SAMBUTAN KETUA BAWASLU - berikutnya adalah IKP Pilkada 2015, IKP Pilkada 2017, dan IKP Pilkada 2018

download SAMBUTAN KETUA BAWASLU - berikutnya adalah IKP Pilkada 2015, IKP Pilkada 2017, dan IKP Pilkada 2018

of 173

  • date post

    23-Feb-2020
  • Category

    Documents

  • view

    5
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of SAMBUTAN KETUA BAWASLU - berikutnya adalah IKP Pilkada 2015, IKP Pilkada 2017, dan IKP Pilkada 2018

  • 1

    SAMBUTAN KETUA BAWASLU

    Puji dan syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa karena atas karunianya-Nya,

    sehingga Indeks Kerawanan Pemilihan Umum (IKP) Tahun 2019 dapat diselesaikan.

    Sebagai Ketua Bawaslu saya menyambut gembira dan memberikan apresiasi atas

    terbitnya buku IKP 2019. IKP 2019 adalah salah satu karya monumental Bawaslu.

    Pelaksanaan pemilu yang berintegritas, akuntabel, dan berkualitas merupakan

    salah satu tujuan yang hendak dicapai dari praktik demokrasi substantif. Namun,

    seperti kita ketahui bersama bahwa pendalaman demokrasi di sebuah negara

    bangsa termasuk Indonesia tidak selamanya berjalan mulus. Secara teoritis dan

    empiris masih banyak ditemui hambatan-hambatan yang mengganggu proses dan

    hasil pemilu. Akibat dari adanya gangguan tersebut, substansi atau kualitas

    demokrasi menjadi tidak atau belum terwujud dengan ideal.

    Untuk itu, agar demokrasi substanstif yang termanifestasi dalam pemilu yang

    berintegritas dapat dicapai, diperlukan langkah-langkah serius dari berbagai pihak

    dalam menjaga dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilu di Indonesia.

    Bawaslu sebagai salah satu penyelenggara pemilu, bertugas untuk mengawasi

    proses pemilu agar harapan rakyat Indonesia terhadap terciptanya pemilu yang

    demokratis bisa terpenuhi. Oleh karena itu, buku IKP 2019 menemukan

    momentumnya sebagai langkah pencegahan terhadap potensi pelanggaran dan

    kerawanan Pemilu 2019.

    IKP 2019 merupakan upaya sungguh-sungguh dari Bawaslu RI untuk

    melakukan pemetaan dan deteksi dini terhadap berbagai potensi pelanggaran dan

    kerawanan pemilu 2019. Dengan tersusunnya IKP 2019, capaian yang diharapkan

    adalah adanya kesiapan Bawaslu dan pemangku kepentingan lain dalam

    menghadapi pelaksanaan pemilu serentak 2019.

    Bawaslu mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberi

    evaluasi dan masukan pada produk IKP sebelumnya, sehingga IKP 2019 menjadi

    lebih matang baik dari sisi persiapan teknis, maupun substansinya. Dibanding IKP

  • 2

    pemilu atau pilkada sebelumnya, IKP 2019 dinilai memiliki bobot yang lebih kuat baik

    dari sisi metodologi, kerangka teori, maupun analisis.

    Untuk menyukseskan penelitian IKP 2019, Bawaslu melalui serangkaian

    tahapan riset, yang melibatkan berbagai pihak sebagai narasumber baik dari

    Kementerian/Lembaga yang berkepentingan dengan pemilu, akademisi, peneliti,

    praktisi pemilu, kepolisian, media, dan pegiat pemilu. Untuk memeroleh data yang

    valid dan akurat, pada tahapan pengumpulan data, Bawaslu RI melibatkan seluruh

    Bawaslu di tingkat provinsi dan tingkat kabupaten/kota. Terlebih dulu, semua

    Bawaslu Kabupaten/Kota dan Provinsi se-Indonesia tersebut diberikan pelatihan

    tentang riset dan bimbingan teknis pengisisan instrumen IKP 2019.

    Terakhir, mewakili Bawaslu, kami menyampaikan terima kasih tak terhingga

    kepada semua pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam penyusunan IKP 2019.

    Khususnya kepada para peneliti dan asisten peneliti yang telah bekerja keras

    sehingga penelitian ini terlaksana dengan baik. Kami menaruh harap, agar IKP

    2019 ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para pihak yang berkepentingan

    untuk terselenggaranya pemilu 2019 yang demokratis, dan berintegritas.

    “Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu”

    A B H AN

    Ketua

  • 3

    PENGANTAR

    Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum pasal 93 huruf

    b menyebutkan bahwa tugas Bawaslu adalah melakukan pencegahan dan

    penindakan terhadap pelanggaran pemilu dan sengketa proses pemilu. Secara

    khusus dijabarkan pada pasal 94 ayat 1 butir a tugas pencegahan Bawaslu yakni

    mengidentifikasi dan memetakan potensi kerawanan dan pelanggaran pemilu.

    Untuk menerjemahkan perintah undang-undang tersebut, Bawaslu

    merumuskan dan menyusun Indeks Kerawanan Pemilu (IKP). Secara berkelanjutan,

    Bawaslu telah menyusun IKP sejak Pemilu Legislatif Tahun 2014. Produk IKP

    berikutnya adalah IKP Pilkada 2015, IKP Pilkada 2017, dan IKP Pilkada 2018. Buku

    yang ada di tangan pembaca ini adalah karya penelitian Bawaslu tahun 2018, yang

    dinamakan IKP 2019.

    IKP 2019 merupakan penelitian ilmiah yang memerhatikan aspek metodologi,

    teori, tehnik analisis, hingga perumusan kesimpulan dan rekomendasi. Metode yang

    dipilih dalam riset IKP 2019 adalah penelitian kuantitatif, sehingga riset ini

    memanfaatkan disiplin studi statistik yang ketat. Hasil data statistik kemudian

    dianalisis oleh tim peneliti untuk kemudian disajikan dalam satu laporan penelitian.

    Obyek yang dianalisis yaitu Pilpres dan Pileg 2014, dan pelaksanaan pemilihan

    kepala daerah serentak 2015,2017, dan 2018. Sedangkan target yang disasar dari

    penelitian IKP 2019 adalah pemilu serentak 2019.

    Pemilu 2019 merupakan pemilu serentak pertama di Indonesia, di mana

    pemilih akan melakukan pencoblosan surat suara secara bersamaan baik untuk

    Presiden/Wakil Presiden, maupun DPR RI/DPD RI, dan DPRD Provinsi/Kab/Kota.

    Berbagai anasir menunjukkan bahwa praktik pemilu serentak tersebut akan

    berlangsung tidak mudah, penuh tantangan, dan berpotensi mengalami banyak

    persoalan. Di antara tantangan yang akan dihadapi adalah adanya paktik pemilu

    yang sama sekali berbeda dengan sebelumnya -baik dari segi teknis pelaksanaan,

    situasi politik, kondisi sosial masyarakat, dan pola-pola kampanye- yang akan

    menghasilkan potensi kerawanan pada variasi dan tingkatan yang berbeda pula.

    Sadar akan tantangan yang akan dihadapi itu, Bawaslu merasa perlu untuk

    menyusun strategi pencegahan terhadap potensi pelanggaran dan kerawanan

    pemilu 2019 di antaranya melalui riset IKP 2019.

    Supaya dapat memetakan potensi kerawanan Pemilu 2019 yang lebih presisi

    dan akurat, maka dalam penyusunan IKP 2019 Bawaslu menggunakan empat

    dimensi utama yang dijadikan alat ukur untuk melihat potensi hambatan dan

    kerawanan pemilu 2019. Ke empat dimensi tersebut, yaitu (1) konteks sosial politik,

  • 4

    (2) penyelenggaraan pemilih yang bebas dan adil, (3) kontestasi, dan (4) partisipasi.

    Ke empat dimensi tersebut menjadi acuan terhadap turunan variabel dan indikator

    yang dikembangkan dalam instrumen penelitian IKP 2019.

    Mengingat Pemilu 2019 memiliki prosedur yang berbeda dengan Pemilu

    sebelumnya, Bawaslu kemudian menyempurnakan penyusunan IKP 2019. Melalui

    sejumlah diskusi panjang maka diperoleh instrumen baru dengan dimensi yang

    relatif berbeda dengan dimensi-dimensi IKP sebelumnya. Perubahan itu dilakukan

    tak lain semata untuk menghasilkan sebuah hasil penelitian yang dapat

    dipertanggungjawabkan secara metodologis dan teoritis.

    Karena Pemilu 2019 diikuti oleh seluruh rakyat Indonesia yang memiliki hak

    pilih, maka IKP 2019 mendasarkan obyek risetnya di 514 Kabupaten/Kota yang

    tersebar di 34 provinsi. Hal itu dimaksudkan untuk memberi informasi yang lebih

    komprehensif terkait potensi tingkat kerawanan Pemilu yang berguna bagi

    pengawasan Pemilu.

    IKP 2019 ini, secara umum bertujuan untuk mencapai beberapa hal berikut: (1)

    Menyajikan analisis dan rekomendasi kebijakan berbasis riset dan data kepemiluan;

    (2) Dasar dalam merumuskan kebijakan, program, dan strategi pengawasan Pemilu;

    dan (3) Instrumen deteksi dini (early warning instrument) dan (4) pencegahan dari

    potensi kerawanan Pemilu.

    Sasaran informasi IKP 2019 adalah Penyelenggara Pemilu; Pemerintah Pusat

    maupun Daerah; Lembaga Negara Non-Struktural (LNS); lembaga pemantau

    Pemilu; Partai Politik dan kandidat yang berkompetisi dalam Pemilu; kelompok-

    kelompok yang tertarik pada capaian Pemilu dan berkeinginan untuk memengaruhi

    (seperti pusat-pusat penelitian dan lembaga-lembaga advokasi, Perguruan Tinggi);

    media dan pers; lembaga penegakan hukum (termasuk lembaga investigasi,

    penuntut, dan pengadilan); dan masyarakat sipil.

    Secara khusus bagi pengawasan Pemilu, hasil IKP 2019 bermanfaat untuk

    memperkuat pemetaan dan deteksi dini terhadap berbagai potensi pelanggaran dan

    kerawanan menjelang Pemilu 2019. Indeks ini akan memudahkan Bawaslu

    menyusun strategi pengawasan tahapan Pemilu.

    “Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu”

    MOCHAMMAD AFIFUDDIN

    Koordinator Divisi Pengawasan & Sosialisasi

  • 5

    Ringkasan Eksekutif

    Indeks Kerawanan Pemilu 2019

    Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia

    Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI) adalah

    lembaga negara yang memiliki tugas dalam pengawasan pemilihan umum (Pemilu),

    dengan pendekatan pencegahan sekaligus penindakan. Pendekatan pencegahan

    dalam pengawasan Pemilu Serentak tahun 2019 (Pemilihan Legislatif dan Pemilihan

    Presiden dan Wakil Presiden) tentu saja memerlukan pemetaan seperti diatur dalam

    UU No. 7 Tahun 2017 Pasal 94 ayat (1) huruf a dengan penilaian yang komprehensif

    atas potensi pelanggaran dan kerawanan dalam penyelenggaraan Pemilu. Hal ini

    karena Pemilu Serentak 2019 merupakan mekanisme