Studi Sistem Instrumentasi Dalam Perubahan Cuaca Di Bmkg

download Studi Sistem Instrumentasi Dalam Perubahan Cuaca Di Bmkg

If you can't read please download the document

  • date post

    12-Dec-2014
  • Category

    Documents

  • view

    143
  • download

    8

Embed Size (px)

Transcript of Studi Sistem Instrumentasi Dalam Perubahan Cuaca Di Bmkg

STUDI APLIKASI FISIKA PADA ALAT-ALAT DI BMKGOLEH 1. NIKE DWI G.D 080810622 2. FIRDAYANA EKA 080810490

LOGO

PENDAHULUANLATAR BELAKANG

1. Memenuhi syarat kelulusan sks perkuliahan 2. Tentang keadaan cuaca saat ini

LOGO

TujuanDari latar belakang diatas, maka tujuan dari Praktik Kerja Lapangan (PKL) di BMKG Juanda Surabaya adalah Memahami proses pengoperasian instrumen perkiraan cuaca Memahami prinsip kerja instrumen perkiraan cuaca

Manfaat1. Dapat mengetahui dan menggambarkan secara langsung proses pengoperasian perkiraan cuaca yang setiap hari diramalkan. 2. Dapat memahami dalam penggambaran secara langsung tentang cara kerja alatalat BMKG dalam proses pengamatan perubahan cuaca. 3. Memenuhi mata kuliah Praktek Kerja Lapangan di Jurusan Fisika Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga. 4. Belajar mengenal lingkungan kerja, sehingga kami sebagai mahasiswa dapat bekerja secara optimal ketika memasuki dunia kerja suatu hari nanti.

LOGO

Batasan masalahAdapun batasan masalah dari metode observasi yang dilakukan pada kegiatan PKL kami adalah Jenis-jenis alat yang digunakan untuk pengamatan cuaca. sistem dan cara kerja alat-alat BMKG dalam menentukan prakiraan cuaca di suatu daerah.

Waktu dan tempatKegiatan yang dilakukan selama kerja praktik dilaksanakan di perusahaan. Adapun tempat dan waktu pelaksanaan kerja praktik adalah: Tempat : Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG Juanda) Alamat : Sedati, Juanda, Sidoarjo Jawa timur Waktu : 12 Februari 12 Maret

LOGO

Profil BMKG

Stasiun Meteorologi Juanda Surabaya merupakan Unit Pelaksana Teknis dari Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Sebagai Stasiun Meteorologi Kelas I yang berada di lingkungan bandara Juanda, Stasiun Meteorologi Juanda memiliki tugas pokok melaksanakan fungsi BMKG di bidang Meteorologi khususnya untuk menunjang keselamatan transportasi udara. Untuk melayani kebutuhan masyarakat umum tentang informasi cuaca untuk kota Surabaya dan kota-kota lainya di Jawa Timur, baik untuk hari ini maupun esok hari.

LOGO

Visi dan Misi BMKGVisi :Terwujudnya BMKG yang tanggap dan mampu memberikan pelayanan meteorologi, klimatologi, kualitas udara dan geofisika yang handal guna mendukung keselamatan dan keberhasilan pembangunan nasional serta berperan aktif di tingkat internasional.

Misi : Mengamati dan memahami fenomena Meteorologi, Klimatologi, Kualitas udara dan Geofisika. Menyediakan data dan informasi Meteorologi, Klimatologi, Kualitas udara dan Geofisika yang handal dan terpercaya Melaksanakan dan mematuhi kewajiban internasional dalam bidang Meteorologi, Klimatologi, Kualitas udara dan Geofisika. Mengkoordinasikan dan memfasilitasi kegiatan di bidang Meteorologi, Klimatologi, Kualitas udara dan Geofisika.

LOGO

Struktur Organisasi

LOGO

BMKG kelas I JUANDA

Stasiun Observasi

Stasiun Aeorologi

Stasiun Komunikasi

Forecaster

LOGO

Stasiun ObservasiAlat-alat di Stasiun Observasi : 1. Alat-alat konvensional 2. Alat-alat canggih

LOGO

Alat-alat konvensionalO Sangkar meteorologi O Psikometer bola kering dan bola basah O Termometer maksimum dan minimum O Termohigrograf O Barometer: barometer air raksa, barometer O O O O

O

aneroid. Penakar hujan : penakar hujan biasa dan penakar hujan Hellman. Evaporimeter Pyranometer Cambell stoke Anemometer

Alat-alat canggihO Radar

O AWOS (Automatic Weather

Observing System )

Stasiun Aerologialat-alat di stasiun Aerologi : 1. Pilot balon 2. Theodolite 3. Radiosonde (RASON)

LOGO

AWOSPengamatan meteorologi yang diperoleh secara otomatis : Arah dan kecepatan angin Tekanan (QFE,QNH) Suhu udara titik embun Hujan Visibilitas meteorologi Nilai rentang visibilitas landasan Ketinggian awan.

Prinsip kerja AWOSPrinsip kerja AWOS berdasarkan sensor dari masing-masing unsur cuaca yang diamati. Kemudian hasil dari sensor ini dikirim menggunakan via LAN di WORK station (stasiun Observasi) selanjutnya dikirim di stasiun komunikasi dan Forecaster.

Tekanan Atmosfer PTB 220Barometer digital mengukur tekanan atmosfer. Ini terdiri dari 3 transducer. Barometer dilokasikan pada stasiun Met, di dalam bingkai MILOS. Tabel di bawah ini adalah ringkasan sensor dilihat dari karakteristik fisika dan tampilannya.

Sifat Tipe sensor Area pengukuran Resolusi Total akurasi Suhu operasi

spesifikasi Vaisala BAROCAP, Kapasitive Silikon 5001000hPa 0,1 hPa 0,15 hPa (termasuk 1 tahun pelintasan) -40.+60 oC

Sensor titik embun HMP243 dengan pengukuran suhuTransmitter titik embun HMP243 sesuai untuk penggunaan dalam atau di luar aplikasi meteorologi dimana secara tiba-tiba suhu berubah dan kondisi berangin dapat terjadi. Vaisala HUMICAP transmiter titik embun tipe HMP240 menyediakan pengukuran titik embun yang cepat dan dipercaya khususnya di bawah kondisi kelembapan tinggi. Sensor ini terdiri dari kapasitansi yang bahan dielektrik berbahan polimer film tipis dimana menyerap dan melepaskan uap air.

Fitur dan suhu Range pengukuran Sensor Akurasi

Spesifikasi -40.+100oC HUMICAP KC sensor Titik embun dibawah +0,5 C, Kelembapan relatif : +0,5%RH+2,5%pembacaan suhu +0,1 C pada

20 CWaktu respon (90%) pada 15 s +20oC

Suhu udara diukur oleh dengan sensor tipe platinum (PT100). Sensor diinstal di Housing G-AlSi12, IP65 (NEMA4) dalam pelindung berventilasi radiasi matahari secara alami, melindungi hasil pengukuran dalam pengaruh radiasi matahari secara langsung. Sensor ini terdiri dari resistansi dimana nilai resistansinya bergantung pada ketinggian suhu.Fitur , suhu Elemen sensor Akurasi Sensitivitas Operasi suhu Housing Spesifikasi Elemen resistansi Platinum PT 100 DIN 43760 0,385 ohm/oC -40+60oC ABS Plastik

Serial output available

RS232C

Kecepatan angin, anemometer WAA151Kecepatan angin diukur dengan anemometer optoelectronic Vaisala yang diinstal dalam instrumen tiang paralel pada landasan dan pada zona titik nol pada landasan. Pengamatan ketinggian standard dari 6-10 meter. WAA151 memiliki respon yang cepat, dengan ambang bawah anemometer. Dalam putaran mangkok ini memiliki tiga mangkok kerucut dengan pengaruh cahaya menyediakan lineritas terbaik selama dalam range operasi sampai mencapai 75 m/s.Fitur Spesifikasi

Rangepengukuran Ambang permulaan

075 m/s (0260 km/jam)

0,5 m/s atau di bawahnya

Akurasioperasi suhu Penyimpangan suhu

0,19 m/s-40+55 oC -60.70 oC

Daya

10,5..15,5 VDC/20 mA

Arah angin, Baling-baling Angin WAV151Arah angin diukur dengan penghitung kesetimbangan Vaisala, dengan ambang rendah optoelectronic baling-baling angin terinstal dalam instrumen tiang paralel pada landasan pada zona pendaratan landasan. Ketinggian pengamatan standard mulai dari 6 sampai 10 meter. LED inframerah dan phototransistor dipasang dalam enam orbit setiap sisi 6-bit GRAY-coded disc. Penyalahan baling-baling, disc dibuat berubah dalam kode yang diterima oleh phototransistor.FiturRange pengukuran Ambang permulaan

Spesifikasi0360 deg (kecepatan angin 0,375 m/s) 0,4 m/s atau di bawahnya (khas sekitar 0,20,3)

Resolusi Akurasi Operasi suhu Penyimpangan suhu Daya

5,63 deg 2,8 deg -40+55oC -60+70oC 10,515,5 VDC/ 20 mA

Housing

ALSi12

Transmissometer MITRAS dengan latar belakang Luminance meter LM21Penggunaan tiga variabel; visibilitas horisontal, intensitas cahaya landasan, dan luminance background menaksir runway Visual range (RVR). Sistem RVR mengumpulkan data visibilitas dari transmissometer, data background luminance dari sensor background luminance dan pengaturan cahaya landasan dari unit interface berdedikasi. System RVR mengkonfirmasi untuk keperluan ICAO dan mengikuti praktik yang direkomendasikan ICAO.Sensor Background Luminance LM21 Fitur Range pengukuran Akurasi pengukuran Range respon spektrum Medan penglihatan Spesifikasi 240000 cd/m2 10% Mendekati mata manusia 400700 nm 6 deg

Transmissometer MITRAS Fitur Range pengukuran Resolusi Akurasi Range pengukuran visibilitas Spesifikasi 0100% transmittance 0,02 % transmitter 1% full scale range (FSR) Dasar tunggal

(MOR range)

251500 m dengan 35 m baseline402000 m dengan 50 m baseline 503000 m dengan 75 m baseline 705000 m dengan 100 m baseline 10010000 m dengan 200 m baseline

Dasar ganda (pilihan) 73000 m dengan 10 dan 75 m baseline 710000 m dengan 10 dan 200 m baseline Range taksiran RVR (perkiraan pencahayaan) Dasar tunggal 100...1500 m dengan 35 m baseline 150...2000 m dengan 50 m baseline 200...3000 m dengan 75 m baseline 300...5000 m dengan 100 m baseline 500...10000 m dengan 200 m baseline

Dasar ganda (pilihan)403000 m dengan 10 dan 75 m baseline 4010000 m dengan 10 dan 200 m baseline Interval sampel 1 detik

Waktu konstanOperasi suhu Housing Power supply

30 atau 60 detik-40+55oC Aluminium, weatherproof 115 / 130 / 230 / 240 VAC +10% -15% nilai nominal, 45 ... 65Hz 500 W total, 550 W total dengan background luminance meter Sampai 60 m/s Xenon flash bulb

Konsumsi daya Kecepatan angin Sumber cahaya

Ketinggian awan, Ceilometer CT25KCeilometer mengukur ketinggian awan dan visibilitas vertikal. Ceilometer bekerja pada teknologi laser LIDAR pulsa diode, dimana pulsa pendek dan kuat terkirim keluar arah vertikal atau mendekati vertikal. Cahaya pantulan-backscatter disebabkan oleh embun, kabut, virga, hujan, dan awan diukur dengan laser diukur sebagai pulsa laser yang terpancar di langit. Hasil dari backscatter ini merupakan sinyal terhadap ketinggian, yang tersimpan dan diproses dan dasar awan terdeteksi. Fitur SpesifikasiRange pengukuran Resolusi Akurasi (melawan target) Laser Panjang gelombang Keamanan mata Skala penguk