32601905 32427168 Tomi Tintia Laporan Prakerin Teknik Instalasi Tenaga Listrik Tahun 2010

download 32601905 32427168 Tomi Tintia Laporan Prakerin Teknik Instalasi Tenaga Listrik Tahun 2010

of 43

  • date post

    27-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    3.273
  • download

    7

Embed Size (px)

Transcript of 32601905 32427168 Tomi Tintia Laporan Prakerin Teknik Instalasi Tenaga Listrik Tahun 2010

LAPORAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI DI PT PLN (persero) Laporan ini saya susun sebagai syarat untuk mendaptkan nilai Semester genap Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 GORONTALO Tahun Pembelajaran 2009 / 2010

Oleh : Nama : TOMI TINTA NIS : 13768

Kelas : II TITL SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 3 GORONTALO

TAHUN 2010

[Type text]

Page 1

HALAMAN PENGESAHAN I

Judul

Pemerataan Beban Desa Tolongio Kec. Anggrek Di Gardu:

NO : GK . 53Nama NIS Kelas : Tomi Tintia

: 13768 : II Teknik Instalasi Tenaga Listrik Laporan Praktik Kerja Industri ini disusun sebagai Bentuk pertanggung jawaban pelaksanaan

Kepala PT PLN (Persero) RTG KWANDANG

Gorontalo,Juni 2010 Pembimbing Prakerin,

ALFONS E. SALINDEHO

NAZARUDIN JUNUS

Praktik Kerja Industri pada Bidang Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik SMK N 3 Gorontalo.

Disahkan pada tanggal,..Juni 2010

[Type text]

Page 1

[Type text]

Page 2

HALAMAN PENGESAHAN II

Laporan ini telah diperiksa, disahkan dan disetujui untukDiperiksa : Gorontalo,Juni 2010 Guru Pembimbing,

BURHAN LIPUTO S.T NIP.

Dian tihastuti S.Pd NIP.

Mengetahui, Kepala SMK N 3 Gorontalo

Drs.AMIR KUNUTI NIP. 19571101 198603 1 019

memenuhi salah satu syarat menempuh Ujian Smester II SMK N 3 Gorontalo Tahun Pembelajaran 2009 / 2010 Pada : Hari :.

Tanggal :....Juni 2010

[Type text]

Page 2

KATA PENGANTARPuji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya pada kita semua, sehingga saya dapat melaksanakan Praktik Kerja Industri (Prakerin) di PT PLN (Persero) Ranting Kwandang dan menyelesaikan pembuatan laporan ini tanpa suatu halangan apapun. Laporan Praktek Kerja Industri ini saya susun sebagai syarat untuk mengikuti Ujian Semester IV SMK Negeri 3 Gorontalo pada tahun pembelajaran 2009 / 2010, untuk melanjutkan kejenjang berikutnya yakni ke tingkat III. Bahwasanya dalam mambuat Laporan Praktik Kerja Industri ini tidak lepas dari beberapa pihak yang telah banyak membantu saya dalam pembuatan laporan ini. Untuk itu saya menyampaikan ucapan terima kasih saya kepada : 1. Bapak Drs. Amir Kunuti, selaku Kepala SMK N 3 Gorontalo yang telah memberi kesempatan kepada saya untuk melaksanakan Prakerin.[Type text] Page 3

2.

Bapak Alfons E. Salindeho, selaku Manager PT PLN (persero) Ranting Kwandang yang telah mengijinkan saya untuk melaksanakan Prakeri di PT PLN (persero) Ranting Kwandang.

3.

Bapak Arjan Masuara S.Pd, selaku Kepala Program Keahlian (kaprodi) Jursan Teknik Instalasi Tenaga listrik (TITL) di SMK N 3 Gorontalo.

4. Bapak Nazarudin Junus, selaku Pembimbing di Industri yang telah membantu saya dalam melaksanakan Prakerin di dunia industri. 5. Ibu Dian Tihastuty S.Pd selaku Pembimbing PRAKERIN di Sekolah. 6. Sebagai realisasi, saran dan anjuran beliau, saya dengan segenap daya upaya, berusaha untuk menyusun laporan ini dengan sebaik-baiknya. Semoga laporan ini dapat berguna bagi saya dan para pembaca.Gorontalo, April 2010 Penyusun

[Type text]

Page 3

[Type text]

Page 4

ABSTRAKSistem Distribusi Tenaga Listrik pada dasarnya adalah suatu proses untuk menyalurkan tenaga listrik dari sistem transmisi tenaga listrik 150 kV ke pelanggan pelanggan listrik(konsumen) baik konsumen 20 kV ataupun konsumen 380/220 V. Sistem distribusi yang lebih kompleks jaringannya adalah sistem distribusi Tegangan Rendah (380/220V), karena jaringan sistem distribusi tegangan rendah mempunyai cakupan jaringan yang sangat luas. Hal ini seringkali menyebabkan sistem Distribusi Tegangan Rendah menjadi tidak seimbang/merata, karena pada umumnya pelanggan rumah tangga memanfaatkan tenaga listrik satu phase. Apabila wiring / penyambungan pelanggan ke sistem distribusi tegangan rendah tidak memperhatikan beban di masing - masing phase, pada akhirnya sistem distribusi tegangan rendah akan mengalami kepincangan dalam pembebanan di hantaran phase. Akibat dari sistem distribusi tegangan rendah yang tidak seimbang tentunya akan berpengaruh terhadap banyak hal, seperti: kinerja trafo, panas berlebih pada phase beban lebih, arus mengalir pada kawat netral, drop tegangan ujung pada jaringan phase beban lebih. Dan pada akhirnya kualitas tenaga listrik di tingkat konsumen menurun. Arus netral yang berlebih yang timbul akibat pembebanan yang tidak seimbang diantara hantaran phase, akan menyebabkan panas berlebih pada hantaran netral. Panas ini tentunya merupakan suatu losses yang seharusnya tidak perlu terjadi. Sehingga secara tidak langsung ikut menyumbang losses, yang sedang gencar diminimalisir oleh PT PLN Distribusi Ranting Kwandang.Kata kunci: Beban Tak Seimbang, Jaringan Tegangan Rendah, Arus Netral

BAB I[Type text] Page 5

PENDAHULUAN1.1. Latar BelakangPT PLN ( persero ) merupakan perusahaan penyedia listrik untuk umum satusatunya di Indonesia. Permasalahan utama yang dihadapi PLN adalah mulai terjadinya krisis energi yang mengglobal. Harga bahan bakar minyak di tingkat internasional terus meningkat. Hal ini menyebabkan PT PLN ( persero ) harus melakukan efisiensi di segala sektor, dan yang paling utama adalah di sektor penyediaan tenaga listrik. Salah satu langkah efisiensi yang dilakukan PT PLN adalah menekan losses seminimal mungkin, baik losses teknik maupun non teknik. Penekanan losses teknik yang dilakukan oleh PT PLN Distribusi Kwandang dan Sekitarnya salah satunya adalah dengan pemeliharaan jaringan listrik semaksimal mungkin, sehingga losses teknik akibat jaringan dapat diminimalisir. Berdasarkan perhitungan dari kwh beli dari P3B dan kwh jual ke pelanggan, di desa Ilangata Kec. Anggrek terjadi selisih antara energi yang terjual dan energi digunakan pelanggan sebesar 12,1%. Hal ini mengindikasikan losses yang terjadi di desa Ilangata Kec. Anggrek sedemikian besar. Losses ini terdiri dari losses teknik dan non teknik. Untuk memberikan kontribusi dalam hal efisiensi, dalam telaahan staff ini mencoba mengevaluasi peran pemerataan beban dalam program pengurangan losses teknik, dengan jalan mengurangi arus balikan yang melalui hantaran netral.

1.2. BATASAN MASALAHPenyusunan Laporan Telaahan Staff ini difokuskan pada analisis beban tak seimbang pada sistem distribusi tegangan rendah. Program meminimalisir arus yang melewati hantaran netral adalah arus yang timbul karena beban tidak seimbang. Dalam beberapa perhitungan digunakan beberapa asumsi, antara lain penggunaan arus oleh pelanggan diwakili dengan daya kontrak pelanggan. penggunaan arus oleh pelanggan terusmenerus 24 jam nonstop. Asumsi lain adalah pembagian arus netral yang melalui suatu konduktor di sepanjang jaringan dilakukan secara proporsional sesuai dengan besar daya kontrak dan pengukuran arus di gardu.

1.3. Metodologi Penyusunan[Type text] Page 6

Penyusunan Laporan ini, menggunanakan metode: Metode Pengumpulan data: Pengumpulan data dilakukan dengan jalan mengukur beban gardu ke lapangan. Selain data beban juga diperlukan data pencatatan kwh pantau dan kwh pelanggan, sebelum dan sesudah kegiatan pemerataan beban. Studi Pustaka Mengumpulkan bahan-bahan literatur yang berkaitan dengan beban tak seimbang dan losses akibat beban tak seimbang. Wawancara Konsultasi langsung dengan orang orang terkait yang sudah berpengalaman di jaringan tegangan rendah.

1.1. Profil IndustriA. Profil Industri PT PLN (persero)Sejarah Singkat PLN Wilayah VII SULUTTENGGO

Berdirinya kantor PLN Wilayah VII Suluttenggo yaitu pada tanggal 27 Desember 1941,dimana perusahaan masih milik belanda dengan KEPRES No.163/1953 yang terdiri dari : A. ANIM B. OEEM C. EBALON Khusus daerah gorontalo yaitu EBALON (ELETRIK BAT LOMBOK) yang berdiri pada tahun 1930. dimana kantor PLN pada waktu itu masih berbadan swasta,kemudian pada tanggal 1957,Kantor PLN dilakukan dengan Jakarta,yang terdiri dari :[Type text] Page 7

10 Desember

Undang-Undang Nasionalisme

dengan No.1567/1958 dan PP No.18/1959 menjadi PLN yang berpusat di

a. Perusahaan milik Negara b. Perusahaan yang dinasionalisasikan PLN Wilayah VII Suluttenggo Cabang Gorontalo ini adalah salah satu Unit dari PLN Exploitasi V manado,kemudian muncul lagi PP no.18/1972 tertanggal 3 juni 1972 ditangani oleh Departemen PUTC. Pada tahun 1977 ditangani langsung oleh Departemen pertambangan dan energi,pada waktu PLN dirubah menjadi PLN Wilayah VII Manado dan PLN Wilayah VII Cabang Gorontalo adalah salah satu Unit PLN Wilayah manado yang meliputi: a. Wilayah VII meliputi sulawesi utara dan tengah b. Cabang gorontalo meliputi wilayah kerja kota dan kab gorontalo. Dilihat dari situasi dan kondisi kegiatan maka daerah gorontalo sudah dapat memenuhi syarat untuk berdiri sendiri sebagai kantor pelayanan kepentingan masyarakat yang bergerak di bidang jasa. Adapun PLN wilayah VII Suluttenggo sudah 10 kali mengalami pergantian pimpinan.

A.

PROFIL INDUSTRI PT PLN (persero) RANTING KWANDANG. 1. Sejarah Singkat PLN (persero) Ranting Kwandang Kelistrikan di Indonesia dimulai pada akhir abad ke 19,pada saat

beberapa perusahaan Belanda, antara lain pabrik gula dan pabrik the mendirikan pembangkit tenaga listrik untuk keperluan sendiri. Kelistrikan[Type text] Page 8

untuk kemanfaatan umum mulai pada saat perusahaan swasta Belanda yaitu NV. NIGEM yang semula bergerak di bidang gas memperluas usahanya di bidang listrik untuk kemanfaatan umum. Pada tahun 1927 pemerintah Belanda membentuk SLANDS WATER KRACH BEDRIJVEN(LWB )yaitu perusahaan listrik Negara yang mengelola PLTA Plengan, PLTA Bengkok Dago,PLTA Ubrung dan kracak di jawa barat, PLTA Giringan di madium, PLTA Tes diBengkulu, PLTA Konsealama di sulawesi utara, dan PLTU di Jakarta. Selain itu,dibeberapa kotapraja di bentuk perusahaan-perusahaan listrik kotopraja.

Dengan meny