Tp Dislipidemi Winda

download Tp Dislipidemi Winda

of 40

  • date post

    02-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    26
  • download

    0

Embed Size (px)

description

medic

Transcript of Tp Dislipidemi Winda

BAB IPENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Keberhasilan pembangunan di segala bidang membawa kemajuan dan peningkatan kesejahteraan, dan perubahan status sosial masyarakat, yang secara tidak disadari juga merubah gaya hidup seseorang, termasuk pola makan sehari-hari yang cenderung lebih menyukai makanan yang kaya lemak dan daging daripada makanan nabati yang kaya serat.Dampak perubahan hidup dan pola makan sehari-hari berakibat pada perubahan pola penyakit dari penyakit infeksi dan rawan gizi ke penyakit-penyakit degeneratif, diantaranya adalah penyakit jantung dan pembuluh darah atau kardiovaskuler, dan akibat kematian yang ditimbulkannya. Perubahan pola makan yang lebih menyukai kaya lemak dan daging daripada makanan nabati yang kaya serat, mengakibatkan peningkatan kadar kolesterol total, kolesterol LDL, trigliserida dan penurunan kolesterol HDL dikenal dengan dislipidemia. Data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), kolesterol tinggi mempengaruhi 20% orang dewasa di atas usia 20 tahun di Amerika Serikat. Prevalensi tertinggi terjadi pada wanita antara usia 65 tahun dan 74 tahun.1 Di Indonesia, angka kejadian hiperkolesterolemia meningkat, pada penelitian MONICA di Jakarta, hiperkolesterolemia (kolesterol > 250 mg%) pada laki laki 11.4% (1988) meningkat menjadi 14.8% (1993) kemudian menurun menjadi 12.8% (2000) dan 15.2% (1988), 18.0% (1993) menjadi 17.7% (2000) pada perempuan.2 Kardiovaskuler penyebab kematian nomer satu secara global. 17,3 juta orang diperkirakan meninggal karena penyakit ini pada tahun 2008.3 Dari jumlah ini diperkirakan 7,3 juta disebabkan oleh penyakit jantung koroner dan 6,2 juta disebabkan oleh stroke. Kematian karena penyakit kardiovaskuler lebih dari 80% terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Pada tahun 2030, hampir 23,6 juta orang akan meninggal akibat penyakit kardiovaskuler, terutama dari penyakit jantung dan stroke, ini diproyeksikan untuk tetap menjadi penyebab utama kematian tunggal.3 Data WHO menyebutkan 15 juta orang di dunia mengalami stroke setiap tahunnya. Stroke menjadi penyebab kematian nomer tiga di Amerika Serikat, lebih dari 140 ribu orang meninggal setiap tahunnya karena stroke pada usia diatas 65 tahun.Riset Kesehatan Dasar Departemen Kesehatan Republik Indonesia tahun 2007 melaporkan prevalensi stroke 8,3 perseribu penduduk, dan menjadi penyebab kematian 15,4% dari total penyebab kematian.4 Peningkatan angka kejadian penyakit jantung dan stroke di Indonesia diperkirakan berkaitan dengan peningkatan angka kejadian faktor risiko. Faktor risiko dibagi menjadi dua, yaitu faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi seperti umur, jenis kelamin, ras/ etnik, genetik, dan faktor risiko yang dapat dimodifikasi seperti hipertensi,dislipidemia, diabetes melitus, merokok, obesitas, kurangnya aktifitas fisik dan menopause.5 Selain itu juga dikenal faktor risiko baru antara lain inflamasi, homosistein,Lp-a dan hiperkoagulasi.5 Peningkatan kadar kolesterol total seiring dengan bertambahnya risiko penyakit jantung koroner, namun sebaliknya hubungan antara kolesterol dan risiko stroke masih belum jelas. Hal ini di sebabkan stroke adalah suatu sindrom heterogen, penyebab dan abnormalitas lipid untuk jenis stroke tertentu berbeda antara satu orang dengan lainnya. Dalam sebuah penelitian ditemukan hubungan positif antara kolesterol dan stroke. Sub fraksi lipoprotein dianggap sebagai salah satu faktor risiko yang dapat diperhitungkan. Oleh karena itu, perlu di bahas mengenai subtipe stroke dan subfraksi lipoprotein.6 Framingham Heart Study Prediction Score Sheets, mengukur faktor risiko berdasarkan usia, kadar kolesterol HDL, LDL, tekanan darah, kebiasaan merokok, adanya penyakit diabetes melitus untuk mengestimasi risiko penyakit kardiovaskuler pada laki laki dan wanita.7 Dalam suatu penelitian, penurunan kolesterol 1% akan menurunkan angka terjadinya penyakit kardiovaskuler 1%.8 Penurunan kolesterol 3-4 % sangat bermakna secara klinis karena setiap penurunan kolesterol 1% berarti risiko terkena penyakit kardiovaskuler sebanyak 2-3%.9 National Cholesterol Education Program (NCEP) Expert Panel on detection,evaluation, and treatment of high blood cholesterol in adults (ATP III), merekomendasikan untuk membatasi asupan lemak jenuh dan kolesterol dalam makanan sehari-hari dan menggantinya dengan asupan lemak tak jenuh.12

1. 2 Besaran Masalah - Banyaknya teori yang menjelaskan asupan gisi merupakan faktor resiko terjadinya aterosklerosis dan penyakit kardiovaskuler, stroke pada individu yang rentan secara genetik maupun individu lainnya yang telah mengalami perubahan pola makan akibat dari kemajuan tehnologi dan perubahan status sosial. -Masih kurangnya edukasi, pengetahuan dan konsultasi gizi serta kurangnya upaya preventif, dalam mencegah terjadinya penyakit kardiovaskuler, stroke

1.3. Pertanyaan Masalah - Bagaimana dampak pemberian terapi gizi terhadap penurunan kolesterol LDL pada penderita penyakit kardiovaskuler, stroke - Apakah terapi zat gizi yang tepat dapat meningkatkan kualitas hidup dan mencegah terjadinya rekurensi bagi penderita penyakit kardiovaskuler, stroke 1.4. Tujuan Penulisan1.4.1 Tujuan umum - Menganalisa pengaruh pemberian terapi gizi terhadap penurunan kolesterol pada penderita penyakit kardiovaskuler, stroke 1.4.2 Tujuan Khusus - Menganalisa penurunan kadar kolesterol LDL terhadap pemberian diet rendah kolesterol, rendah lemak jenuh, tinggi serat pada penderita penyakit kardiovaskuler, stroke

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

2.1. Definisi LipidLipid adalah senyawa yang mengandung tiga gugus karbon dan hidrogen yang tidak larut dalam air (hidrofobik) tetapi larut dalam pelarut organik. Dalam ilmu gisi lipid dikelompokkan menjadi lipid sederhana, lipid komplek dan lipid turunan. Lipid sederhana dibagi lagi menjadi lipid netral ( monogliserida, digliserida, trigliserida) dan ester asam lemak dengan alkohol yang mempunyai berat molekul tinggi. Lipid komplek terbagi menjadi fosfolipid dan lipoprotein. Lipid turunan terbagi menjadi asam lemak dan sterol ( kolesterol, ergosterol). Secara klinis lipid yang penting adalah kolesterol, fosfolipid dan asam lemak.9 Secara kimia sebagian lipid dasar dari trigliserida adalah asam lemak yang merupakan asam organik hidrokarbon rantai panjang. Lemak dalam makanan kecuali asam lemak rantai pendek diabsorbsi dari usus ke dalam limfe. Selama proses pencernaan, sebagian trigliserida dipecah menjadi monogliserida dan asam lemak. Kemudian, sewaktu melewati sel epitel usus, monogliserida dan asam lemak disintesis kembali menjadi molekul trigliserida baru yang masuk ke dalam limfe dalam bentuk droplet kecil yang tersebar yang disebut kilomikron. Sebagian besar kolesterol dan fosfolipid yang diabsorbsi dari saluran pencernaan memasuki kilomikron. Jadi meskipun kilomikron terutama terdiri atas trigliserida, kilomikron juga mengandung sekitar 9% fosfolipid, 3% kolesterol dan 1% apolipoprotein B. Kilomikron kemudian ditransport ke atas melalui duktus toraksikus dan masuk ke dalam darah vena yang bersirkulasi pada pertemuan vena jugularis dan subklavia.10,11 Lipid bersifat hidrofobik, untuk dapat larut dalam plasma harus terikat pada protein yang dikenal dengan nama apoprotein atau Apo. Senyawa lipid dan apoprotein dikenal dengan lipoprotein. Berdasarkan kandungan lipid dan jenis apoproteinnya maka dikenal lima jenis lipoprotein yaitu Kilomikron, Very low density lipoprotein ( VLDL), Intermediate density lipoprotein (IDL), Low density lipoprotein ( LDL) dan High density lipoprotein ( HDL ).11

2.1.1 Klasifikasi Lipid National Cholesterol Education Program Adult Treatment Panel III (NCEP ATP III) pada tahun 2001 membuat klasifikasi kadar lipid. Berbeda dengan klasifikasi sebelumnya, pada klasifikasi ini tertera kadar lipid optimal yang dianjurkan.12 Tabel 1. Klasifikasi kadar lipid plasma ( mg/dl ).12NO.Profil Lipid Keterangan

1.Kolesterol total : < 200 200 239 240 Yang dinginkan Batas tinggi Tinggi

2.Kolesterol LDL : < 100 100 129 130 159 160 189 190 Optimal Mendekati optimal Batas tinggi Tinggi Sangat tinggi

3.Kolesterol HDL : < 40 60 Rendah Tinggi

4.Trigliserida : < 150 150 199 200 499 500 Normal Batas tinggi Tinggi Sangat tinggi

Tabel 2 . Jenis lipoprotein,apoprotein dan kandungan lipid.12 Jenis Jenis Kandungan Lipid (%)Lipoprotein Apoprotein Trigliserida Kolesterol Fosfolipid

Kilomikron Apo-B 48 80-95 2 -7 3-9

VLDL Apo-B 100 55-80 5 -15 10-20

IDL Apo-B 100 20-50 20-40 15-25

LDL Apo-B 100 5-15 40-50 20-25

HDL Apo-A I, 5-10 15-25 20-30 Apo-A II

Tabel.3 Jenis Apolipoprotein, lipoprotein dan tempat sintesis.3ApolipoproteinLipoproteinTempat Sintesis

A-IKilomikron, HDLHepar, Usus halus

A-IIHDLHepar

B-48Kilomikron Usus halus

B-100VLDL, IDL, LDLHepar

C-1Kilomikron, VLDL, HDLHepar, Paru, Kulit, Testis, Limpa

C-IIKilomikron, VLDL, HDLHepar, Usus halus

C-IIIKilomikron, VLDL, HDLHepar, Usus halus

EKilomikron, VLDL, HDL Hepar, Otak, Kulit, Testis, Limpa

(a)Lipoprotein (a)Hepar