Pribadi rasulullah saw di bidang politik

of 19 /19
PRIBADI RASULULLAH SAW DI BIDANG POLITIK

Transcript of Pribadi rasulullah saw di bidang politik

Page 1: Pribadi rasulullah saw di bidang politik

PRIBADI RASULULLAH SAW

DI BIDANG POLITIK

Page 2: Pribadi rasulullah saw di bidang politik

Politik disini adalah pengelolaan urusan negara berbekal kebijaksanaan, kecerdasan, dan pengalaman.

Rasulullah saw telah dianugrahi kecerdasan fitriyah oleh Allah swt dan hikmah yang berlimpah, visi yang jauh ke depan, dan prilaku yang bagus dalam segala perkara yang sulit untuk digambarkan.

Page 3: Pribadi rasulullah saw di bidang politik

Politik dalam membangun negara Negara yang berasaskan aqidah. Negara

ideal adalah negara yang tujuannya tidak terbatas hanya untuk memberikan kemakmuran material bagi bangsanya, tetapi negara ya g menjadikan puncak tujuannya adalah membangun bangsanya dengan pemikiran yang sehat/benar. Karena dengan berpikir sehatlah akan terbangun sebuah peradaban, bisa diraihnya kegaungan ilmu pengetahuan, dan terpecahkan segenap permasalahan, dan umatpun akan maju ke depan.

Page 4: Pribadi rasulullah saw di bidang politik

Karena itu Rasulullah saw beraktivitas untuk membangun negara yang bertumpu pada ikatan aqidah, yang menganut aqidah konstruktif dan yang beraktivitas –tanpa paksaan sedikitpun- supaya warga negaranya mengimani aqidahnya. Dan juga beraktivitas supaya bangsa-bangsa di negara lain mengimani aqidahnya tersebut.

Jika negara aqadiyah tersebut, dan tegaknya negara itu merupakan bagian dari aqidah tersebut, maka negara tadi akan tgak berdiri di atas landasan yang kuat, bila terdapat pilar rakyat yang beriman.

Page 5: Pribadi rasulullah saw di bidang politik

Tegaknya negara di atas pilar rakyat (individu) yang beriman. Negara yang tidak disokong dengan rakyat/individu yang beriman akan cepat runtuh. Karenanya, Rasulullah saw menolak menegakkan negara di atas kaidah-kaidah rakyat yang tidak beriman. Maka beliau saw mempersiapkan pilar-pilar rakyat yang beriman sebelum menegakkan negara, sehingga ketika negara tegak , pilar rakyat yang beriman ini memainkan instrumen negara dengan cakap dan ikhlas, dan mempertahankannya dengan segenap pengorbanan yang tiada banidingnya.

Page 6: Pribadi rasulullah saw di bidang politik

Tempat tegaknya negara. Untuk membangun negara Rasulullah mencari tempat dengan karakter tertentu. Sebagian dari karakter tersebut adalah :

1. adanya sumber alam yang menjamin tercukupinya kebutuhan sendiri (mandiri) dan memungkinkan meraih kesejahteraan ekonomi.

2. penduduknya memiliki karakter furusiyah (keahlian menunggang kuda) dan berani, memiliki pengalaman dan piawai dalam berperang.

Dan yang memenuhi dua kriteria ini adalah Thaif dan Madinah.

Page 7: Pribadi rasulullah saw di bidang politik

Politik dalam negeri Kedaulatan negara atas wilayahnya. Rasulullah

saw mengumumkan sejak beliau memerintahkan Bilal untuk adzan.

Semaksimal mungkin menghimpun kemampuan (keahlian) yang bisa dipercaya dalam negara.

Menghilangkan kedengkian. Menyemangati / menghibur hati. Menciptakan stabilitas dalam negeri. Rasulullah

saw ingin mengurus rakyatnya dengan kasih sayang.

Page 8: Pribadi rasulullah saw di bidang politik
Page 9: Pribadi rasulullah saw di bidang politik
Page 10: Pribadi rasulullah saw di bidang politik
Page 11: Pribadi rasulullah saw di bidang politik
Page 12: Pribadi rasulullah saw di bidang politik
Page 13: Pribadi rasulullah saw di bidang politik
Page 14: Pribadi rasulullah saw di bidang politik
Page 15: Pribadi rasulullah saw di bidang politik
Page 16: Pribadi rasulullah saw di bidang politik
Page 17: Pribadi rasulullah saw di bidang politik
Page 18: Pribadi rasulullah saw di bidang politik
Page 19: Pribadi rasulullah saw di bidang politik