Spektrum september 2014

download Spektrum september 2014

of 36

  • date post

    01-Apr-2016
  • Category

    Documents

  • view

    242
  • download

    17

Embed Size (px)

description

 

Transcript of Spektrum september 2014

  • Puji Syukur kami panjatkan kepa-da Tuhan Yang Maha Kuasa, atas berkat dan anugerah penyertaan-Nya, kami dapat menyelesaikan majalah SPEK-TRUM edisi SEPTEMBER 2014. Pengerjaan majalah ini pun tidak luput dari berbagai halangan maupun rintangan. Namun, semua itu tidak me-nyurutkan semangat kami untuk mem-berikan yang terbaik. Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh anggota BPN-ISMKI dan seluruh mahasiswa/I yang ter-libat dalam penyusunan majalah ini dari awal hingga akhir.

    Pada edisi kali ini, kami mengangkat tema tentang penerapan senioritas dalam pendidikan kedokteran. Diangkatnya tema ini, diharapkan dapat membuka wawasan teman sejawat ten-tang senioritas dalam pendidikan kedok-teran, dari segi positif maupun negatifnya, serta membuka pandangan teman sejawat tentang senioritas apakah suatu masalah ataukah suatu solusi. Itulah sekilas ulasan isi SPEKTRUM kali ini, dengan bangga kami LPM NERVI beserta BPN-ISMKI mempersembahkan SPEKTRUM EDISI SEPTEMBER 2014. Selamat menikmati. Kalau bukan sekarang, kapan lagi ? Kalau bukan kita, siapa lagi? Maju terus PERS MAHASISWA !

    Salam Redaksi Direktur Utama

    Maria Megilda Bosri Direktur Utama Terpilih

    Iqbal Maulana Malik Sekretaris Umum Andi Wali Syafaat Bendahara Umum

    Leonita Vivian Homalessy Koordinator Penerbitan

    SPEKTRUM Emirza Nur Wicaksono

    Penanggung Jawab Rubrik Ida Bagus Ari Sudewa

    Intan Chairrany Putu Ria Asprila Dewi Kardiana Izza Ell Milla Quri Meihaerani Savitri

    R.A. Endah Jona Sari Dessy Dwi Zahrina Romel Ciptoadi W

    Wahyu Rachwaldy Putry SHafirra R

    Tri Hastuti Kepala Divisi Interna Siqbal Karta Asmana

    Kepala Divisi Eksterna Rezita Oktiana Rah-

    mawati Kepala Divisi Danus

    Wahyu Insan Kepala Divisi Litbang

    Ong Reaya Sany

    REDAKSI

    Ketua Umum Iriyanti Aderina Patola

    Sekretaris Umum Leonita Vivian Homalessy

    Ketua Tender Febri O. M. Bani

    Ketua Rubrik Tender Yemima E.Z. Ambesa Tim Rubrik Tender Paulus Raga Come

    Megaputri Y. Ratu Edo Vanny P. Huky Lena Roby Aditya Surya Basterlita Rumere

    Ketua Layout Tender Swempi M. Abolla Tim Layout Tender

    Leander P.D. Sili Willy Oematan Reza Eka Putra

    Reynaldi Stefano Athanasius G.D. Putra Ketua Danus Tender Deodatus Th. Suriasa Tim Danus Tender Edwardus T. Adar Dea Lumban Gaol Vindy D. V. Manik

    SPEKTRUM | Edisi September 2014

    Dari Redaksi 1

    Apa Kata Mereka 2

    Laporan Utama 3

    Laporan Khusus 7

    Opini 10

    Profil 11

    Infokes 14

    Ethnomedicine 16

    ISMKI dan Organisasi 18

    Introduce Us 28

    Info Lokal 29

    Pengembangan Diri 30

    Hiburan Dan Seni 32

    Kesan dan Pesan 33

    Daftar Isi

    Model Cover : Megumi - Vanny - Rina Jean (1-2-3-S.Ked)

    1

    Dari Redaksi

  • 2

    SEBAGAI MAHASISWA KEDOKTERAN, PANDANGANMU

    MENGENAI SENIORITAS SEPERTI APA? LALU APAKAH KALIAN

    SETUJU KALAU SENIORITAS DITERAPKAN DALAM PENDIDIKAN

    KEDOKTERAN?

    Kalau saya sih nggak setuju, tapi ya mau bagaimana lagi,

    memang senioritas sendiri di kedokteran memang ada di-

    mana-mana, sekarang ya tergantung bagaimana kitanya aja.

    Seharusnya senior itu memberi contoh yang baik, tapi disalahgunakan, fak-

    tanya banyak sekali senior yang arogan, tapi hal itu sepertinya memang su-

    dah tradisi di Kedokteran

    saya setuju, karena itu untuk

    menghargai mereka yang lebih dulu

    menuntut ilmu dari pada kita, saya

    sendiri melihat senioritas dari kemampuan dia berpikir, kemam-

    puan dia berperilaku dengan senior, junior, maupun teman seba-

    ya, untuk senior yang kadang suka mencari kesalahan dari

    yuniornya, menurut saya itu sebuah skenario senior untuk melihat

    cara berpikir yunior menghadapi senior yang seperti itu

    SYAMSIA

    FK UNISMUH Makassar 2011

    SITI RAHMAWATI

    FK Universitas Cendrawasih 2012

    Saya nggak setuju, menurut saya baik senior maupun yunior,

    semuanya sama, tidak ada yang lebih tinggi maupun lebih rendah. Harusnya

    ilmunya yang ditonjolkan. Senior sendiri itu orang yang lebih dulu masuk FK dari

    kita, yang seharusnya membimbing kita, tapi terkadang diselewengkan, karena

    mereka lebih senior tak sedikit dari mereka yang Gila Hormat Namun seper-

    tinya senioritas tidak bisa dihapuskan mengingat sudah jadi budaya dan

    hukum alam, bahwa junior harus hormat sama senior.

    RETNO A. WULANDARI

    FK Universitas Malahayati 2013

    Senioritas ya? Aku sih setuju aja, tapi senioritasnya ngajarin supaya beretika,

    jangan yang berlebihan sampai disuruh ini itu, ya setidaknya kalau ada sen-

    ioritas, mahasiswa yang tingkat bawah bisa lebih menghargai, coba kalau

    nggak diseniorin? Misalnya nih ya, mentang-mentang dia

    anak orang mampu atau apalah, dia jadi sombong, terus

    gak peduli urusan bersama, kan bahaya juga tuh kalau

    seperti itu.

    EKO PRESTIYANA MEGAWATI

    FK Universitas Tanjungpura 2011

    SPEKTRUM | Edisi September 2014 Apa Kata Mereka

  • Kata Senioritas mungkin sudah tidak lagi

    asing ditelinga kita. Secara harfiah menurut Kamus

    Besar Bahasa Indonesia, senioritas berarti suatu

    keadaan lebih tinggi dalam pangkat, pengalaman,

    dan usia; prioritas status atau tingkatan yang

    diperoleh. Senioritas adalah pemberian

    keistimewaan dalam berbagai hal kepada orang yang

    lebih tua atau lebih dahulu dari kita dikarenakan

    orang tersebut dianggap memiliki pengalaman.

    Sistem senioritas ini sudah banyak diterapkan baik

    di tingkat sekolah maupun perguruan tinggi secara

    turun temurun dan terkadang dimanfaatkan oleh para

    senior sebagai ajang unjuk eksistensi. Tak terkecuali

    Pendidikan Kedokteran, baik dalam pendidikan

    tingkat Strata-1, profesi maupun pendidikan dokter

    spesialis. Di fakultas kedokteran, senioritas adalah

    sebuah bentuk pendidikan penghargaan kepada

    orang lain. Selain itu, dalam prosesnya menjadi

    dokter, mahasiswa pasti akan membutuhkan

    seniornya, karena itulah mahasiswa juga dituntut

    berinteraksi dengan orang lain, terutama yang senior.

    Ada pula yang mengatakan, dengan senioritas,

    mahasiswa baru yang biasanya merasa bangga

    dirinya bisa masuk FK, fakultas yang dimata

    masyarakat sangat elit bila dibandingkan fakultas

    lain, juga bisa mengenal kata menghargai dan sadar

    bahwa kehidupan di fakultas ini tidaklah mudah. Di

    sisi lain, banyak yang menganggap bahwa sistem

    senioritas ini hanya dapat menimbulkan dendam

    bagi para junior ke seniornya

    Namun, Bagaimana penerapaan senioritas

    supaya efektif? apakah penerapan Senioritas harus

    melulu dengan kekerasan? Penerapan nilai-nilai

    Senioritas dapat kita lakukan dengan penanaman dan

    metode pembinaan nilai-nilai senioritas tanpa

    kekerasan. Tak dipungkiti lebih dari 65% fakultas

    kedokteran di Indonesia menerapkan senioritas,

    beberapa diantaranya tergolong senioritas yang berat

    karena disinyalir akan menimbulkan hambatan pada

    kegiatan kemahasiswaan kampus.

    Sebenarnya, filosofi dari senioritas di fakultas

    kedokteran sendiri yaitu seorang calon dokter harus

    diajarkan sejak dini mengenai ketepatan waktu,

    perhargaan terhadap orang yang lebih tua, rasa

    sayang terhadap yang muda, kepedulian terhadap

    sesama agar bisa menyesuaikan diri dengan

    kehidupan bermasyarakat nantinya. Tanpa adanya

    senioritas, mahasiswa baru yang beberapa

    diantaranya cenderung masih tinggi hati itu mungkin

    akan terus membawa kebanggaannya kemana-mana.

    Berjalan lurus dengan dada membusung tanpa

    senyum bak model pakaian luar negeri, sama sekali

    berbeda dengan harapan masyarakat akan dokter

    yang penuh ramah tamah

    Pada pelaksanaanya, senioritas dalam

    pendidikan kedokteran Indonesia terjadi di dalam

    maupun di luar lingkungan kampus, dalam kegiatan

    akademik maupun non akademik. Tidak hanya

    berlangsung dalam masa orientasi kampus saja. Ada

    saja rantai feodal bertajuk senioritas di sana sini.

    Seperti yang ada di sebuah fakultas kedokteran

    perguruan tinggi swasta tertua di Kota Semarang.

    Dalam pelaksanaan praktikum di laboratorium,

    senior sebagai asisten laboratorium (aslab) memiliki

    kewenangan penuh untuk memperlakukan

    Pasal 1: Senior Selalu Benar

    Pasal 2: Jika Senior salah, lihat

    kembali Pasal 1

    PENERAPAN SENIORITAS DALAM PENDIDIKAN KEDOKTERAN,

    MASALAH ATAU SOLUSI?

    Emirza Nur Wicaksono (FK Universitas Islam Sultan Agung 2010)

    Intan Chairrany (FK Universitas Sriwijaya 2012)

    SPEKTRUM | Edisi September 2014 Laporan Utama

    3

  • juniornya di laboratorium. Lalu perlakuan dari

    para aslab kepada praktikan yunior dan senior yang

    mengikuti praktikum dalam blok (red: mata kuliah)

    sangat berbeda. Praktikan dengan angkatan lebih

    senior yang mengulang blok bisa seenaknya

    diluluskan langsung saat responsi, baik mengikuti

    maupun tidak mengikuti responsi. Praktikan senior

    juga bebas tidak membuat laporan praktium dan

    tidak mengikuti pengesahan laporan praktikum (red:

    ACC) dan diluluskan langsung dengan nilai yang

    bagus. Sedangkan praktikan yunior harus mengikuti

    semua proses, plus shock therapy dari aslab disetiap

    serangkaian kegiatan lab selesai. Contoh lain,

    senioritas dalam pertandingan olahraga yang

    menerapkan pasal 1 dengan sedikit modifikasi:

    Senior selalu menang, senior seakan punya kuasa di

    lapangan, suporter yunior