SOSIALISASI POLA TANAM PADI SRI...

of 11 /11
Mengangkat Harkat dan Martabat Petani Dengan Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Hasil Pertanian Padi Melalui Pengembangan Pola Tanam SRI Organik SOSIALISASI POLA TANAM PADI SRI ORGANIK tanggung jawab sosial untuk masyarakat petani

Transcript of SOSIALISASI POLA TANAM PADI SRI...

Page 1: SOSIALISASI POLA TANAM PADI SRI ORGANIKblog.ub.ac.id/argayonixwirasma/files/2013/11/sri-organik-konves... · peningkatan penggunaan kuantitas dan kualitas benih, pupuk dan pestisida/insektisida.

Mengangkat Harkat dan Martabat PetaniDengan Meningkatkan Kualitas

dan Kuantitas Hasil Pertanian PadiMelalui Pengembangan Pola Tanam SRI Organik

SOSIALISASI POLA TANAM

PADI SRI ORGANIK

tanggung jawab sosialuntuk masyarakat petani

Page 2: SOSIALISASI POLA TANAM PADI SRI ORGANIKblog.ub.ac.id/argayonixwirasma/files/2013/11/sri-organik-konves... · peningkatan penggunaan kuantitas dan kualitas benih, pupuk dan pestisida/insektisida.

LATAR BELAKANG Indonesia dikenal sebagai negara agraris karena sebagian besar rakyatnya hidup dari pertanian. Pada awalnya kondisi alam, cuaca dan budaya masyarakat di Indonesia sangat mendukung sektor pertanian ini dimana tanah Indonesia merupakan tanah yang sangat subur dan produktif sehingga pertanian memang cocok untuk terus dikembangkan di Indonesia. Namun dalam perkembangannya secara umum semakin lama kondisi tanah pertanian di Indonesia semakin rendah tingkat kesuburannya yang berdampak kepada semakin menurunnya tingkat produksi pertanian. Dalam upaya mengembalikan tingkat produksi pertaniannya akhirnya para petani mengupayakannya dengan meningkatkan biaya produksi diantaranya berupa peningkatan penggunaan kuantitas dan kualitas benih, pupuk dan pestisida/insektisida. Pada awalnya penambahan biaya produksi ini bisa memberikan peningkatan kepada hasil pertanian, namun untuk selanjutnya tingkat produksi kembali menurun. Hal ini langsung berdampak kepada kehidupan sosial-ekonomi para petani yaitu makin menurunnya tingkat kesejahteraan hidupnya karena hasil pertaniannya yang sangat minim bahkan minus. Keadaan seperti ini menjadikan para petani yang merupakan bagian terbesar dari rakyat Indonesia berada pada posisi di bawah garis kemiskinan. Kemiskinan dan pengangguran yang terjadi merupakan masalah sosial baik di tempat asal maupun di kota-kota besar tujuan urbanisasi dan berpotensi menimbulkan kerawanan sosial seperti kriminalitas dan penyakit masyarakat lainnya. Oleh tentunya peningkatan kesejahteraan warga masyarakat desa yang mayoritas adalah petani perlu mendapat perhatian yang baik. Pada saat ini ada harapan sebagai solusi terbaik bagi pertanian di Indonesia dalam peningkatan hasil produksi yaitu melalui pola pertanian dengan metoda SRI Organik yang lebih menekankan pada peningkatan kemampuan tanah dalam memberikan nutrisi kepada tanaman melalui pemberian pupuk organik dan peningkatan pertumbuhan akar tanaman dengan pengaturan pola penanaman padi yaitu dengan jarak yang renggang, bibit tunggal dan tidak dilakukan perendaman lahan persawahan. Dengan pola tanam padi SRI Organik juga diharapkan kelestarian lingkungan dapat tetap terjaga dengan baik, demikian juga dengan taraf kesehatan manusia dengan tidak digunakannya bahan-bahan kimia untuk pertanian. Dengan diterapkannya pola pertanian SRI Organik ini setelah diadakannya pelatihan maka selain akan terjadinyan peningkatan produksi beras juga akan berdampak pada`perbaikan kondisi lingkungan sebagai efek penggunaan pupuk dan pestisida organik serta dihilangkannya kebiasaan petani saat ini dalam membakar jerami sisa panen yang dialihkan menjadi bahan baku kompos/pupuk organik. Untuk lebih memberdayakan petani, pola tanam SRI organik ini digabungkan dengan Sistem Pertanian Terintegrasi.

Page 3: SOSIALISASI POLA TANAM PADI SRI ORGANIKblog.ub.ac.id/argayonixwirasma/files/2013/11/sri-organik-konves... · peningkatan penggunaan kuantitas dan kualitas benih, pupuk dan pestisida/insektisida.

MAKSUD DAN TUJUAN Sosialisasi untuk pengembangan pola pertanian dengan metoda SRI Organik ini bertujuan : - Mengembalikan harkat dan martabat petani melalui peningkatan kualitas dan kuantitas hasil pertanian untuk kesejahteraan

hidupnya. - Memberikan keuntungan secara ekonomis dari lahan atau usaha pertanian ini kepada petani penggarap dan pemilik lahan - Mengurangi ketergantungan petani terhadap pihak luar sehingga menjadi petani yang mandiri dan tidak menjadi objek

eksploitasi pihak luar. - Menjaga kelestarian lingkungan. - Mempertahankan taraf kesehatan petani dan yang mengkonsumsi hasil pertaniannya. - Mencapai kemandirian pangan nasional. BENTUK SOSIALISASI Kegiatan sosialisasi pola tanam SRI Organik ini lebih menekankan kepada aspek sosial untuk membantu para petani beralih dari sistem konvensional ke sistem pertanian organik dengan pola tanam SRI. Sosialisasi dilakukan dalam bentuk pelaksanaan pengenalan sistem pertanian padi organik dengan pola tanam SRI dan pinjaman dana untuk pembiayaan lahan petani yang akan dijadikan demplot. Pembiayaan ini diharapkan bersumber dari penitipan dana para donatur atau sponsor untuk kemudian digulirkan dalam membuka serta mengelola demplot di berbagai tempat. Pembiayaan lahan demplot/percontohan bisa untuk lahan seluas 1 hektar ataupun kurang yang dapat disesuaikan dengan luas lahan dalam penguasaan pemilik/penggarap lahan yang bersedia di jadikan sebagai demplot. Donasi/sponsorship (berapa pun jumlahnya) akan dikumpulkan/digabungkan sampai jumlahnya memungkinkan untuk dapat digunakan sebagai bantuan pinjaman kepada petani dalam melakukan pegolahan lahan secara SRI Organik dan/atau digunakan dalam program lainnya dalam rangka pemberdayaan masyarakat desa yang laporan penggunaannya dapat diakses secara on-line terbatas oleh para donatur. Pemberdayaan petani menjadi program yang sangat penting untuk mencegah sektor pangan di Indonesia yang sangat vital ini dikuasai oleh kekuatan modal asing/kaum kapitalis.

Page 4: SOSIALISASI POLA TANAM PADI SRI ORGANIKblog.ub.ac.id/argayonixwirasma/files/2013/11/sri-organik-konves... · peningkatan penggunaan kuantitas dan kualitas benih, pupuk dan pestisida/insektisida.

RENCANA BIAYA DAN PROYEKSI PENDAPATAN PER HEKTAR A. Rencana Biaya

Perkiraan Biaya produksi pada SRI Organik per 1 hektar per musim tanam (sekitar 115 - 120 hari) untuk daerah Kota/Kabupaten Bandung dan sekitarnya (Subang, Garut, dll) adalah sebagai berikut : No. Uraian Satuan Jumlah Harga Total

1. Honor Bulanan Petani Setempat Tugas : a. Pembuatan Kompos, MOL, POC, POL b. Perawatan Padi c. Pengeringan HasilPanen

Bulan 4 400.000 1.600.000

2. Pembuatan Saung Kompos Unit 4 100.000 400.000 3. Tong untuk MOL, POC, POL Unit 3 120.000 360.000 4. Transportasi Sosialisasi Kunjungan 1 150.000 150.000 5. Transportasi Inspeksi Kunjungan 8 150.000 1.200.000 6. Benih Kg 6 10.000 60.000 7. Pengolahan Lahan (Traktor/Kerbau) Set 1 800.000 800.000 8. Pengolahan Lahan (Pencangkulan, dll) HOK 30 35.000 1.050.000 9. Penanaman HOK 50 15.000 750.000

10. Pemeliharaan/Penyiangan HOK 30 35.000 1.050.000 11. Penggilingan Padi Kg 6.000 300 1.800.000 12. Karung Ea 1.200 2.500 300.000 13. Transportasi ke Penggilingan Set 1 400.000 400.000 Total Biaya Produksi / 1 hektar 9.920.000*

Page 5: SOSIALISASI POLA TANAM PADI SRI ORGANIKblog.ub.ac.id/argayonixwirasma/files/2013/11/sri-organik-konves... · peningkatan penggunaan kuantitas dan kualitas benih, pupuk dan pestisida/insektisida.

Perkiraan Biaya produksi pada SRI Organik per 0,5 hektar per musim tanam (sekitar 115 - 120 hari) untuk daerah Kota/Kabupaten Bandung dan sekitarnya (Subang, Garut, dll) adalah sebagai berikut : No. Uraian Satuan Jumlah Harga Total

1. Honor Bulanan Petani Setempat Tugas : a. Pembuatan Kompos, MOL, POC, POL b. Perawatan Padi c. Pengeringan HasilPanen

Bulan 4 200.000 800.000

2. Pembuatan Saung Kompos Unit 2 100.000 200.000 3. Tong untuk MOL, POC, POL Unit 3 120.000 360.000 4. Transportasi Sosialisasi Kunjungan 1 150.000 150.000 5. Transportasi Inspeksi Kunjungan 8 150.000 1.200.000 6. Benih Kg 3 10.000 30.000 7. Pengolahan Lahan (Traktor/Kerbau) Set 1 400.000 400.000 8. Pengolahan Lahan (Pencangkulan, dll) HOK 15 35.000 525.000 9. Penanaman HOK 25 15.000 375.000

10. Pemeliharaan/Penyiangan HOK 15 35.000 525.000 11. Penggilingan Padi Kg 3.000 300 900.000 12. Karung Ea 600 2.500 150.000 13. Transportasi ke Penggilingan Set 1 200.000 200.000 Total Biaya Produksi / 0,5 hektar 5.815.000*

* Perkiraan biaya tersebut di atas menyesuaikan dengan biaya yang umumnya berlaku didaerah dimana lahan itu digarap.

Biaya-biaya tersebut ditarik dari hasil penjualan panen dan dapat dikembalikan kepada donatur/sponsor bila pada awal pemberian donasi/sponsorship disepakati demikian, atau digulirkan untuk sosialisasi di lokasi lain, atau digulirkan untuk program pemberdayaan masyarakat desa bentuk lainnya.

Page 6: SOSIALISASI POLA TANAM PADI SRI ORGANIKblog.ub.ac.id/argayonixwirasma/files/2013/11/sri-organik-konves... · peningkatan penggunaan kuantitas dan kualitas benih, pupuk dan pestisida/insektisida.

B. Proyeksi Pendapatan Luas Areal Lahan 1 ha a. Penyusutan Bobot Untuk Beras Organik

Gabah Kering Pungut (GBP) : Gabah Kering Giling (GKG) = 1 : 0,80 Gabah Kering Giling (GKG) : Beras = 1 : 0,65

b. Harga Jual Beras SRI organik : Rp. 6.500,-/kg (menyesuaikan dengan kondisi pasar dan kualitas beras) c. Hasil Produksi per hektar : 6.000 kg (sebelum dipotong bagian pemanen, menyesuaikan dengan kondisi/hasil Masa

Tanam sebelumnya) : 5.400 kg (setelah dipotong bagian pemanen, menyesuaikan dengan kondisi/hasil Masa

Tanam sebelumnya) d. Pendapatan dalam 5 hektar = 5.400 kg x 0,80 x 0,65 x Rp. 6.500,-/kg. = Rp. 18.252.000,- Luas Areal Lahan 0,5 ha a. Penyusutan Bobot Untuk Beras Organik

Gabah Kering Pungut (GBP) : Gabah Kering Giling (GKG) = 1 : 0,80 Gabah Kering Giling (GKG) : Beras = 1 : 0,65

b. Harga Jual Beras SRI organik : Rp. 6.500,-/kg (menyesuaikan dengan kondisi pasar dan kualitas beras) c. Hasil Produksi per 0,5 hektar : 3.000 kg (sebelum dipotong bagian pemanen, menyesuaikan dengan kondisi/hasil Masa

Tanam sebelumnya) : 2.700 kg (setelah dipotong bagian pemanen, menyesuaikan dengan kondisi/hasil Masa

Tanam sebelumnya) d. Pendapatan dalam 5 hektar = 2.700 kg x 0,80 x 0,65 x Rp. 6.500,-/kg. = Rp. 9.126.000,-

Page 7: SOSIALISASI POLA TANAM PADI SRI ORGANIKblog.ub.ac.id/argayonixwirasma/files/2013/11/sri-organik-konves... · peningkatan penggunaan kuantitas dan kualitas benih, pupuk dan pestisida/insektisida.

POLA PEMBAGIAN HASIL PANEN DENGAN PETANI a. Terlebih dahulu disepakati mengenai hasil existing sebelumnya, yang umumnya adalah rata-rata sebesar 4.000 kg/ha b. Bila hasil panennya melebihi hasil existing sebelumnya :

- Pihak petani berhak mendapatkan bagian panen sejumlah 4.000 kg/ha - Pembiayaan pada skema di atas kecuali item 4 dan 5 merupakan pinjaman kepada petani dan dikembalikan dari bagian hak

petani - Pembiayaan item 4 dan 5 diambil dari kelebihan hasil panen dan bila ternyata tidak mencukupi menjadi tanggung jawab

pihak GO SRI - Bila seluruh pembiayaan sudah bisa dikembalikan dan masih ada kelebihan hasil panen, sisa kelebihan panen dibagi 50%

untuk petani dan 50% untuk kas GO SRI untuk digunakan dalam pembiayaan kegiatan sosialisasi lainnya dalam kaitan pertanian organik pola tanam padi SRI

c. Bila hasil panennya lebih sedikit dari hasil existing sebelumnya maka petani tetap berhak mendapat hasil minimum sejumlah 4.000 kg/ha dan kekurangannya merupakan tanggung jawab GO SRI yang diambil dari kas sosialisasi pola tanam ini. Pembiayaan pada skema di atas kecuali item 4 dan 5 yang merupakan pinjaman, tetap dikembalikan dari bagian hak petani.

INFO LEBIH LANJUT R. Utju Suiatna : 081221 278 178 / [email protected] Kantor : Jl. Cimanuk No. 5A Bandung Tel. : 022-7050 6050 Fax. : 022-42 12 482 e-mail : [email protected] http://www.healthy-rice.com http://www.infoorganik.com

Page 8: SOSIALISASI POLA TANAM PADI SRI ORGANIKblog.ub.ac.id/argayonixwirasma/files/2013/11/sri-organik-konves... · peningkatan penggunaan kuantitas dan kualitas benih, pupuk dan pestisida/insektisida.

PENUTUP Dengan dilaksanakannya pola pertanian SRI Organik diharapkan pertanian di Indonesia dapat kembali bergairah dan dapat mengangkat kembali harkat dan martabat para petani Indonesia yang merupakan bagian terbesar dari rakyat Indonesia melalui peningkatan hasil pertanian. Dengan kesejahteraan petani karena pertanian Indonesia yang membaik tentunya diharapkan Indonesia menjadi Negara yang makmur dan sejahtera dan mampu mandiri dalam pengadaan pangan. Semoga dukungan dan partisipasi dari semua pihak pada program pengembangan pola pertanian SRI Organik ini dapat menjadi kontribusi yang sangat bernilai dalam mencapai tujuan-tujuan yang telah disebutkan sebelumnya. Hormat Kami, Ganesha Organic SRI ttd R. Utju Suiatna Rev. Date 07/Sep/09

Page 9: SOSIALISASI POLA TANAM PADI SRI ORGANIKblog.ub.ac.id/argayonixwirasma/files/2013/11/sri-organik-konves... · peningkatan penggunaan kuantitas dan kualitas benih, pupuk dan pestisida/insektisida.

LAMPIRAN

KENAIKAN PRODUKTIFITAS DI BANDING MT SEBELUMNYA (KONVENSIONAL) : 60% (semula 0,75 ton/100 bata menjadi 1,2 ton/100 bata) PRODUKTIFITAS RATA-RATA 8,5 TON/HA ; KONVENSIONAL DI DESA YANG SAMA 5,5 TON/HA (lebih tinggi 54%)

Hasil Panen SRI Organik lebih mengkilap – lebih berat/berisi

Page 10: SOSIALISASI POLA TANAM PADI SRI ORGANIKblog.ub.ac.id/argayonixwirasma/files/2013/11/sri-organik-konves... · peningkatan penggunaan kuantitas dan kualitas benih, pupuk dan pestisida/insektisida.

Beberapa Liputan Media Massa Pada Kegiatan Ganesha Organic SRI / AgriBisnis Ganesha Panen Padi SRI Organik di lahan GO SRI Cijambe Subang

Page 11: SOSIALISASI POLA TANAM PADI SRI ORGANIKblog.ub.ac.id/argayonixwirasma/files/2013/11/sri-organik-konves... · peningkatan penggunaan kuantitas dan kualitas benih, pupuk dan pestisida/insektisida.

Beberapa Liputan Media Massa Pada Kegiatan Ganesha Organic SRI / AgriBisnis Ganesha Panen Padi SRI Organik di lahan GO SRI Gentasari Cilacap