2 B.indonesia Kelas 10

Click here to load reader

  • date post

    27-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    326
  • download

    10

Embed Size (px)

description

bagus

Transcript of 2 B.indonesia Kelas 10

  • 29

    Bab 3 Kesenian

    Matabaca, Jan 06

    Seni peran dalam teater dan senidalam menulis cerpen dapat

    menghasilkan kesenian yang indah.

    GPM doc.Matabaca, Jan 06

    Di bab tiga, yang mengangkat topik Kesenian,pertama, kalian diajak untuk bisa menulis kreatif sebuahcerita dengan memerhatikan urutan waktu dan tempatdalam bentuk narasi. Oleh karena itu, kalian harus me-mahami cerita rekaan dalam bentuk naratif sehinggakalian bisa mengembangkannya, menulis paragrafnaratif sesuai kerangka, dan kalian bisa menyuntingparagraf naratif yang ditulis teman kalian.

    Kedua, kalian diajak untuk bisa menulis gagasandengan menggunakan pola urutan waktu dan tempatdalam bentuk paragraf naratif dan mampu memahamijenis-jenis paragraf, pola pengembangannya, dan me-nyusun paragraf yang efektif.

    Ketiga, kalian bisa memahami kalimat tunggal luasdan membuat kalimatnya. Keempat, kalian bisa men-ceritakan berbagai pengalaman dengan pilihan kata danekspresi yang tepat dan bisa menceritrakan kembali isicerita secara runtut. Kelima, kalian bisa menulis puisilama dengan memperhatikan baik, irama, dan rimadengan memahami ciri-ciri puisi lama.

    Keenam, kalian bisa menemukan ide pokok ber-bagai teks nonsastra dengan teknik membaca cepat.Artinya, kalian harus bisa membaca teks dengan ke-cepatan 250 kata/menit, menemukan ide pokok paragrafdalam teks, menjawab pertanyaan tentang isi teksdengan kalimat yang jelas dan mudah dipahami, danmembuat ringkasan isi teks dalam beberapa kalimatyang runtut.

    Selamat belajar dan sukseslah selalu.

    3.1 Menulis Kreatif

    Ide menulis kreatif dapat diperoleh ber-dasarkan rekaan/imajinasi/fiktif dan berdasarkankejadian sesungguhnya.

    3.1.1 Rekaan

    Rekaan merupakan cerita fiktif berupa hal/peristiwa yang tidak terjadi sesungguhnya. Temacerita, tokoh, dan tempat terjadinya peristiwahanya ada dalam angan-angan pengarang.Bacalah contoh cerita fiktif yang terkemas dalambentuk cerpen berikut ini!

  • 30

    Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas X SMA/MA

    Anjing TersayangKarya Indra Tranggono

    Kamu tak akan takut melihatku, hingga kamu tak perlumenghardikku atau memukulku. Aku sama sekali tidak layakmengancam siapa pun. Termasuk kamu. Bukan hanya karenawajahku yang sama sekali tidak menyeramkan, tapi juga potongantubuhku yang lebih pantas dianggap sebagai segumpal dagingbernyawa. Kalau toh aku sesekali menyalak, itu hanya karena akuingin tetap dianggap anjing.

    Aku tak pernah mengutuk ibuku dan ayahku, sepasangpejantan yang memberiku jalan hidup di dunia, hanya karena akutidak lahir sebagai bulldog, herder, atau dauberman yang makanandan obatnya jauh lebih mahal dari biaya hidup kalian bangsamanusia. Mereka pun punya dokter sendiri, dokter spesialis, yangongkosnya tinggi, lebih tinggi dari dokter untuk manusia jelata.Mereka juga punya salon sendiri, punya bedak sendiri, punya samposendiri, punya sabun mandi sendiri, punya sisir sendiri. Tapi, demiTuhan, aku tak pernah iri. Itulah keberuntungan mereka karenabisa menjadi kelangenan atau penjaga keselamatan manusia.Sedangkan aku, tak pernah diperhitungkan. Bahkan oleh parapemburu anjing kampung yang rutin menyetor daging kepadapenjual tongseng jamu (mereka tak berani terang-teranganmenjual tongseng daging anjing, namun berlindung dibalik tong-seng jamu).

    Dibanding hidup manusia yang susah, nasibku jauh lebih baik.Bukankah menjadi binatang piaraan Tuan Konglo yang kaya rayamerupakan keberuntungan tak ternilai? Aku tak tahu persis alasanTuan Konglo memeliharaku. Bukankah dia bisa membeli anjingyang lebih bermartabat dibanding aku? Rupanya ada kisah khusustentang diriku. Menurut obrolan Bibi Tintin, pembantu Tuan Konglo,dulu aku terserempet mobil Tuan Konglo. Untuk menebus rasabersalahnya, Tuanku memelihara aku.

    Gembong! Jaga rumah ya. Kalau ada orang mencurigakan,langsung serang. Gigimu masih tajam, kan? Tuan Konglo menyo-dorkan daging sapi. Kujawab dengan gonggongan kecil. Tandaaku sangat setuju. Tuanku senang. Ia mengelus-elus buluku. Akupun merasa tersanjung.

    Aku sering berpikir. Tidak enak jadi orang kaya. Selalu panik.Selalu merasa terancam. Contohnya ya Tuanku ini. Ke mana-manabawa pistol. Mendengar suara angin menggesek dedaunan saja,ia sudah tergeragap karena merasa ada orang yang akan meram-pok. Sepuluh satuan pengaman disiapkan. Termasuk, aku, anjingkesayangannya.

    Tugasku gampang. Hanya mencurigai siapa saja. Tapi mem-bedakan orang baik dan orang jahat, ternyata susah. Aku seringpusing. Celakanya aku tak bisa dengan gampang mendapatkan pilpengusir pusing bagi anjing.

    Siapa tuanku, aku sesungguhnya tak perlu mempersoalkan.

    Ia mengelus-elus buluku. Akupun merasa tersanjung.

    Narasi adalah 1)pengisahan suatucerita atau kejadian; 2)cerita ataudeskripsi suatu kejadian atau peris-tiwa; kisahan.

    Naratif adalah bersifat narasi;bersifat menguraikan (menjelaskan).

    (KBBI, 2001)

    Tulisan naratif bertujuan menje-laskan sesuatu dalam bentuk ki-sahan. Hal yang dijelaskan dapatberupa kejadian fiktif (rekaan) mau-pun kejadian yang sesungguhnya.Karena berbentuk kisahan, dalamtulisan naratif terdapat pelaku(tokoh) serta urutan waktu (krono-logis) kejadian.

  • 31

    Bab 3 Kesenian

    Dia orang baik, setidaknya bagiku. Tapi aku sering mendengargunjingan tetangga. Kata mereka tuanku itu kaya karena korupsi,mencuri duit Negara. Berulang kali, kata mereka, tuanku berhasilmembobol bank. Anehnya, bisik mereka, Pak Konglo itu tidak pernahtertangkap. Katanya punya ajian belut putih, hingga selalu bisalolos dari sergapan penegak hukum. Benarkah tuanku itu sakti?Aku tak peduli. Aku hanya sering melihat, di rumahnya seringdatang orang-orang berbaju seragam. Mereka bicara ramah sambilmenyebut kalau aku tidak salah dengan pasal-pasal hukum. Akutidak paham. Dan aku tidak pernah peduli. Aku hanya sering melihattuanku memberi segepok uang kepada tamu-tamunya. Untuk apauang itu? Jangan tanya padaku. Kewajibanku hanya curiga danmenggonggong. Lalu segumpal daging lezat tersedia di depanku.Sederhana bukan?

    Berpikir sederhana ternyata tidak gampang. Acuh tak acuhbukan pekerjaan mudah. Suatu hari, aku iseng-iseng melihattelevisi. Mataku disergap peristiwa yang sulit kupercaya: Tuankudigelandang polisi. Mbak penyiar yang cantik itu mengatakan bahwaTuan Konglo terlibat dalam skandal korupsi pembangunan kompleksperumahan rakyat. Katanya, tuanku menggelapkan duit hampirRp 1 triliun. Aku tidak percaya. Namun, dialog malam itu, bagaialiran listrik berkekuatan sangat besar menyambar kepalaku.

    Tolong Papa jujur saja. Papa terlibat dalam penggelapanuang sebanyak itu? ujar Nyonya Konglo sambil menangis.

    Maafkan aku Ma .. Tuan Konglo mengisap rokoknya dalam-dalam.

    Papa korupsi tidak? desak Nyonya Konglo.

    Semua kulakukan demi kamu, demi anak-anak

    Nyonya Konglo pingsan. Tuan Konglo pontang-panting mem-beri bantuan. Beberapa saat kemudian dokter datang.

    Sebagai anjing aku tidak pernah dididik tentang sopan santun,agama, etika, dan hukum, aku terus terang sangat kecewa. Akusendiri sebagai binatang yang lebih berhak mencuri tak pernahsekali pun nyolong, atau merampas hak anjing lain. Sedang tuanku?

    Malam itu, aku lunglai. Tulang-tulangku terasa dilolosi. Ketikaada orang yang mencurigakan menjebol jendela rumah tuanku.Kubiarkan dia menyikat televisi, handphone, uang, perhiasan emas,berlian Bukankah pencuri itu mengambil haknya yang juga di-rampas majikanku? pikirku sambil memejamkan mata.(Yogyakarta, Februari 2006)

    Sumber: SINDO, 19 Maret 2006

    3.1.2 Kejadian yang Sesungguhnya

    Berikut ini contoh uraian kejadian sesungguhnya yang dikemasdalam bentuk tabel, seperti TABEL A.

    Suatu hari, Gembong iseng-iseng melihat televisi.

    Bentuklah kelompok yang tiap-tiap

    kelompok terdiri atas tiga orang!

    1. Tentukan unsur intrinsik cerpenAnjing Tersayang!

    2. Diskusikan tema dan pesanmoral yang terdapat dalamcerpen tersebut!

    3. Berikan tanggapan terhadapcerpen tersebut!

    4. Berdasarkan cerpen AnjingTersayang, salinlah TABEL B,kemudian lengkapilah!

    5. Susunlah tulisan naratif singkat(kejadian sesungguhnya) seper-ti TABEL A?

    6. Tukarkan hasil karangan Andadengan teman Anda! Sunting-lah karangan milik teman Andaitu!!

  • 32

    Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas X SMA/MA

    Tokoh Urutan Peristiwa Hubungan Kausatif (sebab-akibat)

    Kami

    (penulis)

    Kami menuju Bromo, dengan menyewa sebuahangkutan umum. Udara masih sangat dingin,apalagi pada musim kemarau seperti saat ini.

    Tampak para pemilik kuda sewaan berjajarmenunggu penumpang sambil berdiang diperapian. Mereka bersarung dan memakaipenutup kepala. Mereka orang-orang darikomunitas Suku Tengger.

    Kami berjalan melewati jalan agak menurununtuk sampai di lautan pasir Bromo.

    Berjalan di hamparan pasir dalam suasanaremang pagi sangat mengasyikkan.

    Sambil berjalan tidak henti-hentinya kamimengagumi kebesaran Tuhan

    Kekaguman kami bertambah bahwa ketikakeadaan mulai terang, tampak di sisi kananmenjulang Gunung Batok, dan di tenggaratampak Gunung Semeru yang gagah.

    Matahari belum muncul ketika kami sampai dipinggiran kawah setelah menaiki tangga yangcukup tinggi.

    Kami menunggu sunrise di pinggiran kawahsebagai menu wisata Bromo yang syahdu.

    TABEL A

    TABEL B

    Tokoh Urutan Peristiwa

    1. Aku (Anjing)

    2. Tuan Konglo

    3. Ny. Konglo

    4. Bibi Tinti.

    1. Aku berbicara dengan dirinya sendiri.

    2. ..................................................

    3. ..................................................

    4. ..................................................

    Aku tidak mengutuk ibunya atau bapaknya,tetapi dia merasa beruntung telah menjadipiaraan Tuan Konglo.

    ..............................

    ..............................

    ..............................

    ..............................

    ..............................

    ..............................

    Hubungan Kausatif (sebab-akibat)

    3.2 Jenis dan Pola PengembanganParagraf

    3.2.1 Jenis Paragraf

    Ada empat jenis paragraf yang dibahas, yaitu paragraf deduktif,induktif, campuran, dan naratif. Perhatikan contoh berikut ini!

    A. Deduktif

    Ada beberapa penyebab kemacetan di Jakarta. Pertama,jumlah armada yang banyak tidak seimbang dengan luas jalan.Kedua, kedisiplinan pengendara kendaraan sangat minim. Ketiga,banyak tempat yang memunculkan gangguan lalu lintas, misal-nya pasar, rel kereta api, pedagang kaki lima, halte yang tidak

  • 33

    Bab 3 Kesenian

    Analogi

    Akibat-sebab

    Sebab-akibat

    Rincian

    Perbandingan

    Generalisasi

    Polapengembangan

    paragraf

    Jenis paragraf

    Campuran

    Deduktif

    Induktif

    Naratif

    1. Kalimat utama berada di awal paragraf.2. Menyatakan dari hal yang umum (luas) ke hal yang

    khusus.

    difungsikan, banjir, dan sebagainya. Keempat, kurang tegasnyapetugas yang berwenang dalam mengatur lalu lintas serta menin-dak para pelanggar lalu lintas.

    1. Kalimat utama berada di akhir paragraf.2. Menyatakan dari hal yang khusus ke hal yang umum

    (luas).

    B. Induktif

    Guru menguasai materi dengan baik. Siswa terkelola dalamsuasana pembelajaran yang kondusif. Proses pembelajaran aktifdan partisipatif. Evaluasi dilaksanakan sebagai pengukuran tingkatpenyerapan siswa. Hal-hal di atas merupakan indikasi menujukeberhasilan pembelajaran di kelas.

    1. Kalimat utama berada di awal dan ditegaskan kembalipada akhir paragraf.

    2. Menyatakan dari hal yang umum (luas) ke hal yang khu-sus dan ditegaskan kembali pada hal yang umum (luas).

    C. Campuran

    Bahasa sangat penting dalam kehidupan kita. Untuk ber-komunikasi kita menggunakan bahasa. Untuk bekerja sama kitamenggunakan bahasa. Untuk mewarisi dan mewariskan kebu-dayaan, kita memerlukan bahasa. Sekali lagi, betapa pentingnyabahasa bagi kehidupan kita.

    1. Semua kalimat dalam paragraf itu terintegrasi secara baik;menggambarkan pikiran yang terdapat dalam paragrafitu.

    2. Semua kalimat merupakan satu kesatuan isi. Satu kalimatpun tidak boleh sumbang.

    D. Naratif

    Seseorang sedang menyapu sambil menembang. Pak Momengumpulkan daun-daun kering di sudut halaman. Esok haripekerjaan yang sama menghadang di tempat yang sama. Daun-daun jatuh dan Pak Mo menyapunya lagi. Begitulah rupanya hakikatdari hidup, selalu menuntut dibersih-bersihkan karena sampahdapat datang setiap saat, setiap desah nafas.

  • 34

    Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas X SMA/MA

    3.2.2 Pola Pengembangan Paragraf

    Yang dimaksud dengan pola pengembangan adalah bentukpengembangan kalimat utama ke dalam kalimat-kalimat penjelas.Salinlah kalimat rumpang berikut dan lengkapilah bagian yangrumpang!

    A. Rincian

    Ada beberapa cara untuk mengatasi banjir di Jakarta. Pertama,........................................................................................Kedua, ...........................................................................Ketiga, .........................................................................Keempat, .................................................................... .

    B. Sebab-akibat

    Gelombang tsunami dahsyat melanda Aceh dan SumateraUtara. Bangunan dan fasilitas kota sebagian besar hancur.................................................................................................................................................................Ratusan ribu orang meninggal dan hilang ...................................................................................................... .

    C. Akibat-sebab

    Kedisplinan dan sopan santun para pengendara di jalan rayarendah. Jumlah dan aneka jenis kendaraan yang sangat banyak............................................................................................................................................................................................... Hal-hal seperti itulah yang menyebabkankemacetan di Jakarta terus terjadi dan sulit diatasi.

    D. Analogi

    Kemajuan di bidang ekonomi dan kesejahteraan rakyat Indo-nesia tidak berbeda dengan kereta api bermesin uap yang menarikpuluhan gerbong dengan muat ............................................................................................................................................................................................................ .

    E. Perbandingan

    Ada perbedaan yang mencolok antara murid yang rajin danmurid yang malas. Murid yang rajin ........................................................................................................... Murid yang malas........................................................................................................................................................................ .

    F. Generalisasi

    Remaja zaman sekarang lebih mendambakan dan meng-hargai kebebasan. Remaja Indonesia pun tidak terlepas dari poladan gaya hidup seperti itu. ............................................................................................................................................................................................................. .

    1. Salinlah dalam buku tugasAnda paragraf rumpangberikut, kemudian lengkapi-lah sehingga menjadi para-graf yang sempurna!

    a. Semua makhluk hidup memer-lukan air. Manusia..................Tumbuhan memerlukan air........................................Hewan ......................................................................... .

    b. .........................................Tayangan kekerasan yang vul-gar ........................ Demikianjuga dengan tayangan .............................................................Singkatnya, besar pengaruh ta-yangan televisi terhadap per-kembangan jiwa anak.

    c. Banyaknya bencana yang ter-jadi, tidak terlepas dari kecero-bohan manusia menjaga danmemelihara alam dan ling-kungan. Hutan ......................Bukit ....................................Bantaran kali .................................................................. .

    d. Malam ini begitu sunyi. Bulan... . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .Bintang ......................................................................Semilir angin menusuk hatidengan ......................................................................... .

    2. Tulislah paragraf menggu-nakan pola pengembanganberikut:

    a. rincian

    b. sebab-akibat

    c. analogi

    d. perbandingan

    e. generalisasi

  • 35

    Bab 3 Kesenian

    Definisi:

    Definisi:

    Definisi:

    Definisi:

    Definisi:

    Kalimat tunggal luasadalah kalimat yang terdiridari satu klausa dan ma-sing-masing fungsi (Sub-jek, Predikat, Objek,Pelengkap, dan Ketera-ngan) sudah mengalamiperluasan.

    Kakak yang kuliah di Bandung akan datang besok pagi.

    S P K

    Perhatikan contoh berikut ini!

    (1) Kakak akan datang besok pagi.

    S P K

    perluasan subjek

    3.3 Perluasan Kalimat Tunggal

    Bentuk-bentuk perluasan kalimat tunggal meliputi:

    1. perluasan subjek;

    2. perluasan predikat;

    3. perluasan objek;

    4. perluasan keterangan.

    perluasan objek dan keterangan

    Kami mendatangi rumah yang roboh ditimpa pohon itu

    S P K

    sore hari.

    O

    Kami mendatangi rumah itu

    S P K

    ketika matahari terbenam.

    O

    perluasan predikat dan objek

    Sang Juara sedang menangis.

    S P

    perluasan predikat

    Kalimat tunggal yang fungsi-fungsinya diperluas dengan klausabaru menjadi kalimat majemuk(contoh 1,2,3). Kalimat tunggalyang fungsinya diperluas dari katamenjadi frasa tetap berkategorikalimat tunggal (contoh 4) yangjuga disebut kalimat tunggal luas.

    Perluaskan kalimat-kalimattunggal di bawah ini!

    1. Hari ini sekolah libur.

    2. Indonesia memiliki banyakilmuwan dan top model.

    3. Pendidikan penting.

    4. Penyanyi Indonesia bagus.

    5. Kami berlatih menari.

    6. Indonesia kaya dongeng.

    7. Sendratari Ramayana pentasmalam hari.

    8. Pelukis Najib pameran.

    9. Ia bekerja di majalah remaja.

    10. Suaranya merdu.

    (3) Presiden membuka Kongres Bahasa Indonesia.

    S P O

    (4) Sang Juara menangis.

    S P

    (2) Kami mendatangi rumah itu sore hari.

    S P O K

    Presiden akan membuka Kongres Bahasa Indonesia.

    S P O

    Presiden Kongres Bahasa Indonesia yang

    berlangsung di Jakarta.

    S P O

    akan membuka

  • 36

    Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas X SMA/MA

    Waduh, tercecer di mana bosyang jarang ngomong itu?

    3.4 Pengalaman Lucu

    Hidup ini memang beraneka ragam. Sifat dan perilaku tiap in-dividu ikut mewarnai dan memperkaya kehidupan manusia. Dari yangbanyak dan bermacam-macam itu ada yang disebut lucu.

    Berikut ini kisah berjudul, Khilaf Sopir Angkutan Angin. Guru atausalah seorang temanmu akan membacakan cerita lucu tersebut,dengarkanlah dengan saksama!

    Khilaf Sopir Angkutan Angin

    Seperti biasa, hari Sabtu menjelang bulan puasa itu, mulaipukul 06.00, Bad (50), sudah siap dengan mobilnya di halamanrumah di Jalan Welirang, Malang, Jawa Timur. Rumah itu milik J.K(51), bos yang sejak sepuluh tahun belakangan ini menugasi Badsebagai sopir pribadi.

    Pagi itu mobil terparkir dengan pintu belakang terbuka. Badsudah duduk di belakang kemudi. Sambil menunggu si Bos masuk,ia menyibukkan diri dengan mengutak-atik TTS. Pekerjaan inimemang lebih mengasyikkan ketimbang duduk di dalam mobilbersama si Bos yang jarang mengajaknya ngobrol.

    Tiba-tiba terdengar pintu dibanting. Artinya Bos sudah masukke dalam mobil. Bad langsung putar kunci, injak kopling, masukpersneling, tancap gas ke kantor Bos, sebuah pabrik rokok milikBelgia yang cukup top di kota Malang. Seperti pagi-pagi sebe-lumnya, perjalanan kali ini pun tanpa dialog. Biasa.

    Begitu sampai di pabrik, mobil langsung di parkir di depanpintu masuk. Bad turun, lalu membukakan pintu belakang untukJ.K sang Bos. Tetapi, betapa terkejutnya ia ketika melihat tak seorangpun penumpang ada di dalam mobil itu! Waduh, tercecer di manabos yang jarang ngomong itu?

    Untunglah tepat pada saat itu muncul Was (40), Kepala BagianKendaraan. Sembari menepuk pundak Bad ia menegur, Kamu inibagaimana, sih? Muat apa kamu tadi? Mengangkut angin ya? Sudahsana, cepat jemput pak J.K. Dia tadi menelepon sambil marah-marah.

    Kata lucu berarti menggelikan hati,menimbulkan tawa; contoh:

    a. Cerita itu lucu sekali

    b. Ia pandai melucu

    c. Tukang lawak itu tidak lucu

    Kata lucu bersinonim dengan katajenaka yang berarti membangkitkantawa, kocak, menggelikan, contoh:

    a. Dengan gayanya yang jenaka iamampu memikat penonton.

    Kata humor juga memiliki maknayang sama, yaitu sesuatu yang lucu,keadaan dalam cerita yang meng-gelikan hati. Orang yang mempunyairasa humor disebut humoris.

    Buatlah kelompok yang masing

    masing kelompok terdiri dari tiga

    orang!

    1. Catatlah hal-hal lucu yang ter-dapat dalam cerita yang sudahAnda dengarkan!

    2. Anda tentu pernah mende-ngarkan cerita lucu/sedih/mengharukan dari keluarga,teman, televisi, atau radio, cobaAnda tuliskan cerita tersebutdalam beberapa paragraf!

    3. Tukarkan cerita Anda denganteman-teman yang ada dalamkelompok untuk memperbaikibahasanya.

    4. Bacakan cerita yang Anda tulissecara bergantian di depankelas! Bawakan dengan tepatagar cerita lucu/ sedih/menyenangkan yang Andabawakan menyentuh hatiteman Anda.

  • 37

    Bab 3 Kesenian

    Bad buru-buru balik ke rumah Bosnya. Benar saja ia kenamarah bos bertubuh kurang tinggi itu. Saya pikir Bos sudah naikke mobil tadi, habis pintunya sudah tertutup sih. Rupanya hentakandi bagian belakang mobil dirasakan tadi hanya karena tas dinasdan termos air J.K yang diletakkan di tempat duduk. Mungkin karenamasih ada yang tertinggal, J.K masuk ke dalam rumah lagi. Na-mun, tangannya sempat menutup pintu mobil.

    Akhirnya Bos tertawa terbahak-bahak; sedangkan Bad sopirdengan jam terbang dua puluh tahun tersenyum dengan wajahmerah. Bambang Suman

    Sumber: majalah Humor, No.61,14-27 April 1993

    Kutipan 1

    Kutipan 2

    Kutipan 3

    Kutipan 4

    1. Analisislah amanat yang terdapatdalam lima kutipan puisi lamatersebut!

    2. Tulislah dua bait pantun per-kenalan!

    3. Tulislah dua bait pantun teka-teki!

    4. Carilah sebuah syair, kemudiananalisislah ciri-cirinya!

    5. Carilah lanjutan dari GurindamDua Belas karya Raja Ali Haji,kemudian analisislah amanatyang terdapat dalam gurindamtersebut!

    3.5 Menulis Puisi Lama

    Perhatikan kutipan puisi lama berikut ini!

    Laki laki:Burung merpati burung kesayangan,melayang terbang atas angkasa.Bunga melati atas angkasa,bolehkah kumbang hinggap di sana.Perempuan:Burung merpati laju terbangnya,terbang bergagap di atas padi.Bunga melati layu daunya,kumbang hinggap masakan sudi.

    Anak rusa dirumpun salak,patah taruknya ditimpa genta.Riuh kerbau tergelak-gelak,melihat beruk berkaca mata.

    Kalau puan puan cerana,ambil gelas di dalam peti.Kalau tuan bijak laksana,binatang apa tanduk di kaki.

    Syair Burung Pungguk

    Pertama mula pungguk merindu,Berbunyilah mendayu-dayu,Hatinya rawan bercampur pilu,Seperti diiris dengan sembilu.

    Pungguk bermadah seraya merawan,Wahai bulan terbitlah tuan,Gundahku tidak berketahuan,Keluarlah bulan tercelah awan.

    Sebuah tilam kita beradu,Mendengarkan bunyi pungguk berindu,Suaranya halus tersendu sendu,Laksana orang berahikan jodo.

  • 38

    Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas X SMA/MA

    Kelima kutipan tersebut merupakan puisi lama. Kutipan 1, 2,dan 3 merupakan pantun (pantun perkenalan, pantun jenaka, danpantun teka-teki). Kutipan 4 merupakan syair. Kutipan 5 merupakanGurindam Dua Belas pasal pertama.

    Selain pantun, syair, dan gurindam, masih ada lagi jenis puisilama yang lain, yaitu peribahasa, mantra, dan seloka.

    Berdasarkan kutipan-kutipan puisi lama tersebut, Anda dapatmengetahui ciri-ciri pantun, syair, dan gurindam. Lengkapi TABEL Cberikut ini!

    Keterangan Pantun Syair Gurindam

    1. Bait tiap bait 4 baris

    2. Sajak/rima

    3. Baris

    4. Kata

    5. Bentuk

    sajak abab, aabb, abba

    tiap baris 4 kata

    tiap kata 2 atau 3 sukukata

    baris 1 dan 2 adalahsampiran, baris 3 dan 4adalah isi

    .......................

    .......................

    .......................

    .......................

    .......................

    .......................

    .......................

    .......................

    .......................

    .......................

    TABEL C

    Kutipan 5

    3.6 Membaca Cepat

    Banyak orang beranggapan bahwa membaca adalah pekerjaanyang sangat berat. Bila kita hitung-hitung, berapa banyak informasi(ilmu) yang bermanfaat terlewatkan begitu saja setiap hari. Padahal,saat ini kita begitu mudah mendapatkan bahan bacaan.

    Tampubolon dalam bukunya Kemampuan Membaca, menyebut-kan bahwa kemampuan membaca adalah kecepatan membaca danpemahaman isi secara keseluruhan. Dengan meng-gunakan keduaaspek itu, Anda dapat mengukur kemampuan membaca Anda.

    Pada umumnya, kecepatan membaca diukur dengan jumlah katayang dibaca per menit, dan pemahaman diukur dengan persentase

    Pantun adalah salah satu bentukpuisi lama Indonesia (Melayu).

    Pantun juga sering disebut sebagaiperibahasa sindiran.

    Barang siapa tidak memegang agama,sekali-kali tiada boleh dibilang sama.Barang siapa mengenal yang empat,maka itulah orang yang makrifat.Barang siapa mengenal Allah,suruh dan tegaknya tiada ia menyalah.Barang siapa mengenal diri,maka telah mengenal Tuhan yang bahari.Barang siapa mengenal dunia,tahulah ia barang yang terpedaya.Barang siapa mengenal akhirat,tahulah ia dunia mudarat.

  • 39

    Bab 3 Kesenian

    dari jawaban yang benar tentang isi bacaan. Tetapi hasil pengukurankedua aspek ini harus diintegrasikan agar dapat menunjukkankemampuan membaca secara keseluruhan (integral). Oleh karenaitu, rumus yang bisa dipergunakan ialah:

    Angka 60 yang ada pada rumus tersebut dipergunakan sebagaiindeks untuk mengubah waktu baca dalam sekon menjadi menit,karena kemampuan membaca umumnya dinyatakan dengan jumlahkata per menit.

    Untuk menghitung jumlah kata dalam bacaan dapat dipergunakancara berikut:

    1. Hitunglah jumlah kata yang terdapat dalam satu garis penuh.

    2. Hitunglah jumlah baris pada tiap kolom/halaman yang bersang-kutan.

    3. Hasil perkalian antara jumlah kata dan jumlah baris adalah jumlahkata yang terdapat dalam kolom atau halaman yang ber-sangkutan. Jika bacaan itu terdiri dari beberapa halaman, jumlahkata ialah hasil kali dari jumlah kata tiap baris, jumlah baris,dan jumlah halaman.

    Persentase jawaban adalah persentase jawaban yang benaratas pertanyaan-pertanyaan yang disediakan. Misalkan, jika ada 5pertanyaan dan jawaban yang benar adalah 3, persentase jawabanadalah:

    Sebagai latihan menghitung kemampuan membaca, bacalah teksberikut ini dengan saksama, kemudian hitunglah kecepatan membaca-nya dengan menggunakan rumus!

    Komunitas Utan KayuSeni Itu Keren

    Seperti namanya, Komunitas Utan Kayu (KUK) berada dikawasan Utan Kayu, Jakarta Timur. Terdiri atas Teater Utan Kayu(TUK), sebuah galeri seni bernama Galeri Lontar, Toko Buku Kalam,Kantor Berita 68-H, Jaringan Islam Liberal, dan Jurnal KebudayaanKalam. Selain Hasif Amnini, Sitok Srengenge, ada nama Eko Endar-moko yang menjadi tim redaksi. Kalam sendiri adalah jurnal yangmenyajikan artikel kajian yang panjang dan mendalam, beredarpertama kali pada Februari 1997. Kantong budaya ini sendiri mulaibergeliat sejak pembrendelan sejumlah media, termasuk majalahTempo di tahun 1994, yang kemudian muncul inisiatif membentukInstitut Studi Arus Informasi (ISAI) di tahun 1995.

    TUK yang terbentuk pada 9 Agustus 1997 itu seperti magnetbagi banyak orang. Lantai parkuit dengan ukuran ruang 10 x 12

    Jumlah kata-kata yang dibaca

    Jumlah waktu : 60x Persentase jawaban

    Membaca cepat atau skimmingadalah membaca di dalam hati de-ngan tujuan memperolah informasisebanyak-banyaknya dalam waktuyang sesingkat-singkatnya.

    (KBBI, 2001)

    Contoh penghitungan memba-ca menggunakan rumus:

    Seorang siswa membaca selama 1menit, 200 kata. Dari bacaan (200kata) tersebut dibuat 10 pertanya-an. Siswa menjawab 6 soal denganbenar. Kecepatan membaca siswatersebut:

    Persentase jawaban

    Kecepatan membaca siswa:

    Jadi, kecepatan membaca siswatersebut adalah 120 kpm.

    Keterangan:

    kpm = kata per menit

    3

    5x 100 % = 60 %

    6

    10x 100 % = 60 %

    200

    60 : 60x 60 %=

    200

    1x=

    60

    100= 120 kpm

  • 40

    Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas X SMA/MA

    meter, akan segera menyerap suasana akrab dan nyaman untuksekedar melihat film bulanan, atau diskusi. Tidak ada urusan bayarmembayar di sini. Ada kalanya datang sebuah tampah untuk urunansukarela sebagai tanda atensi, itu tak ada bandingnya dengansuguhan yang bisa dinikmati. Setiap bulannya, secara rutin digelarpekan film dengan berbagai tema. Diskusi budaya, peluncuranbuku, kupas tuntas, pembacaan cerpen, tari, pertunjukan teater,bahkan sampai gelar musik eksperimental.

    Penggemar seni pertunjukan akan merasakan surga di sini.Tanpa harus membayar, kita sering disuguhkan mata acara daripemain yang sudah tidak bisa diragukan lagi hasil karyanya. Selainitu, penonton bisa berinteraksi langsung saat seni pertunjukandigelar di sini.

    Awalnya, memang seni pertunjukan yang dipentaskan di siniadalah untuk menampilkan karya-karya eksperimental. Bagi pemainbaru, atau yang sudah diakui keberadaannya mendapatkan porsimasing-masing. Tak jarang, seniman dari mancanegara ikut ambilbagian, sehingga penonton bisa memperoleh perbandingan secaralangsung. Seniman besar Tony Prabowo adalah kurator yang diper-cayai membina musik dan tari di Teater Utan Kayu.

    Sebagai sebuah wadah, KUK punya andil untuk menyatukansejumlah kegiatan bersama, sekaligus menjadi ajang bagi komu-nitas-komunitas tertentu. Pernah pula ada berbagai komunitas filmdi Jakarta berkumpul di KUK. Bisa dipahami, jadwal pemutaranfilm bulanan dengan berbagai tema telah menciptakan kondisiantar-komunitas bertemu dalam satu dalam satu event. Pemutaranfilm di teater ini tentu saja bertujuan sebagai wadah untuk pembe-lajaran, dan pengkajian sinema dunia. Setiap bulannya, pemutaranfilm dikelompokkan dalam satu tema tertentu.

    Belum lagi pemutaran film pendek yang diadakan setiap awalbulan itu sudah menjadi pembicaraan di sekolah-sekolah. Tak sulitjika melihat kegiatan ini sebagai ajang sebar virus di kalanganremaja pencinta film pendek. Ini adalah kesempatan terbuka bagipembuat film usia muda untuk mempertunjukkan sekaligus men-diskusikan filmnya. Jika dibandingkan dengan kegiatan lain, pemu-taran film adalah yang paling mencorong bagi remaja. Meski adabeberapa event sastra, tari, rupa, dan diskusi budaya juga menjadimengalami hal serupa. Paul Fauzan Agusta adalah kurator filmdari Teater Utan Kayu.

    Yang tak patut dilupakan adalah Galeri Lontar. Salah satu yangsering jadi gunjingan anak muda. Sejak berdiri pada Mei 1996,galeri yang kerap menampilkan karya perupa dari beragam jenis.Mulai dari seni lukis, patung, keramik, instalasi, seni rupa konsep,seni rupa interaktif, seni rupa pertunjukan, dan yang paling seringjadi sasaran anak muda adalah kartun, fotografi, poster, video,dan ilustrasi. Mulai dari penampilan karya seni konvensional, hinggayang terbuka dengan perkembangan baru bisa disaksikan di sini.Yang baru saja terjadi, Pameran dan Diskusi Poster Rusia adalahsalah satu bukti betapa remaja kita juga begitu haus dengan pekanbudaya seperti ini. Dua hal yang jadi alasan adalah poster sebagai

    Gbr. 3.1

    Dua contoh kegiatan diTeater Utan Kayu.

    Mat

    abac

    a, J

    an 0

    6

    A. Untuk menghitung kece-patan membaca, kerjakansoal berikut ini tanpa me-lihat wacana!

    1. Apa saja kegiatan yang ada diKomunitas Utan Kayu?

    2. Siapa sajakah tim redaksi Jurnalkebudayaan Kalam?

    3. Kapankah Teater Utan Kayuberdiri dan kegiatan apa sajayang ada dalam teater itu?

    4. Apa saya yang sering ditampilkandi Galeri Lontar?

  • 41

    Bab 3 Kesenian

    5. Sebutkan dua alasan Pamerandan Diskusi Poster Rusia menjadisatu bukti betapa remaja kitabegitu haus dengan pekanbudaya!

    6. Sebutkan kurator-kurator yangada di Komunitas Utan Kayu!

    B. Setelah Anda menjawabpertanyaan di atas, hitung-lah kecepatan membacaAnda!

    C. Tuliskan ide pokok dari se-tiap paragraf wacana diatas!

    D. Berdasarkan ide pokok yangsudah Anda tulis, tuliskankembali isi wacana di atassecara ringkas dalam satuparagraf!

    1. Ide menulis kreatif dapat diperolehberdasarkan rekaan, imajinasi, ataupunkejadian yang sebenarnya.

    2. Rekaan merupakan cerita fiktif berupa hal atauperistiwa yang tidak terjadi sesungguhnya.Tema, tokoh, dan tempat terjadinya peristiwahanya ada dalam angan-angan penulis.

    3. Tulisan naratif bertujuan menjelaskan sesuatudalam bentuk kisahan. Hal yang dijelaskandapat berupa kejadian fiktif maupun kejadianyang sesungguhnya. Karena berbentukkisahan, dalam tulisan naratif terdapat pelakuserta urutan waktu kejadian.

    4. Ada empat jenis paragraf, yaitu:

    - paragraf deduktif: kalimat utama berada diawal paragraf dan menjelaskan dari hal yangumum/luas ke hal yang khusus,

    - paragraf induktif: kalimat utama berada diakhir paragraf dan menyatakan dari hal yangkhusus ke hal yang umum/luas,

    - campuran: kalimat utama berada di awal dan

    ditegaskan kembali pada akhir paragraf danmenyatakan dari hal yang umum ke hal yangkhusus dan ditegaskan kembali pada hal yangumum, dan

    - naratif: semua kalimat dalam paragraf ter-integrasi secara baik, menggambarkan pikir-an yang terdapat dalam paragraf itu, semuakalimat merupakan satu kesatuan isi, dantidak boleh sumbang).

    5. Pola pengembangan adalah bentuk pe-ngembangan kalimat utama ke dalam kalimat-kalimat penjelas dengan model rincian, sebab-akibat, akibat-sebab, analogi, perbandingan,ataupun generalisasi.

    6. Kalimat tunggal luas adalah kalimat yang terdiriatas satu klausa dan masing-masing fungsinya(entah itu subjek, predikat, objek, pelengkap,ataupun keterangannya) sudah mengalamiperluasan). Tetapi, bila kalimat tunggal yangfungsi-fungsinya diperluas dengan klausa barumenjadi kalimat majemuk.

    seni pop yang dekat dengan anak muda. Satu hal lagi adalah namanegara merah Rusia yang begitu menyengat bagi kaum muda.Asikin Hasan yang sampai saat ini menjadi kurator dari Galeri Lontarini.

    Mengamati komunitas perbukuan, tema sastra dan budayapunya peran yang sangat menonjol dalam Komunitas Utan Kayu.Seperti juga kantong budaya lain, tempat ini menjadi salah satupilihan untuk menggelar acara peluncuran buku. Mulai dari sejum-lah buku budaya, filsafat, kajian dan telaah, agama, dan sastra.Variasi kegiatan bukunya adalah diskusi buku, hingga pembacaancerita pendek (cerpen) dan puisi. Para pencinta buku dengan mudahmencari buku-buku di sebuah toko buku bernama Kalam.Seringnya buku yang didiskusikan ada di toko buku ini.

    Komunitas Utan Kayu tampaknya telah menjelma sebagaiwadah yang menjadikan seni itu sebagai bagian dari wacana dankegiatannya anak muda. Alhasil, anak muda banyak berseliweran,seperti ingin menikmati sebuah kebebasan berkarya dan berpikir.Mereka yang berkali-kali mengucapkan Seni itu keren!

    Sumber: Matabaca, Januari 2006, ditulis oleh SM Lebang

  • 42

    Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas X SMA/MA

    d. meskipun semua orang bisa menjadi penyair,puisi dengan puitika tinggi tidak mungkinditulis sembarang orang

    e. remaja bisa menjadi penyair

    2. Cermati kembali kutipan paragraf pada soal 1.Kutipan paragraf tersebut termasuk jenis polapengembangan paragraf ... .a. rincianb. sebab-akibatc. analogid. perbandingane. generalisasi

    3. Harapan Rendra hadir di koran dalamrubrik budaya bagi pembaca muda itu sepertimembuktikan dua hal besar. Yang pertama, ke-rinduan akan karya-karya terbaru Rendra. Yangkedua, ampuhnya ruang budaya di sejumlahmedia massa. Sejumlah media umum sepertiharian umum Kompas, Media Indonesia, Sinar

    I. Pilihlah salah satu jawaban yang palingtepat!

    1. Kendati semua orang pada dasarnya dapatmenjadi penyair, khususnya remaja, puisi de-ngan puitika tinggi tidak mungkin ditulis olehsembarang orang. Ada penyair yang sekadarimplusif, ada juga penyair yang penuh wawasan,penghayatan, dan keterampilan. Penyair implusiflebih banyak bermain dengan kata-kata sebagaikata-kata, sedangkan penyair tidak implusifsanggup memberi makna pada setiap kata atauserangkaian kata. (sumber: Matabaca, Januari2006)

    Gagasan pokok kutipan paragraf di atas adalah... .a. penyair dibedakan menjadi duab. penyair implusif lebih banyak bermain

    dengan kata-katac. penyair tidak implusif sanggup memberi

    makna pada setiap kata

    7. Jenis-jenis puisi lama antara lain pantun, syair,dan gurindam, peribahasa, mantra, dan seloka.Ada macam-macam, antara lain pantunperkenalan, pantun jenaka, pantun teka-teki.

    8. Ciri pantun:

    - tiap bait ada 4 baris,

    - bersajak abab, aabb, abba,

    - tiap baris ada 4 kata,

    - tiap kata ada 2 atau 3 suku kata,

    - baris pertama dan kedua adalah sampiran,dan

    - baris ketiga dan keempat merupakan isi.

    9. Kemampuan membaca adalah kecepatan mem-baca dan pemahaman isi secara keseluruhan.Kecepatan membaca dapat diukur denganjumlah kata yang dibaca per menit, sedangkanpemahaman membaca diukur denganpersentase dari jawaban yang benar tentangisi bacaan.

    10. Rumusnya membaca cepat :

    Jumlah kata-kata yang dibaca

    Jumlah waktu : 60x Persentase jawaban

    11. Membaca cepat atau skimming adalahmembaca di dalam hati dengan tujuanmemperoleh informasi sebanyak-banyaknyadalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

  • 43

    Bab 3 Kesenian

    Harapan, Republika, dan Koran Tempo, maupunmedia dengan pembaca khusus seperti majalahsastra Horison, majalah Islami Anida, sampaimajalah gaya hidup remaja Spice! menyediakanruang bagi puisi atau sajak. (sumber: Matabaca,Januari 2006)

    Kutipan paragraf di atas termasuk jenis polapengembangan paragraf ... .a. rincianb. sebab-akibatc. analogid. perbandingane. generalisasi

    4. Pada umumnya, buku-buku kumpulan puisimengalami kesulitan di pasaran. Masyarakatbelum melihat buku puisi menjadi sebuah ke-butuhan untuk dinikmati. Banyak orang lebih sukamembeli buku resep ataupun arsitek praktiskarena dapat langsung dipetik manfaatnya.Kumpulan puisi masih dipandang sebagai bukuyang tak terlalu bermanfaat. Paling-paling yangmencarinya adalah anak sekolah. Itu pun karenamendapat tugas dari guru. (sumber: Matabaca,Januari 2006)

    Kutipan paragraf di atas termasuk jenis polapengembangan paragraf ... .a. rincianb. sebab-akibatc. analogid. perbandingane. generalisasi

    5. Rumah berwarna biru yang ada di ujung jalanitu terbakar tadi malam.

    Kalimat tunggal di atas mengalami perluasan... .a. subjekb. predikatc. objekd. keterangane. subjek dan keterangan

    6. Tadi pagi adik memanggil Amin, anak tetanggasebelah dengan suara keras.

    Kalimat di atas merupakan perluasan darikalimat ... .a. Adik memanggilb. Adik memanggil anak sebelahc. Adik memanggil dengan suara kerasd. Adik memanggil Amine. Anak tetangga

    7. Kalimat di bawah ini yang hanya terdiri dari satuklausa adalah ... .a. Cinta mengakui bahwa dia jatuh cinta kepada

    Ranggab. Rumah itu bagus, akan tetapi pekarangan-

    nya tidak terpeliharac. Mulanya ia hanya menghindari kesalahan

    anaknyad. Kawannya datang ketika Linda sedang pergi

    ke pasare. Ia mengunci sepedanya lalu masuk ke

    sebuah toko

    8. Peryataan berikut ini yang menggambarkansuasana mengharukan adalah ...a. Semua penonton tercengang melihat

    pertunjukan teater yang dimainkan oleh artis-artis terkenal.

    b. Mata kedua orang tua itu berkaca-kaca me-lihat anak sulung mereka di wisuda sarjana.

    c. Gadis itu masih berkabung atas kematiankedua orang tuanya.

    d. Cerita temanku itu sungguh menggelikan.e. Keindahan pantai itu menarik banyak

    wisatawan mancanegara.

    9. Baca dan simaklah puisi berikut!Kali solo yang coklatmerambat-rambatOi! Dibawanya bau tanah liatTujuh ratus tangan nakalMerabai sekujur tubuhku.Menggembung kain basahansepenuh mimpi pagi hari.

    Dalam puisi di atas terdapat majas ... .a. metaforab. asosiasic. sinekdoked. hiperbolae. litotes

    10. Cermatilah kutipan salah satu puisi Rendraberikut ini!

    Kutulis surat inikala hujan gerimisbagai bunyi tambur mainananak-anak peri dunia yang gaib

    Dan angin mendesahmengeluh dan mendesahwahai, Dik Narti,aku cinta kepadamu!

    Kutipan puisi tersebut bertema ... .

  • 44

    Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas X SMA/MA

    a. kasih sayang anak dan ibunyab. cinta kasih kakak dan adiknyac. kasih sayang antara pria dan wanitad. cinta tanah aire. cinta tanah kelahiran

    II. Kerjakan soal-soal berikut dengan tepat!

    1. Cermatilah kutipan berikut ini!

    Dalam sebuah dongeng, diceritakan bahwaraja suatu negeri tidak dapat memutuskan kepadasiapa pun dia akan menyerahkan takhtanya. Diamempunyai empat anak, putra dan putri. Masing-masing berpenampilan cakap, dan sepintas lalukelihatan berperilaku baik. Namun, sang raja tidakyakin bahwa putra sulungnya yang suka berpestaakan memerintah secara adil sehingga rakyat akanbahagia. Begitu pula dengan putra keduanya.Walaupun pandai berulah senjata, namunkebiasannya mabuk-mabukan dan berjudi meru-pakan ancaman besar bagi kelangsungan pe-merintahan yang harus didasari kejernihan pikirandan hati tenang. Anak yang ketiga dan keempatadalah perempuan. Paras cantik, kelakuan lembut,mumpuni dalam mengatur urusan rumah tanggaataupun penerimaan tamu. Keduanya juga sudahdiajari dasar-dasar menggunakan senjata seper-lunya. Jika bahaya datang, mereka tahu memper-tahankan diri atau keraton bahkan kerajaan.

    Kutipan tersebut termasuk karangan naratifrekaan atau naratif kejadian sesungguhnya?Mengapa? Jelaskan!

    2. Cermatilah kutipan berikut ini!

    Selama tiga tahun terakhir ini, aku telahmenghabiskan sebagian besar hari-hariku ber-sama gorila-gorila liar pegunungan. Rumah mere-ka dan rumahku berada di lembah-lembah hutanberkabut di barisan Virunga, delapan gunungberapi yang tinggi, yang tertinggi adalah 14.787kaki yang dimiliki oleh tiga bangsa Afrika: Rwanda,Uganda, dan Republik Demokrasi Kongo.

    Selama ini, aku telah berteman akrab denganbanyak gorila begitu juga sebaliknya. Merekamenyusuri lembah-lembah pegunungan, bermainsecara berkelompok, dan beberapa kelompok kinimenerima kahadiranku hampir sebagai salah satuanggota. Aku dapat mendekati mereka hingga be-berapa meter dan beberapa di antara mereka,terutama yang masih kecil dan remaja bahkanmendatangiku lebih dekat lagi, mengambil kame-raku, dan memeriksa tas ranselku. Seekor gorilabahkan berani bermain-main dengan tali sepatubotku, walaupun aku merasa bahwa ia tidakmengetahui bahwa sepatu bot itu berhubungandenganku.

    Kutipan tersebut termasuk karangan naratifrekaan atau naratif kejadian sesungguhnya?Mengapa? Jelaskan!

    3. Tulislah dua buah paragraf yang menggunakanpola pengembangan analogi!

    4. Tulislah sebuah pengalaman lucu yang pernahAnda alami dalam kehidupan sehari-hari!

    5. Tulislah sebuah puisi tentang keindahan alamdi sekitar lingkungan sekolah Anda!

  • 45

    Bab 4 Pendidikan

    Kelas akselerasi mulai diminati siswa-siswi berprestasi. Banyak kemudahanyang didapat siswa yang memilihkelas akselerasi.

    Tempo

    Di bab empat, dengan topik Pendidikan, kalianakan diajak untuk lebih meningkatkan lagi kemampuanbahasa kalian. Caranya? Pertama, kalian diajak untuk bisamengidentifikasi ide teks nonsastra dari berbagai sumbermelalui teknik membaca ekstensif. Oleh karena itu, kalianharus bisa mencatat nama sumber, tahun, dan nomorhalaman dari sumber tertulis.

    Kedua, kalian diharapkan bisa menentukan satu topikberdasarkan diskusi, mengumpulkan sumber tentang topiktertentu yang disepakati, mencatat nama sumber, tahun,dan nomor halaman dari sumber tertulis, menulis pokok-pokok pikiran dari tiap sumber, mengidentifikasi fakta danpendapat, serta menyimpulkan isi pokok dari tiap sumber.

    Ketiga, kalian bisa memahami penggunaan imbuhanasing, baik yang diletakkan di awal maupun di akhir katadasar. Keempat, kalian diajak untuk bisa mengemukakanhal-hal yang menarik atau mengesankan dari ceritapendek melalui kegiatan diskusi. Itu berarti kalian harusbisa menceritakan kembali isi cerpen yang kalian baca,mengungkapkan hal menarik yang terdapat dalam cerpen,serta mengaitkan isi cerpen dengan kehidupan sehari-hari.

    Kelima, kalian diajak untuk dapat menulis hasilobservasi dalam bentuk paragraf deskriptif. Itu berartikalian harus memahami pola pengembangan paragrafdeskriptif dan penyuntingan.

    Selamat belajar dan sukseslah selalu.

    4.1 Membaca Ekstensif

    Membaca ekstensif adalah membaca yangbersifat menjangkau secara luas. Denganmembaca ekstensif, Anda tidak semata-matamengetahui isi teks saja, tetapi Anda juga akanmenyerap pengetahuan yang lebih umum atauluas.

    Anda pernah mendengar kelas akselerasi?Kelas akselerasi adalah sekolah yang mengikutiproses percepatan dan diperuntukkan bagisiswa-siswa berprestasi, artinya siswamengikuti sekolah lebih cepat dari waktu yangditentukan.

    Bacalah wacana berikut ini!

    Kelas Akselerasi? Siapa Takut!!!

    Masa muda adalah masa yang palingindah Namun, hanya sedikit remaja yangmenyadari hal itu. Salah satu di antaranyaialah Mutiara Indriani. Remaja belia ini kini

  • 46

    Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas X SMA/MA

    Gbr. 4.1

    Banyak kemudahan yang didapat siswa dalam kelas akselerasi.

    Tem

    po

    duduk di kelas 2 SMAN 8 Jakarta. Remaja yang lahir pada 23Februari 1989 ini sangat menikmati kemudahan yang disediakanpemerintah. Bagaimana tidak? Masa SMP-nya diselesaikan dalamdua tahun di SMP Al-Azhar Jakarta.

    Bagaimana pengalaman Anda selama belajar di kelasakselerasi?

    Ketika SMP, pergaulan saya sangat sempit. Semua waktudigunakan hanya untuk belajar. Hasilnya, saya selalu berada diperingkat pertama. Ketika lulus SMP, saya bertekad tidak masukaksel lagi. Namun, ketika masuk SMAN 8, ada program aksel danbanyak kemudahan yang ditawarkan. Saya jadi tertarik. Saya pikirkalau saya punya potensi, mengapa tidak saya gunakan?

    Mana yang lebih berat, ketika SMP atau SMA?

    Semasa SMP dulu saya belajar terus. Sekarang tidak sefokusdulu, bebannya lebih berat. Saya banyak teman, pergaulan lebihluas, kegiatan banyak, les ini itu, sehingga untuk mendapat nilaibagus harus belajar ekstra keras. Menurut saya, pelajarannyasama saja, bebannya tidak berbeda jauh, namun waktunya yangkurang. Oleh karena itu, kita harus pintar bagi waktu.

    Apa saja kegiatan yang kamu ikuti dan bagaimanakamu membagi waktunya?

    Saya mengikuti berbagai kegiatan yang ada di sekolah dandi luar kegiatan sekolah seperti les biola. Oleh karena itu, sayaterbiasa dengan jadwal yang padat. Semua kegiatan saya onschedule, termasuk bermain bersama teman-teman. Ada targetyang harus tercapai setiap harinya, dari hari Minggu sampai Sabtu.

    Bagaimana kamu mengimbangi teman sekelas yangusianya lebih dari kamu? Adakah kesulitan dalam per-gaulan?

    Walaupun saya lebih muda, namun karena perbedaannya tidakjauh, semuanya biasa-biasa saja. Kita semua mempunyai tekadyang sama, beban yang sama. Lagi pula, sekolah menyediakanpsikolog bagi anak-anak aksel. Kami bisa konsultasi setiap saat.Pokoknya saya senang di aksel. Buat teman-teman di mana saja,kalau ada kesempatan, gunakan kesempatan itu dengan baikkarena kesempatan baik belum tentu datang dua kali. Gunakanmasa muda dengan baik karena masa itu tidak akan kembali lagi.

    Sumber: Kompas Muda

    Setelah Anda membaca waca-na, jawab dan kerjakan tugasberikut!

    1. Bagaimana perasaan Anda se-lama membaca wacana di atas?Adakah perasaan kagum atausebaliknya? Jelaskan!

    2. Adakah keinginan untuk men-jadi seperti Mutiara Indriana?Jelaskan!

    3. Apakah yang Anda pahami darimaksud pembicaraan wacana diatas? Jelaskan!

    4. Catatlah pokok-pokok isi dariwacana Kelas Akselerasi? SiapaTakut!!!

    5. Carilah 4 buah permasalahanyang dapat ditemukan dari pro-gram akselerasi tersebut.Contoh:

    - Apakah pelaksanaan programakselerasi dapat mengaki-batkan kesenjangan sosial diantara para siswa programakselerasi dan reguler?

    - ...............

    - ...............

    1. Bentuklah kelompok, setiapkelompok 4-6 siswa!

    2. Carilah beberapa teks dari sum-ber lain (buku, majalah, suratkabar, internet, dan lain-lain)!

    3. Tulislah isi dari teks yang Andaambil itu ke dalam paragraf de-ngan menyertakan kutipan! Tu-liskan juga daftar pustakanya!

    4. Kembangkan isi teks itu menjadisebuah karangan singkat!

  • 47

    Bab 4 Pendidikan

    Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut!

    Contoh kutipan langsung:

    Argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang beru-saha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain,agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai de-ngan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara(Keraf, 1983: 3).

    Menurut Gorys Keraf dalam bukunya Argumentasi danNarasi (1983:3), argumentasi adalah suatu bentuk retorikayang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapatorang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindaksesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis ataupembicara.

    Argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang beru-saha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain,agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai de-ngan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara 1)

    1

    2

    3

    1

    2

    Contoh kutipan tidak langsung

    Seperti dikatakan oleh Gorys Keraf (1983:3) bahwaargumentasi pada dasarnya tulisan yang bertujuanmempengaruhi keyakinan pembaca agar yakin akanpendapat penulis bahkan mau melakukan apa yangdikatakan penulis.

    Argumentasi pada dasarnya tulisan yang bertujuanmempengaruhi keyakinan pembaca agar yakin akan pen-dapat penulis bahkan mau melakukan apa yang dikatakanpenulis (Keraf, 1983:3).

    4.2 Mencatat Sumber Tertulis

    4.1.1 Kutipan

    Penulisan sumber kutipan ada yang menggunakan pola Harvard,ada pula yang menggunakan pola konvensional atau catatan kaki(footnote). Sekarang Anda akan mempelajari pencantuman kutipandengan pola Harvard.

    Pencantuman kutipan dengan pola Harvard ditandai denganmenuliskan nama belakang pengarang, tahun terbit, dan halamanbuku yang dikutip di awal atau di akhir kutipan. Data lengkap sumberyang dikutip itu dicantumkan pada daftar pustaka.

    Ada dua cara dalam mengutip, yakni langsung dan tidak langsung.Kutipan langsung adalah mengutip sesuai dengan sumber aslinya,artinya kalimat-kalimat tidak ada yang diubah. Disebut kutipan tidaklangsung jika mengutip dengan cara meringkas kalimat dari sumberaslinya, namun tidak menghilangkan gagasan asli dari sumbertersebut.

    Kutipan adalah gagasan, ide,pendapat yang diambil dari berbagaisumber. Proses pengambilan ga-gasan itu disebut mengutip. Ga-gasan itu bisa diambil dari kamus,ensiklopedi, artikel, laporan, buku,majalah, internet, dan lain seba-gainya.

    Catatan kaki/Foot note adalahketerangan yang dicantumkan padamargin bawah pada halaman buku.Catatan kaki termasuk polakonvensional.

    Catatan kaki biasanya dicetakdengan huruf lebih kecil daripadahuruf di dalam teks guna menam-bahkan rujukan uraian di dalamnaskah pokok.

    1. Buatkan kutipan langsung dankutipan tidak langsung, masing-masing dua!

    2. Buatlah paragraf menggunakankutipan langsung dan kutipantidak langsung yang telah Andabuat! Masing-masing paragrafsatu kutipan, jadi jumlah para-graf yang Anda buat adalah em-pat paragraf.

  • 48

    Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas X SMA/MA

    Argumentasi pada dasarnya tulisan yang bertujuanmempengaruhi keyakinan pembaca agar yakin akan pen-dapat penulis bahkan mau melakukan apa yang dikatakanpenulis1).

    3

    Seperti halnya penulisan data, penulisan kutipan (referensi) inijuga harus menyebutkan sumber kutipan tersebut. Seperti contoh diatas menyebutkan bahwa sumber diambil dari buku karangan GorysKeraf, yang terbit pada tahun 1983, dan sumber tersebut terdapat dihalaman 3. Informasi mengenai penerbit dan judul buku dapat dilihatdi Daftar Pustaka atau Bibliografi. Pada contoh terakhir hanya ditulisangka 1, menyatakan bahwa keterangan sumber dicantumkan dibawah halaman yang disebut dengan catatan kaki.

    4.1.2 Membuat Daftar Pustaka (Bibliografi)

    Berdasarkan sumber acuan yang digunakan, ada beberapa modelbibliografi.

    A. Buku sebagai Sumber Acuan

    Jika buku menjadi sumber acuan, kita harus memperhatikanhal-hal sebagai berikut.

    1. Nama pengarang dibalik (berdasarkan nama keluarga, namabelakang) kecuali nama Tionghoa. Nama ditulis lengkap tanpamenyebutkan gelar. Contoh: Masri Singarimbun menjadi Singarimbun, Masri Y.B. Mangunwijaya menjadi Mangunwijaya, Y.B. Cio Sin Kim tetap Cio Sin Kim

    2. Jika dalam buku yang diacu itu tercantum nama editor,penulisannya dilakukan dengan menambahkan singkatan (Ed.).Contoh: Mahaso, Ode (Ed.). 1997.

    3. Jika pengarang terdiri dari dua orang, nama orang pertama diba-lik sedangkan nama orang kedua tetap. Di antara kedua namapengarang itu digunakan kata penghubung dan. Jika lebih daritiga orang, ditulis nama pengarang pertama yang dibalik laluditambahkan singkatan dkk (dan kawan-kawan). Contoh:

    Sumardjan, Selo dan Marta Susilo.

    4. Jika beberapa buku ditulis oleh seorang pengarang, namapengarang cukup ditulis sekali pada buku yang disebut pertama.Selanjutnya cukup dibuat garis sepanjang 10 ketukan dan diakhiridengan tanda titik. Setelah nama penga-rang, cantumkan tahunterbit dengan dibubuhkan tanda titik. Jika tahunnya berbeda,penyusunan daftar pustaka dilakukan dengan urutan berdasarkanyang paling lama ke yang paling baru. Contoh: Keraf, Gorys. 1979. _________ . 1982. _________ . 1984.

    Bibliografi adalah daftar buku ataukarangan yang merupakan sumberrujukan dari sebuah tulisan ataukarangan atau daftar tertentu suatusubjek ilmu; daftar pustaka.

    Unsur-unsurbibliografi

    Data publikasimeliputi penerbit,

    tempat terbit, tahunterbit, cetakan ke-berapa, nomor jilid

    Judul buku

    Nama pengarang

    Khusus artikeldiperlukan judulartikel, namamajalah, jilid,

    nomor, dan tahun.

  • 49

    Bab 4 Pendidikan

    Jika diterbitkan pada tahun yang sama, penempatan urutannyaberdasarkan pola abjad judul buku. Kriteria pembedaannyaadalah setelah tahun terbit dibubuhkan huruf, misalnya a, b, ctanpa jarak. Contoh: Bakri, Oemar. 1987a. __________ . 1987b.

    5. Jika buku yang dijadikan bahan pustaka itu tidak menyebutkantahun terbitnya, dalam penyusunan daftar pustaka disebutkanTanpa Tahun. Kedua kata itu diawali dengan huruf kapital.Contoh: Johan, Untung. Tanpa Tahun.

    6. Judul buku ditempatkan sesudah tahun terbit dengan dicetakmiring atau diberi garis bawah. Judul ditulis dengan huruf kapitalpada awal kata yang bukan kata tugas. Contoh: Keraf, Gorys. 1979. Lebih Lanjut dengan Microsoft Word

    97 atau Keraf, Gorys. 1979. Lebih Lanjut dengan Microsoft Word

    97

    7. Laporan penelitian, disertasi, tesis, skripsi, atau artikel yangbelum diterbitkan, di dalam daftar pustaka ditulis dalam tandapetik. Contoh: Noprisal, Hendra. 1984. Pembangunan Ekonomi

    Nasional.

    8. Unsur-unsur keterangan seperti jilid, edisi, ditempatkan sesudahjudul. Keterangan itu ditulis dengan huruf kapital pada awal katadan diakhiri dengan tanda titik. Jika sumber acuan itu berbahasaasing, unsur-unsur keterangan diindonesiakan, seperti editionmenjadi edisi, volume menjadi jilid. Contoh: Mochtar, Isa. 1983. Pengantar Ekonomi. Cetakan Kedua. Rowe, D. dan I. Alexander. 1967. Selling Industrial Prod-

    uct. Edisi Kedua.

    9. Tempat terbit sumber acuan, baik buku maupun terbitan lainnyaditempatkan setelah judul atau keterangan judul (misalnya jilid,edisi, nomor majalah). Sesudah tempat terbit dituliskan namapenerbit dengan dipisahkan tanda titik dua, kemudian diikutidengan tanda titik.

    Jika lembaga penerbit dijadikan nama pengarang (ditempatkanpada lajur pertama), maka tidak perlu disebutkan nama penerbitlagi.

    Daftar Pustaka tidak diberi penomoran. Pengurutannya berda-sarkan alfabetis nama pengarang. Contoh:

    Ananta Toer, Pramoedya. 2001. Perawan Remaja dalamCengkeraman Militer. Jakarta: Kepustakaan PopulerGramedia.

    Biro Pusat Statistik. 1963. Statistical Pocketbook of Indone-sia. Jakarta.

    Koentjaraningrat (Ed.). 1977. Metode-metode PenelitianMasyarakat. Jakarta: Gramedia.

    Bentuklah kelompok, tiap kelompokmaksimal 3 orang. cermati data-data buku dan artikel berikut inidan diskusikan dengan temankelompok Anda!

    1. Buku Pendidikan Seks dan CintaRemaja, ditulis oleh La Rose, danditerbitkan oleh Midas SuryaGrafindo di Jakarta pada 1987.

    2. Penulis Wedhawati, mengarangbuku berjudul Yang Buat Andadan Para Pejabat, Eksekutif,Wartawan, dan Dosen. Buku iniditerbitkan Dutawacana Univer-sitas Press di Yogyakarta tahun1995.

    3. M. Jainuri menulis artikel ber-judul Pendidikan di Daerahdalam Kerangka OtonomiDaerah di majalah Gerbang Edisi7 th.II, Januari 2003. Majalahini diterbitkan oleh Lembaga Pe-nelitian dan PengembanganPendidikan (LP3) UMY diYogyakarta.

    4. Idris Shah menulis buku berjudulKisah Kearifan Para Idiot yangditerbitkan Syafaat di Surabaya,pada tahun 2004.

    5. Mengenal Mutu Pendidikanadalah judul artikel yang ditulisoleh Sumarna Supranata. Artikelini diterbitkan oleh Depdiknas

  • 50

    Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas X SMA/MA

    B. Majalah sebagai Acuan

    Jika majalah menjadi sumber acuan, kita harus memperhatikanunsur-unsur beserta urutannya yang perlu disebutkan dalam daftarpustaka sebagai berikut:

    1. nama pengarang,

    2. tahun terbit,

    3. judul artikel,

    4. judul majalah,

    5. bulan terbit (kalau ada),

    6. tahun terbitan yang keberapa(kalau ada),

    7. tempat terbit.Contoh:

    Nasution, Anwar. 1975. Sistem Moneter Internasional.Dalam Prisma, Desember, IV. Jakarta.

    C. Surat Kabar sebagai Acuan

    Jika surat kabar menjadi sumber acuan, kita harus memperha-tikan unsur-unsur beserta urutannya yang perlu disebutkan dalamdaftar pustaka sebagai berikut:

    1. nama pengarang,

    2. tahun terbit,

    3. judul artikel,Contoh:Tabah, Anton. 1984. Polwan semakin efektif dalam

    Penegakan Hukum. Dalam Sinar Harapan, 1 Septem-ber 1984. Jakarta.

    4. judul surat kabar,

    5. tanggal terbit, dan

    6. tempat terbit.

    D. Antologi sebagai Sumber Acuan

    Jika antologi menjadi sumber acuan, kita harus memperhatikanunsur-unsur beserta urutannya yang perlu disebutkan dalam daftarpustaka sebagai berikut:

    1. nama pengarang,

    2. tahun terbit karangan,

    3. judul karangan,

    4. nama penghimpun (Ed.),Contoh:Kartodirjo, Sartono. 1977. Metode Penggunaan Dokumen.

    Dalam Koentjaraningrat (Ed.). 1980. Metode-metodePenelitian Masyarakat. Jakarta: Gramedia.

    4.3 Imbuhan Asing

    Imbuhan yang bersumber dari bahasa asing dapat dipertim-bangkan pemakaiannya di dalam peristilahan Indonesia setelahdisesuaikan ejaannya. Pemakaian imbuhan asing bisa diletakkan diawal kata atau di akhir kata.

    Sebagai gambaran, awalan a-, anti- menyatakan arti tidak.Awalan pra-, semi- menyatakan sebelum. Awalan poli- menyatakanbanyak.

    5. tahun terbit antologi,

    6. judul antologi,

    7. tempat terbit, dan

    8. nama penerbit.

    Jakarta dalam Buletin PusatPerbukuan Volume 10 tahun2004.

    6. Yuli Supriyanto menulis artikelberjudul Membangkitkan Krea-tifitas Anak di Sekolah. Artikelini diterbitkan Depdiknas Jakartadalam Buletin Pusat PerbukuanVolume 10 tahun 2004.

    7. Buku berjudul Sastra dan IlmuSastra: Pengantar Teori Sastraditulis oleh A. Teeuw pada ta-hun 1994. Buku ini diterbitkanoleh Pustaka Jaya di Jakarta.

    8. Herman Waluyo menulis sebuahbuku tentang puisi yang ber-judul Apresiasi Puisi UntukPelajar dan Mahasiswa. Buku iniditerbitkan oleh GramediaPustaka Utama pada tahun2005 di Jakarta.

    Setelah Anda mencermati data-data di atas,buatlah bibliografiberdasar data-data tersebut!

  • 51

    Bab 4 Pendidikan

    1. Pemakaian imbuhan asing di awal kata2.

    Imbuhan

    - is

    - isme

    - logi

    - log

    - al

    - nasionalis, moralis

    - terorisme, patriotisme

    - analogi, teknologi

    - katalog, dialog

    - minimal, nasional

    Contoh

    1. Carilah lima kata yang meng-gunakan imbuhan asing di awalkata selain contoh yang sudahdisebutkan! Tuliskan besertakalimatnya!

    2. Carilah lima kata yang meng-gunakan imbuhan asing di akhirkata selain contoh yang sudahdisebutkan! Tuliskan besertakalimatnya!

    3. Buatlah kalimat lain menggu-nakan kata berimbuhan asingtersebut!

    2. Pemakaian imbuhan asing di akhir kata

    4.4 Hal yang Menarik dalam Cerpen

    Anda tentu sudah sering membaca cerpen. Cerpen banyak Andajumpai di majalah, tabloid, dan surat kabar. Ketika Anda usai membacacerpen, biasanya ada hal menarik yang membuat Anda terkesan padacerpen tersebut. Hal yang menarik itu dapat berupa nilai yang dapatAnda gunakan sebagai pengalaman hidup Anda.

    Berikut ini ada sebuah cerpen yang ditulis oleh sastrawan wanitaIndonesia. Nh. Dini, sastrawan wanita Indonesia yang tak diragukanlagi kiprahnya di dunia sastra Indonesia. Dia telah banyak mengha-silkan karya sebagai wujud eksistensinya dalam sastra.

    Cerpen yang akan dibahas berikut ini adalah cerpen berjudulAjaran Kehidupan Seorang Nenek.

    Bacalah cerpen berikut secara cermat!

    Ajaran Kehidupan Seorang NenekOleh Nh. Dini

    Imbuhan

    - a

    - anti

    - pra

    - poli

    - semi

    - amoral, asusila

    - antiklimaks, antikomunis

    - praduga, prasangka

    - poligami, poliandri

    - semifinal, semiotomatis

    Contoh

    Jauh-jauh aku datang, dimulai hari pertamaaku sudah mendapat kekecewaan.

    Ibu tidur di kamar Puspa tapi tidak bolehmenggendong dia, kata anak sulungku.

    Kalau dia terbangun dan menangis?

    Biarkan saja! Anakku tidak kubiasakandigendong.

    Seolah-olah tidak yakin bahwa aku mengertikata-katanya, anakku mengulang lagi nada suara-nya terkesan mengancam.

    Betul loh, Bu! Jangan sampai begitu Ibu pulangaku direpoti anak manja dan terlalu minta diperha-tikan!

    Barangkali karena kaget, aku terdiam.Bayangkan! Hanya ibuku yang seharusnya berhakberbicara dalam nada seperti itu kepadaku. Akutersinggung. Semakin umur bertambah, sakit hatisemakin sering kualami.

    *****

    Aku direktris suatu rantai usaha swadaya yangboleh dikatakan sukses. Semua karyawan di tempatku

  • 52

    Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas X SMA/MA

    hormat kepadaku. Berbicara nyaris kuanggapberlebihan. Terlalu sopan bagiku. Di saatmengunjungi perusahaan atau kantor lain, orang-orang menerimaku dengan sikap dan pandangering1) yang acap kali membuat aku merasa risihsendiri. Meskipun aku tahu pasti bahwa perlakuanmereka itu didasari pengakuan terhadap kenyataanyang tidak bisa dibantah. Karena selain disebabkanoleh kedudukanku, upaya pengembangan usahakami ke lain daerah yang berhasil, lebih-lebihsebagai perempuan aku mampu mengendalikanserta mempertahankan kesuksesan wiraswastayang ditinggalkan ayahku. Walaupun benar ituhanya berupa warisan. Tapi, itu jatuh ketanganku tidak secara otomatis, dengan cuma-cuma. Aku harus melewati tes di antara keempatsaudara kandungku.

    Dalam sebuah dongeng, diceritakan bahwaraja suatu negeri tidak dapat memutuskan kepadasiapa pun dia akan menyerahkan takhtanya. Diamempunyai empat anak, putra dan putri. Masing-masing berpenampilan cakap, dan sepintas lalukelihatan berperilaku baik. Namun, sang raja tidakyakin bahwa putra sulungnya yang suka berpestaakan memerintah secara adil sehingga rakyat akanbahagia. Begitu pula dengan putra keduanya.Walaupun pandai berulah senjata, namun kebiasa-annya mabuk-mabukan dan berjudi merupakanancaman besar bagi kelangsungan pemerintahanyang harus didasari kejernihan pikiran dan hatitenang. Anak yang ketiga dan keempat adalahperempuan. Paras cantik, kelakuan lembut, mum-puni dalam mengatur urusan rumah tangga atau-pun penerimaan tamu. Keduanya juga sudahdiajari dasar-dasar menggunakan senjata seper-lunya jika bahaya datang, mereka tahu memper-tahankan diri atau keraton bahkan kerajaan.

    Pendek kata, sang raja kebingungan memilihdi antara empat anak tersebut. Maka agar tidakmenimbulkan kecemburuan, ayah itu menyuruhanak-anaknya mengembara selama kurun waktutertentu. Selain mereka harus mendapatkan pa-sangan masing-masing juga harus pulang memba-wa tambahan pengetahuan yang bisa digunakanuntuk masyarakatnya.

    Ayah kami bukan seorang raja, ibuku bukanketurunan bangsawan. Tapi mereka telah memba-ngun satu usaha kecil dari cucuran keringatnya.Sebagai modal, ayahku tidak berutang ataumeminjam, melainkan menjual sepedanya. Dari

    memotong, menjahit dan menjual sendiri sandal-sandal buatannya dari pintu ke pintu calon pem-beli, sampai kemudian mempunyai toko. Laluibuku menambahkan membikin tas-tas bagor dananeka anyaman dari bahan alami yang dikeringkan.Selang beberapa waktu, kombinasi dibuat untukmemanfaatkan limbah kulit asli atau sintetis.

    Ketika akan menambah karyawan, aku barululus SMA. Kukatakan mengapa tidak mempe-kerjakan orang-orang sekampung saja di rumahmereka masing-masing. Mereka diberi bahansebagai pinjaman. Jika hasilnya bagus, kami beli.Setelah diperbaiki atau disempurnakan gunamenjaga mutu dan nama baik, kami jual di toko.Itulah asal mula mengapa di kawasan tempat kamitinggal, sekarang terdapat begitu banyak perajinsandal, sepatu, tas yang terbuat dari berbagaibahan. Beberapa tetangga bahkan mencoba pulamendirikan toko. Tapi hingga sekarang hanya pro-duk kami yang berhasil memiliki tingkat penjualanyang memadai, bahkan melayani pesanan dariluar negeri.

    Kakakku sulung sudah berkeluarga sejak akududuk di SD. Dia bekerja sebagai sopir. Kuliahnyaberhenti sebelum tahun pertama selesai. Kakakkedua lebih berhasil menjadi penjual makananmatangan. Suaminya adalah tukang becak. Sete-lah selesai salat asar, setiap sore dia mendoronggerobak ke pinggir jalan, ditinggal di sana. Laluiparku balik lagi mengusung dagangan bersamaistrinya. Dengan cara demikian, sekarang dua anakmereka bersekolah di akademi akuntansi dan in-formatika, yang seorang di kelas tertinggi SMA.Saudara kandung yang tepat di atasku tidak lulusSMP bekerja di bengkel. Bisa dikatakan hidupnyaberhasil karena mampu membeli tiga kendaraanyang disewakan sebagai angkutan. Kadang ter-dengar berita dia ditipu sopir yang dipekerjakan-nya. Tapi di depan keluarga, dia tampak tenangsaja, selalu mampu mengatasi semua kesu-litannya.

    Aku sendiri, mungkin karena aku anak pe-rempuan bungsu, maka aku lebih senang bermaindengan limbah apa pun yang terdapat di lantai diruangan menjahit dan menggunting aneka bahan.Ketika duduk di TK, aku memberikan sebuahbantalan. Tempat mencocok jarum berbentuk ikankepada ibuku. Itu adalah hadiah ulang tahunnya.Sampai sekarang benda tersebut masih diguna-kan, mendapat tempat di kotak jahitan ibu kami.

  • 53

    Bab 4 Pendidikan

    Untuk seterusnya, sekolahku aman-aman sajahingga aku mampu menyelesaikan kuliah danmenggondol gelar sarjana ekonomi. Aku sadarbahwa keluargaku sangat bangga dengan pen-capaian gelar tersebut. Apalagi di masa itu belummarak didesuskan orang tentang pembelian ijazahataupun gelar.

    Setelah berunding sekeluarga, kami empatbersaudara dikirim ke seluruh penjuru tanah airuntuk mencari kemungkinan pengembangan, baikkemitraan maupun kerja sama di bidang niagakerajinan. Masing-masing diberi sejumlah uang,dan kami disuruh memilih sendiri ke mana tujuankami. Setiap hari kami harus mencatat semuapengeluaran secara teliti. Seorang dari antara ka-mi yang dianggap paling berhasil akan menerimatanggung jawab tiga toko bersama atelir pera-jinnya sekalian.

    Ternyata kakak-kakakku tidak menggerutumenerima tugas itu. Mereka mempunyai hubunganatau teman bekas sekolah yang tersebar diberbagai kota di pulau Jawa, Kalimantan, danSumatra. Bahkan kakakku perempuan, yangkelihatannya tidak keluar dari lingkungannya,langsung berkata, akan ke Bandar Lampung,mencari kemungkinan kerja sama dengan sebuahtoko di sana. Rupanya hanya diriku yang bingungke mana harus pergi. Aku tidak begitu pandai ber-gaul. Bekas teman-teman sekolah atau kuliah tidakada yang bisa kuandalkan. Selain yang tinggal se-kota, tidak kuketahui di mana mereka lainnyamenetap.

    Setelah berpuasa dan berdoa menurut ajaranorang tua, aku menetapkan tujuan: Bali. Orangtuaku hanya diam mendengar itu. Kakak-kakakkutertawa atau tersenyum tanpa kuketahui apamaknanya. Di waktu itu, pariwisata sayup-sayupmenunjukkan pengembangannya. Walaupun diBali dibikin aneka kerajinan sebagai benda kenang-kenangan, apa salahnya bila kita kirim pula hasildari Bantul. Siapa tahu dengan keberuntungan dannasib baik, aku akan menemukan mitra sejajaryang biasa diajak bekerja sama dalam pemasaranproduk kami.

    Wahyu Ilahi ternyata tidak dapat diabaikan.Aku kembali dari perjalananku dua pekan kemudianbersama seorang pemuda. Juga kemungkinan da-pat mengirim ratusan, mungkin ribuan benda da-gangan ke berbagai kios dan toko di pantai Kutaserta sebuah toko eksklusif di Ubud. Setelah masa

    Tempat mencocok jarumberbentuk ikan untuk ibuku.

    tunangan beberapa bulan, aku dinikahi seoranganak sebuah restoran di Sanur. Menurut adat, lebihdulu aku diangkat menjadi anak seorang pegawairumah makan itu yang berkasta sudra supayadapat kawin dengan upacara Hindu Bali.

    Kulewati berbagai cobaan yang menggo-yahkan keteguhan batinku. Terus terang, gelom-bang dan alun yang melanda bahtera kehidupankunyaris meluluhlantahkan ketegaranku. Akumensyukuri kebebasan ibuku sebagai perem-puan Jawa dalam mengatur rutinitas keseharian,namun tidak membosankan. Yang dinamakanaturan ini-itu sehubungan dengan tradisi Jawatidak terlalu mengekang atau menyita waktu.

    Terjun bebas tanpa paksaan ke lingkungantradisi dan rutinitas sehari-hari di Bali, aku hampirkehabisan napas karena kekurangan waktu atauruang gerak. Semua serba upacara. Semua serbapenyiapan sesaji. Memang benar aku belajarbanyak. Aku menyukai serbaneka ajaran menga-nyam dan mendekor sesaji. Tapi aku tidak kuasahadir di dunia ini hanya untuk melakukan hal-haltersebut. Tekanan lebih-lebih datang dari mer-tuaku perempuan. Dia menginginkan aku meng-gantikan kedudukannya kelak sebagai tetua wanitadalam keluarga. Padahal ada dua menantu pe-rempuan lain. Semua impitan keharusan untukmelaksanakan upacara itu membenihkan kerikil-kerikil di dada, hingga pada akhirnya membentuksatu bongkahan yang mengimpit pernapasanku.Untunglah aku masih sadar bahwa aku sedangmelayang-layang di ambang stres. Lalu kuputus-kan untuk bertindak demi kesehatan rohani dan

  • 54

    Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas X SMA/MA

    2

    keutuhan kepribadianku sendiri.Aku purik2). Satu anak perempuan yang sudah

    sekolah kutinggal, seorang balita dan bayi kubawa.Satu bulan penuh aku berkeras-kepala tidak pu-lang ke rumah tanggaku.

    Akhirnya, suamiku menjemput dan berkatabahwa ibunya menyetujui semua keinginankuuntuk kurang berperan sebagai penyelenggaraaneka keperluan tradisi dan upacara. Kukatakanbahwa tidak ada gunanya sekolahku bertahun-tahun jika akhirnya hanya mengurusi upacara-upa-cara yang sebenarnya dapat diserahkan kepadaorang lain. Bukannya aku merendahkan ritual ter-sebut! Waktuku memang untuk keluarga, namunaku juga mempunyai tanggung jawab perusahaanyang di masa itu sudah diserahkan secara totalkepadaku oleh orang tua dan kakak-kakakku. Se-tiap akhir tahun, mereka tinggal menerimabagiannya saja.

    Pengalaman itu bisa dikatakan ringan jikadidengar. Tapi bagi yang menjalani merupakantahun-tahun penuh tekanan. Sebab, yang disebutupacara di Bali nyaris terjadi setiap hari setiapsaat. Sedangkan perempuan adalah tiang utamabagi pelaksanaan tradisi sebab merekalah yangmenyiapkan serba uborampe3)-nya.

    Kini di usia yang mendekati 60 tahun, akumendapat ajaran lain, yakni bagaimana mengen-dalikan perasaan sebagai seorang nenek. Akutidak dihadapkan pada cucuku, melainkan kepadaibu si cucu itu. Aku terkejut. Mentalku tidak siapuntuk itu. Di sekolah dan perguruan tinggi aku tidakpernah mendapat pelajaran bagaimana menjadiseorang nenek.

    Anak sulungku yang biasanya tidak memban-tah atau mengguruiku di waktu-waktu sebelumnya,kini setelah tinggal di rumahnya sendiri, dapatdikatakan dia menggelincir lepas dari sela-sela jaritanganku. Sewaktu dia melahirkan, aku dimintadatang untuk menemani di klinik, lalu mendam-pingi sebagai ibu baru di rumahnya. Karena suami-nya orang Jawa, selamatan yang kujalankan ada-lah brokohan. Secara sederhana kami mengirimnasi serta sayuran bumbu urap dengan krupukdan gereh4) layur ke lingkungan dan tetangga mau-pun teman dekat.

    Selama selapan5) bisa dikatakan beberapa kaliaku mondar-mandir memantau keadaan anakkudan bayinya. Tak tersirat gejala kepemilikannyayang ekstrim mengenai anaknya. Tiga bulan ke-

    mudian mereka berangkat ke Australia di mana sisuami akan meneruskan belajar. Di waktu itu pun,belum terlihat tanda-tanda kebengisan anaksulungku terhadapku.

    ***

    Aku percaya bahwa mempunyai cucu adalahimpian semua nenek sedunia. Setelah begitu lamatidak menggendong atau menimang bahkanmemandikan bayi, tentu saja aku ingin sekali me-lakukannya. Apalagi cucu sendiri, manusia mungilyang keluar dari rongga perut anakku perempuanyang dulu pada waktunya juga keluar dari badanku.

    Keesokan hari dari kedatanganku, setelahmendapat berbagai indoktrinnasi mengenai aturandalam rumahnya, aku mendapat teguran lagi.

    Kalau mengeringkan badan Puspa tidak be-gitu, Bu. Mana, biar aku saja! Ibu kan sudahmemandikan! Biar sekarang kutangani dengangerakan setengah merebut, anakku mendesakkuke samping.

    Aku diam, mencari kesibukan dengan mem-benahi barang-barang ke kamar mandi akan mem-buang air dari wadah.

    Sudah biarkan, Bu! Biar kukerjakan nanti! Ibutidak tahu tempat benda-benda ! dari jauh anak-ku berseru menggangguku dengan perintahnya.

    Sewaktu tiba saat menyuapi si bayi, aku tidakmau mengalah. Sebagaimana tadi dia merebutkain handuk dari tanganku, aku setengah memak-sa mengambil mangkuk makanan cucuku. Bayiusia delapan bulan sudah diberi makanan agakketat. Tidak seperti ibunya dulu diberi makanpisang dicampur nasi lembek, cucuku diberi ma-kanan spesial untuk bayi yang dijual di toko-tokotertentu.

    Didudukkan yang tegak lho, Bu. Jangansembarangan menyuapkannya! Nanti diatersedak!

    Nyaris kujawab: aku sudah berpengalamanmenyuap bayi-bayi lain termasuk kamu. Tapi akuberhasil mendinginkan kuping berusaha menga-baikan si ibu sekaligus anak yang maunya sok palingtahu itu. Selesai memberi makan, ketika ibunyamandi, kumanfaatkan waktu bersama cucuku se-baik mungkin untuk mengeluarkan udara dariperutnya, dia kudekap ke arah bahu dalam posisitegak. Aku berjalan ke sana kemari, singgah kedepan jendela besar yang memantulkan bayangan

  • 55

    Bab 4 Pendidikan

    kami berdua di kacanya. Walaupun yang tampakhanya bayangan punggung si bayi dan wajahku,aku puas melihat diriku memeluk cucu. Kuajak diaberbicara, kuayun-ayunkan tubuhku. Dan sewaktusendawa sudah keluar, kugendong dia dengancara semestinya, melekat ke dada menghadap kedepan sambil kami berpandangan. Aku terusmengucapkan kata-kata apa saja agar dia mende-ngar suaraku, agar menerka nadaku bahwa akuingin bersahabat dengan dia.

    Karena menerima sambutan anakku yang

    tidak menyenangkan itu, aku ingin mempersingkatkunjunganku. Di saat aku sedang menimbang-nim-bang keputusanku, kakakku menelepon memberitahu bahwa ibu kami masuk rumah sakit. Ini adalahkedua kalinya selama sebulan ibu harus diopname.Jadi akan segera pulang.

    Barangkali memang harus demikian. Setiaporang tua menganggap dirinya paling tahu, yangpaling kuasa menentukan segalanya, padahalnyatanya masih ada yang lebih kuasa lagi, yaituTuhan. Jika sekarang anakku mengira dia berhakmelarangku berbuat sesuatu terhadap anaknya,cucuku, mungkin dia benar. Lingkungannya telahmenempanya bersikap begitu. Aku hanya seorangnenek, sedangkan dia adalah ibu bagi anaknya.

    Pengalaman ini harus kucermati sebagai satupelajaran guna menyambut kelahiran cucu-cucukulainnya. Untuk kesekian kalinya, kunyatakan bahwabelajar tidak ada batasan waktu atau usia.

    1) segan

    2) istri pulang ke rumah orang tua tidak mau kembali sebelum suami

    datang dan berunding hingga mencapai suatu kesepakatan

    3) pernik-pernik keperluan

    4) ikan asin

    5) 35 hari

    Sumber: Kompas, 6 Maret 2005

    Kuajak dia berbicara, kuayun-ayunkan tubuhku.

    Setelah Anda membaca cerpen karya Nh. Dini tersebut, halmenarik apa yang terdapat dalam cerpen tersebut! Gunakan TABELA berikut ini untuk menuliskan hal menarik yang Anda temukan!

    No Menarik dari segi Hal yang menarik

    1

    2

    3

    4

    5

    tokoh

    tema

    alur

    amanat

    latar

    TABEL A Diskusikan pertanyaan berikutini!

    a. Sebutkan tokoh-tokoh yangada pada cerpen tersebut!

    b. Bagaimana karakter tokoh akudalam cerpen di atas?

    c. Bagaimana pendapat Andadengan watak tokoh tersebut?

    d. Apakah ada hubungan judul ter-sebut dengan isinya? Jelaskanjawaban Anda!

    e. Apa tema cerpen tersebut?

  • 56

    Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas X SMA/MA

    4.5 Pola Pengembangan ParagrafDeskripsi

    Ada dua pola pengembangan deskripsi, yaitu pola bergerak dantidak bergerak.

    A. Pola tidak bergerak/statis

    Dari suatu tempat tertentu, pengarang atau pengamat dalamkeadaan diam (tak bergerak/statis) dapat melayangkan pan-dangannya kepada tempat yang akan dideskripsikan, dengan mengikutiurutan-urutan yang teratur dimulai dari titik tertentu.

    Pengarang dapat mulai dari timur ke barat atau dari utara keselatan, dari atas ke bawah, dari depan ke belakang, atau dari kananke kiri. Ia juga dapat bertolak dari satu titik yang dianggap pentingkemudian berangsur-angsur ke bagian yang makin rendah kepen-tingannya dari titik sentral tadi. Atau, ia dapat mulai dari titik yangpaling jauh berangsur-angsur ke titik atau tempat yang terdekat.

    B. Pola bergerak

    Pola yang kedua adalah memandang suatu tempat dari segiyang bergerak. Seringkali terjadi bahwa deskripsi terhadap sebuahtempat dilakukan dengan bertolak dari suatu segi pandangan yanglain, yaitu pengamat sendiri berada dalam keadaan bergerak. Seorangyang berada dalam pesawat terbang akan melihat dari jauh sebuahtempat secara samar-samar. Dari kejauhan ini, ia hanya melihatbagian-bagian yang paling besar, tanpa ada perincian detail-detailnya:namun semakin dekat, bagian-bagian yang lebih kecil akan mulaitampak satu persatu, dan pada titik yang terdekat ia akan melihatbagian yang tadinya sama sekali tidak dilihatnya. Sesudah melampauitempat tadi, penglihatannya akan mulai berlawanan dengan apa yangbaru dialaminya tadi. Makin lama objek-objek bertambah kecil: objek-objek atau bagian-bagian yang kecil menghilang lebih dahulu,kemudian disusul bagian yang lebih besar, akhirnya seluruh bagianlenyap sama sekali.

    Kedua pola di atas menunjukkan perbedaan yang amat besar,karena dalam titik pandangan pola pertama (statis) semua bendadalam sebuah tempat berada dalam keadaan diam, tidak mengalamiperubahan. Tetapi, pola pandangan kedua menunjukkan perbedaandari waktu ke waktu sesuai dengan perubahan jarak yang terjadi.Dalam pola yang kedua ini dapat dimasukkan pula variasi berupadeskripsi atas dua tempat atau bagian yang diperbandingkan satusama lain.

    Perhatikan dua kutipan berikut ini!

    Setelah Anda membuat dan mengisi tabel di atas, kaitkan halmenarik yang Anda temukan dengan kehidupan sehari-hari! Apakahterdapat nilai-nilai yang dapat Anda gunakan dalam kehidupan Anda!

    f. Apakah tema cerpen tersebutmasih sesuai dengan kehidupannyata? Jelaskan jawaban Anda!

    g. Unsur ekstrinsik apa saja yangAnda temukan dalam cerpentersebut! Jelaskan!

    h. Ceritakan kembali isi cerpentersebut dengan bahasa sendiri!

    i. Jelaskan latar sosial dan latar ma-terial dengan menuliskan ku-tipan cerpen yang mendukung!

    Bagilah kelas menjadi duakelompok!

    Kelompok I mendiskusikan perta-nyaan berikut ini!

    1. Jelaskan yang dimaksud pe-ngembangan paragraf deskripsidengan pola tidak bergerak/statis!

    2. Jelaskan ciri-ciri pengembanganparagraf deskripsi dengan polatidak bergerak/statis!

    3. Coba tulislah satu contoh pa-ragraf dengan pengembanganparagraf deskripsi dengan polatidak bergerak/statis!

    Kelompok II mendiskusikan perta-nyaan berikut ini!

    1. Jelaskan yang dimaksud pe-ngembangan paragraf deskripsidengan pola bergerak!

    2. Jelaskan ciri-ciri pengembanganparagraf deskripsi dengan ber-gerak!

    3. Coba tulislah satu contoh pa-ragraf dengan pengembanganparagraf deskripsi dengan polabergerak!

  • 57

    Bab 4 Pendidikan

    Kutipan 1

    Kutipan 2

    Di ujung selatan rumah sakit ini ada dua gedung panjangmembujur beratapkan seng. Sebelum orang masuk ke dalamnya,tampak tergantung papan tulis yang minta perhatian kita: Anakumur 16 tahun ke bawah tidak boleh masuk! Jadi tempat ini amatberbahaya, sebab di halaman berhamburan terbang kuman-kumantbc yang dinamakan basil Koch itu. Dan basil itu bisa masuk ketubuh orang. Oleh karena itu, akan selalu kita lihat orang yang se-dikit mengerti, menutup hidungnya dengan saputangan dan jururawatnya memakai topeng masker dan kain putih yang sudah steril.

    Di depan kedua gedung ini tampak ada sebuah gedung pula.Bila saudara harus melaluinya, karena harus menjenguk wanitaatau para juru rawat di asrama wanita, saudara mesti juga menu-tup hidung sebab bau tai yang sudah kering.

    Ini jalan ke asrama putri, jadi dengan kata lain, asrama ituletaknya sejajar dengan kedua ruang itu. Akh, supaya jangan me-ngerikan kita sebut saja kedua ruang tbc itu X dan ruang XI menuruturut-urutannya, jadi letaknya di daerah berbahaya.

    Kemungkinan terjangkit menurut pikiran yang logis sangatbesar, tapi rupanya para perawat sudah kebal immun lagi(sih!) mereka telah di atas 16 tahun.

    Dan Ave Maria atau Santa Lucia, nyanyi-nyanyi gereja kudusitu selalu dapat didengar di kamar mandi bersama-sama lagu-lagu cinta asrama: bagus, di mana-mana mereka selalu ingat.

    Asrama putri itu di sebelah selatan sedang di sebelah utaraR - X saudara lihat sebuah los besar beratapkan genteng, tem-patorang-orang tbc beristirahat dari pukul 8 sampai pukul 10.30 tiappagi, 2 1/2 jam berbaring telentang, bernafas dengan perut, tidakboleh pikir apa-apa, dan yang lebih celaka lagi, bila orang inginlekas sembuh, selama 2 1/2 jam tidak boleh tidur! Ringan tapiberat.....

    Sumber: Bayi Mati, A. Radjab, dalam GTA, Jilid2 hal. 227

    Mulai keluar dari Selat Madura, perahu berlayar dengantenang. Jika kita memandang ke sebelah kiri, pemandangan kitalepas ke daratan Pulau Jawa, dan ke sebelah kanan, pandangankita tertumbuk ke pantai Pulau Madura. Di sana-sini kelihatan kakibukit yang keputih-putihan, tanah kapur yang tidak ditumbuhitanam-tanaman. Kami berlayar antara dua pantai yang agak ber-lainan keadaannya. Gunung-gunung di pantai Pulau Jawa yanghijau dan lebih subur itu berdiri dengan tenang seakan-akanmemandang dengan sayu ke laut.

    Sehari semalam lepas dari Gresik barulah kami masuk kelaut Jawa. Belum jauh dari selat Madura, ombak sudah mulai besar.Beberapa lamanya kami mendapat angin barat, perahu kamiseakan-akan didorong dari belakang. Sepanjang jalan kami banyakberjumpa dengan sampan-sampan penangkap ikan atau perahu-

    Setelah dua kelompok mendis-kusikan pertanyaan-pertanya-an tersebut, setiap kelompokmembacakan hasil diskusi didepan kelasi! Setiap kelompokdapat mengajukan pertanyaanjika ada yang belum dipahami.

    1. Berdasarkan uraian tersebutjawablah pertanyaan beri-kut ini!

    a. Tentukan dari kedua kutipandi atas mana yang menggu-nakan pola bergerak danyang tidak bergerak? Jelas-kan perbedaan antara ke-duanya berdasarkan hasilanalisis Anda!

    b. Objek apa yang dilukiskandalam kedua kutipan diatas? Dapatkah pola terse-but diterapkan pada objeklain? Cobalah Anda caricontoh lain dari surat kabar/majalah?

    c. Buatlah kesimpulan tentangdeskripsi secara jelas dansingkat menggunakan baha-sa yang baik dan benar!

  • 58

    Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas X SMA/MA

    2. Susunlah 2 buah paragrafdeskripsi dengan menggu-nakan pola pengembanganbergerak dan tidak bergeraktentang sekolahmu denganmelukiskan keadaan danperasaan yang Anda lihatdan rasakan secara ekspo-sitoris dan sugestif!

    1. Dalam Penulisan sumber kutipan bisa meng-gunakan pola Harvard, dan pola konvensionalatau catatan kaki (footnote). Catatan kakiadalah keterangan yang dicantumkan padamargin bawah pada halaman buku dan dicetakdengan huruf lebih kecil.

    2. Pencantuman kutipan dengan pola Harvard di-tandai dengan menuliskan nama belakang pe-ngarang, tahun terbit, dan halaman buku yangdikutip di awal atau akhir kutipan. Data lengkapsumber yang dikutip dicantumkan pada daftarpustaka.

    3. Ada dua cara dalam mengutip, yakni langsung(mengutip sesuai dengan sumber aslinya, kali-matnya persis, tidak ada perubahan) dan tidaklangsung (mengutip dengan cara meringkaskalimat dari sumber aslinya tanpa menghilang-kan gagasan asli dari sumbernya).

    4. Bibliografi atau daftar pustaka adalah daftarbuku atau karangan yang merupakan sumberrujukan dari sebuah tulisan atau karangan ataudaftar tertentu suatu subjek ilmu.

    5. Unsur-unsur bibl iografi adalah namapengarang, judul buku, data publikasi yangmeliputi penerbit, tempat terbit, tahun terbit,cetakan ke berapa, nomor jilid, khusus artikeldiperlukan judul artikel, nama majalah, jilid,nomor, dan tahun.

    7. Imbuhan asing adalah imbuhan yang bersumberdari bahasa asing. Pemakaiannya bisadiletakkan di awal ataupun di akhir kata.

    8. Untuk menilai hal menarik dari cerpen bisa di-lihat dari tokoh, tema, alur, amanat, dan latar-nya. Bisa juga digali nilai-nilai yang dapat dipetikuntuk kehidupan sehari-hari dari cerpentersebut.

    9. Ada dua pola pengembangan paragrafdeskriptif, yaitu:

    - pola bergerak , adalah memandang suatutempat dari segi yang bergerak, ataupengamat sendiri berada dalam keadaanbergerak, entah dari jauh mendekat, ataudari dekat menjauh, dan

    - tidak bergerak, pengamat dalam keadaandiam tak bergerak atau statis melayangkanpandangannya kepada tempat yang akandideskripsikan dengan mengikuti urutan yangteratur dari titik tertentu, entah dari timur kebarat, dari atas ke bawah, dari kanan ke kiri,atau dari depan ke belakang.

    perahu Madura yang berlayar dari tempat-tempat yang dekat.Saya berangkat dalam musim pancaroba atau musim pergantianangin barat dan angin timur. Dalam musim yang semacam itudatang angin tidak tetap, antara sebentar berkisar. Maka,kedengaranlah suara nakhoda memberi perintah kepada anakbuahnya untuk menukar letak layar, karena arah angin berubah-ubah. Saya merasakan perahu amat oleng, selain ombak besarjalan perahu sudah mulai mengambil haluan ke kanan kemudianke kiri. Tak ubahnya seperti jalan seekor ular yang berbelit-belit,berputar-putar di air. Jalan perahu semacam itu menggergajinamanya.

    Sumber: Tamasya dengan Perahu Bugis, Zuber Usman,dalam GTA, Jilid I, hal. 120

  • 59

    Bab 4 Pendidikan

    I. Pilihlah salah satu jawaban yang palingtepat!

    1. Sajian paragraf deskripsi dengan objek orangterdapat pada ...a. Sebentar lagi, di pojok belokan itu, akan

    kulihat lagi rumah yang cantik itu. Sebuahrumah lama yang mampu menyedot perha-tianku, terletak di dalam halaman yang luas,sedangkan rumahnya sendiri tidak terlalubesar. Itulah yang menarik. Rumah dengandaun-daun pintu dan jendela yang juga ber-warna putih bersih, sungguh serasi denganalam sekitarnya.

    b. Ada seorang yang membawa pedang samu-rai panjang. Itu yang berambut panjang agakberewok. Tampangnya seperti Arab. Ia yangpaling gagah dan tampan. Ternyata namanyaSamsu. Sementara yang lainnya hanyamembawa ransel atau tas model tentarabiasa, tetapi di mukanya di atas meja pendo-po kelurahan. Seperti tidak percaya jangan-jangan diserobot anak itu.

    c. Gadis itu memasuki halaman sebuah rumah.Dia berhenti sejenak di depan pagar bambuitu. Bahan pagar itu sama persis dengandinding rumahnya. Dia memandang halamandepan rumah itu, tetapi yang tampak hanyabeberapa tanaman yang tidak tertata rapi,bahkan ada beberapa tanaman yang batangdan daunnya sudah merah kering karena pa-nas matahari. Dia kemudian melangkah men-dekati pintu. Diketuknya pintu itu, pintu yangmenempel pada dinding bambu. Akan tetapitak satu pun suara yang menyambutnya.

    d. Tubuhnya kekar dan tinggi tubuh