Tgs kelompok 7 (1) parenting teori solusi isu anak

Click here to load reader

  • date post

    22-Jun-2015
  • Category

    Education

  • view

    809
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Tgs kelompok 7 (1) parenting teori solusi isu anak

  • 1. Lingkungan Anak sebagai PenyebabPermasalahan pada Anak:Adiksi terhadap Games(PS dan online), Rokok,dan NarkobaDosen : Dr. Ir. Dwi Hastutii, M.ScSudi Herlin Rahmawati I251120051Fitri Meilani I2511200181MK : Teori dan Prinsip Pengasuhan AnakKel : 7

2. Berbagai Permasalahandan Isu Tentang Anak 3. Kasus 1Meninggal Setelah Bermain Play Station (lokasi: KotaMagetan)Nanda Rizky Saputra (12 tahun) terkena serangan jantungsetelah bermain games selama 2 hari di warung internetdekat rumahnya. Selama 2 hari tersebut Nanda selalupulang larut malam ke rumah dan pada hari keduasebelum ia menyelesaikan games point blankyangterakhir ia menghembuskan nafas terakhir akibat seranganjantung. Dokter mengatakan pemicu serangan jantungtersebut karena ia sedikit makan, minum dan istirahat.(sumber: www.magetankita.com/27/02/13) 4. Games Membuat Anak Bertemperamen KasarSeorang ibu di Sydney mengatakan puteranya yangberusi 13 tahun tergantung dengan game komputer,dia sampai hanya bersekolah beberapa kali sajaselama dua tahun, dan bereaksi dengan kekerasansegala upaya untuk menyingkirkannya dari depanlayar.Dia mulai memukul-mukul tembok, melemparbenda-benda dan mengancamku. Semua ini terjadiakibat permainan yang paling adiktif, World ofWarcraft," tutur sang ibu.Kasus 2 5. Para orang tua menceritakan anak-anak mereka,paling muda berusia 10 tahun, tertidur di depan mejakomputernya ketika mereka harus berangkat sekolahkarena mereka bangun hingga larut hanya untukbermain vidio games seperti Minecraft.Pada kasus yang paling ekstrim, para remaja dandewasa muda menghabiskan sekitar 50 jam hampirnon-stop bermain game komputer online, bahkanenggan ke toilet untuk rehat.(sumber: www.shikaumaru.com/journal/28/11/2011) 6. Kecanduan Rokok di Usia DiniAldi (2,7) anak asal Desa Teluk Kemang KecamatanSungai Lilin, Muba Sumsel, mampu mengkonsumsiberbungkus-bungkus rokok dalam sehari. Kini, setelahmengikuti saran dari Komnas PA, kondisi Aldi terbebasdari jeratan adiksi nikotin dengan mengikuti terapi selama1 bulan di RSPA Bambu Apus, Jakarta. Kasus ini hanyasebagian kecil masalah perokok di Indonesia.(sumber: www.buanasumsel.com/09/03/2010)Kasus 3 7. Kecanduan Alkohol pada Anak-anakJumlah anak-anak Inggris yang memiliki masalah dengan minum-minuman keras telah meningkat secara dramatis, menunjukkanpeningkatan sekitar 12 persen selama delapan tahun terakhir,sebuah studi baru memperingatkan.Menurut statistik dari Badan Pengobatan Nasional PenyalahgunaanObat, lebih dari 3.000 remaja Inggris, bahkan beberapa berusia 12tahun, diharuskan untuk mencari pengobatan untuk mengatasimasalah ketergantungan mereka terhadap minuman keras tahunlalu. Selain itu 6 orang remaja dirawat di rumah sakit karenakecelakan akibat mengkonsumsi minuman keras, demikian lansiranpresstv, Kamis 13 September. Survei baru ini juga menemukanbahwa 18 otoritas lokal di Inggris merawat lebih dari 10 anak dibawah 14 tahun karena penyalahgunaan alkohol dalam 12 bulanterakhir.Kasus 4 8. Pada tanggal 12 September 2012, sebuahstudi baru yang dilakukan oleh LembagaPenelitian Masyarakat menemukan bahwahampir satu dari tiga anak di Inggris sekaranghidup dengan setidaknya satu orangtua, yangmerupakan peminum berat dan digolongkansebagai tukang minum dalam pesta.(sumber: www.muslimdaily.net/14/09/2012) 9. Aktifitas Nge-lem pada Anak JalananNgelem adalah istilah untuk menghirup aroma dari bahan lembiasanya lem kambing untuk menempel ban sepeda atauuntuk merekatkan bahan kayu. Kandungan dari lem kambingini terdiri dari bahan karet sintetik,resin dan pelarut yangdisebut dengan toluen. Toluen dalam industri farmasi seringdigunakan untuk pembuatan pemanis buatan sacharin dananastesi lokal. Lem kambing inilah yang disalah gunakanoleh anak-anak jalanan kadang2 juga anak2 sekolahan yangterpengaruh pergaulan.(sumber: www.sosbud.kompasiana.com/2013/01/30/)Kasus 5 10. Dr. Richardo Wahyu Santoso, salah seorang ketuapokja dari Dewan Nasional untuk KesejahteraanSosial yang banyak menangani anak-anakpecandu narkoba dan psikotropica mengatakan,saat ini banyak anak jalanan yang ngelem sebagaipengganti narkoba. (sumber:http://metro.kompasiana.com/2012/07/27/) Ngelem itu dapat di kelompokan ke kegiatanpenyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Alkohol,Psikotropika, dan Zat Adiktif ) bahasa kerennyaadalah NARKOBA yang merupakan singkatan dariNarkotika dan Obat Berbahaya. Kita sudah banyakmendengar suguhan kata-kata ini dan telahmenjadi ancaman di depan mata. (sumber:http://smpn3.disdikporabna.com/2012/11/05/) 11. Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN),kasus pemakaian narkoba oleh pelaku dengan tingkatpendidikan SD hingga tahun 2007 berjumlah 12.305. Dataini begitu mengkhawatirkan karena seiring denganmeningkatnya kasus narkoba (khususnya di kalangan usiamuda dan anak-anak, penyebaran HIV/AIDS semakinmeningkat dan mengancam. Penyebaran narkoba menjadimakin mudah karena anak SD juga sudah mulai mencoba-coba mengisap rokok. Tidak jarang para pengedar narkobamenyusup zat-zat adiktif (zat yang menimbulkan efekkecanduan) ke dalam lintingan tembakaunya. (sumber:http://metro.kompasiana.com/2012/07/27/) 12. Pengertian Adiksi 13. Kecanduan atau adiksi (addiction) adalah kebutuhanyang kompulsif untuk menggunakan suatu zatpembentuk kebiasaan, atau dorongan taktertahankan untuk terlibat dalam perilaku tertentu.Dua fitur penting dari kecanduan adalah toleransi,meningkatnya kebutuhan zat yang lebih banyakuntuk mendapatkan efek yang sama, dan penarikan(withdrawal), gejala tidak menyenangkan yangtimbul ketika seorang pecandu dicegah untukmenggunakan zat tersebut. 14. Adiksi timbul karena adanya rasa senang yangditimbulkan oleh hormon dopamin saat suatukegiatan. Pada orang tertentu, yang butuh pemuasankesenangan akan terus mengulang-ulang kegiatantersebut untuk menimbulkan efek kesenangan padadiri.(sumber : http://kamuskesehatan.com) 15. Penyalahgunaan zat (substance abuse) adalahpenggunaan alkohol atau narkoba jenis lain yangberbahaya. Ini adalah pola perilaku yang kurangadaptif dalam jangka waktu lebih dari sebulanpemakaian. Penyalahgunaan zat dapat menjadiketergantungan zat (kecanduan) baik secarafisiologis, psikologis, atau keduanya, dan terusberlangsung sampai dewasa. Ketergantungan zatsangat berbahaya bagi anak-anak atau remaja,karena dapat merubah fungsi dan perkembangan otak(Papalia, 2008). 16. Putus zat (withdrawal) adalah rasa sakit yang hebatdan tidak diinginkan dan keinginan untuk memperolehobat-obatan adiktif. Ketergantungan psikologis adalahkebutuhan psikologis untuk menggunakan obatterlarang, seperti remaja yang mengalami masalahdan tekanan dalam keluarga akan menggunakannarkoba sebagai pengalihan dari masalahnya(sebagai anti depresan).(sumber: Santrock, 1996) 17. Faktor Resiko1. Tempramen yang sulit2. Kontrol impuls yang buruk dan kecenderungan mencarisensasi (yang mungkin memiliki dasar biokimia).3. Pengaruh keluarga (predisposisi genetik terhadap alkoholismedan pola asuh yang buruk).4. Masalah perilaku sejak dini dan menetap, terutama agresivitas.5. Kegagalan di bidang akademis dan kurangnya komitmenterhadap pendidikan.6. Penolakan teman sebaya.7. Bergaul dengan pengguna narkoba.8. Keterasingan dan sifat memberontak.9. Sikap positif terhadap pengguna narkoba.10. Mencoba narkoba sejak usia dini.(sumber: Papalia, 2008) 18. Adiksi Games dan InternetKecanduan teknologi (Griffiths, 1996) dan kecanduan komputer(Shotton, 1991) sebelumnya telah dipelajari di Inggris. Namun,kecanduan internet adalah pertama kali diperkenalkan dalamsebuah studi perintis oleh Young (1996), yang memicu suatucontroversial debat oleh para dokter dan akademisi.Hal kontroversi ini adalah bahwa hanya zat fisik yangtertelan kedalam tubuh bisa disebut "adiktif" (misalnya, Rachlin, 1990)Walker, 1989) mendefinisikan kecanduan mencakup sejumlahperilaku yang tidak melibatkan memabukkan seperti perjudian(Griffiths, 1990), bermainvideo game (Keepers, 1990), makanberlebihan (lesuire & Bloome, 1993), olahraga (Morgan, 1979),hubungan cinta (Peele & Brody, 1975), dan menonton televisi. 19. Skala Pengukuran Young(1996)1. Apakah Anda merasa ingin menggunakan internet?(berpikir tentang sebelumnya atau mengantisipasikegiatanberikutnya)2. Apakah Anda merasa perlu untuk menggunakan internetdengan meningkatnya jumlah waktu untuk mencapaikepuasan?3. Apakah Anda berulang kali gaga untuk mengontrol,mengurangi, atau menghentikan penggunaan internet?4. Apakah Anda merasa gelisah, murung, depresi, ataupemarah ketika mencoba untuk mengurangi penggunaanInternet?.5. Apakah Anda tinggal lebih lama untuk menggunakaninternet daripada yang diniatkan dari awal? 20. 7. Pernahkah Anda terancam atau mempertaruhkan hilangnyahubungan yang signifikan, pekerjaan, pendidikan ataupeluang karir karena Internet?8. Apakah Anda berbohong kepada anggota keluarga, terapis,untuk menyembunyikan tingkat keterlibatan denganInternet?9. Apakah Anda menggunakan Internet sebagai cara untukmelarikan diri dari masalah atau untuk melepaskan suatudysphoric mood (misalnya, perasaan tidak berdaya,,depresikecemasan rasa bersalah)? 21. Pasien dianggap "kecanduan" bila merekamenjawab "ya" untuk lima (atau lebih) daripertanyaan di atas dan ketika perilaku merekatidak bisa dihentikan, maka perilaku merekadigolongkan sebagai Episode Manic.(Sumber: Young, 1996) 22. Landasan Teori dan KonteksnyaDalam Mengatasi PermasalahanAnak 23. Social Learning Theory (Bandura)Anak-anak belajar sesuatu dari lingkungannya;Ketika mereka melihat teman-teman nyamemperoleh kesenangan bermain games,merokok (persepsi sudah dewasa), minum alkoholdan narkoba (anak gaul) maka ia akan tergiuruntuk mendapat kesenangan yg sama, persepsibahwa kalau jadi orang dewasa maka harusmerokok, minum alkohol, narkoba.Pencegahan dan penyembuhan yang dilakukanorang tua adalah dengan memberi penjelasanpada anak dengan kasih sayang, ketika munculfenomena buruk tersebut dilingkungan anak-anak,bahwa sesungguhnya perilaku itu bukan memberikesenangan namun kerusakan (Santrock, 2002). 24. Behaviourism Theoriy (Piaget)Conditioning = HabituationSetiap anak jika diberikan stimulus yang berulang, makaia akan terkondisikan dan memberi respon sesuaistimulus yg diberikan kepadanya, Maka ketika orangtua dan lingkungan membiarkan anak-anak bermaingames, merokok, mengkonsusmsi alkohol dan narkoba,secara langsung maupun tidak langsung, lingkungantelah memberi stimulus pengkondisian dan pembiasaan(habituating) yg buruk, akibatnya anak akan kebablasandan menjadi ketagihan. Pada hal-hal tersebut.Solusinya adalah orang tua harus membuatpengkondisian kepada anak yaitu tidak memberikanfasilitas-fasilitas yg dapat memicu anak mengakses hal-hal tersebut dengan bebas (tidak membeli peralatangames yg berlebihan, membatasi uang saku,memperdulikan setiap tindakan anak, tidak membelikanHP dll) 25. Maslow Hierarchy NeedSetiap orang termasuk anak-anak dan remajaakan melakukan aktifitas yang mendatangkanrasa kesenangan.Freud PsychosexualAnak bertindak berdasarkan id sehingga ia tidakmempertimbangkan perbuatannya tersebutberbahaya atau tidak. 26. Echology Theory (Bronfenbrenner)Anak yang adiktif terhadap sesuatu karena memang iatinggal dilingkungan yang mendukung hal itu terjadi danmempengaruhi kehidupan mereka, karena anak adalahbagian dari suatu lingkuangan yang berlapis-lapis yangterdiri dari microsystem (lingkungan terdekat; keluarga,sekolah, tetangga), mesosystem (interaksi dalamlingkungan micro), exosystem (institusi yg tidak secaralangsung mempengaruhi anak (tempat kerja orang tua,media masa, mall), macrosystem (lingkungan terluarmesosystem dan exo yg saling berhubungan;kestabilan ekonomi, agama, sosial budaya) danchronosytem (interaksi antar berbagai sistem secaraterus menerus). 27. Internet porn and cybersex are drugsas addictive as cocaine. Internet pornworks on peoples thinking with chapterstargeting different groups--males,females, child abusers, and corporateAmerica. (sumber: Mark B. Kastleman, 2007, TheDrug of the New Millenium) 28. ReferensiKastleman, MB. (2007). The Drug of the New Millennium: The BrainScience Behind Internet. Power Thinking Publishing.Papalia, DE, Olds, SW, & Feldman RD. (2008). HumanDevelopment. New York: Mc-Graw Hills.Santrock, JW. (1996). Adolescence. New York: Mc-Graw Hills.Santrock, JW. (2002). Life Span Development. New York: Mc-GrawHills.Young, KS. (1996). Internet Addiction: Symptoms, Evaluation, andTreatment. Clinical Practice (Volume 17). L. VandeCreek & T. L.Jackson (Eds.), Sarasota, FL: Professional Resource Press. 29. www.shikaumaru.com/journal/28/11/2111 [diakses pada27/02/2013]www.magetankita.com/27/02/13 [diakses pada 27/02/2013]www.buanasumsel.com/09/03/2010 [diakses pada 27/02/2013]www.muslimdaily.net/14/09/2012 [diakses pada 27/02/2013]www.sosbud.kompasiana.com/2013/01/30/ [diakses pada27/02/2013)http://kamuskesehatan.com [diakses pada 27/02/2013]