RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf ·...

163
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN KKM PEMROGRAMAN WEB KELAS X MULTIMEDIA SMK PALEBON SEMARANG Skripsi Diajukan sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer Oleh Zeli Primalia NIM.5302411129 JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2015

Transcript of RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf ·...

Page 1: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN

RECIPROCAL TEACHING UNTUK

MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN KKM

PEMROGRAMAN WEB KELAS X MULTIMEDIA

SMK PALEBON SEMARANG

Skripsi

Diajukan sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana

Pendidikan Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer

Oleh

Zeli Primalia

NIM.5302411129

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2015

Page 2: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

ii

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Nama : Zeli Primalia

NIM : 5302411129

Program Studi : S-1 Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer

Judul Skripsi : IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN

RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN

MOTIVASI BELAJAR DAN KKM PEMROGRAMAN

WEB KELAS X MULTIMEDIA SMK PALEBON

SEMARANG

Skripsi ini telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan ke sidang panitia ujian

skripsi Program Studi S-1 Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer

FT.UNNES

Semarang, Agustus 2015

Pembimbing

Drs. Sutarno, M.T.

NIP. 195510051984031001

Page 3: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

iii

Page 4: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

iv

Page 5: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

v

MOTO

1. Kalau bukan karena kesulitan, maka semua orang akan menjadi pahlawan

(Al-Mutanabbi)

2. Semangatlah dalam menuntut ilmu, barangsiapa berjalan dalam rangka

menuntut ilmu maka akan dimudahkan jalannya menuju surga

(HR.Muslim)

3. Bahagia tak hanya hadir karena kau mendapatkan sesuatu yang tak kau

miliki, tetapi juga karena kau menghargai apa yang kau miliki (Penulis)

PERSEMBAHAN

Skripsi ini saya persembahkan untuk

1. Allah SWT, terimakasih atas semua yang telah Engkau berikan

sehingga aku dapat menyelesaikan Skripsi ini dengan lancar.

2. Bapak, ibu dan keluarga besarku yang selalu mendoakan.

3. Dosen dan guruku

4. Almamaterku

Page 6: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

vi

ABSTRAK

Primalia, Zeli. 2015. Implementasi Model Pembelajaran Reciprocal teaching

Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X

Multimedia SMK Palebon Semarang. Pembimbing Drs. Sutarno, M.T.,Program

Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer.

Berdasarkan observasi pra penelitian ditemukan masih rendahnya motivasi

belajar siswa dan hasil belajar masih banyak yang kurang dari Kriteria Ketuntasan

Belajar (KKM) dalam pembelajaran pemrrograman web di kelas X Multimedia.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi model pembelajaran

Reciprocal teaching untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dan KKM

Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X Multimedia SMK Palebon

Semarang tahun ajaran 2014/2015, dengan menggunakan model penelitian

tindakan kelas (PTK) bersifat kolaboratif, dengan teknik analisis data kualitatif

dan kuantitatif. Model PTK ini berdasarkan model dari Kemmis & Mc Taggart.

Penelitian ini menggunakan II siklus dan tiap siklus dua kali pertemuan. Kegiatan

tiap siklus terdiri dari: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.

Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah

wawancara, angket, soal-soal evaluasi untuk mengukur hasil belajar siswa, dan

lembar observasi (untuk mengukur motivasi belajar siswa)

Berdasarkan hasil lembar observasi selama penelitian, menunjukan bahwa

rata-rata persentase motivasi belajar pada siklus I adalah 58% dalam kategori

baik, rata-rata persentase motivasi belajar pada siklus II 77% dalam kategori

sangat baik. Peningkatan hasil belajar siswa kelas X Multimedia SMK Palebon

Semarang dilihat dari ketuntasan klasikal pada tes siklus I dan tes siklus II

berturut-turut 41% dan 81%.Kesimpulan dari penelitian ini adalah implementasi

model pembelajaran reciprocal teaching dapat meningkatkan motivasi belajar

dan KKM siswa.

Kata Kunci: Motivasi Belajar, KKM, Model Pembelajaran Reciprocal Teaching

Page 7: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

vii

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT dan mengharapkan

ridho yang telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan

skripsi yang berjudul Implementasi Model Pembelajaran Reciprocal teaching Untuk

Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia

SMK Palebon Semarang. Skripsi ini disusun sebagai salah satu persyaratan meraih

gelar sarjana Pendidikan pada Program Studi S-1 Pendidikan Teknik Informatika dan

Komputer Universitas Negeri Semarang. Sholawat dan slam disampaikan kepada

junjungan nabi Muhammad SAW, mudah-mudahan kita semua mendapat syafaat

Nya di yaumil akhir nanti, Amin.

Penelitian ini diangkat sebagai upaya untuk alternatif model pembelajaran

Reciprocal teaching Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman

Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

Penyelesaian karya tulis ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, oleh karena

itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih serta

penghargaan kepada:

1. Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum, Rektor Universitas Negeri Semarang atas

kesempatan yang diberikan kepada penulis untuk menempuh studi di Universitas

Negeri Semarang.

2. Dr. Nur Qudus, M.T., Dekan Fakultas Teknik,

3. Drs. Sutarno, M.T., pembimbing yang penuh perhatian dan atas perkenaan

memberibimbingan dan dapat dihubungi sewaktu-waktu disertai kemudaan dalam

memberikan bahan dan menunjukan sumber-sumber yang relevan sangat

membantu penulisan karya ini.

4. Semua dosen Teknik Elektro FT. Unnes yang telah memberi bekal pengetahuan

yang berharga.

5. Kepala Sekolah dan guru SMK Palebon Semarang yang telah memberi

kesempatan kepada penulis untuk melakukan penelitian.

6. Berbagai pihak yang telah memberi bantuan untuk karya tulis ini yang tidak dapat

disebutkan satu persatu.

Penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat untuk pelaksanaan

pembelajaran di SMK.

Semarang, November 2015

Penulis

Page 8: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

viii

DAFTAR PUSTAKA

HALAMAN JUDUL ............................................................................................... i

PERSETUJUAN PEMBIMBING ........................................................................... ii

LEMBAR PENGESAHAN ................................................................................... iii

PERNYATAAN KEASLIAN ................................................................................ iv

MOTO .................................................................................................................... v

PERSEMBAHAN ................................................................................................... v

ABSTRAK ............................................................................................................. vi

KATA PENGANTAR .......................................................................................... vii

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... viii

DAFTAR TABEL .................................................................................................. xi

DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ xii

DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................ xiii

BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................... 1

1.1. Latar Belakang ......................................................................................... 1

1.2. Identifikasi Masalah ................................................................................. 8

1.3. Rumusan Masalah .................................................................................... 9

1.4. Pembatasan Masalah ................................................................................ 9

1.5. Tujuan Penelitian ...................................................................................... 9

1.6. Manfaat Hasil Penelitian ........................................................................ 10

1.7. Pembatasan Istilah .................................................................................. 11

BAB II KAJIAN PUSTAKA .............................................................................. 12

2.1. Kajian Teori ............................................................................................ 12

2.1.1. Belajar ....................................................................................................... 12

2.1.2. Pembelajaran ............................................................................................ 12

2.1.3. Tinjauan Motivasi Belajar ...................................................................... 13

2.1.3.1. Pengertian Motivasi Belajar................................................................... 13

2.1.3.2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar ........................ 15

2.1.3.3. Fungsi Motivasi Belajar ......................................................................... 17

Page 9: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

ix

2.1.3.4. Ciri - Ciri Motivasi Belajar .................................................................... 18

2.1.3.5. Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar ................................................ 19

2.1.3.6. Prinsip - Prinsip Motivasi Belajar ......................................................... 21

2.1.4. Hasil Belajar ............................................................................................... 23

2.1.5. Model Pembelajaran Reciprocal Teaching .......................................... 25

2.1.5.1 Pengertian .................................................................................................. 25

2.1.5.2. Langkah-langkah Penerapan Model Pembelajaran Reciprocal

Teaching .................................................................................................................. 26

2.1.5.3. Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran Reciprocal Teaching .... 29

2.2. Penelitian yang Relevan ......................................................................... 29

2.3. Kerangka Berfikir ................................................................................... 32

2.4. Hipotesis ................................................................................................. 33

BAB III METODE PENELITIAN .................................................................... 34

3.1. Model Penelitian ..................................................................................... 34

3.2. Waktu dan Tempat Penelitian ................................................................ 38

3.3. Populasi dan Sampel .............................................................................. 38

3.4. Variabel Penelitian ................................................................................. 39

3.5. Instrumen Penelitian ............................................................................... 40

3.6. Teknik Pengumpulan Data ........................................................................ 42

3.6.1 Validitas ......................................................................................................... 43

3.6.2. Reliabilitas .......................................................................................... 44

3.6.3. Indeks Kesukaran .................................................................................... 45

3.6.4. Daya Beda Soal ....................................................................................... 46

3.6.5. Analisis Lembar Observasi .................................................................... 47

3.6.6. Indikator Keberhasilan ........................................................................... 47

3.7. Teknik Analisa Data ............................................................................... 48

3.7.1 Perhitungan Nilai Rata-rata ................................................................... 49

3.7.2. Ketuntasan Belajar Klasikal................................................................... 49

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ................................... 51

4.1. Hasil Uji Coba ........................................................................................ 51

Page 10: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

x

4.2. Hasil Penelitian ......................................................................................... 54

4.2.1. Pra Penelitian ........................................................................................... 54

4.2.2. Data Hasil Penelitian Siklus I dan Siklus II ......................................... 56

4.3. Hasil Pembahasan ................................................................................... 63

4.3.1. Motivasi Belajar ...................................................................................... 63

4.3.2. Hasil Belajar ............................................................................................ 66

BAB V PENUTUP ............................................................................................... 70

5.1. Simpulan ................................................................................................. 70

5.2. Saran ....................................................................................................... 70

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 71

LAMPIRAN ......................................................................................................... 71

Page 11: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

xi

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

Tabel 3.1 Penjabaran Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I dan Siklus II...... 35

Tabel 3.2 Instrumen dan Metode Penelitian ................................................. 35

Tabel 3.3 Kriteria Indeks Kesukaran Soal .................................................... 38

Tabel 3.4 Klasifikasi Motivasi Belajar.......................................................... 40

Tabel 4.1 Hasil Uji Validitas Soal Uji Coba ................................................. 43

Tabel 4.2 Klasifikasi Indeks Kesukaran Soal ............................................... 44

Tabel 4.3 Hasil Analisis Indeks Kesukaran Soal Uji Coba ........................... 44

Tabel 4.4 Hasil Analisis Daya Pembeda Soal Uji Coba ............................... 45

Tabel 4.5 Hasil Kriteria Soal ......................................................................... 45

Tabel 4.6 Persentase Pra Penelitian Hasil Angket ........................................ 46

Tabel 4.7 Hasil Belajar Pra Penelitian Ranah Kognitif................................. 47

Tabel 4.8 Hasil Belajar Pra Penelitian Ranah Psikomotorik......................... 47

Tabel 4.9 Hasil Pengamatan Motivasi Belajar Siklus I dan Siklus II ........... 48

Tabel 4.10 Kriteria Motivasi Belajar Siswa Siklus I dan Siklus II ............... 48

Tabel 4.11 Nilai Tes Evaluasi Siklus I dan Siklus II .................................... 49

Tabel 4.12 Perbandingan Hasil Belajar Ranah Kognitif Pra Penelitian,

Siklus I, dan Siklus II ................................................................. 50

Tabel 4.13 Perbandingan KKM Pra Penelitian, Siklus I, dan Siklus II ........ 51

Tabel 4.14 Hasil Nilai Praktik Siklus I dan Siklus II .................................... 52

Tabel 4.15 Perbandingan Nilai Praktik Pra Penelitian, Siklus I, dan

Siklus II ........................................................................................ 53

Tabel 4.16 Perbandingan KKM Nilai Praktik Pra Penelitian, Siklus I, dan

Siklus II ........................................................................................ 54

Page 12: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

xii

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

Gambar 2.1 Kerangka Berfikir Peneliti ........................................................ 27

Gambar 3.1 Siklus Penelitian Tindakan Kelas .............................................. 31

Gambar 4.1 Persentase Perbandingan Motivasi Belajar Siklus I dan

Siklus II………… ...................................................................... 46

Gambar 4.2 Persentase Perbandingan Ketuntasan Belajar Tes Evaluasi Pra

Penelitian, Siklus I, dan Siklus II ............................................ 48

Gambar 4.3 Persentase Perbandingan Ketuntasan Belajar Praktik Pra

Penelitian, Siklus I, dan Siklus II ............................................. 50

Page 13: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

xiii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

Lampiran 1 Hasil Wawancara .................................................................... 75

Lampiran 2 Daftar Pembagian Kelompok ................................................. 76

Lampiran 3 Perhitungan Angket ................................................................ 77

Lampiran 4 Analisis Perhitungan Angket .................................................. 78

Lampiran 5 Kisi-Kisi Lembar Observasi Motivasi Belajar ....................... 80

Lampiran 6 Lembar Observasi Motivasi Belajar ........................................ 81

Lampiran 7 Rubrik Analisis Motivasi Belajar ........................................... 82

Lampiran 8 Analisis Motivasi Belajar Siklus I .......................................... 84

Lampiran 9 Analisis Motivasi Belajar Siklus II ......................................... 85

Lampiran 10 Daftar Nilai Harian Siswa Kelas X Multimedia ..................... 86

Lampiran 11 Daftar Nilai Harian Praktik Siswa Kelas X Multimedia ........ 87

Lampiran 12 Daftar Nama Siswa Kelas Uji Coba Kelas XI Multimedia .. 88

Lampiran 13 Daftar Nama Siswa Kelas Penelitian Kelas X Multimedia ... 89

Lampiran 14 Kisi-kisi Soal Uji Coba Instrumen Penelitian........................ 90

Lampiran 15 Soal Uji Coba......................................................................... 91

Lampiran 16 Kunci Jawaban Uji Coba Instrumen Penelitian ..................... 100

Lampiran 17 Lembar Jawaban .................................................................... 101

Lampiran 18 Analisis Tingkat Kesukaran, Daya Beda, Validitas, dan Reliabilitas

Soal Uji Coba Instrumen Penelitian ........................................ 102

Lampiran 19 Silabus .................................................................................... 106

Lampiran 20 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I.......................... 108

Lampiran 21 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus II ........................ 116

Lampiran 22 Soal Tes Evaluasi.................................................................... 123

Lampiran 23 Hasil Tes Evaluasi Siklus I ..................................................... 129

Lampiran 24 Analisis Tes Evaluasi Siklus I ................................................ 130

Lampiran 25 Hasil Tes Evaluasi Siklus II.................................................... 132

Lampiran 26 Analisis Tes Evaluasi Siklus II ............................................... 134

Lampiran 27 Lembar Penilaian Tes Praktik................................................. 136

Page 14: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

xiv

Lampiran 28 Analisis Nilai Praktik Siklus I ................................................ 137

Lampiran 29 Nilai Praktik Siklus I .............................................................. 138

Lampiran 30 Analisis Nilai Praktik Siklus II ............................................... 140

Lampiran 31 Nilai Praktik Siklus II .............................................................. 141

Lampiran 32 Dokumentasi Penelitian ........................................................... 143

Lampiran 33 Hasil Praktik ............................................................................ 145

Lampiran 34 Surat Penetapan Dosen Pembimbing ....................................... 146

Lampiran 34 Surat Ijin Penelitian ................................................................. 147

Page 15: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

Pendidikan merupakan wujud perkembangan zaman dalam era

globalisasi. Perubahan dan perkembangan pendidikan akan selalu mengalami

perubahan sejalan dengan berjalannya waktu mengenai sistem pendidikan,

kurikulum, media pembelajaran, model pembelajaran, serta aturan lainya. Dalam

proses pendidikan melibatkan siswa sebagai obyek yang dididik. Sedangkan

menurut Hasbullah (2008: 5). Pendidikan merupakan suatu proses bimbingan,

tuntunan, atau pimpinan yang di dalamnya mengandung unsur-unsur pendidik,

anak didik, tujuan, dan sebagainya. Berdasarkan Undang-undang No. 20 Tahun

2003 menyatakan bahwa “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk

mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara

aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual

keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta

keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara”. Menurut

Sardiman (2007: 13) Pendidikan memegang peranan dalam proses perkembangan

karakter peserta didik untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran yang diinginkan

dalam hal perubahan pola pikir. Sebagai suatu kegiatan yang sadar akan tujuan

pembelajaran tersebut, maka dalam pelaksanaannya diperlukan adanya

kesinambungan dalam setiap jenis dan jenjang pendidikan.

Page 16: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

2

Belajar merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan, dengan

serangkaian kegiatan dalam proses pembelajaran. Perubahan tingkah laku melalui

kegiatan tersebut akan ada kecenderungan untuk menumbuhkan perubahan dalam

hal efektivitas belajar. Perubahan tingkah laku tersebut terlihat melalui proses

pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Guru merupakan pelaksana terdepan

pendidikan anak-anak di sekolah. Oleh karena itu berhasil tidaknya upaya

peningkatan mutu pendidikan banyak ditentukan juga oleh kemampuan yang ada

pada guru dalam mengemban tugas pokok sehari-harinya yaitu pengelolaan

pembelajaran di sekolah (http://lpmpjateng.go.id//). Dalam Hamalik (2008:

123) yang dikemukakan oleh Adam dan Dickey bahwa peran guru sesungguhnya

sangat luas meliputi guru sebagai pengajar, pembimbing, guru juga sebagai

penghubung dan modernisator dan pembangun. Peran guru dalam menentukan

keberhasilan pembelajaran amat besar. Tugas guru adalah memberikan dan

mengembangkan motivasi siswa agar dapat melakukan kegiatan belajar secara

optimal. Apabila peran guru itu tidak dapat terlaksana dengan baik, pembelajaran

tidak memberikan motivasi yang kuat kepada siswa maka kualitas pembelajaran

tidak akan optimal.

Motivasi menurut Uno (2009: 3) merupakan dorongan yang terdapat

dalam diri seseorang untuk berusaha mengadakan perubahan tingkah laku yang

lebih baik dalam memenuhi kebutuhannya. Menurut Harahap (2014) beberapa

cara menumbuhkan motivasi adalah melalui cara mengajar yang bervariasi,

memberikan stimulus baru misalnya melalui pertanyaan-pertanyaan peserta didik,

memberi kesempatan peserta didik untuk menyalurkan keinginaan belajarnya, dan

Page 17: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

3

menggunakan media dan alat bantu yang menarik perhatian siswa sehingga

peserta didik tidak jenuh. Dengan demikian peserta didik akan termotivasi untuk

belajar (terlibat aktif dalam pembelajaran) apabila sesuai dengan kebutuhan. Di

SMK Palebon Semarang dalam proses pembelajaran khususnya pelajaran

pemrograman web berdasarkan observasi tahun 2015, siswa hanya mendengarkan

penjelasan guru tanpa terlibat secara aktif, daya serap terhadap materi masih

rendah, siswa jarang mengerjakan tugas yang diberikan guru, kurangnya antusias

bertanya kepada guru dan siswa kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran.

Akibatnya pembelajaran terpusat pada siswa untuk berprestasi secara individu

tanpa melihat teman yang berpengetahuan rendah, selain itu siswa kurang

termotivasi dalam belajar diihat dari siswa kurang antusias bertanya kepada guru

dan siswa kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran sehingga pembelajaran

kurang optimal.

Dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran berbagai upaya

dilakukan terutama peningkatan motivasi belajar. Dalam hal belajar siswa akan

berhasil kalau dalam dirinya sendiri ada kemauan untuk belajar dan keinginan

atau dorongan untuk belajar, karena dengan peningkatan motivasi belajar maka

siswa akan tergerak, terarahkan sikap dan perilaku siswa dalam belajar. Menurut

Catharina Tri Ani (2006: 157) motivasi bukan saja penting karena menjadi faktor

penyebab belajar, namun juga memperlancar belajar dan hasil belajar. Secara

historik, guru selalu mengetahui kapan siswa perlu diberi motivasi selama proses

belajar, sehingga aktivitas belajar berlangsung lebih menyenangkan, arus

komunikasi lebih lancar, menurunkan kecemasan siswa, meningkatkan kreativitas

Page 18: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

4

dana aktivitas belajar. Menurut Rochman Natawidjaya dan L.J. Moleong dalam

Setyowati (1979: 11) guru hendaknya membangkitkan motivasi belajar siswa

karena tanpa motivasi belajar, hasil belajar yang dicapai akan minimum sekali.

Agar hasil yang diajarkannya tercapai secara optimal maka seorang guru harus

mengganggap bahwa siswa yang dihadapinya tidak akan mudah menerima

pelajaran yang diberikannya itu.

Hasil belajar dapat dilihat dari terjadinya perubahan hasil masukan pribadi

berupa motivasi dan harapan untuk berhasil (Keller dalam H Nashar, 2004: 77).

Masukan itu berupa rancangan dan pengelolaan motivasional yang tidak

berpengaruh langsung terhadap besarnya usaha yang dicurahkan oleh siswa untuk

mencapai tujuan belajar. Perubahan itu terjadi pada seseorang dalam disposisi

atau kecakapan manusia yang berupa penguasaan ilmu pengetahuan dan

keterampilan yang diperoleh melalui usaha yang sungguh-sungguh dilakukan

dalam satu waktu tertentu atau dalam waktu yang relatif lama. Motivasi belajar

yang dimiliki siswa dalam setiap kegiatan pembelajaran sangat berperan untuk

meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran tertentu (Nashar, 2004:

11).

Sekolah Menengah Kejuruan Palebon Semarang (SMK Palebon

Semarang) merupakan sekolah swasta pada jenjang menengah kejuruan. SMK

Palebon Semarang merupakan sekolah yang menyelenggarakan pendidikan

dengan penerapan kurikulum 2013. Penerapan kurikulum 2013 pada jenjang SMK

terdapat beberapa mata pelajaran yang mengalami perubahan struktur. Salah

satunya adalah mata pelajaran pemrograman web. Mata pelajaran produktif

Page 19: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

5

pemrogaraman web merupakan mata pelajaran produktif sesuai penerapan

kurikulum 2013, di mana proses pembelajaran yang berpusat kepada guru

(teachers-centered) menjadi pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik

(students-centered), dari pembelajaran pasif (passive learning) ke cara belajar

peserta didik aktif (active learning) atau Student Active Learning-SAL

(Mohammad Nuh, 2013). Pemrograman web merupakan salah satu mata pelajaran

wajib dasar pada dasar program keahlian Teknik Komputer dan Informatika

(TKI). Dalam pelajaran ini peserta didik harus memiliki kompetensi dalam hal

pemanfaatan teknologi informasi, seperti mengoperasikan hardware komputer dan

mengoperasikan perangkat lunak aplikasi. Perangkat lunak aplikasi tersebut antar

lain ialah pengolah data untuk menganalisis data hasil eksperimen, pengolah kata

untuk membuat laporan dan aplikasi presentasi untuk mengkomunikasikan dan

mempresentasikan hasil laporan. Berdasarkan penerapan kurikulum 2013 bahwa

pembelajaran dilakukan dua arah antara siswa dan guru. SMK Palebon masih

menerapkan pembelajaran satu arah yaitu metode ceramah. Menurut Hayati

(2009) penggunaan metode ceramah dan tanya jawab ini dapat menimbulkan

permasalahan yakni siswa menjadi pasif karena selama pembelajaran siswa

cenderung hanya mendengarkan dan mencatat, sehingga dalam hal ini

mempengaruhi hasil belajar.

Berdasarkan hasil observasi di SMK Palebon Semarang khususnya kelas

X Multimedia dari sampel jumlah 37 siswa semester II tahun pelajaran 2014/2015

pada mata pelajaran pemrograman web, didapatkan presentase jumlah siswa yang

mencapai KKM sebesar 24% atau sekitar 9 orang, 76% jumlah siswa dibawah

Page 20: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

6

KKM atau sekitar 28 orang. Perbedaan prestasi belajar siswa menurut keterangan

dari guru mata pelajaran berdasarkan hasil wawancara tahun 2015, hasil ini

disebabkan karena kemampuan anak yang bervariatif dan daya kemampuan siswa

menangkap materi yang rendah. Hal ini disebabkan karena faktor kesadaran akan

arti penting belajar masih rendah dan sekolah belum menjadi kebutuhan bagi

mereka.

Berdasarkan penelitian Harahap (2014) yang berjudul” Implementasi

Pendekatan Reciprocal Teaching dengan Strategi Pembelajaran Card Sort untuk

Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Akuntansi Siswa Kelas XII BM SMK

Muhammadiyah 8 Medan Tahun Pembelajaran 2013/2014”. Dari hasil

penelitiannya menunjukan bahwa hasil belajar siswa meningkat. Hal ini terbukti

dari hasil yang diperoleh pada siklus I nilai rata-rata 65 dengan persentase

ketuntasan belajar siswa sebesar 56,25% dan pada siklus II diperoleh nilai rata-

rata 76,71 dengan persentase ketuntasan belajar siswa sebesar 90,62%. Dimana

peningkatan nilai kemampuan siswa antar siklus I ke siklus II adalah 11,71 untuk

hasil belajar akuntansi dengan peningkatan persentase 34,37%. Sedangkan

berdasarkan penelitian Ade Gita Valentino (2010) yang berjudul “Penerapan

Pendekatan Strategi Pengajaran Timbal Balik (Reciprocal Teaching) untuk

Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi, Prestasi dan Motivasi Belajar pada

Mata Pelajaran Pengetahuan Dasar Teknik Mesin Siswa Kelas X di SMKN 6

Malang” dari hasil penelitan menunjukan hasil dari keadaan awal 55% siswa

sering mendapatkan remidi setelah di terapkan model pembelajaran Reciprocal

teaching meningkat pada siklus I adalah 73,5% dan pada siklus II sebesar 89%,

Page 21: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

7

peningkatan hasil belajar sekitar 15,5%. Sedangkan motivasi belajar siswa

meningkat dari keadaan awal tidak semua siswa antusias dalam mengikuti

pembelajaran itu terbukti dengan banyaknya siswa yang kurang memperhatikan

pembelajaran dan kurangnya antusias bertanya pada guru mengalami peningkatan

sebesar 7,15 %.

Terkait dengan hasil penelitian yang relevan dan permasalahan-

permasalahan yang telah ditemukan di SMK Palebon maka untuk mengatasi

masalah-masalah terhadap motivasi dan nilai KKM, peneliti menawarkan strategi

model pembelajaran yaitu model pembelajaran Reciprocal Teaching. Allen (2003)

dalam elizabeth dan Becky) menerangkan bahwa model pembelajaran Reciprocal

Teaching merupakan suatu prosedur pembelajaran yang di desain untuk

meningkatkan pemahaman dan nalar siswa terhadap suatu materi. Reciprocal

Teaching atau pembelajaran timbal balik memusatkan perhatian pada proses

berfikir anak, selain itu pembelajaran ini mengutamakan peran siswa untuk

berinisiatif adan berperan aktif. Guru memberikan kesempatan kepada siswa

menjadi aktif dengan melakukan pergantian peran. Siswa berperan sebagai guru di

dalam kelas, sedangkan guru hanya sebagai fasilitator atau moderator. Model

pembelajaran reciprocal teaching menggunakan empat strategi yaitu: merangkum,

membuat pertanyaan, mengklarifikasi (menjelaskan), dan memprediksi. Masing-

masing strategi tersebut dapat membantu siswa membangun pemahaman terhadap

apa yang sedang dipelajari.

Berdasarkan pada permasalahan-permasalahan yang telah dijelaskan,

maka penulis ingin melakukan penelitian dengan menerapkan model

Page 22: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

8

pembelajaran yang berbeda. Adapun penelitian ini berjudul ”Implementasi Model

Pembelajaran Reciprocal teaching Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar dan

KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang”. Dengan

menggunakan model pembelajaran Reciprocal Teaching diharapkan bisa

memberikan perubahan siswa lebih antusias dan termotivasi belajar, pembelajaran

lebih menyenangakan, dan daya serap materi siswa menjadi tinggi sehingga hasil

belajar siswa meningkat.

1.2. Identifikasi Masalah

Dari latar belakang permasalahan yang ada, ditemukan beberapa

permasalahan, yaitu:

1. Motivasi belajar siswa masih rendah, dilihat dari siswa kurang antusias dalam

pembelajaran.

2. Kriteria Ketuntasan Minimum siswa masih jauh dari KKM, dilihat dari sampel

nilai ulangan harian semester II sekitar 76% siswa memperoleh nilai di bawah

KKM.

3. Siswa masih pasif dalam pembelajaran, dilihat dari kurang antusiasnya siswa

bertanya kepada guru.

4. Kemalasan siswa, dilihat dari siswa jarang mengerjakan tugas yang diberikan

guru.

Page 23: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

9

1.3. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka dirumuskan masalah sebagai

berikut:

1. Apakah model pembelajaran Reciprocal Teaching dapat meningkatkan

motivasi belajar siswa kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang?

2. Apakah model pembelajaran Reciprocal Teaching dapat meningkatkan Nilai

KKM siswa Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang?

1.4. Pembatasan Masalah

Penulisan skripsi ini hanya membatasi beberapa permasalahan, yaitu :

1. Pembelajaran Reciprocal Teaching untuk meningkatkan motivasi belajar

siswa kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

2. Pembelajaran Reciprocal Teaching untuk meningkatkan Nilai KKM siswa

kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

1.5. Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah :

1. Mengetahui apakah implemetasi model pembelajaran Reciprocal teaching

dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas X Multimedia SMK

Palebon Semarang.

2. Mengetahui apakah implementasi model pembelajaran Reciprocal Teaching

dapat meningkatkan Nilai KKM siswa kelas X Multimedia SMK Palebon

Semarang.

Page 24: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

10

1.6. Manfaat Hasil Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai masukan yang

bermanfaat bagi pihak-pihak terkait. Manfaat yang ingin diperoleh dalam

penelitian ini adalah :

1. Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat berupa sumbangan saran

dan ilmu pengetahuan terutama tentang proses penerapan model

pembelajaran Reciprocal Teaching pada siswa.

2. Manfaat Praktis

1) Bagi Sekolah

Penelitian ini diharapkan mampu memberikan inovasi pembelajaran dalam

dunia pendidikan.

2) Bagi Guru

Guru diharapkan mampu menjadi alternatif dan inovasi untuk

perkembangan pembelajaran.

3) Bagi Peneliti

Penelitian ini diharapkan dapat menambah dan meningkatkan wawasan

dan pengetahuan tentang pemilihan model pembelajaran yang tepat

sesuai keadaan siswa, serta sebagai bekal sebagai calon pendidik (guru).

Page 25: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

11

1.7. Pembatasan Istilah

1. Model pembelajaran Reciprocal Teaching

Menurut Foster dan Rotoloni (2005) Pengajaran timbal balik (Reciprocal

Teaching) adalah pembelajaan yang berpusat pada siswa dimana siswa dan

guru beralih peran dalam pelajaran dan termasuk dalam pembelajaran

kooperatif dimana dialog yang mengungkapkan peserta didik proses berpikir

tentang pengalaman belajar

2. Motivasi Belajar

Menurut Sardiman (2007: 75) Motivasi adalah serangkaian usaha untuk

menyediakan kondisi-kondisi tertentu, sehingga seseorang mau dan ingin

melakukan sesuatu, dan bila ia tidak suka, maka akan berusaha meniadakan

atau mengelakkan perasaan tidak suka itu. Peranannya yang khas adalah

dalam hal penumbuhan gairah,merasa senang dan semangat untuk belajar.

3. Kriteria Ketuntasan Minimum

Menurut Depdiknas (2013) Kriteria Ketuntasan Minimum merupakan standar

penilaian untuk setiap mata pelajaran yang didasarkan pada perhitungan setiap

kompetensi dasar yang memenuhi tiga kriteria yaitu kemampuan siswa, daya

dukung, dan kesullitan materi.

Page 26: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

12

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1. Kajian Teori

2.1.1. Belajar

Belajar merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan,dengan

serangkaian kegiatan misalnya dengan membaca, mengamati, mendengarkan,

meniru, dan lain sebagainya (Sardiman, 2007: 20), sedangkan menurut Oemar

Hamalik (2008: 154) belajar adalah perubahan tingkah laku yang relatif mantap

berkat latihan dan pengalaman. Belajar dalam hal ini harus dilakukan dengan

sengaja,direncanakan sebelumnya dengan struktur tertentu. Guru dengan sengaja

menciptakan kondisi dan lingkungan yang menyediakan kesempatan belajar

kepada para siswa untuk mencapai tujuan tertentu, dilakukan dengan cara tertentu,

dan diharapkan memberikan hasil tertentu pula kepada siswa (Oemar Hamalik,

2008: 154).

2.1.2. Pembelajaran

Pembelajaran merupakan aktifitas untuk menciptakan kondisi yang

memungkinkan proses belajar siswa belangsung optimal di dalam lingkup

sekolah. Menurut Brunner dalam Anni (2012: 172) mendefinisikan pembelajaran

usaha sadar pendidik untuk mengkondisikan lingkungan sehingga peserta didik

memperoleh pengalaman optimal dalam proses belajar dan meningkatkan

kemauan belajar. Menurut Briggs dalam Anni (2012: 157) Pembelajaran

Page 27: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

13

merupakan seperangkat peristiwa yang mempengaruhi peserta didik

sehingga peserta didik memperoleh kemudahan. Untuk mencapai kemudahan

tersebut pembelajaran menuntut seseorang dalam memahami suatu konsep.

Pembelajaran dikatakan efektif apabila mampu menyerap informasi yang telah

diajarkan. Hal ini sejalan dengan yang dikemukan oleh Glass dan Holyoak dalam

Miftahul Huda (2014: 2) bahwa dalam pembelajaran perlu, menggunakan

memorinya untuk melacak apa saja yang harus ia serap dan bagaimana ia menilai

informasi yang telah ia peroleh. Berdasarkan penjelasan tersebut pembelajaran

memang menjadi satu hal yang mutlak diperlukan untuk mencapai suatu tujuan

belajar. Tujuan pembelajaran adalah kemampuan (kompetensi) atau keterampilan

yang diharapkan dapat di miliki oleh siswa setelah mereka melakukan proses

pembelajaran tertentu (Wina Sanjaya ,2007: 86).

2.1.3. Tinjauan Motivasi Belajar

2.1.3.1. Pengertian Motivasi Belajar

Pada dasarnya motivasi merupakan suatu usaha yang disadari untuk

menggerakkan, mengarahkan, dan menjaga tingkah laku seseorang agar ia

terdorong untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan

tertentu. Motivasi merupakan salah satu faktor yang menentukan tujuan

keberhasilan dalam belajar. Istilah motivasi berawal dari kata”motif” itu, maka

motivasi dapat diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk

melakukan sesuatu. Motif dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam dan

di dalam subjek untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi mencapai suatu

Page 28: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

14

tujuan (Sardiman, 2007: 73). Sebenarnya motivasi merupakan istilah yang lebih

umum untuk menunjuk pada seluruh proses gerakan,termasuk situasi yang

mendorong,dorongan yang timbul dalam diri individu, tingkah laku yang

ditimbulkannya,dan tujuan atau akhir dari perbuatan(Sardiman, 2007:73).

Menurut Mc.Donald dalam Sardiman (2007: 73), Motivasi merupakan

perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling”

dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Dari pengertian tersebut

ada tiga hal penting, yaitu:

1) Motivasi itu mengawali terjadinya energi pada setiap individu manusia,

2) Motivasi tersebut ditandai dengan munculnya rasa ”feeling” atau afeksi

seseorang.

3) Motivasi akan dirangsang karena adanya tujuan.

Hal tersebut sejalan dengan yang dikemukan Anni (2012: 134) motivasi

belajar menggambarkan proses yang dapat:

a) Memunculkan dan mendorong perilaku,

b) Memberikan arah atau tujuan perilaku,

c) Memberikan peluang terhadap perilaku yang sama, dan

d) Mengarahkan pada pilihan perilaku tertentu.

Menurut Sardiman (2007: 75) Motivasi dapat diartikan sebagai

serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu,sehingga

seseorang mau dan ingin melakukan sesuatu,dan bila ia tidak suka,maka akan

berusaha meniadikan atau mengelakkan perasaan tidak suka itu. Peranannya yang

khas adalah dalam hal penumbuhan gairah,merasa senang dan semangat untuk

belajar. Seseorang tidak memiliki motivasi,kecuali karena paksaan atau sekedar

seremonial.

Page 29: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

15

Pada hakikatnya motivasi di pengaruhi oleh beberapa faktor seperti siswa

yang memiliki intelegensia cukup tinggi, boleh jadi gagal karena kekurangan

motivasi. Hasil belajar akan optimal kalau ada motivasi yang tepat. Maka dari itu,

kegagalan belajar siswa jangan begitu saja mempersalahkan pihak siswa, sebab

mungkin saja guru tidak berhasil dalam memberi motivasi yang mampu

membangkitkan semangat dan kegiatan siswa untuk berbuat/belajar.

2.1.3.2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar

Menurut Anni (2012:135) ada beberapa faktor yang mempengaruhi

motivasi belajar, yaitu:

1) Sikap

Sikap merupakan kombinasi dari konsep, informasi, dan emosi yang

dihasilkan di dalam predisposisi untuk merespon orang, kelompok, gagasan,

peristiwa, atau objek tertentu secara menyenangkan atau tidak menyenangkan.

Sikap merupakan produk dari kegiatan belajar. Sikap diperoleh melalui proses

seperti pengalaman, pembelajaran, identifikasi, perilaku peran (guru-murid, orang

tua-anak, dan sebagainya).

2) Kebutuhan

Kebutuhan merupakan kondisi yang dialami oleh individu sebagai

kekuatan internal yang memandu siswa untuk mencapai tujuan. Semakin kuat

seseorang merasakan kebutuhan, semakin besar peluangnya untuk mengatasi

perasaan yang menekan di dalam memenuhi kebutuhannya. Apabila siswa

Page 30: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

16

membutuhkan atau menginginkan sesuatu untuk dipelajari, mereka cenderung

sangat termotivasi.

3) Rangsangan

Rangsangan merupakan perubahan di dalam persepsi atau pengalaman

dengan lingkungan yang membuat seseorang bersifat aktif. Rangsangan secara

langsung membantu memenuhi kebutuhan belajar siswa. Apabila mereka tidak

menemukan proses pembelajaran yang merangsang mengakibatkan siswa yang

pada mulanya termotivasi untuk belajar pada akhirnya menjadi bosan dan

perhatiannya akan menurun.

4) Afeksi

Konsep afeksi berkaitan dengan pengalaman emosional-kecemasan,

kepedulian, dan pemilikan-dari individu atau kelompok pada waktu belajar. Siswa

merasakan sesuatu saat belajar, dan emosi siswa tersebut dapat memotivasi

perilakunya kepada tujuan. Apabila emosi bersifat positif pada waktu kegiatan

belajar berlangsung, maka emosi mampu mendorong siswa untuk belajar keras.

Integritas emosi dan berpikir siswa itu dapat mempengaruhi motivasi belajar dan

menjadi kekuatan terpadu yang positif, sehingga akan menimbulkan kegiatan

belajar yang efektif.

5) Kompetensi

Manusia pada dasarnya memiliki keinginan untuk memperoleh

kompetensi dari lingkungannya. Teori kompetensi mengasumsikan bahwa siswa

secara alamiah berusaha keras berinteraksi dengan lingkungannya secara efektif.

Siswa secara intrinsik termotivasi untuk menguasai lingkungan dan mengerjakan

Page 31: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

17

tugas-tugas secara berhasil agar menjadi puas. Dalam situasi pembelajaran, rasa

kompetensi pada diri siswa itu akan timbul apabila menyadari bahwa pengetahuan

atau kompetensi yang diperoleh telah memenuhi standar yang telah ditentukan.

Apabila siswa mengetahui bahwa dia merasa mampu terhadap apa yang telah

dipelajari, dia akan merasa percaya diri. Perolehan kompeten dari belajar baru itu

selanjutnya menunjang kepercayaan diri, yang selanjutnya dapat menjadi faktor

pendukung dan motivasi belajar yang lebih luas.

6) Penguatan

Penguatan merupakan peristiwa yang mempertahankan atau

meningkatkan kemungkinan respon. Penggunaan peristiwa penguatan yang

efektif, seperti penghargaan terhadap hasil karya siswa, pujian, penghargaan

sosial, dan perhatian, dinyatakan sebagai variabel penting di dalam perancangan

pembelajaran.

2.1.3.3. Fungsi Motivasi Belajar

Fungsi motivasi menurut Sardiman (2007:85) adalah sebagai berikut:

1. Mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau motor

yang melepaskan energi. Motivasi dalam hal ini merupakan motor

penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan.

2. Menentukan arah perbuatan, yakni kearah tujuan yang hendak dicapai.

Dengan demikian motivasi dapat memberikan arah dan kegiatan yang

harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya.

3. Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang

harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan

perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut. Seorang

siswa yang akan menghadapi ujian dengan harapan dapat lulus, tentu

akan mellakukan kegiatan beljar dan tidak akan menghabiskan waktunya

untuk bermain kartu atau membaca komik, sebab tidak serasi dengan

tujuan.

Page 32: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

18

Sedangkan Purwanto (2007: 70) menyebutkan fungsi motif adalah:

1. Motif itu mendorong manusia untuk berbuat / bertindak. Motif itu

berfungsi sebagai penggerak atau sebagai motor yang memberikan energi

(kekuatan) kepada seseorang untuk melakukan suatu tugas.

2. Motif itu menentukan arah perbuatan. Yakni kearah perwujudan suatu

tujuan atau cita-cita. Motivasi mencegah penyelewengan dari jalan yang

harus ditempuh untk mencapai tujuan itu. Makin jelas tujuan itu, makin

jelas pula terbentang jalan yang haruus ditempuh.

3. Motif itu menyeleksi perbuatan kita. Artinya menentukan perbuatan-

perbuatan mana yang harus dilakukan, yang serasi, guna mencapai tujuan

itu degan mengenyampingkan perbuatan yang tak bermanfaat bagi tujuan

itu. Seorang yang benar-benar ingin mencapai gelarnya sebagai sarjana,

tidak akan menghambur-hamburkan waktunya dengan berfoya-

foya/bermain kartu, sebab perbuatan itu tidak cocok dengan tujuan.

2.1.3.4. Ciri - Ciri Motivasi Belajar

Motivasi belajar, pada umumnya memiliki beberapa indikator atau unsur

yang mempunyai peranan dalam keberhasilan seseorang.

Indikator motivasi belajar menurut Uno (2009: 23) dapat diklasifikasikan

sebagai berikut:

1. adanya hasrat dan keinginan berhasil

2. adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar

3. adanya harapan dan cita-cita masa depan

4. adanya penghargaan dalam belajar

5. adanya kegiatan yang menarik dalam belajar

6. adanya lingkungan belajar yang kondusif sehingga memungkinkan

seseorang siswa dapat belajar dengan baik.

Sedangkan Menurut Sardiman (2007: 83) beberapa ciri motivasi pada

diri setiap orang itu memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

1. Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terus menerus dalam waktu yang

lama,tidak pernah berhenti sebelum selesai)

Page 33: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

19

2. Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa). Tidak memerlukan

dorongan dari luar untuk berprestasi sebaik mungkin (tidak cepat puas

dengan prestasi yang telah dicapainya).

3. Menunjukan minat terhadap bermacam-macam masalah.

4. Lebih senang bekerja sendiri.

5. Cepat bosan pada tugas-tugas yang rutin (hal-hal yang bersifat rutin (hal-

hal yang bersifat mekanis,berulang-ulang begitu saja,sehingga kurang

kreatif).

6. Dapat mempertahankan pendapatnya (kalau sudah yakin akan sesuatu)

7. Tidak mudah melepaskan hal yang diyakini itu.

8. Senang mencari dan memecahkan masalah soal-soal.

Apabila seseorang memiliki ciri-ciri seperti diatas,berarti orang itu selalu

memiliki motivasi yang cukup kuat. Dalam kegiatan belajar mengajar akan

berhasil baik,kalau siswa tekun mengerjakan tugas,ulet dalam memecahkan

berbagai masalah dan hambatan secara mandiri. Hasil belajar akan menjadi

optimal,kalau ada motivasi. Makin tepat motivasi yang diberikan,akan makin

berhasil pula pelajaran. Jadi motivasi akan senantiasa menentukan intensitas usaha

belajar (Sardiman, 207: 83).

2.1.3.5. Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar

Dalam kegiatan belajar peranan motivasi baik instrinsik maupun

ekstrinsik sangat diperlukan. Dengan motivasi, siswa dapat mengembangkan

segala aktivistas dan inisiatif, dapat mengarahkan dan memelihara ketekunan

dalam melakukan kegiatan belajar. Motivasi dalam belajar adalah faktor yang

penting karena hal tersebut merupakan keadaan yang mendorong keadaan siswa

untuk melakukan belajar. Persoalan mengenai motivasi dalam belajar adalah

bagaimana cara mengatur agar motivasi dapat ditingkatkan. Demikian pula dalam

Page 34: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

20

kegiatan belajar mengajaran seorang anak didik akan berhasil jika mempunyai

motivasi untuk belajar.

Sardiman (2007: 92) menyatakan bahwa ada beberapa bentuk dan cara

untuk menumbuhkann motivasi dalam kegiatan belajar mengajar disekolah, antara

lain:

1. Memberi angka

Angka dalam hal ini sebagai simbol dari nilai kegiatan belajarnya. Angka

yang baik itu bagi para siswa merupakan motivasi yang sangat kuat. Siswa

beranggapan angka yang baik merupakan pencapaian hasil belajaryang sejati.

Oleh karena itu, guur harus memberikan pengertian bagaimana cara memberikan

angka-angka dapat dikaitkan dengan value yang terkandung di dalam setiap

pengetahuan yang diajarkan kepada para siswa sehingga tidak sekadar kognitif

saja tetapi juga keterampilan dan afeksinya.

2. Hadiah

Hadiah dapat juga dikatakan sebagai motivasi, tetapi tidaklah selalu

demikian. Karena hadiah untuk suatu pekerjaan, mungkin tidak akan menarik bagi

seseorang yang tidak senang dan tidak berbakat untuk sesuatu pekerjaan tersebut.

Sebagai contoh hadiah yang diberikan untuk gambar yang terbaik mungkin tidak

akan menarik bagi seseorang yang tidak memiliki bakat menggambar.

3. Saingan/kompetensi

Saingan atau kompetisi dapat digunakan sebagai alat motivasi untuk

mendorong belajar siswa. Persaingan, baik persaingan individual maupun

persaingan kelompok dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

Page 35: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

21

4. Ego-involvement

Seseorang akan berusaha dengan segenap tenaga untuk mencapai prestasi

yang baik denga menjaga harga dirinya.penyelesaian tugas dengan baik adalah

simbol kebanggaan dan harga diri, begitu juga untuk siswa si subjek belajar. Para

siswa akan belajar dengan keras bisa jadi karena harga dirinya

5. Memberi ulangan

Para siswa akan menjadi giat belajar kalau mengetahui akan ada ulangan.

Oleh karena itu, memberi ulangan ini juga merupakan sarana motivasi.

6. Mengetahui Hasil

Dengan mengetahui hasil pekerjaan, apalagi kalau tahu terjadi kemajuan,

akan terdorong siswa untuuk lebih giat belajar. Semakin mengetahui bahwa grafik

hasil belajar meningkat maka akan ada motivasi dalam diri siswa untuk terus

belajar, dengan suatu harapan hasilnya terus menungkat.

Menurut De Dece dan Grawford (dalam Djamarah, 2002: 135) “Ada

empat fungsi guru sebagai pengajar yang berhubungan dengan cara

pemeliharaan dan peningkatan motivasi belajar anak didik, yaitu guru

harus dapat menggairahkan anak didik, memberikan harapan yang

realistis, memberikan insentif, dan mengarahkan perilaku anak didik

kearah yang menunnjang tercapainya tujuan pengajaran.”

2.1.3.6. Prinsip - Prinsip Motivasi Belajar

Memotivasi belajar penting artinya dalam proses belajar siswa,karena

fungsinya yang mendorong, menggerakan, dan mengarahkan kegiatan belajar

(Oemar Hamalik, 2008: 156). Karena itu, prinsip-prinsip penggerakan motivasi

belajar itu sendiri. Adapun beberapa prinsip belajar dan motivasi belajar dalam

kegiatan belajar mengajar adalah sebagai berikut :

Page 36: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

22

1. Kebermaknaan

Siswa akan termotivasi belajar apabila hal-hal yang dipelajari

mengandung makna tertentu baginya. Ada kemungkinna pelajaran yang disajikan

oleh guru tidak dirasakan sebagai bermakna berusaha menjadikan pelajarannya

dengan makna bagi semua siswa. Caranya yaitu mengaitkan pelajarannya dengan

pengalaman masa lampau siswa, tujuan-tujuan masa mendatang, dan minat serta

nilai-nilai yang berarti bagi mereka.

2. Modelling

Siswa akan suka memperoleh tingkah laku baru bila disaksikan dan

ditirunya. Pelajaran akan lebih mudah dihayati dan diterapkan oleh siswa jika

guru mengajarkannya dalam bentuk tingkah laku model, bukan dengan hanya

menceramahkan/menceritakannya secara lisan.

3. Novelty

Siswa lebih senang belajar bila perhatiannya ditarik oleh penyajian-

penyajian yang baru (novelty) atau masih asing. Sesuatu gaya dan alat yang baru

atau masing-masing bagi siswa akan lebih menarik perhatian mereka untuk

belajar,misalnya yang belum pernah dilihat sebelumnya. Cara-cara tersebut

misalnya menggunakan berbagai metode mengajar secara bervariasi,berbagai alat

bantu,tugas macam-macam kegiatan yang mungkin asing bagi mereka.

4. Latihan/Praktik yang Aktif dan Bermanfaat

Siswa lebih senang belajar jika mengambil bagian yang aktif dalam

latihan/praktik untuk mencapai tujuan pengajaran. Praktik secara aktif berarti

Page 37: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

23

siswa mengerjakan sendiri, bukan mendengarkan ceramah dan mencatat pada

buku tulis.

2.1.4. Hasil Belajar

Hasil belajar siswa memang menjadi tolak ukur dalam proses

pembelajaran. Hal tersebut dapat di ketahui melalui berbagai macam penilaian,

selain itu hasil belajar ditandai adanya perubahan aktivitas siswa. Sejalan dengan

hal tersebut, menurut Hamalik (2010: 155) hasil belajar tampak sebagai

terjadinya perubahan tingkah laku pada diri siswa, yang dapat diamati dan diukur

dalam bentuk perubahan pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Perubahan

tersebut dapat diartikan terjdainya peningkatan dan pengembangan yang lebih

baik dibandingkan dengan sebelumnya, misalnya dari yang tidak tahu, sikap

kurang sopan menjadi sopan, dan lainnya.

Menurut Anni (2012: 69) menyatakan bahwa hasil belajar merupakan

perubahan peilaku yang diperoleh peserta didik setelah mengalami kegiatan

belajar. Sedangkan menurut Carl dalam (Sudjana, 2009: 39) menyatakan hasil

belajar siswa di sekolah 70% dipengaruhi oleh kemampuan siswa dan 30%

dipengaruhi lingkungan. Adanya pengaruh dalam siswa merupakan hal yang

wajar, sebab kemampuan siswa berbeda-beda dalam segi kognitif, afektif, dan

psikomotorik. Pernyataan tersebut dikemukan juga oleh Benyamin S. Bloom

dalam Anni (2012: 70) hasil belajar yang hendak dicapai harus meliputi ranah

belajar, yaitu: ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotorik.

Penjabarannya sebagai berikut:

Page 38: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

24

1. Ranah kognitif berkaitan dengan hasil berupa pengetahuan, kemampuan, dan

kemahiran intelektual. Ranah kognitif meliputi pengetahuan, pemahaman,

penerapan, analisis, sinesis, dan penilaian.

2. Ranah afektif berkaitan dengan perasaan, sikap, minat, dan nilai. Ranah afektif

meliputi penerimaan, penanggapan, penilaian, pengorganisasian, pembentukan

pola hidup.

3. Ranah psikomotorik berkaitan dengan kemampuan fisik seperti keterampilan

motorik dan syaraf, manipulasi objek, dan koordinasi syaraf. Ranah

psikomotorik meliputi persepsi, kesiapan, gerakan terbimbing, kemahiran

komunikasi verbal, dan kemahiran komunikasi nonverbal.

Hasil belajar sesuai dengan kurikulum 2013 di tetapkan dalam Kriteria

Ketuntasan Minimum (KKM) merupakan Kriteria Ketuntasan Belajar (KKB)

yang ditetapkan oleh satuan pendidikan. Penentuan KKM ditetapkan oleh satuan

pendidikan dan KKM yang telah ditentukan oleh pemerintah. Menurut Wina

Sanjaya (2007: 70 ) dalam kurikulum, kompetensi sebagai tujuan pembelajaran itu

dideskripsikan secara eksplisit, sehingga dijadikan standar dalam pencapaian

tujuan kurikulum. Baik guru maupun siswa perlu memahami kompetensi yang

harus dicapai dalam proses pendidikan dan pembelajaran. Pemahaman ini

diperlukan untuk memudahkan dalam merancang strategi dan indikator

keberhasilan dan ketuntasan belajar dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan

perilaku yang positif pada diri peserta didik atau setidaknya kurang lebih 75 %

menurut Mulyasa dalam (Nisa, 2006: 102).

Page 39: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

25

Berdasarkan beberapa pendapat menurut Anni, dkk (2012: 69), maka

hasil belajar merupakan proses perubahan tingkah laku peserta didik setelah

mengalami kegiatan belajar yang ditandai dengan perubahan aktivitas yang

meliputi beberapa penilaian pengetahuan, keterampilan,dan sikap.

2.1.5. Model Pembelajaran Reciprocal Teaching

2.1.5.1 Pengertian

Menurut Manohar (dalam Noriasih, 2008), model reciprocal teaching

tidak hanya membantu memahami bacaan tetapi juga memberikan kesempatan bagi

siswa untuk memantau sendiri proses belajar dan berpikir. Reciprocal Teaching

merupakan strategi belajar melalui kegiatan mengajarkan teman, di mana siswa

berperan sebagai “guru” menggantikan peran guru untuk mengajarkan teman-

temannya. Sementara itu guru lebih berperan sebagai model yang menjadi contoh,

fasilitator yang memberi kemudahan, pembimbing yang melakukan scaffolding

(bimbingan yang diberikan oleh orang yang lebih tahu kepada orang yang kurang

tahu) (Muslimin Ibrahim, http://www.kpicenter.org/index).. Pendekatan reciprocal

teaching mengacu pada sekumpulan kondisi belajar di mana siswa melakukan

sekumpulan kegiatan kognitif tertentu dan perlahan-lahan baru melakukan kegiatan

secara mandiri (Muslimin Ibrahim, http://www.kpicenter.org/index).

Ann Brown (1982) dan Anne Marie Palinscar (1984) mengemukakan

bahwa dengan pengajaran timbal balik dimana guru mengajarkan siswa

keterampilan-keterampilan kognitif penting dengan menciptakan pengalaman

belajar, melalui pemodelan prilaku tertentu dan kemudian membantu siswa

Page 40: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

26

mengembangkan keterampilan tersebut atas usaha mereka sendiri dengan

pemberian semangat, dukungan dan suatu sistem scaffolding.

Model Reciprocal Teaching (Pengajaran Timbal Balik) dalam (Nur dan

Prima 2004) merupakan model pengajaran yang diciptakan oleh Ann Brown dan

Anne Marie Pallinscar. Ada beberapa definisi mengenai pengajaran terbalik dan

semua definisi tersebut pada dasarnya memiliki pengertian yang sama. Reciprocal

Teaching adalah pendekatan konstruktivis didasarkan pada prinsip pengajuan

pertanyaan, mengajar ketrampilan metakognitif melalui pengajaran dan pemodelan

guru untuk memperbaiki kinerja siswa yang memiliki pemahaman rendah.

Menurut Foster dan Rotoloni (2005) Pengajaran timbal balik (Reciprocal

Teaching) adalah pembelajaan yang berpusat pada siswa dimana siswa dan guru

beralih peran dalam pelajaran dan termasuk dalam pembelajaran kooperatif dimana

dialog yang mengungkapkan peserta didik proses berpikir tentang pengalaman

belajar.

2.1.5.2. Langkah-langkah Penerapan Model Pembelajaran Reciprocal

Teaching

Menurut Miftahul Huda (2014: 216) strategi pembelajran reciprocal

teaching dapat dilihat sebagai berikut ini.

1. Langkah 1 – Peragaan Awal

Bimbinglah siswa untuk belajar dengan memperagakan,mengikuti,dan

menerapkan strategi-strategi pembaca efektif diatas selama proses membaca.

Bacalah salah satu bagian teks dengan teks dengan keras dan peragakan empat

Page 41: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

27

langkah tersebut meringkas, mengklarifikasi, mempertanyakan, dan

memprediksi.(*prediksi bisa menjadi optional bergantung pada materi yang

dipelajari).

2. Langkah 2 – Pembagian Peran

Dalam kelompok-kelompok kecil yang masing-masing terdiri dari empat

siswa,bebankan satu peran pada masing-masing anggota sebagai summarizer

(perangkum), questioner (penanya), clarifier (pengklarifikasi), dan predictor

(penduga).

3. Langkah 3 – Pembacaan dan Pencatatan

Mintalah siswa untuk membacakan beberapa paragraph dari teks terpilih.

Mintalah mereka untuk menggunakan strategi mencatat, seperti mengaris bawahi,

mengcoding, dan sebagainya.

4. Langkah 4 – Pelaksanaan Diskusi

Siswa yang berperan sebagai prediktor bertugas membantu kelompoknya

menghubungkan bagian-bagian teks dengan menyajikan prediksi-prediksi dari

bagian sebelumnya dan juga membantu kelompoknya untuk memprediksi apa

yang akan mereka baca selanjutnya dengan menggunakan isyarat-isyarat atau

kesimpulan-kesimpulan sementara dalam teks. Questioner bertugas membantu

kelompok untuk bertanya dan menjawab pertanyaan tentang teks tersebut dan

mengingatkan kelompok untuk menggunakan seluruh jenis pertanyaan (level

tinggi dan level rendah). Summariser bertugas menegaskan kembali gagasan

utama dalam teks dan membantu kelompok menegaskan gagasan utama dalam

teks tersebut dengan bahasa mereka sendiri. Clarifier membantu kelompok

Page 42: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

28

menemukan bagian-bagian teks yang tidak jelas dan menemukan cara-cara untuk

memperjelas kesulitan-kesuliat ini.

5. Langkah 5 – Pertukaran Peran

Peran-peran dalam kelompok harus saling ditukar satu sama lain. Teks

yang berbeda juga perlu disajikan. Siswa mengulang proses ini dnegan peran yang

baru. Teruslah proses ini hingga topik /teks telah dipilih selesai dipelajari.

Sedangkan menurut Suratno (2008: 152) strategi pembelajaran reciprocal

teaching sebagai berikut:

1. Menyusun Pertanyaan

Strategi bertanya digunakan untuk memonitor dan mengevaluasi sejauh

mana pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari. Dalam hal ini,

siswa mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada dirinya sendiri.

2. Memprediksi Jawaban

Pada tahap ini siswa diajak untuk menghubungkan pengetahuan yang

dimiliki dengan informasi dari hasil membaca, kemudian digunakan untuk

memprediksi jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang telah dibuat sendiri oleh

siswa.

3. Mengklarifikasi Jawaban

Pada tahap ini siswa mengklarifikasi jawaban yang dibuat dengan

mengacu pada materi pelajaran yang disediakan oleh guru.

4. Membuat Rangkuman

Dalam membuat rangkuman dibutuhkan kemampuan untuk membedakan hal-

hal yang penting dan hal-hal yang tidak pentin

Page 43: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

29

2.1.5.3. Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran Reciprocal Teaching

Menurut Inung (2012: 138) Model pembelajaran Reciprocal Teaching

memiliki kekuatan-kekuatan sebagai berikut:

1. Melatih kemampuan siswa belajar mandiri sehingga kemampuan dalam

belajar mandiri dapat ditingkatkan. Reciprocal Teaching juga melatih siswa

untuk menjelaskan kembali kepada pihak lain.

2. Melatih siswa untuk menjelaskan kembali materi yang dipelajari kepada pihak

lain.Penerapan pembelajaran ini memfasilitasi siswa dalam mempresentasikan

idenya.

3. Selama kegiatan pembelajaran,siswa membuat rangkuman. Jadi siswa terlatih

untuk menemukan hal-hal peting dari apa yang siswa pelajari dan ini

merupakan keterampilan penting untuk belajar, sehingga dapat dikatakan

bahwa reciprocal teaching dapat meningkatkan hasil belajar.

Menurut Nur Efendi (2013: 87) kelemahan-kelemahan model

pembelajaran Reciprocal Teaching :

1. Membutuhkan waktu yang lama.

2. Sangat sulit diterapkan jika pengetahuan siswa tentang materi prasyarat kurang

3. Adakalanya siswa tidak mampu akan semakin tidak suka dengan pembelajaran

tersebut

Page 44: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

30

2.2. Penelitian Relevam

Hasil penelitian yang telah dilakukan Ade Gita Valentino (2010) dengan

judul penelitian ”Penerapan Pendekatan Strategi Pengajaran Timbal Balik

(Reciprocal Teaching) untuk Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi, Prestasi

dan Motivasi Belajar pada Mata Pelajaran Pengetahuan Dasar Teknik Mesin

Siswa Kelas X di SMKN 6 Malang” telah melakukan penelitian dari hasil

penelitan menunjukan hasil dari keadaan awal 55% siswa sering mendapatkan

remidi setelah di terapkan model pembelajaran Reciprocal Teaching meningkat

pada siklus I adalah 73,5% dan pada siklus II sebesar 89%, peningkatan hasil

belajar sekitar 15,5%. Sedangkan motivasi belajar siswa meningkat dari keadaan

awal tidak semua siswa antusias dalam mengikuti pembelajaran itu terbukti

dengan banyaknya siswa yang kurang memperhatikan pembelajaran dan

kurangnya antusias bertanya pada guru mengalami peningkatan sebesar 7,15%.

Hasil penelitian Rahma Seri Harahap (2014) dengan judul penelitian

“Implementasi Pendekatan Reciprocal Teaching dengan Strategi Pembelajaran

Card Sort untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Akuntansi Siswa

Kelas XII BM SMK Muhammadiyah 8 Medan Tahun Pembelajaran 2013/2014”

menunjukan dari keadaan awal hasil belajar siswa masih banyak dari ketuntasan

belajar menunjukan peningkatan hasil belajar sebesar 34,37% dan peningkatan

aktivitas belajar meningkat sekitar 28,12% dengan kategori baik dari keadaan

awal siswa cenderung pasif dan kurang antusias.

Page 45: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

31

Hasil penelitian Ching-Thing Huang dan Shu Ching Yang (2015) dengan

judul penelitian “Effects of Online Reciprocal Teaching on Reading Strategies,

Comprehension, Self-Efficacy, and Motivation” dari hasil penelitian menunjukan

pemahaman dalam membaca menjadi meningkat dengan diterapkannya model

Reciprocal teaching dengan tiga jenis strategi yaitu global, dukungan, dan

pemecahan masalah. Selain itu, dengan penggunaan model ini meningkatkan

konsisten peningkatan prestasi belajar siswa dan motivasi belajar.

Berdasarkan penelitian Akinsola (2013) dengan judul penelitian

“Effectiveness Of Reflective - Reciprocal Teaching On Pre-Service Teachers’

Achievement And Science Process Skills In Integrated Science” menunjukan guru

berperan sebagai teaching learning yang mampu mempersiapkan bahan ajar,

rencana pelajaran, memberikan pelajaran, dan umpan balik yang mampu berperan

sebagai fasilitator dalam memecahkan masalah. Sedangkan keterampilan sosial,

komunikasi, dan menngkatkan kerjasama sehingga tercapai peningkatan prestasi

belajar.

Page 46: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

32

2.3. Kerangka Berfikir

Gambar 2.1 Kerangka berfikir

(dalam LPMP Jateng, 2008)

Berdasarkan kerangka berpikir diatas, kondisi awal guru masih

menerapkan pembelajaran ceramah yang menyebabkan siswa mengalami motivasi

yang rendah, pemahaman materi siswa rendah, dan hasil belajar jauh di bawah

KKM. Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut perlu adanya action

atau tindakan yang dilakukan yaitu menggunakan model pembelajaran Reciprocal

Teaching. Tindakan yang dilakukan terdiri dari 2 siklus. Dari siklus 1 dan siklus 2

diharapkan permasalahan-permasalahan yang terjadi pada saat kondisi awal dapat

Kondisi awal Guru menggunakan model ceramah

Siswa :

- Motivasi rendah

- Pemahaman materi rendah

- Hasil belajar jauh dibawah KKM

Menerapkan model Reciprocal Teaching

Siklus I Siklus II

Tindakan

Kondisi Akhir Motivasi dan KKM siswa Meningkat

Page 47: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

33

teratasi. Kondisi akhir melalui pemberian tindakan pada siklus 1 dan siklus 2

dapat meningkatkan motivasi belajar dan KKM siswa.

2.4. Hipotesis

1. Ada peningkatan motivasi belajar menggunakan model pembelajaran

Reciprocal Teaching.

2. Ada peningkatan Nilai KKM menggunakan model pembelajaran Reciprocal

Teaching

Page 48: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

34

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Model Penelitian

Dalam suatu penelitian diperlukan sebuah metode agar hasil yang

diharapakan sesuai dengan rencana. Tujuan yang ingin dicapai oleh peneliti yaitu

ingin meningkatkan motivasi belajar dan KKM maka penelitian ini termasuk jenis

penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Penelitian yang akan

dilakukan secara kolaboratif dan partisipatif. Kolaboratif artinya peneliti

berkolaborasi atau bekerja sama dengan guru kelas X Multimedia. Sedangkan

partisipatif artinya peneliti berpartisipasi dalam proses pembelajaran

Penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh guru, menurut Suharsimi

Arikunto (2006: 93) perlu berkolaborasi dengan seorang atau tim peneliti. Baik

peneliti maupun guru bersama-sama membuat rancangan penelitiannya,

selanjutnya guru itulah yang melaksanakan di kelas, dan peneliti yang

mengadakan pengamatan. Setelah proses pengamatan selesai, guru dan tim

peneliti mengadakan refleksi dalam bentuk diskusi bersama.

Desain penelitian yang akan peneliti gunakan adalah model Kemmis dan

Mc Taggart. Adapun tahapan dalam penelitian tindakan ini sebagai berikut :

1. Perencanaan (Planning)

2. Tindakan atau aksi (Acting)

3. Pengamatan (Observing)

4. Refleksi (Reflecting)

Page 49: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

35

Adapun model Penelitian Tindakan Kelas oleh Kemmis dan Mc Taggart

untuk menggambarkan adanya empat langkah, yang disajikan dalam bagan seperti

pada gambar 3.1 di bawah ini.

SIKLUS PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Gambar 3.1 Siklus Penelitian Tindakan Kelas Menurut Kemmis dan Mc Taggart

(dalam Suharsimi Arikunto, 2010: 137)

Penelitian ini sebagaimana diacu dalam teks dilaksanakan dalam dua siklus.

Berikut perbandingan perlakuan siklus I dan siklus II disajikan dalam tabel

berikut:

Perencanaan

SIKLUS I

Pengamatan

Pelaksanaan

Perencanaan

SIKLUS II

Pengamatan

Pelaksanaan

?

Refleksi

Refleksi

Page 50: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

36

Tabel 3.1. Penjabaran Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I dan Siklus II

Siklus I Siklus II

1. Perencanaan siklus I

Kegiatan perencanaan dimulai dengan

konsultasi Rencana Pelaksanaan

Pembelajaran (RPP), instrumen untuk

mengukur motivasi belajar siswa, dan

alat evaluasi berupa test untuk mengukur

aspek kognitif siswa. Guru membentuk

kelompok belajar yang terdiri dari 3-4

orang setiap kelompok secara heterogen

berdasarkan kemampuan akademis siswa

dengan melihat penilian guru baik nilai

pengetahuan, keterampilan, dan sikap.

1. Perencanaan siklus II

Kegiatan perencanaan dilakukan

dengan mengadakan koordinasi terkait

kendala-kendala yaitu diskusi yang

belum maksimal, nilai tes evaluasi yang

jauh dari KKM, serta siswa masih

belum termotivasi belajar. Guru

membentuk kelompok belajar yang

terdiri dari 3-4 orang setiap kelompok

secara heterogen berdasarkan

kemampuan akademis siswa dengan

melihat penilian guru baik nilai

pengetahuan, keterampilan, dan sikap.

2. Pelaksanaan siklus I

Kegiatan yang dilakukan pada siklus I

terdiri dari beberapa tahapan, yaitu:

1) Pendahuluan

Guru membuka pelajaran dengan

salam dan memeriksa kehadiran siswa,

menyampaikan tujuan pembelajaran,

serta memberikan motivasi kepada siswa

untuk belajar.

2. Pelaksanaan siklus II

Kegiatan yang dilakukan pada siklus

II terdiri dari beberapa tahapan, yaitu:

1) Pendahuluan

Guru membuka pelajaran dengan

salam kepada peserta didik, tujuan

pembelajaran dan sebagai apersepsi

untuk mendorong rasa ingin tahu dan

berpikir kritis guru mengajukan

pertanyaan terkait materi yang telah

diterangkan sebelumnya. Sebelum

proses pembelajaran dimulai guru

memberikan video tentang motivasi

belajar agar siswa tertarik mengikuti

proses pembelajaran.

2) Kegiatan Inti

Kegiatan inti guru menjelaskan

kepada siswa tentang penggunaan model

pembelajaran Reciprocal teaching.

Untuk tahapan model pembelajaran

Reciprocal teaching adalah sebagai

berikut:

2) Kegiatan inti

Berdasarkan Kegiatan ini dimulai

dari guru mulai menerangkan materi

terlebih dahulu dengan pelan-pelan

sesuai koordinasi dengan siswa, setelah

itu mulai mempraktikan contoh yang

diberikan kemudian siswa mengikuti

perintah yang dilakukan guru. Setelah

siswa mengikuti perintah guru maka

guru menanyakan hal-hal apa saja yang

belum dipahami. Kegiatan dilanjutkan

dengan tahapan pembelajaran

Reciprocal teaching. Untuk tahapan

pembelajaran adalah sebagai berikut:

Page 51: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

37

a. Merangkum

Kegiatan ini dilakukan untuk

merangkum materi yang telah ditugaskan

secara kelompok. Pada siklus pertama

siswa merangkum materi dasar-dasar

HTML. Setelah semua kelompok selesai

merangkum, setiap kelompok di tuntut

untuk menemukan terkait materi yang

belum di pahami. Kegiatan ini

dimaksudkan untuk menggali tingkat

pemahaman materi dan tingkat kesulitan

yang dialami oleh siswa.

a. Merangkum

Siswa merangkum dan melanjutkan

desain rancangan produk untuk

mengimplementasikan pembuatan tabel

menggunakan HTML.

b. Membuat pertanyaan

Siswa membuat pertanyaan terkait

materi yang sudah di pelajari.

b. Membuat pertanyaan

Pada tahapan ini siswa membuat

pertanyaan terhadap bahan rangkuman

yang telah dibuat.

c. Memprediksi

Setelah siswa membuat pertanyaan,

selanjutnya siswa membuat prediksi

jawaban terhadap soal yang sudah dibuat.

c. Memprediksi

Tahapan ini siswa dituntut

memprediksi jawaban terhadap

permasalahan yang di buat.

d. Presentasi

Siswa mempresentasikan contoh

soal dan penyelesaiannya. Dengan

penerapan pembelajaran ini sebagai

latihan siswa dalam mengembangkan

kemampuan menjelaskan ide-ide yang

telah dirancang siswa. Selain itu, melalui

presentasi untuk lebih mengetahui

pemahaman siswa terkait materi.

d. Presentasi

Tahapan presentasi ini siswa

mempresentasikan hasil ide mereka

yang telah diselesaikan.

3) Penutup

Dalam kegiatan penutup, guru

beserta siswa melakukan refleksi

terhadap pembelajaran yang telah

dilakukan. Guru beserta peserta didik

menyampaikan kesimpulan hasil

pembelajaran dan memberikan penugasan

untuk pertemuan selanjutnya. Setelah

proses pembelajaran selesai dilanjutkan

pemberian soal tes evaluasi.

3) Penutup

Kegiatan penutup guru beserta

siswa melakukan refleksi terhadap

pembelajaran yang telah dilakukan.

Guru beserta peserta didik

menyampaikan kesimpulan hasil

pembelajaran. Setelah proses

pembelajaran selesai dilanjutkan

pemberian soal tes evaluasi.

3. Pengamatan

Pengamatan dilakukan selama proses

pembelajaran di kelas. dalam pengamatan

ini, peneliti menilai siswa berdasarkan

3. Pengamatan

Pengamatan dilakukan selama

proses pembelajaran, peneliti menilai

siswa berdasarkan penilaian motivasi

Page 52: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

38

penilaian motivasi belajar siswa

berdasarkan lembar observasi yang telah

dibuat.

belajar siswa berdasarkan lembar

observasi yang telah dibuat.

4. Refleksi

Kegiatan refleksi tindakan pada siklus

I difokuskan pada permasalahan yang

belum bisa teratasi. Masalah yang terjadi

pada siklus I adalah siswa masih belum

serius dalam memahami materi yang

belum mereka kuasai terlihat ketika

diskusi kelompok. Selain itu,

permasalahan yang terlihat adalah siswa

tidak memiliki motivasi belajar dalam

menyelesaikan permasalahan yang

diberikan guru. Siswa cenderung ramai

ketika proses diskusi. Dari hasil tes

evaluasi hanya 41% siswa yang

mendapatkan nilai diatas KKM. Hasil

tersebut belum mencapai indikator

keberhasilan.

4. Refleksi

Berdasarkan penelitian yang

dilakukan pada siklus-II, kendala-

kendala yang dihadapi guru pada siklus-

I telah dilakukan tindakan perbaika

yaitu diskusi lebih terarah dengan

menerapkan punishment kepada

kelompok yangmasih ramai . Untuk itu,

peneliti merasa tidak perlu lagi

melanjutkan ke siklus selanjutnya.

3.2. Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SMK Palebon Semarang yang beralamat di

Jalan Palebon Raya No.30 Semarang. Penelitian dimulai pada semester genap

tahun ajaran 2014/2015 pada tanggal 27 April 2015 sampai dengan 14 Mei 2015.

3.3. Populasi dan Sampel

Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian (Suharsimi Arikunto,

2006:130). Menurut Sugiyono (2012: 17), populasi adalah wilayah generalisasi

yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu

yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik

kesimpulannya.

Page 53: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

39

Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Suharsimi

Arikunto, 2006:13). Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang

dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2012: 118). Secara prinsip dalam

penelitian tindakan kelas, populasi dan sampel tidak ada. Karena kelas yang

menjadi objek penelitian sudah ditentukan sejak awal sebagai kelas yang

bermasalah, dimana populasi dan sampelnya adalah dengan jumlah 1 kelas

berjumlah 37 siswa yaitu kelas X Multimedia SMK Palebon.

3.4. Variabel Penelitian

Variabel menurut Suharsimi Arikunto (2010: 161) merupakan objek

penelitian, atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian. Variabel sebagai

objek penelitian menurut Suharsimi Arikunto (2006: 119) variabel dibedakan

menjadi 2 berdasarkan hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain,

yaitu:

1. Variabel Independent (Variabel Bebas)

Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau variabel

yang menjadi penyebab. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu:

model pembelajaran Reciprocal teaching.

2. Variabel Dependent (Variabel Terikat)

Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi

akibat, karena adanya variabel bebas. Variabel terikat dalam penelitian ini yaitu:

motivasi dan KKM kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

Page 54: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

40

3.5. Instrumen Penelitian

Menurut Suharsimi Arikunto (2010: 192), instrumen adalah alat pada

waktu penelitian menggunakan suatu metode. Instrumen dalam penelitian sama

halnya dengan alat evaluasi. Alat evaluasi secara garis besar digolongkan menjadi

dua macam, yaitu Tes dan Non-test (bukan tes). Instrumen yang digunakan dalam

penelitian ini yaitu:

a. Dokumentasi

Metode dokumentasi merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan

menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen, baik dokumen tertulis,

gambar maupun elektronik (Sukmadinata, 2009: 221). Adapun data-data yang

diperoleh oleh penulis yaitu daftar nama, jumlah siswa, nilai ulangan harian

pemrograman web kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang tahun ajaran

2014/2015, lembar penilaian sikap, dan foto dokumentasi penelitian.

b. Tes

Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang

digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan intelegensi, kemampuan

atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok (Suharsimi Arikunto, 2010

:193). Alat yang digunakan untuk metode tes ini yaitu tes evaluasi, yaitu alat ukur

yang mampu menentukan kemampuan seseorang setelah mengikuti proses

pembelajaran. Tes ini akan dilaksanakan pada tiap siklusnya. Sebuah tes

dikatakan valid apabila tes itu dapat tepat mengukur apa yang hendak diukur

(Suharsimi Arikunto, 2013: 73).

Page 55: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

41

Tes yang digunakan adalah tes tertulis menggunakan soal tes obyektif

(pilihan ganda). Tes pilihan ganda hasilnya dapat dikoreksi secara cepat dengan

hasil yang dapat dipercaya menurut Nurgiyantoro (dalam Wuri, 2010: 123).

Untuk pensekoran tes pilihan ganda menggunakan pensekoran dengan cara setiap

butir soal dijawab benar mendapat nilai satu.

c. Observasi

Observasi (observation) merupakan metode atau cara-cara menganalisis

dan mengadakan pencatatan secara sistematis mengenai tingkah laku dengan

melihat atau mengamati individu atau kelompok secara langsung (Ngalim

Purwanto, 2009: 149). Sedangkan menurut Suharsimi (2006: 156) dalam

pengertian psikologik, observasi atau yang disebut pula dengan pengamatan,

meliputi kegiatan pemuatan perhatian terhadap suatu objek dengan menggunakan

alat indra. Jenis observasi ada dua cara:

1. Observasi non-sistematis, yang dilakukan oleh pengamat dengan tidak

menggunakan instrumen pengamatan.

2. Observasi sistematis, yang dilakukan oleh pengamat dengan menggunakan

pedoman sebagai instrumen pengamatan.

Pada penelitian ini menggunakan obsevasi sistematis. Peneliti bersama

pengamat mengamati proses pembelajaran selama penelitian. Lembar observasi

digunakan untuk mengukur motivasi belajar siswa pada setiap siklusnya.

d. Angket

Page 56: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

42

Angket atau kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang

digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang

pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui (Suharsimi Arikunto, 2006: 151).

Penelitian ini menggunakan metode dan instrument berupa angket dengan bentuk

skala bertingkat. Skala bertingkat ini merupakan sebuah pertanyaan yang diikuti

oleh kolom-kolom yang menunjukkan tingkatan-tingkatan, misalnya mulai dari

sangat setuju sampai ke sangat tidak setuju (Suharsimi Arikunto, 2006: 152).

3.6.Teknik Pengumpulan Data

Peneliti melakukan teknik pengumpulan data menggunakan instrumen.

Menurut Suharsimi Arikunto (2010: 203) metode penelitian merupakan cara yang

digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya. Variasi metode

yang dimaksud adalah: tes dan pengamatan atau observasi. Berikut adalah tabel

mengenai metode dan instrument yang akan digunakan dalam penelitian ini:

Tabel 3.2

Metode dan Instrumen Penelitian

Metode Instrument

1. Tertulis Soal tes

2. Observasi/Pengamatan Check list

3. Dokumentasi Kerangka, sistematika dan

data hasil analisis

Dikutip dari: Suharsimi Arikunto (2010: 204).

Untuk mendapatkan keberhasilan dalam penelitian, diperlukan adanya

instrumen yang bisa dipercaya dan valid. Dalam pengumpulan data, metode yang

digunakan perlu diuji (Validitas, reliabilitas, indeks kesukaran, daya beda, dan

lain-lain)

Page 57: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

43

3.6.1 Validitas

Validitas merupakan suatu alat ukur yang menunjukkan tingkat-tingkat

kevalidan atau keshahihan suatu instrumen. Instrument yang valid mempunyai

validitas yang tinggi (Suharsimi, 2010: 211). Validitas secara garis besar ada dua

macam, yaitu validitas logis dan validitas empiris. Dalam penelitian ini yang akan

dipaparkan hanya validitas logis. Validitas logis sebuah instrumen menunjuk pada

kondisi bagi sebuah instrumen yang memenuhi persyaratan valid berdasarkan

hasil penalaran (Suharsimi, 2009: 65). Ada dua macam validitas logis yang dapat

dicapai oleh sebuah instrumen, salah satunya validitas isi (content validity).

Validitas isi mengukur tujuan khusus sebuah tes yang sejajar dengan materi atau

isi pelajaran yang diberikan (Suharsimi, 2009: 67). Validitas isi dapat dilakukan

dengan membandingkan antara isi instrumen dengan materi pelajaran yang telah

diajarkan (Sugiyono 2013: 177). Rumus yang digunakan untuk menentukan

validitas butir soal adalah rumus korelasi moment angka kasar (Suharsimi

Arikunto, 2006: 170):

rxy = ∑ (∑ )(∑ )

√( ∑ (∑ ) ( ∑ ( ∑ ) ) .......................................................... 1)

Keterangan:

rxy = koefisien korelasi product moment

N = banyaknya subyek

∑X = jumlah skor tiap item soal

∑Y = jumlah skor total

Page 58: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

44

Harga r yang diperoleh dibandingkan dengan r table product moment

dengan taraf signifikan 5% karena untuk pendidikan. Jika harga r hitung > r table

product moment, maka item soal yang diuji bersifat valid.

3.6.2. Reliabilitas

Menurut Suharsimi (2010: 221), reliabel artinya dapat dipercaya dan

dapat diandalkan. Instrumen yang reliabel akan menghasilkan data yang dapat

dipercaya dan dapat diandalkan. Artinya, berapa kali pun data diambil, tetap akan

sama. Dalam penelitian ini reliabilitas tes diuji dengan rumus K-R 20 (Suharsimi

Arikunto, 2006: 188) yang di rumuskan sebagai berikut:

r11 = (

)(

............….……….….……………………… 2)

Keterangan:

r11 = koefisien reliabilitas instrumen

k = banyaknya butir item

vt = varian total

p = jumlah siswa yang menjawab dengan betul butir item yang bersangkutan

q = jumlah siswa yang menjawab dengan salah butir item yang bersangkutan, atau

q=1-p

∑pq = jumlah dari hasil perkalian p dengan q

Untuk menentukan nilai varian total, menggunakan rumus:

Page 59: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

45

∑ (

)

.........….……….….………………………3)

Keterangan:

Vt = Varian total

Y = Skor Siswa

N = jumlah siswa

Pengujian reliabilitas soal tes uji coba dilakukan hanya pada soal-soal

yang telah valid, dan dianalisis tingkat kesukaran soal serta daya pembeda butir

soal. Harga r yang diperoleh dibandingkan dengan r table product moment dengan

taraf signifikan 5%. Jika harga r hitung > r tabel product moment, maka item soal

yang diuji bersifat reliabel.

3.6.3. Indeks Kesukaran

Menurut Suharsimi Arikunto (2009: 207), indeks kesukaran merupakan

bilangan yang menunjukan sukar dan mudahnya sesuatu soal. Soal yang baik

adalah soal yang tidak terlalu mudah atau tidak terlalu sukar. Untuk menghitung

taraf kesukaran soal dari suatu tes (Suharsimi Arikunto, 2009: 208) dipergunakan

rumus sebagai berikut:

...........................................................................4)

Keterangan:

P = Indeks Kesukaran

B = banyaknya siswa yang menjawab soal itu dengan betul

JS= jumlah seluruh siswa peserta tes

Page 60: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

46

Kriteria indeks kesukaran soal (P) disajikan dalam tabel berikut:

Tabel 3.3

Kriteria Indeks Kesukaran Soal

Interval Kriteria

P > 0,70 Mudah

0,30 ≤ P ≤ 0,70 Sedang

P < 0,03 Sukar

3.6.4. Daya Beda Soal

Menurut Suharsimi Arikunto (2009: 211) daya pembeda soal adalah

kemampuan sesuatu soal untuk membedakan antara siswa yang berkemampuan

tinggi dengan siswa yang berkemampuan rendah. Daya pembeda tes dapat dicari

dengan menggunakan persamaan:

......................................................5)

Keterangan:

D = indeks daya pembeda

JA = banyaknya peserta kelompok atas

JB = banyaknya peserta kelompok bawah

BA = banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab soal itu dengan benar

BB = banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab soal itu dengan benar

PA = proporsi peserta kelompok atas yang menjawab benar

PB = proporsi peserta kelompok bawah yang menjawab benar

Suharsimi(2009:218) mengemukakan klasifikasi daya beda D, yaitu:

D : 0,00 – 0,20 : jelek(poor)

D : 0,21 – 0,40 : cukup(satisfactory)

Page 61: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

47

D : 0,41 – 0,70 : baik (good)

D : 0,71 – 1,00 : sangat baik (excellent)

D : negatif, semuanya tidak baik semua butir soal yang mempunyai nilai negatif

sebaiknya di buang saja.

3.6.5. Analisis Lembar Observasi

Analisis lembar observasi digunakan untuk menilai motivasi belajar

siswa. Adapun perhitungannya mengguanakan skala penilaian yang indikatornya

dipaparkan berdasarkan aspek-aspek tertentu dalam bentuk rubric penilaian.

Jumlah skala penilaian kemudian ditafsirkan dengan rentang kuantitatif dengan

menggunakan rumus sebagai berikut:

........................................................6)

Keterangan :

NP = Nilai persen yang dicari atau diharapkan

R = Skor mentah yang diperoleh siswa

SM = Skor Maksimum

100 = Bilangan tetap

(Purwanto,2010 :102)

3.6.6. Indikator Keberhasilan

Berdasarkan ketetapan kurikulum 2013 penentuan ketuntasan belajar

ditentukan sendiri oleh pihak sekolah. Penentuan ketuntasan oleh satuan

pendidikan dengan memperhatikan kemampuan rata-rata peserta didik,

Page 62: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

48

mengidentifikasi indikator sebagai penanda tercapainya kompetensi dasar, dan

kemampuan daya dukung. Untuk keberhasilan penelitian, bisa dilihat dari hasil tes

kognitif, tes ketrampilan, dan lembar observasi motivasi belajar siswa.

Peningkatan hasil belajar ditandai dengan tercapainya nilai KKM > 75 secara

individual dan kurang lebih mencapai 75% secara klasikal baik penilaian praktik

dan juga observasi motivasi belajar siswa.

3.7. Teknik Analisa Data

Data hasil penelitian yang sudah terkumpul selanjutnya dilakukan

analisa. Data hasil observasi dianalisa secara deskriptif kualitatif, sedangkan data

hasil tes evaluasi dianalisa secara kuantitatif. Analisa data hasil observasi

mengenai motivasi belajar hasilnya diklasifikasikan dengan rentang kualitatif

sebagai berikut:

Tabel 3.4

Klasifikasi Motivasi Belajar

Interval Kriteria

75% < rata-rata ≤ 100% Sangat Baik

50% < rata-rata ≤ 75% Baik

25% < rata-rata ≤ 50 % Cukup Baik

0% ≤ rata-rata ≤ 25% Kurang Baik

Sumber: Safari, 2005:103

Sedangkan untuk analisa hasil belajar untuk mengetahui ketuntasan

belajar siswa. Ketuntasan hasil belajar siswa atau biasa disebut KKM yang telah

ditetapkan yaitu 75, maka siswa yang mendapatkan nilai kurang 75 dinyatakan

belum tuntas belajar, sedangkan siswa yang mendapat nilai > 75 telah tuntas

belajar. Untuk menghitung hasil belajar setiap siswa aspek kogntif menggunakan

Page 63: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

49

rumus percentages correction (hasil yang dicapai setiap siswa dihitung dari

persentase jawaban yang benar), yaitu :

……………………………………………7)

Keterangan :

S = nilai yang diharapkan (dicari)

R = jumlah skor dari item atau soal yang dijawab benar

N = skor maksimum dari tes tersebut

100 = bilangan tetap

(Purwanto,Ngalim. 2010 :112)

3.7.1 Perhitungan Nilai Rata-rata

Untuk mendapatkan nilai rata-rata dari hasil evaluasi pada setiap

pertemuan digunakan rumus :

……………………………………………8)

Keterangan :

: Mean (rata-rata)

∑ : Jumlah nilai

N : Jumlah yang akan dirata-rata

(Arikunto, 2009 : 264 )

3.7.2. Ketuntasan Belajar Klasikal

Untuk menghitung ketuntasan belajar klasikal menggunakan rumus

sebagai berikut:

KB=

...........................................................9)

Page 64: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

50

Keterangan :

KB = Ketuntasan Belajar Klasikal

n = Jumlah siswa yang tuntas

N = Jumlah seluruh siswa

( Trianto, 2010: 241)

Page 65: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

51

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Uji Coba

Sebelum diguankan sebagai alat evaluasi, 40 butir soal diuji terlebih

dahulu untuk diketahui tingkat validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya

pembeda soal. Berikut hasil analisisnya:

a. Uji Validitas

Validitas butir soal dicari dengan rumus korelasi product moment angka

kasar, dengan menggunakan taraf signifikan sebesar 5% karena penelitian ini

termasuk penelitian pendidikan. Taraf signifikan 5% artinya kebenaran/

validitasnya mencapai 95%. Dari hasil perhitungan, harga r yang diperoleh

dibandingkan dengan r table product moment dengan taraf signifikan 5%. Jika

Jika harga r hitung > r table product moment (nilainya sebesar 0.444), maka item

soal yang diuji bersifat valid. Rumus korelasi moment angka kasar (Arikunto,

2006: 170), yaitu:

= ∑ (∑ )(∑ )

√( ∑ (∑ ) ( ∑ (∑ ) )

Tabel 4.1

Hasil Uji Validitas Soal Uji Coba

No. Soal Keterangan

1,2,5,6,9,10,11,12,13,14,16,19,

20,21,22,23,24,25,26,27,28,30,

33,34,35,36,37,39,40

0.445 – 0.703

Valid

( > 0.445)

3,4,7,8,15,17,18,29,31,32,38 (-0.216)-0.369 Tidak Valid

( < 0.444)

Catatan: Selengkapnya hasil uji validitas ada di lampiran

Page 66: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

52

b. Uji Reliabilitas

Analisis reliabilitas dengan menggunakan teknik K , rumus uji

reliabilitas dapat dijabarkan sebagai berikut:

= (∑ ) (∑ )(∑ )

√ (∑ ) (∑ ) (∑ ) (∑ )

= ( ) ( )( )

√ ( ) ( ) ( ( ) ( )

=

√( ) ( )

=

√ =

= 0,68057

Berdasarkan hasil perhitungan dengan rumus tersebut, diperoleh nilai

reliabilitas sebesar 0,68057. Harga r yang diperoleh dibandingkan dengan r table

product moment dengan taraf signifikan 5%. Harga r hitung > r tabel product

moment, sehingga kesimpulan pada perhitungan manual diatas adalah r hitung

(0,68057) > r tabel ( 0,444) item soal yang diuji bersifat reliable dengan tingkat

reliabilitas yang tinggi.

c. Indeks Kesukaran Soal

Berdasarkan hasil perhitungan indeks kesukaran soal, hasilnya dapat

dijabarkan sebagai berikut: Diperoleh 3 kriteria soal yang sesuai dengan tabel

klasifikasi indeks kesukaran soal di bawah ini:

Tabel. 4.2

Klasifikasi Indeks Kesukaran Soal

Interval Kriteria

P > 0,70 Mudah

0,30 ≤ P ≤ 0,70 Sedang

P < 0,30 Sukar

Page 67: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

53

Adapun hasil analisis indeks kesukaran soal uji coba adalah sebagai berikut:

Tabel. 4.3

Hasil Analisis Indeks Kesukaran Soal Uji Coba

Nomor Soal Kriteria Jumlah soal

2,3,4,6,7,8,11,12,15,17,18,27,

28,31,38,39

Mudah

(0.75-0.95) 16

1,5,9,10,13,14,16,21,25,29,30,

32,34,35,36,

Sedang

(0.3-0.75) 15

19,20,22,23,24,26,33,37,40 Sukar

(0.05-0.2) 9

d. Daya Pembeda Soal

Dari hasil analisis diperoleh kriteria soal uji coba dengan daya pembeda:

sangat baik (0.71 ≤ D ≤ 1.00), baik (0.41 ≤ D ≤ 0.70), cukup (0.21 ≤ D ≤ 0.40),

dan jelek (0.00 ≤ D ≤ 0.20). Namun dalam perhitungan analisis, ditemukan nilai

yang tidak memenuhi keempat kriteria tersebut, jadi 2 soal yang memperoleh daya

pembeda di bawah 0.00 masuk ke dalam kriteria “Sangat Jelek”. Hasil analisis

daya pembeda disajikan dalam tabel berikut:

Tabel. 4.4

Hasil Analisis Daya Pembeda Soal Uji Coba

Nomor Soal Interval Kriteria Jumlah

Soal

1 0.71-1.00 Sangat Baik 1

5,9,12,14,25,35,36 0.41-0.60 Baik 7

2,6,10,11,16,18,20,21,

22,26,27,28,30,34,39 0.21-0.40 Cukup 15

3,4,7,8,12,17,19,23,24,29,

31,33,37,38,40 0-0.13 Jelek 15

15,32 (-0.2)-(-0.1) Sangat Jelek 2

Page 68: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

54

Dari hasil analisis soal uji coba berdasarkan validitas, reliabilitas, tingkat

kesukaran dan daya beda, maka diperoleh dua kriteria soal yaitu: soal dipakai dan

soal dibuang. Jumlah soal yang dipakai sejumlah 29, namun pada penelitian ini

hanya menggunakan 25 butir soal sebagai alat evaluasi pembelajaran.

Soal yang dipakai yang memenuhi kriteria “valid” (interval nilai validitas

pada perhitungannya antara 0.444-0.703), sedangkan soal yang dibuang yang

memenuhi kriteria “tidak valid” (interval nilai pada perhitungannya antara

(-0.216) – 0.369). Adapun hasilnya sebagai berikut:

Tabel. 4.5

Hasil Kriteria Soal

Nomor Soal Jumlah Soal Kriteria Soal

1,2,5,6,9,10,11,12,13,14,16,19,

20,21,22,23,24,25,26,27,28,30,

33,34,35,36,37,39,40

29 Soal yang dipakai

( > 0.444)

3,4,7,8,15,17,18,29,31,32,38 11 Soal yang dibuang

( < 0.444)

4.2.Hasil Penelitian

4.2.1. Pra Penelitian

a. Motivasi Belajar

Data yang peneliti peroleh untuk mengetahui motivasi belajar siswa adalah

melalui wawancara dengan guru mata pelajaran. Hasil wawancara dengan guru

mata pelajaran pada tahun 2015 didapatkan keterangan motivasi belajar siswa

tergolong masih rendah (hasil wawancara terlampir). Selain dari hasil

wawancara, peneliti juga melakukan observasi selama PPL (Praktik Pengalaman

Lapangan) tahun 2014 dan observasi kegiatan belajar mengajar di sekolah tahun

Page 69: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

55

2015. Dari hasil observasi dalam kegiatan belajar siswa cenderung kurang

memperhatikan penjelasan guru dan keadaan kelas yang ribut serta siswa jarang

mengerjakan. Sebelum kegiatan penelitian dilakukan, untuk mengukur motivasi

belajar siswa peneliti menggunakan angket untuk mengetahui tingkat motivasi

belajar siswa. Data dapat disajikan dalam tabel berikut:

Tabel 4.6 Persentase Pra Penelitian Hasil Angket

No Interval Kriteria Jumlah Persentase (%)

1 25% - 40% Sangat Rendah 2 5,4

2 41% - 55% Rendah 17 45,94

3 56% - 70% Sedang 13 35,13

4 71% - 85% Tinggi 4 10,81

5 86% - 100% Sangat Tinggi 1 2,70

Rata-rata 52,09%

Kriteria Rendah

(Sumber: data observasi peneliti tahun 2015)

b. Hasil Belajar Ranah Kognitif

Hasil belajar penilaian ranah kognitif pada saat pra penelitian peneliti

dapat selama proses observasi sehingga didapatkan data nilai ulangan harian siswa

Data dapat disajikan dalam tabel sebagai berikut:

Tabel 4.7 Hasil Belajar Kognitif Siswa

No. Hasil Tes Pencapaian

1. Nilai Tertinggi 81

2. Nilai Terendah 29

3. Rata – rata 53,10

4. Jumlah siswa tuntas 9

5 Jumlah siswa tidak tuntas 28

6 Persentase ketuntasan KBM 24 %

(Sumber : daftar nilai ulangan harian Semester II)

Page 70: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

56

c. Hasil Belajar Ranah Psikomotorik

Dalam penelitian yang peneliti lakukan, penilaian hasil belajar siswa

tidak hanya diukur dengan penilaian ranah koginitif. Nilai praktik juga masuk

dalam penilaian ranah Psikomotorik. Hasil nilai kompetensi keterampilan

observasi disajikan dalam tabel berikut ini:

Tabel 4.8 Hasil Observasi Pra Penelitian Ranah Psikomotorik

No. Hasil Tes Pencapaian

1. Nilai Tertinggi 80

2. Nilai Terendah 55

3. Rata – rata 66,57

4. Jumlah siswa tuntas 20

5 Jumlah siswa tidak tuntas 17

6 Persentase ketuntasan KBM 54%

(Sumber: daftar nilai praktik semester II tahun 2015)

4.2.2. Data Hasil Penelitian Siklus I dan Siklus II

a. Motivasi Belajar Siswa

Berdasarkan hasil observasi pada saat pra penelitian, hal ini menunjukan

perlu adanya tindakan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Tindakan

yang dilakukan adalah meningkatakan motivasi belajar melalui model

pembelajaran Reciprocal teaching. Berikut disajikan tabel perbandingan

motivasi belajar siklus I dan siklus II berdasarkan indikator motivasi belajar.

Page 71: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

57

Tabel 4.9 Hasil Pengamatan Motivasi Belajar Siklus I dan Siklus II

Indikator Siklus I Siklus II Peningkatan

(%) Frekuensi % Frekuensi %

Tekun menghadapi

tugas

25 67% 30 80% 27%

Ulet menghadapi

kesulitan

20 55% 25 75% 20%

Minat terhadap

masalah

24 64% 28 78% 14%

Senang bekerja

mandiri dalam

kelompok

20 54% 27 76% 22%

Senang mencari dan

memecahkan masalah

19 50% 28 77% 27%

Rata-rata keseluruhan - 58% - 77% 22%

(Sumber: data penelitian 2015)

Dari tabel motivasi belajar di atas, dapat digolongkan dalam tabel kriteria

motivasi belajar siswa. Berikut tabel kriteria motivasi belajar siswa:

Tabel 4.10 Kriteria Motivasi Belajar Siswa Siklus I dan Siklus II

No Rentang Kriteria Frekuensi Persentase

Siklus I Siklus II Siklus I Siklus II

1 75% < rata-rata ≤ 100% Sangat Baik 3 21 8 % 57%

2 50% < rata-rata ≤ 75% Baik 24 9 65% 24%

3 25% < rata-rata ≤ 50 % Cukup Baik 8 7 22% 19%

4 0% ≤ rata-rata ≤ 25% Kurang Baik 2 0 5% 0%

Jumlah 37 37 100% 100%

Berdasarkan tabel 4.11 diatas, dapat disajikan dalam bentuk diagram berikut:

Page 72: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

58

Gambar 3. Persentase Perbandingan Motivasi Belajar Siklus I dan Siklus II

Berdasarkan data diagram diatas menunjukan, perbandingan yang

signifikan antara siklus I dan siklus II. Hasil pada siklus II mengalami

peningkatan dari keadaan pada siklus I dengan rata-rata persentase peningkatan

sebesar 22%.

67%

55%

64%

54% 50%

80%

75% 78%

76% 77%

0%

10%

20%

30%

40%

50%

60%

70%

80%

90%

Tekunmenghadapi

tugas

Uletmenghadapi

kesulitan

Minatterhadapmasalah

Senangbekerjamandiridalam

kelompok

Senangmencari danmemecahkan

masalah

persentase

Perbandingan Motivasi Belajar

Siklus I

Siklus II

Page 73: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

59

b. Hasil Tes Evaluasi

Tes evaluasi digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam

memahami materi pembelajaran yang telah diajarkan. Hasil tes evaluasi siswa

siklus I dan siklus II dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.12 Hasil Nilai Tes Evaluasi Siklus I dan Siklus II

(Sumber: data penelitian 2015)

Berdasarkan hasil belajar pada siklus I dan siklus II, maka hasil tersebut

dibandingkan dengan keadaan pada saat pra penelitian. Perbandingan hasil

belajar kognitif siswa pra penelitian, siklus I, dan siklus II dapat disajikan pada

tabel berikut ini:

Tabel 4.13 Perbandingan Hasil Belajar Ranah Kognitif Pra Penelitian, Siklus I,

dan Siklus II

No

Pra Penelitian Siklus I Siklus II

Objek Nilai Frek % Objek Nilai Frek % Objek Nilai Frek %

1 NTT 81 1 3 NTT 84 2 5 NTT 92 3 8

2 NTR 29 4 11 NTR 32 2 5 NTR 48 1 3

3 NRT 53,10 - - NRT 65,6 - - NRT 76,6 - -

4 K - - 24 - K - 41 K - - 81

(Sumber: data penelitian 2015)

Keterangan : NTT = Nilai Tertinggi

NTR = Nilai Terendah

NRT = Nilai Rata-rata

K = Ketuntasan Belajar

No Hasil Tes Siklus I Siklus II

1. Nilai tertinggi 84 92

2. Nilai terendah 32 48

3. Rata-rata 65,6 76,6

4. Jumlah siswa tuntas 15 30

5. Jumlah siswa tidak tuntas 22 7

6. Persentase ketuntasan KBM 41 % 81%

Page 74: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

60

Berdasarkan data pada tabel diatas diketahui bahwa adanya suatu

peningkatan hasil evaluasi belajar siswa dari pra penelitian, siklus I, dan siklus II.

Adanya peningkaan pada evaluasi belajar siswa dapat dilihat dari nilai rata-rata

siswa dan persentase ketuntasan klasikal yang terus meningkat dari pra penelitian,

siklus I, dan siklus II. Perbandingan kenaikan tersebut hasilnya dapat disajikan

dalam grafik berikut:

Gambar 4.Persentase Perbandingan Ketuntasan Belajar Ranah Kognitif Pra

Penelitian, Siklus I, dan Siklus II

Dari hasil diatas, maka dapat disimpulkan ketuntasan belajar yang

memenuhi KKM maupun belum memenuhi KKM. Data dapat disajikan dalam

tabel berikut:

24%

41%

81%

0%

10%

20%

30%

40%

50%

60%

70%

80%

90%

pra penelitian siklus I Siklus II

persentase

perbandingan ketuntasan klasikal belajar

pra penelitian

siklus I

Siklus II

Page 75: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

61

Tabel 4.14 Perbandingan KKM pra penelitian, siklus I, dan siklus II

No

Krietria

Pra Penelitian Siklus I Siklus II

Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase

1 ≥ KKM 9 24% 15 41% 31 84%

2 ≤ KKM 28 76% 22 59% 6 16%

Jumlah 37 100% 37 100% 37 100%

c. Hasil Tes Ranah Psikomotorik

Berdasarkan penelitian yang peneliti lakukan pada saat proses

pembelajaran dilakukan diperoleh data nilai praktik siswa. Nilai praktik siklus I

dan siklus II dapat dilihat dalam tabel 11. sebagai berikut:

Tabel 4.15 Hasil Nilai Praktik Siklus I dan Siklus II

No Hasil Tes Siklus I Siklus II

1. Nilai Tertinggi 85 90

2. Nilai Terendah 60 65

3. Nilai rata-rata 72,13 78,66

4. Jumlah siswa tuntas 26 35

5. Jumlah siswa tidak tuntas 11 2

6. Persentase ketuntasan KBM 70% 95%

(Sumber: data penelitian 2015)

Hasil nilai keterampilan pada siklus I dan siklus II kemudian dibandingkan

dengan nilai praktik pra penelitian. Data disajikan dalam tabel berikut:

Tabel 4.16 Perbandingan Nilai Praktik Pra Penelitian, Siklus I, dan Siklus II

No

Pra Penelitian Siklus I Siklus II

Objek Nilai Frek % Objek Nilai Frek % Objek Nilai Frek %

1 NTT 80 2 5 NTT 85 3 8 NTT 90 5 14

2 NTR 55 5 14 NTR 60 4 11 NTR 65 2 5

3 NRT 66,57 - - NRT 72,13 - - NRT 78,66 - -

4 K - - 54 K - - 70 K - - 95

(Sumber: data penelitian 2015)

Page 76: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

62

Keterangan : NTT = Nilai Tertinggi

NTR = Nilai Terendah

NRT = Nilai Rata-rata

K = Ketuntasan Belajar

Dari tabel diatas, dapat diketahui ada peningkatan hasil tes nilai

keterampilan siswa. Peningkatan nilai praktik dapat dilihat dari nilai rata-rata

siswa dan persentase ketuntasan klasikal yang meningkat. Hasil kenaikan tersebut

disajikan pada grafik berikut:

Gambar 5. Persentase Perbandingan Ketuntasan Klasikal Nilai Praktik Pra

Penelitian, Siklus I, dan Siklus II

Dari hasil diatas, maka dapat disimpulkan ketuntasan belajar baik diatas

KKM maupun dibawah KKM. Data dapat disajikan dalam tabel berikut:

54%

70%

95%

0%

10%

20%

30%

40%

50%

60%

70%

80%

90%

100%

siklus I Siklus II

persentase

Perbandingan Ketuntasan Belajar Nilai Praktik

pra penelitian

siklus I

Siklus II

Page 77: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

63

Tabel 4.17 Perbandingan KKM Nilai Praktik Pra Penelitian, Siklus I, dan Siklus II

No

Krietria

Pra Penelitian Siklus I Siklus II

Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase

1 ≥ KKM 20 54% 26 70% 35 95%

2 ≤ KKM 17 46% 11 30% 2 5%

Jumlah 37 100% 37 100% 37 100%

4.3.Hasil Pembahasan

4.3.1. Motivasi Belajar

Kondisi pra penelitian motivasi belajar siswa peneliti dapat dengan

melakukan observasi dan angket untuk mengetahui keadaan awal siswa sebelum

dilakukan tindakan. Berdasarkan hasil observasi awal, dapat disimpulkan

menunjukan rendahnya motivasi belajar siswa. Motivasi belajar siswa bisa dilihat

dari kurang antusiasnya siswa mengikuti pembelajaran, siswa kurang aktif

bertanya kepada guru ketika proses pembelajaran, daya serap terhadap materi

masih rendah, dan siswa jarang mengerjakan tugas yang diberikan guru. Hasil

tersebut diperkuat denga hasil angket yang diisi oleh siswa. Berdasarkan hasil

angket rata-rata motivasi belajar siswa masuk dalam interval 41% - 55% sehingga

motivasi belajar siswa termasuk dalam kriteria rendah dengan persentase 52,09%.

Sedangkan penjabaran skor angket motivasi belajar dengan kriteria sangat rendah

sebesar 5,4% atau sekitar 2 siswa, motivasi belajar dengan kriteria rendah sebesar

45,94% atau sekitar 17 siswa, motivasi belajar dengan kriteria sedang sebesar

35,13% atau sekitar 13 siswa, motivasi belajar dengan kriteria tinggi sebesar

10,81% atau sekitar 4 siswa, dan motivasi belajar dengan kriteria sangat tinggi

sebesar 2,70% atau sekitar 1 siswa.

Page 78: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

64

Berdasarkan penelitian pada siklus I menunjukan rata-rata tingkat

motivasi belajar siswa 58% termasuk dalam kriteria baik menurut pendapat Safari

(2005: 103). Dengan skor tertinggi pada aspek tekun menghadapi tugas sebesar

67% atau sekitar 25 siswa dari 37 siswa tekun mengerjakan tugas atau proyek

yang diberikan guru dan juga aktif hadir dalam kelas. Sedangkan pada aspek ulet

menghadapi kesulitan yaitu sebesar 55% atau sekitar 20 siswa dari 37 siswa yang

mempunyai sikap sabar terhadap tugas yang sulit dan berusaha mengadapi

kesulitan. Selanjutnya aspek minat terhadap masalah sebesar 64% atau sekitar 24

siswa dari 37 siswa menunjukan siswa terbiasa dalam mengikuti pelajaran dan

semangat dalam mengikuti proses pembelajaran. Kemudian pada aspek senang

bekerja mandiri dalam kelompok sebesar 54% atau sekitar 20 siswa dari 37 siswa

lebih mandiri dalam penyelesaian tugas-tugas/PR dengan kelompoknya dan

menggunakan kesempatan belajra diluar jam pelejaran bersama kelompoknya.

Serta aspek senang mencari dan memecahkan masalah dengan skor terendah

sebesar 50% atau sekitar 19 siswa dari 37 siswa antusias menemukan pemecahan

masalah dalam kelompoknya dan tanggap dalam menyelesaikan permasalahn

dalam kelompok. Untuk skor rakapitulasi motivasi belajar dapat dilihat di

lampiran.

Berdasarkan hasil pengamatan tingkat motivasi belajar siswa pada siklus

II, diketahui bahwa rata-rata tingkat motivasi belajar siswa semakin naik dari

rata-rata sebelumnya yang hanya 58% dan tergolong kriteria baik meningkat

sebesar 19% menjadi 77% sehingga tergolong kriteria sangat baik menurut Safari

(2005: 103).

Page 79: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

65

Pada gambar 3. sebelumnya, dapat terlihat dengan jelas adanya

peningkatan skor rata-rata dari masing-masing aspek dari siklus I menuju siklus

II. Peningkatan rata-rata keseluruhan mengalami kenaikan sebesar 19% dari siklus

I sebesar 58% naik menjadi 77% pada siklus II. Seperti pada tekun menghadapi

tugas naik sebesar 27% dari siklus I menjadi 80% yang berarti siswa tekun

mengerjakan tugas atau proyek yang diberikan guru dan juga aktif hadir dalam

kelas semakin baik, kemudian aspek ulet menghadapi kesulitan naik sebesar 20%

dari sebelumnya siklus I 55% naik menjadi 75% pada siklus II menunjukan siswa

yang mempunyai sikap sabar terhadap tugas yang sulit dan berusaha mengadapi

kesulitan semakin baik, selanjutnya aspek minat terhadap masalah naik sebesar

14% dari siklus I 64% naik menjadi 78% pada siklus II menunjukan siswa

terbiasa dalam mengikuti pelajaran dan semangat dalam mengikuti proses

pembelajaran semakin baik. Peningkatan juga terjadi pada aspek senang bekerja

mandiri dalam kelompok yang naik sebesar 22% dari siklus I 54% naik menjadi

76% pada siklus II yang menunjukan siswa lebih mandiri dalam penyelesaian

tugas-tugas/PR dengan kelompoknya dan menggunakan kesempatan belajra diluar

jam pelejaran bersama kelompoknya sangat baik, kemudian yang terakhir yaitu

aspek senang mencari dan memecahkan masalah naik sebesar 27% dari

sebelumnya siklus I 50% naik menjadi 77% pada siklus II yang artinya siswa

siswa antusias menemukan pemecahan masalah dalam kelompoknya dan tanggap

dalam menyelesaikan permasalahn dalam kelompoknya., sehingga dapat

dikatakan bahwa tingkat motivasi belajar siswa pada siklus II mengalami

kenaikan dari siklus I.

Page 80: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

66

4.3.2. Hasil Belajar

Sebelum memulai penelitian, peneliti terlebih dahulu melakukan

observasi untuk mengetahui kondisi awal sebelum pemberian tindakan dilakukan.

Observasi dilakukan pada kelas yang akan diteliti yaitu kelas X Multimedia SMK

Palebon Semarang. Berdasarkan hasil observasi pra penelitian menunjukan hasil

belajar masih rendah. Hali ini ditunjukan dari sejumlah 37 siswa, hanya 9 siswa

yang nilainya mencapai ketuntasan belajar dan 28 siswa tidak tuntas belajar.

Rata-rata nilai siswa sebelum tindakan adalah 53,10 dengan persentase ketuntasan

klasikal sebesar 24%. Padahal ketuntasan belajar dikatakan berhasil apabila terjadi

perubahan perilaku yang positif pada diri peserta didik atau setidaknya kurang

lebih 75 % menurut Mulyasa dalam (Nisa, 2006: 102).

Analisis hasil tes evaluasi hasil belajar siswa pada siklus I menggunakan

model pembelajaran Reciprocal teaching dalam mata pelajaran pemrograman web

mengalami peningkatan dibandingkan pada saat kondisi pra penelitian. Hal ini

ditunjukan dari hasil nilai rata-rata siswa sebesar 65,6 dibandingkan keadaan pra

penelitian dengan rata-rata 53,10. Nilai tertinggi sebesar 84 dengan frekuensi

perolehan sebanyak 2 siswa dan persentase sebesar 5%, sebaliknya nilai terendah

sebesar 32 menunjukan perolehan yang sama dengan nilai tertinggi. Dengan

ketuntasan klasikal yang dicapai siklus I naik 17% dari sebelumnya 24% saat pra

penelitian menjadi 41% pada siklus I dari jumlah siswa 37 siswa. Pada saat siklus

I peningkatan hasil belajar masih belum mengalami peningkatan yang signifikan.

Selain dari pencapaian ketuntasan klasikal yang belum mencapai indikator

Page 81: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

67

keberhasilan kurang lebih sebesar 75%. Jumlah siswa yang ≥ KKM sebanyak 15

siswa atau sekitar 41% dan yang ≤ KKM 22 siswa atau sekitar 59%.

Analisis hasil tes evaluasi siklus II, menunjukan bahwa nilai rata-rata

yang dicapai siswa kelas X Multimedia naik sebesar 11,00 dari siklus I 65,6 naik

menjadi 76,6 pada siklus II. Nilai tertinggi sebesar 92 dengan frekuensi perolehan

sebanyak 3 siswa dan persentase sebesar 8%, sedangkan nilai terendah sebesar 48

dengan frekuensi perolehan sebanyak 1 siswa dan persentase sebesar 3%.Dengan

ketuntasan klasikal pada siklus II naik 40% dari sebelumnya 41% saat siklus I

naik menjadi 81% saat siklus II dari total siswa sejumlah 37 siswa. Jumlah siswa

yang ≥ KKM sebanyak 30 siswa atau sekitar 84% dan yang ≤ KKM sebanyak 7

siswa atau sekitar 16%.

Penilaian hasil belajar tidak hanya pada tes evaluasi tetapi juga pada tes

keterampilan atau praktik. Hasil tes praktik diperoleh peneliti saat observasi.

Berdasarkan hasil nilai praktik, rata-rata nilai praktik pada saat kondisi pra

penelitian 66,57. Dengan persentase ketuntasan klasikal 54%. Jumlah siswa yang

≥ KKM sebanyak 20 siswa atau sekitar 54% dan yang ≤ KKM sebanyak 17 siswa

atau sekitar 46%.

Analisis hasil evaluasi tes praktik menggunakan model pembelajaran

Reciprocal teaching saat pelaksanaan siklus I menunjukan rata-rata meningkat

menjadi 72,13 dibandingkan keadaan pra penelitian dengan rata-rata 66,57. Nilai

tertinggi sebesar 85 dengan frekuensi perolehan sebanyak 3 siswa dan persentase

sebesar 8%, sedangkan nilai terendah sebesar 60 dengan frekuensi perolehan

sebanyak 8 siswa dan persentase sebesar 22%. Dengan ketuntasan klasikal yang

Page 82: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

68

dicapai siklus I naik 24% dari sebelumnya 54% saat pra siklus menjadi 70% pada

siklus I dari jumlah siswa 37 siswa. Akan tetapi, ketuntasan klasikal belum

mencapai indikator kurang lebih 75%. Jumlah siswa yang ≥ KKM sebanyak 26

siswa atau sekitar 70% dan yang ≤ KKM sebanyak 11 siswa atau sekitar 30%.

Nilai rata-rata praktik yang dicapai siswa kelas X Multimedia pada siklus

II naik sebesar 6,53 dari siklus I sebesar 72,13 naik menjadi 78,66 pada siklus II.

Nilai tertinggi sebesar 90 dengan frekuensi perolehan sebanyak 5 siswa dan

persentase sebesar 14%, sedangkan nilai terendah sebesar 65 dengan frekuensi

perolehan sebanyak 2 siswa dan persentase sebesar 5%. Dengan ketuntasan

klasikal yang dicapai pada siklus II naik 22% dari sebelumnya yaitu sebesar 70%

saat siklus I naik menjadi sebesar 95% saat siklus II dari total siswa berjumlah 37

siswa. Jumlah siswa yang ≥ KKM sebanyak 35 siswa atau sekitar 70% siswa dan

yang ≤ KKM sebanyak 2 siswa atau sekitar 5%. Dengan begitu penelitian tindakan

kelas ini dapat diakhiri karena kedua nilai sudah mencapai indikator keberhasilan

yang telah ditentukan yaitu 75%.

Selama pelaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran Repirocal

Teaching ada beberapa kendala yang dihadapi dalam penelitian. Sebagai upaya

mengatasi kendala tersebut dilakukan refleksi. Refleksi merupakan kegiatan untuk

mengemukakan kembali apa yang sudah terjadi (Suharsimi Arikunto, 2010: 140).

Pada saat pelaksanaan tindakan siklus I kendala yang terjadi pada saat proses

diskusi siswa masih ramai dan proses diskusi kurang terarah sehingga proses

berbagi pengetahuan menjadi kurang optimal. Padahal prinsip pembelajaran lebih

menekankan siswa yang berpengetahuan lebih untuk mengajari siswa yang

Page 83: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

69

berpengetahuan rendah. Hal tersebut dikarenakan siswa kurang sabar dalam

menghadapi siswa yang berpengetahuan rendah.

Berdasarkan kekurangan pada siklus I tersebut, maka perlu dilakukan

refleksi pada pelaksanaan siklus II. Hal yang dilakukan pada siklus II adalah

proses diskusi lebih teratur dengan menggunakan prinsip memberikan pertanyaan

pada setiap kelompok dengan pertanyaan yang berbeda pada setiap individu

kemudian individu tersebut wajib menjawab pertanyaan dengan benar dan pada

saat proses pengerjaan tes evaluasi siswa lebih bersungguh-sungguh dengan

menerapkan pengawasan ynag lebih ketat agar siswa tidak mencontek. Model

pembelajaran Reciprocal teaching memiliki kelebihan maupun kekurangan.

Kelebihan model pembelajaran Reciprocal teaching adalah siswa yang

berkemampuan lebih bisa membantu siswa yang berkemampuan rendah dalam

proses pembelajaran dengan sistem pembagian kelompok yang heterogen

berdasarkan kemampuan siswa. Kekurangan dari model pembelajaran Reciprocal

teaching adalah kurangnya waktu siswa dalam berdiskusi maupun

mempresentasikan sehingga kurang maksimal dalam menilai kemampuan siswa

memahami materi.

Page 84: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

70

BAB V

PENUTUP

5.1.Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan dapat

disimpulkan sebagai berikut:

1. Penerapan model pembelajaran reciprocal teaching pada mata pelajaran

pemrograman web dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas X

Multimedia SMK Palebon Semarang.

2. Model pembelajaran reciprocal teaching dapat meningkatkan hasil belajar

siswa kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang pada materi memahami

dasar HTML, CSS, dan PHP serta menyajikan dasar HTML, CSS, dan PHP

dalam bentuk tabel.

5.2. Saran

Model pembelajaran reciprocal teaching terbukti meningkatkan motivasi

belajar dan hasil belajar siswa kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang pada

mata pelajaran pemrograman web, maka dapat disarankan sebagai berikut:

1. Untuk penelitian selanjutnya, hendaknya meneliti aspek psikomotorik siswa.

2. Bagi pihak calon peneliti, pengelolaan waktu dalam reciprocal teaching harus

dimanfaatkan sebaik mungkin agar semua tahapan dalam pembelajaran

tercapai sesuai dengan skenario pembelajaran.

Page 85: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

71

DAFTAR PUSTAKA

Akinsola. 2013. Effectiveness of Reflective- Reciprocal Teaching on Pre Service

Teachers’ Achievement and Science Process Skills In Integrated

Science. Dalam International Journal of Education and Research.

University Ibadan. Volume 1 No. 8 August 2013.

Djamarah, Syaiful Bahri. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta; PT Asdi Mahasatya

Hamalik, Oemar. 2008. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan

Sistem, Jakarta : Bumi Aksara

Harahap, Rahma Seri. 2014. Implementasi Pendekatan Reciprocal teaching

Dengan Strategi Pembelajaran Card Sort Untuk Meningkatkan

Aktivitas dan Hasil Belajar Akuntansi Siswa Kelas XII BM SMK

Muhammadiyah-8 Medan Tahun Pembelajaran 2013/2014.Skripsi.

Medan: Universitas Negeri Medan

Haryati, Indri Nur. 2009. Implementasi Pembelajaran Dengan Pendekatan

Reciprocal teaching Sebagai Upaya Meningkatkan Kemandirian

Belajar Matematika dan Hasil Belajar Matematika Untuk Pokok

Bahasan Kesebangunan Pada Siswa Kelas IX-I SMP Negeri 1 Pacitan.

Skripsi. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Hasbullah. 2008. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan, Jakarta : PT RajaGrafindo

Persada

http://www.kemenag.go.id/file/dokumen/UU2003.pdf diakses pada tanggal 27

Januari 2015

Huang, Ching Thing dan Yang, Shu Ching. 2015. Effects of Online Reciprocal

Teaching on Reading Strategies, Comprehension, Self-Efficacy, and

Motivation. Dalam International Journal of Educational Computing.

National Sun Yat-sen University.Volume 52(3) 381-407 2015.

Huda, Miftahul. 2014. Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran,

Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Inung Pratiwi dan Ani Widayati. (2012). ” Pembelajaran Akuntansi Melalui

Reciprocal teaching Model Untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep

dan Kemandirian Belajar Dalam Materi Mengelola Administrasi Surat

Berharga Jangka Pendek Siswa Kelas X Akuntansi 1 SMK Negeri 7

Yogyakarta Tahun Pelajaran 2011/2012.” Jurnal Pendidikan Akuntansi

Indonesia.Vol.X ,N0.2 ,tahun 2012

Page 86: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

72

Nashar, Drs. 2004. Peranan Motivasi dan Kemampuan Awal dalam Kegiatan

Pembelajaran. Jakarta: Delia Press.

Nisa, Khairun Nurul Fitri. (2014).” Peningkatan Kompetensi Menggunakan

Program Aplikasi Microsoft Word Melalui Penerapan Model Student

Facilitator And Explaining Di SMA Negeri 2 Ungaran.”Skripsi.

Semarang: Universitas Negeri Semarang.

Nur Efendi. (2013). ”Pendekatan Pengajaran Reciprocal teaching Berpotensi

Mengingkatkan Ketuntasan Hasil Belajar Biologi Siswa SMA” Jurnal

Pedagogia.Vol.2 , No. 1, Februari 2013 : halaman 84-97.

Nur, Indri Hayati. 2009. Implementasi Pembelajaran Dengan Pendekatan

Reciprocal teaching Sebagai Upaya Meningkatkan Kemandirian Belajar

Matematika Dan Hasil Belajar Matematika Untuk Pokok Bahasan

Kesebangunan Pada Siswa Kelas IX-I SMP Negeri 1 Pacitan. Skripsi.

Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Purwanto, Ngalim. 2009. Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran.

Remaja Rosdakarya: Bandung

________ . 2007. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakrya

Republik Indonesia. Undang-undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem

Pendidikan Nasional.

Rifa’i, Achmad dan Catharina Tri Anni. 2012. Psikologi Pendidikan. Pusat

Pengembangan MKU/MKDK-LP3: Universitas Negeri Semarang.

Sanjaya, Wina.2007. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses

Pendidikan, Jakarta: Kencana Prenada Media Group

Sardiman. 2007. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta : PT Raja

Grafindo Persada

Sukmadinata, Nana Syaodih. 2009. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : PT

Remaja Rosdakarya.

Sudjana, Nana. 2014. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung : PT

Remaja Rosdakarya.

Page 87: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

73

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan Kuantitatif,

Kualitatif, dan R & D. Alfabeta: Bandung.

Suharsimi Arikunto.2009. Prosedur Penelitian. Rieka Cipta: Jakarta

________. 2010. Prosedur Penelitian. Rieka Cipta: Jakarta.

________. 2009. Dasar – Dasar Evaluasi Pendidikan. PT Bumi Aksara: Jakarta

Trianto. 2010. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif: Konsep,

Landasan, dan Implementasi pada Kurikulum Tingkat Satuan

Penelitian (KTSP). Kencana Prenada Media Group: Jakarta.

Uno, Hamzah B. 2009. Teori Motivasi dan Pengukurannya. Jakarta: Bumi

Aksara

Valentino, Ade Gita. 2010. Penerapan Pendekatan Strategi Pengajaran Timbal

Balik (Reciprocal teaching) Untuk Meningkatkan Kemampuan

Berkomunikasi, Prestasi, dan Motivasi Belajar Pada Mata Pelajaran

Pengetahuan Dasar Teknik Mesin Siswa Kelas X SMKN 6 Malang.

Skripsi. Malang: Universitas Negeri Malang

Wuri, Dita Andari. 2013. Penerapan Model Pembelajaran Student Facilitator

and Explaining (SFAE) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fisika

Kelas VII SMP Nurul Islam. Skripsi. Semarang: Universitas Negeri

Semarang.

Page 88: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

74

LAMPIRAN

Page 89: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

75

LAMPIRAN 1

HASIL WAWANCARA

Pertanyaan

1. Peneliti : Apakah kurikulum yang digunakan dalam proses pembelajaran ?

Guru : Kurikulum 2013 untuk kelas X dan XI

Kurikulum KTSP untuk kelas XII

2. Peneliti : Jenis model pembelajaran apa yang diterapkan sebelumnya ?

Guru : Model pembelajaran ceramah dan model pembelajaran praktik

3. Peneliti : Bagaimana nilai harian siswa?

Guru : Masih banyak siswa nilainya belum mencapai KKM dari 37 siswa hanya 9

siswa yang mencapai KKM pada nilai ulangan harian.

4. Peneliti : Bagaimana nilai tugas siswa?

Guru : nilai siswa terdiri dari nilai tugas, nilai praktik membuat postingan di blog

5. Peneliti : Apa saja sarana dan prasarana yang digunakan dalam proses pembelajaran?

Guru : Laboratorium Komputer dan Laboratorium Multimedia

6. Peneliti : Materi yang telah di sampaikan sejauh mana?

Guru : Pembuatan blog dan aplikasinya untuk tugas

7. Peneliti : Kendala-kendala apa saja yang di rasakan dalam proses pembelajaran baik

Oleh guru atau siswa?

Guru : Komputer yang terbatas dengan jumlah 26 PC, 24 untuk komputer bersama 2

untuk komputer server, koneksi internet yang terbatas sehingga menghambat

proses pembelajaran, AC yang sering mati sehingga kondisi laboratorium

panas sehingga siswa kurang berkonsentrasi, siswa yang cenderung kurang

motivasi untuk belajar dan jarang mengerjakan tugas yang diberikan guru.

Selain itu, siswa hanya mendengarkan penjelasan guru tanpa terlibat secara

aktif, daya serap terhadap materi masih rendah, dan kurangnya antusias

bertanya kepada guru dan siswa kurang antusias dalam mengikuti

pembelajaran

Page 90: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

76

LAMPIRAN 2

DAFTAR PEMBAGIAN KELOMPOK

SISWA KELAS X MULTIMEDIA

NO KELOMPOK NAMA JENIS KELAMIN

1

I

AHMAD TOFIK S L

2 AHMAD SAHERTIAN L

3 ELYSIA NUR ULA FIRDAUS P

4 KURNIAWAN L

5 DITA FITRI PURNAMASARI P

6

II

CHIQUITITA TRI AGUSTIN P

7 WAIS INTAN SARI P

8 CHANDRA DWI YOGA K L

9 ASRUL RAHMAD L

10 FEBRI NUGROHO L

11

III

DANDY SUNAJI TRI ATMOJO L

12 AJI BAGAS PRAKOSO L

13 FELISA FATIKHANI P

14 MAYANG DWI ARYANTI P

15 NISA ZAHROTUL FIRDAUS P

16

IV

ISTIQOMAH P

17 RIZAL MAULANA AQBAR L

18 NOR SHOBAH P

19 MICHELL BEFITRA L

20

V

NUR MAHARANI P

21 ALFIN KRISNA L

22 ILHAM AJI SAPUTRA L

23 RAHMADIKA LUTHFI MANAFI L

24 ROCHMANSAH L

25

VI

RENA RIZKY SEPTIANA P

26 ANDREAS DEDDY WIJAYA L

27 WIDIYANTI P

28 RIZKI PRATAMA FERDINANSYAH L

29 ILHAM ALIF RIZKI GUMILAR L

30

VII

VARELLIA GITA PRAMESWARI P

31 ANGGI SAFITRI P

32 ILHAM HARTANTO L

33 RIZKI MUDA NUR IHWAN FAUZI L

34

VIII

SALSABILLA DISA WAHYUDI P

35 DAFFA SURYA PANGESTU L

36 MUHAMMAD RIDWAN L

37 YASHINTA NADILA AGUSTINA P

Page 91: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

77

LAMPIRAN 3

PERHITUNGAN ANGKET

Membuat tabel rujukan dengan cara:

1) Menetapkan persentase tertinggi = (4:4) x 100%=100%

2) Menetapkan persentase terendah = (1:4) x 100%= 25%

3) Range = 100% -25%= 75%

4) Menetapkan kelas interval = 5

5) Panjang kelas interval (positif) = 75:5=15%

6) Kriteria penentuan interval

Interval Kriteria

86% -100% Sangat Tinggi

71% - 85% Tinggi

56% - 70% Sedang

41% - 55% Rendah

25% - 40% Sangat Rendah

Page 92: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

78

ANALISIS PERHITUNGAN ANGKET

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40

1 R-01 2 4 3 2 3 3 2 1 4 4 3 3 3 3 3 2 2 2 2 3 2 3 3 2 2 2 2 2 3 3 2 2 3 2 2 2 3 2 3 3 102 64% Sedang

2 R-02 3 3 3 4 3 4 3 2 4 2 3 2 3 3 3 2 2 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 2 2 3 2 111 69% Sedang

3 R-03 2 2 1 3 2 2 2 2 3 2 2 2 1 2 2 1 2 3 1 1 3 2 3 2 2 2 3 2 1 2 2 3 1 2 2 2 1 2 3 3 81 51% rendah

4 R-04 2 3 3 1 2 3 2 2 3 3 4 4 2 1 1 1 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 3 2 2 2 1 2 2 2 2 2 1 84 53% rendah

5 R-05 3 3 3 2 2 1 2 2 3 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 85 53% rendah

6 R-06 2 2 3 2 2 2 2 2 1 1 2 2 3 2 3 2 3 2 2 2 1 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 3 3 85 53% rendah

7 R-07 3 3 2 3 3 2 2 2 2 3 3 2 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 87 54% rendah

8 R-08 3 3 4 3 3 2 3 3 2 4 3 3 4 4 3 2 4 3 3 1 3 2 4 4 4 4 3 4 2 2 2 4 2 2 2 2 2 2 2 112 70% Sedang

9 R-09 2 3 2 3 2 2 1 1 2 1 2 1 2 3 2 2 2 2 1 2 2 3 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 4 2 3 2 80 50% rendah

10 R-10 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 4 3 3 3 2 2 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 108 68% Sedang

11 R-11 4 3 1 4 3 3 2 2 2 2 3 3 1 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 2 3 4 3 2 1 3 3 3 4 3 4 4 4 1 3 3 118 74% tinggi

12 R-12 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 3 1 2 2 2 2 2 4 3 2 3 1 2 2 2 3 1 2 2 1 3 85 53% rendah

13 R-13 3 4 3 3 2 3 3 3 3 2 3 1 2 3 3 2 3 4 3 3 4 3 4 3 2 2 4 2 4 3 3 3 2 2 2 2 3 2 2 3 111 69% Sedang

14 R-14 2 2 1 2 1 1 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 2 1 2 1 2 2 2 1 1 1 1 1 2 64 40% sangat rendah

15 R-15 3 3 4 4 3 4 2 2 4 3 4 1 3 4 4 2 3 4 4 3 3 3 4 2 2 3 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 4 4 129 81% tinggi

16 R-16 2 4 1 3 3 3 1 2 3 3 2 2 2 3 2 3 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 88 55% rendah

17 R-17 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 3 2 3 2 2 2 85 53% rendah

18 R-18 2 3 3 3 1 3 1 3 2 3 2 3 1 3 3 2 2 2 2 2 3 2 3 3 2 1 2 2 1 1 2 2 2 1 3 2 2 3 3 2 88 55% rendah

19 R-19 3 4 3 3 3 4 3 2 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 2 3 3 3 2 3 3 2 3 2 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 112 70% Sedang

20 R-20 2 1 2 1 1 2 1 2 2 1 1 1 2 2 2 2 2 1 1 2 1 2 1 2 3 2 2 1 2 1 2 2 1 2 1 1 1 2 1 2 63 39% sangat rendah

21 R-21 3 3 4 2 3 3 3 2 4 3 3 4 2 2 3 4 3 3 2 2 2 4 4 4 2 3 4 2 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 116 73% tinggi

22 R-22 3 3 2 2 3 3 2 2 3 3 2 3 3 1 1 2 1 1 2 1 2 2 2 1 2 1 3 1 1 2 2 2 3 2 2 2 2 2 3 2 82 51% rendah

23 R-23 4 3 3 4 2 3 2 2 2 3 3 2 3 3 4 2 3 4 3 2 2 2 3 2 3 3 3 3 2 2 3 2 3 3 2 2 3 4 3 3 110 69% Sedang

24 R-24 2 4 3 3 2 3 2 3 2 2 2 2 2 2 4 2 2 2 2 2 2 3 2 3 2 1 2 1 1 2 1 2 3 1 2 2 2 2 3 2 87 54% rendah

25 R-25 2 3 3 2 2 2 2 2 2 4 4 2 2 4 3 3 2 3 2 3 2 4 4 4 2 2 4 2 4 2 3 3 2 3 2 2 2 4 4 4 111 69% Sedang

26 R-26 3 3 3 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 2 2 3 2 2 2 2 3 110 69% Sedang

27 R-27 3 3 2 2 3 2 2 3 2 2 3 3 1 2 3 2 2 2 2 2 3 2 2 1 1 1 2 2 2 2 2 1 3 2 2 2 2 2 2 2 84 53% rendah

28 R-28 2 3 4 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 3 3 2 3 2 3 2 2 3 3 3 110 69% Sedang

29 R-29 3 3 2 3 2 3 2 1 1 2 4 3 2 2 2 1 1 4 2 2 2 2 3 2 2 3 2 2 2 2 3 1 2 2 2 3 1 1 3 3 88 55% rendah

30 R-30 2 4 3 3 2 3 2 2 3 1 2 2 1 4 3 1 3 3 1 2 2 3 2 2 2 2 2 2 1 3 2 2 1 2 1 2 3 2 2 3 88 55% rendah

31 R-31 3 3 2 4 3 3 2 2 3 3 3 3 1 2 4 2 3 3 3 2 3 2 2 3 2 2 3 2 4 2 2 3 3 2 3 2 3 2 3 2 104 65% Sedang

32 R-32 3 3 2 3 2 3 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 87 54% rendah

33 R-33 3 3 3 2 3 3 2 3 3 2 3 2 3 3 3 2 2 3 2 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 2 2 3 3 3 2 3 3 107 67% Sedang

34 R-34 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 1 3 4 3 2 3 4 3 4 3 4 4 3 2 4 4 3 4 3 3 3 4 3 3 2 3 4 4 4 136 85% tinggi

35 R-35 3 4 3 4 3 3 3 2 4 4 4 1 1 4 4 3 4 4 4 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 3 140 88% sangat tinggi

36 R-36 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 4 1 2 3 3 3 3 3 3 4 2 3 3 2 3 3 2 3 3 2 2 3 2 2 2 2 2 2 3 3 111 69% Sedang

37 R-37 3 3 2 2 2 1 2 2 1 2 2 2 1 2 1 1 2 1 2 1 1 1 1 2 2 1 1 1 2 3 3 1 1 2 2 2 2 2 2 1 68 43% rendah

skor persentase kriteria item pertanyaan

no kode

LA

MP

IRA

N 4

Page 93: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

79

Kriteria Frekuensi Persentase

sangat rendah 2 5,4

rendah 17 45,94

sedang 13 35,13

tinggi 4 10,81

sangat tinggi 1 2,70

Page 94: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

80

LAMPIRAN 5

KISI-KISI LEMBAR OBSERVASI MOTIVASI BELAJAR

Sekolah : SMK Palebon Semarang

Mata Pelajaran : Pemrograman Web

Kelas/Semester : X/II (Dua)

No Indikator Sub Indikator Alat Penilaian

1 Tekun menghadapi tugas 1. Kehadiran di kelas

2. Rajin mengerjakan tugas

Lembar

Observasi

2 Ulet menghadapi

kesulitan

1. Sikap sabar terhadap tugas

yang sulit

2. Berusaha menghadapi

kesulitan

3 Minat terhadap masalah 1. Kebiasaan dalam

menghadapi masalah

2. Semangat dalam mengikuti

proses pembelajaran dan

minat terhadap soal-soal

yang sulit.

4 Senang bekerja mandiri

dalam kelompok

1. Penyelesaian tugas-tugas/

PR dengan kelompoknya.

2. Menggunakan kesempatan

belajar diluar jam pelajaran

bersama kelompoknya.

5 Senang mencari dan

memecahkan masalah

dalam kelompok

1. Antusias menemukan

pemecahan masalah dalam

kelompoknya.

2. Tanggap dalam

menyelesaikan

permasalahan dalam

kelompok

Page 95: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

81

LAMPIRAN 6

LEMBAR OBSERVASI MOTIVASI BELAJAR

No Nama

Siswa klmpk

tekun

menghadapi

tugas

Ulet

menghadapi

kesulitan

Minat

terhadap

masalah

Senang

bekerja

mandiri dalam

kelompok

Senang

mencari dan

memecahkan

masalah

1

2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1 Tofik I 2 Sahertian 3 Elysia 4 Kurniawan 5 Dita 6 Agustin II 7 Wais 8 Chandra 9 Asrul 10 Febri 11 Dandy III 12 Aji bagas 13 Felisia 14 Mayang 15 Nisa 16 Istiqomah IV 17 Rizal 18 Shobah 19 Michell 20 Rani V 21 Alfin 22 Ilham aji 23 Luthfi 24 Rochmansah 25 Rena VI 26 Andreas 27 Widiyanti 28 Rizki

29 Ilham alif 30 Varellia VII 31 Anggi 32 Ilham 33 Rizki muda 34 Disa VIII 35 Daffa 36 Ridwan 37 Yashinta

Keterangan : 1 = Tidak Baik 2 = Cukup baik 3 = Baik 4 = Sangat Baik

Page 96: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

82

LAMPIRAN 7

RUBRIK PENILAIAN MOTIVASI BELAJAR

Aspek yang dinilai Skor Deskripsi

Tekun menghadapi

tugas

4 Jika siswa aktif hadir di kelas dan sangat rajin

mengerjakan tugas

3 Jika siswa aktif hadir di kelas dan rajin mengerjakan

tugas

2 Jika siswa cukup aktif hadir di kelas dan cukup rajin

mengerjakan tugas

1 Jika siswa tidak hadir di kelas dan tidak rajin

mengerjakan tugas

Ulet menghadapi

kesulitan

4 Jika siswa dapat bersikap sabar terhadap tugas yang sulit

dan sangat berusaha menghadapi kesulitan

3 Jika siswa dapat bersikap sabar terhadap tugas yang sulit

dan dapat berusaha menghadapi kesulitan

2 Jika siswa cukup bersikap sabar terhadap tugas yang sulit

dan cukup berusaha menghadapi kesulitan

1 Jika siswa tidak bersikap sabar terhdap tugas yang sulit

dan tidak berusaha menghadapi kesuliatn

Minat terhadap masalah 4 Jika siswa aktif terbiasa dalam menghadapi masalah dan

sangat semangat dalam mengikuti proses pembelajaran

serta minat terhadap soal-soal yang sulit

3 Jika siswa aktif terbiasa dalam menghadapi masalah dan

semangat dalam mengikuti pembelajaran serta minat

terhadap soal-soal yang sulit

2 Jika siswa cukup aktif terbiasa dalam menghadapi

masalah dan cukup semangat dalam mengikuti

pembelajaran minat terhadap soal-soal yang sulit

1 Jika siswa tidak aktif dalam menghadapi masalah dan

tidak semangat dalam mengikuti pembelajaran minat

terhadap soal-soal yang sulit

Senang bekerja mandiri

dalam kelompok

4 Jika siswa mandiri menyelesaikan tugas-tugas/PR dalam

kelompoknya dan sangat rajin menggunakan kesempatan

belajar diluar jam pelajaran bersama kelompoknya.

3 Jika siswa mandiri menyelesaikan tugas-tugas/PR dalam

kelompoknya dan rajin menggunakan kesempatan belajar

diluar jam pelajaran bersama kelompoknya

2 Jika siswa cukup mandiri menyelesaikan tugas-tugas/PR

dalam kelompoknya dan cukup rajin menggunakan

kesempatan belajar diluar jam pelajaran bersama

kelompoknya

Page 97: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

83

1 Jika siswa tidak mandiri menyelesaikan tugas-tugas/PR

dalam kelompoknya dan tidak rajin menggunakan

kesempatan belajar diluar jam pelajaran bersama

kelompoknya

Senang mencari dan

memecahkan masalah

4 Jika siswa sangat antusias menemukan pemecahan

masalah dalam kelompoknya dan sangat tanggap dalam

menyelesaikan permasalahan dalam kelompok

3 Jika siswa antusias menemukan pemecahan masalah

dalam kelompoknya dan sangat tanggap dalam

menyelesaikan permasalahan dalam kelompok

2 Jika siswa cukup antusias menemukan pemecahan

masalah dalam kelompoknya dan cukup tanggap dalam

menyelesaikan permasalahan dalam kelompok

1 Jika siswa tidak antusias menemukan pemecahan

masalah dalam kelompoknya dan tidak tanggap dalam

menyelesaikan permasalahan dalam kelompok

Page 98: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

84

LAMPIRAN 8 ANALISIS MOTIVASI BELAJAR SIKLUS I

tekun ulet minat mandiri senang tekun ulet minat mandiri senang1 R-01 3 3 3 3 2 14 70 baik 20 1 R-01 3 3 3 3 2 14 70 baik 20 R-01 14 70 baik2 R-02 3 3 3 4 2 15 75 baik 2 R-02 4 3 4 3 3 17 85 sangat baik R-02 16 80 sangat baik3 R-03 2 2 2 1 1 8 40 cukup 3 R-03 2 2 2 1 1 8 40 cukup R-03 8 40 cukup4 R-04 2 2 2 1 1 8 40 cukup 4 R-04 2 1 2 2 1 8 40 cukup R-04 8 40 cukup5 R-05 2 1 2 2 1 8 40 cukup 5 R-05 2 2 2 1 1 8 40 cukup R-05 8 40 cukup6 R-06 3 2 3 2 2 12 60 baik 6 R-06 2 3 3 2 2 12 60 baik R-06 12 60 baik7 R-07 2 2 2 2 2 10 50 cukup 7 R-07 2 3 3 2 2 12 60 baik R-07 11 55 baik8 R-08 2 1 3 2 2 10 50 cukup 8 R-08 2 3 3 2 2 12 60 baik R-08 11 55 baik9 R-09 4 2 3 2 2 13 65 baik 9 R-09 4 3 3 3 2 15 75 baik R-09 14 70 baik

10 R-10 3 3 3 2 2 13 65 baik 10 R-10 4 3 3 3 2 15 75 baik R-10 14 70 baik11 R-11 4 2 3 3 3 15 75 baik 11 R-11 4 3 3 3 2 15 75 baik R-11 15 75 baik12 R-12 2 2 2 2 1 9 45 cukup 12 R-12 2 1 2 2 2 9 45 cukup R-12 9 45 cukup13 R-13 3 2 3 2 3 13 65 baik 13 R-13 2 2 3 2 2 11 55 baik R-13 12 60 baik14 R-14 3 1 2 2 1 9 45 cukup 14 R-14 2 1 2 2 2 9 45 cukup R-14 9 45 cukup15 R-15 3 1 2 2 2 10 50 cukup 15 R-15 3 2 3 2 2 12 60 baik R-15 11 55 baik16 R-16 1 1 1 1 1 5 25 kurang baik 16 R-16 1 1 1 1 1 5 25 kurang baik R-16 5 25 kurang baik17 R-17 2 2 2 2 2 10 50 cukup 17 R-17 2 2 2 2 2 10 50 cukup R-17 10 50 cukup18 R-18 3 2 3 2 1 11 55 baik 18 R-18 2 2 3 2 2 11 55 baik R-18 11 55 baik19 R-19 3 3 3 2 2 13 65 baik 19 R-19 4 3 4 2 2 15 75 baik R-19 14 70 baik20 R-20 2 3 2 1 1 9 45 cukup 20 R-20 2 1 2 1 1 7 35 cukup R-20 8 40 cukup21 R-21 2 2 2 1 2 9 45 cukup 21 R-21 3 2 3 2 2 12 60 baik R-21 10.5 52.5 baik22 R-22 1 1 1 1 1 5 25 kurang baik 22 R-22 1 1 1 1 1 5 25 kurang baik R-22 5 25 kurang baik23 R-23 3 2 1 2 3 11 55 baik 23 R-23 4 2 4 2 3 15 75 baik R-23 13 65 baik24 R-24 3 2 3 3 2 13 65 baik 24 R-24 3 2 2 3 3 13 65 baik R-24 13 65 baik25 R-25 3 2 3 2 3 13 65 baik 25 R-25 3 3 2 3 2 13 65 baik R-25 13 65 baik26 R-26 3 4 3 3 3 16 80 sangat baik 26 R-26 4 3 3 3 3 16 80 sangat baik R-26 16 80 sangat baik27 R-27 3 2 2 1 3 11 55 baik 27 R-27 2 2 3 2 2 11 55 baik R-27 11 55 baik28 R-28 3 4 3 3 3 16 80 sangat baik 28 R-28 4 3 4 2 3 16 80 sangat baik R-28 16 80 sangat baik29 R-29 2 1 2 2 2 9 45 cukup 29 R-29 2 1 2 2 2 9 45 cukup R-29 9 45 cukup30 R-30 3 3 3 3 3 15 75 baik 30 R-30 2 2 3 2 2 11 55 baik R-30 13 65 baik

31 R-31 3 2 3 3 2 13 65 baik 31 R-31 2 2 3 2 2 11 55 baik R-31 12 60 baik

32 R-32 3 2 4 3 3 15 75 baik 32 R-32 3 2 2 2 2 11 55 baik R-32 13 65 baik

33 R-33 3 3 4 3 2 15 75 baik 33 R-33 3 3 2 3 2 13 65 baik R-33 14 70 baik

34 R-34 3 3 4 3 2 15 75 baik 34 R-34 3 3 2 3 3 14 70 baik R-34 14.5 72.5 baik

35 R-35 3 3 3 2 2 13 65 baik 35 R-35 3 3 2 3 2 13 65 baik R-35 13 65 baik36 R-36 2 3 2 2 2 11 55 baik 36 R-36 3 2 2 2 2 11 55 baik R-36 11 55 baik37 R-37 3 3 2 3 2 13 65 baik 37 R-37 3 2 2 2 2 11 55 baik R-37 12 60 baik

No no Kode SiswaKode

Siswa

Indikatorskor NP Kriteria Kriteriakode siswa skor

observer 1 observer 2

skor max

Rekapitulasi

skor NP kriteriaSkor Max NPIndikator

Page 99: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

85

LAMPIRAN 9

ANALISIS MOTIVASI BELAJAR SIKLUS II

tekun ulet minat mandiri senang tekun ulet minat mandiri senang1 R-01 4 3 4 3 3 17 85 SANGAT BAIK 20 1 R-01 3 4 4 4 2 17 85 SANGAT BAIK 20 R-01 17 85 SANGAT BAIK2 R-02 4 3 4 3 4 18 90 SANGAT BAIK 2 R-02 4 4 4 4 2 18 90 SANGAT BAIK R-02 18 90 SANGAT BAIK3 R-03 2 2 2 2 2 10 50 CUKUP 3 R-03 2 2 2 1 3 10 50 CUKUP R-03 10 50 CUKUP4 R-04 2 2 2 2 2 10 50 CUKUP 4 R-04 2 2 2 1 3 10 50 CUKUP R-04 10 50 CUKUP5 R-05 2 2 2 2 2 10 50 CUKUP 5 R-05 2 1 2 2 3 10 50 CUKUP R-05 10 50 CUKUP6 R-06 4 4 4 4 4 20 100 SANGAT BAIK 6 R-06 4 4 4 4 4 20 100 SANGAT BAIK R-06 20 100 SANGAT BAIK7 R-07 3 3 3 3 3 15 75 BAIK 7 R-07 2 3 4 2 4 15 75 BAIK R-07 15 75 BAIK8 R-08 4 3 3 3 2 15 75 BAIK 8 R-08 2 2 3 3 3 13 65 BAIK R-08 14 70 BAIK9 R-09 4 4 4 4 3 19 95 SANGAT BAIK 9 R-09 4 4 4 4 3 19 95 SANGAT BAIK R-09 19 95 SANGAT BAIK

10 R-10 3 3 3 3 4 16 80 SANGAT BAIK 10 R-10 4 4 4 3 3 18 90 SANGAT BAIK R-10 17 85 SANGAT BAIK11 R-11 4 4 4 4 4 20 100 SANGAT BAIK 11 R-11 4 4 4 4 4 20 100 SANGAT BAIK R-11 20 100 SANGAT BAIK12 R-12 3 3 4 3 2 15 75 BAIK 12 R-12 4 2 3 2 2 13 65 BAIK R-12 14 70 BAIK13 R-13 3 3 4 3 3 16 80 SANGAT BAIK 13 R-13 3 3 3 3 4 16 80 SANGAT BAIK R-13 16 80 SANGAT BAIK14 R-14 3 3 2 2 3 13 65 BAIK 14 R-14 3 1 2 3 2 11 55 BAIK R-14 12 60 BAIK15 R-15 3 3 2 3 3 14 70 BAIK 15 R-15 3 2 2 2 3 12 60 BAIK R-15 13 65 BAIK16 R-16 2 2 2 2 2 10 50 CUKUP 16 R-16 1 1 1 2 3 8 40 CUKUP R-16 9 45 CUKUP17 R-17 3 3 3 3 3 15 75 BAIK 17 R-17 2 2 2 2 3 11 55 BAIK R-17 13 65 BAIK18 R-18 3 3 3 4 3 16 80 SANGAT BAIK 18 R-18 4 4 4 4 4 20 100 SANGAT BAIK R-18 18 90 SANGAT BAIK19 R-19 4 3 3 4 3 17 85 SANGAT BAIK 19 R-19 4 3 3 3 2 15 75 BAIK R-19 16 80 SANGAT BAIK20 R-20 2 2 2 2 2 10 50 CUKUP 20 R-20 2 3 2 2 1 10 50 CUKUP R-20 10 50 CUKUP21 R-21 3 3 2 3 3 14 70 BAIK 21 R-21 2 2 2 1 3 10 50 CUKUP R-21 12 60 BAIK22 R-22 2 2 2 2 2 10 50 CUKUP 22 R-22 1 1 2 1 3 8 40 CUKUP R-22 9 45 CUKUP23 R-23 4 4 4 3 4 19 95 SANGAT BAIK 23 R-23 4 4 4 4 3 19 95 SANGAT BAIK R-23 19 95 SANGAT BAIK24 R-24 3 3 4 4 3 17 85 SANGAT BAIK 24 R-24 4 3 3 4 3 17 85 SANGAT BAIK R-24 17 85 SANGAT BAIK25 R-25 4 3 4 3 3 17 85 SANGAT BAIK 25 R-25 4 4 4 4 3 19 95 SANGAT BAIK R-25 18 90 SANGAT BAIK26 R-26 4 4 4 3 4 19 95 SANGAT BAIK 26 R-26 4 4 4 4 3 19 95 SANGAT BAIK R-26 19 95 SANGAT BAIK27 R-27 3 3 3 4 3 16 80 SANGAT BAIK 27 R-27 3 4 4 3 3 17 85 SANGAT BAIK R-27 16.5 82.5 SANGAT BAIK28 R-28 4 4 4 4 4 20 100 SANGAT BAIK 28 R-28 4 4 3 4 4 19 95 SANGAT BAIK R-28 19.5 97.5 SANGAT BAIK29 R-29 2 2 2 2 2 10 50 CUKUP 29 R-29 2 1 2 2 3 10 50 CUKUP R-29 10 50 CUKUP30 R-30 3 3 3 4 3 16 80 SANGAT BAIK 30 R-30 4 4 4 4 4 20 100 SANGAT BAIK R-30 18 90 SANGAT BAIK31 R-31 3 3 3 2 3 14 70 BAIK 31 R-31 4 3 2 4 2 15 75 BAIK R-31 14.5 72.5 BAIK32 R-32 3 3 3 4 4 17 85 SANGAT BAIK 32 R-32 4 4 3 4 4 19 95 SANGAT BAIK R-32 18 90 SANGAT BAIK33 R-33 4 3 3 3 4 17 85 SANGAT BAIK 33 R-33 4 4 3 4 4 19 95 SANGAT BAIK R-33 18 90 SANGAT BAIK34 R-34 4 3 4 4 4 19 95 SANGAT BAIK 34 R-34 4 4 4 4 3 19 95 SANGAT BAIK R-34 19 95 SANGAT BAIK35 R-35 4 4 4 4 4 20 100 SANGAT BAIK 35 R-35 4 4 4 4 4 20 100 SANGAT BAIK R-35 20 100 SANGAT BAIK36 R-36 3 3 3 3 4 16 80 SANGAT BAIK 36 R-36 4 4 4 4 4 20 100 SANGAT BAIK R-36 18 90 SANGAT BAIK37 R-37 3 3 3 2 3 14 70 BAIK 37 R-37 3 2 4 3 2 14 70 BAIK R-37 14 70 BAIK

Rekapitulasi Observer 1 observer 2

Kriteria Skor max NoKode

Siswa

IndikatorNo

Kode

Siswa

Indikatorskor NP kode siswa skor NP Kriteriaskor NP Kriteria skor max

Page 100: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

86

LAMPIRAN 10

DAFTAR NILAI HARIAN SISWA

SMK PALEBON SEMARANG

TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Kelas : X Multimedia

Semester : Genap

No NAMA L/P NILAI KETERANGAN

1 AHMAD SAHERTIAN L 56 TIDAK TUNTAS

2 AHMAD TOFIK S L 75 TUNTAS

3 AJI BAGAS PRAKOSO L 46 TIDAK TUNTAS

4 ALFIN KRISNA L 29 TIDAK TUNTAS

5 ANDREAS DEDDY WIJAYA L 29 TIDAK TUNTAS

6 ANGGI SAFITRI P 81 TUNTAS

7 ASRUL RAHMAD L 47 TIDAK TUNTAS

8 CHANDRA DWI YOGA K L 66 TIDAK TUNTAS

9 CHIQUITITA TRI AGUSTIN P 76 TUNTAS

10 DAFFA SURYA PANGESTU L 58 TIDAK TUNTAS

11 DANDY SUNAJI TRI ATMOJO L 76 TUNTAS

12 DITA FITRI PURNAMASARI P 29 TIDAK TUNTAS

13 ELYSIA NUR ULA FIRDAUS P 53 TIDAK TUNTAS

14 FEBRI NUGROHO L 45 TIDAK TUNTAS

15 FELISA FATIKHANI P 63 TIDAK TUNTAS

16 ILHAM AJI SAPUTRA L 29 TIDAK TUNTAS

17 ILHAM ALIF RIZKI GUMILAR L 45 TIDAK TUNTAS

18 ILHAM HARTANTO L 50 TIDAK TUNTAS

19 ISTIQOMAH P 66 TIDAK TUNTAS

20 KURNIAWAN L 52 TIDAK TUNTAS

21 MAYANG DWI ARYANTI P 64 TIDAK TUNTAS

22 MICHELL BEFITRA L 51 TIDAK TUNTAS

23 MUHAMMAD RIDWAN L 54 TIDAK TUNTAS

24 NISA ZAHROTUL FIRDAUS P 75 TUNTAS

25 NOR SHOBAH P 69 TIDAK TUNTAS

26 NUR MAHARANI P 75 TUNTAS

27 RAHMADIKA LUTHFI MANAFI L 75 TUNTAS

28 RENA RIZKY SEPTIANA P 56 TIDAK TUNTAS

29 RIZAL MAULANA AQBAR L 64 TIDAK TUNTAS

30 RIZKI MUDA NUR IHWAN FAUZI L 54 TIDAK TUNTAS

31 RIZKI PRATAMA FERDINANSYAH L 64 TIDAK TUNTAS

32 ROCHMANSAH L 54 TIDAK TUNTAS

33 SALSABILLA DISA WAHYUDI P 64 TIDAK TUNTAS

34 VARELLIA GITA PRAMESWARI P 75 TUNTAS

35 WAIS INTAN SARI P 75 TUNTAS

36 WIDIYANTI P 55 TIDAK TUNTAS

37 YASHINTA NADILA AGUSTINA P 59 TIDAK TUNTAS

Page 101: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

87

LAMPIRAN 11

DAFTAR NILAI HARIAN PRAKTIK

SMK PALEBON SEMARANG

TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Kelas : X Multimedia

Semester : Genap

No NAMA L/P NILAI KETERANGAN

1 AHMAD SAHERTIAN L 75 TIDAK TUNTAS

2 AHMAD TOFIK S L 78 TUNTAS

3 AJI BAGAS PRAKOSO L 60 TIDAK TUNTAS

4 ALFIN KRISNA L 55 TIDAK TUNTAS

5 ANDREAS DEDDY WIJAYA L 55 TIDAK TUNTAS

6 ANGGI SAFITRI P 60 TUNTAS

7 ASRUL RAHMAD L 75 TIDAK TUNTAS

8 CHANDRA DWI YOGA K L 60 TIDAK TUNTAS

9 CHIQUITITA TRI AGUSTIN P 60 TUNTAS

10 DAFFA SURYA PANGESTU L 75 TIDAK TUNTAS

11 DANDY SUNAJI TRI ATMOJO L 80 TUNTAS

12 DITA FITRI PURNAMASARI P 60 TIDAK TUNTAS

13 ELYSIA NUR ULA FIRDAUS P 60 TIDAK TUNTAS

14 FEBRI NUGROHO L 60 TIDAK TUNTAS

15 FELISA FATIKHANI P 75 TIDAK TUNTAS

16 ILHAM AJI SAPUTRA L 55 TIDAK TUNTAS

17 ILHAM ALIF RIZKI GUMILAR L 60 TIDAK TUNTAS

18 ILHAM HARTANTO L 60 TIDAK TUNTAS

19 ISTIQOMAH P 80 TIDAK TUNTAS

20 KURNIAWAN L 60 TIDAK TUNTAS

21 MAYANG DWI ARYANTI P 60 TIDAK TUNTAS

22 MICHELL BEFITRA L 55 TIDAK TUNTAS

23 MUHAMMAD RIDWAN L 75 TIDAK TUNTAS

24 NISA ZAHROTUL FIRDAUS P 75 TUNTAS

25 NOR SHOBAH P 75 TIDAK TUNTAS

26 NUR MAHARANI P 75 TUNTAS

27 RAHMADIKA LUTHFI MANAFI L 75 TUNTAS

28 RENA RIZKY SEPTIANA P 60 TIDAK TUNTAS

29 RIZAL MAULANA AQBAR L 55 TIDAK TUNTAS

30 RIZKI MUDA NUR IHWAN FAUZI L 60 TIDAK TUNTAS

31 RIZKI PRATAMA FERDINANSYAH L 75 TIDAK TUNTAS

32 ROCHMANSAH L 75 TIDAK TUNTAS

33 SALSABILLA DISA WAHYUDI P 75 TIDAK TUNTAS

34 VARELLIA GITA PRAMESWARI P 75 TUNTAS

35 WAIS INTAN SARI P 75 TUNTAS

36 WIDIYANTI P 75 TIDAK TUNTAS

37 YASHINTA NADILA AGUSTINA P 75 TIDAK TUNTAS

Page 102: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

88

LAMPIRAN 12

DAFTAR NAMA SISWA KELAS UJI COBA

KELAS XI MULTIMEDIA

No NAMA L/P KODE SISWA

1 ADE PRATAMA L M-01

2 BELA SUKMA P M-02

3 DESY NUR ALIYAH P M-03

4 DEVI APRILIANI P M-04

5 DIANA BUDI PRAMESTI P M-05

6 DIFTA ALINKA RIZKI P M-06

7 FITRIYANTO NADI PRASETYO L M-07

8 FRIDA MEGANINGRUM P M-08

9 INDANA ZULFA P M-09

10 ISMAK PRIYANTIN P M-10

11 MADHITYA GUSTA P M-11

12 MARINDA ARDIYANA P M-12

13 M.ADITYA PRASETYA L M-13

14 M.DANANG NOVIANTO L M-14

15 NOVIA NUR LUTHFIANISA P M-15

16 PUJI LESTARI P M-16

17 RISMA YULIANA P M-17

18 ROHMATUL INAYAH P M-18

19 UTAMI NOOR AZIZAH P M-19

20 YUSUF ADE TIAR L M-20

Page 103: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

89

DAFTAR NAMA SISWA KELAS PENELITIAN

KELAS X MULTIMEDIA

No NAMA L/P KODE SISWA

1 AHMAD SAHERTIAN L R-01

2 AHMAD TOFIK S L R-02

3 AJI BAGAS PRAKOSO L R-03

4 ALFIN KRISNA L R-04

5 ANDREAS DEDDY WIJAYA L R-05

6 ANGGI SAFITRI P R-06

7 ASRUL RAHMAD L R-07

8 CHANDRA DWI YOGA K L R-08

9 CHIQUITITA TRI AGUSTIN P R-09

10 DAFFA SURYA PANGESTU L R-10

11 DANDY SUNAJI TRI ATMOJO L R-11

12 DITA FITRI PURNAMASARI P R-12

13 ELYSIA NUR ULA FIRDAUS P R-13

14 FEBRI NUGROHO L R-14

15 FELISA FATIKHANI P R-15

16 ILHAM AJI SAPUTRA L R-16

17 ILHAM ALIF RIZKI GUMILAR L R-17

18 ILHAM HARTANTO L R-18

19 ISTIQOMAH P R-19

20 KURNIAWAN L R-20

21 MAYANG DWI ARYANTI P R-21

22 MICHELL BEFITRA L R-22

23 MUHAMMAD RIDWAN L R-23

24 NISA ZAHROTUL FIRDAUS P R-24

25 NOR SHOBAH P R-25

26 NUR MAHARANI P R-26

27 RAHMADIKA LUTHFI MANAFI L R-27

28 RENA RIZKY SEPTIANA P R-28

29 RIZAL MAULANA AQBAR L R-29

30 RIZKI MUDA NUR IHWAN FAUZI L R-30

31 RIZKI PRATAMA FERDINANSYAH L R-31

32 ROCHMANSAH L R-32

33 SALSABILLA DISA WAHYUDI P R-33

34 VARELLIA GITA PRAMESWARI P R-34

35 WAIS INTAN SARI P R-35

36 WIDIYANTI P R-36

37 YASHINTA NADILA AGUSTINA P R-37

LA

MP

IRA

N 1

3

Page 104: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

90

LAMPIRAN 14

KISI-KISI SOAL UJI COBA INSTRUMEN PENELITIAN

Indikator No. butir

soal

Aspek Tingkat kesukaran soal

C1

(Mengingat)

C2

(Memahami

)

C3

(Mengaplikas

ikan)

C4

(Menganalisis)

C5

(Mengevalu

asi)

C6

(Mencipta) Mudah Sedang Sulit

1. Mengetahui

dasar

pemrograman

HTML, CSS,

dan PHP

2. Mempraktikkan

pembuatan tabel

dengan HTML

P.1 √ √

P.2 √ √

P.3 √ √

P.4 √ √

P.5 √ √

P.6 √ √

P.7 √ √

P.8 √ √

P.9 √ √

P.10 √ √

P.11 √ √

P.12 √ √

P.13 √ √

P.14 √ √

P.15 √ √

P.16 √

P.17 √ √

P.18 √ √

P.19 √ √

P.20 √ √

P.21 √ √

P.22 √ √

P.23 √ √

P.24 √ √

Page 105: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

91

Indikator

No.

butir

soal

Aspek Tingkat kesukaran soal

C1

(Mengingat)

C2

(Memahami

)

C3

(Mengaplikas

ikan)

C4

(Menganalisis)

C5

(Mengevalu

asi)

C6

(Mencipta) Mudah Sedang Sulit

1. Mengetahui dasar

pemrograman

HTM, CSS, dan

PHP

2. Mempraktikkan

pembuatan tabel

dengan HTML

P.25 √ √

P.26 √ √

P.27 √ √

P.28 √ √

P.29 √ √

P.30 √ √

P.31 √ √

P.32 √ √

P.33 √ √

P.34 √ √

P.35 √ √

P.36 √ √

P.37 √ √

P.38 √ √

P.39 √ √

P.40 √

Page 106: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

92

LAMPIRAN 15

SOAL UJI COBA

Mata Pelajaran : Pemrograman Web

Kelas : X

Sekolah : SMK Palebon

Waktu : 1 X 45 menit

PETUNJUK UMUM

1. Berdoalah sebelum Anda mengerjakan soal.

2. Isikan identitas Anda pada lembar jawaban yang tersedia.

3. Jumlah soal sebanyak 40 soal pilihan ganda

4. Bacalah petunjuk soal sebelum menjawab

5. Pilih salah satu jawaban yang Anda anggap benar dengan tanda silang (X) pada pilihan A,

B, C, D, atau E

6. Kerjakan terlebih dahulu soal yang Anda anggap mudah.

1. Editor untuk membuat file HTML banyak tersedia, diantaranya,kecuali…

A. Fronfage

B. Notepad

C. Dreamwaver

D. Crimson Editor

E. Aphace

2. Web terdiri dari 4 (empat) hal yaitu,kecuali…

A. Hypertext

B. Resource identifier

C. Client-server

D. Markup language

E. Repeater

3. Kepanjangan dari HTML adalah …

A. Hyper text mail language

B. Hyper team master language

C. HyperText Markup Language

D. Hyper team mode language

E. Hyper tuts mark up language

4. Di bawah ini yang merupakan dokumen web adalah ….

A. *.doc D. *.html

B. *.xls E. *.gif

C. *.swf

5. Tag pasangan sebagai penutup suatu elemen dari HTML biasanya diawali dengan tanda ,,,

A. ” D. /

B. : E. ?

C. &

6. Penulisan tag HTML yang benar adalah ....

A. <Tittle>............... <Tittle>

B. <Head>.............<Head>

Page 107: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

93

C. <Html>................ <Head>

D. <Body>............ <Body>

E. <Html> ............. </Html>

7. Dalam penulisan file HTML, teks yang akan muncul pada title bar didefinisikan di antara

tag ....

A. <head> dan </head>

B. <title> dan </title>

C. <bar> dan </bar>

D. <title bar> dan </title bar>

E. <body> dan </body>

8. Tag HTML yang digunakan untuk menandai sebuah paragraf dari dokumen HTML yang

dibuat adalah ....

A. <paragraf> D. <pg>

B. <paragraph> E. <prg>

C. <p>

9. Tag HTML yang digunakan untuk memisahkan teks menjadi baris baru adalah ....

A. <hr> D. <break

B. <bb> E. <br>

C. <teks>

10. Atribut colspan digunakan untuk ....

A. Melebarkan baris D. Membuat border kolom

B. Melebarkan kolom E. Membuat border baris

C. Melebarkan baris dan kolom

11. Atribut rowspan digunakan untuk ....

A. Melebarkan baris D. Membuat border kolom

B. Melebarkan kolom E. Membuat border baris

C. Melebarkan baris dan kolom

12. Tag heading yang terkecil dalam HTML adalah ....

A. <h6>heading</h6> D. <h2>heading</h2>

B. <h5>heading</h5> E. <h1>heading</h1>

C. <h4>heading</h4>

13. Tag HR memiliki atribut ....

A. Size D. size dan width

B. Width E. size dan height

C. Height

14. Tag HTML yang digunakan untuk menampilkan sebuah gambar dalam halaman web

adalah…

A. <img> D. <bmp>

B. <image> E. <gambar>

C. <jpg>

15. Perintah HTML dalam form yang digunakan untuk menerima masukan dari pengguna berupa

beberapa baris teks, seperti komentar dalam guestbook adalah ....

A. <input type=”text”> masukan </input>

B. <input type=”radio”>masukan</input>

C. <form> masukan </form>

D. <select> masukan </select>

E. <textarea> masukan </textarea>

16. Contoh penulisan perintah HTML untuk menjadikan beberapa baris dalam tabel menjadi satu

adalah ....

A. <table colspan=”3”>

B. <tr colspan=”3”>

C. <td colspan=”3”>

D. <tr rowspan=”3”>

E. <td rowspan=”3”>

17. Code HTML yang benar untuk merubah ukuran tulisan adalah ......

A. <marquee> ….. </marquee>

B. <font size = 12 px> ........ </font>

D. <html> ….... </html>

E. <br> ….... </br>

Page 108: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

94

C. <font color=FF0000> .......</font>

18. Code HTML yang benar untuk membuat tulisan berjalan dari kanan ke kiri adalah …...

A. <marquee> ….. </marquee>

B. <marquee> ….. <marquee>

C. </marquee> ….. </marquee>

D. <html> ….... </html>

E. <br> …......... </br>

19. Penulisan untuk pembuatan tampilan tabel yang yang salah adalah…

A. </table>

<p>

<table border=1> <tr>

<td>Ini contoh tabel sederhana dengan border</td> </tr>

</table>

B. <table border="1">

<tr> <td>baris 1, kolom 1</td>

<td>baris 1, kolom 2</td>

</tr></table>

C. <table border="1">

<tr><td>baris 1, kolom 1</td>

<td>baris 1, kolom 2</td>

</tr><tr><td>baris 2, kolom 1</td>

<td>baris 2, kolom 2</td></tr></table>

D. <table border="1">

<tr>

<td>Row 1, cell 1</td>

<td>Row 1, cell 2</td>

</tr>

</table>

</table>

E. <p>

< border=1> <tr>

<td>Ini contoh tabel sederhana dengan border</td> </tr>

</table>

20. Pada scriptor di bawah adalah contoh pembuatan…

<html>

<head>

<title>Belajar menggunakan frame</title>

</head>

<frameset cols="20%, 80%">

<frame src="links.html" name="links">

<frame src="display.html" name="display">

<noframes>

<body>

<p> File ini menggunakan frame. Ikuti link <a href="noframes.html">tanpa frame</a>

untuk menuju versi

dari file ini tanpa frame </p>

</body>

</noframes>

<frameset><html>

Page 109: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

95

A. Profil

B. Input data

C. Tampilan data

D. Coneksi Data Base

E. Tampilan Menu Utama

21. Manakah di bawah ini sintak link html yang benar…

A. <a href=”url”>home</a>

B. <a herf=”url”>profile</a>

C. <a href:=”url”>galeri</a>

D. <a href="url">contact<a>

E. <a href:\"url">about us</a>

22. Pelajari program tag HTML berikut ini!

<table>

<tr><td colspan=3> </td></tr>

<tr><td> </td><td> </td><td> </td></tr>

<tr><td colspan=3> </td></tr>

</table>

Dari program berikut akan menghasilkan bentuk tabel seperti gambar….

23. Kode HTML, untuk pembuatan daftar tak berurut digunakan tag …

A. <hr> D. <br>

B. <ul> E. <list>

C. <ol>

24. Elemen form pada dokumen HTML yang digunakan untuk menerima input teks multibaris

adalah …

A. <input type=”text” …>

B. <input type=”radio” …>

C. <input type=”checkbox” …>

D. <select>

E. <textarea>

25. Tag HTML untuk menampilkan gambar adalah…

A. <src img=”file.jpg”> D. <img src=”file.jpg”>

B. <scr img=”file.jpg”> E. <include img.jpg>

C. <img scr=”file.jpg”>

26. Untuk membuat judul tabel digunakan tag…

A. <table>

B. <td>

C. <th>

D. <tr>

E. <judul>

27. Perintah untuk membuat teks menjadi berwarna yaitu …

A. <font color=”color”>

B. <bgcolor=”color”>

C. <img src=”url”>

D. <td bacground=”url”>

E. <p align=”center”>

28. Perintah untuk mengatur huruf agar menjadi miring pada HTML adalah …

A. <u>

B. <b>

C. <p>

Page 110: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

96

D. <i>

29. Tag <div> </div> digunakan untuk…

A. Membuat hyperlink

B. Membuat tabel

C. Memformat teks menjadi tercetak miring

D. Memformat teks menjadi tercetak tebal

E. Membuat blok paragraph dengan baris baru akhir paragraph

30. Dalam form, isi atribut dari type untuk menerima masukan berupa pilihan dengan hanya satu

pilihan dalam satu waktu adalah ....

A. text

B. password

C. checkbox

D. radio

E. checkbox dan radio

31. Dalam form, isi atribut dari type untuk menyembunyikan karakter yang sudah di ketik adalah

....

A. text

B. password

C. checkbox

D. radio

E. checkbox dan radio

32. Tag <script></script> di dalam file HTML biasanya merupakan client-side script. Bahasa

pemrograman yang ditulis di antara tag <script> adalah ....

A. VBA

B. VB Script

C. Java

D. JavaScript

E. VB.Net

33. Perintah untuk mengakhiri pemprograman dengan PHP adalah dengan tanda ....

A. [ ]

B. <?

C. ?>

D. { }

E. /

34. Perhatikan hasil screen shoot beikut!

Untuk menampilkan hasil tersebut,script CSS yang benar adalah…

Page 111: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

97

A.

B.

C.

D

<html>

<head>

<title>css</title>

</head>

<body>

<div style=”font-size:10pt”>ukuran huruf 10 point</div>

<div style=”font-size:16pt”>ukuran huruf 16 point</div>

<div style=”font-size:12px”>ukuran huruf 12 pixel</div>

</html>

<html>

<head>

<title>css</title>

</head>

<body>

<div style=”font-size:10pt”>ukuran huruf 10 point</div>

<div style=”font-size:16pt”>ukuran huruf 16 point</div>

<div style=”font-size:12px”>ukuran huruf 12 pixel</div>

</body>

<html>

<head>

<title>css</title>

</head>

<body>

<div style=”font-size:10pt”>ukuran huruf 10 point</div>

<div style=”font-size:16pt”>ukuran huruf 16 point</div>

<div style=”font-size:12pt”>ukuran huruf 12 point</div>

</body>

</html>

<html>

<head>

<title>css</title>

</head>

<body>

<div style=”font-size:10pt”>ukuran huruf 10 point</div>

<div style=”font-size:16pt”>ukuran huruf 16 point</div>

<div style=”font-size:12px”>ukuran huruf 12 pixel</div>

</body>

</html>

Page 112: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

98

E.

35. Penulisan kode javascript dalam dokumen HTML yang benar di bawah ini adalah…

A. <script language=”javascript”>

….

</script>

B. <script language=’javascript’>

</script>

C. <script language = javascript>

<script/>

D. <script language =”javascript”>

……

<script/>

E. <script language=’javascript’>

<script/>

36. Cara menuliskan kode program javascript dalam suatu file teks dan kemudian file teks

yang berisi kode javascript yang dipanggil dari dalam dokumen HTML adalah…

A. <script language=”javascript” src=”lokasi/file.js”></script>

B. <script language=”javascript” src=”lokasi/file.js”><script/>

C. <script language=’javascript’ src=’lokasi/file.js”></script>

D. <script language=’javascript’ src=’lokasi/file.js’><script/>

E. <script language=”javascript” src=”lokasi/file.js”>

<html>

<head>

<title>css</title>

<body>

<div style=”font-size:10pt”>ukuran huruf 10 point</div>

<div style=”font-size:16pt”>ukuran huruf 16 point</div>

<div style=”font-size:12px”>ukuran huruf 12 pixel</div>

</body>

</html>

Page 113: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

99

37. <html>

<php?

Print ("Contoh text yang menggunakan kode PHP");

?>

</html>

Dari kode di atas perintah Print dapat juga seperti ……

A. Help

B. script language

C. head

D. include

E. echo

38. Penulisan komentar dalam satu satu baris di javascript menggunakan tanda….

A. //

B. /*

C. /

D. */

E. ?

39. Perintah untuk memanggil file dalam PHP,misalnya akan memanggil file config.php yang

ada pada folder common ….

A. <a href = "/common/config'.ph">; D. calling("/common/config.php");

B. include("/common/config.php"); E. <a href = "config.php">

C. class = "/common/config.php";

40. Dalam PHP penulisan nama variabel di awali dengan tanda….

A. $

B. @

C. #

D. *

E. %

Page 114: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

100

LAMPIRAN 16

KUNCI JAWABAN

UJI COBA INSTRUMEN PENELITIAN

1. A

2. E

3. C

4. D

5. D

6. E

7. B

8. C

9. E

10. B

11. A

12. A

13. D

14. A

15. A

16. E

17. B

18. A

19. E

20. E

21. A

22. E

23. B

24. E

25. D

26. C

27. A

28. E

29. E

30. D

31. B

32. D

33. C

34. D

35. A

36. A

37. E

38. A

39. B

40. A

Page 115: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

101

LAMPIRAN 17

LEMBAR JAWABAN

Nama :

No. Absen :

Kelas :

1. A B C D E

2. A B C D E

3. A B C D E

4. A B C D E

5. A B C D E

6. A B C D E

7. A B C D E

8. A B C D E

9. A B C D E

10. A B C D E

11. A B C D E

12. A B C D E

13. A B C D E

14. A B C D E

15. A B C D E

16. A B C D E

17. A B C D E

18. A B C D E

19. A B C D E

20. A B C D E

21 A B C D E

22. A B C D E

23. A B C D E

24. A B C D E

25. A B C D E

26. A B C D E

27. A B C D E

28. A B C D E

29. A B C D E

30. A B C D E

31. A B C D E

32. A B C D E

33. A B C D E

34. A B C D E

35. A B C D E

36. A B C D E

37. A B C D E

38. A B C D E

39. A B C D E

40. A B C D E

Page 116: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

102

Analisis Tingkat Kesukaran, Daya Beda, Validitas, dan Reliabilitas Soal Uji Coba Instrumen Penelitian

Jumlah Siswa 20 Taraf Signifikansi 5 %

jumlah soal 40

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40

1 M-01 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 39 1521

2 M-02 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 37 1369

3 M-03 0 1 1 0 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 0 21 441

4 M-04 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 0 0 1 0 1 1 1 0 28 784

5 M-05 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 27 729

6 M-06 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 1 0 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 0 28 784

7 M-07 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 0 0 0 1 0 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 0 0 1 0 25 625

8 M-08 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 1 0 1 1 0 1 1 0 0 0 1 1 0 1 1 0 26 676

9 M-09 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 1 0 1 1 0 0 1 0 0 1 1 1 0 1 1 0 25 625

10 M-10 0 0 0 1 0 0 0 1 1 0 1 0 0 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1 0 1 0 0 0 0 1 0 12 144

11 M-11 0 1 1 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 1 0 0 13 169

12 M-12 0 0 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 1 1 0 0 1 0 0 1 0 18 324

13 M-13 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 0 0 0 1 0 0 0 0 17 289

14 M-14 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 1 0 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 0 0 0 0 23 529

15 M-15 0 1 1 1 0 0 1 1 0 0 0 1 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 0 0 1 0 0 1 0 0 15 225

16 M-16 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 0 23 529

17 M-17 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 0 22 484

18 M-18 0 0 1 1 0 0 1 0 0 1 1 1 0 0 1 0 1 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 12 144

19 M-19 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 1 1 0 17 289

20 M-20 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 0 1 1 0 26 676

B 14 16 18 18 10 16 16 17 13 12 17 15 6 10 19 6 18 17 3 4 13 4 1 2 10 4 17 16 12 9 18 12 3 8 13 11 4 15 15 2

S 6 4 2 2 10 4 4 3 7 8 3 5 14 10 1 14 2 3 17 16 7 16 19 18 10 16 3 4 8 11 2 8 17 12 7 9 16 5 5 18

Uji Validitas

rxy(hitung) 0.68 0.45 0.24 0.1 0.7 0.7 -0 0.2 0.5 0.6 0.4 0.5 0.6 0.5 -0 0.6 0 0.4 0.6 0.6 0.5 0.6 0.5 0.7 0.6 1 1 0 0 0.6 -0 -0 0.5 0.5 0.5 0.6 0.6 0.3 0.5 0.7

r tabel 0.44

simpulan Valid ValidTidak ValidTidak ValidValidValidTidak ValidTidak ValidValidValidValidValidValidValidTidak ValidValidTidak ValidTidak ValidValidValidValidValidValidValidValidValidValidValidTidak ValidValidTidak ValidTidak ValidValidValidValidValidValidTidak ValidValidValid

Jumlah Valid 29

Jumlah Tidak Valid 11

Uji Reliabilitas

Varian Item 0.22 0.17 0.09 0.1 0.3 0.2 0.2 0.1 0.2 0.3 0.1 0.2 0.2 0.3 0.1 0.2 0 0.1 0.1 0.2 0.2 0.2 0.1 0.1 0.3 0 0 0 0 0.3 0.1 0.3 0.1 0.3 0.2 0.3 0.2 0.2 0.2 0.1

Jumlah Varian Item7.12

Varian Total 55.3

Reliabilitas(r11) 0.89

BUTIR SOALY2Skor total(X)

UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN PENELITIAN

KODE SISWANO

LA

MP

IRA

N 1

8

Page 117: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

103

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40

1 Ade 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 39 1521

2 Bela 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 37 1369

4 devi 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 0 0 1 0 1 1 1 0 28 784

6 difta 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 1 0 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 0 28 784

5 diana 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 27 729

8 frida 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 1 0 1 1 0 1 1 0 0 0 1 1 0 1 1 0 26 676

20 yusuf 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 0 1 1 0 26 676

7 fitriyanto 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 0 0 0 1 0 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 0 0 1 0 25 625

9 indana 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 1 0 1 1 0 0 1 0 0 1 1 1 0 1 1 0 25 625

14 m.danang 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 1 0 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 0 0 0 0 23 529

16 puji 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 0 23 529

17 risma 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 0 22 484

3 desy 0 1 1 0 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 0 21 441

12 marinda 0 0 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 1 1 0 0 1 0 0 1 0 18 324

13 m.aditya 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 0 0 0 1 0 0 0 0 17 289

19 utami 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 1 1 0 17 289

15 noura 0 1 1 1 0 0 1 1 0 0 0 1 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 0 0 1 0 0 1 0 0 15 225

11 madhitya 0 1 1 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 1 0 0 13 169

18 rohmatul 0 0 1 1 0 0 1 0 0 1 1 1 0 0 1 0 1 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 12 144

10 ismak 0 0 0 1 0 0 0 1 1 0 1 0 0 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1 0 1 0 0 0 0 1 0 12 144

Tingkat Kesukaran 0.7 0.8 0.9 0.9 0.5 0.8 0.9 0.9 0.65 0.6 0.85 0.75 0.3 0.5 0.95 0.3 0.9 0.85 0.15 0.2 0.65 0.2 0.05 0.1 0.5 0.2 0.85 0.8 0.6 0.45 0.9 0.6 0.15 0.4 0.65 0.55 0.2 0.75 0.75 0.1

Kategori Sedang Mudah Mudah Mudah Sedang Mudah Mudah Mudah Sedang Sedang Mudah Mudah Sedang Sedang Mudah Sedang Mudah Mudah Sukar Sukar Sedang Sukar Sukar Sukar Sedang Sukar Mudah Mudah Sedang Sedang Mudah Sedang Sukar Sedang Sedang Sedang Sukar Mudah Mudah Sukar

∑ Batas Atas 10 10 10 10 8 10 8 9 9 8 10 10 4 8 9 5 9 10 2 4 8 4 1 2 8 4 10 10 6 6 9 5 2 6 9 9 3 8 9 2

∑ Batas bawah 4 6 8 8 2 6 8 8 4 4 7 5 2 2 10 1 9 7 1 0 5 0 0 0 2 0 7 6 6 3 9 7 1 2 4 2 1 7 6 0

Daya Beda 0.6 0.4 0.2 0.2 0.6 0.4 0 0.1 0.5 0.4 0.3 0.5 0.2 0.6 -0.1 0.4 0 0.3 0.1 0.4 0.3 0.4 0.1 0.2 0.6 0.4 0.3 0.4 0 0.3 0 -0.2 0.1 0.4 0.5 0.7 0.2 0.1 0.3 0.2

Kategori Sangat Baik Cukup Jelek Jelek Baik Cukup Jelek Jelek Baik Cukup Cukup Baik Jelek Baik Sangat Jelek Cukup Jelek Cukup Jelek Cukup Cukup Cukup Jelek Jelek Baik Cukup Cukup Cukup Jelek Cukup Jelek Sangat Jelek Jelek Cukup Baik Baik Jelek Jelek Cukup Jelek

no NamaNo soal

Skor total(X) Y2

Page 118: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

104

Perhitungan uji validitas item soal nomor 1 dengan

korelasi produc moment.

No. X y y2

xy

1 1 39 1 1521 39

2 1 37 1 1369 37

3 0 21 0 441 0

4 1 28 1 784 28

5 1 27 1 729 27

6 1 28 1 784 28

7 1 25 1 625 25

8 1 26 1 676 26

9 1 25 1 625 25

10 0 12 0 144 0

11 0 13 0 169 0

12 0 18 0 324 0

13 1 17 1 289 17

14 1 23 1 529 23

15 0 15 0 225 0

16 1 23 1 529 23

17 1 22 1 484 22

18 0 12 0 144 0

19 1 17 1 289 17

20 1 26 1 676 26

∑ 14 454 14 11356 363

= (∑ ) (∑ )(∑ )

√ (∑ ) (∑ ) (∑ ) (∑ )

= ( ) ( )( )

√ ( ) ( ) ( ( ) ( )

=

√( ) ( )

=

√ =

= 0,68057

Page 119: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

105

Pada uji coba dengan jumlah responden 20 orang. Taraf signifikan 95%

(diperoleh r tabel 0,444), sehingga kesimpulan pada perhitungan manual di atas

yaitu: item soal no. 1 rhitung ( 0,68057) > rtabel (0,444), maka soal no. 1 “Valid”

Page 120: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

106

LAMPIRAN 19

SILABUS

NAMA SEKOLAH : SMK Palebon Semarang

MATA PELAJARAN : Pemrograman Web

KELAS/SEMESTER : X/Genap

STANDAR KOMPETENSI : Memahami dasar HTML, CSS, dan PHP

ALOKASI WAKTU : 4 X 45 Menit

Kompetensi

Dasar

Materi

Pokok

Pembelajaran Indikator Alokasi

Waktu

Sumber

Belajar

3.6. Memahami dasar

pemrograman HTML,

CSS, dan PHP dalam

bentuk tabel

4.7. Menyajikan formulir

pada halaman web

dengan HTML dan

PHP

Dasar HTML dan PHP

Dasar struktur HTML

Tabel dengan HTML

Cara kerja form

Dasar CSS

Dasar PHP

Mengamati

Pelbagai jenis format

tabel dengan HTML

dan tampilannya

terhadap halaman web

Menanya

Mendiskusikan

pelbagai tampilan

format tabel, formulir

dan komponen-

komponennya pada

halaman web

Tugas

Menyelesaikan masalah

tentang format formulir

pada halaman web

Observasi

Mengamati

kegiatan/aktivitas siswa

secara individu dan

dalam diskusi dengan

checklist lembar

pengamatan atau dalam

bentuk lain

8 JP Buku Teks Pelajaran

Buku Panduan Guru

Pemrograman Web

Dengan HTML Revisi

Keempat, Betha sidik,

Ir., Husni I. Pohan, Ir.,

M.Eng., Penerbit

Informatika Bandung,

Juni 2012

Learning Web Design

4th Edition, Jennifer

Niederst Robbins,

Penerbit O'Reilly Media,

Inc.: Kanada, 2012

Buku-buku dan referensi

Page 121: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

107

Mengeksplorasi

Eksplorasi pelbagai

jenis format formulir

dengan tabel

Eksplorasi pelbagai

komponen-komponen

pada formulir

Mengasosiasi

Menyimpulkan tentang

format formulir dengan

tabel dan pelbagai

komponen pada

halaman web

Mengkomunikasikan

Menyampaikan hasil

percobaan dan

pengamatan pelbagai

format tabel dan

komponen-komponen

formulir pada halaman

web

Portofolio

Laporan percobaan

Tes

pilihan ganda

lain yang relevan

Media cetak/elektronik

Lingkungan sekitar

Page 122: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

108

LAMPIRAN 20

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS 1

MATA PELAJARAN : Pemrograman Web

STANDAR KOMPETENSI : Memahami dasar HTML, CSS, dan PHP

KELAS/SEMESTER : X / Genap

ALOKASI WAKTU : 4 x 45 Menit (4 JP)

A. Kompetensi Inti

1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong

royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan

sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara

efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai

cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

3. Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual,

konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu

pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,

kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian,

serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai

dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

4. Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak

terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta

bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah

keilmuan.

B. Kompetensi Dasar:

1. Memahami dasar pemrograman HTML, CSS, dan PHP.

2. Menyajikan teknik-teknik dalam pemrograman HTML, CSS, dan PHP.

C. Indikator Pencapaian Kompetensi

1. Mengetahui pembuatan tabel dengan HTML.

Page 123: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

109

2. Mengetahui desain halaman web dengan konsep tabel dengan HTML.

3. Mengetahui anatomi dan cara kerja form.

4. Memahami dasar pemrograman CSS

5. Memahami dasar pemrograman PHP (Struktur Penulisan PHP dalam HTML,

pengenalan variabel di PHP)

D. Tujuan Pembelajaran:

Setelah selesai pembelajaran,peserta didik dapat :

1. Memahami dan mempraktikan pembuatan tabel dengan HTML

2. Memahami desain halaman web dengan konsep tabel

3. Memahami anatomi dan cara kerja form

4. Memahami dasar CSS

5. Memahami dasar PHP (struktur penulisan PHP dalam HTML ,pengenalan variabel di

PHP)

E. Materi Ajar

1. Pembuatan tabel dengan HTML

2. Desain halaman web dengan konsep tabel

3. Anatomi dan cara kerja form

4. Struktur dasar CSS

5. Struktur penulisan PHP dalam HTML

F. Metode Pembelajaran

- Pendekatan : Saintifik

- Model : Reciprocal Teaching

- Metode : Simulasi/praktek, diskusi kelompok, penugasan

G. Sumber Belajar

1. Buku teks pelajaran

2. Buku panduan Guru

3. Pemrograman Web Dengan HTML Revisi Keempat, Betha sidik, Ir., Husni I. Pohan,

Ir., M.Eng., Penerbit Informatika Bandung, Juni 2012

4. Learning Web Design 4th Edition, Jennifer Niederst Robbins, Penerbit O'Reilly

Media, Inc.: Kanada, 2012

Page 124: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

110

5. Buku-buku dan referensi lain yang relevan.

6. Media cetak/elektronik

H. Media Pembelajaran

1. Media : Powerpoint,internet

2. Alat dan bahan : LCD

I. Kegiatan Pembelajaran

a. Pertemuan ke 1 (2x 45 menit)

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi

waktu

Pendahuluan 1. Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif

untuk proses belajar mengajar; kerapian dan

kebersihan ruang kelas, presensi (kehadiran, agenda

kegiatan, kebersihan kelas, menyiapkan media dan

alat serta buku yang diperlukan).

2. Guru memberi salam kepada peserta didik.

3. Guru memberikan penjelasan mengenai model

pembelajaran Reciprocal Teaching serta

memberikan motivasi siswa untuk belajar.

4. Siswa menerima informasi tentang kompetensi,

ruang lingkup materi, tujuan, manfaat, dan langkah

pembelajaran serta metode yang akan dilaksanakan.

5. Sebagai apersepsi untuk mendorong rasa ingin tahu

dan berpikir kritis, guru mengajukan pertanyaan

tentang materi yang telah di terangkan sebelumnya.

15 menit

Inti 1. Guru menjelaskan poin-poin penting dari materi

yang akan di pelajari

2. Guru membentuk kelompok yang terdiri dari 4-5

orang setiap kelompok secara heterogen.

3. Peserta didik melakukan diskusi kelompok.

4. Guru menunjuk kelompok untuk mempresentasikan

hasil diskusi.

5. Siswa menanggapi hasil diskusi kelompok lain

untuk di kritisi.

6. Guru melakukan penilaian motivasi belajar sesuai

dengan lembar observasi.

65 menit

Penutup 1. Guru mengajak peserta didik untuk melakukan

refleksi terhadap kegiatan pembelajaran yang telah

dilakukan.

2. Guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari

3. Siswa mendengarkan arahan guru untuk materi pada

pertemuan berikutnya

4. Guru mengakhiri pembelajaran dengan

10 menit

Page 125: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

111

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi

waktu

mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT bahwa

pertemuan kali ini telah berlangsung dengan baik

dan lancar.

b. Pertemuan 2 (2x 45 menit)

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi

waktu

Pendahuluan 1. Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif

untuk proses belajar mengajar; kerapian dan

kebersihan ruang kelas, presensi (kehadiran, agenda

kegiatan, kebersihan kelas, menyiapkan media dan

alat serta buku yang diperlukan).

2. Guru memberi salam kepada peserta didik.

3. Siswa menerima informasi tentang kompetensi,

ruang lingkup materi, tujuan, manfaat, dan langkah

pembelajaran serta metode yang akan dilaksanakan.

4. Sebagai apersepsi untuk mendorong rasa ingin tahu

dan berpikir kritis, guru mengajukan pertanyaan

tentang materi yang telah di terangkan sebelumnya.

10 menit

Inti 1. Guru memberikan motivasi sebelum pembelajaran

2. Guru mengulas kembali materi yang telah dijelaskan

sebelumnya.

3. Guru menunjuk kelompok untuk mempresentasikan

hasil diskusi pada pertemuan sebelumnya.

4. Siswa menanggapi hasil diskusi kelompok lain

untuk di kritisi.

5. Guru memberikan penguatan terkait jawaban yang

disampaikan siswa.

6. Guru melakukan penilaian motivasi belajar sesuai

dengan lembar observasi.

55 menit

Penutup 1. Guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari

2. Siswa mulai mengerjakan tes evaluasi

3. Siswa mendengarkan arahan guru untuk materi pada

pertemuan berikutnya

4. Guru mengakhiri pembelajaran dengan

mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT,

Tuhan YME bahwa pertemuan kali ini telah

berlangsung dengan baik dan lancar.

25 menit

Page 126: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

112

Materi

1. HTML merupakan Standard bahasa yang di gunakan untuk menampilkan dokumen web.

Yang biasa anda lakukan dengan HTML yaitu:

a. Mengontrol tampilan dari web page dan contentnya.

b. Mempublikasikan document secara online sehingga bisa diakses dari seluruh dunia.

c. Membuat online form yang bisa digunakan untuk menangani pendaftaran, transaksi

secara online.

d. Menambahkan object-object seperti image, audio, video, dan juga java applet dalam

dokumen HTML

2. Program yang di gunakan untuk membuat dokumen HTML, ada banyak HTML editor

yang bisa anda gunakan diantaranya: Ms FrontPage, Dreamweaver, Notepad.

3. Dokumen HTML bisa dibagi menjadi 3 bagian utama:

a. HTML

Setiap document HTML harus di awali dan di tutup dengan tag HTML

<HTML> </HTML>

b. HEAD

Bagian header dari document HTML di apit oleh tag <HEAD></HEAD> di dalam

bagian ini biasanya dimuat tag TITLE yang menampilkan judul dari halaman pada

titlenya browser.

c. BODY

Document body di gunakan untuk menampilkan text, image link dan semua yang akan

ditampilkan pada web page.

Berikut merupakan struktur dasar HTML:

<html>

<head>

<title>Disini judul dokumen web</title>

</head>

<body>

Disini isi konten halaman web yang akan

ditampilkan oleh browser

</body>

4. Tag yang digunakan dalam HTML dapat di sajikan dalam tabel berikut:

Tag Atribut/Contoh penulisan Fungsi

Page 127: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

113

<body> <body bgcolor=”red”>

<body bgcolor=”#FF0000”>

text=” ... “

link=” ...”

vlink=”...”

alink=”...”

<body

background=”D:\Gambar.jpg”>

Backgorund halaman

berwarna

merah

Memberi warna pada

teks

Warna link

Warna link yang

sudah dikunjungi

Warna link yang aktif

Memberi background

gambar

pada halaman

<a> ... </a> <a href=”D:\home.html”>Home</a>

Membuat

hyperlink/link

<img> <img src="person.jpg" width="50"

height="50" border="0" alt="Person"

align="left">

<img src=”C:\Documents and Settings\All

Users\Documents\My Pictures\Sample

Pictures\Sunset.jpg>

Memasukkan gambar

dengan nama file

gambar person.jpg,

lebar 50px, tinggi

50px, border 0,

rata kiri, dan jika

gambar tidak muncul

akan keluar teks

Person

<font>... /font> <FONT size="2" color="#FFFF00"

face="arial">...</font>

Mengatur font dengan

ukuran 2,warna

kuning, jenis huruf

Arial

<BIG>...</BIG> <BIG>Contoh </BIG> Membuat teks Contoh

menjadi lebih besar

<SMALL>...</SMALL> <SMALL> Contoh</SMALL> Membuat teks Contoh

menjadi lebih kecil

<b>...</b> Teks bold/dicetak lebih tebal

<i>…</i> Teks italic/miring

<strike>...</strike> Teks tercoret

<u>...</u> Teks underlined

<h1>...</h1> Teks heading 1. Tingkat heading bisa sampai

tingkat 6. Semakin besar tingkar heading,

maka teks akan dicetak semakin kecil

<hr> <hr width=”600”>

<hr align=”center” size=”5”

width=”80%”

Garis dengan lebar

600. Tag <hr>

tidak perlu ditutup

Garis dengan tinggi 5,

lebar 80%

dari lebar layar

browser dan rata

tengah

<p align=”center’> ...

</p>

Paragraf rata tengah. Perintah ini

juga dapat ditulis dengan tag

Page 128: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

114

<center>...</center>

<br> Tag untuk ganti baris Tag <br> tidak perlu

ditutup

<marquee> ....

</marquee>

Teks berjalan. Memiliki atribut

direction, behavior dan lain-lain.

Contoh:

<marquee direction=”right”>

....</marquee>

<marquee behavior=”alternate”>

... </marquee>

5. Beberapa perintah penting untuk membuat tabel:

a. <table border=”1”> .... </table> merupakan perintah utama dalam pembuatan tabel,

tabel dengan ketebalan 1px

b. <tr> ... </tr> tag untuk membuat baris

c. <td> ... </td> tag untuk membuat kolom/cell

d. <th> … </th> mendefiniskan table heading atau judul tiap kolom

e. colspan merge/melebarkan kolom/cell

f. rowspan merge/melebarkan baris

Atribut-atribut yang digunakan dalam HTML sebagai berikut:

Tag Fungsi

<div> ... </div> Sebuah wilayah teks yang akan

diformat

<dl> ... </dl> Sebuah daftar definisi

<dt> ... </dt> Sebuah istilah definisi, sebagai bagian

dari daftar definisi.

<dd> ... </dd> Sesuai untuk istilah definisi, sebagai

bagian dari daftar definisi

<ol> ... </ol> Ordered List atau daftar berurutan

<ul> ... </ul> Un-Ordered List atau daftar tidak

berurutan

<li> ... </li> Sebuah daftar item untuk digunakan

dengan <ol> atau <ul>.

pembuatan tabel :

untuk menampilkan data dalam bentuk tabel pada HTML, digunakan tag <Table>

struktur pembuatan tabel dapat disajikan seperti berikut:

<table>

<tr>

<td>data baris 1 kolom 1</td>

<td>data baris 1 kolom 2</td>

</tr>

</table>

Page 129: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

115

6. Menyajikan bentuk tabel

Berikut contoh pembuatan tabel , disimpan dengan tabel 1.html

<html>

<head>

<title>tabel</title>

</head>

<body>

berikut contoh tabel dengan rowspan dan colspan

<table width=80% border=2 cellspacing=0 cellpadding=0>

<tr>

<td>baris 1 kolom 1</td>

<td>baris 1 kolom 2</td>

</tr>

J. Penilaian

a. Teknik penilaian

Aspek Teknik Bentuk Instrumen

Kognitif Tes Tertulis Tes

Motivasi Belajar Observasi Pedoman Observasi dan Rubrik

Penilaian

b. Kisi- Kisi Penilaian.

Dilampirkan

c. Instrumen Penilaian

Dilampirkan

Semarang, April 2015

Mengetahui,

Kepala Sekolah Peneliti

Drs. Joko Raharjo Zeli Primalia

NIM. 5302411129

Page 130: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

116

LAMPIRAN 21

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS II

MATA PELAJARAN : Pemrograman Web

STANDAR KOMPETENSI : Memahami dasar HTML, CSS, dan PHP

KELAS/SEMESTER : X / Genap

ALOKASI WAKTU : 4 x 45 Menit (4 JP)

A. Kompetensi Inti

1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong

royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan

sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara

efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai

cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

3. Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual,

konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu

pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,

kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta

menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan

bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

4. Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait

dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak

secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar:

a. Memahami dasar pemrograman HTML, CSS, dan PHP.

b. Menyajikan teknik-teknik dalam pemrograman HTML, CSS, dan PHP.

C. Indikator Pencapaian Kompetensi

a. Mengetahui pembuatan tabel dengan HTML.

b. Mengetahui desain halaman web dengan konsep tabel dengan HTML.

c. Mengetahui anatomi dan cara kerja form.

Page 131: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

117

d. Mengetahui dasar pemrograman CSS

e. Memahami dasar pemrograman PHP(Struktur Penulisan PHP dalam HTML,

pengenalan variabel di PHP)

D. Tujuan Pembelajaran:

Setelah selesai pembelajaran,peserta didik dapat :

a. Memahami dan mempraktikan pembuatan tabel dengan HTML

b. Memahami desain halaman web dengan konsep tabel

c. Memahami anatomi dan cara kerja form

d. Memahami dasar CSS

e. Memahami dasar PHP (struktur penulisan PHP dalam HTML,pengenalan variabel di

PHP)

E. Materi Ajar

a. Pembuatan tabel dengan HTML

b. Desain halaman web dengan konsep tabel

c. Anatomi dan cara kerja form

d. Struktur dasar CSS

e. Struktur penulisan PHP dalam HTML

F. Metode Pembelajaran

- Pendekatan : Saintifik

- Model : Reciprocal Teaching

- Metode : Simulasi/praktek, diskusi kelompok, penugasan

G. Sumber Belajar

a. Buku teks pelajaran

b. Buku panduan Guru

c. Pemrograman Web Dengan HTML Revisi Keempat, Betha sidik, Ir., Husni I. Pohan,

Ir., M.Eng., Penerbit Informatika Bandung, Juni 2012

d. Learning Web Design 4th Edition, Jennifer Niederst Robbins, Penerbit O'Reilly

Media, Inc.: Kanada, 2012

e. Buku-buku dan referensi lain yang relevan.

Page 132: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

118

f. Media cetak/elektronik

H. Media Pembelajaran

a. Media : Powerpoint,internet

b. Alat dan bahan : LCD

I. Kegiatan Pembelajaran

a. Pertemuan ke 1 (2x 45 menit)

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi

waktu

Pendahulu

an

1. Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif untuk proses

belajar mengajar; kerapian dan kebersihan ruang kelas, presensi

(kehadiran, agenda kegiatan, kebersihan kelas, menyiapkan

media dan alat serta buku yang diperlukan).

2. Guru memberi salam kepada peserta didik.

3. Siswa menerima informasi tentang kompetensi, ruang lingkup

materi, tujuan, manfaat, dan langkah pembelajaran serta metode

yang akan dilaksanakan.

4. Sebagai apersepsi untuk mendorong rasa ingin tahu dan berpikir

kritis, guru mengajukan pertanyaan tentang materi yang telah di

terangkan sebelumnya.

10 menit

Inti 1. Guru menjelaskan poin-poin penting dari materi yang akan di

pelajari

2. Guru mempraktikan cara pembuatan tabel biodata dengan

HTML

3. Siswa mulai mempraktikan pembuatan tabel biodata dengan

kelompoknya masing-masing.

4. Guru menilai motivasi belajar siswa.

70 menit

Penutup 1. Guru mengajak peserta didik untuk melakukan refleksi terhadap

kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.

2. Guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari

3. Siswa mendengarkan arahan guru untuk materi pada pertemuan

berikutnya

4. Guru mengakhiri pembelajaran dengan mengucapkan rasa

syukur kepada Allah SWT bahwa pertemuan kali ini telah

berlangsung dengan baik dan lancar.

10 menit

b. Pertemuan 2 (2x 45 menit)

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi

waktu

Pendahuluan 1. Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif

untuk proses belajar mengajar; kerapian dan

kebersihan ruang kelas, presensi (kehadiran, agenda

10 menit

Page 133: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

119

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi

waktu

kegiatan, kebersihan kelas, menyiapkan media dan

alat serta buku yang diperlukan).

2. Guru memberi salam kepada peserta didik.

3. Siswa menerima informasi tentang kompetensi,

ruang lingkup materi, tujuan, manfaat, dan langkah

pembelajaran serta metode yang akan dilaksanakan.

4. Sebagai apersepsi untuk mendorong rasa ingin tahu

dan berpikir kritis, guru mengajukan pertanyaan

tentang materi yang telah di terangkan sebelumnya.

Inti 1. Guru memberikan motivasi sebelum pembelajaran

2. Guru mengulas kembali materi yang telah dijelaskan

sebelumnya.

3. Guru melakukan refleksi pembelajaran yang telah

dilaksanakan.

4. Guru menjelaskan materi yang menjadi

permasalahan siswa.

5. Siswa melakukan diskusi atau tanya jawab terkait

materi yang belum dipahami.

50 menit

Penutup 1. Guru menyimpulkan materi yang telah

dipelajari

2. Siswa mulai mengerjakan tes evaluasi

3. Siswa mendengarkan arahan guru untuk materi

pada pertemuan berikutnya

4. Guru mengakhiri pembelajaran dengan

mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT,

Tuhan YME bahwa pertemuan kali ini telah

berlangsung dengan baik dan lancar.

30 m

e

n

i

t

Materi

a. Menggabungkan baris atau kolom pada tabel digunakan atribut berikut:

- Rowspan : untuk baris

- Colspan : untuk kolom

Contohnya sebagai berikut :

<html

<head>

<title>Tabel Dengan Rowspan</title>

</head>

<body>

<table width="500" border="1">

<tr>

<th scope="col">Nama Perumahan </th>

<th scope="col">Tipe / Luas tanah (m<sup>2</sup>) </th>

Page 134: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

120

</tr>

<tr>

<td rowspan="4">Griya Indah Permai </td>

<td>21 / 60 </td>

</tr>

<tr>

<td>36 / 90 </td>

</tr>

<tr>

<td>45 / 120 </td>

</tr>

<tr>

<td>54 / 120 </td>

</tr>

</table>

</body>

</html>

b. CSS merupakan standard pembuatan dan pemakaian style untuk dokumen terstruktur,

CSS digunakan untuk mempersingkat penulisan tag HTML seperti font,color,text, dan

table menjadi lebih ringkas sehingga tidak terjadi pengulangan tulisan.

Aturan penulisan CSS

Selector

Terdiri dari tag,class,ID

Declaration

Mendeskripsikan property dan value

Contoh

H1

{

Color : #0000FF

}

Keterangan :

Selector : H1

Properti : Color

Value : #0000FF

Macam-macam Selector

Tag/Elemen

Setiap tag yang ada pada HTML bisa dijadikan selector

Class

Page 135: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

121

Diawal penulisan menggunakan tanda titik,pada HTML ditambahkan class

stlye1.css

ID

Diawali dengan tanda #, dapat digunakan untuk mendefinisikan header,content, dan

footer dalam desain web krn didefiniskan denga ID berbeda.

Misal.

Style1.css

c. Dasar-dasar PHP

PHP (Hypertext Preprocessor) merupakan bahasa pemrograman web bersifat

serverside, artinya bahasa berbentuk script yang disimpan dan dijalankan di komputer

server (WebServer) sedang hasilnya yang dikirimkan ke komputer client

(WebBrowser) dalam bentuk script HTML (Hypertext Mark up Language).

Struktur PHP :

<?php…………… ?> atau <?..................?>

Menyisipkan file PHP dalam HTML :

<html>

<head>

<title>Halaman PHP pertamaku</title>

</head>

<body>

Page 136: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

122

<h1>Script PHP dalam (X)HTML</h1>

<?php

echo "Hello World!";

echo "Hello World!";

echo "Hello World!";

echo "Hello World!";

echo "Hello World!";

?>

</body> </html>

Penggunaan Variabel

Dalam PHP, nama suatu variabel ditandai dengan tanda dollar ($)

Nama variabel harus diawali dengan huruf atau underscore ( _ )

Nama variabel hanya boleh dituliskan dengan alpha numeric a-z, A-Z, 0-9 dan

underscore

Nama variabel yang terdiri lebih dari satu kata, dapat dipisahkan dengan

underscore

Contoh : $teks = "Hello World!";

$sebuah_bilangan = 4;

J.Penilaian

a. Teknik penilaian

Aspek Teknik Bentuk Instrumen

Kognitif Tes Tertulis Tes

Motivasi Belajar Observasi Pedoman Observasi dan Rubrik Penilaian

b. Kisi- Kisi Penilaian.

Dilampirkan

c. Instrumen Penilaian

Dilampirkan

Semarang, April 2015

Mengetahui,

Kepala Sekolah Peneliti

Drs. Joko Raharjo Zeli Primalia

NIM. 5302411129

Page 137: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

123

LAMPIRAN 22

SOAL TES EVALUASI

Mata Pelajaran : Pemrograman Web

Kelas : X

Sekolah : SMK Palebon

Waktu : 1 X 20 menit

PETUNJUK UMUM

1. Berdoalah sebelum Anda mengerjakan soal.

2. Isikan identitas Anda pada lembar jawaban yang tersedia.

3. Jumlah soal sebanyak 25 soal pilihan ganda

4. Bacalah petunjuk soal sebelum menjawab

5. Pilih salah satu jawaban yang Anda anggap benar dengan tanda silang (X) pada pilihan A,

B, C, D, atau E

6. Kerjakan terlebih dahulu soal yang Anda anggap mudah.

1. Editor untuk membuat file HTML banyak tersedia, diantaranya,kecuali…

A. Fronfage

B. Notepad

C. Dreamwaver

D. Crimson Editor

E. Aphace

2. Web terdiri dari 4 (empat) hal yaitu,kecuali…

A. Hypertext

B. Resource identifier

C. Client-server

D. Markup language

E. Repeater

3. Tag pasangan sebagai penutup suatu elemen dari HTML biasanya diawali dengan tanda...

A. ” D. /

B. : E. ?

C. &

4. Penulisan tag HTML yang benar adalah ....

A. <Tittle>............... <Tittle>

B. <Head>.............<Head>

C. <Html>................ <Head>

D. <Body>............ <Body>

E. <Html> ............. </Html>

5. Tag HTML yang digunakan untuk memisahkan teks menjadi baris baru adalah ....

A. <hr> D. <break

B. <bb> E. <br>

Page 138: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

124

C. <teks>

6. Atribut colspan digunakan untuk ....

A. Melebarkan baris D. Membuat border kolom

B. Melebarkan kolom E. Membuat border baris

C. Melebarkan baris dan kolom

7. Atribut rowspan digunakan untuk ....

A. Melebarkan baris D. Membuat border kolom

B. Melebarkan kolom E. Membuat border baris

C. Melebarkan baris dan kolom

8. Tag heading yang terkecil dalam HTML adalah ....

A. <h6>heading</h6> D. <h2>heading</h2>

B. <h5>heading</h5> E. <h1>heading</h1>

C. <h4>heading</h4>

9. Tag HR memiliki atribut ....

A. Size D. size dan width

B. Width E. size dan height

C. Height

10. Tag HTML yang digunakan untuk menampilkan sebuah gambar dalam halaman web

adalah…

A. <img> D. <bmp>

B. <image> E. <gambar>

C. <jpg>

11. Contoh penulisan perintah HTML untuk menjadikan beberapa baris dalam tabel menjadi

satu adalah ....

A. <table colspan=”3”>

B. <tr colspan=”3”>

C. <td colspan=”3”>

D. <tr rowspan=”3”>

E. <td rowspan=”3”>

12. Penulisan untuk pembuatan tampilan tabel yang yang salah adalah…

A. </table>

<p>

<table border=1> <tr>

<td>Ini contoh tabel sederhana dengan border</td> </tr>

</table>

B. <table border="1">

<tr> <td>baris 1, kolom 1</td>

<td>baris 1, kolom 2</td>

</tr></table>

C. <table border="1">

<tr><td>baris 1, kolom 1</td>

<td>baris 1, kolom 2</td>

</tr><tr><td>baris 2, kolom 1</td>

<td>baris 2, kolom 2</td></tr></table>

Page 139: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

125

<table border="1">

<tr>

D. <table border="1">

<tr>

<td>Row 1, cell 1</td>

<td>Row 1, cell 2</td>

</tr>

</table>

E. </table>

<p>

< border=1> <tr>

<td>Ini contoh tabel sederhana dengan border</td> </tr>

</table>

13. Manakah di bawah ini sintak link html yang benar…

A. <a href=”url”>home</a>

B. <a herf=”url”>profile</a>

C. <a href:=”url”>galeri</a>

D. <a href="url">contact<a>

E. <a href:\"url">about us</a>

14. Pelajari program tag HTML berikut ini!

<table>

<tr><td colspan=3> </td></tr>

<tr><td> </td><td> </td><td> </td></tr>

<tr><td colspan=3> </td></tr>

</table>

Dari program berikut akan menghasilkan bentuk tabel seperti gambar….

15. Kode HTML, untuk pembuatan daftar tak berurut digunakan tag …

A. <hr> D. <br>

B. <ul> E. <list>

C. <ol>

16. Elemen form pada dokumen HTML yang digunakan untuk menerima input teks

multibaris adalah …

A. <input type=”text” …>

B. <input type=”radio” …>

C. <input type=”checkbox” …>

D. <select>

E. <textarea>

Page 140: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

126

17. Untuk membuat judul tabel digunakan tag…

A. <table>

B. <td>

C. <th>

D. <tr>

E. <judul>

18. Tag HTML untuk menampilkan gambar adalah…

A. <src img=”file.jpg”> D. <img src=”file.jpg”>

B. <scr img=”file.jpg”> E. <include img.jpg>

C. <img scr=”file.jpg”>

19. Perintah untuk membuat teks menjadi berwarna yaitu …

A. <font color=”color”>

B. <bgcolor=”color”>

C. <img src=”url”>

D. <td bacground=”url”>

E. <p align=”center”>

20. Perintah untuk mengatur huruf agar menjadi miring pada HTML adalah …

A. <u>

B. <b>

C. <a>

D. <p>

E. <i>

21. Dalam form, isi atribut dari type untuk menerima masukan berupa pilihan dengan hanya

satu pilihan dalam satu waktu adalah ....

A. text

B. password

C. checkbox

D. radio

E. checkbox dan radio

22. Perintah untuk mengakhiri pemprograman dengan PHP adalah dengan tanda ....

A. [ ]

B. <?

C. ?>

D. { }

E. /

23. Penulisan kode javascript dalam dokumen HTML yang benar di bawah ini adalah…

A. <script language=”javascript”>

….

</script>

B. <script language=’javascript’>

</script>

C. <script language = javascript>

<script/>

Page 141: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

127

D. <script language =”javascript”>

……

<script/>

E. <script language=’javascript’>

<script/>

24. <html>

<php?

Print ("Contoh text yang menggunakan kode PHP");

?>

</html>

Dari kode di atas perintah Print dapat juga seperti ……

A. Help

B. script language

C. head

D. include

E. echo

25. Dalam PHP penulisan nama variabel di awali dengan tanda….

A. $

B. @

C. #

D. *

E. %

Page 142: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

128

HASIL TES EVALUASI SIKLUS I

NO NAMA NILAI KETERANGAN

1 AHMAD SAHERTIAN 76 TUNTAS

2 AHMAD TOFIK S 56 TIDAK TUNTAS

3 AJI BAGAS PRAKOSO 68 TIDAK TUNTAS

4 ALFIN KRISNA 40 TUNTAS

5 ANDREAS DEDDY WIJAYA 76 TUNTAS

6 ANGGI SAFITRI 56 TIDAK TUNTAS

7 ASRUL RAHMAD 56 TIDAK TUNTAS

8 CHANDRA DWI YOGA K 52 TIDAK TUNTAS

9 CHIQUITITA TRI AGUSTIN 32 TIDAK TUNTAS

10 DAFFA SURYA PANGESTU 40 TUNTAS

11 DANDY SUNAJI TRI ATMOJO 84 TUNTAS

12 DITA FITRI PURNAMASARI 32 TIDAK TUNTAS

13 ELYSIA NUR ULA FIRDAUS 76 TUNTAS

14 FEBRI NUGROHO 64 TIDAK TUNTAS

15 FELISA FATIKHANI 80 TUNTAS

16 ILHAM AJI SAPUTRA 64 TIDAK TUNTAS

17 ILHAM ALIF RIZKI GUMILAR 48 TIDAK TUNTAS

18 ILHAM HARTANTO 44 TIDAK TUNTAS

19 ISTIQOMAH 76 TUNTAS

20 KURNIAWAN 56 TIDAK TUNTAS

21 MAYANG DWI ARYANTI 80 TUNTAS

22 MICHELL BEFITRA 56 TIDAK TUNTAS

23 MUHAMMAD RIDWAN 76 TUNTAS

24 NISA ZAHROTUL FIRDAUS 44 TIDAK TUNTAS

25 NOR SHOBAH 48 TIDAK TUNTAS

26 NUR MAHARANI 80 TUNTAS

27 RAHMADIKA LUTHFI MANAFI 64 TIDAK TUNTAS

28 RENA RIZKY SEPTIANA 84 TUNTAS

29 RIZAL MAULANA AQBAR 60 TIDAK TUNTAS

30 RIZKI MUDA NUR IHWAN FAUZI 76 TUNTAS

31 RIZKI PRATAMA FERDINANSYAH 60 TIDAK TUNTAS

32 ROCHMANSAH 76 TUNTAS

33 SALSABILLA DISA WAHYUDI 76 TUNTAS

34 VARELLIA GITA PRAMESWARI 76 TUNTAS

35 WAIS INTAN SARI 76 TUNTAS

36 WIDIYANTI 44 TIDAK TUNTAS

37 YASHINTA NADILA AGUSTINA 44 TIDAK TUNTAS

TUNTAS 15

TIDAK TUNTAS 32

LA

MP

IRA

N 2

3

Page 143: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

130

ANALISIS TES EVALUASI SIKLUS I

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25

R-01 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 19 76 tuntas

R-02 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 1 1 1 0 1 1 0 0 14 56 tidak tuntas

R-03 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 17 68 tidak tuntas

R-04 1 0 1 0 1 0 1 1 0 0 0 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 10 40 tidak tuntas

R-05 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 19 76 tuntas

R-06 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1 0 0 1 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 14 56 tidak tuntas

R-07 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 1 1 1 14 56 tidak tuntas

R-08 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 1 1 1 13 52 tidak tuntas

R-09 0 0 1 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 1 0 1 8 32 tidak tuntas

R-10 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 1 10 40 tidak tuntas

R-11 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 21 84 tuntas

R-12 0 0 0 1 0 0 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 1 1 0 8 32 tidak tuntas

R-13 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 19 76 tuntas

R-14 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 16 64 tidak tuntas

R-15 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 20 80 tuntas

R-16 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 16 64 tidak tuntas

R-17 1 0 0 1 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 12 48 tidak tuntas

R-18 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 1 11 44 tidak tuntas

R-19 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 19 76 tuntas

R-20 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 0 1 14 56 tidak tuntas

R-21 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 20 80 tuntas

R-22 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 0 0 14 56 tidak tuntas

R-23 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 19 76 tuntas

R-24 1 0 0 0 1 1 1 0 0 1 1 0 0 0 1 1 1 0 0 0 1 0 0 1 0 11 44 tidak tuntas

R-25 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 1 1 0 0 0 0 0 1 12 48 tidak tuntas

R-26 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 20 80 tuntas

R-27 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 16 64 tidak tuntas

R-28 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 21 84 tuntas

R-29 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 15 60 tidak tuntas

R-30 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 19 76 tuntas

R-31 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 15 60 tidak tuntas

R-32 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 19 76 tuntas

R-33 0 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 19 76 tuntas

R-34 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 19 76 tuntas

R-35 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 19 76 tuntas

R-36 1 0 0 1 0 0 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 1 1 1 0 0 1 1 0 1 11 44 tidak tuntas

R-37 1 0 1 1 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 0 1 11 44 tidak tuntas

ketKODE SISWABUTIR SOAL

SkorB

LA

MP

IRA

N 2

4

Page 144: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

131

Jumlah siswa tuntas = 15

Jumlah siswa tidak tuntas = 32

Rata-rata = 65,6

Ketuntasan klasikal = 41 %

Page 145: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

132

HASIL TES EVALUASI SIKLUS II

NO NAMA NILAI KETERANGAN

1 AHMAD SAHERTIAN 80 TUNTAS

2 AHMAD TOFIK S 80 TUNTAS

3 AJI BAGAS PRAKOSO 76 TUNTAS

4 ALFIN KRISNA 56 TIDAK TUNTAS

5 ANDREAS DEDDY WIJAYA 80 TUNTAS

6 ANGGI SAFITRI 76 TUNTAS

7 ASRUL RAHMAD 84 TUNTAS

8 CHANDRA DWI YOGA K 76 TUNTAS

9 CHIQUITITA TRI AGUSTIN 92 TUNTAS

10 DAFFA SURYA PANGESTU 80 TUNTAS

11 DANDY SUNAJI TRI ATMOJO 84 TUNTAS

12 DITA FITRI PURNAMASARI 60 TIDAK TUNTAS

13 ELYSIA NUR ULA FIRDAUS 76 TUNTAS

14 FEBRI NUGROHO 84 TUNTAS

15 FELISA FATIKHANI 80 TUNTAS

16 ILHAM AJI SAPUTRA 80 TUNTAS

17 ILHAM ALIF RIZKI GUMILAR 84 TUNTAS

18 ILHAM HARTANTO 84 TUNTAS

19 ISTIQOMAH 80 TUNTAS

20 KURNIAWAN 48 TIDAK TUNTAS

21 MAYANG DWI ARYANTI 80 TUNTAS

22 MICHELL BEFITRA 84 TUNTAS

23 MUHAMMAD RIDWAN 52 TIDAK TUNTAS

24 NISA ZAHROTUL FIRDAUS 52 TIDAK TUNTAS

25 NOR SHOBAH 76 TUNTAS

26 NUR MAHARANI 92 TUNTAS

27 RAHMADIKA LUTHFI MANAFI 76 TUNTAS

28 RENA RIZKY SEPTIANA 92 TUNTAS

29 RIZAL MAULANA AQBAR 76 TUNTAS

30 RIZKI MUDA NUR IHWAN FAUZI 84 TUNTAS

LA

MP

IRA

N 2

5

Page 146: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

133

31 RIZKI PRATAMA FERDINANSYAH 76 TUNTAS

32 ROCHMANSAH 76 TUNTAS

33 SALSABILLA DISA WAHYUDI 80 TUNTAS

34 VARELLIA GITA PRAMESWARI 84 TUNTAS

35 WAIS INTAN SARI 84 TUNTAS

36 WIDIYANTI 56 TIDAK TUNTAS

37 YASHINTA NADILA AGUSTINA 76 TUNTAS

TUNTAS 31

TIDAK TUNTAS 6

Page 147: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

134

ANALISIS TES EVALUASI SIKLUS II

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25

R-01 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 20 80 tuntas

R-02 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 20 80 tuntas

R-03 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 19 76 tuntas

R-04 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 0 0 0 0 0 14 56 tidak tuntas

R-05 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 20 80 tuntas

R-06 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 19 76 tuntas

R-07 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 21 84 tuntas

R-08 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 19 76 tuntas

R-09 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 23 92 tuntas

R-10 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 20 80 tuntas

R-11 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 21 84 tuntas

R-12 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 0 0 1 0 1 1 1 1 0 0 1 15 60 tidak tuntas

R-13 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 19 76 tuntas

R-14 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 21 84 tuntas

R-15 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 20 80 tuntas

R-16 1 0 1 1 0 0 1 0 1 0 1 0 1 1 0 0 0 1 1 0 1 0 1 1 0 13 52 tidak tuntas

R-17 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 21 84 tuntas

R-18 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 21 84 tuntas

R-19 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 20 80 tuntas

R-20 0 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 1 1 12 48 tidak tuntas

R-21 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 20 80 tuntas

R-22 1 0 1 1 0 0 1 0 1 0 1 0 1 1 0 0 0 1 1 0 1 0 1 1 0 13 52 tidak tuntas

R-23 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 21 84 tuntas

R-24 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 20 80 tuntas

R-25 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 0 0 0 1 19 76 tuntas

R-26 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 23 92 tuntas

R-27 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 19 76 tuntas

R-28 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 23 92 tuntas

R-29 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 19 76 tuntas

R-30 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 21 84 tuntas

R-31 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 19 76 tuntas

R-32 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 19 76 tuntas

R-33 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 20 80 tuntas

R-34 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 21 84 tuntas

R-35 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 21 84 tuntas

R-36 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1 0 0 0 0 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 14 56 tidak tuntas

R-37 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 19 76 tuntas

ketSkorKODE SISWABUTIR SOAL

B

LA

MP

IRA

N 2

6

Page 148: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

135

Jumlah siswa tuntas = 30

Jumlah siswa tidak tuntas = 7

Rata-rata = 76,6

Ketuntasan klasikal = 81%

Page 149: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

136

LAMPIRAN 27

LEMBAR PENILAIAN

TES PRAKTIK/PROYEK

Kode Komponen Nilai Praktik

A Persiapan Kerja

B Proses atau cara kerja

C Hasil Kerja

D Waktu

E Presentasi

Skor Total

Page 150: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

137

ANALLISIS NILAI PRAKTIK SIKLUS I

Kode Siswa

Komponen Praktik Skor Keterangan

A B C D E

R-01 78 78 78 80 76 78 tuntas

R-02 85 85 85 85 85 85 tuntas

R-03 70 65 60 65 65 65 tidak tuntas

R-04 60 60 60 60 60 60 tidak tuntas

R-05 60 60 60 60 60 60 tidak tuntas

R-06 75 80 70 75 75 75 tuntas

R-07 74 76 78 76 76 76 tuntas

R-08 75 72 75 75 78 75 tuntas

R-09 78 75 75 72 75 75 tuntas

R-10 76 78 80 78 78 78 tuntas

R-11 83 85 86 86 85 85 tuntas

R-12 65 70 60 65 65 65 tidak tuntas

R-13 75 75 75 75 75 75 tuntas

R-14 70 60 65 65 65 65 tidak tuntas

R-15 78 78 80 78 76 78 tuntas

R-16 60 56 60 64 60 60 tidak tuntas

R-17 65 65 60 70 65 65 tidak tuntas

R-18 65 60 70 65 65 65 tidak tuntas

R-19 85 85 85 85 85 85 tuntas

R-20 67 68 62 62 66 65 tidak tuntas

R-21 78 75 72 75 75 75 tuntas

R-22 60 56 60 64 60 60 tidak tuntas

R-23 76 80 82 76 86 80 tuntas

R-24 74 76 78 76 76 76 tuntas

R-25 76 74 76 78 76 76 tuntas

R-26 78 72 78 76 76 76 tuntas

R-27 75 75 75 75 75 75 tuntas

R-28 75 73 75 72 80 75 tuntas

R-29 65 60 70 65 65 65 tidak tuntas

R-30 70 78 75 75 77 75 tuntas

R-31 76 78 74 76 76 76 tuntas

R-32 74 76 78 74 78 76 tuntas

R-33 72 76 78 76 78 76 tuntas

R-34 78 78 82 76 76 78 tuntas

R-35 76 76 80 76 82 78 tuntas

R-36 78 76 76 76 74 76 tuntas

R-37 78 78 76 72 76 76 tuntas

LA

MP

IRA

N 2

8

Page 151: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

138

LAMPIRAN 29

NILAI PRAKTIK SIKLUS I

NO NAMA NILAI KETERANGAN

1 AHMAD SAHERTIAN 78 TUNTAS

2 AHMAD TOFIK S 85 TUNTAS

3 AJI BAGAS PRAKOSO

65 TIDAK TUNTAS

4 ALFIN KRISNA

60 TIDAK TUNTAS

5 ANDREAS DEDDY WIJAYA

60 TIDAK TUNTAS

6 ANGGI SAFITRI

75 TUNTAS

7 ASRUL RAHMAD

76 TUNTAS

8 CHANDRA DWI YOGA K

75 TUNTAS

9 CHIQUITITA TRI AGUSTIN

75 TUNTAS

10 DAFFA SURYA PANGESTU

78 TUNTAS

11 DANDY SUNAJI TRI ATMOJO

85 TUNTAS

12 DITA FITRI PURNAMASARI

65 TIDAK TUNTAS

13 ELYSIA NUR ULA FIRDAUS

75 TUNTAS

14 FEBRI NUGROHO

65 TIDAK TUNTAS

15 FELISA FATIKHANI

78 TUNTAS

16 ILHAM AJI SAPUTRA

60 TIDAK TUNTAS

17 ILHAM ALIF RIZKI GUMILAR

65 TIDAK TUNTAS

18 ILHAM HARTANTO

65 TIDAK TUNTAS

19 ISTIQOMAH

85 TUNTAS

20 KURNIAWAN

65 TIDAK TUNTAS

Page 152: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

139

21 MAYANG DWI ARYANTI

75 TUNTAS

22 MICHELL BEFITRA

60 TIDAK TUNTAS

23 MUHAMMAD RIDWAN

80 TUNTAS

24 NISA ZAHROTUL FIRDAUS

76 TUNTAS

25 NOR SHOBAH

76 TUNTAS

26 NUR MAHARANI

76 TUNTAS

27 RAHMADIKA LUTHFI MANAFI

75 TUNTAS

28 RENA RIZKY SEPTIANA

75 TUNTAS

29 RIZAL MAULANA AQBAR

65 TIDAK TUNTAS

30 RIZKI MUDA NUR IHWAN FAUZI

75 TUNTAS

31 RIZKI PRATAMA FERDINANSYAH

76 TUNTAS

32 ROCHMANSAH

76 TUNTAS

33 SALSABILLA DISA WAHYUDI

76 TUNTAS

34 VARELLIA GITA PRAMESWARI

78 TUNTAS

35 WAIS INTAN SARI

78 TUNTAS

36 WIDIYANTI

76 TUNTAS

37 YASHINTA NADILA AGUSTINA

76 TUNTAS

TUNTAS 26

TIDAK TUNTAS 11

Page 153: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

140

ANALLISIS NILAI PRAKTIK SIKLUS II

Kode Siswa

Komponen Praktik skor keterangan

A B C D E

R-01 76 80 82 76 86 80 tuntas

R-02 88 92 92 90 88 90 tuntas

R-03 75 75 72 75 78 75 tuntas

R-04 70 65 62 63 65 65 tidak tuntas

R-05 75 75 75 75 75 75 tuntas

R-06 76 86 76 78 84 80 tuntas

R-07 76 80 78 78 78 78 tuntas

R-08 72 72 78 75 78 75 tuntas

R-09 78 80 80 78 84 80 tuntas

R-10 76 82 82 80 80 80 tuntas

R-11 88 92 92 88 90 90 tuntas

R-12 75 75 75 75 75 75 tuntas

R-13 78 80 78 78 76 78 tuntas

R-14 70 84 80 76 65 75 tuntas

R-15 78 80 84 78 80 80 tuntas

R-16 72 78 80 70 75 75 tuntas

R-17 74 76 75 74 76 75 tuntas

R-18 70 78 77 72 78 75 tuntas

R-19 90 92 94 86 88 90 tuntas

R-20 73 75 77 75 75 75 tuntas

R-21 78 78 80 78 76 78 tuntas

R-22 62 68 65 65 65 65 tidak tuntas

R-23 90 90 90 88 92 90 tuntas

R-24 76 80 82 74 78 78 tuntas

R-25 76 80 80 78 76 78 tuntas

R-26 76 85 85 78 76 80 tuntas

R-27 78 86 80 80 76 80 tuntas

R-28 88 92 92 88 90 90 tuntas

R-29 70 84 82 74 65 75 tuntas

R-30 74 80 82 76 78 78 tuntas

R-31 76 80 82 72 80 78 tuntas

R-32 78 82 84 76 80 80 tuntas

R-33 78 80 82 70 80 78 tuntas

R-34 78 80 84 78 80 80 tuntas

R-35 78 80 82 76 84 80 tuntas

R-36 78 78 80 78 76 78 tuntas

R-37 78 80 78 76 78 78 tuntas

LA

MP

IRA

N 30

Page 154: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

141

LAMPIRAN 31

NILAI PRAKTIK SIKLUS II

NO NAMA NILAI KETERANGAN

1 AHMAD SAHERTIAN

80 TUNTAS

2 AHMAD TOFIK S

90 TUNTAS

3 AJI BAGAS PRAKOSO

75 TUNTAS

4 ALFIN KRISNA

65 TIDAK TUNTAS

5 ANDREAS DEDDY WIJAYA

75 TUNTAS

6 ANGGI SAFITRI

80 TUNTAS

7 ASRUL RAHMAD

78 TUNTAS

8 CHANDRA DWI YOGA K

75 TUNTAS

9 CHIQUITITA TRI AGUSTIN

80 TUNTAS

10 DAFFA SURYA PANGESTU

80 TUNTAS

11 DANDY SUNAJI TRI ATMOJO

90 TUNTAS

12 DITA FITRI PURNAMASARI

75 TUNTAS

13 ELYSIA NUR ULA FIRDAUS

78 TUNTAS

14 FEBRI NUGROHO

75 TUNTAS

15 FELISA FATIKHANI

80 TUNTAS

16 ILHAM AJI SAPUTRA

75 TUNTAS

17 ILHAM ALIF RIZKI GUMILAR

75 TUNTAS

18 ILHAM HARTANTO

75 TUNTAS

19 ISTIQOMAH

90 TUNTAS

20 KURNIAWAN

75 TUNTAS

Page 155: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

142

21 MAYANG DWI ARYANTI

78 TUNTAS

22 MICHELL BEFITRA

65 TIDAK TUNTAS

23 MUHAMMAD RIDWAN

90 TUNTAS

24 NISA ZAHROTUL FIRDAUS

78 TUNTAS

25 NOR SHOBAH

78 TUNTAS

26 NUR MAHARANI

80 TUNTAS

27 RAHMADIKA LUTHFI MANAFI

80 TUNTAS

28 RENA RIZKY SEPTIANA

90 TUNTAS

29 RIZAL MAULANA AQBAR

75 TUNTAS

30 RIZKI MUDA NUR IHWAN FAUZI

78 TUNTAS

31 RIZKI PRATAMA FERDINANSYAH

78 TUNTAS

32 ROCHMANSAH

80 TUNTAS

33 SALSABILLA DISA WAHYUDI

78 TUNTAS

34 VARELLIA GITA PRAMESWARI

80 TUNTAS

35 WAIS INTAN SARI

80 TUNTAS

36 WIDIYANTI

78 TUNTAS

37 YASHINTA NADILA AGUSTINA

78 TUNTAS

TUNTAS 35

TIDAK TUNTAS 2

Page 156: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

143

LAMPIRAN 32

DOKUMENTASI PENELITIAN

Foto Tes Soal Uji Coba Foto Tes Soal Uji Coba

KBM Siklus I Diskusi Kelompok Siklus I

Presentasi Hasil Diskusi Siklus I KBM Siklus II

Page 157: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

144

Diskusi Kelompok Siklus II Presentasi Hasil Diskusi Siklus II

Presentasi Hasil Diskusi Siklus II KBM Praktik Siklus

KBM Praktik Siklus II

Page 158: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

145

LAMPIRAN 33

HASIL PRAKTIK

Page 159: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

146

Page 160: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

147

LAMPIRAN 34

Page 161: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

148

LAMPIRAN 35

Page 162: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.

149

Page 163: RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI …lib.unnes.ac.id/23455/1/5302411129.pdf · Meningkatkan Motivasi Belajar dan KKM Pemrograman Web Kelas X Multimedia SMK Palebon Semarang.