Tugas b.indonesia

Click here to load reader

  • date post

    19-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    160
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Tugas b.indonesia

LAPORAN STUDY LINGKUNGAN SMP N 32 SEMARANG

Penyusun: 1. Fadel Daffa P. (8F - 6) 2. M. Kharisma Hakim (8F - 18) 3. Satria Masud (8F - 27) 4. Zulfikar Videl Ilyasa (8F - 30) 5. Rahmalia Ulfa S. (8F - 23)

Pendahuluan: Kami selaku pembuat laporan mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas karunia dan rahmatNya, kami dapat menyelesaikan laporan study tour. Dengan demikian kami menuliskan suatu laporan untuk menyelesaikan tugas Bahasa Indonesia. Kami menyadari bahwa laporan ini masih banyak kekurangan untuk itu kami

mengharapkan saran dan kritik dari pembaca demi perbaikan laporan ini. Akhirnya ucapan terima kasih tiada terhinda kepada semua pihak yang telah ikut membantu terwujudnya laporan ini.Semoga laporan ini bermanfaatkita semua.Akhir kata Wabillahi taufiq wal hidayah, wassalamuallaikum wr.wb

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunianya hingga dapat menyelesaikan laporan study lingkungan yang dilaksanakan di Jakarta-Bandung pada hari Minggu tanggal 11 hari Rabu tanggal 14 Desember 2011. Laporan ini dibuat sebagai bukti fisik kelengkapan study lingkungan SMPN 32 Semarang tahun pelajaran 2011/2012 Berkat bimbingan dan arahan dari bapak atau ibu guru yang telah membantu dalam penyusun laporan ini oleh karena itu kami mengucapkan terimakasih pada: 1. Bpk. Drs. Parlin M.Ag selaku kepala sekolah SMPN 32 Semarang yang telah memberi kesempatan untuk melaksanakan study lingkungan dan membuat laporan ini. 2. Ibu. Sri Wahyuni, S.pd yang telah membimbing dan arahan dalam penulisan laporan study lingkungan ini. 3. Bapak atau ibu guru SMPN 32 Semarang yang telah membekali ilmu pengetahuan kepada kami.

4. Teman-teman ku yang baik hati yang dapat memberi dukungan, bantuan, dan materil.

Laporan study lingkungan ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang dapat memperbaiki dan membangun lebih baik dari pembuatan laporan study lingkungan dimasa yang akan datang.

Semarang, Desember 2011

Penyusun Laporan

DAFTAR ISI: 1.TAMAN PPIPTEK (BAB 1) 2.TMII (BAB 2) 3.TAMAN IMPIAN JAYA ANCOL (BAB 3) 4.GELANGGANG SAMUDRA ANCOL (BAB 4) 5.DUFAN( DUNIA FANATASI ) (BAB 5) 6.MUSEUM GEOLOGI (BAB 6) 7.TANGKUBAN PERAHU (BAB 7) 8.CIBADUYUT (BAB 8)

BAB 1

TAMAN PPIPTEK

Di taman PPIPTEK, terdapat banyak sekali alat peraga pendidikan berjumlah 300 alat peraga. Berawal dari ide Kementrian Riset dan Teknologi yang mengemban misi mencerdaskan masyarakat melalui ilmu pengetahuan dan teknologi, dibangunlah Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP IPTEK) di Taman Mini Indonesia Indah. Di dalam bangunan seluas 24.000 m di atas lahan 42.300 m, disajikan berbagai peragaan tentang apa, mengapa, dan bagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi diciptakan dan dimanfaatkan untuk kehidupan manusia. Pusat Peragaan ini dibangun dengan maksud menyadarkan masyarakat mengenai perkembangan ilmu pengetahuan dan

teknologi dunia secara sangat cepat. Arah perkembangan ini harus disadari agar generasi penerus dapat mengikutinya untuk kemudian maju bersama perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut. Peragaan di PP IPTEK dibuat sangat menyenangkan dan menghibur. Momok mengenai ilmu pengatahuan dan teknologi yang serius dan membosankan terbantahkan. Pengunjung dapat mengembangkan motivasi dalam memahami prinsipprinsip ilmu pengetahuan dan teknologi dengan mudah dan berkesan melalui 250 alat peraga yang bisa disentuh, dipegang, dan dimainkan. Peraga disiapkan untuk anak-anak dari Taman Kanak-kanak (TK) sampai dengan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) dan disediakan lembar kerja sains yang akan memandu anak didik untuk belajar ilmu pengetahuan dan teknologi agar lebih terarah dan intensif. Beberapa alat peraga menantang, misalnya sepeda layang, roket air, try science, generator van de graft, dan simulator gempa bumi. Kegiatan yang ditawarkan kepada pengunjung beragam dan disesuaikan dengan sasaran: untuk tingkat Taman KanakKanak, Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Umum (SMU), dan keluarga; meliputi sanggar kerja dan demo ilmu pengetahuan dan teknologi, pelatihan perancangan alat peraga, science fair, pelatihan proses Ilmu Pengetahuan Alam, pelatihan peduli lingkungan hidup, science camp, peneropongan bintang, aneka lomba kreatifitas dan kuis, dan lomba perancangan alat peraga.

Di samping itu pengunjung bisa menyaksikan film-film ilmiah yang diputar di ruang auditorium berkapasitas tempat duduk 130 orang untuk menambah ilmu pengetahuan yang menghibur dan dapat memahami sains dengan cara yang mudah dan menyenangkan. Pusat Peragaan IPTEK tidak hanya menyediakan sarana untuk penduduk Jakarta dan sekitarnya, melainkan juga memiliki program kegiatan outreach ke mal dan pusat keramaian, desa, sekolah, dan daerah dengan membawa peralatan peraga yang bersifat portable.

BAB 2 TAMAN MINI INDONESIA INDAH

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) merupakan suatu kawasan taman wisata bertema budaya Indonesia di Jakarta Timur. Area seluas kurang lebih 150 hektar[1] atau 1,5 kilometer persegi ini terletak pada koordinat 6186.8LS,1065347.2BT. Taman ini merupakan rangkuman kebudayaan bangsa Indonesia, yang mencakup berbagai aspek kehidupan seharihari masyarakat 26 provinsi Indonesia (pada tahun 1975) yang ditampilkan dalam anjungan daerah berarsitektur tradisional, seta menampilkan aneka busana, tarian dan tradisi daerah. Disamping itu, di tengah-tengah TMII terdapat sebuah danau yang menggambarkan miniatur kepulauanIndonesia di

tengahnya, kereta gantung, 4berbagai museum, dan Teater IMAX Keong Mas dan Teater Tanah Airku), berbagai sarana rekreasi ini menjadikan TMIII sebagai salah satu kawasan wisata terkemuka di ibu kota.

Gagasan pembangunan suatu miniatur yang memuat kelengkapan Indonesia dengan segala isinya ini dicetuskan oleh Ibu Negara, Siti Hartinah, yang lebih dikenal dengan sebutan Ibu Tien Soeharto. Gagasan ini tercetus pada suatu pertemuan di Jalan Cendana no. 8 Jakarta pada tanggal 13 Maret 1970. Melalui miniatur ini diharapkan dapat membangkitkan rasa bangga dan rasa cinta tanah air pada seluruh bangsa Indonesia.[2] Maka dimulailah suatu proyek yang disebut Proyek Miniatur Indonesia "Indonesia Indah", yang dilaksanakan olehYayasan Harapan Kita. TMII mulai dibangun tahun 1972 dan diresmikan pada tanggal 20 April 1975. Berbagai aspek kekayaan alam dan budaya Indonesia sampai pemanfaatan teknologi modern diperagakan di areal seluas 150 hektar. Aslinya topografi TMII agak berbukit, tetapi ini sesuai dengan keinginan perancangnya. Tim perancang memanfaatkan ketinggian tanah yang tidak rata ini untuk menciptakanbentang alam dan lansekap yang kaya, menggambarkan berbagai jenis lingkungan hidup di Indonesia. Di Indonesia, hampir setiap suku bangsa memiliki bentuk dan corak bangunan yang berbeda, bahkan tidak jarang satu suku bangsa memiliki lebih dari satu jenis bangunan tradisional. Bangunan atau arsitektur tradisional yang mereka buat selalu dilatarbetakangi oleh kondisi lingkungan dan kebudayaan yang dimiliki. Di TMII, gambaran tersebut diwujudkan melalui

Anjungan Daerah, yang mewakili suku-suku bangsa yang berada di 33 Provinsi Indonesia. Anjungan provinsi ini dibangun di sekitar danau dengan miniatur Kepulauan Indonesia, secara tematik dibagi atas enam zona; Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Tiap anjungan menampilkan bangunan khas setempat. Anjungan ini juga menampilkan baju dan pakaian adat, busana pernikahan, baju tari, serta artefak etnografi seperti senjata khas dan perabot sehari-hari, model bangunan, dan kerajinan tangan. Semuanya ini dimaksudkan untuk memberi informasi lengkap mengenai cara hidup tradisional berbagai suku bangsa di Indonesia. Setiap anjungan provinsi juga dilengkapi panggung, amfiteater atau auditorium untuk menampilkan berbagai tarian tradisional, pertunjukan musik daerah, dan berbagai upacara adat yang biasanya digelar pada hari Minggu. beberapa anjungan juga dilengkapi kafetaria atau warung kecil yang menyajikan berbagai Masakan Indonesia khas provinsi tersebut, serta dilengkapi toko cinderamata yang menjual berbagai kerajinan tangan, kaus, dan berbagai cinderamata. Sejak tahun 1975 hingga tahun 2000 rancangan asli TMII terdiri atas anjungan rumah adat dari 27 provinsi di Indonesia, termasuk Timor Timur. Akan tetapi setelah Timor Leste merdeka dan memisahkan diri dari Indonesia pada tahun 2002, status anjungan Timor Timur berubah menjadi Museum Timor Timur. Selain itu karena kini Indonesia terdiri atas 33 provinsi, anjungan-anjungan provinsi baru seperti Bangka Belitung, Banten, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Gorontalo, Kepulauan Riau, dan Papua Barat telah dibangun di sudut Timur Laut TMII, walaupun ukuran dan luas anjungan provinsi baru ini jauh lebih kecil dari anjungan provinsi yang telah dibangun sebelumnya.

BAB 3 TAMAN IMPIAN JAYA ANCOL

Taman Impian Jaya Ancol merupakan sebuah objek wisata di Jakarta Utara. Sebagai komunitas pembaharuan kehidupan masyarakat yang menjadi kebanggaan bangsa. Senantiasa menciptakan lingkungan sosial yang lebih baik melalui sajian hiburan berkualitas yang berunsur seni, budaya dan pengetahuan, dalam rangka mewujudkan komunitas 'Life ReCreation' yang menjadi kebanggaan bangsa. Sejak awal berdirinya di tahun 1966, Ancol Taman Impian atau biasa disebut Ancol sudah ditujukan sebagai sebuah kawasan wisata terpadu oleh Pemerintah Propinsi DKI Jakarta. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Pemda DKI menunjuk PT Pembangunan Jaya sebagai Badan Pelaksana Pembangunan (BPP) Proyek Ancol yang dilakukan secara bertahap sesuai dengan peningkatan perekonomian nasional serta daya beli masyarakat. Sejalan dengan perkembangan perusahaan yang semakin meningkat di tahun 1992 status Badan Pelaksana Pembangunan (BPP) Proyek Ancol diubah menjadi PT Pembangunan Jaya Ancol sesuai dengan a