Tugas Skills Lab Pemeriksaan Kulit.docx

download Tugas Skills Lab Pemeriksaan Kulit.docx

of 17

  • date post

    27-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    38
  • download

    17

Embed Size (px)

description

:) :)

Transcript of Tugas Skills Lab Pemeriksaan Kulit.docx

TUGAS SKILLS LABPEMERIKSAAN KULIT

OLEHARDHINA MAHADICA NUGROHO 122010101013IZZATUL MUFIDAH MAHAYUN 122010101015

FAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS JEEBER2013TEKNIK PEMERIKSAANPerhatikan kulit dan struktur terkait pada saat melakukan pemeriksaan keadaan umum dan sepanjang pemeriksaan Anda. Keseluruhan permukaan kulit harus diinspeksi dengan penerangan yang baik, lebih baik dengan cahaya alami (matahari) atau cahaya buatan yang menyerupai (cahaya buatan sering mengubah warna dan menutupi gejala ikterus). Hubungkan hasil pemeriksaan Anda dengan hasil observasi membrane mukosa. Manifestasi penyakit dapat terlihat pada kedua daerah ini, dan pemeriksaan kulit maupun membran mukosa diperlukan untuk menilai warna kulit. Untuk pemeriksaan kulit, lakukan inspeksi dan palpasi kulit dengan memperhatikan ciri-ciri berikut:Warna. Pasien mungkin melihat perubahan pada warna kulit mereka sebelum dokter menemukannya. Tanyakan tentang hal ini. Cari peningkatan pigmentasi / hiperpigmentasi (berwarna cokelat), kehilangan pigmentasi / hipopigmentasi, kemerahan, pucat, sianosis, dan gejala kuning pada kulit.Warna merah (ditimbulkan oleh oksihemoglobin) dan warna pucat (kekurangan pigmen) sebaiknya diperiksa di daerah yang lapisan tanduk epidermisnya paling tipis dan paling sedikit menimbulkan penghamburan cahaya yaitu kuku jari tangan, bibir, dan membrane mukosa, khususnya pada mulut serta konjungtiva palpebra. Pada orang yang berkulit gelap, inspeksi telapak tangan dan telapak kaki mungkin bermanfaat. Pucat akibat berkurangnya warna kemerahan kulit terlihat pada anemia dan penurunan aliran darah seperti saat pingsan atau pada insufiensi arteri.Sianosis pada kuku tangan dan kaki dapat berasal dari sianosis sentral atau perifer. Sianosis perifer dapat disebabkan oleh kecemasan atau ruang periksa yang dingin. Penyebab sianosis sentral meliputi penyakit paru yang lanjut, panyakit jantung congenital, dan hemoglobin yang abnormal. Cari warna kuning atau gejala ikterus pada sklera. Ikterus dapat pula terlihat pada konjungtiva palpebra, bibir, palatum durum, permukaan bawah lidah, membrane timpani, dan kulit. Untuk melihat gejala ikterus dengan lebih mudah pada bibir, hilangkan warna merah pada bibir dengan menekannya hingga pucat dengan kaca objek. Ikterus menunjukkan penyakit hati atau hemolisis sel darah merah yang berlebihan. Untuk melihat warna kuning yang diisebabkan oleh kadar karoten darah yang tinggi, lihatlah telapak tangan, telapak kaki, dan wajah pasien.Kelembaban. Contohnya adalah kulit kering (pada hipotiroidisme), berkeringat, dan berminyak (pada akne). Suhu. Gunakan punggung jari-jari tangan Anda untuk memeriksa suhu. Disamping mengenali rasa hangat yang menyeluruh (terjadi pada keadaan demam, hipertiroidisme) atau dingin yang menyeluruh (pada hipotiroidisme) pada kulit, perhatikan pula suhu pada setiap bagian tubuh yang berwarna merah (panas lokal menunjukkan inflamasi atau selulitis).Tekstur. Contohnya adalah kulit yang kasar (pada hipotiroidisme) dan halus.Mobilitas dan Turgor. Cubit kulit dan angkat. Perhatikan kemudahan mengangkat kulit tersebut (mobilitas kulit) dan kecepatan kulit untuk kembali ke keadaan semula (turgor kulit). Penurunan mobilitas kulit terjadi pada edema, skleroder,a. penurunan turgor kulit terjadi pada dehidrasi.Lesi. Perhatikan setiap lesi pada kulit dengan mencatat ciri-cirinya.PENYEBARAN KHAS PENYAKIT KULIT UMUM

MACAM LESI PADA KULIT

Lesi Primer (Dapat Timbul pada Kulit yang Sebelumnya Normal)

GambarKeterangan

Perubahan Warna Kulit yang Sirkumskripta, Rata, dan Tidak teraba

1. MakulaBercak kecil yang rata dengan ukuran sampai 1,0 cm.Contohnya: bintik-bointik (freckle), ptekie.

2. Bercak (patch)Bercak rata berukuran 1.0 cm atau lebih

Massa Padat Menonjol yang Teraba

1. PapulaBerukuran hingga 1,0 cm.Contohnya: nervus yang menonjol.

2. PlaqueLesi superficial yang menonjol dan berukuran 1.0 cm atau lebih; lesi ini sering kali dibentuk oleh penyatuan (koalesensi) sejumlah papula.

3. NodulLesi mirip marmer yang berukuran lebis besar dari 0.5 cm dan sering terletak lebih dalam serta lebih kokoh daripada papula.

4. Urtika (bilur, wheal)Edema local kulit dengan daerah lesi yang sedikit tidak teratur, relative bersifat sementara (transien) dan superficial.Contohnya: gigitan nyamuk, klaligate (urtikaria).

5. TumorSebuah lesi padat besar bergaris tengah melebihi 2 cm

6. PlakSebuah lesi teraba yang memiliki daerah permukaan luas, disbanding tingginya

Tonjolan Sirkumskripta yang Superfisial pada Kulit, yang Dibentuk oleh Cairan Bebas pada Rongga di Dalam Lapisan Kulit

1. VesikelBerukuran sampai 1.0 cm; berisi cairan serosa.Contohnya: herpes simplek.

2. Bula (lepuh)Berukuran 1.0 cm atau lebih; berisi cairan serosa.Contohnya: luka bakar derajat 2.

3. PustulaBerisi pus.Contohnya: akne, impetigo

Lesi Sekunder (Terjadi Karena Perubahan pada Lesi Primer)GambarKeterangan

Kehilangan Permukaan Kulit

1. ErosiKehilangan lapisan superficial epidermis; permukaan lesi tampak basah tetapi tidak berdarah.Contoh: daerah lesi yang basah sesudah pecahnya vesikel seperti tampak pada penyakit cacar air.

2. UlkusKehilangan epidermis dan dermis yang lebioh dalam; dapat mengalami perdarahan dan pembentukan jaringan parut.Contoh: ulkus stasis karena insufisiensi venosa, syanker sifilitika(syphilitic chancre)

3. FisuraRetakan linier pada kulit.Contoh: tinea pedis (athletes foot, kutu air)

Material pada Permukaan Kulit

1. KrustaEndapan serum, pus atau darah yang mongering.Contoh: impetigo.

2. Skuama (sisik, scale)Serpihan tipis jaringan epidermis yang mengalami eksfoliasi.Contoh: ketombe, kulit yang kering, psoriasis.

Lesi LainnyaGambarKeterangan

LikenifikasiKulit yang menebal dan kasar dengan peningkatan visibilitas guratan kulit yang normal.Contohnya dermatitis atopic.

AtrofiPenipisan kulit disertai hilangnya guratan kulit yang normal; kulit tampak lebih mengkilap dan lebih translusen daripada keadaan normalnya.Contohnya insufisiensi arteri.

SikatrikPenggantian jaringan rusak oleh jaringan fibrosa. Jaringan parut ini bias tebal dan merah muda (hipertrofik) atau tipis dan putih (atrofik), tetapi tidak meluas melewati daerah yang cedera.

EkskoriasiAbrasi atau lesi karena digaruk. Lesi ini bias linier seperti yang diilustrasikan atau bulat, seperti pada gigitan serangga yang digaruk.

Skabies (kudis)Pasien scabies akan merasakan gatal yang sangat. Lesi kulitnya meliputi papula-papula kecil, pustule, bagian yang mengalami likenifikasi dan ekskoriasi. Dengan menggunakan kaca pembesar, carilah terowongan pada kulit yang dibentuk oleh kutu skabies. Terowongan tersebut berukuran sangat halus dan sedikit menonjol di lapisan epidermis; umumnya lesi ini ditemukan pada sela-sela jari tangan dan sisi jari-jari tangan. Lesi scabies terlihat sebagai garis kelabu yang pendek (5-15 mm), linier atau melengkung dan dapat berakhir dalam bentuk vesikel yang kecil.

Lesi TambahanNamaKeterangan

KomedoJerawat berbintik hita yang lazim dijumpai dan ditandai oleh muaraKelenjar sebasea yang tersumbat; komedo sering terlihat bersamaakne.

NevusTahi lalat (mola) yang sering ditemukan; tampak rata atau sedikit menonjol dan mengandung pigmen dengan distribusi yang merata; namun beberapa jenis nevus dapat terlihat berbeda, seperti pada nevus berpigmen pada melanoma.

TelangiektasiaPembuluh darah kecil yang melebar (dapat berupa venula, arteriola, termasuk spider angioma, atau pembuluh kapiler) yang dapat berwarna merah atau kebiruan. Dapat terlihat sendirian atau sebagai bagian dari lesi lainnya, seperti pada karsinoma sel basal atau radiodermatitis (cedera kulit akibat radiasi ionisasi).

Warna KulitGambarKeterangan

Ikterus (jaundice)Ikterus membuat kulit berwarna kuning yang difus. Perhatikan warna kulit pasien dan bandingkan dengan warna kulit tangan pemeriksa. Warna ikterus dapat dilihat dengan lebih mudah dan lebih pasti pada sclera seperti pada gambar disini. Gejala ini dapat pula dilihat pada membrane mukosa. Penyebabnya meliputi penyakit hati dan hemolisis sel darah merah.

KarotenemiaTelapak tangan berwarna kekuningan pada karotemia, yang terlihat dalam gambar di sebelah kiri ini, dibandingkan dengan telapak tangan normal yang berwarna merah mudateknik pemeriksaan ini sangat berguna untuk hasil pemeriksaan yang kadang kala tidak jelas. Berbeda dengan ikterus, karotenemia tidak mengenai sclera yang tetap berwarna putih. Penyebabnya adalah makanan yang banyak mengandung wortel dan sayuran atau buah berwarna kuning lainnya. Karotenemia bukan keadaan yang berbahaya tetapi menunjukkan perlunya pemeriksaan asupan makanan.

SianosisSianosis merupakan warna kebiruan yang terlihat pada kuku jari tangan dan jari kaki. Bandingkan warna ini dengan warna kuku dan jari tangan pasien yang berwarna merah muda. Pada pasien yang sama gangguan aliran balik vena dalam tungkai menyebabkan sianosis perifer seperti contoh ini. Sianosis, khususnya yang ringan, mungkin sulit dibedakan dengan warna kulit yang normal.

Bercak caf-Au-LaitBercak caf-au-lait yang lazim dijupai ini erupakan macula atau bercak (patch) dengan pigmentasi yang ringan, tetapi merata, dan meiliki batas-batas yang agak ireguler. Sebagian besar bercak ini berdiameter 0.5-1.5 cm dan tidak menyebabkan konsekuensi apapun. Namun, enam bercak atau lebih yang setiap diameternya >1.5 cm menunjukkan kemungkinan neurofibromatosis. (Makula yang kecil dan berwarna lebih gelap pada gambar, tidak berhubungan dengan bercak ini).

Tinea versikolorLesi yang lebih sering ditemukan dibandingkanvitiligo ini merupakan infeksi superficial oleh jamur (fungus) pada kulit. Infeksi ini menimbulkan macula dengan hipopigmentasi yang sedikit bersisik pada batang tubuh, leher, dan lengan bagian atas. Lesi