44444595 Makalah Anti Anemia Dan Anti Koagulan

of 43

  • date post

    12-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    105
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of 44444595 Makalah Anti Anemia Dan Anti Koagulan

Page | 25

TUGAS MATA KULIAH FARMAKOLOGI

Dosen Pembimbing:Sr. Clarina Kuway, JMJ.

ANTI ANEMIA DAN ANTI KOAGULAN

Disusun oleh:FransiscoPolandos09061048

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATANFAKULTAS KEPERAWATANUNIVERSITAS KATOLIK DE LA SALLE MANADO 2010K A T A P E N G A N T A R

Puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena berkat penyelenggaraan-Nya, makalah yang berjudul ANTI ANEMIA DAN ANTI KOAGULAN ini bisa diselesaikan. Makalah ini ditulis dengan tujuan sebagai tugas mata kuliah FARMAKOLOGI Universitas Katolik De La Salle Manado. Tujuan yang lebih khusus dari penulisan makalah ini ialah untuk menambah pengetahuan tentang obat-obatan yang berkaitan dengan ANEMIA dan KOAGULAN pada darah.

Penulis juga menyampaikan terima kasih kepada Dosen yang telah memberikan tugas untuk membuat makalah ini, serta kepada siapa saja yang telah terlibat dalam proses penulisannya, terlebih kepada temanteman seangkatan Fakultas Keperawatan 2009 Universitas Katolik De La Salle Manado yang senantiasa membantu penulis dalam pembuatan makalah ini..

Akhirnya, harapan penulis semoga makalah tentang Proses Asuhan Keperawatan Pada Pasien Bronkitis ini bermanfaat bagi pembaca. Penulis telah berusaha sebisa mungkin untuk menyelesaikan makalah ini, namun penulis menyadari makalah ini belumlah sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapakan kritikdan saran yang sifatnya membangun guna menyempurnakan makalah ini.

Manado, Oktober 2010

Penulis

DAFTAR ISI

K A T A P E N G A N T A R1DAFTAR ISI2BAB IPENDAHULUAN3I.1 Latar Belakang3I.2Tujuan Penulisan4I.3Metode Penulisan4I.4Sistematika Penulisan4BAB IITINJAUAN PUSTAKA5II.1ANTI ANEMIA5II.1.1Jenis Penyakit6II.1.2Klasifikasi Penyakit7II.1.3Jenis Obat Serta Hubungan Dengan Penyakit14II.1.4Proses Keperawatan23II.2ANTI KOAGULAN25II.2.1Proses Koagulasi Normal25II.2.2Jenis Penyakit Koagulan26II.2.3Jenis Obat Serta Hubungan Dengan Penyakit31II.2.4Proses Keperawatan37BAB IIIPENUTUP40III.1Kesimpulan40III.2Saran40DAFTAR PUSTAKA42

BAB IPENDAHULUAN

I.1 Latar BelakangObat secara umum ialah setiap zat kimia yang dapat mempengaruhi proses hidup, maka farmakologi merupakan ilmu yang sangat luas cakupannya. Namun untuk kita sebagai pelaku kesehatan (perawat atau dokter), ilmu ini dibatasi tujuannya yaitu agar dapat menggunakan obat untuk maksud pencegahan, diagnosis, dan pengobatan penyakit. Selain itu, agar mengerti bahwa penggunaan obat dapat mengakibatkan berbagai gejala penyakit.Secara etimologis, kata Farmakologi berasal dari kata pharmacon, yang artinya obat, dan kata logos, yang artinya ilmu pengetahuan, sehingga secara harafiah farmakologi berarti ilmu pengetahuan tentang obat. Namun secara umum farmakologi didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari obat dan cara kerjanya pada sistem biologi. Disamping itu juga mempelajari asal-usul (sumber) obat, sifat fisik-kimia, cara pembuatan, efek biokimiawi dan fisiologi yang ditimbulkan, nasib obat dalam tubuh, dan kegunaan obat dalam terapi.Dalam makalah ini akan membahas tentang Anti-anemia dan Anti-koagulan yang tergolong dalam obat Hematologik dalam Farmakologi. Anti-anemia merupakan obat yang digunakan untuk mencegah atau memperbaiki keadaan kesehatan tubuh karena anemia. Dan Anti-koagulan merupakan obat yang digunakan untuk mencegah penggumpalan darah atau pengencer darah atau juga bertujuan memperlambat pembekuan darah.Untuk lebih jelas mengenai Anti-anemia dan Anti-koagulan serta penyakit dan obat-obatan dan tindakan keperawatannya akan dibahas pada bab 2 Tinjauan Pustaka.

I.2Tujuan PenulisanTujuan makalah ini dibuat selain sebagai tugas mata kuliah Farmakologi Fakultas Keperawatan Universitas Katolik De La Salle Manado juga bertujuan agar kita lebih mengenal tentang obat-obatan terlebih untuk obat Hematologik, yang lebih spesifik tentang obat antianemia dan antikoagulan serta penyakitnya dan bagaimana tindakan keperawatan yang dilakukan.

I.3Metode PenulisanMetode penulisan yang digunakan penulis dalam penyusunan makalah yang berjudul ANTIANEMIA DAN ANTIKOAGULAN ini menggunakan metode Studi Literatur. Studi literatur yang dimaksud penulis ialah penulis memperoleh data dengan menggunakan literatur atau buku-buku dan artikel-artikel yang diperoleh dari internet yang berhubungan dengan anti-anemia dan anti-koagulan.

I.4Sistematika PenulisanSistematika penulisan makalah ini terdiri dari 3 (tiga) bab, yaitu:BAB IPENDAHULUANBab ini berisikan latar belakang, tujuan penulisan, metode penulisan dan sistematika penulisan makalah.BAB IITINJAUAN PUSTAKAPada bab ini menjelaskan tentang jenis penyakit, jenis obat-obatan serta hubungan penyakit dengan obat dan tindakan keperawatan yang dilakukan pada obat Anti-Anemia dan Anti-Koagulan.BAB IIIPENUTUPPada bab ini berisikan tentang kesimpulan dan saran

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

II.1ANTI ANEMIAAnti-anemia merupakan obat yang digunakan untuk mencegah atau memperbaiki keadaan kesehatan tubuh karena anemia. Dalam bab ini dibahas obat yang penting untuk eritropoesis normal yaitu zat besi (Fe), vitamin B12 (Sianokobalamin) dan asam folat. Dengan demikian obat-obat ini digunakan untuk mengobati anemia dan dinamakan juga sebagai hematinik. Obat lain yang berpengaruh terhadap eritropoesis yaitu riboflavin, piridoksin, kobal dan tembaga dan ada beberapa hormon yang secara tidak langsung mempengaruhi eritropoesis misalnya hormon tiroid, gonad dan adrenal.Di samping itu dikenal juga adanya faktor pertumbuhan sel darah merah yaitu eritropoetin yang dibentuk oleh ginjal. Zat ini berperan sebagai regulator proliferasi eritrosis, sehingga bila terganggu dapat berakibat anemia berat. Selain diproduksi oleh ginjal dalam sel peritubuler dari tubuli proksimalis yang dalam jumlah kecil protein ini disintesis oleh hati. Untuk kepentingan pengobatan eritropoetin diproduksi sebagai rekombinan eritropoetin manusia yang disebut epoetin alfa. Sedangkan indikasi utama adalah untuk anemia pada gagal ginjal kronik dan pada penderita yang menjalani hemodialisis.Zat besi dibutuhkan untuk produksi hemoglobin (Hb), sehingga defisiensi Fe akan menyebabkan terbentuknya sel darah merah yang lebih kecil dengan kandungan Hb yang rendah dan menimbulkan anemia hipokromik mikrositik. Vitamin B12 dan asam folat dibutuhkan untuk sintesis DNA yang normal, sehingga defisiensi salah satu vitamin ini menimbulkan gangguan produktif dan maturasi (kematangana) eritrosit yang memberikan gambaran sebagai anemia megaloblastik. Berbeda dengan asam folat, defisiensi vitamin B12 juga menyebabkan kelainan neurologik.

II.1.1Jenis PenyakitJenis penyakit dari obat Antianemia ialah Anemia. Menurut definisi, Anemia adalah berkurangnya hingga di bawah nilai normal jumlah SDM (sel darah merah), kuantitas hemoglobin, dan volume packed red blood cells (hematokrit) per 100 ml darah. Dengan demikian, anemia bukan suatu diagnosis melainkan suatu cerminan perubahan patofisiologik yang mendasar yang diuraikan melalui anamnesis yang seksama, pemeriksaan fisik, dan konfirmasi laboratorium.Karena semua sistem organ dapat terkena, maka pada anemia dapat menimbulkan manifestasi klinis yang luas, berhantung pada (1) kecepatan timbulnya anemia, (2) usia individu, (3) mekanisme kompensasi, (4) tingkat aktivitasnya, (5) keadaan penyakit yang mendasarinya, dan (6) beratnya anemia.Karena jumlah efektif SDM berkurang, maka pengiriman O2 ke jaringan menurun. Kehilangan darah mendadak (30% atau lebih), seperti pada perdarahan, mengakibatkan gejala-gejala hipovolemia dan hipoksemia, termasuk kegelisahan, diaforesis (keringat dingin), takikardia, napas pendek, dan berkembangnya cepat menjadi kolaps sirkulasi atau syok. Namun berkurangnya massa SDM dalam waktu beberapa bulan (bahkan pengurangan sebaganyak 50%) memungkinkan mekanisme kompensasi tubuh untuk beradaptasi, dan pasien biasanya asimtomatik, kecuali pada kerja fisik berat. Tubuh beradaptasi dengan (1) meningkatkan curah jantung dan pernapasan, oleh karena itu meningkatkan pengiriman O2 ke jaringan-jaringa tubuh oleh SDM, (2) menigkatkan pelepasan O2 oleh hemoglobin, (3)mengembangkan volume plasma dengan menarik cairan dari sela-sela jaringan, dan (4) redistribusi aliran darah ke organ-organ vital (Guyton, 2001).Salah satu dari tanda yang paling sering dikaitkan dengan anemia adalah pucat. Keadaan ini umumnya diakibatkan dari berkurangnya volume darah, berkurangnya hemoglobin, dan vasokonstriksi untuk memaksimalkan pengiriman O2 ke organ-organ vital. Warna kulit bukan merupakan indeks yang dapat dipecaya untuk pucak karena dipengaruhi pigmentasi kulit, suhu, dan kedalaman serta distribusi bantalan kapiler. Bantalan kuku, telapak tangan, dan membran mukosa serta konjungtiva merupakan indikator yang lebih baik untu melihat pucat. Jika lopatan tangan tidak lagi berwarna merah muda, hemoglobin biasanya berkurang dari 8 gram.Takikardia dan bising jantung (suara yang disebabkan oleh peningkatan kecepatan aliran darah) mencerminkan beban kerja dan curah jantung yang menigkat. Angina (nyeri dada), khususnya pada orang tua dengan stenosis koroner, dapat disebabkan oleh iskemia miokardium. Pada anemia berat, gagal jantung kongresif dapat terjadi karena otot jantung yang anoksis tidak dapat beradaptasi terhadap beban kerja jantung yang menigkat. Dispnea (kesulitan bernapas), napas pendek, dan cepat lelah waktu melakukan aktivitas jasmani merupakan manifestasi berkurangnya pengiriman O2. Sakit kepala, pusing, pingsan, dan tinitus (telinga berdengung) dapat mencerminkan berkurangnya oksigenasi pada sistem saraf pusat. Pada anemia berat dapat juga timbul gejala-gejala saluran cerna seperti anoreksia, mual, konstipasi atau diare, dan stomatitis (nyeri pada lidah dan membran mukosa mulut); gejala-gejala umumnya disebabkan oleh keadaan defisiensi, seperti difisiensi zat besi.

II.