tatib sm km ugm

download tatib sm km ugm

of 28

  • date post

    29-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    226
  • download

    2

Embed Size (px)

description

tata tertib senat mahasiswa km ugm

Transcript of tatib sm km ugm

PERATURAN TATA TERTIB

SENAT MAHASISWA

KELUARGA MAHASISWA

UNIVERSITAS GADJAH MADA

2014

BAB I

KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam Tata Tertib ini yang dimaksud dengan:

Senat Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang selanjutnya disebut SM KM UGM adalah lembaga legislatif yang berasal dari unsur Partai mahasiswa dan independen

Anggota SM KM UGM, yang selanjutnya disebut Anggota, adalah wakil mahasiswa UGM yang telah ditentukan dan/atau ditetapkan sesuai perundangan-undangan KM UGM dan dalam melaksanakan tugasnya akan sungguh-sungguh memperhatikan kepentingan mahasiswa UGM.

Alat kelengkapan adalah perangkat SM KM UGM dalam menjalankan fungsi, tugas dan wewenangnya.

Fraksi adalah pengelompokan Anggota SM KM UGM berdasarkan konfigurasi unsur Partai Mahasiswa KM UGM dan Independen.

Komisi adalah pengelompokkan bidang kerja SM KM UGM guna memenuhi seluruh fungsi legislasi, pengawasan, dan aspirasi.

Pimpinan SM KM UGM adalah alat kelengkapan SM KM UGM dan merupakan satu kesatuan pimpinan yang bersifat kolektif dan kolegial yang terdiri atas 1 (satu) orang ketua dan 2 (dua) orang wakil ketua.

Kolektif dan kolegial sifat persamaan prinsip yang disepakati oleh semua anggota dalam pengambilan keputusan.

Penanggung Jawab Sementara yang selanjutnya disebut PJS SM KM UGM adalah anggota senat terpilih yang merupakan perwakilan dari Partai Mahasiswa yang memperoleh kursi terbanyak.

Rapat dengar pendapat dengan mahasiswa adalah rapat yang diadakan untuk menggali aspirasi, melakukan sosialisasi kebijakan dan program kerja SM KM UGM secara langsung, yang diadakan sekurang-kurangnya satu kali dalam satu periode.

Rapat dengan Presiden Mahasiswa adalah rapat yang diadakan untuk mendengar Laporan Perkembangan Kerja Presiden Mahasiswa dan membahas hal-hal lain yang diperlukan yang dilaksanakan sekurang-kurangnya satu kali dalam dua bulan.

Rapat Paripurna adalah rapat yang diadakan untuk membahas dan mengesahkan Undang-Undang antara SM KM UGM dan Presiden Mahasiswa.

Rapat Pleno SM KM UGM adalah rapat untuk membahas hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas dan wewenang SM KM UGM.

Rapat gabungan komisi adalah rapat bersama yang diadakan oleh lebih dari satu komisi, dihadiri oleh anggota-anggota komisi yang bersangkutan dan dipimpin oleh Pimpinan Rapat Gabungan Komisi.

Rapat komisi adalah rapat yang dipimpin oleh ketua komisi untuk membahas permasalahan yang terkait dengan tugas dan wewenang komisi tersebut.

Rapat Panitia Kerja adalah rapat anggota Panitia Kerja yang dipimpin oleh Ketua Panitia Kerja.

Rapat terbuka adalah rapat yang selain dihadiri oleh Anggota, juga dapat dihadiri oleh bukan Anggota, baik yang diundang maupun yang tidak diundang.

Rapat tertutup adalah rapat yang boleh dihadiri oleh Anggota rapat dan pihak diundang.

Risalah adalah catatan yang dibuat secara lengkap dan berisi seluruh jalannya pembicaraan yang dilakukan dalam rapat serta dilengkapi dengan catatan tentang :

a. jenis dan sifat rapat;

b. hari dan tanggal rapat;

c. tempat rapat;

d.acara rapat;

e.waktu pembukaan dan penutupan rapat;

f. ketua dan sekretaris rapat;

g.jumlah dan nama Anggota yang menandatangani daftar hadir; dan

h.undangan dan peninjau yang hadir.

17. Catatan Rapat adalah catatan yang memuat pokok pembicaraan dalam rapat.

Laporan Singkat adalah laporan yang memuat kesimpulan dan/atau putusan rapat.

Undangan adalah peserta yang bukan Anggota, yang hadir dalam rapat atas undangan Pimpinan SM KM UGM.

Peninjau adalah peserta yang hadir dalam rapat tanpa undangan Pimpinan SM KM UGM dengan sepengetahuan dari Pimpinan SM KM UGM.

Pengambilan keputusan adalah proses penyelesaian akhir suatu masalah yang dibicarakan dalam setiap jenis rapat SM KM UGM.

Peninjauan Kembali yang selanjutnya disebut dengan PK adalah upaya istimewa untuk meninjau kembali hasil pembahasan sebelum diambil keputusan akhir dalam rapat SM KM UGM

BAB II

KEDUDUKAN, SUSUNAN, FUNGSI, TUGAS, DAN WEWENANG

Pasal 2

Kedudukan

SM KM UGM merupakan lembaga perwakilan mahasiswa yang berkedudukan sebagai pengurus organisasi KM UGM, sebagaimana dimaksud dalam Angaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Keluarga Mahasiswa Universitas Gadjah Mada Tahun 2013.

Pasal 3

Susunan

1. SM KM UGM terdiri atas anggota partai mahasiswa dan anggota dari independen yang dipilih melalui Pemilu Mahasiswa.

2. SM KM UGM terdiri atas :

a. Perwakilan partai mahasiswa yang berjumlah 24 orang yang dipilih melalui Pemilu Mahasiswa; dan

b. Perwakilan independen yang berjumlah 19 orang terdiri dari unsur perorangan yang dipilih melalui Pemilu Mahasiswa.

3. SM KM UGM terdiri atas :

a. Fraksi;

b. Kelengkapan SM KM UGM yang meliputi :

a) Pimpinan SM KM UGM

b) Sekretaris Bendahara Senat

c) Komisi

d) Staf Ahli

e) Panitia Kerja

f) Badan Kehormatan

Pasal 4

Fungsi

SM KM UGM memiliki fungsi legislasi, fungsi aspirasi, dan fungsi pengawasan.

Pasal 5

Tugas dan Wewenang

SM KM UGM melaksanakan tugasnya berdasarkan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KM UGM, Ketetapan Kongres KM UGM, dan Undang-Undang KM UGM.

Pasal 6

1. SM KM UGM mempunyai tugas :

Secara umum mengawasi pelaksanaan Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) oleh BEM KM UGM;

Secara khusus mengawasi jalannya kepengurusan organisasi yang dipimpin oleh Presiden Mahasiswa dan tidak menjadi panitia dalam seluruh kegiatan di bawah koordinasi Presiden Mahasiswa;

Menghimpun dan merumuskan aspirasi mahasiswa UGM untuk diteruskan kepada Presiden Mahasiswa;

Menyosialisasikan kebijakan dan program-program kerja SM KM UGM kepada mahasiswa;

Bersama Presiden Mahasiswa membuat Undang-undang sebagai aturan yang lebih detail daripada AD/ART sesuai dengan kebutuhan;

Mendengar dan memberikan tanggapan terhadap Laporan Pertanggungjawaban Presiden Mahasiswa selama satu periode dalam Kongres KM UGM;

Menyampaikan Laporan Pelaksanaan Tugasnya dalam Kongres KM UGM; dan

Menyosialisasikan perkembangan kerja KM UGM sekurangkurangnya satu kali pada tengah kepengurusan kepada mahasiswa dalam bentuk laporan publik.

2. SM KM UGM mempunyai wewenang:

Jika dalam penilaian SM KM UGM, Presiden Mahasiswa tidak melaksanakan tugasnya dan atau melanggar AD/ART, maka SM KM UGM dapat melakukan rapat untuk mengeluarkan memorandum I dengan kesepakatan 2/3 jumlah anggota SM KM UGM dan jika dalam batas waktu 2 minggu Presiden Mahasiswa masih melakukan kesalahan maka SM KM UGM dapat melakukan rapat untuk mengeluarkan memorandum II dengan kesepakatan 50 % + 1 jumlah anggota SM KM UGM. Jika dalam batas waktu 2 minggu setelah batas waktu tersebut Presiden Mahasiswa tidak memperbaikinya, maka SM KM UGM dapat mengajukan usulan diadakannya Kongres Istimewa;

Apabila dianggap darurat, Kongres Istimewa dapat diadakan atas usulan 2/3 jumlah anggota SM KM UGM sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam AD/ART KM UGM;

Mewakili KM UGM yang berhubungan dengan lembaga legislatif mahasiswa;

Membuat Rancangan Perubahan AD/ART KM UGM jika diperlukan;

Mengusulkan penggantian anggota kepada partai mahasiswa yang bersangkutan berdasarkan mekanisme dalam pasal 9;

Dapat mengeluarkan pernyataan sikap terkait dengan kondisi internal maupun eksternal KM UGM di lingkup UGM dan di luar UGM; dan

Mengajukan pertanyaan, meminta keterangan dan memberikan pertimbangan kepada Presiden Mahasiswa menyangkut sikap organisasi yang diambil terhadap persoalan-persoalan yang ada dalam kehidupan kampus, bangsa, dan negara.

3. SM KM UGM, dalam kepentingan pelaksanaan tugas dan wewenangnya dapat meminta menteri BEM KM UGM, staf kementrian BEM KM UGM, atau mahasiswa UGM untuk memberikan keterangan tentang sesuatu hal yang perlu ditangani demi kepentingan mahasiswa UGM.

BAB III

KEANGGOTAAN

Pasal 7

Keanggotaan SM KM UGM ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan KM UGM.

Anggota harus memenuhi persyaratan keanggotaan SM KM UGM, sebagaimana dimaksud dalam undang-undang KM UGM.

Keanggotaan SM KM UGM yang dipilih melalui PEMILU MAHASISWA, dilantik oleh Kongres KM UGM dengan ketetapan kongres KM UGM.

Pasal 8

1. Masa Keanggotaan SM KM UGM adalah satu periode kepengurusan.

2. Setiap Anggota masuk ke dalam komisi.

3. Pimpinan dan Sekretaris tidak masuk ke dalam komisi.

4. Setiap anggota, sebagaimana maksud ayat 2, dapat merangkap sebagai alat kelengkapan SM KM UGM.

Pasal 9

1. Anggota berhenti antarwaktu karena :

Meninggal dunia;

Mengundurkan diri sebagai Anggota atas permintaan sendiri secara tertulis serta memberikan alasan yang rasional dan menguatkan;

Diusulkan oleh Partai Mahasiswa KM UGM yang bersangkutan

2. Anggota diusulkan untuk diberhentikan antarwaktu karena :

a. Tidak dapat melaksanakan tugas secara berkelanjutan atau berhalangan tetap sebagai Anggota;

b. Tidak lagi memenuhi persyaratan kenggotaan SM KM UGM berdasarkan AD/ART KM UGM dan Undang-Undang tentang Pemilu Mahasiswa;

c. Melanggar Angaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Keluarga Mahasiswa Universitas Gadjah Mada;

d. Melanggar Tata Tertib SM KM UGM dan telah mendapat Surat Peringatan sebanyak 3 kali; dan

e. Keputusan bersama rapat SM KM UGM.

3. Pemberhentian Anggota yang telah