, tegas Prof. Sri Moertiningsih. Dr. Rita Damayanti pun mencoba memberikan solusi. Untuk para istri yang ada di rumah, potonglah jatah suami Anda untuk membeli rokok supaya mereka tidak lagi bisa membeli

    rokok. Jangan rokoknya yang dikurangi karena jika itu terjadi maka suami-suami Anda akan tetap membeli rokok di tempat lain, tegasnya. Sementara itu, Prof. Sri Moertiningsih menyarankan agar pemerintah menaikkan cukai rokok hingga 57% dari harga asli.Jadi, perokok adalah mereka yang berada di kalangan menengah ke atas. Jika mereka sakit akibat rokok, mereka dapat mengobati penyakit tersebut dan tidak akan membebani pemerintah, ujarnya. (SNT)

  • UpdateUIAgenda UI Terkini

    6 UIUpdate | Edisi 04/Thn. II/2010

    UI meluncurkan Green Metric

    Universitas Indonesia (UI) meluncurkan program Green Metric World University Ranking pada hari Senin (26/04) di Ruang Rapat B lantai 2, Gedung Pusat administrasi Universitas (PAU), Kampus Depok. Acara ini berbentuk telekonferensi dengan Direktorat Pendidikan Tinggi (DIKTI) Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) dan universitas lainnya di Indonesia, Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Brawijaya (Unibraw), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Bina Nusantara (BINUS), Universitas Airlangga (UNAIR), dan

    Universitas Darmajaya Lampung. Pembicara dari UI, yaitu Rektor UI, Prof. Dr. der. Soz Gumilar Rusliwa Somantri dan Prof. Gunawan Sucahyono yang memberikan pandangan tentang Green Metric.

    Prof. Dr. der. Soz Gumilar Rusliwa Somantri menjelaskan latar belakang yang mendasari program ini. Pertama, secara faktual jumlah penduduk meningkat hingga mencapai 6.5 milyar, sedangkan pasokan makanan berkurang. Kedua, kelangkaan air, contohnya di Afrika, 5 juta orang mengalami kesulitan dalam mengakses air. Ketiga, perubahan iklim yang terjadi. This is beyond politic, ideology and religion. Permasalahan ini merupakan share problems dan share responsibilities, ujar Gumilar dalam konferensi tersebut. Rektor UI juga menekankan tujuan utama program green metric, yaitu membangun peradaban yang beradab dan berharap universitas-universitas di Indonesia dapat bekerja sama sehingga menjadi inspirasi untuk universitas lain di dunia mencapai ranking tinggi. Prof. Gunawan Sucahyono

    juga menambahkan beberapa poin utama untuk merefleksikan green metric, antara lain setting kampus yang hijau, efisiensi energi, pengurangan efek gas rumah kaca, efisiensi air, dan daur ulang sampah.

    Perwakilan-perwakilan dari universitas lainnya menyambut gagasan ini secara antusias. Mereka menambahkan saran dan berbagi pengalaman mereka dalam menciptakan lingkungan hijau. Contohnya, UGM menambahkan beberapa hal, antara lain peran universitas dalam konservasi lingkungan juga harus mempengaruhi masyarakat, sistem metric tidak harus terpaku pada angka-angka yang bias, dan elemen-elemen kecerdasan, moralitas, serta kesantunan sebaiknya ditambahkan dalam sistemnya. Akhir kata, Prof. Nizam, wakil dari DIKTI menambahkan, Ranking bukan tujuan utama. Akan tetapi, alasan dibalik itu menciptakan peradaban yang beradab dan lingkungan hijau. (PRA)

    26April 2010

    Peluncuran buku Saparinah Sadli Berbeda tetapi Setara

    21April 2010

    Dalam rangka memperingati 20 tahun berdi-rinya Program Studi Kajian Wanita Program Pascasarjana Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (Fpsi. UI)dan hari Kartini, Prof. Dr. Saparinah Sadli meluncurkan buku berjudul Berbeda Tetapi Setara: Pemikiran Tentang Kajian Perempuan pada Rabu (21/04). Bertempat di toko buku Gramedia Matraman, Jakarta Timur, acara peluncuran buku ini dimulai pukul 15.30 WIB yang dihadiri oleh seluruh kolega, keluarga, dan pihak media. Selain peluncuran buku, acara juga diisi dengan bincang-bincang bertajuk Perempuan Muda, Berbeda Tetapi Setara yang menghadirkan pembicara dari berba-gai bidang, antara lain Fikri Jufri (media),

    Tamrin Amal Tomagola (sosial-politik), Iklilah Muzayyanah (agama), dan Ester Lianawati (psikologi) yang dimoderatori oleh Natha-nael Sumampouw.

    Buku ini merupakan kumpulan tulisan terpilih Saparinah selama kurun waktu 1984-2009. Sebagian besar tulisan diambil dari makalah seminar, bahan kuliah, dan kolom pada media massa yang pernah ia tulis. Tulisannya menggunakan sudut pandang perempuan. Beberapa tulisan, bahkan ditulis dalam bahasa Inggris karena memang ditujukan untuk forum interna-sional. Dalam sambutannya, Saparinah Sadli mengucapkan terima kasih kepada penerbit Kompas karena telah bersedia menerbitkan kumpulan tulisannya menjadi sebuah buku.Hal ini menunjukkan kepedu-lian Kompas terhadap isu gender atau wanita, ungkapnya. Saparinah pun kembali mengenang masa awal didirikannya Pro-gram Studi Kajian Wanita. Program studi ini didirikan atas gagasan almarhum Prof. Sujudi. Pada waktu itu beliau merasa perlu mendirikan kajian ini karena isu gender

    masih dianggap tabu dan terlalu kebarat-baratan sekitar 20 tahun lalu, ujarnya. Mantan Menteri Pemberdayaan Wanita pada waktu itu pun turut mengakui kesulitan menyosialisasikan isu gender. Kala itu kami pernah akan mengadakan sebuah pelatihan di luar kota terkait isu gender, namun peserta yang hadir justru kebanyakan para guru musik. Ternyata mereka menganggap bahwa gender itu salah satu jenis alat musik seperti gendang, kata Saparinah yang disambut tawa hadirin.

    Di akhir sambutannya, Saparinah berharap buku ini dapat membantu meningkatkan pemahaman tentang hak perempuan dan modelnya dari perspektif psikologi perempuan secara lebih baik dan meluas. Semoga tulisan yang dibuat 20 tahun yang lalu masih dapat berguna, ujarnya. Ia pun juga mengucapkan terima kasih kepada se-luruh kolega yang telah mendukung proses penulisan buku ini, karena tanpa mereka, saya tidak akan bisa seperti sekarang ini, tuturnya. (SNT)

  • UpdateUIAgenda UI Terkini

    7UIUpdate | Edisi 04/Thn. II/2010

    UI Green Metric World University Ranking

    Universitas Indonesia (UI) meluncurkan UI Green Metric World University Ranking pada tahun 2010. Tujuan ranking yang dihasilkan dari survei online ini, yaitu untuk membuat kebijakan baru, menghasilkan kampus hijau, dan meningkatkan keberlanjutan lingkungan di dunia. Harapan dalam pembuatan ranking ini untuk mempromosikan institusi Universitas Indonesia, sekaligus memberikan dampak positif pada perubahan iklim dan menanggulangi global warming. Pada tanggal 28 April, UI meluncurkan program green metric dan 15 universitas di Indonesia ikut berpartisipasi, serta didukung oleh Direktorat Pendidikan Tinggi (DIKTI).

    Prof. Dr. der Soz. Gumilar Rusliwa Somantri (Rektor Universitas Indonesia) mencanangkan UI Green Metric Ranking karena Indonesia merupakan salah satu sumber pernapasan dunia yang terkenal dengan alam hijaunya. Tim UI Green Metric, antara lain Prof. Dr. der Soz. Gumilar R. Soemantri dan Dr. Ir. Muhammad Anis (Wakil Rektor I) sebagai penasihat, Prof. Dr. Ir. Gunawan Tjahyono, Dr. Bambang Wispriyono, dan Dr. Jatna Supriana sebagai narasumber, dan terakhir para anggota, yaitu Prof. Dr. Riri Fitri Sari, S.T., M.M., M.Sc., sebagai Ketua Tim UI Green Metric, Dr. Donny Gahral Adian, M.Hum. sebagai sekretaris,

    Dr. Bachtiar Alam, M.A., M.Si., Dr. Gatot Fatwanto Hertono, M.Sc., dan Junaidi, M.A.

    Awal mula green metric ini adalah konferensi internasional untuk World University Rankings pada 16 April 2009. Pakar pembuat kebijakan yang hadir, yaitu Isidro Agillo (Webometics), Angela Yung-Chi Hou (HEEACT), dan Alex Usher (Kebijakan Pendidikan Kanada). Dalam diskusi tersebut, belum ada yang membuat ranking mengenai usaha-usaha universitas untuk mengatasi global warming dan mengurangi carbon footprints. Banyak pula universitas di dunia yang telah membuat perancangan untuk keberlanjutan (sustainability). Sebagai contoh, sejumlah 300 universitas di Amerika Serikat membuat Green Card Report untuk sustainability. Penilaian menggunakan grade (A-F), tidak seperti ranking atau angka dari universitas tersebut. Dengan demikian, diperlukan sistem tertentu untuk mendapat dukungan dari ribuan universitas lain agar turut berpartisipasi.

    Filosofi dibalik pembuatan ranking ini terletak pada tiga elemen, yakni Environment (Lingkungan), Economics (Ekonomi), dan Equity (Kesetaraan). Kriteria ini penting untuk menciptakan keberlanjutan lingkungan. Kriteria ini juga didasarkan pada daerah urban, suburban, dan rural. Kategori selanjutnya berdasarkan pada konsumsi energi karena carbon footprint, transportasi yang digunakan, penggunaan air, manajemen air, dan sebagainya. Di balik indikator ini, perlu diketahui bagaimana universitas menghadapi dan menanggapi isu keberlanjutan dalam policy (kebijakan), actions (aksi), dan communication (komunikasi).

    Pengukuran green metric didasarkan pada lima kriteria, antara lain setting and infrastructure (lahan dan infrastuktur) (24%), energy and climate change (energi dan perubahan iklim) (28%), waste (limbah) (15%), water (air) (15%), dan transportation (transportasi) (18%). Pengukuran lahan dan infrastruktur didasarkan pada jumlah lahan hijaunya, lahan kampusnya, program studi, jumlah publikasi mengenai lingkungan berkelanjutan, jumlah organisasi pecinta alam, serta jumlah presentase manusia dibandingkan dengan lahannya. Kriteria energi penilaian didasarkan pada efisiensi penggunaan energi, seperti

    lampu pijar diubah dengan bohlam berwatt rendah, policy atau peraturan mengenai penggunaan energi dapat diperbarui, green building atau bangunan yang menggunakan konstruksi hemat energi, seperti gedung dengan cahaya alami atau ventilasi alam, presentase area kampus dengan jumlah hutan yang banyak, atau presentase area kampus tertutupi taman (green roofs (taman di atap gedung)) atau internal planting (tanaman dalam)). Selain itu, penilaian juga didasarkan pada pengolahan limbah dengan recycling program (pengolahan kembali sampah) dalam bentuk nyata, sosialisasi kepada masyarakat, dan pengolahan kembali sampah organik dan inorganik, serta konservasi air, contohnya mematikan air keran dan menghemat air. Dalam kriteria transportasi digunakan policy (kebijakan) untuk mengurangi jumlah kendaraan bermotor di kampus, penggunaan bis kampus gratis apabila perjalanan jauh, dan policy (kebijakan) untuk sepeda dan pejalan kaki. Transportasi hijau ini bertujuan untuk mengurangi polusi, carbon footprints, global warming, dan emisi gas. Contoh kecil untuk mengurangi global warming dengan menggunakan kertas bolak-balik serta pengiritan air dan listrik. Semua orang harus ikut berpartisipasi, baik masyarakat, mahasiswa, karyawan, maupun dosen.

    Penilaian untuk semua kategori berdasarkan angka sehingga data dapat diproses secara statistik. Penilaian berdasarkan beberapa hal atau respon dari skala. Setiap kriteria akan dikategorikan berdasarkan kelas tertentu dan ketika hasil diproses, hasil nilai didasarkan pada kalkulasi final. Perbaikan alat riset dilakukan dengan kuesioner dan rancangan. Data akan dikumpulkan antara bulan Mei dan Juli 2010 dari universitas yang telah dihubungi UI. Hasil awal akan diumumkan pada bulan Agustus 2010 dan finalnya pada November 2010.

    Ketua UI Green Metric, Riri Fitri Sari, berharap dengan diselenggarakan rangking ini, UI dapat menjadi role model untuk universitas dan masyarakat, memperkenalkan UI kepada universitas di dunia, dan untuk memicu pembuatan policy yang lebih baik. Selain itu, green metric ini untuk perubahan positif dalam kehidupan manusia dan perubahan sikap ke arah yang lebih mulia. (PRA)

    27-29April 2010

  • UpdateUIAgenda UI Terkini

    8 UIUpdate | Edisi 04/Thn. II/2010

    Promosi Doktor Zulkifli Djunaidi

    Pertemuan Pengelola Perpustakaan Universitas se-ASEAN

    Para kepala perpustakaan universitas se-Asia Tenggara menyelenggarakan 6th Meeting of ASEAN University Networking Inter-Library Online (AUNILO) Committee yang berlangsung Kamis (08/04). Tahun ini Indonesia mendapat kehormatan menjadi tuan rumah pertemuan tersebut. Rangkaian acara sebenarnya telah dimulai sehari sebelumnya di Hotel Grand Kemang. Namun, pertemuan selanjutnya diadakan di Ruang Rapat A Gedung Pusat Administrasi, Universitas Indonesia mulai pukul 09.30 WIB. Pertemuan yang mengangkat tema Access to ASEAN Collections: Building Portal, Bridging Nations ini dihadiri oleh hampir seluruh perwakilan perpustakaan universitas yang menjadi anggota Asean University Networking (AUN) dan dibuka oleh Wakil Direktur Eksekutif AUN, Dr. Choltis Dhirathiti.

    Menurut Kepala Perpustakaan Pusat UI,

    Dra. Luki Wijayanti, S.I.P., M.Si., sejak konferensi pertama yang diadakan tahun 2003 di Filipina, AUNILO selalu rutin mengadakan pertemuan tahunan di negara yang berbeda.Kerja sama yang terjalin di AUNILO ini lebih fokus pada jaringan untuk mempermudah peminjaman koleksi digital masing-masing anggota dalam bentuk koleksi akademik, seperti tesis atau disertasi, ujarnya ditemui di sela-sela istirahat makan siang. Lebih lanjut ia juga menjelaskan tiap rapat yang diadakan bertujuan untuk mengetahui perkembangan dari proyek yang sedang dikerjakan, yaitu membangun portal bagi AUNILO. Sejak Juli 2004, AUNILO memang telah memiliki portal http://aunilo.wordpress.com, tetapi belum dikembangkan. Untuk itu, Universitas Indonesia ditunjuk sebagai pelaksana proyek ini karena telah memiliki protipe portal serupa yang telah diimplementasikan di dalam kampus.

    Ketika disinggung mengenai tema pertemuan AUNILO tahun ini, Luki menjelaskan konsep building portal bridging nations yang bermakna dengan dibangunnya sebuah portal akan meminimalisir terjadinya gap pengetahuan atau informasi. Jadi, portal tersebut bisa diibaratkan sebuah jembatan antarnegara di ASEAN dalam berbagi pengetahuan, ungkapnya. Permasalahan utama yang dihadapi perpustakaan universitas di negara-negara Asia Tenggara, yaitu adanya perbedaan kebijakan universitas dalam hal pembukaan akses informasi. Jadi, ada

    perpustakaan yang mau berbagi hingga ke dalam, tetapi ada juga yang hanya mau berbagi abstrak koleksi akademisnya saja. Seperti perpustakaan UI, kita mau berbagi hingga full text sedangkan ada perpustakaan universitas lain yang juga mau berbagi koleksi akademisnya hingga full text, tetapi hanya untuk negaranya saja, tutur wanita yang mengajar di Program Studi Ilmu Perpustakaan FIB UI.

    Ia menjelaskan perbedaan kebijakan ini sulit untuk disamakan karena hal tersebut menyangkut kebijakan suatu negara atau institusi. Alasan perpustakaan tidak ingin membuka akses informasi yang seluas-luasnya karena khawatir akan terjadi pencurian informasi atau tindak plagiarisme. Pada pertemuan kali ini, para anggota menyepakati beberapa hal, di antaranya seluruh anggota institusi menyetujui UI yang akan menjadi host portal resmi AUNILO. Hal ini disebabkan UI telah mempunyai protipe portal semacam ini. Ke depannya, protipe portal ini juga akan digunakan untuk website AUN. Hal lain yang menjadi kesepakatan bersama, yaitu menyangkut entri koleksi akademis yang belum menggunakan Bahasa Inggris. Seluruh anggota menyepakati koleksi akademis yang belum tersedia dalam Bahasa Inggris akan diterjemahkan paling tidak untuk judul dan abstraknya saja. Walaupun begitu, hal ini bukan suatu keharusan. Pertemuan ini diakhiri dengan melakukan tur ke gedung perpustakaan pusat UI yang baru dibangun. (SNT)

    7April 2010

    8April 2010

    Terpenuhi sudah harapan Zulkifli Djunaidi, M.D., MECH, M.App.Sc., staf pengajar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) karena pada Rabu (07/04), ia berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan dewan penguji dan berhak menyandang gelar Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat. Bertempat di ruang promosi doktor Gedung G FKM UI, Zulkifli berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul Pengembangan Model Analisis Resiko Keselamatan Pada Pipa Penyalur Gas dan Minyak Mentah. Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB dihadiri oleh promotor Prof. dr. Haryoto Kusnoputranto, S.K.M., Dr. P.H., Dekan FKM, Dr. Bambang Wispriyono, Apt., dan pihak keluarga Zulkifli Djunaidi.

    Ditemui seusai promosi doktor, Zulkifli mengaku senang dan lega karena berhasil meraih gelar doktor yang ia capai dengan kerja keras. Ia memaparkan alasannya

    mengambil topik mengenai keselamatan pipa penyalur gas dan minyak tanah karena sistem perpipaan merupakan sarana penyaluran dan pengangkutan yang penting dari lapangan produksi ke konsumen akhir dan kegiatan ini memiliki berbagai potensi bahaya dan risiko keselamatan seperti kebakaran, ledakan, kebocoran, dan pencemaran lingkungan. Dengan risiko yang sedemikian besar, belum ada model analisis risiko yang bisa dengan segera mendeteksi risiko keselamatan pada pipa penyalur gas dan minyak di Indonesia, ujar pria yang menjabat sebagai staf pengajar pada Departemen Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) ini. Lalu, ia memberikan beberapa contoh kasus kebocoran pipa penyalur minyak mentah dan gas di antaranya terjadi di daerah Bontang, Kalimantan yang mengalami kebocoran pipa sepanjang 13 km dan 39 km. Menurut Zulkifli, hal seperti ini bisa terjadi karena pipa penyalur rata-rata telah berusia lebih dari 30 tahun, perubahan

    kondisi kegiatan dan kepadatan masyarakat di sekitar jalur pipa yang telah berkembang pesat, dan kegiatan pengamanan yang selama ini lebih bersifat reaktif dan bukan tindakan preventif. Oleh karena itu, Zulkifli menilai perlu dikembangkan suatu model analisis yang memperhitungkan faktor-faktor penting yang berpengaruh pada sistem keselamatan pipa penyalur. Dengan model yang ia kembangkan, ia berharap dapat memberikan hasil perhitungan yang cepat dan cukup akurat terhadap risiko keselamatan sistem perpipaan. Acara promosi doktor ditutup dengan penyerahan secara simbolik piagam penghargaan doktor dan pemberian ucapan selamat oleh seluruh hadirin yang datang menyaksikan acara tersebut.(SNT)

  • UpdateUIAgenda UI Terkini

    9UIUpdate | Edisi 04/Thn. II/2010

    Sabtu (10/04), Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (BEM FISIP) UI bekerja sama dengan mantan mahasiswa Angkatan 1980 Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial (FIS) UI menyelenggarakan kegiatan bertajuk FISIP Ceria yang diadakan di Gedung Auditorium Departemen Ilmu Komunikasi FISIP, Kampus Depok. Acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB menampilkan berbagai acara, antara lain sunatan masal bagi anak-anak pegawai FISIP UI, donor darah, Bakti Sosial di Kapuk Muara, dan juga hiburan rakyat yang terdiri dari games,

    pagelaran musik dangdut, serta Reog.

    Mengambil tema Lebih dari Sekedar Ceria, penyelenggaraan FISIP Ceria tidak hanya mengutamakan sisi hiburannya saja, tetapi juga mengangkat kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat FISIP. Selain itu keistimewaan FISIP Ceria kali ini karena bekerja sama dengan alumni FISIP angkatan 1980 dari berbagai program studi. Hal ini dibenarkan oleh Ketua BEM FISIP, Yusuf Hakim Gumilang. Menurutnya, BEM FISIP memang memiliki program bakti sosial yang rutin diselenggarakan sebanyak tiga kali dalam setahun. Namun, di saat yang bersamaan BEM FISIP mendapat tawaran dari alumni FISIP angkatan 1980 untuk menyelenggarakan sebuah acara dengan konsep yang sama.Kemudian kami sinergikan agenda kegiatan kami dengan agenda alumni FISIP 80 dan jadilah acara FISIP Ceria ini, tutur mahasiswa Ilmu Politik angkatan 2007 ini. Menurut Yusuf, acara FISIP Ceria mendapat respon yang sangat positif dari mahasiswa FISIP sendiri. Hal ini terbukti dari ramainya kunjungan mahasiswa FISIP meskipun acara dilaksanakan pada hari Sabtu. Jumlah peserta donor darah pun melebihi target. Kami hanya menargetkan sekitar 70 peserta, tetapi dari informasi terakhir yang saya terima, jumlah peserta donor darah telah mencapai lebih dari 90 orang, ujarnya.

    Ketika disinggung tujuan dari penyelenggaraan FISIP Ceria, Yusuf menjawab acara ini didedikasikan bagi para pegawai FISIP UI atas jasanya selama ini. Kami ingin memberikan hiburan yang jarang mereka dapatkan selama ini. Selain itu, kami juga paham bahwa kegiatan semacam sunat masal ini tergolong cukup mahal bagi mereka, harganya bisa berkisar antara 500 ribu hingga 600 ribu. Oleh karena itu, kami berniat untuk membantu mereka, ungkapnya. Di kesempatan yang sama, Ketua Angkatan 80, Indra Sandya Darmawan turut melontarkan pernyataan yang senada. Ditemui pada saat acara berlangsung, Indra mengungkapkan partisipasi alumni FISIP angkatan 80 ini selain sebagai ajang reuni, juga sebagai momentum untuk bisa melakukan tindakan nyata bagi kampus. Tindakan nyata yang kami lakukan salah satunya dengan membantu biaya kuliah mahasiswa baru FISIP melalui program adik asuh, terutama bagi mereka yang berasal dari daerah karena biaya hidup di sini tergolong mahal. Untuk itu, kami coba bantu melalui mahaluni FISIP, tutur alumni Program Studi Administrasi Niaga ini. Menurut Indra, komunikasi yang terjalin antaralumni angkatan 80 masih cukup aktif terbangun salah satunya melalui milis angkatan sehingga persiapan penyelenggaraan FISIP Ceria dapat berjalan dengan baik.

    Pengangkatan Sumpah Dokter Gigi Baru

    BEM FISIP dan FISUI 80 Selenggarakan FISIP Ceria

    Donor darah, salah satu kegiatan sosial dalam acara FISIP Ceria.

    10April 2010

    10April 2010

    Sabtu (10/04), bertempat di Balai Sidang, Kampus UI Depok, Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) mengadakan acara angkat sumpah dokter gigi baru dan pelepasan lulusan spesialis, magister, dan doktor. Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang diikuti oleh 54 wisudawan calon dokter gigi baru, 11 wisudawan calon dokter gigi spesialis, 2 orang lulusan magister, dan 1 orang lulusan doktor.

    Acara yang dimulai pukul 10.00 WIB ini

    dihadiri Dekan FKG UI, Prof. Bambang Irawan, drg., Ph.D., Wakil Dekan FKG UI, Prof. M. Suharsini, drg.Sp.KGA(K), Direktur Rumah Sakit Gigi dan Mulut FKG UI, Hari Sunarto, drg., Sp.Perio(K). Hadir pula para Guru Besar FKG UI: Prof. Safrida, drg., Sp.KG(K), Prof. Faruk Hoesin, drg., M.Sc., Sp.Orto (K), Prof. Suherwin, drg., dan perwakilan dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia, Dr. Yosi Kusuma Eriwati, drg., MS. Angkat sumpah dipimpin langsung Dekan FKG UI yang diikuti para wisudawan. Acara dilanjutkan dengan penandatanganan bukti sumpah yang diikuti dengan pembacaan sumpah dokter gigi.

    Pada kesempatan ini diumumkan lulusan terbaik untuk dokter gigi baru yang diraih drg. Rio Suryantoro, S.KG, sedangkan untuk lulusan terbaik program dokter spesialis diberikan kepada drg. Zelvya Purnama Rika, Sp.KGA. Dalam sambutannya, Prof. Bambang Irawan berpesan prestasi yang telah dicapai saat ini hendaknya dapat diamalkan untuk kemaslahatan masyarakat luas, khususnya dalam pelayanan di bidang

    Kedokteran Gigi. Ia juga berharap di usianya yang akan memasuki angka 50, FKG UI akan menjadi Fakultas Kedokteran Gigi terkemuka dan terdepan di antara institusi pendidikan kedokteran gigi di Indonesia dan kawasan regional. Lebih lanjut Prof Bambang memaparkan saat ini FKG bersama-sama dengan Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), dan Program Studi Farmasi tengah berusaha keras mempersiapkan diri untuk mewujukan berdirinya Rumah Sakit UI dan Kampus FKG di Depok.

    Kami berharap di tahun 2012 nanti, hal ini bisa terwujud. Rumah sakit yang mempunyai konsep terintegrasi di antara lima disiplin ilmu kesehatan akan memberikan pelayanan yang komprehensif bagi masyarakat luas dan menjadi pusat unggulan bagi kemajuan ilmu di bidang kesehatan dengan berbagai riset-riset yang dihasilkan, tuturnya. Angkat sumpah ditutup dengan pemberian ucapan selamat kepada seluruh dokter gigi, dokter gigi spesialis, dan doktor. (SNT)

  • UpdateUIAgenda UI Terkini

    10 UIUpdate | Edisi 04/Thn. II/2010

    FT UI Seminar Series

    Indonesia Tebar Pesona 2010

    Fakultas Teknik Universitas Indonesia, hari Kamis (15/04), menyelenggarakan Semi-nar Series dengan menampilkan hasil riset multidisiplin tentang Kajian Rekayasa Sosial (Socio Engineering) dalam Sistem Angkutan Cepat Massal ( BRT) Transjakarta untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat Urban. Presentasi disampaikan Ellen Sophie Wulan Tangkudung (Departemen Teknik Sipil), Rachma Fitriati (FISIP), Robiana Modjo (FKM) dan Siti Aminah (Fasilkom). Latar belakang penelitian ini, yaitu transpor-tasi umum yang disediakan pemerintah DKI Jakarta dan operator swasta belum sep-enuhnya menjadi pilihan utama masyarakat. Untuk mengatasi transportasi dalam kaitan-nya dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat diperlukan usaha terencana dan terpadu. Strategi pemerintah untuk membangun angkutan umum cepat massal (Bus Rapid Transit/BRT) merupakan pilihan tepat untuk mengurangi kemacetan arus lalu lintas, kesemrawutan pengguna jalan, dan melayani kebutuhan angkutan umum yang nyaman dan aman bagi masyarakat.

    Namun, layanan Transjakarta kerap menda-patkan keluhan dari penumpangnya, antara lain masalah kenyamanan, keselamatan, dan kecepatan meskipun kenyataannya pengguna bus Transjakarta mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifika-si dan menganalisis proses rekayasa sosial dalam menciptakan keteraturan dan ketert-iban di masyarakat dalam bertransportasi. Hasil penelitian menunjukkan, Transjakarta sebagai suatu bentuk investasi kebijakan sosial, memerlukan dukungan semua pemangku kepentingan untuk mencapai pengembangan aksesibilitas transportasi bagi semua. Pengguna Transjakarta sudah merasakan kenyamanan dalam bertrans-portasi. Hal ini menjadi modal sosial untuk membangun budaya bertransportasi dengan didukung oleh adanya tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku tentang keselamatan yang sudah baik. Kesimpulan terakhir, bu-daya bertransportasi ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

    Presentasi seminar series yang kedua dibawakan oleh Dr. Ir. Nelson Saksono, M.T. (Departemen Teknik Kimia FT UI) dengan judul Rancang Bangun Sistem Produksi Hidrogen Melalui Proses Elektrolisis Plasma Non-Termal. Latar belakang penelitian ini adalah produksi hidrogen sebagai bahan bakar, bahan baku proses industri kimia, dan sebagai sumber energi listrik Fuel Cell (listrik) dihasilkan dengan cara-cara yang tergolong sulit dan mahal, antara lain dengan cara produksi hidrokarbon, gasifikasi biomassa, biologis dan hidrokarbon. Penelitian ini men-coba merumuskan rancang bangun sistem produksi hidrogen melalui proses elektrolisis plasma nontermal dengan cara mengubah variabel-varibel proses, seperti temperatur/suhu, voltase/ketegangan listrik, dan kon-sentrasi KOH. Kesimpulan sementara dari penelitian ini, antara lain rancang bangun peralatan yang digunakan, meliputi genera-tor plasma, reaktor elektrolisis plasma, dan sistem pemisahan produk hidrogen. (RGA)

    Proses paling awal dalam membenarkan kepemilikan suatu kebudayaan adalah memahami dan mengenal kebudayaan itu sendiri. Seperti kata pepatah tak kenal maka tak sayang, mustahil rasanya kita sudi untuk mengkaji, mengembangkan, atau mempublikasikan hasil kebudayaan kita jika kenal pun tidak. Mahasiswa yang dianggap sebagai motor penggerak intelektual sudah seharusnya memberikan kontribusi nyata dalam menyelamatkan budaya sebagai tonggak identitas dan peradaban bangsa. Menyelenggarakan pementasan kesenian tradisional daerah dan lomba masak khas nusantara adalah salah satu bentuk konkret dalam membuka pemahaman mahasiswa dan masyarakat akan pentingnya budaya. Budaya kita dalam bahaya, dan dapat diambil oleh siapa pun kapan saja. Oleh karena itu, Ikatan Keluarga Sastra Indonesia (IKSI) FIB UI menyelenggarakan Indonesia Tebar Pesona (ITP) 2010 dengan tema Kreativitas Mempertahankan Budaya Bangsa di Era Global sebagai manifestasi atas akumulasi kesadaran untuk mencintai Indonesia melalui keragaman budaya.

    ITP dilaksanakan selama dua hari (22-23 April 2010). Hari pertama dimulai pada pukul 13.30 WIB dan dibuka dengan sambutan

    dari Ibu Dr. Maria Josephine K. Mantik, Ket-ua Program Studi Indonesia, serta dihadiri oleh Pak Albert Roring, selaku Mahalum FIB UI. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan penampilan Trassic Perkusi yang terdiri dari anak-anak SMA. Dengan alunan ritmik yang harmonis dari berbagai rerombengan (botol beling, tutup panci bekas, seng bekas, dan ember besar), sekumpulan pelajar SMA ini sukses menarik perhatian Sivitas Akademika FIB UI yang kebetulan melewati Plaza Ge-dung IX FIB UI. Trassic Perkusi memainkan beberapa lagu yang tak asing di telinga kita, di antaranya adalah Lupa-lupa Ingat dan Kucing Garong. Peralatan musik mereka memang jauh dari mewah, tetapi justru dengan kesederhanaan itulah grup perkusi mereka menjadi sesuatu yang istimewa. Acara kemudian dilanjutkan dengan pertun-jukan tari dari Paguyuban Mahasiswa Jambi dan Paguyuban Mahasiswa Lampung.

    Sekitar pukul 15.00 ITP 2010 memasuki acara inti pada hari itu, yakni Lomba Me-masak Kue Tradisional Indonesia Se-FIB. Lomba ini merupakan lomba yang wajib diikuti oleh setiap program studi yang ada di FIB, kecuali Program Studi Indonesia. Dari empat belas program studi yang mengikuti lomba ini, mereka dibagi ke dalam tiga

    kelompok, yakni kelompok kue tradisional Indonesia bagian Barat, kue tradisional In-donesia bagian tengah, dan kue tradisional Indonesia bagian Timur. Juaranya adalah Prodi Arab untuk kue Indonesia bagian Barat, Prodi Arkeologi untuk kue Indonesia bagian tengah, dan Prodi PSIP untuk kue Indonesia bagian Timur. Sebagai penutup hari pertama ini, panitia mempersembahkan sebuah harmonisasi nada yang dimainkan oleh Anka n Friends.

    Pada hari kedua, ITP 2010 diawali dengan penampilan kesenian Rampak Beduk yang berasal dari Banten. Kesenian tradisional ini menonjolkan beduk sebagai senjata utama unjuk gigi, selain gerakan-gerakan lincah nan atraktif dari empat pasang penari pria dan wanita. Pada hari kedua pun terda-pat tarian, yakni dari Paguyuban Purworejo. ITP 2010 juga menyuguhkan pertunjukan Gamelan LUA yang terdiri dari mahasiswa berbagai fakultas yang ada di UI Depok. Hari kedua ITP ditutup dengan beberapa kelompok musik kampus yang mencamp-urkan unsur-unsur musik tradisional dengan unsur-unsur musik kekinian. Kelompok musik tersebut ialah Fikri dkk., Rumah Kar-dus, Aisis, Japra, dan Sasina.

    15April 2010

    22-23April 2010

  • UpdateUIAgenda UI Terkini

    11UIUpdate | Edisi 04/Thn. II/2010

    Rektor Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. der. Soz Gumilar Rusliwa Somantri bersama tim wartawan yang mewakili berbagai media, meninjau pelaksanaan Seleksi Masuk Universitas Indonesia (SIMAK-UI ) di dua lokasi, yaitu SMU 68 Jakarta Pusat dan SMU 1 Bogor. Saat melakukan peninjauan, Gumilar didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Ir. Muhammad Anis. M. Met., Wakil Rektor Bidang SDM, Keuangan dan Administrasi Umum, Drs. Ak. Tafsir Nurchamid, M.Si., Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan, dan Kerjasama Industri, Sunardji, S.E., M.M., Sekretaris Universitas, Prof. Dr. I Ketut Surajaya M.A., Kepala Kantor Komunikasi UI, Vishnu Juwono S.E., M.I.A., serta beberapa dekan fakultas.

    Seleksi masuk pada tahun ini dilakukan serentak di 50 panitia lokal (Panlok) yang tersebar dari Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) hingga Jayapura, bahkan sampai di Kedutaan Besar Indonesia di Beijing dan Kuala Lumpur. Program yang dibuka untuk SIMAK-UI tahun ini meliputi Program Pendidikan Vokasi, Sarjana Reguler, Sarjana Paralel, Sarjana Kelas Internasional, program Profesi dan Spesialis, serta Program Doktor dengan total peserta mencapai 60.650. Dua di antara peserta SIMAK program sarjana adalah peserta tunanetra yang mengikuti seleksi di Kampus UI, Depok. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, pada SIMAK-UI tahun ini program studi yang paling diminati pada Program Sarjana Reguler adalah Program Studi Kedokteran (bidang IPA) dan Manajemen (bidang IPS). Sementara Program Studi Administrasi Perpajakan merupakan program studi favorit untuk Program Vokasi, Program Studi

    Kenotariatan menjadi program yang diminati pada Program Magister, dan peminatan Manajemen Strategik menjadi program studi favorit pada program S3. Materi soal yang diujikan pada SIMAK UI untuk Program Vokasi dan Sarjana terdiri dari kemampuan dasar, kemampuan IPA, dan kemampuan IPS sesuai dengan program studi yang diminati. Materi soal untuk Program Pascasarjana dan Program Profesi yang diujikan adalah Tes Potensi Akademik (TPA) dan Bahasa Inggris.

    Dalam jumpa pers yang diadakan di SMU 68, Gumilar mengatakan calon mahasiswa yang lolos SIMAK merupakan anak bangsa yang selektif dan terpilih kualitasnya. Lebih lanjut Gumilar juga mengatakan UI sangat memperhatikan mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu secara finansial. Sebagai bukti, pada tahun ini UI telah menganggarkan 36 miliar Rupiah untuk beasiswa Program S1 Reguler yang diberikan sejak awal mereka kuliah hingga lulus.Jadi mereka tidak ada alasan untuk takut masuk UI karena begitu mereka dapat lisensi untuk kuliah di UI, tidak ada cerita mereka tidak bisa kuliah dengan alasan ekonomi, tegasnya. Gumilar pun menolak anggapan yang menyatakan UI mahal. Ada beberapa alasan mengapa muncul pendapat demikian. Pertama, opini masyarakat yang berkembang mengatakan sulit masuk UI dan kedua, proses birokrasi memakan waktu yang cukup lama untuk verfikasi. Jadi, jangan sampai mereka yang sebenarnya mampu secara finansial, tetapi mengaku miskin yang justru mendapat keringanan biaya, ujarnya. Ketika disinggung mengenai Undang Undang Badan Hukum Pendidikan

    (UU BHP) yang dibatalkan oleh pemerintah, Gumilar mengaku tenang-tenang saja.UI menyikapinya dengan jernih dan tenang karena masalah otonomi pendidikan bukan hanya isu UI, tetapi juga menyangkut tujuh PT BHMN lainnya, bahkan menyangkut seluruh PTN yang ada, katanya. Ia menegaskan UI akan terus bertumpu pada upaya dasar untuk membangun kualitas dan mengutamakan otonomi yang sejalan dengan aturan yang berlaku. UI akan ikut apa yang menjadi arahan dari Departemen Pendidikan Nasional setelah berkonsultasi dengan Mahkamah Konstitusi, ungkap Guru Besar Departemen Sosiologi FISIP ini menjelaskan.

    Ketika ditanya soal tindak kecurangan yang dilakukan salah seorang peserta pada saat ujian berlangsung,Gumilar menegaskan bahwa calon mahasiswa yang bersangkutan sudah dipastikan tidak akan lolos SIMAK UI. Kami telah mencatat nomor ujiannya dan dijamin namanya telah dihapus dari sistem, tegas Gumilar. Ia mengungkapkan tidak ada kebocoran soal yang terjadi pada penyelenggaraan SIMAK karena pengamanannya sangat ketat. Kemungkinan itu hanya kisi-kisi ujian saja. Jadi, modusnya itu seperti joki. Ada guru bimbingan belajar yang ikut mendaftar ujian, kemudian jawabannya ia sebarkan, tuturnya. Gumilar pun turut mengimbau para orangtua calon mahasiswa untuk tidak mudah tergiur pada tawaran pihak tertentu yang mengaku dapat membantu supaya anaknya bisa berkuliah di UI. UI tidak mungkin dan tidak pernah bekerja sama dengan bimbingan belajar manapun karena secara struktural dan etika hal itu tidak mungkin. Jika ada pihak UI yang melakukan hal tersebut, tolong beritahu kami. Kami akan langsung menindak orang tersebut, tegas Gumilar. (SNT)

    Rektor Tinjau Pelaksanaan SIMAK UI di Jakarta dan Bogor

    Rektor UI sedang mengawasi jalannya ujian Simak-UI

    11April 2010

  • UpdateUIAgenda UI Terkini

    12 UIUpdate | Edisi 04/Thn. II/2010

    Promosi Doktor Nawari Ismail

    Ikatan Mahasiswa Sipil FT UI bekerja sama dengan Ditlantas Polda Metro Jaya dan Polres Depok mengadakan acara sosialisasi UU No. 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan pada 20 April 2010 di Auditorium K 301 FT UI. Lalu lintas dan angkutan jalan mempunyai peranan strategis dalam mendukung pemban-gunan dan perkembangan dinamika transportasi nasional yang menuntut penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan yang sesuai dengan dinamika sosial-ekonomi, otonomi daerah, serta akuntabilitas penyelenggaraan negara. UU No. 14 Tahun 1992 tentang lalu lintas dan angkutan jalan sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi pe-rubahan lingkungan dan kebutuhan penyeleng-garaan lalu lintas saat ini sehingga diperlukan penggantian undang-undang yang baru, yaitu UU No. 22 Tahun 2009.

    Ada 3 pembicara yang memberikan presentasi dalam acara sosialisasi ini, yaitu Wadir Lantas Polda Metro Jaya, AKBP Ari Subianto, M.Si.,

    perwakilan dari Jasa Raharja, Kudori, S.E.. M.M., dan perwakilan dari Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, AKP Subarto, S.H., M.M. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa bahwa UU lalu lintas yang sekarang banyak memuat peraturan-peraturan baru, misalnya peraturan sepeda motor lajur kiri yang tertuang dalam pasal 293 ayat (2) jo pasal 107 (2). Dulu tidak ada aturan yang mengatur sepeda motor lajur kiri lampu dinyalakan, tetapi dengan adanya UU ini pengendara motor wajib mematuhinya terang Ari. Selain acara sosial-isasi UU No. 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, pada hari itu juga dibagikan helm SNI kepada para peserta yang bertanya dan perpanjangan SIM di mobil pelayanan SIM keliling Polres Metro Depok yang hari itu singgah di FT UI.

    Police Goes to Campus, Sosialisasi UU no 22/2009

    16April 2010

    20April 2010

    Nawari Ismail berhasil mempertahankan disertasinya dan meraih gelar Doktor Antropologi pada hari Jumat (16/04) dalam sidang promosi doktor di Kampus Depok. Pria yang berprofesi sebagai staf penga-jar di Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini mengajukan disertasi berjudul Relasi Kuasa dalam Pen-gubahan Budaya Wong Sikep. Bertindak sebagai promotor Prof. Jasmine Zaki Sha-hab, Ph.D. Hadir pula Wakil Dekan FISIP, Edi Prasetyono, M.I.S, Ph.D., Rektor Universitas Negeri Muhammadiyah Yogyakarta, Ir. H.M. Dasron Hamid, M.Sc., serta keluarga Nawari Ismail.

    Ditemui seusai promosi doktor, Nawari mengaku senang, tetapi juga kurang puas dengan proses pengerjaan disertasinya. Terus terang menurut saya ini merupakan disertasi yang belum final dan masih banyak hal yang masih harus dibenahi, ujarnya.

    Lebih lanjut Nawari mengungkapkan masih banyak catatan lapangan yang belum ia masukkan ke dalam disertasinya. Catatan lapangan yang saya buat ketika meneliti ada sekitar 300 halaman, tetapi yang saya masukkan ke dalam disertasi hanya 60% saja, tuturnya. Ketika ditanyakan mengenai definisi Wong Sikep, Nawari menjelaskan Wong Sikep merupakan satu kelompok masyarakat yang dikenal orang luar dengan sebutan Orang Samin.

    Kata Samin diambil dari nama seseorang, yaitu Samin Surontiko, yang menjadi pendiri kelompok tersebut. Menurut Nawari, Samin Surontiko mengadakan perlawanan terh-adap penjajah Belanda di masa hidupnya. Hal itu disebabkan pada waktu penjaja-han, Belanda mencoba mengatur masalah kehutanan yang mengakibatkan petani diharuskan membayar pajak, tutur dosen luar biasa pada Akademi Teknologi Kulit Yogyakarta ini memaparkan alasan. Melalui penelitian yang dilakukannya sejak Juli 2007 hingga Februari 2008 ini, Nawari ingin melihat proses bekerja kuasa antarpelaku yang tidak setara atau struktur yang timpang secara politik dan keagamaan dalam medan pengubahan budaya Wong Sikep. Selama ini kajian mengenai orang Samin lebih difokuskan kepada kebudayaan mereka yang unik. Sebagai contoh, dalam hal perkawinan, orang Samin tidak pernah men-catatkan perkawinannya di kantor catatan sipil ataupun Kantor Urusan Agama (KUA). Prosedurnya, mereka menikah di kalangan mereka sendiri dan tidak pernah dicatat di KUA, katanya.

    Penelitian yang dilakukan di daerah Baturejo ini menghasilkan beberapa temuan, di antaranya Wong Sikep yang berada di posisi dominan, cenderung mempertahankan ber-bagai aturan main yang ada atau regulasi, baik dalam bentuk kebijakan maupun tafsir, seperti yang dilakukan oleh aparat pemerin-tah. Hal ini menandakan bekerjanya kuasa tidak selalu melalui represi dan penindasan, namun ia bekerja melalui regulasi dan nor-malisasi. Temuan lainnya, yaitu Wong Sikep sering dipersepsikan sebagai kelompok yang mudah diubah dan dipengaruhi karena keluguan dan sifat diamnya. Persepsi ini diperoleh dari pernyataan aparat pemerin-tah yang menegaskan bahwa Wong Sikep hanyalah kelompok kecil yang dibesar-besarkan padahal mereka sudah masuk Islam, kecuali segelintir orang dari generasi tuanya. Pernyataan ini memberikan kesan bahwa Wong Sikep adalah sosok yang mu-dah dipengaruhi dan dikuasai. Rencananya, Nawari akan membukukan penelitiannya ini menjadi dua buku yang berbeda, yakni buku tentang kebudayaan Wong Sikep yang unik dan relasi kuasa pengubahan budaya Wong Sikep. Nawari berharap buku yang akan diterbitkan ini dapat menjadi sumbangan berharga bagi dunia Antropologi. Selama ini Antropologi dipersepsikan sebagai ilmu yang hanya berkutat dengan teori saja tanpa ada implikasi secara praktis bagi proses pembangunan. Untuk itu saya berharap disertasi yang akan dijadikan buku ini dapat menjadi masukan bagi pemerintah, katanya menutup pembicaraan. (SNT)

  • UpdateUIAgenda UI Terkini

    13UIUpdate | Edisi 04/Thn. II/2010

    Seminar Pemberlakuan Mekanisme Pembuktian Terbalik Perlindungan Whistle Blower

    21April 2010

    Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia (ILUNI FH UI) didukung Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) menyelenggarakan Seminar Pemberlakuan Mekanisme Pembuktian Terbalik Perlindungan Whistle Blower bertempat di IATSH lantai 3, Gedung Pascasarjana pada hari Rabu (21/04). Acara ini berlangsung pada jam 13.00-17.00 WIB dan terdiri dari dua sesi. Pada sesi pertama, pembicara seminar, yaitu Achmad Santosa (Satgas), Jhonson Panjaitan (Police Watch), dan Yunus Husein (Ketua PPATK). Sementara pembicara di sesi kedua, yaitu Dr. Aries Muftie, Dr. Yenti Garnasih, dan Ari Yusuf Amir (Kuasa Hukum Susno).

    Seminar ini menekankan isu hangat Komjen Susno Duaji sebagai Whistle Blower dalam kasus Gayus. Susno Duaji diundang dalam seminar ini, tetapi dia tidak bisa hadir. Menurut Dr. Yenti Garnasih, yang paling menarik perhatian dalam kasus Gayus adalah laporan PPATK yang mencurigai Gayus menerima transfer sebesar Rp28 M ke rekeningnya. Rekening tersebut diblokir ketika Susno menjabat sebagai Kabareskrim, kemudian dibuka kembali setelah Susno diberhentikan dari Kabareskrim. Gayus dianggap melakukan pasal-pasal penggelapan, korupsi, dan pencucian uang. Dengan tersingkapnya selubung praktik mafia hukum dalam perkara Gayus, seharusnya bukan hanya Gayus yang berhadapan dengan hukum, tetapi juga semua yang terlibat mulai dari penyidik, penuntut umum, dan hakim. Mereka yang terlibat perkara dijatuhi pasal 5 ayat (2) Undang Undang Korupsi tentang pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima pemberian atau janji dan juga pasal 6 tentang pencucian uang.

    Dari kasus tersebut, Susno melakukan pembuktiaan terbalik. Hasil harta kekayaannya bukan merupakan tindak pidana. Pembuktiaan terbalik dalam UU TPK disebut sebagai hak sekaligus

    kewajiban bagi terdakwa. Pembuktiaan terbalik hanya dilakukan pada tahap pemeriksaan pengadilan dan bukan di tahap penyidikan. Untuk memberantas mafia, kita harus jadi bagian dari mafia tersebut. Cara menghancurkan sistem mafia hukum tersebut, yaitu dari dalam, kata Dr. Aries Muftie dalam seminar. Ia memaparkan tiga permasalahan dalam menindak korupsi, yaitu siapa orangnya, sistemnya seperti apa, dan walaupun sistemnya sudah baik, internnya kurang, tetap saja akan terganggu. Ketua Panitia, Herry Hernawan S.H., mengatakan seminar ini diadakan karena berawal dari masalah hangat dalam bidang hukum, yaitu munculnya kasus mafia hukum dan pengakuan Susno.Ada gonjang-ganjing penyuapan hukum. Mulai dari polisi, pengacara, hakim, dan pejabat pemerintahan terlibat korupsi. Kejahatan korupsi seperti ini harus dikuak dari dalam. Contohnya, harus ada seorang Whistle Blower yang mengungkapkan kejahatan ini sebagai orang dalam yang tahu intrik perusahaan. Orang yang melaporkan tentunya perlu perlindungan, tegasnya. Ia menambahkan, Kami sebagai organisasi hukum dan dari kalangan akademis menyatakan kepedulian kita dengann cara mengadakan seminar ini. (PRA)

    Electical Power and Energy Studies (EPES) Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FT UI) bekerja sama dengan Indonesian National Comitee (INC) Cigre mengadakan Lunch Talk on Electricity, dengan topik Smart Grid pada tanggal 23 Maret 2010 bertempat di kampus FT UI, Depok. Acara dibuka dengan sambutan dari pihak EPES yang diwakili oleh Prof. Dr. Ir. Rudy Setiabudy dan dilanjutkan dengan

    sambutan dari Ketua KNI Cigre, Dr. Ir. Herman Darnel Ibrahim, M.Sc.

    Acara berikutnya, yaitu sesi diskusi yang diisi oleh Mr. Yann Reynaud (Vice President/Director of Sales and Marketing Areva T&D) dan Dr-Ing. Eko Adhi Setiawan (Dosen Departemen Teknik Elektro FT UI) dengan moderator Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa. Diskusi ini membahas tentang tantangan masa kini yang dihadapi dalam jaringan dan distribusi listrik yang bisa dijawab oleh smart grid, antara lain meningkatnya permintaan tenaga listrik, semakin menguatnya tuntutan tenaga listrik yang ramah lingkungan, naiknya harga sumber daya pembangkit listrik, dan semakin luasnya jaringan distribusi listrik. Sementara itu, ada beberapa tuntutan dari konsumen listrik sekarang ini yang harus dipenuhi, antara lain jaringan yang lebih handal dan berkualitas, lebih stabil, lebih ramah lingkungan, lebih efisien, dan lebih murah.

    Adanya pengembangan smart grid dalam jaringan distribusi listrik akan menghasilkan

    beberapa keunggulan antara lain pencegahan pemadaman listrik dengan perencanaan energi cadangan, reaksi penanganan pemadaman yang cepat, serta stabilitas jaringan listrik yang dipantau secara online. Keunggulan kedua dalam penggunaan smart grid adalah integrasi sumber energi listrik yang bebas karbon dengan penggunaan energi nuklir, serta sentralisasi ataupun desentralisasi sumber energi terbarukan, baik dalam bentuk besar maupun kecil (micro-renewable), dan penyimpanan energi. Selain itu, optimalisasi transmisi dengan diaplikasikannya sistem smart grid memungkinkan integrasi sistem transmisi listrik dan komunikasi, serta manajemen jaringan yang lebih baik. Keunggulan smart grid yang keempat adalah optimalisasi distribusi karena dalam sistem smart grid dimungkinkan untuk melakukan sistem 2 arah, baik untuk jaringan listrik maupun jaringan komunikasi.(rga)

    23Maret2010

    Lunch Talk on Smart Grid

  • UpdateUIAgenda UI Terkini

    14 UIUpdate | Edisi 04/Thn. II/2010

    UI Terima Kunjungan Universitas Deakin

    Pameran Fotografi Mahasiswa Arsitektur FT UI

    Penyerahan cenderamata oleh Raphaella D. Dwianto M.A., Ph.D. kepada perwakilan Universitas Deakin.

    Foto bersama seusai kunjungan berakhir.

    Kamis (22/04), Universitas Indonesia (UI) menerima kunjungan dari Universitas Deakin, Australia. Acara diadakan di Ruang Rapat A Gedung Pusat Administrasi Universitas (PAU) pukul 10.30 WIB. Rombongan dipimpin Wakil Rektor Bidang Pembangunan dan Internasional, Robin Buckham, Dekan Fakultas Seni dan Pendidikan, Prof. Jennifer Radbourne,

    Dekan Fakultas Bisnis dan Hukum, Prof. Gael McDonald, Direktur Program Kajian Indonesia Fakultas Seni dan Pendidikan, Dr. Ismet Fanany, serta Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, Keperawatan, dan Psikologi, Prof. John Catford. Sementara itu, UI diwakili Kepala Kantor Internasional, Raphaella Dewantari Dwianto M.A., Ph.D., Wakil Kepala Kantor Internasional, Junaidi S.S., M.A., Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Prof. Dr. Bambang Shergi Laksmono M.Sc., Kepala Kantor Perencanaan dan Pengembangan, Dr. Donny Gahral Adian M.Hum., dan Kepala Kantor Komunikasi, Vishnu Juwono S.E., M.I.A.

    Menurut Robin Buckham, tujuan kedatangan mereka ke UI karena ingin membangun kerja sama dalam program kelas internasional dengan pemberian gelar ganda. Lebih lanjut wanita yang mendapatkan gelar masternya di bidang pemasaran ini mengatakan, rekan-rekannya juga ingin menjajaki kemungkinan kerja sama riset di beberapa bidang tertentu, seperti kesehatan, bisnis, dan politik. Ia pun menegaskan bukan sekali ini Universitas Deakin bekerja sama dengan UI.Salah satu dosen kami akan datang ke UI bulan depan untuk berbicara di sebuah seminar mengenai wirausaha, ungkapnya. Ketika disinggung mengenai penandatanganan nota kesepahaman antara FISIP dengan Universitas Deakin di bulan September 2010, Robin menjelaskan itu masih dalam proses.Namun, jika semua dokumen telah disiapkan UI, kami akan siap menandatangani, katanya. Wanita yang bekerja di Universitas Deakin sejak 2009 ini mengatakan cukup banyak mahasiswa Indonesia yang menimba ilmu di universitas yang ia pimpin.

    Di tempat yang berbeda, Wakil Kepala Kantor Internasional, Junaidi S.S., M.A., mengatakan UI sedang mencoba bernegosiasi mengenai program gelar ganda ini. Kami berencana program gelar ganda ini ditujukan untuk program sarjana, dengan durasi waktu selama 18 bulan saja di Australia, ujarnya. Mengenai MOU yang akan ditandatangani antara FISIP dengan Universitas Deakin, Junaidi mengatakan yang akan ditandatangani oleh FISIP dengan Universitas Deakin bukanlah nota kesepahaman, melainkan pelaksanaan perjanjian atau Agreement of Implementation. Rencananya FISIP akan mulai membuka program gelar ganda di bidang komunikasi dan kajian media paling lambat bulan September 2010. Yang sudah siap dari segi penerimaan mahasiswa, baru FISIP saja, sedangkan fakultas lain masih dalam tahap penjajakan, tutur staf pengajar di Program Studi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya ini. Junaidi menambahkan kerja sama yang ditawarkan UI tidak sebatas pada program gelar ganda saja.UI pun menawarkan kerja sama yang lain. Konsepnya bukan hanya mahasiswa Indonesia saja yang kuliah di Australia, mahasiswa Australia atau bahkan dari negara lain pun juga bisa berkuliah di UI,, tutur pria berkacamata ini. Di akhir pembicaraan, Junaidi mengharapkan adanya kolaborasi kemitraan antara UI dengan Universitas Deakin. Kami mengharapkan ada tindakan nyata dalam kerja sama ini, yang terpenting adanya saling transfer pengetahuan.(SNT)

    Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FT UI) mengadakan Pameran Fotografi Mahasiswa Departemen Arsitektur yang berlangsung tanggal 19-23 April 2010 bertempat di Lobi Engineering Center FT UI. Pameran dibuka Direktur Pembinaan Sumber Daya Manusia UI, Ir. Herr Soeryantono M.Sc., Ph.D. dan dihadiri Ketua Departemen Arsitektur, Kemas Rid-wan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D., Asisten Direktur SDM UI, Dra. Ratna Djuwita Chaidir, Dipl. Pshy, Manajer Mahalum FT UI, Prof. Dr. Ir. Anondo W., M.Eng., Sekretaris Departemen Arsitektur, Ir. Herlily, M.Urb. Des., serta para dosen dan mahasiswa Departemen Arsitektur FT UI.

    Dalam pameran tersebut ditampilkan tokoh-tokoh UI dan FT UI, seperti Rektor UI, Prof. Dr. der. Soz Gumilar Rusliwa Somantri, Dekan FT UI, Prof. Dr. Ir. Bambang Sugiarto, M.Eng., Kepala SAU UI, Prof. Dr. Nasikin, Direktur Pendidikan UI, Prof. Dr. Multamia R.M.T. Lauder, M.Sc., DEA, Kepala PPSI UI, Prof. Dr. Ir. Riri Fitri Sari, M.M., M.Sc., Manajer Riset dan Pendidikan FT UI, Dr. Ir. Bondan T. Sofyan, M.Si., serta beberapa dosen FT dan fakultas lain, seperti Prof. Ir. Triatno Judho Hardjoko M.Sc., Ph.D., Prof. Ir. Gunawan Tjahjono M.Arch., Ph.D., Drs. A. G. Sudibyo M.Si., Prof. Dr. Paulus Wirutomo, Dra. Rosmini.

    Menurut dosen pengajar mata kuliah fotografi, Ir. Toga H. Pandjaitan, Grad. Dipl. AA, tujuan diadakannya pameran ini selain untuk memamerkan hasil karya mahasiswa terkait kompetensi dalam membuat karya fotografi yang mengandung unsur seni dan komunikasi visual, juga berupaya untuk me-nampilkan karakter dan sisi lain tokoh-tokoh melalui media fotografi.

    22April 2010

    19-23April 2010

  • UpdateUIAgenda UI Terkini

    15UIUpdate | Edisi 04/Thn. II/2010

    Pengukuhan Guru Besar UI Prof. Rainy Umbas dan Prof. Benny S. Latief

    Prof. Rainy UmbasProf. Benny S. Latief

    24April 2010

    Universitas Indonesia (UI) mengukuhkan dua guru besar baru, yaitu Prof. Dr. Rainy Umbas, Sp.U(K), Ph.D., (59) dari Fakultas Kedokteran dan Prof. Dr. Drg. Benny Syariefsyah Latief, Sp.BM(K), (57) dari Fakultas Kedokteran Gigi. Upacara pengukuhan dipimpin Ketua Dewan Guru Besar UI, Prof.Dr. Biran Affandi, Sp.OG (K), yang berlangsung hari Sabtu (24/04) di Aula Fakultas Kedokteran, Kampus Salemba Jakarta. Kedua orang ini adalah guru besar ke-11 dan ke-12 yang dikukuhkan UI di tahun 2010. Saat ini Guru Besar UI yang masih aktif mengajar berjumlah 287 orang.

    Prof. Rainy Umbas, staf pengajar Divisi Urologi, Departemen Bedah FK UI/RSCM membacakan pidato ilmiahnya berjudul Pendekatan Multidisipliner untuk Diagnosis Dini dan Menghindari Overtreatment atau Under treatment pada Penatalaksanaan Kanker Prostat. Ia lahir di Jakarta, 26 Januari 1951, menyelesaikan pendidikan dokternya dari FK UI (1975), spesialis Urologi dari FKUI (1987), dan sempat mengikuti pelatihan dan penelitian bidang urologi pada Clinical and Research Fellow, Department of Urology, University Hospital Nijmegen, The Netherlands (1990-1993). Gelar doktornya didapat dari Catholic University

    Nijmegen, The Netherlands (1994). Sempat bertugas sebagai dokter Puskesmas di Kepulauan Seribu dan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara. Sejak tahun 1987 menjadi staf pengajar Divisi Urologi Departemen Bedah FK UI/RSCM. Selain mengajar, saat ini juga ia menjadi konsultan Urologi RS Kanker Dharmais, Jakarta. Selain itu, ia aktif sebagai anggota Komite Medik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan anggota Tim Peer Review Departemen Ilmu Bedah FK UI. Rainy Umbas menikah dengan dr. Murdiati Umbas dan dikaruniai 4 anak.

    Angka kejadian kanker prostat telah meningkat dalam 10-20 tahun terakhir, bukan saja di negara-negara maju, tetapi juga di negara berkembang, termasuk di Asia. Menurut perkiraan, angka kejadian di Indonesia sebesar 7 per 100.000 penduduk. Masalah yang dihadapi saat ini adalah masih tingginya jumlah penderita stadium lanjut , yakni sekitar 65%, serta adanya pengobatan berlebihan atau pengobatan yang kurang, khususnya pada penderita dengan kanker stadium dini. Masalah lainnya, yaitu tidak adanya tanda atau gejala yang khas untuk kanker prostat sehingga sering terjadi keterlambatan diagnosis. Gejala atau tanda pada penderita kanker

    prostat sama seperti pada pembesaran prostat jinak (PPJ) atau radang prostat, yaitu berupa gejala gangguan saluran kemih bagian bawah atau keluhan tidak dapat miksi. Saat ini, diagnosis dini pada umumnya ditujukan terhadap penderita yang datang dengan keluhan. Dalam upaya menemukan penderita pada stadium dini, perlu kerja sama dan peran serta dokter umum atau dokter keluarga.

    Benny S. Latief adalah staf pengajar Bagian Bedah Mulut FKG UI. Ia membacakan pidato pengukuhannya yang berjudul Perkembangan Ilmu Bedah Mulut dan Maksilofasial di Indonesia. Benny S. Latief dilahirkan di Jakarta 19 Oktober 1953 dan telah menyelesaikan pendidikan Dokter Gigi di FKG UI (1977), mengikuti pendidikan nonformal Intensive Training Programe in Oral and Maxillofacial Surgery AZL-RUL (Academisch Ziekenhuis Leiden Rijks Universiteit Leiden) Dept. Of Surgery, Division Oral and Maxillofacial Surgery, The Netherlands (1983-1985), spesialis Bedah Mulut dan Maksilofacial (Sp.BM) yang dikukuhkan Majelis Kolegium Bedah Mulut Persatuan Dokter Gigi Indonesia (1989), Doctor in de Medische Wetenschappen (Ph.D.), Fakulteit der Geneeskunde, Rijks Universiteit Leiden, The Netherlands (2005). Sejak tahun 1978 menjadi Staf pengajar di FKG UI, aktif sebagai anggota Persatuan Dokter Gigi Indonesia. Saat ini, menjabat sebagai Presiden Asian Association of Oral and Maxillofacial Surgeons (AAOMS) dan mendapatkan Hak Paten Coral Goniophora Sp. sebagai bahan Tandur Tulang bersama Drg. Vera Julia Sp.BM, Dr. Drg. Benny S. Latief Sp.BM (K), Drg. Endang Winiati M. Biomed, Ph.D., dan Ir. Basir dari BATAN. Ia menikah dengan drg. Endang Suprastiwi, Sp.KG (K) dan dikaruniai seorang anak. (mrr)

  • UpdateUIAgenda UI Terkini

    16 UIUpdate | Edisi 04/Thn. II/2010

    UI Tuan Rumah Pelatnas Olimpiade Informatika dan Matematika

    Para peserta pelatnas Olimpiade Informatika dan Matematika di UI.

    Sebagai bentuk apresiasi terhadap pembinaan para peserta Olimpiade Sains Bidang Informatika dan Bidang Matematika, Universitas Indonesia menyelenggarakan Pemusatan Latihan Nasional tahap tiga dan empat. Acara ini diadakan di Ruang Rapat A Gedung Pusat Administrasi Universitas pada hari Senin (26/04) dan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik & Kemaha-siswaan, Dr. Ir. Muhammad Anis, M.Met. Acara pembukaan dihadiri Ketua Tim Pembina Bidang Komputer, Ir. Suryana Setiawan, M.Sc., Ketua Pembina Bidang Matematika, Dr. Yudi Satria M.T., Kasu-bdit Kesiswaan Direktorat Pembinaan SMA Kementerian Pendidikan Nasional, Drs. Muklis Catio, M.Si., Dekan Fakultas Ilmu Komputer, Prof. T. Basarudin. M.Sc., Ph.D., dan 18 siswa SMU.

    Dalam sambutannya, Ir. Suryana melaporkan kegiatan pelatnas ini telah dirintis oleh staf pengajar Fasilkom sejak tahun 1998. Ia pun menjelaskan pelat-nas ini bertujuan memberikan pembeka-lan kemampuan teknis dan mental, serta menjadi ajang seleksi untuk mendap-atkan empat siswa terbaik yang akan mewakili Indonesia di ajang Olimpiade Sains Bidang Informatika di Interna-tional Olympiad in Informatics yang akan diadakan Waterloo, Kanada pada 7-15 Agustus 2010 mendatang. Suryana me-nambahkan pelatnas ini juga dilaksana-kan di dua universitas lainnya, yaitu ITB dan ITS. Pelatnas pertama diadakan di ITB sedangkan pelatnas kedua telah dilaksanakan di ITS , ujarnya. Menurut Suryana, peserta pelatnas tahun ini cukup tersebar karena berasal dari lima provinsi yang berbeda, yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Riau, Sumatera Utara, dan

    Jambi. Mereka telah melalui proses yang sangat ketat, dimulai dari tingkat sekolah, tingkat kabupaten, untuk se-lanjutnya diadu di tingkat provinsi. Dari belasan ribu siswa, akan disaring tiga puluh siswa, untuk kemudian diciutkan menjadi 16 dan diciutkan lagi menjadi 8, hingga tersaring 4 siswa yang akan mewakili Indonesia di tingkat dunia katanya.

    Dalam pelatnas tahap tiga ini, menurut Suryana, para peserta akan terus dilatih dengan materi-materi soal yang seting-kat dengan kemampuan mahasiswa S1, bahkan S2 selama tiga minggu sejak tanggal 25 April hingga 15 Mei 2010. Selama tiga minggu mereka akan menginap di PSJ dan dilatih dengan soal-soal latihan sejak pukul 08.00 hingga pukul 17.00 WIB, ungkapnya. Di akhir sambutannya, Suryana menjelas-kan sembilan peserta yang lolos hingga pelatnas tahap tiga, dipastikan telah diterima di Fasilkom tanpa tes.Kami menyadari mereka harus berkonsen-trasi penuh untuk bisa memenangkan kompetisi ini tanpa perlu dibuat khawatir belum mendapat universitas sebagai tempat tujuan berkuliah. Untuk itu, kami dengan senang hati menerima mereka di fakultas kami, katanya menutup sambutan. Sementara itu, Dr. Yudi Satria M.T. selaku Ketua Pembina Bidang Matematika mengatakan untuk bidang matematika, UI baru dua tahun terakhir terlibat dalam pelatnas sejak 2008. Namun, Indonesia telah mengikuti kompetisi Olimpiade Matematika ini sejak 1988. Jadi, bidang matematika merupakan bidang yang paling lama diikuti Indonesia, ungkapnya. Yudi pun memaparkan pencapaian prestasi tahun

    sebelumnya. Mereka berhasil mendap-at satu medali perak dan dua perunggu, serta satu honorable mention ujarnya.

    Sejak tahun 2002 Kementrian Pendidi-kan Nasional telah menyelenggarakan kegiatan Olimpiade Nasional tahunan untuk menjaring peserta yang akan menjadi wakil Indonesia di ajang olim-piade internasional. Hal ini disampaikan Kasubdit Kesiswaan Direktorat Pem-binaan SMA, Drs. Muklis Catio, M.Si., Menurutnya, kegiatan ini telah memoti-vasi masyarakat dan pihak sekolah un-tuk mengadakan lomba-lomba sejenis. Ini menandakan masyarakat kita sudah mulai sadar, kegiatan lomba semacam ini dapat menjadi ajang seleksi untuk memilih siswa yang luhur, ungkapnya. Ia pun menegaskan Depdiknas telah menandatangani nota kesepahaman dengan UI sejak tiga tahun yang lalu. Bagi pemenang medali emas kompetisi di tingkat nasional atau internasional dapat menjadi mahasiswa UI tanpa melalui tes, tegasnya. Dr. Ir. Muham-mad Anis, M.Met. selaku Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan pun membenarkan pernyataan terse-but. Namun, ia mengingatkan supaya mereka yang berhasil diterima tanpa tes, harus memilih program studi sesuai dengan bidang yang mereka juarai di kompetisi tersebut. Jangan sampai mereka yang memenangkan medali di Olimpiade Biologi ingin masuk Fakultas Kedokteran. Sayang sekali kemampuan yang mereka punya. Tetapi, jika tetap menginginkan seperti itu, otomatis mer-eka tetap harus ikut tes melalui SIMAK, tegas Anis. (SNT)

    26April 2010

  • UpdateUIAgenda UI Terkini

    17UIUpdate | Edisi 04/Thn. II/2010

    Pertunjukan Musik Psychology for Society24April 2010

    Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (FPsi. UI) bekerja sama dengan Ikatan Alumni Fakultas Psikologi (ILUNI FPsi) pada Sabtu malam (24/04) mengadakan malam pertunjukan musik dalam rangka merayakan Dies Natalis ke-57. Acara ini diselenggarakan di ruang Auditorium Kantor Pusat Perusahaan Listrik Negara (PLN), Jalan Trunojoyo, Kebayoran, Jakarta Selatan. Acara yang mengambil tema Psychology for Society ini dihadiri oleh Wakil Dekan, Dr. Tjut Rifameutia Umar Ali, M.A. Psi., Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Dr. Seto Mulyadi, dan para alumnus FPsi. dari angkatan 1970-an hingga angkatan 2000-an. Pagelaran musik yang berlangsung selama empat jam ini, antara lain menampilkan mini orkestra Bilik Musik Psikologi, kelompok musik perkusi Psikusi, Kencana Pradipa Tari (KP Tari), dan bintang tamu pianis handal Indonesia, Ananda Sukarlan.

    Ditemui seusai acara, Tjut Rifameutia menyatakan permohonan maaf karena Dekan Fakultas Psikologi, Dr. Wilman Dahlan Mansoer, M.Org.Psy., masih berada di Bali untuk rapat kerja. Lebih lanjut, ia mengatakan acara ini dedi-kasikan untuk seluruh alumnus FPsi., karena peran alumni sangat besar bagi fakultas.Mereka membantu mahasiswa kami untuk kerja magang, kemudian membantu memberikan beasiswa bagi mahasiswa yang kurang mampu dan saat ini mereka membantu mengumpul-kan dana untuk pusat krisis kita serta pengabdian masyarakat jika dibutuh-kan, tuturnya membuka pembicaraan. Para alumni FPsi. juga mempekerjakan junior mereka sehingga dianggap dapat menjadi nilai tambah untuk perbaikan kuri-kulum pengajaran supaya sesuai dengan

    permintaan dunia kerja saat ini.

    Ketika disinggung mengenai tema acara, Tia mengatakan tema tersebut merupakan tema rangkaian acara dies natalis secara keseluruhan tahun 2010. Acara ini sebisa mungkin diarahkan supaya bisa berman-faat bagi masyarakat, ujarnya. Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, pada malam tersebut, pihak panitia juga mengundang Alfatira, salah satu anak korban gempa yang terjadi di Padang beberapa waktu lalu. Pada saat gempa terjadi, Alfatira sedang berada di lantai tiga sebuah gedung.. Reruntuhan gedung tersebut menimpanya yang mengakibat-kan kakinya lumpuh. Didampingi Psikolog Kasandra A. Putranto, Alfatira naik ke atas panggung menggunakan kaki palsu, berbagi pengalaman dan menyanyikan lagu You Raise Me Up sebagai bentuk pantang menyerah terhadap hidup walaupun kini ia hidup dalam keadaan fisik yang tak lagi sempurna. Lebih lanjut, Tia berharap setelah acara ini hubungan alumni antarangkatan akan semakin kuat. Jadi jangan setelah lulus kuliah, lalu pergi begitu saja, tegasnya. Kepedulian terhadap masyarakat dan fakultas perlu ditunjukkan alumni yang telah menyelesai-kan studinya.Mereka bisa sukses seperti sekarang salah satunya karena dibesar-kan Fakultas Psikologi. Akan tetapi, yang saya lihat selama ini, mereka sangat peduli terhadap fakultas. Saya rasa semua alumni juga ingin datang pada hari ini, tetapi jika tidak pun saya yakin itu kar-ena mereka mempunyai kesibukan yangtidak bisa ditinggalkan, ujarnya.

    Pada saat penampilannya, Ananda Sukar-lan memainkan sebuah lagu berjudul This Boy Has a Dream yang ia dedikasikan

    kepada Almarhum Prof. Dr. Fuad Hasan. Menurut Ananda, Almarhum Fuad Hasan berperan sangat besar dalam karier ber-musiknya. Beliau turut membantu saya untuk mendapat beasiswa ke Belanda ketika saya berusia 17 tahun, ujarnya. Pianis yang telah menulis lebih dari 70 komposisi musik untuk piano ini menga-takan, musik tidak hanya untuk sekedar hura-hura, tetapi juga bisa memberikan manfaat seperti dapat mencerdaskan anak dan menyeimbangkan otak manu-sia. Ia pun bercerita bahwa saat ini tengah bekerja sama dengan sebuah yayasan di Spanyol. Saya menulis lagu untuk anak-anak penyandang cacat di sana yang saya anggap sebagai sumbangan saya terhadap mereka yang kurang mampu atau tidak mempunya akses ke musik sastra, tuturnya. Di antara sekian banyak karya yang ia tulis untuk anak-anak penyandang cacat, pada malam itu ia me-mainkan dua karya berjudul Youre Happy dan Im Happy. Dua karya ini sangat unik karena komposisinya selain pendek juga dapat dimainkan hanya dengan meng-gunakan satu atau dua jari saja. Sehingga anak-anak cacat yang tidak memiliki kaki atau tangan juga dapat memainkan karya tersebut. Acara ditutup dengan penampilan mini orkestra Bilik Musik Psikologi yang menyanyikan lagu Jangan Begadang yang telah diaransemen ulang dan dilanjutkan dengan pemberian bunga dan foto bersama dengan seluruh pengisi acara. (SNT)

  • UpdateUIAgenda UI Terkini

    18 UIUpdate | Edisi 04/Thn. II/2010

    Nota Kesepahaman UI dengan JCEB

    Pertunjukan Musik Tradisional Iran

    Penandatanganan nota kesepahaman antara UI dan JCEB.

    27April 2010

    28April 2010

    Universitas Indonesia (UI) pada Selasa, (27/04), menandatangani nota kesepahaman dengan Jakarta Convention Exhibition Bureau (JCEB) yang bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Provinsi DKI Jakarta. Acara yang diadakan di Ruang Rapat B Gedung Pusat Administrasi Universitas, Kampus Depok ini, dihadiri oleh Ketua Vokasi UI, Dr. Muhammad Hikam, Direktur Eksekutif JCEB, Indra Sukirno, perwakilan Dinas Pariwisata Provinsi DKI Jakarta, Dewi Susanti, Ketua Program Vokasi Pariwisata, Drs. Jajang Gunawijaya, M.A., dan perwakilan vokasi peminatan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE), Darmawi, M.K.

    Menurut Indra, JCEB merupakan suatu organsasi pemasaran yang bertugas untuk memasarkan tempat tujuan pariwisata, khususnya pariwisata MICE. Namun, organisasi tersebut juga merasa bertanggung jawab membagi pengalaman

    kerja selama berkecimpung di dunia MICE kepada masyarakat. Indra pun mengungkapkan indeks SDM sangat rendah dan ini membuatnya prihatin. Ketika melakukan presentasi dan berbicara di depan umum pun masih banyak SDM kita yang tidak mampu melakukannya, ujarnya. Sementara itu, SDM yang dimiliki negara tetangga terus membaik kualitasnya. Untuk itu, Indra menyambut baik program vokasi masih dipertahankan di UI karena lulusannya masih sangat dibutuhkan di dunia kerja.

    Dalam penandatangan MOU ini, UI melalui Program Vokasi Pariwisata turut bertanggung jawab untuk menyiapkan sumber daya manusia agar siap mempromosikan kota Jakarta sebagai tujuan pariwisata MICE. Hal ini diungkapkan Jajang Gunawijaya, selaku Ketua Program Studi Vokasi Pariwisata yang ditemui di ruang kerjanya seusai penandatanganan MOU. Menurut Jajang, rencananya JCEB akan mengadakan pelatihan-pelatihan di bidang MICE yang dapat diikuti oleh mahasiswa UI dan umum, baik program vokasi maupun S1 yang berminat. Pelaksanaan pelatihan juga akan dilakukan UI. Nanti mereka akan mendapat sertifikat internasional, baik dari Australia, negara-negara di Eropa maupun dari negara lain setelah lulus dari pelatihan ini, ungkapnya. Lebih lanjut, Jajang mengatakan setelah MOU, penyelenggaraan program ini terealisasi paling cepat bulan September 2010. UI dan JCEB merencanakan program pelatihan akan berlangsung selama empat bulan, dengan komposisi pemberian teori

    selama dua bulan dan sisanya dengan praktek terjun langsung bekerja di industri MICE.

    JCEB memilih UI untuk menyelenggarakan program pelatihan ini karena UI melalui Program Vokasi Pariwisata telah memiliki program MICE sejak tahun 2000 dan pada tahun 2002 telah dibuat peminatan konsentrasi MICE. Alasan kedua karena kerja sama antara UI dengan Dinas Pariwisata Provinsi DKI Jakarta telah lama terjalin, kurang lebih selama 10 tahun. Mereka banyak memberikan kesempatan kerja magang kepada mahasiswa kami. Tidak jarang kami sering mengundang pihak industri dan pemerintah supaya berkontribusi dalam hal perbaikan kurikulum, ujarnya. Jajang menilai sumber daya manusia yang berkecimpung di bidang MICE, 90% di antaranya hanya mengandalkan kemampuan otodidak tanpa pernah mengenyam pendidikan formal mengenai bidang tersebut. Itu kelemahan kita, tegas Jajang. Oleh karena itu, Jajang mengakui kualitas SDM Indonesia di bidang MICE masih tertinggal jika dibandingkan SDM Singapura dan Thailand walaupun Indonesia memiliki tempat penyelenggaraan MICE yang lebih banyak dibandingkan kedua negara tersebut. Tetapi dari segi kemodernan dan kepopuleran, venue yang kita miliki juga tidak sepopuler yang ada di Singapura dan Thailand, katanya. Jajang mengharapkan kerjasama yang dijalin dengan JCEB bisa dibawa ke arah kesuksesan dan menguntungkan bagi kedua belah pihak. (SNT)

    Konsulat Budaya Kedutaan Besar Repub-lik Islam Iran dan Kantor Internasional UI menyelenggarakan Pertunjukan Musik Tradisional Iran pada hari Rabu (28/04) ber-tempat di Auditorium Gedung 1 Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI), Kampus Depok. Pertunjukan ini disaksikan Kepala Kantor Internasional UI, Raphaella Dewantari Dwianto M.A., Ph.D., serta dihadiri Sekretaris Fakultas, Koordinator Program Studi Arab FIB UI, para pengajar dan mahasiswa Program studi Arab FIB UI.

    Selain pertunjukan musik dari grup musik Iran bernama Molawi ini, juga ditampilkan grup Marawis dari UI. Mustofa, perwakilan dari grup Molawi menjelaskan, mereka sudah pernah tampil di 30 negara. Ia pun memaparkan sejarah singkat perkembangan musik Iran. Musik tradisional Iran mengalami kemajuan pada masa kejayaan Islam abad ke-7, yang menjadi inspirasi untuk musik Iran di peradaban Islam. Al Farabi seorang ahli musik mempengaruhi imperium musik Timur Tengah. Di abad ke 16, fenomena musik Persia meningkat sejalan dengan Persia mengalami puncak kejayaan. Pada abad ke 20, musik Iran mengalami kemunduran. Akan tetapi, generasi selanjutnya melanjutkan tradisi musik Iran sehingga kini mempunyai pengaruh besar untuk musik Iran. Musik tradisional Iran diaransemen berdasar-kan pendengaran dan lebih berdasarkan instrumental. Alat-alat musik tradisional Iran yang digunakan, yaitu instrument tabuh, gesek, dan petik. Alunan musik khas Timur

    Tengah mereka mainkan dengan penuh penghayatan. Setelah penampilan memukau dari mereka, selanjutnya dilanjutkan dengan performa dari grup Marawis UI.

    Pada sesi tanya jawab, salah satu pertan-yaan yang diajukan dari para penonton, yaitu apakah anak muda dan perempuan dari Iran juga memainkan alat musik tradisional Iran. Mustofa menjawab, di Iran banyak perem-puan dan anak muda yang memainkan musik tradisional Iran. Pada kesempatan ini, perempuan-perempuan tidak dapat hadir karena ada kesalahan teknis. Perempuan juga mendapatkan kesempatan yang sama dengan laki-laki untuk bermain musik. Ia juga menjelaskan, Tujuan musik Iran sebagai hubungan spiritual antara pemain musik dan pendengar, serta Tuhan. Oleh karena itu, makna bermusik tinggi. Ia juga menam-bahkan saat ini aliran-aliran musik dari Iran mendapat banyak sorotan dari Barat. (PRA)

  • UpdateUIAgenda UI Terkini

    19UIUpdate | Edisi 04/Thn. II/2010

    Kuliah Umum Diplomasi Kesehatan

    Prof. Adik saat menyampaikan kuliah di depan para peserta.

    Ketika mendengar kata diplomasi, pada umumnya orang akan mengasosiasikan kata tersebut dengan seseorang yang memiliki kedudukan dan kekuasaan tinggi, seperti diplomat atau seorang duta besar. Padahal diplomasi dapat dilakukan oleh siapa saja dan di tingkat apa pun. Yang membuatnya berbeda, yaitu isi dan tinggi rendahnya tingkat diplomasi tersebut. Hal ini terungkap dalam kuliah umum Prof. Dr. Adik Wibowo, M.D., M.P.H., yang berlangsung Rabu (28/04) pukul 10.00 WIB di ruang promosi doktor Gedung G Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Kampus Depok. Kuliah umum ini dihadiri staf pengajar dan mahasiswa FKM.

    Di awal kuliah umumnya, Prof. Adik mema-parkan alasan perlunya diplomasi kesehatan. Menurut wanita yang pernah bekerja sebagai Kepala World Health Organizational (WHO) regional Asia ini, mengatakan fenomena dunia yang kian datar dan sempit, memudah-kan penyebaran berbagai macam penyakit ke negara lain yang ada di sekitarnya. Ia memberikan sebuah contoh kasus penyakit Polio yang kembali mewabah tahun 2005 di Indonesia. Penyakit ini diderita oleh seorang anak perempuan yang berdomisili di Jawa Barat, lokasinya sangat dekat dengan kota Jakarta yang merupakan pusat pemerintahan negeri ini, ungkapnya. Ternyata setelah DNA gadis tersebut diperiksa, ditemukan bahwa virus polio tersebut dibawa dari Nigeria melalui Arab Saudi. Hal ini membuktikan kesehatan tidak hanya menjadi permasala-han nasional, tetapi telah menjadi isu global, tegasnya.

    Melawan penyakit kronis, merupakan salah satu tujuan yang termaktub dalam Millenium Development Goals (MDGs), poin ke-6, yang

    sudah harus dicapai tahun 2015. Namun, agaknya tidak semua negara dapat men-capai tujuan tersebut tepat waktu. Terlihat dengan jelas ketidakmerataan antara negara berkembang dan negara maju, tegasnya. Keterbatasan dana di bidang kesehatan yang dimiliki negara berkembang, mengharuskan mereka untuk mencari pembiayaan dari para donor atau sumber lain untuk membantu menguatkan sistem kesehatan di negara tersebut. Sistem kesehatan yang lebih baik dapat mencegah menyebarnya penyakit ke suatu negara atau negara lain sehingga menjadi endemi di negara yang bersang-kutan, ujarnya. Menurut Badan Pemantau Kesehatan Global (Global Health Watch), negara maju selalu rutin tiap tahun mem-berikan donasi senilai 10 miliar US$ di sektor kesehatan pada negara-negara berkembang. Di sinilah diplomasi kesehatan memainkan peranan penting, katanya.

    Ditemui usai kuliah umumnya, Prof. Adik mengatakan tujuan ia memberikan kuliah umum diplomasi kesehatan karena ingin ber-bagi pengalaman ketika ia masih menjabat sebagai Kepala WHO di Myanmar. Ketika menjabat, saya diharuskan melakukan hal-hal di luar dari pendidikan dan pengalaman saya. Pendidikan saya sebagai dokter dan ahli kesehatan masyarakat. Sementara sebagai Kepala WHO, saya harus memiliki kemam-puan manajemen. Kemudian, pelan-pelan saya berpikir banyak kegiatan yang telah saya laku